Anda di halaman 1dari 2

1) Colic Abdomen ec. Susp. Ileus Obstructive + Retensio Urine ec. Susp.

BPH
Tn. S; 39 tahun; RM: 383340

Pasien datang dengan keluhan belum BAB selama 2 minggu. Keluhan sempat diobati
menggunakan microlax kemudian BAB keluar dan nyeri perut berkurang namun beberapa saat
kemudian muncul kembali. Pasien juga mengeluhkan belum flatus sejak 2 minggu dan perut terasa
kembung. Mual (+), muntah (-). Keluhan disertai BAK terasa sering, nyeri, harus mengedan saat
BAK, BAK menetes, BAK tersendat, dan tidak lampias setelah BAK. Pasien juga sering ngompol tidak
bisa menahan BAK. BAK berdarah (-). BAK keluar batu atau berpasir (-). Demam (-), batuk (-), pilek
(-). riwayat hipertensi (-), riwayat DM (-).

PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : Compos Mentis, GCS: E4V5M6
Kesan sakit: Sakit berat
Tanda vital : TD: 158/104 mmHg, N: 100 x/menit, RR: 22 x/menit, S: 37,1 C, SpO2: 99%

Status Generalis:
Kepala : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-), pupil bulat isokor, RC (+/+)
Leher : KGB tidak teraba, JVP 5 + 1 cm
Thorax : Paru: VBS kanan = kiri, Rhonki (-/-), Wheezing (-/-), retraksi (-)
Jantung: BJ S1/S2 murni regular
Abdomen : Datar, lembut, hepar/lien tidak teraba, BU (+) meningkat, vesika urinaria penuh (+)
Extremitas : Akral hangat, CRT <2 detik

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
EKG : dalam batas normal

PEMERIKSAAN LAB
Lab Darah Lengkap : Menunggu hasil
Kimia Darah : Menunggu hasil
Serologi : Antibody IgM dan IgG Covid-19: Menunggu hasil
Rontgen Thorax PA : Menunggu hasil

DIAGNOSIS

PENATALAKSANAAN
- IVFD Nacl 0,9% 20 tpm
- Dulcolax supp
- Dexketoprofen 2x30 mg IV
- Ranitidine 2x50 mg IV
- Clanexi 2x1 gram IV
- Pasang DC
- Menunggu hasil lab dan konsul Sp.B