Anda di halaman 1dari 7

BOLA BASKET

NAMA : QUEEN DILLA SAPARA


KELAS : I-A
ABSEN : 24
Pengertian Permainan Bola Basket

yang dimainkan oleh dua tim yang mana setiap tim berisi
lima orang pemain. Cara bermain bola basket pun bisa
dibilang cukup mudah, yaitu dengan mencari point
sebanyak mungkin dengan cara memasukkan bola ke
ring (keranjang) lawan.

Sejarah Permainan Bola Basket di Dunia

Sejarah diciptakan permainan bola basket dimulai


pada tahun 1891, tepatnya pada tanggal 15
Desember yang ditemukan oleh Dr. James
Naismith. Saat itu, guru olahraga yang berasal dari
Kanada ini ditantang untuk membuat suatu
permainan fisik yang dapat dimainkan di dalam
ruangan tertutup.

Hal ini ditujukan untuk mengisi waktu luang para


siswa di Young Men’s Cristian Association (YMCA). YMCA merupakan organisasi yang
menaungi para pemuda umat kristiani, tepatnya berlokasi di Springfield, Massachusetts, New
England.

Sebenarnya permainan bola basket ini terinspirasi dari permainan masa kecil dari Dr. James
Naismith, yaitu Duck on Rock ketika beliau bermukim di Ontario. Permainan ini merupakan
sejenis permainan melempar batu yang ditargetkan pada bebek yang sebelumnya telah
diletakkan di sebuah batu ataupun tunggul pohon.

Awalnya, ketika Dr. James Naismith memperkenalkan bola basket ke anggota YMCA,
permainan ini sempat dianggap kurang menarik. Hal ini karena permainan ini dianggap
terlalu keras dan kurang cocok dimainkan di ruangan tertutup. Meski demikian, beliau tidak
menyerah dalam memikirkan bagaimana cara mengembangkan permainan ini.

Seiring perkembangannya, pencipta bola basket ini lantas menulis beberapa peraturan dasar
dalam permainan bola basket. Selain itu, beliau juga mengembangkan permainan ini dengan
menambahkan keranjang persik yang ditempelkan pada sebuah dinding yang cukup tinggi di
dalam ruangan (indoor) tersebut.

Setelah itu, para siswa diminta untuk memainkan kembali permainan bola basket di dalam
ruangan tersebut. Sejak saat itulah para siswa menyebut permainan ini dengan Bola
Keranjang atau Basketball.

Pada tahun 1892, tepatnya tanggal 20 Januari, pertandingan bola basket resmi
diselenggarakan di tempat kerja Dr. James Naismith. Pertandingan tersebut ternyata mampu
menaikkan eksitensi dari permainan bola basket ini, sehingga hanya butuh waktu yang cukup
singkat untuk menyebar dan terkenal di seluruh wilayah Amerika Serikat.
Ada hal yang unik dari sejarah awal kemunculan basket di dunia, yaitu jumlah tim
keseluruhan yang hanya berjumlah 9 orang pemain.

TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET

Olahraga basket merupakan salah satu olahraga yang paling pesat pertumbuhannya di
Indonesia. Selain dapat menjadi ajang untuk menambah teman, olahraga ini juga
memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, antara lain:

 Membakar kalori : Satu jam permainan basket bisa membakar hingga 630-750
kalori
 Membangun keseimbangan tubuh dan melatih koordinasi
 Menambah daya imunitas tubuh
 Meningkatkan konsentrasi dan disiplin
 Membentuk otot

Dengan berbagai manfaat yang didapat diatas, Anda dapat melakukan olahraga basket
secara rutin untuk menjaga kesehatan. Untuk membekali Anda, berikut beberapa teknik
yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu agar dapat lebih menguasai permainannya.

1. Passing & Catching


Dalam permainan bola basket, terdapat beberapa teknik mengoper (passing) yang
berbeda:
a. Chest Pass (operan setinggi dada)
Operan ini dilakukan dengan memegang bola didepan dada, kemudian bola
dilempar lurus kedepan.
 
b. Bounce Pass (operan pantul)
Untuk melakukan operan ini, bola berawal pada posisi sejajar dengan dada, lalu dioper
dengan cara memantulkan bola kearah lantai.

 
c. Overhead Pass (operan diatas kepala)
Operan ini dilakukan dengan kedua tangan berada diatas dan penerima bola pun juga
harus menerimanya dengan posisi tangan diatas
 
d. Behind the Back Pass
Operan ini dilakukan dengan cara mengoper bola dari tangan yang berposisi dibelakang
punggung, sehingga lawan tidak mengetahui posisi sasaran yang dituju.

2. Dribbling (Menggiring bola)


Prinsip dasar menggiring bola dalam permainan bola basket yaitu kontrol pada jari-jari,
kepala tegak, mempertahankan tubuh yang rendah, melindungi bola, dan melatih kedua
tangan agar sama-sama dapat menggiring bola dengan baik.
Berikut beberapa tips dribbling yang benar:

 Anda harus bisa menggiring bola dengan tangan kanan maupun kiri sampai
benar-benar dapat menguasainya.
 Jangan menundukkan kepala pada saat sedang menggiring bola karena
pandangan Anda harus selalu mencari posisi yang tepat untuk menghindari
sergapan lawan dan jangan sampai mengoper ke tim lawan.
 Setelah Anda menguasai dribbling, Anda juga harus belajar melakukan
pertahanan, karena kalau tidak bola akan mudah direbut oleh lawan. Cara
melakukan pertahanan adalah dengan memposisikan lengan kiri sejajar dengan
dada, menjulur kearah lawan sehingga lawan tidak bisa merebut bola.

3. Shooting (Menembak bola)


Gerakan ini adalah menembakkan bola kearah keranjang lawan untuk mendapatkan
poin.
Beberapa tips shooting yang benar:

 Pegang bola dengan 2 tangan agar bola bisa terarah dengan baik.
 Dalam pegangan, buat sudut 90 derajat antara tangan kiri dan kanan atau
sebaliknya.
 Setelah itu angkat bola sampai diatas kepala dan arahkan bola ke ring. Posisi
kedua kaki mengarah ke ring basket. Buat tekukan sehingga ada gaya pegas otot
kaki. Lengan di tekukkan untuk melontarkan dan bukan mendorong.
 Shooting yang baik adalah dengan satu tangan, dan yang satu lagi untuk
mengarahkan.
 Saat melempar bola, tenaga harus datang dari kedua kaki dan bukan dari tangan,
dan badanpun harus mengikuti gerakan menembak.

4. Pivot (Cara berputar)


Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai
poros putaran. Pivot dapat dilakukan sebelum melakukan dribbling, passing ataupun
shooting.

5. Rebound
Rebound merupakan suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang
datangnya memantul dari papan atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak
berhasil.
Sama seperti olahraga lainnya, untuk dapat mahir bermain basket, tentunya Anda harus
banyak berlatih. Coba praktekkan teknik-teknik yang disebutkan diatas dan terus
berlatih hinga dapat benar-benar menguasainya.