Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PERCOBAAN KE-11

REAKSI UJI MINYAK DAN LEMAK

Disusun Oleh :

Kelompok 4
Nani Marliaty (06101381823038)
Maftuh Gozali (06101381823051)
Rianda Marta Derici (06101381823060)

Dosen Pengampu :
Drs. Made Sukaryawan, M.Si., Ph.D
Dr. Diah Kartika Sari, S.Pd.,M.Si

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
2020
LAPORAN 11
1. Nomor Percobaan : 11
2. Nama Percobaan : Reaksi Uji Minyak dan Lemak
3. Uji/ sampel : Tabel 11
Tabel 10 Uji Minyak dan Uji Lemak

NO Uji Minyak dan Lemak Sampel Minyak dan Lemak


1 Kelarutan dalam Air Mentega, minyak sayur
2 kelarutan dalam Alkohol Mentega, minyak sayur
3 Akrolein Mentega, minyak sayur
4 Baudouin Mentega, minyak sayur
5 Hubel Mentega, minyak sayur

4. Teori Percobaan
Lemak dan minyak adalah senyawa lipida yang paling banyak di alam. Perbedaan antara
keduanya adalah perbedaan konsistensi/sifat fisik pada suhu kamar, yaitu lemak berbentuk
padat sedangkan minyak berbentuk cair. Perbedan titik cair dari lemak disebabkan karena
perbedaan jumlah ikatan rangkap, panjang rantai karbon, bentuk cis atau trans yang
terkandung di dalam asam lemak tidak jenuh (Sartika, 2008).
Terdapat berbagai macam uji yang berkaitan dengan lipid yang meliputi analisis kualitatif
maupun kuantitatif. Uji-uji kualitatif lipid diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Uji Kelarutan Lipid
Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terdahadap berbagai
macam pelarut. Dalam uji ini, kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut.
Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan
larut. Hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut
pada pelarut yang sama-sama nonpolar (Garjito, 1980).
2. Uji Acrolein
Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji akrolein. Dalam uji ini terjadi dehidrasi gliserol
dalam bentuk bebas atau dalam lemak/minyak menghasilkan aldehid akrilat atau
akrolein. Menurut Scy Tech Encyclopedia, uji akrolein digunakan untuk menguji
keberadaan gliserin atau lemak. Ketika lemak dipanaskan setelah ditambahkan agen
pendehidrasi (KHSO4) yang akan menarik air, maka bagian gliserol akan
terdehidrasi ke dalam bentuk aldehid tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein
(CH2=CHCHO) yang memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap
putih (Ketaren, 1986).
3. Tes Baudouin
Tes ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan minyak seaame(minyak wijen).
Minyak seasame memberikan warna merah mawar yang khas dengan asam klorida
pekat dan larutan furfural. Lemak atau minyak nabati mengandung 5% minyak
seaame sedangkan lemak hewan murni tidak mengandung minyak seaame
4. Tes Huble
Tes ini digunakan untuk mendeteksi tingkat ketidakjenuhan pada minyak atau lemak.
Reagen Huble bereaksi dengan larutan alkohol yodium yang mengandung beberapa
merkuri klorida. Selama reaksi, warna violet dari yodium memudar jika minyak atau
lemak tidak jenuh. Jika minyak atau lemak sudah jenuh, warna violet dari yodium
tidak akan pudar.
5. Prosedur Percobaan
a. Prosedur Percobaan
Uji kelarutan dengan air
1. Ambil sedikit sampel kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah diberi
label
2. Tuangkan sedikit air suling ke dalam tabung reaksi A, B dan C.
3. Kocok setiap tabung reaksi dengan baik. Sampel yang tidak bercampur dalam air,
menunjukkan adanya minyak atau lemakdalam sampel.
Uji kelarutan dengan alkohol
1. Ambil sedikit sampel kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah diberi
label
2. tuangkan sedikit etil alkohol ke dalam tiap tabung reaksi
3. Kocok setiap tabung reaksi dengan baik. semua sampel membentuk lapisan bawah
dalam alkohol
4. Kemudian panaskan tabung reaksi dalam air mendidih.
5. Amati perubahan
Uji Akrolen
1. Ambil sedikit sampel dan masukkan kedalam tabung reaksi yang telah diberi label.
2. Kemudian tambahkan sedikit kalium kristal bisulfat (KHSO 4) ke dalam tabung reaksi
menggunakan spatula.
3. Panaskan setiap tabung reaksi di atas pembakar Bunsen sambal di goyang-
goyangkan.
4. Amati perubahan yang terjadi.
Uji Baudouin
1. Ambil sedikit sampel yang telah dilelehkan dan masukkan masing-masing ke dalam
tabung reaksi yang telah diberi label
2. Selanjutnya tambahkan sedikit HCl pekat ke dalam tabung reaksi
3. Kemudian, tambahkan 2-3 tetes alkohol larutan furfural 2% ke dalam setiap tabung
reaksi
4. Kocok tabung reaksi dengan baik dan diamkan selama 5-10 menit.
5. Amati perubahan warna yang terbentuk
Uji Huble
1. ambil sedikit sampel masukkan kedalam tabung reaksi beri label
2. didalam tabung reaksi yg baru masukkan sedikit kloroform
3. pipet sampel kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang berisi kloroform
4. tambah sedikit larutan hubel kedalam tabung reaksi tadi, kemudian goyangkan
tabung reaksi dengan benar lalu amati
b. Bagan Alir Percobaan
Uji kelarutan dengan air

Ambil sedikit sampel dan masukkan kedalam tabung reaksi

+ air suling secukupnya, lalu goyang tabung reaksi

Amati perubahan
Uji kelarutan dengan alcohol

Ambil sedikit sampel dan masukkan kedalam tabung reaksi

+ sedikit etil alcohol kedalam masing-masing tabung reaksi

Goyangkan tabung reaksi, semua sampel membentuk lapisan


bawah dalam alcohol

Panaskan tabung reaksi dalam air mendidih, amati perubahan.

Uji Akrolin

Ambil sedikit sampel dan masukkan kedalam tabung reaksi

+ sedikit kristal KHSO4 kedalam masing-masing tabung reaksi

Panaskan setiap masing-masing tabung diatas pembakar Bunsen

Amati baunya

Uji Baudouins

Ambil sedikit sampel yang dilelehkan dan masukkan kedalam


tabung reaksi

+ sedikit HCl pekat, kedalam masing-masing tabung reaksi

+ 2-3 tetes larutan furfural 2% dalam alcohol

Goyang tabung reaksi, tunggu selama 5-10 menit.


Amati perubahan warna yang terbentuk

Uji Huble

Ambil sedikit sampel masukkan kedalam tabung


reaksi beri label

Di dalam tabung reaksi yang baru, masukkan sedikit kloroform


reaksi dan beri label

Pipet sampel kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang


berisi kloroform

Pipet sampel kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang


berisi kloroform
6. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan
a. tabung reaksi
b. pipet tetes
c. erlenmeyer
d. batang pengaduk
e. botol semprot
b. Bahan yang digunakan
a. mentega
b. minyak
c. air
d. kloroform
e. 2% larutan furfural
f. conc.HCl
g. larutan hubel
h. potasium bhipospat
i. akuades
7. Pengamatan
Uji Minyak
No Sampel Pengamatan Gambar
dan Lemak

Mentega Mentega + air suling (tak


berwarna)  terbentuk 2
lapisan (-)

Kelarutan dalam
1.
air Minyak Sayur Minyak sayur + air suling
(tak berwarna)  terbentuk
dua lapisan (-)

Mentega Mentega + etil alkohol


panaskan larutan berwarna
kuning ( +)

Kelarutan dalam
2.
alcohol Minyak Sayur Minyak sayur + etil alkohol
panaskan larutan tak
berwarna (+)

Mentega Mentega + KHSO4 panaskan


berbau tengik (+)

3. Akrolein
Minyak Sayur Minyak sayur + KHSO4
panaskan Berbau tengik (+)
Mentega Mentega + HCl + 3 tetes
larutan furfural 2% 
terbentuk 2 lapisan yaitu
lapisan berwarna kuning dam
larutan tidak berwarna (-)

4. Baudouin Minyak Sayur Minyak sayur + HCl + 3 tetes


larutan furfural 2% 
terbentuk 2 lapisan yaitu
lapisan berwarna kuning dan
larutan berwarna merah
mawar (+)

Mentega Mentega + kloroform+


latutan hubel  larutan
berwarna kuning (+)

Minyak sayur Minyak sayur+ kloroform+


5. Hubel
Larutan hubel  Larutan
berwarna kuning (+)

8. Pembahasan
Pembahasan dan Reaksi
1. Uji kelarutan dalam air
Umumnya lemak dan minyak tidak larut dalam air. Minyak dalam air akan membentuk
emulsi yang tidak stabil karena bila dibiarkan, maka kedua cairan akan memisah menjadi
dua lapisan. Minyak sayur tidak larut dalam air, hal ini disebabkan minyak yang berada
dalam air akan membentuk emulsi yang tidak stabil setelah dilakukan pengocokan,
kedua larutan tersebut memisah menjadi dua lapisan. Disini air tidak dapat tercampur
dengan minyak karena air merupakan senyawa yang bersifat polar sedangkan minyak
bersifat nonpolar. Mentega tidak larut dalam air karena air merupakan senyawa yang
bersifat polar sedangkan minyak bersifat nonpolar. Mentega juga tidak larut dalam air
karena air merupakan senyawa yang bersifat polar sedangkan minyak bersifat nonpolar.
2. Uji kelarutan dalam alkohol
Derajat kelarutan merupakan kemampuan suatu zat terlarut untuk dapat larutdalam
sejumlah pelarut pada suhu tertentu.Tingkat polaritas berkaitan denganpolaritas dari
pelarut tersebut. Senyawa yang memiliki kepolaran yang sama akan lebih mudah tertarik
atau terlarut dengan pelarut yang memiliki tingkat kepolaranyang sama. Hal ini sesuai
dengan prinsip uji kelarutan yaitu berdasarkan padakaidah like dissolves like yang mana
senyawa polar akan larut dalam pelarut polar dan sebaliknya sehingga pada awal alkohol
tidak dapat melarutkan minyak dan mentega. Alkohol panas dapat melarutkan minyak
dan mentega, meskipun alkohol bersifat polar tetapi karena suhu panas alkohol dapat
melarutkan sebagian lemak dan minyak. Alkohol panas melarutkan gliserol dan asam
oleat, karena gliserol yang memiliki 3 gugus hidroksil sehingga bersifat cenderung polar.

3. Uji Akrolrin
Uji akrolein dilakukan untukmendeteksi keberadaan molekul trigliserida.Gliserol dalam
bentuk bebas atau yang terdapat dalam lipid akan mengalamidegradasi jika dipanaskan.
Hal tersebut akanmenyebabkan terbentuknya molekul aldehidakrilat atau akrolein yang
berbau menyengatatau tengik. Uji akrolein menggunakansenyawa KHSO4 sebagai
bahan tambahan pembentuk akrolein. Uji akrolein berfungsisebagai penguji kualitas
lipid. Suatu lipidyang memiliki kualitas yang bagus jika larutantersebut tidak terlalu bau
jika direaksikandengan KHSO4. Lemak atau lipid terbagi duayaitu lemak jenuh dan
lemak tak jenuh. Lemak jenuh terdapat di dalam tubuh dan tidak memiliki ikatan
rangkap.

4. Uji Baudonium

Berfungsi untk mengetahui kandungan minyak seamme atau Minyak wijen adalah
minyak nabati yang berasal dari biji wijen. Selain digunakan sebagai minyak goreng,
minyak ini juga digunakan sebagai penambah rasa pada berbagai masakan, memiliki
aroma dan rasa pedas yang khas. Minyak adalah salah satu minyak nabati yang paling
awal dikenal. Produksi massal modern di seluruh dunia terbatas karena proses
pemanenan manual yang tidak efisien yang diperlukan untuk mengekstraksi minyak.
5. Uji Hubel
Pada uji hubel digunakan untuk mendeteksi derajat ketidakjenuhan pada minyak dan
lemak. Pada uji ini, penambahan kloroform digunakan untuk melarutkan sampel sebelum
direaksikan dengan pereaksi iod hubl. Ion hubl ini berfungsi sebagai pengadisi ikatan
rangkap yang ada pada asam lemak tak jenuh menjadi ikatan tunggal. Reaksi positif
ditandai dengan adanya warna merah saat ditetesi iod hubl. Pada minyak sayur dan
mentega positif terhadap uji hubel karena kedua sampel mengandung asam lemak tak
jenuh. Pada asam lemak tidak jenuh timbulnya warna merah yang semakin lama pudar
dan warna kembali menjadi kuning. Warna merah yang hilang selama reaksi
menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod hubl.
9. Kesimpulan
1. Pada mentega dan minyak sayur negatif terhadap uji kelarutan air, karena lemak dan minyak
memiliki sifat nonpolar sedangkan air memiliki sifat polar.
2. Kelarutan mentega dan minyak sayur pada pelarut alkohol panas adalah larut sempurna,
sedangkan pada alkohol dingin tidak larut. Hal ini karena kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh
suhu.
3. Uji akrolein pada mentega dan minyak sayur positif terhadap uji akrolein menandakan adanya
gliserol yang ditandai dengan bau tengik dari akrolein.
4. Uji baudouin positif pada minyak sayur dengan terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan berwarna
kuning dan larutan berwarna merah mawar yang menandakan minyak sayur mengandung
minyak wijen, sedangkan pada mentega negatif uji baudouin.
5. Pada minyak sayur dan mentega positif terhadap uji hubel karena kedua sampel mengandung
asam lemak tak jenuh yang ditandai dengan timbulnya warna merah yang semakin lama pudar
dan warna kembali menjadi kuning.

10. Daftar Pustaka


https://www.academia.edu/29435497/Laporan_Praktikum_Biokimia_LEMAK_LIPID
https://www.youtube.com/watch?v=l2QOi9mZoFc&feature=youtu.be