Anda di halaman 1dari 6

RESUME KEPERAWATAN GAWAT DARURAT ASKEP PD PASIEN

DENGAN GAGAL GINJAL AKUT GGA/ ARF

Disusun oleh :
Fardatul Muyasaroh
A11801747
S1 Keperawatan 3B

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2020
RESUME ASKEP PD PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL AKUT GGA/ ARF
Ginjal merupakan organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang, dalam manusia
dewasa ukuran ginjal sekitar 11 cm panjangnya. Ginjal menerima darah dari sepasang arteri
rinalis, dan darah keluar lewat vena renalis. Ginjal berfungsi sebagai menyaring dan membuang
limbah, mengendalikan keseimbangan air, mengatur sel darah merah, mengatur tekanan darah
dan kadar garam.
Gagal ginjal akut merupakan menurunnya fungsi ginjal secara tiba-tiba yang biasanya, tapi tidak
seluruhnya reversible. Gagal ginjal atau Acute renal failure (ARF) dapat diartikan sebagai
penurunan cepat/tiba-tiba atau parah pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai
oleh peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia (peningkatan konsentrasi Blood
Urea Nitrogen).
Gagal ginjal akut adalah penurunan fungsi ginjal dapat disebabkan oleh penyakit glomenular
akut, infeksi akut yang parah dari jaringan ginjal, penyumbatan dari arteri renal, obstruksi
mekanik dari sal kemih, dan hemoglobinemia, myoglobenemia, kondisi tersebut berakibat
kerusakan masif dan cepat dari jaringan ginjal. Gagal ginjal akut merupakan sindroma klinik
dengan aneka macam sebab yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal secara mendadak
dengan penurunan filtrasi glomerulus (GFR) dan retensi substansi yang berbahaya yang dalam
keadaan normal dikeluarkan lewat urin. Keadaan klinik ok GFR turun mendadak oleh sebab-
sebab prerenal, renal,postrenal, klinis ditandai produksi urin turun mendadak <500 cc/24 jam
disertai tanda-tanda uremia yang lain.
Patofisiologi:
1. Iskemia korteks ginjal
2. Obstruksi tubulus
3. Penurunan koef.ultrafiltrasi glom. (Kf)

MANIFESTASI KLINIK
1. Haluaran urine sedikit, bisa Mengandung darah,
2. Peningkatan BUN dan kreatinin,
3. Anemia,
4. Hiperkalemia,
5. Asidosis metabolic, merupakan keasaman darah yang berlebihan yang ditandai
dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah.
6. Udema,
7. Anoreksia,nause,vomitus,
8. Turgor kulit jelek,gatal-gatal pada kulit.
PENYEBAB GGA :
1. Pre-renal : Hypovolemic, hypotensi, dehydrasi, syok.
2. Renal (Intrinsic renal failure) – ATN (acute tubular nephrosis) or VMN (vascular
membrane nephrosis)/
3. Post-renal : obstruksi, batu, prostat, trauma, dan keganasan.

Gagal Ginjal Akut Prerenal


Etiologi :
1. Hipovol.:
a) Kehilangan darah/plasma
b) Kehilangan cairan : GIT dan ginjal
c) Redistribusi intraekstravask hipoalb, peritonitis, respon distres syndrome
kerusakan otot yg luas.
d) kekurangan asupan cairan.
2. Vasodilatasi sistemik : sepsis, sirosis, anafilaksis vasodilatasi ok.obat, blokade ganglion
3. Penurunan CO : shock, infark, dekomp.,aritmia, tamponade jantung, emboli paru.
4. Kegagalan autoregulasi : vasokonstriksi preglom. atau vasodilatasi postglom karena obat.
PATOGENESIS
1. Turunnya perfusi, aktifasi barorec, aktif si sistim neurohumoral RAA system
asokonstriksi sistemik, retensi garam dan air, sehingga tekanan dan volume darah dapat
dipertahankan; bila gagal LFG menurun 🡪 azotemia.
2. Obat-obat yang dapat menimbulkan GGA prerenal OAINS, dan ACE inhibitor
(reversibel).

Nekrosis Tubular Akut


1. Gangguan perfusi
2. Proses kompleks, dinamik, berkaitan dengan Mikrovask dan sel-sel tubults
3. Istilah tak tepat ok. tanpa biopsyikologi
4. Perubuhan sel subletal : hilangnya brush-border, membrane plasma, polaritas
membran, lepasnya sel dari mebran basalis, dan perubahan fungsional.
5. Reversibel ok. kerusakan tubulus terbatas dan kemampuan regenerasi yang cepat.
Etiologi :
1. Gangguan hemodinamik : OAINS, AII blocker, siklosporin, zat kontras
2. Toksik terhadap tubulus : Abdomen (Aminoglikosid, vankomisin,amfoterisin),
kemoterapi, Li, parasetamol, heroin, zat kontras, pigmen, toksin organic
(herbisid,kloroform)
3. Kristaluri : urat, oksalat, obat asiklovir, sulfonamid, triamterin, dan metoksifuran.

Nekrosis Kortikal Akut


1. Patofisiologi seperti NTA
2. Nekrosis ekstensif area korteks ginjal, pada sebagian korteks shg sebagai masih
dpt membaik.
3. NKA: trombosis mikrovask Glom kematian jaringan
4. Prediktor: endotoksinemi
5. Juga sebagai Komplik mikroangiopati dan gangguan ular bisa
DIAGNOSA GGA
Anamnesa : mencari etiologi pre dan post ren seperti pehilangan cairan/darah, tanda-
tanda PJK, hipotensi, pemakaian obat-obat, penyakit sistemik ( DM, SLE,
vaskulitis),adanya obstruksi (batu, prostat, tumor).
Fisik: status vol.sirkulasi (tek. V Jugular rendah, hipotensi, vena perifer kolaps ), tanda2
obstruksi tanda-tanda penyakit sistemik
Urinalisis : membedakan prerenal dan renal
Penunjang : USG, Retr pielografi, biopsy

ANAMNEMIS
a) Gastro Enteritis akut
b) Riwayat tindakan / operasi
c) Hipotensi, shock
d) Hipertensi (accelerated / malignant)
e) Drugs
f) Renal diseas
g) Acute on chronic

PEMERIKSAAN FISIK
Status kardiovaskuler, pemeriksaan pelvis, rektum, kateterisasi untuk mengetahui
adanya urin residu.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kimia arah dan urin seperti diatas, USG ginjal, IVP, dan jika perlu arteriografi.

MANAGEMEN ARF
1. Phase oliguri : cairan <500 cc/h, monitor elektrolit : kalium, asupan kalori dialisis
2. Phase diuretik : keseimbangan cairan dan elektrolit
3. Post diuretik : cairan / elektrolit
4. Prognosis : tergantung penyebab, usiainfeksi, multi organ.

1. Jalan napas dan pernapasan :


(Airway ) Obstruksi?
Breathing Pernapasan ?
2. Sirkulasi (Circulation):
Frekuensi jantung Detak nadi adakah?
3. Kesadaran (Disability):
Postur tubuh dan tonus otot
Status mental - Skala AVPU
A - Waspada (Alert)
V - Berespons terhadap rangsangan verbal (verbal stimuli)
P - Berespons terhadap rangsangan nyeri (painful stimuli)
U - Tidak memberikan respons (Unresponsive)

PENGKAJIAN PRIMER
1.Airways : sumbatan atau penumpukan secret
2.Breathing : ada atau tidaknya nafas
3. Cirkulasi : ada atau tidaknya nadi
4. Kesadaran
PENGKAJIAN SEKUNDER
a) Pemeriksaan fisik (normal atau tidak)
b) Pemeriksaan penunjang diagnostik dan laboratorium
FOKUS INTERVENSI
1. Bersihan jalan nafas
2. Pola nafas tidak efektif