Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

INDIVIDU
ETIKA PUBLIK
Tutor : Tatang, S.Pd.,M.M.Pd (2JP)

MUHAMAD IQBAL FAUZI, S.Pd


LATSAR CPNS KOTA SUKABUMI
ANGKATAN 3
ANALISIS NILAI-NILAI ETIKA PUBLIK
DALAM PERBICANGAN HELMI YAHYA DAN SANDIAGA UNO

Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan
atau bagaimana melakukan yang baik atau benar,
Etika sebenarnya dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk
menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-hak
individu,mencakup cara-cara dalam pengambilan keputusan untuk membantu
membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya
dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut.
Berdasarkan hasil perbincangan antara Helmi Yahya dan Sandiaga Uno di peroleh nilai-
nilai Etika Publik yang dimiliki Sandiaga Uno diantaranya :
1. Memegang Teguh Ideologi Pancasila, Sandiaga Uno bersedia pulang kembali
ke Indonesia demi ingin memajukan negaranya sendiri dan membantu
perekonomian Indonesia yang sedang dalam kondisi moneter.
2. Setia dan Mempertahankan UUD 1945 Serta Pemerintahan yang Sah Selalu taat
pada peraturan yang berlaku dan mengikuti pemerintah pada saat itu
3. Menjalankan Tugas Secara Profesional dan Tidak Berpihak Beliau
menjalankan tugasnya dengan rasa tanggung jawan dan adil.
4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Non Diskriminatif Meskipun merekrut
Tim untuk WTP, beliau tidak membedakan dan mendiskriminasi.
5. Memelihara dan Menjunjung Tinggi Standar Etika Luhur Dengan basic
akuntansi, tapi beliau tidak merasa sok pintar Dan menggurui orang-orang,
dan tidak juga membuat keputusan tanpa melibatkan pihak pihak terkait.
6. Mempertanggungjawabkan Tindakan dan Kinerjanya Kepada Masyarakat
Laporan keuangan dan lain-lain beliau sampaikan ke masyarakat, dan meraih
provinsi WTP.
7. Memberikan Pelayanan Kepada Publik Secara Jujur, Tanggap, Cepat, Tepat,
Akurat Berdaya Guna, Berhasil Guna , dan Santun Laporan keuangan yang
ditunjukkan dengan meraih WTP, meskipun beliau sudah tidak menjadi Wakil
Gubernur DKI. Jakarta selama 3 kali berturut turut mendapatkan WTP.
Dengan begitu kinerja dan program beliau masih dimanfaatkan secara baik.
8. Menghargai Komunikasi, Konsultasi, dan Kerjasama Beliau sebelum menjadi
wakil Gubernur menjadi investor dan pengusaha dibeberapa perusahaan, saat
menjadi wakil Gubernur beliau melakukan kerjasama dengan investor demi
kepentingan masyarakat.
9. Mendorong Kesetaraan dalam Pekerjaan Beliau merekrut Tim tidak
berdasarkan kedekatan dengan beliau, tetapi memang merekrut berdasarkan
kapasitas dan kemampuan dibidangnya.
10. Memiliki Kemampuan dalam melaksanakan Kebijakan dan Program Pemerintah
terbukti dengan meraih WTP bahkan 3 kali berturut-turut berkat program dan
Pola kinerja beliau yang masih diterapkan.