Anda di halaman 1dari 13

JURNAL HASIL PRAKTIKUM

MATA KULIAH ZOOLOGI VERTEBRATA

Dosen praktikum :
Fitri Aryanti ,M.Pd

Kelas : Pendidikan Biologi A


Kelompok : 3 (Tiga)

Anggota :
Layalia Atsna 185040006
Ridwan Purnama 185040023
Kintan Mistiani 185040029
Shelly Monica 185040036
Siti Unayah 185040057

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2020
PRAKTIKUM 5

A. Identitas
Judul : Aves
Waktu : 13.00 – 15.30
Tempat : Rumah masing-masing anggota
Hari/tanggal : Kamis, 17 Desember 2020

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi pada aves (Columba
livia)
2. Untuk mengetahui struktur anatomi pada aves (Columba livia)
3. Untuk mengetahui bagian rangka dari rangka (Columba livia)

C. Dasar Teori
Kelas Aves adalah kelas hewan vertebrata yang berdarah panas dengan
memiliki bulu dan sayap. Tulang dada tumbuh membesar dan memipih,
anggota gerak belakang beradaptasi untuk berjalan, berenang dan bertengger.
Mulut sudah termodifikasi menjadi paruh, punya kantong hawa, jantung terdiri
dari empat ruang, rahang bawah tidak mempunyai gigi karena gigi-giginya
telah menghilang yang digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk dan
berkembang biak dengan bertelur. Kelas ini dimanfaatkan oleh manusia
sebagai sumber makanan, hewan ternak, hobi dalam peliharaan. Dalam bidang
industri bulunya dapat dimanfaatkan contohnya baju, hiasan dinding, dan
lainnya.
Anggota kelas aves memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap
lingkungannya, sehingga hewan ini mampu bertahan dan berkembang biak
pada suatu tempat. Struktur dan fisiologi burung diadaptasikan dalam berbagai
cara untuk penerbangan yang efisien. Yang paling utama di antara semuanya
adalah sayap. Meskipun sekarang sayap itu memungkinkan burung untuk
terbang jauh mencari makanan yang cocok dan berlimpah, mungkin saja sayap
itu dahulu timbul sebagai adaptasi yang membantu hewan ini lolos dari
pemangsanya. Adanya burung-burung yang tidak memiliki sayap yang hidup
di Antartika, Selandia Baru dan daerah-daerah lain yang jarang ada
pemangsanya membuktikan hal ini.
Burung ialah hewan yang mudah ditemui diberbagai habitat. Burung
memiliki daya jelajah yang luas, bahkan ada yang bisa terbang jauh melintasi
lautan. Kemampuan ini mempengaruhi distribusi burung. Misalnya burung
egret dapat melintasi lautan Atlantik dari Afrika hingga ke Amerika Selatan,
sementara untuk burung yang tidak dapat terbang jauh maka lautan akan
menjadi barrier yang efektif sehingga penyebrannya diskontinyu. Burung
kurang endemic dibandingkan mammalia. daerah pembiakan burung juga
penting dalam distribusi geografis karena posisi burung yang tidak statis da
nada juga burung yang bermigrasi pada musim musim tertentu.
Struktur dan fisiologi burung diadaptasikan dalam berbagai cara untuk
penerbangan efisien. Yang paling utama dari semua ini tentu saja adalah sayap.
Meskipun sekarang sayap itu bisa memungkinkan burung untuk terbang jarak
jauh untuk mencari makanan yang cocok dan berlimpah. Mungkin saja sayap
itu dahulu timbul sebagai adaptasi yang membantu mereka meloloskan diri dari
pemangsanya.
Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain.
Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal
dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara
embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat
menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga
terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis
sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus,
sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu.Sentral kuncup
bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh
darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada
perkembangan selanjutnya.
Burung pada umumnya mempunyai kulit yang tipis, mengandung keratin
sedikit sekali. Hubungan dengan jaringan yang ada disebelahnya tidak erat.
Struktur tambahan dari kulit ialah bulu mengalami penandukan kuat sekali.
Bagian bawah kaki dan jari, ditutupi oleh sisik tanduk yang terdapat pada
Archosauria dan ini mengelupas. Paruh juga mengalami penandukan.
D. Alat Dan Bahan
No. Nama Alat Gambar Kegunaan
1. Alat tulis Untuk
menggambar

No. Nama Bahan Gambar Keterangan


1. Merpati Sebagai objek
pengamatan
dalam
praktikum

E. Langkah Kerja

Menggambar
Mengamati
Mengamati bagian dari
Struktur
struktur anatomi rangka, anatomi,
morfologi
merpati morfologi,
merpati
(Columba livia) merpati
(Columba livia)
(Columba livia)

F. Bahan Diskusi
1) Perhatikan struktur organ-organ penyusun sistem pencernaan pada
merpati, sebutkan organ-organ penyusun sistem tersebut?
2) Dapatkan kedua mata merpati dipergunakan untuk melihat jauh, mengapa
demikian?
3) Apakah saat burung menyelam kedua matanya menutup? mengapa
demikian?
4) Apakah bulu merpati memiliki struktur yang sama?
5) Jenis bulu apa yang memiliki struktur yang paling sederhana?
6) Jelaskan perbedaan remiges dan retrices?
7) Bagaimana fertilisasinya?
8) Otot-otot apakah yang berperan dalam pergerakan sayap burung?

G. Hasil Diskusi
1. Organ pencernaan :
 Rongga mulut terdapat paruh dan lidah serta saliva
 Esofagus
 Tembolok (crop) tempat penampungan, penimbunan dan
penyimpanan pakan
 Proventrikulus terdapat pepsın dan renin serta pepsinogen dan
lipase
 Empedal (ampela) atau biasa disebut gizzard
 Usus halus
 Usus besar (kolon)
 Rektum
 Kloaka
2. Mata burung dapat dikatakan bulat, dengan biji mata berada di
tengahnya. Di belakang biji mata ada lensa yang dapat mengubah bentuk
obyek yang dipusatkan pada bagian belakang mata. Di sini terdapat rettna
yang peka cahaya dan mempunyal syaraf-syaraf (ribuan) yang
berhubungan dengan otak dan ini akan menghasilkan penglihatan Di
belakang bola mata inl ada tongkat kecil yang disebut pecten yang
kegunaannya belum diketahui dengan pasti tetapi diperkirakan bahwa
benda Inilah yang membuat burung mampu melihat sesuatu gerakan pada
Jarak Jauh.
3. Kelopak mata burung tidak digunakan untuk berkedip. Mata burung
mendapat pelumasan dari membran pengelip. kelopak mata ketiga
yang tersembunyi yang mengusap kearah horisontal keseluruh mata
seperti pembersih kaca. Membran pengelip Juga menutup mata seperti
lensa kontak pada burung air pada saat mereka menyelam
4. Berbeda , Bulu pada bagian kepala memiliki bentuk membulat dengan
tulang bulu yang halus dan bulu rambut yang tipis ringan. Bulu pada
bagian leher memiliki criteria yang hampir sama dengan bulu yang
ada pada kepala akan tetapi bentuknya lebih panjang. Sedangkan bulu
yang diambil dari bagian dada memiliki bentuk seperti segitiga
dengan bulu rambut bagian pangkal panjang dan semakin memendek
ke ujung atas. Pada bagian, parut, bulu yang kami ambil memiliki
bentuk memanjang dan bulu rambutnya tidak beraturan. Bulu pada
bagian sayap merupakan bulu yang palng besar, bulu ini berbentuk
oval memanjang dengan ranbut-rambut halus pada bagian pangkalnya,
bulu ini memiliki tulang yang besar dan berongga. Bulu terakhir kami
ambil dari bagian ekor, bulu ini mempunyai keunikan dari pada yang
lain karena bentuk tulang bulunya yang panjang dan terdapat
pembuluh darah didalamnya. Bulu ini berbentuk segitiga yang
panjang sehingga bila dilihat bersamaan memberi bentukan seperti
kipas pada ekor merpati.
5. Jenis bulu yang memiliki struktur paling sederhana yaitu filoplumae.
Filoplumae berupa bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh
tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus dan berfungsi
membantu pada saat burung menangkap serangga (disebut juga indera
peraba).
6. Bulu remiges adalah bulu yang tumbuh pada sayap, berbentuk asimetris dan
berfungsi untuk terbang. Bulu retrices adalah bulu yang tumbuh di ekor
bentuknya asimetris namun juga berfungsi untuk terbang.
7. Fertilisasi Burung Merpati
Merpati betina biasanya lebih kecil dan tidak terlalu ribut dibandingkan
dengan merpati jantan pada saat kawin. Pada proses cooing dan billing,
betina selalu menempatkan paruhnya pada paruh jantan. Ukuran merpati
jantan lebih besar dengan tekstur bulu lebih besar dan bulu leher
tebal. Merpati jantan pada saat bercumbu membuat gerakan melingkar,
memekarkan bulu ekor dan menjatuhkan atau merebahkan sayap
Sedangkan pada merpati jantan sebelum perkawinan akan menarik merpati
betina dengan cara mendengkur-dengkur dan mengepak-ngepakkan
sayapnya. Bila ada merpati betina yang mendekat maka dia
mendengkurnya semakin cepat dan mengitari sang betina serta
menurunkan sayapnya. Pada waktu perkawinan pejantan menaiki
punggung sang betina dan meletakkan kloaka pejantan ke kloaka betina
dan pejantan ejakulasi menyemprotkan sperma, dan sperma tersebut
masuk ke proctodium hewan betina, dan kemudian masuk ke oviduct. Bila
sang betina sudah bertelur maka pejantan ikut mengeraminya dengan cara
bergantian dengan sang betina sampai telur itu menetas. Merpati jantan
ikut merawat anaknya sampai dewasa dan setelah dewasa merpati jantan
mengawini merpati betina lagi dan itu berlangsung terus-menerus sampai
akhir hayat, karena merpati jantan dan betina yang berpasangan akan
selalu bersama terus-menerus dan tidak berganti pasangan.
8. Otot yang berperan saat terbang adalah otot-otot pektoral, terdiri atas
pektoral mayor dan pektoral minor. Kedua ujung otot pektoral terikat
distreni, sedangkan pada ujung lain terikat disayap sebelah ventrolateral.
Otot pektorali mayor merupakan otot depresor dan berikaitan dengan
gerakan menururnkan sayap saat mendarat, juga mengangkat sayap saat
terbang. Otot pektoralis minor digunakan saat akan terbang.

H. Hasil Pengamatan
Klasifikasi Merpati
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Columbia former
Family : Columbiadae
Genus : Columbia
Spesies : Columba livia
Morfologi merpati, keterangan :
1. Mata 8. Jari kaki
2. Lubang telinga 9. Cakar
3. Dorsal 10. Kaki
4. Sayap 11. Leher
5. Bulu sayap sekunder 12. Paruh
6. Bulu sayap primer 13. Lubang hidung
7. Bulu ekor

Rangka aves, keterangan


1. Nasal 16. Femur
2. Lacrimal 17. Tibia
3. Occipital 18. Tarsometatarsal
4. Atlas 19. Fibula
5. Epistropheus 20. Corucoid
6. Humerus 21. Clavicle
7. Phalanges 22. Quadrate
8. Metacarpus 23. Mandible
9. Ulna 24. Incisive
10. Radius 25. Sternal rostum
11. Scapula 26. Patella
12. Ilium 27. Sternum
13. Pygostyle 28. Phalanges
14. Ischium 29. Digits
15. Pubis 30. Carpometacarpus

Anatomi aves, keterangan:


1. Trakea 9. Klosks
2. Tembolok 10. Duodenum
3. Poventrikulus 11. Hati
4. Lambung 12. Jantng
5. Testis 13. Paru-paru
6. Ginjal 14. Korakoid
7. Usus halus 15. Oesopagus
8. Anus

I. Pembahasan
1. Morfologi
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat terlihat
tubuhnya dibedakan atas bagian kepala (caput), leher (cervix), badan
(truncus), dan ekor (cauda).
a. Kepala (caput)
Pada bagian kepala terdapat beberapa bagian yaitu
 Paruh (rostum) yang terdiri atas rahang atas (maxilla) dan
rahang bawah (mandibula) yang bertipe pemakan biji-bijian.
Paruh pendek pada bagian depannya meruncing.
 Mata (organon visus) terletak pada bagian posterior hidung
yang dikelilingi kulit berwarna kuning kemerahan.
 Lubang hidung (neres) terdapat pada bagian pangkal paruh
bagian atas.
 Lubang telinga (porus acusticus externus) terletak dibagian
dorsal caudal mata.
b. Leher (cervix)
Memiliki leher yang panjang dan flexibel yang memisalkan antara
bagian kepala dengan bagian badan. Leher merupakan
perpanjangan bagian caput sampai ke bagian truncus.
c. Badan (truncus)
Tubunya ditutupi oleh bulu, memiliki alat gerak bagian depan
berupa sayap yang terletak dibagian punggung yang dilengkapi
dengan bulu panjang. Memiliki bentuk kaki petengger dengan 4
digiti ( 1 kaki belakang dan 3 kaki depan).
2. Rangka
Rangka burung merpati ringan namun kuat pada bagian kepala terdapta
bagian nasal, lacrimal, occipital, nassal, Quadrate, Mandible, Incisive.
Pada bagian leher terdapat bagian Epistropheus. Pada bagian terdapat
bagian sayap yeng terdiri dari beberapa bagian yaitu Humerus, Phalanges,
Metacarpus, Ulna, Radius, Carpometacarpus. Terdpata juga bagian kaki
yang terdiri dari femuer, tibia, tarsomtatarsal, fibula, phalanges dan digiti.
Pada bagian badan terdapat bagian scapula. Pada bagian ekor terdapat
bagian ilium, pygostyle, iscium, pubis.
3. Anatomi
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan diketahui organ-organ
yang berperan dalam sistem tubuh. Trakea berupa daluran seperti pipa.
Tembolok atau ingluvies berupa tonjolan dari esofagus. Proventriculus
atau disebut juga dengan kelenjar lambung memiliki dinding tipis. Sistem
pencernaan terdiri dari esofagus, ingluvies, ventriculus, prankreas,
intestinum restum dan kloaka. Sistem pernapasan terdiri atas cavum oris,
tracea, dan pulmo. Sistem sirkulasi terdiri atas jantung (cor) dan pembuluh
darah. sistem sirkulasi pada Columbia livia yang menjadisentral adalah
cor, yang terletak ditengah-tengah, berbentuk kerucut, dilapisi olehlapisan
pericardium. Terbagi atas 4 ruang: atrium sinistrum dan atrium
dextrum,yang dipisahkan oleh septum atrium, ventriculum sinistrum, dan
ventriculumdextrum yang terpisah oleh septum ventriculum. Sistem
eksresi terdiri atas ginjal, ureter dan uretra. Memiliki ginjal yang relatif
besar berwarna merah kecoklatan.
J. Kesimpulan
Dari praktikum kelas Aves dengan objek pengamatan Merpati
(Columba livia), di dapatkan beberapa kesimpulan diantaranya :
1. Tubuh Coumbia livia terdiri atas 4 bagian, yaitu caput, cervix, truncus
dan cauda
2. Tubuh burung memiliki penutup tubuh berupa kulit yang di tumbuhi
oleh bulu-bulu yang berbeda bentuk dan ukurannya pada tiap-tiap
bagiannya.
3. Burung merpati memiliki paruh yang disesuaikan dengan makanannya
berupa bijian-bijian. Paruh terdiri atas maksila atau paruh bagian atas
dan mandibula atau paruh bagian bawah
4. Lubang telinga (membran nicitans) berbulu dan terdapat penutup dari
bulu
5. Kaki mempunyai kulit dengan sisik-sisik tanduk, jarinya terdapat empat
buah dan arahnya 3 kebelakang dan 1 kedepan
6. Sistem pencernaan pada Columbia livia yaitu esophagus, ingluvies,
ventriculus, pancreas, intestinum, rectum, dan berakhir pada kloaka
7. Sistem pernapasn Columbia livia yaitu cavum oris, trachea dan pulmo
8. Sistem sirkulasi pada Columbia livia terdiri atas cor dan pembuluh daraj
9. Sistem ekskresi pada Columbia livia terdiri ren, ureter dan uretra
10. Sistem reproduksi pada Columbia livia jantan terdapat sepasang testis
11. Enchephalon terdapat tiga bagian yang pokok, yakni prosencephalon
(bagian muka), mesencephalon (bagian tengah) dan rhombencephalon
K. Daftar Pustaka
A Campbell Neil, Jane B. Reece, Lis A. Urry, Michael L. Cain, Steven A.
Wasserman, Peter V. Minorsky, Robert B. Jakson. 2008. Biologi Edisi
Kedelapan Jilid 2. Erlangga: Jakarta.

L. Kolom Penilaian
Ketepatan Kelengkapan Diskusi Kerapihan Nilai
Waktu Isi
M. Kolom responsi
Kolom Responsi