Anda di halaman 1dari 3

Nama : Tosa Rifai

NIM : 042885685

Tugas .1 Studi Kelayakan Bisnis

1. Berikan penjelasan anda mengenai Teknik peramalan kuantitatif?

Jawab :

1. Teknik Peramalan Kuantitatif ialah salah satu teknik yang digunakan untuk memprediksi
permintaaan di masa yang akan datang dengan mengacu pada data masa lalu, dimana data tersebut
dapat dikuantitaskan dalam angka dan menggunakan suatu asumsi bahwa keadaan pada masa lalu
akan berulang kembali pada masa yang akan datang. Peramalan permintaan cukup krusial dilakukan,
mengingat permintaan atas produk dalam sebagian besar pasar cenderung tidak stabil.
Teknik peramalan kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
a. Peramalan Sederhana
Teknik peramalan ini dilakukan dengan melakukan perhitungan secara matematis sederhana.
Contoh: Omset PT Tukul Arwana pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 12,5% dengan
nilai total omset yaitu Rp48.000.000.000,-, berdasarkan data tersebut, dengan menggunakan
teknik peramalan kuantitatif sederhana, maka omset PT Tukul Arwana pada tahun 2018
diperkirakan akan mencapai Rp54.000.000.000,- (hasil dari perhitungan 112,5% x
Rp48.000.000.000,-)
b. Peramalan Statistik, yaitu dengan teknik peramalan sebagai berikut:
1) Analisis Runtut Waktu (Time Series Analysis).
Teknik peramalan kuantitatif ini memerlukan sejumlah data untuk beberapa periode pada
masa lalu (data historis) untuk membuat suatu peramalan. Untuk memproyeksikan
permintaan masa depan, metode analisis ini memakai histori data penjualan masa lalu
dengan menggunakan empat komponen yang dikombinasikan untuk menghasilkan ramalan
penjualan. Komponen-komponen tersebut yaitu:
a) tren penjualan (kecenderungan prestasi masa lalu baik naik maupun turun yang
menunjukkan aktivitas ekonomi dalam dinamika perekonomian dan merupakan
kondisi long term)
b) variasi siklis (gerakan perubahan penjualan yang dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi
secara luas dan cenderung bersifat periodik)
c) variasi musim (pola perubahan tertentu yang bersifat periodik dalam waktu satu
tahun, biasanya berkaitan dengan faktor iklim, hari libur, budaya/kebiasaan,
perayaan, dsb)
d) variasi tidak beraturan (merupakan variasi yang terjadi akibat kejadian yang tidak
terduga).
Salah satu formula untuk melakukan analisis runtut waktu adalah teknik Exponential
Smoothing, formula ini dapat digunakan untuk meramalkan penjualan secara efektif dan
efisien oleh perusahaan yang memiliki banyak produk yang dipasarkan.
2) Metode Asosiatif (Hubungan Sebab-Akibat) atau Analisis Regresi Korelasi.
Teknik ini merupakan metode yang menganalisa hubungan sebab-akibat, yaitu keterkaitan
antara variabel yang diperkirakan dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Analisis
regresi-korelasi hakikatnya mempelajari dan mengukur hubungan statistik yang terjadi antar
variabel (regresi), dan mengukur seberapa kuat atau mengukur kedekatan suatu relasi yang
terjadi antar variabel (korelasi).
Variabel dimaksud adalah variabel bebas (variabel yang tidak bergantung pada variabel lain)
dan variabel tidak bebas (variabel yang bergantung pada variabel bebas dan merupakan
fungsi dari faktor-faktor bebas).
Terdapat 2 konsep analisis regresi-korelasi, yaitu:
a) Linier sederhana.
Analisis regresi-korelasi ini menguji tingkat hubungan sebab akibat daam suatu
model yang hanya memiliki satu variabel bebas.
b) Linier berganda.
Analisis regresi-korelasi ini menguji tingkat hubungan sebab akibat daam suatu
model yang memiliki lebih dari satu variabel bebas.
Bila metode analisis runtut waktu lebih menitikberatkan pada faktor waktu dibandingkan
dengan faktor lain yang mempengaruhi variabel tidak bebas, maka metode analisis regresi
korelasi merupakan perhitungan statistik untuk memperhitungkan faktor-faktor penting yang
mungkin mempengaruhi variabel yang diramal dan besarnya pengaruh dari faktor-faktor
tersebut. Contoh faktor yang mempengaruhi penjualan antara lain harga, tingkat pendapatan
konsumen atau promosi yang dilakukan.

2. Jelaskan mengapa tahap pertama dalam analisis teknikal merupakan hal yang penting?

Jawab :

Tahap pertama dalam analisis teknikal ialah menentukan alternative penggunaan teknologi yang
dapat dipakai untuk menghasilkan barang/jasa yang telah direncanakaan. Tujuan dari tahap ini, yang
pertama adalah menghindari penggunaan teknologi yang tidak tepat dan memastikan bahwa berbagai
alternatif telah seluruhnya dipertimbangkan. Tahap pertama ini menjadi hal yang cukup krusial mengingat
analisis pada tahap ini akan menentukan apakah terdapat alternatif teknologi untuk proyek yang sedang
dianalisa studi kelayakannya dengan artian apakah produksi barang/jasa dapat diwujudkan. Jika alternatif
teknologi tersedia maka analisa teknikal dapat dilanjutkan pada tahap selanjutnya. Selain itu, berdasarkan
analisa pada tahap pertama ini, alternatif-alternatif teknologi yang tidak sesuai dengan persyaratan yang
diharapkan sebaiknya langsung dieliminasi guna menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan
sedini mungkin.
Apabila penilaian terhadap berbagai alternatif teknologi dilakukan dengan tergesa-geasa atau
kurang teliti, hal ini dapat berdampak terhadap masalah keuangan bahkan kegagalan proyek dalam jangka
panjang, misalnya penggunaan teknologi yang tidak sesuai dapat mengakibatkan produk yang dihasilkan
tidak sesuai standar atau kualitas yang telah ditetapkan, kapasitas produksi dibawah target, atau timbulnya
biaya pemeliharaan yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Penilaian alternatif teknologi juga
seyogyanya mempertimbangkan teknologi yang cukup dikenal (bukan teknologi yang masih dalam proses
penemuan/pengembangan), mudah didapatkan melalui asosiasi dagang/publikasi, mempertimbangkan
kaitannya dengan ketersediaan tenaga kerja pada lokasi proyek, serta memperhatikan tingkat kualitas
produk yang dihasilkan oleh alternatif teknologi yang tersedia.
Referensi:
Yuliati, Sri Handaru. 2014. Studi Kelayakan Bisnis, Edisi 2. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka
Jurnal.id. “ mengenal metode forecasting untuk kepentingan bisnis”.
<https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-metode-forecasting-untuk-kepentingan-bisnis-anda/>
[diakses pada 25 April 2021]
http://wisynu.lecture.ub.ac.id/files/2014/12/MPO_4_Peramalan.pdf diakses pada 25 April 2021