Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KIMIA KLINIK

“PEMERIKSAAN DARAH PADA PASIEN DIABETES DAN ISK”

OLEH

NAMA : AYUB H. KATILI


NIM : 821419052
KELAS : B/S1 FARMASI

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2021
“PEMERIKSAAN DARAH PADA PASIEN DIABETES DAN HIPERTENSI”

1. Latar Belakang Pasien


R.C. adalah pria berusia 23 tahun yang didiagnosis diabetes melitus
tipe 1 sekitar 10 tahun yang lalu, hingga saat ini penyakit diabetesnya telah
terkontrol dengan baik dengan pemberian insulin yang agresif. Kakak
perempuannya membawanya ke unit gawat darurat dengan riwayat demam
selama 3 hari, menggigil, disuria, Malaise, dan beberapa kebingungan. Ia
juga mengeluh mual dan muntah serta nafsu makan yang buruk. Karena dia
tidak dapat menahan makanan apapun selama sekitar 48 jam, dia tidak
mengambil insulinnya.

2. Hasil Pemeriksaan Fisik


Glukosa darah tongkat jari adalah 545 mg / dl, dan statistik urinalisis
aliran tengah dan pewarnaan gram menunjukkan banyak bercak, negatif.

3. Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Jenis pemeriksaan Nilai Normal Hasil
pH 4.5-8 5,2
Gravitasi Spesifik 1.005 - 1035 1033
Protein Urin 0 – 20 mg/dL 3+ mg/dL
Glukosa Urin 70 – 120 mg/dL 4+ mg/dL
Keton urin < 0,6 mmol / L > 0,6 mmol / L (+)
Bakteri urin 0 4+
Urin WBC 0-5 leukosit/HPF TNTC
epitel skuamosa < 15-20 sel /HPF < 15/HPF
Nitrit Urin Negatif Positif
Pewarnaan gram Negatif Negatif
4. Review Hasil Pemeriksaan
Dari hasil pemeriksaan baik fisik maupun laboratorium terhadap
pasien, pasien didiagnosa mengalami diabetes dan ISK. Pasien didiagnosa
mengalami diabetes karena ditinjau dari kadar gula darah. Diagnosa
diabetes ini sesuai dengan gejala-gelaja yang dialami pasien yaitu pasien
sering mengeluhkan malaise atau lelah, dan menggigil. Pasien juga keton
pada yang mengalami peningkatan, adanya keton dalam urin dapat
mengindikasikan diabetes yang tidak terkontrol.
Pasien didiagnosa mengalami ISK atau infeksi saluran kemih oleh
karena pada pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan adanya bakteri
dan urin yang mengindikasikan adanya permasalahan pada saluran kemih.
Pasien didiagnosa mengalami hipertensi juga ditinjau dari hasil
pemeriksaan fisik yaitu adanya dysuria pada pasien atau rasa sakit dan tidak
nyaman saat kencing.