Anda di halaman 1dari 86

Hubungan Bidan-Ibu dan

Keterampilan Komunikasi Efektif


Dalam Pelayanan
PROFBID
Irma Mulyani, S.S.T., M.Tr.Keb
Tujuan
1. Mahasiswa mampu memahami Prinsip
pathnership.
2. Mahasiswa mampu memahami Konseling.
3. Mahasiswa mampu memahami Prinsip
konseling.
4. Mahasiswa mampu memahami
langkah-langkah konseling.
5. Mahasiswa mampu memahami Keterampilan
Konseling
Pendahuluan

Pengembangan kemanusiaan

Manusia sebagai mahluk sosial

Kesulitan dalam komunikasi


KONSEP DASAR
▪ Manusia : mahluk reaktif yang tingkah lakunya
dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-
faktor dari luar

▪ Manusia memulai kehidupannya dengan mem-berikan


reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini
menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian
membentuk kepribadian
▪ Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak
dan macamnya penguatan yang diterima dalam
situasi hidupnya

▪ Tingkah laku dipelajari ketika individu


berinteraksi dengan lingkungan, melalui
hukum-hukum belajar :
• Pembiasaan klasik,
• Pembiasaan operan
• Peniruan.
▪ Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar
melainkan merupakan hasil belajar, sehingga ia
dapat diubah dengan memanipulasi dan
mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah
laku.

▪ Manusia cenderung akan mengambil sti-mulus yang


menyenangkan dan menghin-darkan stimulus yang
tidak menyenang-kan.
▪ Kepribadian seseorang merupakan
cerminan dari pengalaman, yaitu situasi
atau stimulus yang diteri-manya.

▪ Memahami kepribadian manusia :


mempelajari dan memahami bagai-mana
terbentuknya suatu tingkah laku
KARAKTEISTIK KONSELING BEHAVIORAL :

• Berfokus pada tingkah laku yang tampak

• Cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan


konseling

• Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik

• Penilaian obyektif terhadap tujuan konseling


ASUMSI TINGKAH LAKU BERMASALAH
• Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau
kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang
tidak tepat, yaitu tingkah laku yang tidak sesuai
dengan tuntutan lingkungan

• Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentu dari


cara belajar atau lingkungan yang salah
• Manusia bermasalah mempunyai kecenderungan
merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya

• Tingkah laku maladaptif terjadi karena


kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan
dengan tepat

• Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara


belajar dan juga dapat diubah dengan
menggunakan prinsip-prinsip belajar
Prinsip Pathnership
Prinsip
Kesetaraan
(equity)

Prinsip
Keterbukaan Pathnership

Prinsip azas
manfaat
bersama
(mutual
benefit)
Konseling

Diadop dari bahasa inggris

Nasihat atau anjuran

Konseling merupakan proses hubungan antar pribadi dimana orang


yang satu yang membantu yang lainnya untuk meningkatkan
pemahaman dan kecamakan dalam menemukan masalah
Makna
K : kontrak
O: orang
N : menangani
S : masalah
E : expert / ahli
L : laras
I : integrasi
N: norma
G : guna
Tujuan

Pengenalan dan penerimaan terhadap diri sendiri

Penyesuaian diri terhadap lingkungan

Pengembangan potensi semaksimal mungkin

Pemecahan masalah dengan baik dan realistis

Menghasilkan perubahan
Landasan Bimbingan dan Konseling

Filosofis Religius Psikologis

Sosial - Ilmiah dan


Pedagogis
Budaya Teknologi
Asas Bimbingan dan Konseling

kenormatifan Kerahasiaan kesukarelaan

Kemandirian keterbukaan Kekinian

keterpaduan kegiatan kedinamisan

keahlian
Prinsip Konseling
1. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan
sasaran layanan;
a. melayani semua individu tanpa memandang
usia, jenis kelamin, suku, agama dan status
sosial;
b. memperhatikan tahapan perkembangan;
c. perhatian adanya perbedaan individu dalam
layanan.
2. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan
permasalahan yang dialami individu;
a. menyangkut pengaruh kondisi mental maupun
fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh
lingkungan, baik di rumah, sekolah dan
masyarakat sekitar
b. timbulnya masalah pada individu oleh karena
adanya kesenjangan sosial, ekonomi dan
budaya.
3. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program
pelayanan Bimbingan dan Konseling;
a. bimbingan dan konseling bagian integral dari pendidikan
dan pengembangan individu, sehingga program
bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program
pendidikan dan pengembangan diri peserta didik;
b. program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan
disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun
lingkungan;
c. program bimbingan dan konseling disusun dengan
mempertimbangkan adanya tahap perkembangan
individu;
d. program pelayanan bimbingan dan konseling perlu
diadakan penilaian hasil layanan.
4. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan
pelaksanaan pelayanan;
a. diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya
mampu secara mandiri membimbing diri sendiri;
b. pengambilan keputusan yang diambil oleh klien
hendaknya atas kemauan diri sendiri;
c. permaslahan individu dilayani oleh tenaga
ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan
individu;
d. perlu adanya kerja sama dengan personil sekolah dan
orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang
berkewenangan dengan permasalahan individu; dan
e. proses pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan
individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan
penilaian layanan
Langkah-langkah Konseling
Kemampuan membangun
rapport

Kemampuan mendengarkan,mendengar
keinginan dan harapan serta permasalahan
yang dihadapi klien

Kemampuan merefleksikan kembali


pemahamannya kepada klien

Kemampuan konfrontasi

Respons positif bahwa konseli memiliki


“potensi-kemampuan”
KOMUNIKASI EFEKTIF
• KOMUNIKASI EFEKTIF KOMUNIKASI TERAPEUTIK
Komunikasi yg“menyembuhkan.”
• PENGERTIAN
– Bentuk Komunikasi yang dilakukan oleh profesional
(konselor, dosen, relawan, dsb) dalam membantu dan
mendampingi seseorang agar dapat merasa nyaman dan
konseli tidak takut untuk mengekspresikan perasaan &
pikiran untuk meningkatkan keasadaran diri dan
penerimaan diri mempercepat pemulihan kestabilan
psikologis.
• KOMPONEN :
– Hadir dalam percakapan
– Mendengar aktif
– Kemampuan Empati
ATTENDING BEHAVIOUR
CONTOH LEMBAR OBSERVASI ATTENDING BEHAVIOUR
NO ASPEK YANG PENGAMAT 1
DINILAI
BAIK TIDAK BAIK

1 MUKA
a. Ekspresi Wajah Cerah, ceria, tenang Kaku, muram,melamun
b. Mata Ada kontak mata, alamiah, melihat Sedikit atau tidak ada kontak
dan memperhatikan saat yang lain mata, mengalihkan padangan
berbicara saat klien berbicara

2 KEPALA
a. Anggukan Melakukan anggukan jika Kaku
setuju, menggeleng jika
b. Posisi tidak setuju Tegak Miring, kebelakang, menunduk
3 POSISI TUBUH
a. Posisi Agak condong kearah klien Tegak kaku,
b. Jarak Agak dekat ke klien bersandar,miring
Akrab,berhadapan,menyampi Menjauh
c. Duduk
ng Berpaling,kurang akrab
4 TANGAN/LENGAN
a. Variasi gerakan Gerakan berubah sesuai Kaku,
b. Isyarat keadaan Digunakan monoton
Jika perlu Tidak
c. Sentuhan
Untuk menekankan ucapan konselor bertujuan
d. Gerakan Tak karuan
Tanpa Makna
5 MENDENGARKAN
Sampai ucapan klien Memutus pembicaraan klien
MENDENGAR AKTIF
Proses aktif yang menuntut partisipasi
memahami komunikasi verbal maupun non
verbal klien (perasaan dan perilaku).
Elemen mendengar aktif :
Paraphrasing menyampaikan dengan
kata-kata sendiri apa yang ditangkapnya dari
pesan yang disampaikan oleh klien.
Clarifying mengajukan pertanyaan
sampai diperoleh gambaran yang jelas.
Feedback mengekspresikan reaksi yang
konkrit dan jujur berdasarkan pengamatan
terhadap perilaku klien
FAKTOR-FAKTOR
PENGHAMBAT KOMUNIKASI
MASALAH MOTIVASIONAL
Konselor mempertahankan diri terhadap kemungkinan
terlihat inadekuat merasa lebih baik tidak
memberikan informasi
HALANGAN PSIKOLOGIS
Kekuatan emosional menghalangi kemampuan
psikologis konselor memproduksi informasi lupa &
distorsi informasi
KESULITAN DALAM BAHASA
Kata simbol yang menggantikan realitas yang ingin
disampaikan
sulit untuk menemukan kata yang tepat agar
dipersepsi sama oleh lawan bicara

COMMUNICATIONANXIETY
KEMAMPUAN EMPATI
Tujuan : menempatkan diri dalam pikiran dan perasaan
orang lain (internal frame of preference),seolah-olah
mampu merasakan dan memahami keadaan
emosionalnya.
Melibatkan komponen :
Kognitif : memahami & mengerti melalui perspektif
mahasiswa
Afektif : merasakan perasaan mahasiswa
Mampu mendeskripsikan perasaan dari sudut pandang
mahasiswa
Bersumber dari keprihatinan dan belas kasih yang
diekspresikan secara verbal & nonverbal
Membantu mahasiswa menumbuhkan perasaan positif
terhadap dirinya
TAHAP EMPATI
• PRIMARY EMPATHY
– “Saya bisa merasakan betapa khawatirnya Anda saat
ini”
– “Saya bisa mengerti kalau Budi bingung sekali...”
– “Tampaknya Adi sedih sekali ya...”
– “Kelihatannya Anda cemas sekali...”
– “Saya dapat merasakan Anda sangat bingung saat
ini...”
• ADVANCED ACCURATE EMPATHY
– “ Seandainya saya jadi Santi..... Sayapun akan
merasakan sedih- bingung-marah atas apa yang
terjadi.........”
KARAKTERISTIK INDIVIDU
YANG EMPATIK
• Warmth
• Affiliation
• Patience
• Openess
• Humanisme
• Understandin
g
ENCOURAGEMENT

• Upaya utama konselor adalah agar konseli selalu terlibat dalam


pembicaraan dan dirinya terbuka,sehingga pembicaraan
mencapai tujuan. Dorongan minimal adalah suatu dorongan
langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan
konseli. Respon yang diberikan oleh konselor sesedikit
mungkin dengan tujuan memberikan kesempatan kepada
konseli berbicara lebih lanjut.
• Misalnya dengan mengatakan terus , lalu , ya dan ., hm ,
dapat juga dengan isyarat anggukan..,dll
QUESTIONING

Open
Questionin
g

Close
Questionin
OPEN
QUESTIONING
Pertanyaan yang menuntut jawaban secara terbuka
oleh klien

Konselor perlu menggunakan pertanyaan


terbuka jika menghadapi klien tertutup atau diam

Kata awal yang mungkin membuka pertanyaan


adalah:
mengapa, dapatkah, bolehkah, bagaimana, dll

Teknik bertanya untuk membuka pertanyaan


bertujuan agar konselor trampil menggunakan
pertanyaan yg memungkinkan munculnya
pernyataan2 baru, memulai pembicaraan, meminta
penjelasan lebih lanjut, memberikan contoh dan
CONTOH
QUESTIONING
•Apa yang
Menolong untuk ingin anda
membuka kemukakan
pertanyaan
sekarang?
•Bagaimana
Membantu klien untuk
keadaan anda
mengelaborasikan/mengungkap sesudah
kan dirinya pertemuan kita
yang terakhir?
Membantu klien untuk memberi •Dapatkah anda
contoh perilaku spesifik yang mengucapkan
dapat dipahami lebih banyak lg
hal itu kepada
saya?
•Bagaimana
CLOSE
QUESTIONING
• Merupakan jawaban
Pertanya pasti dan biasanya
bersifat faktual
an (biasanya jawaban
Tertutup adalah ya atau tidak)

• Apakah anda
Contoh merasa berhasil
: atau tidak
disekolah ini?
FOCUSING

• Fokus membantu klien untuk memusatkan perhatian pada pokok


pembicaraan, ada beberapa fokus yang dapat dilakukan seorang
konselor. Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui
perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien.
Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada
pokok pembicaraan.
• Misalnya dengan mengatakan :
• ” Apakah tidak sebaiknya jika pokok pembicaraan kita berkisar dulu
soal hubungan Anda dengan orang tua yang kurang harmonis ”.
INFLUENCING

• Ketrampilan konselor untuk mempengaruhi klien dalam proses


mengambil keputusan yang lebih adaptif
• Konselor harus dapat mempersuasi klien untuk memilih
alternatif yang terbaik,karena konselor tidak memiliki
wewenang untuk mendikte perilaku klien
• Konselor mengajak klien untuk mempertimbangkan seluruh
alternatif dan memberikan penilaian
MIKRO-SKILL KONSELING LAIN
YANG BERMANFAAT
• Pengamatan
Dilakukan selama & setiap sesi konseling. Yang harus diamati adalah
penampilan umum (konselor harus berhati-hati dengan prasangka dan
stereotipe pribadi sehingga mudah men-judge seseorang), perilaku, suasana
hati dan afek (misal gelisah, tegang. Suasana hati dapat tersembunyi di balik
afek, misalnya afek yang ditampilkan marah dan tidak ramah, namun suasana
hati yang mendasari sebenarnya depresi dan kesedihan),Tutur dan bahasa (apa
yang dikatakan, bagaimana cara mengatakan dan bahasa yang digunakan.
Anak muda senang menggunakan kosakata tertentu dan metafora)
• Memberikan tanggapan
Memberikan pujian, penegasan, dukungan, menormalisasi, mengerangkakan
kembali dan
menggunakan pernyataan
• Giving Informationn
• Penggunaan humor
Humor dapat membantu menghidupkan percakapan. Pastikan humor tidak
bersifat kasar
atau menghina. Humor disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan (tidak
LANGKAH-LANGKAH
KONSELING
1. Membangun hubungan
2. Identifikasi dan penilaian masalah
3. Menentukan sasaran dan intervensi
konseling
4. Evaluasi konseling dan terminasi
1.
M E M BANG U
N H U BU NG
AN
LANGKAH 1. MEMBANGUN
HUBUNGAN
•Tujuan :
– Supaya klien (mahasiswa) dapat menjelaskan
masalah-masalahnya, keprihatinan yang
dimilikinya, distress serta alasan dia datang
• kondisi konseling yang baik
– Menentukan sampai sejauh mana mahasiswa
mengenali kebutuhan untuk mendapatkan
bantuan dan kesediannya untuk melakukan
komitmen
KONDISI KONSELING YANG
BAIK
•Kepribadian
RAPPORT Konselor
•Ketrampilan Sosial
Konselor
•Sikap Klien terhadap
Konselor

• Tercipta suasana yang hangat dan


menyenangkan.
•Adanya rasa yang bersahabat dan rasa
aman

•Mahasiswa lebih terbuka

Mengembalikan rasa percaya diri


dalam menyelesaikan masalah.
RAPPORT

•Suatu iklim psikologis yang positif,


yang mengandung kehangatan, dan
penerimaan
klien tidak merasa
terancam berhubungan
dengan konselor
HAL - HAL YANG
MEMPENGARUHI
PEMBENTUKAN RAPPORT
KEPRIBADIAN KONSELOR
Mempunyai minat yang tinggi kepada orang lain
Mampu mengendalikan diri, emosi dan prasangka
KETRAMPILAN KONSELOR
Mampu berkomunikasi secara efektif
Daya observasi yang tajam
Terbuka dengan pendapat orang lain
Empati yang tinggi
Mampu mengidentifikasi masalah psikologis-sosial-budaya
KUALITAS INTERAKSI ANTARA KONSELOR &
KLIEN
FAKTOR SITUASIONAL
2.
IDENTIFIKASI
& PENILAIAN
MASALAH
IDENTIFIKASI DAN ASESMEN
• Dosen mengajukan pertanyaan yang
bersifat umum
• Usahakan jangan membuat lelucon,
sikap, dan perkataan sembrono, kontak
fisik.
• Usahakan dosen tidak terkesan belum siap
menerima mahasiswa yang ditunjukkan
dengan rasa cemas, kurang percaya diri,
misalnya berulang kali merapikan taplak
meja, melihat HP, berdehem, melihat jam
dan sebagainya
• Mendiskusikan tentang apa yang ingin konseli
dapatkan dari proses konseling terutama
untuk pengungkapan masalah yang
samar-samar menghindari harapan dan
sasaran yang tidak realistik.
• Mendiskusikan sasaran spesifik dan tingkah
laku seperti apa yang merupakan ukuran
konseling yang berhasil diagnosis
permasalahan dan hasil yang diharapkan
dari konseling.
3.
MENENTUKA
N SASARAN
&
INTERVEN
SI KONSEL
Langkah : 3
MENENTUKAN
SASARAN DAN Harus Melalui Proses
INTERVENSI Evaluasi dan
KONSELING Identifikasi Masalah

PRIBADI KELUARGA LAIN-LAIN

Bisa Menjadi Perlu Mengajukan


Ranah Konselor melibatkan rujukan untuk
/ Dosen PA pihak lain yang mendapatkan
terkait, misal pertolongan dari
WD 1, teman orang yang ahli
mhs ybs, ortu dalam bidang
tersebut
❑ Diinginkan oleh
klien;
❑ Konselor harus mau
membantu klien
untuk mencapai
sasaran ini;
❑ Harus mungkin
untuk
menilai sejauh
mana klien sudah
mencapai sasaran
tersebut.
Pilih
sasaran
Utama

Buat
Subsasara
n

Tuga
s
Seger
a
4.
E VAL U ASI
KO NSE L I NG &
T E R M I NASI
LANGKAH 4 : TERMINASI
KONSELING
• Terdapat dua jenis Terminasi :
– Akhir dari suatu sesi Konseling (Misal : setelah 1
jam)
– Akhir dari suatu proses Konseling (misal : setelah
3 kali
pertemuan)
TERMINASI PADA AKHIR SUATU
SESI KONSELING

• Biasanya dilakukan oleh Konselor Konselor


menyatakan bahwa waktu telah habis.
Awal konseling konselor memberitahukan durasi
konseling
• Sebelum mengakhiri konseling, konselor
membuat ringkasan / kesimpulan mengenai apa
yang terjadi dalam sesi konseling
• Bila waktu telah habis, usahakan untuk
tidak mendiskusikan materi baru pada
akhir sesi.
LANGKAH-LANGKAH
TERMINASI
VERBAL PREPARATION
Melalui ucapan-ucapannya konselor mempersiapkan klien bahwa
konseling sudah akan segera berakhir final summary
statement.
BUKA JALUR KEMUNGKINAN FOLLOW UP
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk untuk
kembalikan apabila diperlukan.
Waspadai kemungkinan ketergantungan mahasiswa.
KEMUNGKINAN MERUJUK
Rujukan langkah yang tepat bagi konselor ketika menyadari
“batas-batas”kemampuannya dalam menghadapi mahasiswa dengan
karakteristik dan masalah tertentu.
Sebelum merujuk kepada psikolog, usahakan untuk mendiskusikan
terlebih dahulu dengan mahasiswa agar mhsw tidak merasa
dilempar
FORMAL LEAVE TAKING (“PAMIT” SECARA FORMAL)
Merupakan saat konselor
harus mengakhiri
konseling

❑ Menurunnya kecemasan
klien.
❑ Adanya perubahan
perilaku klien ke arah
yang lebih positif,
sehat, dan dinamis.
❑ Adanya rencana
hidup masa depan
dengan program
yang jelas.
1. Apakah masalah dan gejalanya sudah hilang atau
berkurang ?
2. Masih adakah perasaan yang menimbulkan stres ?
3. Apakah klien sudah mampu mengatasi masalahnya
sendiri ?
4. Sejauh apa pemahaman klien terhadap diri sendiri
maupun orang lain ?
5. Apakah sudah mampu menjalin relasi dengan lebih
baik ?
6. Apakah sudah mempunyai kemampuan membuat
❑ Memutuskan perubahan sikap dan perilaku
yang ingin
dicapai.
❑ Terjadi proses transfer of learning pada klien
❑ Klien belajar dari proses konseling mengenai
perilakunya
❑ Melaksanakan perubahan perilaku
❑ Klien sudah merasa
mampu menyelesaikan
masalahnya sendiri
❑ Saat respon klien positif
dan mampu
menunjukkan
pemahaman diri sendiri
❑ Bila sasaran / tujuan akhir
dari “kontrak” telah
tercapai
❑ Bila konselor dan klien
merasa tidak mendapat
manfaat dari sesi
❑ Sasaran sudah ❑ Klien merasa sudah
tercapai, “sembuh”,
❑ Tidak ❑ Klien merasa sudah
ada berhasil sesuai dengan
kemajua “kontrak” atau
n, sasarannya.
❑ Konselor harus ❑ premature termination
waspada ❑ Klien menolak rasa sakit
terhadap klien yang mau tidak mau
yang terkait dengan konseling,
dependen, ❑ Kurang memiliki komitmen
❑ Klien tidak memiliki
Keterampilan Konseling
• KETERAMPILAN MENDENGARKAN
• KETERAMPIPLAN MEMIMPIN
• KETERAMPILAN MEMANTULKAN
• KETERAMPILAN MERANGKUM
• KETERAMPILAN KONFRONTASI
• KETERAMPILAN MEMBERIKAN INFORMASI
KETERAMPILAN MENDENGARKAN
• ATTENDING
• PARAFRASE
• MENJELASKAN
ATTENDING
• SIKAP MEMBERI PERHATIAN KEPADA KLIEN
• MEMPERTIMBANGKAN NORMA, BUDAYA
• PANDANGAN MATA, JARAK TEMPAT DUDUK
• JARAK YANG DIANGGAP BAIK ± 1 M
KOMPONEN ATTENDING
• KONTAK MELALUI MATA
– MENGKOMUNIKASIKAN KEKELUARGAAN,
PERSAUDARAAN, PERSAHABATAN, KEHANGATAN DAN
PERHATIAN
• POSTUR TUBUH
– MENCONDONGKAN BADAN KE DEPAN DG RILEKS
– UNTUK MEMINDAHKAN PERHATIAN KPD KONSELOR
• GESTURE
– MENGKOMUNIKASIKAN PESAN TERTENTU, HINDARI
BERSEDEKAP DAN BERPANGKU TANGAN
• TINGKAH LAKU VERBAL KONSELOR
– RESPON KONSELOR TERHADAP KATA-KATA KLIEN
– TIDAK BERTANYA, TIDAK MENGAMBIL TOPIK BARU/
MENENTUKAN SUATU IDE
PARAFRASE

• MENYATAKAN KEMBALI PESAN KLIEN


DENGAN KATA-KATA YANG LEBIH PENDEK
DAN BENAR
• TUJUAN : MENGUJI PENGERTIAN KONSELOR
TENTANG APA YANG DIKATAKAN KLIEN DAN
MENYATAKAN KPD KLIEN BAHWA KONSELOR
MENGERTI PESAN KLIEN
• PESAN YANG DIPARAFRASEKAN : ISI, INTI,
MATERI/ PIKIRAN, DAN PERASAAN.
MENJELASKAN
• MEMPERTAJAM PERTANYAAN-PERTANYAAN
YANG MASIH KURANG JELAS ATAU SEMU
“ SAYA BELUM MENGERTI, BAGAIMANA KALAU
SAUDARA BERCERITA LEBIH BANYAK LAGI?”
KETERAMPILAN MEMIMPIN
• TINDAKAN ANTISIPASI TERHADAP KEHENDAK
KLIEN DAN MERESPON DENGAN CARA YANG
DAPAT MEMOTIVASI KLIEN
• TUJUAN
1. MEMBERI KESEMPATAN KLIEN UNTUK
MENJAJAKI PERASAAN YANG SEDANG
DIALAMINYA SECARA BEBAS
2. MEMBERI MOTIVASI UNTUK MENJAJAKI DAN
MENGAMATI PERASAANNYA, UNTUK AKTIF DAN
BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP PROSES
KONSELING
• MEMIMPIN SECARA TIDAK LANGSUNG
– “BARANGKALI KITA BISA MULAI DENGAN
MENCERITAKAN KEADAAN SAUDARA SEKARANG?”
– “APA YANG INGIN SAUDARA SAMPAIKAN?”
• MEMIMPIN SECARA LANGSUNG
– “CERITAKAN LEBIH BANYAK TENTANG SAUDARAMU
ITU”
– “APA YANG ANDA MAKSUD DENGAN MALU?”
• MEMUSATKAN
– “MARILAH KITA HENTIKAN PEMBICARAAN INI
SEMENTARA WAKTU, TUTUPLAH MATAMU,
RENUNGKAN SERTA HAYATI APA YANG KAMU
RASAKAN”
• BERTANYA
– BISA DENGAN PERTANYAAN TERBUKA DAN TERTUTUP
KETERAMPILAN MEMANTULKAN
• TEKNIK UNTUK MENYATAKAN KEPADA KLIEN
BAHWA KONSELOR ADA DALAM KERANGKA
ACUAN SERTA MEMAHAMI, DAN
MENGHAYATI PERMASALAHAN KLIEN
ADA 3 MACAM
• MEMANTULKAN PERASAAN
• MEMANTULKAN PENGALAMAN
• MEMANTULKAN ISI
• MEMANTULKAN PERASAAN
– “ Anda merasa … “
• MEMANTULKAN PENGALAMAN
– Feedback hasil pengamatan yang luas dari
konselor
• MEMANTULKAN ISI
– Klien,” kata-katanya benar-benar menyinggung
perasaan saya”
– Konselor, “ apakah hal itu benar-benar
menyakitkan?”
KETERAMPILAN MERANGKUM
• MENYATUKAN BEBERAPA IDE DAN PERASAAN
KEDALAM SUATU PERNYATAAN, BIASANYA
DILAKUKAN DI AKHIR PEMBICARAAN/ INTERVIEW
• “ Berdasarkan percakapan Saudara tentang
organisasi, sekolah, dan sekarang tentang
pekerjaan Saudara yang baru, Saudara tampaknya
merasa gagal dalam semua bidang itu”
• Mrp sarana efektif untuk menilai ketepatan
pengamatan
KETERAMPILAN KONFRONTASI
• SUATU USAHA UNTUK MENGENAL SECARA JUJUR
DAN LANGSUNG TENTANG DIRI KLIEN
SEBENARNYA
• RESPON DARI KONFRONTASI BISA MENJADI
TANTANGAN, PENGUNGKAPAN, ATAU ANCAMAN
• HARUS MENYESUAIKAN WAKTU YANG ADA
• MEMPERTIMBANGKAN KESIAPAN KLIEN UNTUK
DIKONFRONTASI DENGAN UMPAN BALIK YANG
JUJUR
BAGIAN DARI KETERAMPILAN
KONFRONTASI ADALAH
• MENGENAL PERASAAN
• MENGGAMBARKAN DAN MEMBAGI
PERASAAN
• BALIKAN DAN PENDAPAT
• MEDIATASI
• MENGULANG
• MELAKUKAN ASOSIASI
KETERAMPILAN INTERPRETASI
• KONSELOR TIDAK HARUS SELALU SHARING
DENGAN KLIEN MENGENAI ASUMSINYA
KETERAMPILAN MEMBERI INFORMASI
• JANGAN MENGGUNAKAN NASEHAT KECUALI
SARAN-SARAN YANG BERSIFAT SEMENTARA
BERDASARKAN KEILMUAN
• KONSELOR SEBAIKNYA MENGETAHUI
TENTANG BERBAGAI INFORMASI DARI BIDANG
KEAHLIANNYA
• JANGAN MENGGUNAKAN TEST PSIKOLOGI
JIKA TIDAK MEMPUNYAI KEAHLIAN
• NASEHAT AKAN BERAKIBAT PADA KETIDAK
EFEKTIFAN KONSELING DAN MENUMBUHKAN
KETERGANTUNGAN KLIEN
• NASEHAT DIPERLUKAN PADA KONDISI
TERTENTU
Keterampilan Initiating
Setelah konselor mengembangkan inisiatif
klien, selanjutmya konselor perlu memiliki
keterampilan initiating meliputi keterampilan
sebagai berikut:
(1) menetapkan tujuan,
(2) membantu mengembangkan program,
(3) merencanakan jadwal kegiatan,
(4) memberikan penguatan dan
(5) mengakhiri konseling.

79
1. Menetapkan tujuan
• Konselor : “Setelah kita ngobrol tentang masalah yang
anda hadapi, bagaimana anda merumuskan tujuan dari
pertemuan ini dan bagaiman menyelesaikan masalah
yang anda hadapi?”.
• Klien : …………………………….
• Konselor : - Siapa saja yang menurut anda perlu terlibat
dalam penyelesaian masalah ini ?
- Bagaimana masing-masing berbuat.
- Tindakan apa yang perlu dilakukan.
- Kondisi yang bagaimana agar tindakan
itu dapat dilakukan
- Bagaimana anda melihat kalau tindakan
itu berhasil. 80
2. Mengembangkan program
• Konselor membantu klien untuk mengembangkan program
tindakan yang akan dilakukan oleh klien.
(a) Dengan cara mengidentifikasi kemungkinan tindakan, (b)
memilih program,
(c) menguji alternatif tindakan (program).
• Contoh : - “Dari tujuan yang telah anda rumuskan tadi,
langkah-langkah apa saja yang
- sekarang dapat anda ambil?”
-“Dari beberapa kemugkinan langkah yang
dapat diambil, tindakan mana yang paling
mungkin dilakukan?”
- “ Mari kita lihat keuntungan dan kerugian dari
langkah-langkah yang akan anda ambil”

81
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh konselor
dalam memilih suatu program

• Program harus konkrit dan spesifik


• Program harus dapat diukur
• Program harus realistis
• Program harus memadai
• Program harus sejalan dengan nilai-nilai
konseli
• Program harus memperhitungkan waktu

82
3. Merencanakan Jadwal
• Konselor harus mampu untuk mendorong klien agar
dapat menetapkan waktu untuk memulai tindakan
yang telah direncanakan.
• Contoh:
Konselor ; - “ Bagaimana anda merencanakan
waktu untuk melakukan langkah- langkah
tadi ? “
- “ Anda dapat memulai langkah pertama
yaitu pada waktu ……..
- “ Setelah langkah pertama dilakukan,
kapan anda akan (langkah berikutnya) ……”

83
4. Memberikan Penguatan
• Setelah klien merencanakan langkah-langkah (dan waktu)
tindakan, konselor sebaikmya memberikan penguatan
mungkin yang positif atau yang negatif.
• Contoh penguatan positif .
Konselor : “saya senang anda telah menemukan kekuatan
untuk melakukan langkah-langkah tindakan, dengan demikian
anda dapat mengambil kesempatan yang lebih baik dalam
hidup anda “
• Contoh penguatan negatif.
Konselor : “ Anda telah mempunyai sejumlah rencana
kegiatan juga waktunya telah anda perhitungkan, nah kalau
anda tidak memulai melakukan langkah tadi maka anda
tetapsaja tidak akan memperoleh yang anda inginkan”
5. Mengakhiri Konseling
• Setelah konselor dan klien melihat konseling perlu diakhiri,
maka konselor dapat mengakhiri konseling dengan
menyampaikan kalimat,
• Contoh
Konselor ; “ Rupanya waktu pertemuan kita sudah
hampir habis. Untuk memanfaatkan waktu yang tinggal
sedikit ini dapat anda kemukakan pokok-pokok hasil
pembicaraan tadi?”
Klien :………………..
Konselor : Terima kasih, sudah mau berbagi dengan
saya. Saya akan menunggu hasil dari langkah-langkah
yang akan anda lakukan”.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai