Anda di halaman 1dari 10

Laporan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM)

F6. Upaya Pengobatan Dasar

Edukasi pada Pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe II

Disusun Oleh:

dr.Misni Irianti Muhammad

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS SALOBULO
KECAMATAN SAJOANGING
WAJO - SENGKANG
2015
F6. Upaya Pengobatan Dasar

Edukasi pada Pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe II

Nama Peserta : dr. Misni Irianti Muhammad Tanda Tangan :

Nama Pendamping : dr.Hj. Maskura Syam, M.Kes Tanda Tangan:

Nama Wahana : PUSKESMAS Salobulo Kabupaten Wajo

Tema : Diabetes Mellitus Tipe II

1. Melakukan anamnesa
Tujuan :
2. Melengkapi pemeriksaan fisik dan penunjang terhadap
pasien

3. Menyampaikan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang

4. Menyampaikan hasil diagnosa, rencana terapi, dan edukasi


mengenai pengetahuan dasar tentang penyakit, pengelolaan
dan pencegahan komplikasi

Hari/ Tanggal : Selasa/ 22 September 2015

Waktu: Pukul : 10.30 WIT

Tempat : Puskesmas Salobulo

Pasien : Tn. S/ 50 tahun, dengan DM Tipe II

BAB I
LATAR BELAKANG

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit gangguan metabolik


yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal. Terdapat beberapa
tipe DM yang diketahui dan umumnya disebabkan oleh suatu interaksi yang kompleks antara
kompleks genetik, lingkungan dan gaya hidup. Bila hal ini dibiarkan tidak terkendali dapt
terjadi komplikasi metabolik akut maupun komplikasi vaskuler jangka panjang, baik
mikroangiopati maupun makroangiopati.
Jumlah penderita DM di dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini
berkaitan dengan jumlah populasi yang meningkat, urbanisasi yang merubah pola hidup
tradisional ke pola hidup modern, prevalensi obesitas meningkat dan kegiatan fisik kurang.
DM perlu diamati karena sifat penyakit yang kronik progresif, jumlah penderita semakin
meningkat dan banyak dampak negatif yang ditimbulkan.
Di Indonesia, berdasarkan penelitian epidemiologis didapatkan prevalensi DM
sebesar 1,5 – 2,3% pada penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun, bahkan di daerah urban
prevalensi DM sebesar 14,7% dan daerah rural sebesar 7,2%. Prevalensi tersebut meningkat
2 – 3 kali dibandingkan dengan negara maju, sehingga DM merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang serius. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2003
penduduk Indonesia yang berusia di atas 20 tahun sebesar 133 juta jiwa, maka pada tahun
2003 diperkirakan terdapat penderita DM di daerah urban sejumlah 8,2 juta dan di daerah
rural 5,5 juta. Selanjutnya berdasarkan pola pertambahan penduduk diperkirakan pada tahun
2030 akan terdapat 194 juta penduduk yang berusia di atas 20 tahun, yang berarti terdapat
penderita DM sejumlah 12 juta di daerah urban dan 8,1 juta di daerah rural.

BAB II

PERMASALAHAN
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur
hidup. Semakin bertambah usia, dapat terjadi gangguan pada metabolisme karbohidrat yang
meliputi tiga hal yaitu resistensi insulin, hilangnya pelepasan insulin fase pertama,
peningkatan kadar glukosa postprandial dengan kadar glukosa puasa normal. Di antara
ketiga gangguan tersebut, yang paling berperan adalah resistensi insulin. Hal ini ditunjukkan
dengan kadar insulin plasma yang cukup tinggi pada 2 jam setelah pembebanan glukosa 75
gram dengan kadar glukosa yang tinggi pula. Selain gangguan metabolisma glukosa, pada
DM juga terjadi gangguan metabolisme lipid sehingga dapat terjadi peningkatn berat badan
sampai obesitas, dan bahkan dapat pula terjadi hipertensi. Bila ketiganya terjadi pada
seorang pasien, maka pasien tersebut dikatakan mengalami sindrom metabolik. Dalam
pengelolaan penyakit tersebut, selain dokter, perawat, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lain,
peran pasien dan keluarga menjadi sangat penting. Edukasi kepada pasien dan keluarganya
bertujuan dengan memberikan pemahaman mengenai perjalanan penyakit, pencegahan,
penyulit, dan penatalaksanaan DM, akan sangat membantu meningkatkan keikutsertaan
keluarga dalam usaha memperbaiki hasil pengelolaan.

BAB III

PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI


Laporan ini disusun berdasarkan data dari pasien yang datang ke Puskesmas Salobulo
dengan keluhan kaki dan tangan sering kesemutan, sering buang air kecil, sering haus, dan
sering lapar sejak ± 2 minggu belakangan ini.

Metode intervensi yang digunakan dengan tahapan berikut :


1. Melakukan anamnesa
2. Melengkapi pemeriksaan fisik sederhana dan pemeriksaan penunjang terhadap
3. Menyampaikan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
4. Menyampaikan hasil diagnosa, rencana terapi, dan edukasi mengenai pengetahuan dasar
mengenai penyakit, pencegahan dan pengendalian penyakit.

BAB IV

PELAKSANAAN
1. Waktu dan Tempat Pemeriksaan
Hari/Tanggal : Selasa, 22 September 2015
Waktu : Pukul 10.30 WIT
Tempat : Puskesmas Salobulo

2. Subjektif
a) Keluhan Utama :
Kaki dan tangan sering kesemutan
b) Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang dengan keluhan kaki dan tangan sering kesemutan sejak ± 2
minggu belakangan ini. Keluhan dirasa makin lama makin memberat kadang
disertai mati rasa daerah kaki. Keluhan juga disertai sering buang air kecil
terutama malam hari, BAK >5x, pasien juga merasa sering haus dan sering lapar.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya.
Pasien juga mempunyai penyakit hipertensi

c) Riwayat Penyakit Keluarga :


Riwayat penderita DM di keluarga disangkal.

3. Objektif
a) Pemeriksaan Fisik :

 KU/Kes : Cukup, Compos mentis


 BB : 76 kg
 Vital Sign : TD = 140/90 mmHg
N = 88 x/menit
RR = 20 x/menit
S = 36,5 °C

b) Status Lokalisata :
Kepala

Mata : Mata cekung (-), pupil isokor kanan = kiri, konjungtiva


palpebra inferior pucat (-), reflek cahaya +/+

Telinga : Serumen (-)

Hidung : Simetris, sekret (-)

Mulut : Mukosa bibir kering (-), sianosis (-)

Tonsil T1=T1, Tonsil hiperemis (-), Faring hiperemis (-)

Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)

Thorax

Inspeksi : Simetris, retraksi dinding dada (-)

Palpasi : Stem fremitus kanan = kiri

Perkusi : Pulmo : Hipersonor pada kedua lapang paru

Cor : Batas kanan atas : SIC II LPSD

Batas kanan bawah : SIC IV LPSD

Batas kiri atas : SIC II LPSS

Batas kiri bawah : SIC V 2 jari lateral LMCS

Auskultasi : Pulmo : Suara dasar vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Cor : S1 > S2 reguler, murmur (-), gallop (-)


Abdomen
Inspeksi : Cembung
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Perkusi : Timpani
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), Hepar/Lien tidak teraba

Genitalia : tidak diperiksa


Ekstremitas

Superior : Edema (-/-), sianosis (-/-), reflek fisiologis (+/+)


Inferior : Edema (-/-), sianosis (-/-), reflek fisiologis (+/+)

c) Pemeriksaan Penunjang :
GDP : 186 mg/dl
4. Diagnosis
Diabetes Mellitus (DM) Tipe II
Hipertensi Grade I
5. Plan
a) Terapi non medikamentosa
Edukasi :
 Diet DM : rendah gula, rendah lemak dan rendah karbohidrat
 Olahraga secara teratur dan perbanyak aktifitas fisik
 Minum obat dan kontrol ke puskesmas secara teratur
b) Terapi medikamentosa
 Metformin 3 x 500 mg
 Glimepiride 1x2 mg sebelum makan
 Captopril 3x25 mg
 B Complex 1 x 1 tablet

BAB V
MONITORING DAN EVALUASI

1. Monitoring
a. Memperhatikan respon pasien pada saat dilakukan anamnesa penyakit, penjelasan
mengenai hasil diagnosa, merencanakan terapi, pemberian edukasi mengenai
pengetahuan, pengelolaan dan pencegahan komplikasi penyakit.

b. Mengarahkan pasien untuk memberikan pertanyaan.


c. Menjawab pertanyaan yang diajukan.
d. Pasien bersedia untuk datang kembali setelah obat habis untuk memfollow up
kondisi kesehatannya.

2. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
Pasien mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan yang disampaikan.
b. Evaluasi Proses
Pasien antusias dalam mengajukan pertanyaan mengenai penyakit yang dideritanya.
c. Evaluasi Hasil
Pasien mengerti dan memahami setiap penjelasan yang diberikan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Rochmah W. Diabetes Mellitus pada Usia Lanjut. In: Sudoyo AW, Setiyohadi B,
Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 4th ed. Jakarta:

Pusat Penerbitan IPD FKUI; 2007.p.1915-18.

2. Subramaniam I, Gold JL. Diabetes Mellitus in Elderly. Journal of Indian Academy

Geriatrics. 2005;2:77-81. Available from: http://www.jiag.org/sept/diabetes.pdf

3. American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes 2010. Diabetes

Care. 2010;33(1):S11-4. Available from:

http://care.diabetesjournals.org/content/33/Supplement_1/S11.extract

4. Lee FT. Advances in Diabetes Therapy in the Elderly. Journal Pharm Pract Res.

2009;39:63-7. Available from: http://jppr.shpa.org.au/lib/pdf/gt/200903LeeGT.pdf

5. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan

Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. PB PERKENI. Jakarta. 2011.