Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN

“Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Perairan Pesisir Kabupaten Bangka


dengan Pendekatan Bioekonomi”

Dosen Pengampu:
Ir. Kusriani, MP

Disusun oleh:
M01
Kelompok 6

Alivia Salsabila Kusuma T.S. 185080100111048


Putri Aulia Witasya 185080100111050
Nurjanah Khofifa 185080101111001
Fika Fitrianesia 185080101111002
Roudatul Ibdiah 185080101111003

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan atas kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga Kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Perairan Pesisir Kabupaten Bangka dengan
Pendekatan Bioekonomi” dalam mata kuliah Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Ikan.
Kami bermaksud menyusun makalah ini untuk menambah wawasan para pembaca
akan mata kuliah pemupukan dan kesuburan perairan. Penyusun mengucapkan terima
kasih kepada Dosen pengampu mata kuliah pemupukan dan kesuburan perairan, yang telah
membantu menyiapkan dan memberi masukan dalam penyusunan makalah ini sehingga
makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang telah disepakati.
Kami pun menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, maka
kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini. Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi hal yang membawa dampak
baik bagi pembaca dan semoga makalah ini dapat digunakan sebagaimana fungsinya.

Malang, 17 April 2021

Penyusun

i
DAFTAR ISI

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Wilayah pesisir dan laut, terutama di negaranegara kepulauan atau
pesisir memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan negara (Produk
Domestik Bruto), terutama dari industri pesisir dan kelautan. Disatu sisi,
pemanfaatan ruang laut yang bersifat open acces dimana setiap sektor yang
memiliki keterkaitan dengan resources di wilayah pesisir dan laut (tambang,
migas, perikanan, pariwisata, perhubungan) memiliki peluang dan posisi dalam
memanfaatkan sumber daya yang ada Dalam pemanfaatan wilayah pesisir dan
laut, sektor perikanan terutama perikanan skala kecil seringkali termajinalkan dan
diabaikan dalam program perencanaan ekonomi nasional dan rencana alokasi
perairan di tingkat lokal maupun nasional.
Perikanan tangkap di Kabupaten Bangka berdasarkan data Perikanan
Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,
sampai dengan tahun 2018 didominasi oleh nelayan kecil dengan kapal motor
tempel berukuran kurang dari 5 GT sejumlah 1.414 unit atau mencapai 56,86%
dari total armada tangkap yang ada di perairan Kabupaten Bangka sebanyak
2.487 unit. Pada perairan pesisir Kabupaten Bangka, permasalahan pengelolaan
perikanan tangkap terutama disebabkan oleh pemanfaatan wilayah pesisir yang
bersinggungan dengan pertambangan laut. Berdasarkan dokumen RZWP3K
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar wilayah pesisir dan laut
Kabupaten Bangka merupakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) baik yang
berasal dari PT Timah Tbk maupun perusahaan swasta. Pemanfaatan wilayah
pesisir dan laut di yang didominasi oleh aktivitas pertambangan telah
menimbulkan berbagai permasalahan, terutama terhadap aktivitas perikanan
tangkap. Keberadaan IUP laut yang berdampingan dengan lokasi daerah
penangkapan ikan menimbulkan konflik dengan nelayan setempat. Konflik
kepentingan antara nelayan dan penambang adalah permasalahan utama bagi
keberlanjutan kedua sektor ini. Dominasi pertambangan timah pada wilayah
perairan menjadikan akses nelayan terhadap wilayah penangkapan ikan menjadi
sulit akibat kapal-kapal timah beroperasi mulai dari pesisir sampai radius 2 mil
sehingga nelayan melaut lebih jauh dengan waktu yang lebih lama. Nelayan lokal

1
yang sepenuhnya bergantung pada ekosistem pesisir merupakan kelompok
masyarakat pesisir yang terdampak langsung oleh aktifitas penambangan.
Pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Bangka harus
memperhatikan keberlangsungan sumber daya perikanan sehingga kapasitas
fungsionalnya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat secara
berkelanjutan. Oleh karena itu, pengelolaan perikanan skala kecil di perairan
Kabupaten Bangka memerlukan pendekatan khusus sebagai konsekuensi dari
pemanfaatan wilayah perairan yang multi-sektor. Analisis keberlanjutan
perikanan skala kecil di perairan Kabupaten Bangka melalui pendekatan
bioekonomi dapat digunakan untuk melihat status pemanfaatan sumber daya
perikanan yang ada pada wilayah pengelolaan perairan yang multisektor,
sehingga dapat dirumuskan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana pendekatan bioekonomi yang dapat diterapkan dalam
perikanan wilayah pesisir Kabupaten Bangka?
b. Bagaimana strategi kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengelola
perikanan wilayah pesisir Kabupaten Bangka?

1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui analisa bioekonomi yang dapat digunakan untuk
mengelola sumber daya perikanan di pesisir Kabupaten Bangka
b. Untuk mengetahui langkah dan atau kebijakan yang tepat yang dapat
diterapkan dalam perikanan wilayah pesisir Kabupaten Bangka

2
BAB 2
PEMBAHASAN

3
BAB 3
PENUTUP

4
DAFTAR PUSTAKA