Anda di halaman 1dari 146

Tugas 1a-Sesi 1- Analisis Video Di GPO Dan Rumusan Masalah

NAMA : RINA TUTOR :Megawati, M.Pd


SUSIANI Sumber :Laman GPO
NIM : 856209916 http://gurupintar.ut.ac.id
TUGAS TUTORIAL 1 : (PKP)

1. (a). Bagaiman reaksi siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang di lakukan


guru dalam video?
http://www.gurupintar.ut.ac.id/content/micro-teaching-online/menarik-
perhatian-siswa
Jawab:
Reaksi siswa dalam link di atas yang saya amati adalah adanya interaksi siswa satu
dengan siswa lainnya mengakibatkan terjadinya ke gaduhan di dalam kelas. Setelah
gurunya masukpun siswa masih saja ribut, sehingga gurunya memberikan sebuah yel
yel dan juga membuat pertanyaan tentang kehidupan sehari -hari, sehingga perhatian
siswa yang tadinya ribut menjadi tertuju kepada gurunya, dan pelajaranpun dapat
dimulai.
(b). Secara keseluruhan apa saja kelemahan guru dalam melakukan
pembelajaran?
http://www.gurupintar.ut.ac.id/content/micro-teaching-online/menarik-
perhatian-siswa
Jawab:
Kelemehan guru yang terdapat dalam link di atas yang saya amati adalah:
1. Pakaian yang dikenakan gurunya kurang rapi.
2. Guru tidak menyarankan kepada siswanya untuk membaca doa belajar
sebelum memulai pelajaran.
3. Tidak melakukan pengambilan absen sebelum memulai pelajaran.
4. Tidak melakukan penjelasan materi pelajaran yang akan dipelajari.
5. Gurunya tidak menyuruh siswa untuk maju ke depan untuk mencoba
penjumlahan dan pengurangan sehingga siswa akan lebih
memperhatikan pelajaran.
(c). Secara keseluruhan apa saja kelebihan guru dalam video dalam
melakukan pembelajaran?
http://www.gurupintar.ut.ac.id/content/micro-teaching-online/menarik-
perhatian-siswa
Jawab:
Kelebihan guru dalam video yang terdapat pada link diatas, saya amati
adalah:
1. Dapat mencairkan suasana kelas yang tadinya gaduh berubahan
menjadi tenang dan focus dalam pelajaran.
2. Menggunakan media belajar yang ada di kehidupan sehari-hari siswa,
sehingga siswa dapat menjawabnya dengan semangat.
3. Materi yang diajarkan telah sesuai dengan kurikulum.
(d). Hal – hal unik yang di temui dalam video pembelajaran yang di
sampaikan oleh guru?
http://www.gurupintar.ut.ac.id/content/micro-teaching-online/menarik-
perhatian-siswa
Jawab:
Setelah saya mengamati video pada link di atas ada banyak sekali benda yang dapat
kita jadikan media pembelajaran yang tidak harus mahal dan susah dicari. Sehingga
siswa dapat memahaminya dengan baik dan dapat dimengerti. Serta penggunaan
bahasa yang juga dapat dipahii dan dimengerti siswa.

(e). Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan dari guru yang ada dalam
video, upaya apa saja yang dapat di usulkan untuk meningkatkan kualitas
kegiatan pembelajaran?
http://www.gurupintar.ut.ac.id/content/micro-teaching-online/menarik-
perhatian-siswa
Jawab:
Dalam link di atas, Perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang
professional dan rapi, serta peningkatan kualitas media pembelajaran untuk menarik
perhatian siswa untuk dapat fokus terhadap pelajaran.
Dalam pelajaran IPS dengan tema 1 Materinya tentang Pahlawanku
2. Format refleksi awal untuk menemukan masalah dalam PKP

No Hari/ tanggal Identifiksi masalah Penyebab Rencana /solusi


1 Rabu, 3 Juni 2020 Kurangnya minat Kurangnya Menggukan media
siswa dalam media yang ada di
pembelajaran IPS pembelajaran lingkungan sekitar
di SDN 29 Sungai yang di
Limau gunakan
2 Senin , 8 Juni 2020 Siswa kesulitan Kurang nya Mengunakan
dalam memahami sumber buku internet untuk
interaksi manusia yang di mencari sumber
dengan lingkungan gunakan dalam informasi baru
sekitar pembelajaran
3 Rabu, 15 Juni 2020 Lemahnya Kurang nya Menggunakan
kemampuan siswa media buku media yang
dalam berinteraksi dan sederhana untuk
social masyarakat pemahaman mencoba
di lingkunan sosial siswa mendemokan nya
secara langsung
4 Senin, 22 Juni 2020 Membuat laporan Kurangnya Menggunakan
peninggalan pemahaman internet untuk
kerajaan masa anak tentang mencari informasi
Hindu,Buddha dan peninggalan baru.
Islam pada masa kerajaan masa
kini dan Hindu Buddha
pengaruhnya bagi dan Islam pada
masyarakat di masa kini.
wilayah setempat
dalam bentuk peta
pikiran.
Masalah yang Alasan pemilihan
Penyebab Rencana solusi
dipilih masalah
Lemahnya
kemapuan siswa
Kurangnya jiwa Agar siswa mampu
dalam Menggunakan Strategi
gotong royong, memembentuk
berinteraksi Number Head Together
kebersamaan karakter jiwa yang
social dalam pembelajaran
dalam diri mepunyai sikap
masyarakat di
individu peduli lingkungan
lingkungan
sekitar
Rumusan masalah Tujuan perbaikan pembelajaran
Bagaimana upaya meningkatkan hasil
belajar IPS siswa pada lingkungan Untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan
untuk menunjang pembangunan social hasil belajar IPS siswa pada lingkungan untuk
budaya menggunakan metode Number menunjang pembangunan social budaya
Head Together di kelas IV SDN 29 menggunakan metode Number Head
Sungai Limau Together di kelas IV SDN 29 Sungai Limau.
Tugas 1b-Sesi 2- Membuat RPP 1 Siklus
TUGAS PARTISIPASI 1

Nama mahasiswa : Rina Susiani


NIM : 856209661
Semester : II B
Hari/tanggal : Sabtu / 10 Oktober 2020
Mata kuliah : Pemantapan Kemampuan Profesional
Kode : PDGK4501
Pokjar : Kabko Pariaman
Tutor : Megawati, M.Pd

1. Membuat Rancangan Satu Siklus untuk siklus 1 (RPP untuk siklus 1)!
2. Meminta kesediaan teman sejawat untuk menilai (dibuktikan dengan surat
keterangan)
3. Mengcopy APKG PKP 1 dan APKG PKP2
4. Membuka jurnal UT online http://lppm.ut.ac.id/jp/ lalu memilih salah satu
artikel yang terkait dengan judul masing-masing, di print dan
menggunakannya sebagai salah satu bahan referensi Laporan PKP.
Catatan: Hanya No. 1. di kirim ke email dan yang lain digunakan untuk
persiapan kelengkapan laporan PKP nanti !!!

Selamat Bekerja
Good Luck
Tugas 1b-Sesi 2- Membuat RPP 1 Siklus
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KURIKULUM 2013

Satuan Pendidikan : SD N 29 SUNGAI LIMAU


Kelas/Semester : 4/1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 1 : Perjuangan Para Pahlawan
Pembelajaran ke :1
Alokasi waktu : 6 x 35 menit

A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis,
dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATORNYA


IPS
Kompetensi Indikator
3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu, 3.4.1 Menyebutkan peninggalan kerajaan
Buddha dan Islam serta pengaruhnya masa Hindu,Buddha dan Islam pada masa
pada kehidupan masyarakat masa kini di kini dan pengaruhnya bagi mastarakat di
lingkungan daerah setempat. wilayah setempat.

4.4 Menyajikan hasil identifikasi 4.4.1 Membuat laporan peninggalan


kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta kerajaan masa Hindu,Buddha dan Islam
pengaruhnya pada kehidupan masyarakat pada masa kini dan pengaruhnya bagi
masa kini di lingkungan daerah masyarakat di wilayah setempat dalam
setempat. bentuk peta pikiran.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca teks tentang Raja Purnawarman, siswa mampu menjawab
pertanyaan dengan benar.
2. Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan teks, siswa mampu menceritakan
kembali isi cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci.
3. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan kerajaan
di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat
dengan benar.
4. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan di
masa Hindu, Budha dan Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan
menggunakan peta pikiran.

Karakter Siswa Yang Diharapkan


a. Relegius e. Cinta tanah air
b. Disiplin f. Menghargai prestasi
c. Rasa ingin tahu g. Gemar membaca
d. Semangat kebangsaan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak
semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan
masing-masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan
mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan
pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
Pendahuluan kegiatan pembelajaran. 10 menit
 Menginformasikan tema yang akan
dibelajarkan yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan.
Inti  Sebelumnya guru menempelkan gambar seorang anak 150
yang membantu kakek menyeberang jalan. menit
(Mengamati)
 Guru meminta pendapat siswa tentang kejadian yang
ada di dalam gambar. Guru membuat kesimpulan
bahwa anak tersebutmemiliki sikap kepahlawanan
yaitu berkorban untuk membantu orang lain yang
membutuhkan. Communication
 Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa
mereka akan banyak belajar tentang nilai-nilai
kepahlawanan dari Raja-Raja di masa Hindu, Budha
dan Islam.(Mengkomunikasikan)
 Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada
pada buku pelajaran. Guru memberi waktu sekitar
tiga menit. Mandiri
 Setiap siswa kemudian menjawab pertanyaan yang
ada dan mendiskusikan jawabannya di kelompok
masing-masing. (Menanya)
 Guru membimbing diskusi, berjalan berkeliling dari
kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan
bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
(Mengkomunikasikan)
 Guru mengajak satu atau dua siswa untuk
menyampaikan hasil diskusinya, lalu memberi
penguatan kepada seluruh siswa mengenai jawaban
yang diharapkan. Guru dapat memberi kesempatan
kepada seluruh siswa untuk memberikan komentar
dari jawaban yang ada. Guru tidak menjawab
langsung namun memberi kesempatan kepada siswa
lain untuk mencoba menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh temannya. Guru dapat menguatkan
jawaban-jawaban yang ada. Collaboration
 Guru melanjutkan kegiatan dengan meminta siswa
membaca teks tentang Raja Purnawarman dalam hati.
Literasi
 Setiap siswa diminta untuk menjawab pertanyaan dan
secara klasikal guru membahas jawabannya. Seorang
siswa bisa diminta untuk menyampaikan jawaban dan
siswa lain bisa mempertanyakannya. (Menanya)
 Siswa kemudian memperbaiki jawabannya apabila
perlu. Berdasarkan jawaban tersebut, setiap siswa
kemudian menceritakan kembali isi bacaan dengan
memperhatikan fakta-fakta yang ada, runtut dan
menggunakan ejaan yang benar.
 Guru menyampaikan rubrik penilaiankepada siswa.
Communication
 Guru memberi contoh bahwa peninggalan bukan
hanya benda bersejarah saja tetapi juga pemikiran
atau nilai-nilai yang bisa mempengaruhi hidup
masyarakat, misalnya Raja Purnawarman memiliki
nilai melindungi orang lain, dalam hal ini rakyatnya.
Nilai tersebut dimiliki oleh beberapa tokoh di sekitar
mereka dan mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Critical Thinking and Problem Solving
 Guru meminta siswa untuk memberikan beberapa
contoh sikap kepahlawanan dari Raja-Raja tersebut
yang terlihat di sekitar mereka. Creativity and
Innovatio
 Siswa menuliskan nilai-nilai perjuangan atau
peninggalan lainnya dari para raja yang
mempengaruhi masyarakat atau daerah di mana
mereka tinggal. Tulisan bisa memuat semangat
perjuangan, nilai pendidikan, ajaran positif, maupun
benda-benda bersejarah. Nasionalis
 Karena kegiatan berikutnya adalah percobaan, guru
sebaiknya mempersiapkan perlengkapan percobaan
sebelum kelas dimulai. Perlengkapan dikelompokkan
berdasarkan kelompok. Gotong Royong
 Guru meminta satu perwakilan untuk mengambil
perlengkapan percobaan.
 Siswa dan guru membuat kesepakatan tentang
percobaan agar kegiatan bisa berjalan dengan baik.
 Kelompok melakukan percobaan sesuai dengan
prosedur yang ada pada buku pelajaran.
Collaboration
 Setiap siswa mencatat hasil percobaan pada tabel
yang telah disiapkan. Mandiri
 Di akhir laporannya siswa menuliskan kesimpulan.
Siswa menyampaikan hasil laporannya di kelompok
masing-masing dan perwakilan bisa
menyampaikannya di depan kelas. Guru menambah
informasi yang dibutuhkan sebagai penguatan.
Integritas
Penutup  Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / 15 Menit
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran
yang telah diikuti.
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius

E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


1. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
2. Media :
 Gambar beberapa orang sedang bekerjasama melakukan beragam kegiatan.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
F. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah
G. MATERI PEMBELAJARAN
1. Membaca teks tentang “Raja Purnawarman”.
2. Menceritakan kembali isi teks “Raja Purnawarman” menggunakan bahasa
sendiri.
3. Peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi
wilayah setempat.
F. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
Jawab
No Nama
S S S
K C B K C B K C B
B B B
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Dst ...................
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
2. Diskusi
Saat siswa melakukan diskusi tentang peta pikiran mengapa penting menjaga
kelestarian dan sumber daya alam.
Berilah tanda centang () pada bagian yang memenuhi kriteria.
3. IPS
Tugas dinilai dengan cek lis
Indikator penilaian Ada Tidak ada
Memuat minimal 2 benda peninggalan sejarah
Menyebutkan minimal 2 ajaran positif yang diwariskan
raja-raja
Menyebutkan minimal 2 nilai-nilai sikap
kepahlawanan yang diwariskan para raja
Menyebutkan pengaruh dari peninggalan raja-raja terhadap
masyarakat setempat

Mengetahui Sungai Limau, Juli 2019


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI, S.Pd


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916
Tugas 1b-Sesi 2- Membuat RPP 1 Siklus
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KURIKULUM 2013

Satuan Pendidikan : SD N 29 Sungai Limau


Kelas/Semester : 4/1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 1 : Perjuangan Para Pahlawan
Pembelajaran ke :5
Alokasi waktu : 1 Hari

A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATORNYA

IPS
Kompetensi Indikator
3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu, 3.4.2 Menjelaskan perjuangan tokoh di
Buddha dan Islam serta pengaruhnya zaman hindu Buddha
pada kehidupan masyarakat masa kini
di lingkungan daerah setempat
4.4 Menyajikan hasil identifikasi 4.4.2 Menceritakan perjuangan tokoh di
kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta zaman Hindu Budha
pengaruhnya pada kehidupan
masyarakat masa kini di lingkungan
daerah setempat

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu
menjelaskan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha.
2. Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu
menceritakan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha.
3. Dengan mengamati gambar, siswa mampu menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan garis sejajar dan garis berpotongan dalam kehidupan sehari-
hari dengan benar.
Karakter Siswa Yang Diharapkan
a. Relegius e. Cinta tanah air
b. Disiplin f. Menghargai prestasi
c. Rasa ingin tahu g. Gemar membaca
d. Semangat kebangsaan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak semua
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
Pendahuluan 10 menit
pembelajaran.
 Menginformasikan tema yang akan
dibelajarkan yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi,
mengomunikasikan dan menyimpulkan.
Inti  Sebagai pembuka kegiatan berikut. pembelajaran, guru 150
bertanya kepada siswa. Siapa lagi tokoh yang terkenal menit
pada zaman Hindu, Budha, dan Islam? Communication
 Guru menyampaikan bahwa Di akhir masa Kerajaan
Hindu-Buddha, muncullah tokoh-tokoh yang membawa
kejayaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit
dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di
Nusantara. (Mengamati)
 Untuk menjawab pertanyaan dari guru, siswa diminta
mengamati gambar dan membaca informasi yang
terdapat pada buku siswa Literasi
 Siswa diminta bekerja secara berkelompok untuk
mendiskusikan hubungan antar gambar. Collaboration
 Siswa menuliskan hasil diskusi di buku siswa. Mandiri
 Siswa diminta mempresentasikan hasil diskusi mereka
di depan kelas. Collaboration
 Siswa diminta membaca teks tentang Mahapatih Gajah
Mada. Literasi
 Siswa diminta menceritakan kembali kisah tentang
Gajah Mada sesuai urutan arah panah.
 Secara berkelompok, siswa diminta mendiskusikan dan
menuliskan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan berikut
pada selembar kertas.
 Apa tujuan Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa?
 Apa yang diperjuangkan Gajah Mada?
 Apakah perjuangan Gajah Mada mempunyai pengaruh
pada kehidupan bangsa Indonesia saat ini? Jelaskan dan
berikan contoh!
 Hal baik apa yang dapat kamu contoh dari Gajah Mada?
 Apakah Gajah Mada bisa disebut sebagai pahlawan pada
masa Kerajaan Majapahit?
 Siswa diminta menyampaikan hasil diskusi mereka
kepada kelompok lain. Gotong Royong
 Setelah menyampaikan hasil diskusi, siswa memperluas
pengetahuan mereka dengan membaca teks tentang
perjuangan Gajah Mada yang terdapat di buku siswa.
 Siswa melanjutkan membaca tentang komplek candi
Penataran (Mengeksplorasi)
 Siswa menuliskan pendapat mereka tentang candi
Penataran di buku siswa. (Mengkomunikasikan)
 Siswa mendiskusikan pendapat tersebut secara
berpasangan. Gotong Royong

 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan /


rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
Penutup menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang 16 Menit
telah diikuti.
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama
dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius

E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


1. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
2. Media :
 Gambar relevan (internet).
 Data lama pemerintahan raja-raja.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
F. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Number Head Together
G. MATERI PEMBELAJARAN
 Tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu-Budha.
H. PENILAIAN DAN PROSES HASIL BELAJAR
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
Jawab
No Nama
S S S
K C B K C B K C B
B B B
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Dst ...................
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
2. IPS
Diskusi dinilai dengan rubrik.

Berilah tanda centang (√) pada bagian yang memenuhi kriteria.

Mengetahui Sungai Limau, Oktober 2020


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916
Tugas 1b-Sesi 2-Rujukan Teori Yang Relevan Dengan Rumusan Masalah
RUJUKAN TEORI YANG MENDUKUNG TERKAIT RUMUSAN
MASALAH

A. Karakteristik Siswa SD
Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui
para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat
Sekolah Dasar. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang
sesuai dengan keadaan siswanya maka sangatlah penting bagi seorang pendidik
mengetahui karakteristik siswanya. Adapun karakteristik siswa SD adalah:
1. Siswa SD Senang Bermain
2. Siswa SD Senang Bergerak
3. Siswa SD Senang Bekerja Dalam Kelompok
4. Siswa SD Senang Merasakan atau Melakukan/memperagakan Sesuatu
Secara Langsung.
Sumber bacaan: http://sekolah‐dasar.blogspot.com/2011/05/karakteristik‐dan‐
kebutuhan‐anak‐usia.html

B. Belajar dan Pembelajaran


1. Hasil belajar
Pengertian hasil belajar secara umum adalah sesuatu yang dicapai atau
diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut
dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang
terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri indivdu
penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan, kecakapan dasar dan
perubahan tingkah laku secara kuantitatif.
a. Belajar
Menurut Sudjana (2004) Pengertian hasil belajar menurut Sudjana adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman
belajarnya.
Menurut Bloom (2009) Definisi hasil belajar mencakup kemampuan kognitf,
afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan,
ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh),
application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan),
synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan
evaluation (menilai).
Menurut W. Winkel (1989) Definisi hasil belajar adalah keberhasilan yang
dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujudkan
dalam bentuk angka.
Sumber bacaan: https://www.zonareferensi.com/pengertian-hasil-belajar/
Secara umum, keberhasilan belajar dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal
(Sriyanti, 2011: 23-25):
b. Hasil Belajar
Menurut Suprijono (2013) Pengertian hasil belajar menurut Suprijono adalah
perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi
kemanusiaan saja.
Menurut Jihad dan Haris (2012) Arti hasil belajar merupakan pencapaian
bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif, afektif,
dan psikomotoris dari proses belajar yang dilakukan dalam waktu tertentu.
Menurut Hamalik (2004) Definisi hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-
nilai, pengetahuan-pengetahuan, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan keterampilan.
Hasil belajar juga diartikan sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh pelajar
dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang
ditetapkan.
Sumber bacaan: https://www.zonareferensi.com/pengertian-hasil-belajar/

2. Model Pembelajaran Kooperatif tipe/media pembelajaran IPS


a. Model pembelajaran atau media pembelajaran IPS
Model Pembelajaran Numbered Heads Together
Aktivitas siswa dalam pelaksanaan model pembelajaran Numbered Head
Together(NHT) menjadi titik acuan pembelajaran model pembelajaran kooperatif
ini. Trianto (2013:82) mendefinisikan Numbered Head Together atau penomoran
berpikir bersama adalah salah satu pembelajaran kooperatif yang dirancang
sedemikian rupa untuk memengaruhi pola interaksi siswa. Adapun sintaks dari
model pembelajaran NHT yaitu:
1. Fase 1: Penomoran
Guru membagi siswa ke dalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota
kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
2. Fase 2: Mengajukan pertanyaan
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat
bervariasi dari yang bersifat spesifik hingga yang bersifat umum.
3. Fase 3:Berpikir bersama
Siswa dalam kelompok berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan
bahwa tiap orang mengetahui jawaban tersebut.
4. Fase 4: Menjawab
Guru memanggil satu nomor siswa secara acak, kemudian siswa yang nomornya
sesuai mengacungkan tanggannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan
untuk seluruh kelas.
Sumber bacaan: Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS),
Vol. 1, No. 2, Desember 2017 Anwar Barutu, Dewi Rahimah, Dewi Herawty.

b. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together


Model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) untuk
meningkatkan hasil belajar siswa. model pembelajaran kooperatif tipe numbered
head together (NHT) menekankan siswa untuk saling bekerja sama dalam
kelompok sehingga masing-masing anggota kelompok paham dengan hasil kerja
kelompoknya dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja kelompoknya tersebut,
sehingga dengan sendirinya siswa merasa dirinya harus terlibat dalam proses
pembelajaran. Dengan demikian siswa merasa termotivasi untuk belajar sehingga
aktivitas belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut Sanjaya (2008)
keuntungan dari pembelajaran kooperatif numbered head together (NHT) adalah:
a. Siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat
menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri;
b. Dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan;
c.
Dapat membantu anak untuk merespon orang lain;
d.
Dapat memberdayakan siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar;
e.
Dapat meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial;
f.
Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan
pemahamannya sendiri, menerima umpan balik;
g. Dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan
kemampuan belajar abstrak menjadi nyata; dan
h. Dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.
Sumber bacaan: Jurnal Primary Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau | Volume 6 | Nomor 1 |
April – September 2017 | ISSN: 2303-1514 | Kooperatif Tipe NHT, Hasil Belaja
Bahasa Indonesia Nismarni.

c. Langkah-langkah pengunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe


Numbered Heads Together
Fase Aktivitas Guru

Guru menyampaikan semua tujuan


Fase- 1 Menyampaikan tujuan dan pelajaran yang ingin dicapai pada
memotivasi siswa pelajaran tersebut dan memotivasi
siswa belajar

Guru menyajikan informasi kepada


Fase- 2 Menyajikan informasi siswa dengan jalan demonstrasi atau
lewat bacaan

Guru menjelaskan kepada siswa


Fase- 3 Mengorganisasikan siswa ke bagaimana caranya membuat kelompok
dalam kelompok kooperatif belajar dan membantu setiap kelompok
agar melakukan transisi secara efesien

Guru membimbing kelompok belajar


Fase- 4 Membimbing kelompok pada saat mereka mengerjakan tugas
bekerja dan belajar mereka

Guru mengevaluasi hasil belajar


tentang materi yang telah dipelajari
Fase- 5 Evaluasi
atau masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil belajarnya

Guru mencari cara-cara untuk


Fase- 6 Memberikan penghargaan menghargai baik upaya maupun hasil
belajar individu dan kelompok

Sumber bacaan: Jurnal Primary Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau | Volume 6 | Nomor 1 |
April – September 2017 | ISSN: 2303-1514 | Kooperatif Tipe NHT, Hasil Belaja
Bahasa Indonesia Nismarni.

d. Kelebihan-kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered


Heads Together
 Terjadinya interaksi antara siswa melalui diskusi/siswa secara bersama
dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. 
 Siswa pandai maupun siswa lemah sama-sama memperoleh manfaat melalui
aktifitas belajar kooperatif.
 Dengan bekerja secara kooperatif ini, kemungkinan konstruksi pengetahuan
akan manjadi lebih besar/kemungkinan untuk siswa dapat sampai pada
kesimpulan yang diharapkan. 
 Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan
keterampilan bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan bakat
kepemimpinan.

e. Kelemahan-kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe


Numbered Heads Together
1. Siswa yang pandai akan cenderung mendominasi sehingga dapat
menimbulkan sikap minder dan pasif dari siswa yang lemah. 
2. Proses diskusi dapat berjalan lancar jika ada siswa yang sekedar menyalin
pekerjaan siswa yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang memadai. 
3. Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang
berbeda-beda serta membutuhkan waktu khusus.
Sumber bacaan: Suwarno. 2010. Pembelajaran Kooperatif Jenis Numbered
Heads Together. (http://suwarnostatistik.wordpress.com)
C. Kerangka Berfikir

Dalam menyampaikan materi pelajaran khususnya mata pelajaran IPS kelas


IV SD 29 Sungai Limau masih menggunakan metode ceramah. Guru belum
mengembangkan model pembelajaran yang lain. Mayoritas siswa terlihat
kurang aktif dalam proses pembelajaran IPS, hasil belajar siswa juga masih di
bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 6,5.

Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa aktif dalam proses
pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads
Together. Hasil belajar akan diperoleh setelah mengikuti proses pembelajaran
IPS dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together digunakan


dalam proses pembelajaran PKn untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
model tersebut terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD N 29 Sungai
Limau.

Diharapkan dapat pengaruh positif dari model pembelajaran kooperatif tipe


Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N
29 Sungai Limau.
Tugas 1c-Sesi 3-RPP Siklus 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP) KURIKULUM 2013

Satuan Pendidikan : SD N 29 Sungai Limau


Kelas/Semester : IV (Empat) / 1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 2 : Pahlawan Kebanggaanku
Pembelajaran ke :1
Alokasi waktu : 1 hari
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan
logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan
berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR (KD)
IPS
Kompetensi Indikator
3.4.1 Menyebutkan peninggalan kerajaan masa
3.4 Masa kini di lingkungan daerah
kini bagi mastarakat di wilayah setempat.
setempat
4.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu,
Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada 4.4.1 Membuat laporan peninggalan kerajaan
kehidupan masyarakat Menyajikan hasil masa Islam pada masa kini dan pengaruhnya
identifikasi kerajaan Hindu, Buddha dan bagi masyarakat di wilayah setempat dalam
Islam serta pengaruhnya pada kehidupan bentuk peta pikiran..
masyarakat masa kini di lingkungan daerah
setempat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca teks tentang Sultan Hasanuddin, siswa mampu menyebutkan
informasi yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar.
2. Setelah mengumpulkan informasi yang sudah dan ingin diketahui lebih lanjut,
siswa mampu mempresentasikannya melalui Bahasa lisan dan tulisan.
3. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan
kerajaan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar.
4. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan di
masa Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta
pikiran.
Karakter Siswa Yang Diharapkan

a. Relegius e. Cinta tanah air


b. Disiplin f. Menghargai prestasi
c. Rasa ingin tahu g. Gemar membaca
d. Semangat kebangsaan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak semua
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
Pendahuluan pembelajaran. 10 menit
 Menginformasikan tema yang akan
dibelajarkan yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan.
Inti  Sebelumnya guru menempelkan gambar Sultan 50 menit
Hasanuddin di papan tulis dan meminta siswa untuk
menyampaikan apa yang sudah mereka ketahui
tentang tokoh tersebut. (Mengamati)
 Guru dan siswa kemudian membahasnya sebentar.
(Menanya)
 Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa
mereka akan belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan
dari Raja-Raja di masa Islam.
 Siswa diminta untuk membaca teks ‘Sultan
Hasanuddin’ dalam hati. Guru ikut membaca.
Literasi
 Berdasarkan bacaan tersebut, setiap siswa kemudian
menuliskan apa yang sudah mereka ketahui tentang
Sultan Hasanuddin dan apa yang ingin mereka
ketahui tentangnya. Siswa menuliskannya pada tabel
yang ada di buku pelajaran dan mendiskusikannya
dengan teman kelompok. (Mengumpulkan informasi)
 Guru melanjutkan kegiatan dengan
menginformasikan bahwa siswa akan melakukan
percobaan tentang cahaya dan cermin.
 Setiap siswa diminta untuk membaca teks pada buku
pelajaran. Literasi
 Siswa kemudian menuliskan tiga pertanyaan tentang
berkomunikasi menggunakan cermin. Pertanyaan
ditukar dengan teman sebelah dan siswa kemudian
menjawab pertanyaan temannya. Setelah selesai
siswa mengembalikannya dan memeriksa jawaban
teman. Collaboration
 Guru membahasnya sebentar tentang topik
berkomunikasi dengan cermin. Berikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya. Communication
 Percobaan dapat dilakukan di luar kelas. Guru
meminta siswa dengan tertib ke luar kelas dan
berkumpul di halaman setelah mereka membaca
prosedur percobaan dan memahaminya.
Collaboration
 Siswa diberi kesempatan untuk melakukan percobaan
beberapa kali dan setelah selesai mereka diminta
kembali ke dalam kelas untuk membuat laporan pada
tabel yang sudah disediakan pada buku pelajaran.
 Guru menyampaikan rubrik penilaian kepada siswa.
Communication
 Untuk menambah pemahaman siswa tentang raja-raja
di masa Islam serta peninggalan dan pengaruhnya
terhadap masyarakat, guru mengajak siswa untuk
mengamati gambar.
 Siswa kemudian mengisi tabel berikut dan
mendiskusikan isinya dengan teman sebelahnya.
Siswa boleh melengkapi tabelnya dengan informasi
yang diperoleh dari buku atau guru. Gotong Royong
 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan /
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian
materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa
Penutup 17 Menit
untuk menyampaikan pendapatnya tentang
pembelajaran yang telah diikuti.
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut
agama dan keyakinan masing-masing (untuk
mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius

E. Sumber dan Media Pembelajaran


1. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
2. Media :
 Gambar beberapa orang sedang bekerjasama melakukan beragam kegiatan.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
F. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah
G. Materi Pembelajaran
1. Mengidentifikasi peninggalan sejarah masa Hindu, Budha, dan Islam serta
pengaruhnya bagi masyarakat sekitar dengan menggunakan peta pikiran.
H. Penilaian Proses Dan Hasil Belajar
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
Jawab
No Nama
S
K C B K C B SB K C B SB
B
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Dst ...................
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

2. Diskusi
Saat siswa melakukan diskusi tentang peta pikiran mengapa penting menjaga
kelestarian dan sumber daya alam.
Berilah tanda centang () pada bagian yang memenuhi kriteria.
Kriteria Sangat Baik Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan
(4) (1)
Mendengar Selalu Mendengarka Masih perlu Sering diingatkan
kan mendengark n teman yang diingatkan untuk mendengarkan
an teman berbicara untuk teman yang sedang
yang sedang namun mendengarka berbicara namun tidak
berbicara sesekali n teman yang mengindahkan
masih perlu sedang
diingatkan. berbicara.

Komunikasi Merespon Merespon Sering Membutuhkan
non verbal dan dengan tepat merespon bantuan dalam
(kontak menerapkan terhadap kurang tepat memahami bentuk
mata, komunikasi komunikasi terhadap komunikasi non verbal
bahasa non verbal non verbal komunikasi yang ditunjukkan
tubuh, dengan yang non verbal teman.
postur, tepat. ditunjukkan yang
ekspresi teman. ditunjukkan
wajah,  teman.
suara)
Partisipasi Isi Berbicara dan Berbicara dan Jarang berbicara
(menyampai pembicaraan menerangkan menerangkan selama proses diksusi
kan ide, menginspira secara rinci, secara berlangsung.
perasaan, si teman. merespon rinci,namun 
pikiran) Selalu sesuai dengan terkadang
mendukung topik. merespon
dan kurang sesuai
memimpin dengan topik.
lainnya saat
diskusi.
3. IPS
Tugas dinilai dengan cek lis
Indikator penilaian Ada Tidak ada

Memuat minimal 2 benda peninggalan


sejarah
Menyebutkan minimal 2 ajaran positif
yang diwariskan raja-raja
Menyebutkan minimal 2 nilai-nilai sikap
kepahlawanan yang diwariskan para raja
Menyebutkan pengaruh dari peninggalan
raja-raja terhadap masyarakat setempat

Mengetahui Sungai Limau, Oktober 2020


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916
Tugas 1c-Sesi 3-RPP Siklus 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP) KURIKULUM 2013

Satuan Pendidikan : SD N 29 Sungai Limau


Kelas/Semester : IV (Empat) / 1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 2 : Pahlawan Kebanggaanku
Pembelajaran ke :5
Alokasi waktu : 1 hari

A. KOMPETENSI INTI (KI)


KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan
logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan
berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR (KD)
IPS
Kompetensi Indikator
3.4.2 Menyebutkan sikap kepahlawanan sebagai
3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu,
peninggalan kerajaan masa Islam dan
Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada
pengaruhnya terhadap masa kini bagi mastarakat
kehidupan masyarakat masa kini di
di wilayah setempat
lingkungan daerah setempat
4.4 Menyajikan hasil identifikasi kerajaan 4.4.2 Menyajikan dalam bentuk peta pikiran
Hindu, Buddha dan Islam serta pengaruhnya pahlawanan di masa kerajaan Islam dan
pada kehidupan masyarakat masa kini di pengaruhnya bagi masyarakat di wilayah
lingkungandaerah setempat setempat pada masa kini

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah mengamati gambar dan membaca teks, siswa mampu menyajikan
informasi tentang sikap kepahlawanan dari Ki Hajar Dewantara dan
pengaruhnya terhadap masyarakat di wilayah setempat dalam bentuk peta
pikiran.
2. Setelah mengamati gambar dan membaca teks, siswa mampu menyajikan
informasi dalam bentuk peta pikiran tentang sikap kepahlawanan dari Ki Hajar
Dewantara dan pengaruhnya terhadap masa kini bagi masyarakat di wilayah
setempat.
Karakter Siswa Yang Diharapkan
A. Relegius E. Cinta tanah air
B. Disiplin F. Menghargai prestasi
C. Rasa ingin tahu G. Gemar membaca
D. Semangat kebangsaan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak semua
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
Pendahulu
pembelajaran. 10 menit
an
 Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan.
 Sebelum siswa membaca teks tentang Ki Hajar
Dewantara, guru menanyakan pertanyaan berikut
kepada siswa. Literasi
 Apa yang kalian ketahui tantang Ki Hajar
Dewantara?
 Siswa diminta mendiskusikan jawabannya dalam
kelompok. (engumpulkan informasi)
 Siswa mengamati gambar dan membaca teks yang
terdapat dalam buku siswa.
 Siswa diminta membuat pertanyaan berdasarkan teks.
Mandiri
 Setelah berlatih menyanyikan notasi dan lirik lagu
Maju Tak Gentar, siswa diminta menampilkan lagu
tersebut di depan kelas secara berkelompok.
Integritas
 Sebelum tampil, siswa memperhatikan arahan dari
Inti guru tentang kriteria menyanyikan lagu dengan baik. 50 menit
(Menanya)
 Siswa diminta mengajukan pertanyaan kepada guru
jika ada hal yang belum mereka pahami.
 Ketika kelompok lain tampil, setiap siswa diminta
membuat catatan tetang penampilan kelompok lain
dalam berbagai aspek, misalnya tinggi rendah nada,
tempo, kekompakan, serta ekspresi. Critical
Thinking and Problem Solving
 Siswa mengamati gambar yang terdapat dalam buku
siswa.
 Siswa mengamati gambar yang terdapat dalam buku
siswa. Communication
 Siswa mendiskusikan penjelasan mereka secara
berpasangan dengan temannya.
 Siswa menjawab pertanyaan yang terdapat dalam
buku siswa. Mandiri
 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan /
Penutup rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari

27
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran
yang telah diikuti.
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius

E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


1. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
2. Media :
 Gambar beberapa orang sedang bekerjasama melakukan beragam kegiatan.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
 Kertas HVS
F. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah

G. MATERI PEMBELAJARAN
 Menyajikan dalam bentuk peta pikiran informasi tentang pahlawan
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
N Jawab
Nama
o S
K C B K C B SB K C B SB
B
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Ds ...................
t
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

28
2. IPS
Peta pikiran dinilai dengan daftar periksa.
Indikator penilaian Ada Tidak ada

1. Memuat sedikitnya 2 Jasa Ki Hajar


Dewantara terhadap Indonesia

2. Memuat alasan mengapa Ki Hajar Dewantara


dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan
Nasional

3. Memuat sedikitnya 2 sikap yang bisa


diteladani dari Ki Hajar Dewantara

4. Memuat alasan kemungkinan yang terjadi


jika tidak ada Bapak Ki Hajar Dewantara

Mengetahui Sungai Limau, Oktober 2020


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916

29
Tugas 1c- Sesi 3- Foto Kegiatan Pembelajaan
FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN
SIKLUS 2

Kegiatan Pembuka Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup

30
Draft PKP Bab 1-3

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada jenjang pendidikan dasar pemberian mata pelajaran IPS dimaksudkan
untuk membekali siswa dengan pengetahuan, kemampuan praktis, agar mereka
dapat menelaah, mempelajari dan mengkaji fenomena-fenomena serta masalah
sosial yang ada disekitar mereka. Melalui mata pelajaran IPS, siswa diarahkan
untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertangggung jawab,
serta warga dunia yang cita damai, melalui pemahaman terhadap pengetahuan dan
kemampuannya di dalam berinteraksi secara positif dan aktif dengan
lingkungannya. Tujuan tersebut membuat guru memiliki tanggung jawab besar
untuk menggunakan pemikiran dan tenaga untuk dapat mengajarkan IPS dengan
baik dan benar. Menurut Trianto (2010: 171) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi,
sejarah, geografi ekonomi, politik, hukum dan budaya. Berdasarkan pengertian
dan tujuan pembelajaran IPS tersebut, diperlukan tenaga guru yang profesional
artinya mampu melakukan proses pembelajaran yang tepat dan terencana untuk
mencapai hasil belajar siswa.
IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki tujuan membekali
siswa untuk mengembangkan penalaran di samping aspek nilai dan moral.
Implementasinya, materi IPS hanya menekankan aspek pengetahuan yang
berpusat pada guru dan hanya membentuk budaya menghafal, sehingga
pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hafalan.
Pembelajaran IPS sangat menjenuhkan karena penyajiannya kurang menarik,
bersifat monoton dan konvensional, hanya sekedar ceramah. Peningkatan hasil
belajar siswa dapat dilakukan dengan menciptakan situasi pembelajaran yang
melibatkan siswa. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran menggunakan
berbagai model, metode/cara pembelajaran sesuai yang lebih melibatkan siswa.
Model pembelajaran kooperatif lebih membuat siswa aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan pada permasalahan tersebut untuk meningkatkan hasil belajar
siswa SDN 29 Sungai Limau, maka diperlukan untuk menciptakan kondisi
pembelajaran yang inovatif, guru dituntut agar mampu mengelola kelas dalam
proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa supaya lebih
efektif dalam pembelajaran. Adapun upaya untuk meningkatkan hasil belajar
siswa tersebut adalah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
(Numbered Heads Together) dalam pembelajaran IPS. Dengan menggunakan
model tersebut siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran, saat berdiskusi siswa
tidak bergantung pada siswa yang lain dan saat mempresentasikan hasil diskusi
kelompok siswa lebih antusias dan lebih aktif. Peran guru dalam pembelajaran IPS
lebih memungkinkan terciptanya kondisi belajar yang kondusif seperti
memberikan siswa kesempatan berperan aktif.

31
Tabel 1 Nilai Siswa Materi Pahlawanku Kelas IV SD
Ketuntasan
No Nama Siswa KKM Nilai Belum
Tuntas
tuntas
1 Abdul Rizki Putra 70 69 
2 Anisa Salsabila 70 85 
3 Dara Zaskia 70 72 
4 Jihan Putri Khairani 70 80 
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 
6 Muhammad Farel 70
79 
Alfarisi
7 Muhammad Yusuf 70
69 
Ibrahim
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 
9 Nazwa Fitriani 70 69 
10 Silfani Yuliandra 70 80 
11 Hanny Kalbina 70 69 
12 Rozaq Januardi 70 65 
13 Hendra 70 69 
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 
15 Muhamad Ibrahim 70 79 
16 Ibnu Sabil 70 65 
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 
18 Meli Nurmala 70 67 
19 Fiona Adfadila 70 69 
20 Zian Nasada Raja 70 68 
Jumlah 1 445
Rata-rata 72.25
Nilai tertinggi 85
Nilai terendah 65
Tuntas % 45
Tidak tuntas % 55
Pada Tabel 1 menunjukkan ada 11 siswa yang mendapat nilai 70 ke atas dan
11 siswa nilainya di bawah 70. Jika diperinci hasil evaluasi tes siklus I. Analisis
hasil tes siklus I di atas dalam pembelajaran IPS nilai rata-rata kelas 72,25 Siswa
yang belum tuntas dalam pembelajaran sebanyak 11 siswa (55 %), dan yang tuntas
ada 9 siswa dengan presentase ketuntasan belajar baru mencapai 45 %. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah ada kemajuan atau peningkatan
hasil belajar siswa, akan tetapi masih perlu ditingkatkan agar siswa dapat
menguasai materi pelajaran IPS yang diajarkan oleh guru. Maka peneliti masih
perlu segera mengambil langkah untuk memperbaiki pembelajaran tersebut, agar
siswa dapat memahami materi sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai
dalam pembelajaran. Salah satu penyebab belum optimalnya hasil belajar siswa
pada mata pelajaran IPS di SDN 29 Sungai Limau adalah kegiatan pembelajaran
masih terpusat pada guru dan masih menggunakan metode ceramah. Sehingga
mengakibatkan pembelajaran yang dilaksanakan terkesan hanya sebagai
penyampaian materi saja tanpa terlihat adanya keaktifan siswa. Berdasarkan

32
kondisi yang dialami guru/penulis dilapangan diangakatlah sebuah upaya
perbaikan dalam pembelajaran dengan judul “Upaya Meningkatkan Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa dengan menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together di Kelas IV SDN 29
Sungai Limau”.
1. Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa
permasalahan yaitu:
a. Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran IPS di SDN 29 Sungai Limau
b. Siswa kesulitan dalam memahami interaksi manusia dengan lingkungan
sekitar
c. Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS
2. Analisis Masalah
Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS disebabkan oleh
kurangnya media pembelajaran yang di gunakandan Kurang nya sumber buku
yang di gunakan dalam pembelajaran serta model pembelajaran yang digunakan
kurang menarik.
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran IPS adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif. Model
pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja
kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan
oleh guru. Pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana
guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-
bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan
masalah yang dimaksud. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang efektif
adalah Numbered Heads Together atau penomoran berfikir bersama merupakan
jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi
siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional.
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan deskripsi latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah
dalam penelitian ini, yaitu Bagaimana Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS
Siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered
Heads Together di Kelas IV SD N 29 Sungai Limau
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Upaya Meningkatkan
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa dengan menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together di Kelas IV SDN 29
Sungai Limau.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Guru
a. Guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan
pengetahuan dan ketrampilan sendiri.

33
b. Merupakan bahan diskusi dengan teman sejawat untuk meningkatkan
motivasi belajara siswa dalam pembelajaran yang kondusif.
2. Siswa
a. Merupakan alternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam
pembelajaranMatematikasesuai dalam pembelajaran yang kondusif.
b. Memperbaiki praktek pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki
belajar siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Karakteristik Siswa SD
Peserta didik sekolah dasar (SD) umumnya berkisar antara 6 atau 7 tahun
sampai 12 atau 13 tahun, mereka berada pada fase operasional konkret Heruman,
(2013:1). Kemampuan yang tampak pada fase ini adalah kemampuan dalam
proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika, meskipun masih
terikat dengan objek yang bersifat konkret. Objek konkret tersebut yang dapat
ditangkap oleh panca indra. Piaget dalam Susanto (2015:77) menyatakan bahwa
setiap tahapan perkembangan kognitif pada anak, mempunyai karakteristik
berbeda. Secara garis besar dikelompokkan menjadi empat tahap, yaitu:
1) Tahap sensori motor (usia 0-2 tahun), pada tahap ini anak belum memasuki
usia sekolah;
2) Tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun), pada tahap ini kemampuan
kognitifnya masih terbatas. Anak masih suka meniru perilaku orang lain
(khususnya orang tua dan guru) yang pernah ia lihat dan anak.
B. Hasil Belajar
Slameto (2010:2) belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk mempengaruhi suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengamatannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Trianto (2010:16) belajar adalah perubahan pada individu yang terjadi
melalui pengalaman, dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya
atau karakteristik seseorang sejak lahir. Belajar merupakan kegiatan penting setiap
orang, termasuk didalamnya belajar bagaimana seharusnya belajar (Aunurrahman,
2009:33). Purwanto (2013:54) mengemukakan hasil belajar adalah perubahan
perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan
tujuan pendidikan. Sedangkan Djamarah (2011:176) faktor-faktor yang
mempengaruhi proses dan hasil belajar yaitu faktor lingkungan, faktor
instrumental, faktor fisiologis, dan faktor psikologis.
Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan
hasil nilai yang diperoleh siswa dari hasil evaluasi setelah kegiatan proses
pembelajaran yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam ranah kognitif, afektif
dan psikomotor yang diperoleh sebagai akibat usaha kegiatan belajar dan dinilai
dalam periode tertentu.
C. Pembelajaran IPS
Trianto (2010:171) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari
berbagai cabang ilmu–ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi ekonomi,
politik, hukum dan budaya. IPS dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena

34
sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-
cabang ilmu-ilmu sosiai (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum,
dan budaya).
Djahari dan Makmun dalam Gunawan (2011:17) “IPS atau studi sosial
konsep-konsepnya merupakan konsep pilihan dari berbagai ilmu lalu dipadukan
dan diolah secara didaktis-pedagogis sesuai dengan tingkat perkembangan siswa”.
Trianto (2010:176) tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang
terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala
ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi
sehari-hari, baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa
masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran
IPS di sekolah diorganisasikan secara baik.
D. Pembelajaran IPS di SD
1. Tujuan Pembelajaran IPS di SD
Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) adalah cabang ilmu sosial yang terdiri dari sosiologi, sejarah, geografi
ekonomi, politik, hukum dan budaya. Sedangakan tujuan IPS sekolah dasar ialah
untuk mencetak generasi yang berwawasan ilmu sosial serta konsep-konsep yang
berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya baik dari aspek
kognisi, afeksi maupun psikomotor.
2. Ruang Lingkup Materi IPS di SD
Penelitian ini memfokuskan peningkatan hasil belajar IPS Kelas IV SDN 29
Sungai Limau pada ruang lingkup pembelajaran IPS tentang Tema 5 Subtema 2
Pahlawan Kebanggaanku.
E. Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis
kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih diarahkan oleh guru Suprijono
(2013:54).
Riyanto (2010:267), pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran
yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic Skill),
sekaligus keterampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill. Sedangkan
Solihatin (2011:4) berpendapat bahwa pada dasarnya cooperative learning
mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja
atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam
kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerja sangat
dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Zamroni
(2000) dalam Trianto (2010:57) manfaat penerapan belajar kooperatif adalah dapat
mengurangi kesenjangan pendidikan khususnya dalam wujud input pada level
individual.
F. Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
1. Pengertian Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Trianto (2010:82), Numbered Heads Together atau penomoran berfikir
bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk

35
mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas
tradisional.
Huda (2013:130), NHT merupakan varian dari diskusi kelompok. Numbered
Heads Together adalah metode belajar dengan cara setiap siswa diberi nomor dan
dibuat suatu kelompok, kemudian secara acak, guru memanggil nomor dari siswa
(Hamdani, 2011:89).
Suprijono (2013:92) tujuan pembelajaran tipe Numbered Heads Together
(NHT) ini adalah agar peserta didik dapat menemukan jawaban pertanyaan
sebagai pengetahuan yang utuh.
Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa pengetian Numbered
Heads Together (NHT) adalah model pembelajaran yang membagi siswa ke dalam
beberapa kelompok kecil, hal ini ditujukan agar siswa dapat saling bekerjasama,
saling membantu dan saling memotivasi dengan siswa lainnya, agar siswa dapat
mencapai hasil yang maksimal dari pembelajaran tersebut.
2. Tahap-Tahap Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Menurut Ibrahim dalam Hobri (2009:62) ada empat sintak yang harus
dilaksanakan dalam pembelajaran numbered head together (NHT) yaitu :
1. Penomoran
Penomoran adalah hal yang utama di dalam NHT, dalam tahap ini guru
membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan
tiga sampai lima orang dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa
dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di
dalam kelompok.
2. Mengajukan pertanyaan
Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diberikan dapat
diambil dari materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari, dalam
membuat pertanyaan usahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga
bersifat umum dan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pula.
3. Berpikir bersama
Setiap kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan
memastikan tiap anggota kelompok mengetahui jawabannya.
4. Menjawab pertanyaan
Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomor-nya
sama melaporkan hasil kerjasama kelompoknya untuk seluruh kelas. Pada
sesi ini siswa tidak diperbolehkan lagi berdiskusi dengan anggota
kelompoknya. Hal ini dilakukan agar siswa lebih termotivasi untuk
berpartisipasi ketika diskusi.
3. Kelebihan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Sebagaimana dijelaskan oleh Hill (1993) dalam Tryana (2008) bahwa model
NHT memiliki kelebihan diataranya:
a. Meningkatkan prestasi belajar siswa
b. Mampu memperdalam pamahaman siswa
c. Menyenangkan siswa dalam belajar
d. Mengembangkan sikap positif siswa
e. Mengembangkan sikap kepemimpinan siswa
f. Mengembangkan rasa ingin tahu siswa

36
g. Meningkatkan rasa percaya diri siswa
h. Mengembangkan rasa saling memiliki
i. Mengembangkan keterampilan untuk masa depan
4. Kekurangan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Namun setiap model pembelajaran juga pasti terdapat kekurangan dan
kelebihan, kekurangan model pembelajaran NHT sebagai berikut:
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi siswa dengan guru, Selain
itu membutuhkan kemampuan yang khusus dalam melakukan atau
menerapkannya.
2. Kemungkinan nomor yang telah dipanggil akan dipanggil kembali oleh
guru.
3. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
4. Proses diskusi dapat berjalan lancar jika ada siswa yang sekedar
menyalin pekerjaan siswa yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang
memadai.
5. Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang
berbeda-beda serta membutuhkan waktu khusus.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. SUBJEK PENELITIAN
1. Subjek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV semester ganjil di
SD Negeri 29 Sungai Limau Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang
Pariaman Tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah peserta didik adalah 20
orang, mata pelajaran yang akan diteliti yaitu: IPS dengan materi tema 5
Pahlawanku.
2. Tempat
Penelitian telah dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri 29 Sungai Limau
Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman tahun pelajaran
2020/2021.
3. Waktu penelitian
Penelitian akan dilakukan pada semester II Tahun Pelajaran 2020/2021,
pada bulan Oktober. Secara rinci jadwal pelaksanaan sebagai berikut:
Tabel2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Muatan
No Kegiatan Hari/Tanggal
Pelajaran
1 Siklus 1 Senin/19 Oktober 2020
IPS
2 Siklus 2 Senin/26 Oktober 2020
4. Pihak yang membantu
a. Ibu Megawati, M.Pd sebagai Supervisor 1 dan Tutor Universitas Terbuka
Kabko Pariaman.
b. Ibu Zetwisma, S.Pd sebagai kepala sekolah SD Negeri 29 Sungai Limau.
c. Ibu Helmida S.Pd.SD yang bersedia membantu mengobservasi proses

37
pembelajaran yang dilaksanakan.
d. Rekan-rekan guru SD Negeri 29 Sungai Limau yang turut memberikan
masukan perbaikan pembelajaran.
B. DESKRIPSI PER SIKLUS
Prosedur perbaikan penelitian ini sesuai dengan jenis Penelitian Tindakan
Kelas (PTK), yaitu terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus meliputi:
1. Perencanaan
Menjelaskan tentang Rencana kegiatan (menjelaskan tentang rencana
kegiatan yang terdapat dalam Rancangan Siklus 1 dan 2) dan definisi setiap
kegiatannya. Menyajikan Tabel rencana Kegiatan yang terdapat dalam
Rancangan satu Siklus untuk siklus 1 dan siklus 2.
2. Pelaksanaan
Menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran, yaitu
tentang kapan dan bagaimana proses pelaksanaan pembelajarannya.
3. Pengamatan
Menjelaskan cara pengamatan yang akan dilakukan oleh guru terkait
pelaksanaan perbaikan pembelajarannya dan bagaimana guru melakukan
analisis terhadap hasil pengamatan tersebut.
4. Refleksi
Menjelaskan bagaimana cara guru melakukan refleksi terhadap perencanaan
pembelajaran yang dilakukannya, apa alat yang digunakan untuk refleksi dan
bagaimana menggunakannya.

Gambar 1 Desain Siklus PTK Model Kemmis dan M. Taggart

38
1. Perencanaan
Sebelum melakukan penelitian, dalam tahap perencanaan dilakukan kegiatan
penelitian ini terlihat dari Tabel 3.
Tabel3 Rangkaian kegiatan pada Tahap perencanaan dalam penelitian
No Hari /Tanggal Kegiatan Deskripsi
1 Senin, 5 Oktober Menetapkan Penelitian dilaksanakan sesuai
2020 jadwal kalender pendidikan
penelitian untuk
siklus 1 dan siklus
2
2 Rabu, 7 Oktober Mengkaji Menentukan tema dan subtema
2020 Kurikulum 2013 yang diteliti
pada
pembelajaran
3 Rabu, 7 Oktober Merancang RPP Banyak pertemuan dalam RPP
2020 untuk siklus 1 dan dirancang sesuai tema dan
siklus 2 dengan subtema dimana pada langkah-
model Number langkah
Head Together pembelajaran pada kegiatan ini
(NHT ) mengguanakan sintak NHT
4 Jum’at, 9 Menyiapkan Instrumen berupa:
Oktober 2020 instrument lembar observasi simulasi PKP
penelitian untuk dan alat penilaian simulasi PKP
siklus 1 dan yang telah berisi data peneliti
siklus 2
5 Senin, 12 Menyiapkan Video 1 simulasi pembelajaran
Oktober 2020 kamera, alat dibuat engan pedoman RPP
peraga dan segala hari terakhir/pertemuan terakhir
fasilitas siklus 1
yang akan untuk siklus 1 dan Video 2
digunakan dalam simulasi
pembuatan video pembelajaran dibuat dengan
1 pedoman RPP hari
dan 2 simulasi terakhir/pertemuan terakhir
pembelajaran siklus 2serta mengambil foto
serta untuk dokumentasi
dokumentasi
Berdasarkan Tabel 3 Rencana Kegiatan yang dilaksanakan itu sebagai berikut:
a. Menetapkan jadwal penelitian untuk siklus 1 dan siklus 2 Jadwal penelitian
untuk siklus 1 dilaksanakan sesuai dengan jadwal pembuatan video 1 simulasi
pembelajaran yaitu pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 dan video 2
simulasi pembelajaran yaitu pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020.
b. Mengkaji Kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas IV serta penunjang
lain. Penelitian dilakukan pada Kompetensi Dasar 3.4 Mengidentifikasi
kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada kehidupan
masyarakat masa kini di lingkungan daerah setempat.
c. Merancang RPP dengan model Number Head Together (NHT)

39
Pada kegiatan inti dalam RPP menggunakan sintaks NHT sebagai berikut:
a. Penomoran
b. Mengajukan pertanyaan
c. Berpikir bersama
d. Menjawab pertanyaan
d. Menyiapkan instrument penelitian berupa:
a. lembar observasi simulasi PKP yang telah berisi data peneliti digunakan
untuk mengobservasi video 1 simulasi pembelajaran terkait
keterlaksanaan RPP dan penampilan peneliti.
b. Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP yang telah berisi data peneliti
masing- masing digunakan untuk 2 siklus. APS PKP ada 2 jenis yaitu:
a) Alat Penilaian Simulasi PKP 1 (APS-PKP 1) untuk menilai RPP
peneliti.
b) Alat Penilaian Simulasi PKP 2 (APS-PKP 2) untuk menilai video 1
simulasi pembelajaran.
c) Menyiapkan kamera, alat peraga dan segala fasilitas yang akan
digunakan dalam pembuatan video 1 simulasi pembelajaran serta
untuk dokumentasi. Dokumentasi berupa foto kegiatan awal, foto
kegiatan inti, foto kegiatan penutup dan foto aktivitas diskusi bersama
pendamping.
2. Pelaksanaan
Setelah penyusunan RPP, maka peneliti melakukan pembelajaran sesuai
dengan RPP yang telah di susun. Pada tahap ini, peneliti melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah dirumuskan. Setiap langkah
yang telah direncanakan diamati dan dikumpulkan data-datanya, baik data
aktifitas selama proses pembelajaran maupun data hasil pembelajaran. Hal ini
dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan aktivitas, dan hasil pembelajaran dari
siklus satu ke siklus berikutnya.
3. Pengamatan
Observasi terhadap tindakan pembelajaran IPS di Kelas IV dengan model
NHT dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Kegiatan ini dilakukan
secara intensif, objektif dan sistematis. observasi dilakukan oleh guru pada waktu
melaksanakan tindakan pembelajarana IPS melalui video 1 simulasi
pembelajaran. Pada kegiatan ini guru berusaha mengenal, dan
mendokumentasikan semua kegiatan dan perubahan yang terjadi selama
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model NHT baik yang
disebabkan oleh tindakan terencana maupun tindakan diluar perencanaan yang
terdapat dalam pembelajaran IPS. Kemudian guru melakukan diskusi dengan guru
senior untuk membahas tentang kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru
serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Kegiatan pengamatan dilakukan oleh guru untuk mengamati kegiatan siswa
selama proses pembelajaran, kegiatan tersebut dicatat pada lembar observasi.
Observasi dilakukan secara terus menerus mulai dari siklus I sampai selesai.
Observasi pada siklus II berpedoman pada penyusunan tindakan pada siklus I.
Rencana siklus ke II dibuat berdasarkan analisis pada siklus I. Hasil pengamatan
ini kemudian didiskusikan dengan guru senior dan diadakan refleksi untuk
perencanaan siklus II.

40
4. Refleksi
Pada kegiatan ini peneliti dan guru mengamati lembaran observasi yang
telah diisi dan hasil penilaian APS. Serta melakukan diskusi tentang kelebihan dan
kekurangan yang terdapat pada pembelajaran yang telah dilakukan melalui video
1 simulasi pembelajaran. Apabila terdapat kekurangan maka dilakukan perbaikan
terhadap kegiatan pembelajaran. Selain itu guru dan peneliti mengulas dan
menjelaskan perbedaan rencana dan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan.
Lalu melakukan intervensi, pemaknaan dan penyimpulan data yang diperoleh.
Hasil refleksi bersama ini dimanfaatkan sebagai masukan pada tindakan
selanjutnya. Selain itu, hasil kegiatan refleksi setiap tindakan digunakan untuk
menyusun simpulan terhadap hasil tindakan siklus I dan II.

41
LINK VIDEO SIMULASI 1 DAN 2 UNTUK PERBAIKAN
PEMBELAJARAN PADA MATAKULIAH PKP

NAMA MAHASISWA : Rina Susiani


NIM : 856209916

Video Simulasi 1

https://youtu.be/v3Iqa-KRo2U

Video Simulasi 2

https://youtu.be/eFoiDHQ4Qqc

42
FOTO DOKUMENTASI SIMULASI PEMBELAJARAN SIKLUS 1 DAN
SIKLUS 2

Siklus 1
Kegiatan Pembuka Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup

43
Siklus 2
Kegiatan Pembuka Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup

44
Sesi 4-Refensi Rujukan

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Susanto. (2015). Teori Belajar Dan Pembelajaran Disekolah Dasar.


Jakarta: Prenada Media
Agus Suprijono. (2013). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM.
Yogyakarta: Pusaka Pelajar.
Aunurrahman. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Bambang Riyanto. (2010). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, ed. 4, BPFE.
Yogyakarta
Djamarah, Syaiful Bahri. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Gunawan, Rudi. (2011). Pendidikan IPS Filosofi, Konsep dan Aplikasi. Bandung:
Alfabeta
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Heruman. (2013). Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Huda, Miftahul. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Hobri. (2009). Model-model Pembelajaran Inovatif. Jember. Center of Society
Studies. Jember
Purwanto. (2013). Evaluasi hasil belajar.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Solihatin, Etin. (2011). Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS.
Jakarta: Bumi Aksara.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan
Implementasinya dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.
Tryana. (2008). Kelebihan Model Numbered Head Together. Jakarta. Inter Plus.
Zamroni. (2000). Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Bigraf
Publishing.

45
Perbaikan Draft Bab 1 Sampai Dengan Bab 3

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada jenjang pendidikan dasar pemberian mata pelajaran IPS dimaksudkan
untuk membekali siswa dengan pengetahuan, kemampuan praktis, agar mereka
dapat menelaah, mempelajari dan mengkaji fenomena-fenomena serta masalah
sosial yang ada disekitar mereka. Melalui mata pelajaran IPS, siswa diarahkan
untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertangggung jawab,
serta warga dunia yang cita damai, melalui pemahaman terhadap pengetahuan dan
kemampuannya di dalam berinteraksi secara positif dan aktif dengan
lingkungannya. Tujuan tersebut membuat guru memiliki tanggung jawab besar
untuk menggunakan pemikiran dan tenaga untuk dapat mengajarkan IPS dengan
baik dan benar. Menurut Trianto (2010: 171) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi,
sejarah, geografi ekonomi, politik, hukum dan budaya. Berdasarkan pengertian
dan tujuan pembelajaran IPS tersebut, diperlukan tenaga guru yang profesional
artinya mampu melakukan proses pembelajaran yang tepat dan terencana untuk
mencapai hasil belajar siswa.
IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki tujuan membekali
siswa untuk mengembangkan penalaran di samping aspek nilai dan moral.
Implementasinya, materi IPS hanya menekankan aspek pengetahuan yang
berpusat pada guru dan hanya membentuk budaya menghafal, sehingga
pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hafalan.
Pembelajaran IPS sangat menjenuhkan karena penyajiannya kurang menarik,
bersifat monoton dan konvensional, hanya sekedar ceramah. Peningkatan hasil
belajar siswa dapat dilakukan dengan menciptakan situasi pembelajaran yang
melibatkan siswa. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran menggunakan
berbagai model, metode/cara pembelajaran sesuai yang lebih melibatkan siswa.
Model pembelajaran kooperatif lebih membuat siswa aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan pada permasalahan tersebut untuk meningkatkan hasil belajar
siswa SDN 29 Sungai Limau, maka diperlukan untuk menciptakan kondisi
pembelajaran yang inovatif, guru dituntut agar mampu mengelola kelas dalam
proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa supaya lebih
efektif dalam pembelajaran. Adapun upaya untuk meningkatkan hasil belajar
siswa tersebut adalah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
(Numbered Heads Together) dalam pembelajaran IPS. Dengan menggunakan
model tersebut siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran, saat berdiskusi siswa
tidak bergantung pada siswa yang lain dan saat mempresentasikan hasil diskusi
kelompok siswa lebih antusias dan lebih aktif. Peran guru dalam pembelajaran IPS
lebih memungkinkan terciptanya kondisi belajar yang kondusif seperti
memberikan siswa kesempatan berperan aktif.

46
Tabel 1 Nilai Siswa Materi Pahlawanku Kelas IV SD
Ketuntasan
No Nama Siswa KKM Nilai Belum
Tuntas
tuntas
1 Abdul Rizki Putra 70 69 
2 Anisa Salsabila 70 85 
3 Dara Zaskia 70 72 
4 Jihan Putri Khairani 70 80 
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 
6 Muhammad Farel 70
79 
Alfarisi
7 Muhammad Yusuf 70
69 
Ibrahim
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 
9 Nazwa Fitriani 70 69 
10 Silfani Yuliandra 70 80 
11 Hanny Kalbina 70 69 
12 Rozaq Januardi 70 65 
13 Hendra 70 69 
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 
15 Muhamad Ibrahim 70 79 
16 Ibnu Sabil 70 65 
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 
18 Meli Nurmala 70 67 
19 Fiona Adfadila 70 69 
20 Zian Nasada Raja 70 68 
Jumlah 1 445
Rata-rata 72.25
Nilai tertinggi 85
Nilai terendah 65
Tuntas % 45
Tidak tuntas % 55
Pada Tabel 1 menunjukkan ada 11 siswa yang mendapat nilai 70 ke atas dan
11 siswa nilainya di bawah 70. Jika diperinci hasil evaluasi tes siklus I. Analisis
hasil tes siklus I di atas dalam pembelajaran IPS nilai rata-rata kelas 72,25 Siswa
yang belum tuntas dalam pembelajaran sebanyak 11 siswa (55 %), dan yang tuntas
ada 9 siswa dengan presentase ketuntasan belajar baru mencapai 45 %. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah ada kemajuan atau peningkatan
hasil belajar siswa, akan tetapi masih perlu ditingkatkan agar siswa dapat
menguasai materi pelajaran IPS yang diajarkan oleh guru. Maka peneliti masih
perlu segera mengambil langkah untuk memperbaiki pembelajaran tersebut, agar
siswa dapat memahami materi sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai
dalam pembelajaran. Salah satu penyebab belum optimalnya hasil belajar siswa
pada mata pelajaran IPS di SDN 29 Sungai Limau adalah kegiatan pembelajaran
masih terpusat pada guru dan masih menggunakan metode ceramah. Sehingga
mengakibatkan pembelajaran yang dilaksanakan terkesan hanya sebagai
penyampaian materi saja tanpa terlihat adanya keaktifan siswa. Berdasarkan

47
kondisi yang dialami guru/penulis dilapangan diangakatlah sebuah upaya
perbaikan dalam pembelajaran dengan judul “Upaya Meningkatkan Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa dengan menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together di Kelas IV SDN 29
Sungai Limau”.

B. Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa
permasalahan yaitu:
1. Kurangnya minat siswa dalam
pembelajaran IPS di SDN 29 Sungai Limau
2. Siswa kesulitan dalam memahami
interaksi manusia dengan lingkungan sekitar
3. Rendahnya hasil belajar siswa dalam
pembelajaran IPS
C. Analisis Masalah
Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS disebabkan oleh
kurangnya media pembelajaran yang di gunakandan Kurang nya sumber buku
yang di gunakan dalam pembelajaran serta model pembelajaran yang digunakan
kurang menarik.
D. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran IPS adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif. Model
pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja
kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan
oleh guru. Pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana
guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-
bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan
masalah yang dimaksud. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang efektif
adalah Numbered Heads Together atau penomoran berfikir bersama merupakan
jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi
siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional.
E. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan deskripsi latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah
dalam penelitian ini, yaitu Bagaimana Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS
Siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered
Heads Together di Kelas IV SD N 29 Sungai Limau
F. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Upaya Meningkatkan
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa dengan menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together di Kelas IV SDN 29
Sungai Limau.
G. MANFAAT PENELITIAN
1. Guru
a) Guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan
pengetahuan dan ketrampilan sendiri.

48
b) Merupakan bahan diskusi dengan teman sejawat untuk meningkatkan
motivasi belajara siswa dalam pembelajaran yang kondusif.
2. Siswa
a) Merupakan alternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam
pembelajaranMatematikasesuai dalam pembelajaran yang kondusif.
b) Memperbaiki praktek pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki
belajar siswa.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Karakteristik Siswa SD
Peserta didik sekolah dasar (SD) umumnya berkisar antara 6 atau 7 tahun
sampai 12 atau 13 tahun, mereka berada pada fase operasional konkret Heruman,
(2013:1). Kemampuan yang tampak pada fase ini adalah kemampuan dalam
proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika, meskipun masih
terikat dengan objek yang bersifat konkret. Objek konkret tersebut yang dapat
ditangkap oleh panca indra. Piaget dalam Susanto (2015:77) menyatakan bahwa
setiap tahapan perkembangan kognitif pada anak, mempunyai karakteristik
berbeda. Secara garis besar dikelompokkan menjadi empat tahap, yaitu:
1. Tahap sensori motor (usia 0-2 tahun), pada tahap ini anak belum
memasuki usia sekolah;
2. Tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun), pada tahap ini kemampuan
kognitifnya masih terbatas. Anak masih suka meniru perilaku orang lain
(khususnya orang tua dan guru) yang pernah ia lihat dan anak.
B. Hasil Belajar
Slameto (2010:2) belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk mempengaruhi suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengamatannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Trianto (2010:16) belajar adalah perubahan pada individu yang terjadi
melalui pengalaman, dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya
atau karakteristik seseorang sejak lahir. Belajar merupakan kegiatan penting setiap
orang, termasuk didalamnya belajar bagaimana seharusnya belajar (Aunurrahman,
2009:33). Purwanto (2013:54) mengemukakan hasil belajar adalah perubahan
perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan
tujuan pendidikan. Sedangkan Djamarah (2011:176) faktor-faktor yang
mempengaruhi proses dan hasil belajar yaitu faktor lingkungan, faktor
instrumental, faktor fisiologis, dan faktor psikologis.
Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan
hasil nilai yang diperoleh siswa dari hasil evaluasi setelah kegiatan proses
pembelajaran yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam ranah kognitif, afektif
dan psikomotor yang diperoleh sebagai akibat usaha kegiatan belajar dan dinilai
dalam periode tertentu.
C. Pembelajaran IPS
Trianto (2010:171) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari
berbagai cabang ilmu–ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi ekonomi,
politik, hukum dan budaya. IPS dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena
sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-

49
cabang ilmu-ilmu sosiai (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum,
dan budaya).
Djahari dan Makmun dalam Gunawan (2011:17) “IPS atau studi sosial
konsep-konsepnya merupakan konsep pilihan dari berbagai ilmu lalu dipadukan
dan diolah secara didaktis-pedagogis sesuai dengan tingkat perkembangan siswa”.
Trianto (2010:176) tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang
terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala
ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi
sehari-hari, baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa
masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran
IPS di sekolah diorganisasikan secara baik.
D. Pembelajaran IPS di SD
1. Tujuan Pembelajaran IPS di SD
Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) adalah cabang ilmu sosial yang terdiri dari sosiologi, sejarah, geografi
ekonomi, politik, hukum dan budaya. Sedangakan tujuan IPS sekolah dasar ialah
untuk mencetak generasi yang berwawasan ilmu sosial serta konsep-konsep yang
berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya baik dari aspek
kognisi, afeksi maupun psikomotor.
2. Ruang Lingkup Materi IPS di SD
Penelitian ini memfokuskan peningkatan hasil belajar IPS Kelas IV SDN 29
Sungai Limau pada ruang lingkup pembelajaran IPS tentang Tema 5 Subtema 2
Pahlawan Kebanggaanku.
E. Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis
kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih diarahkan oleh guru Suprijono
(2013:54).
Riyanto (2010:267), pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran
yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic Skill),
sekaligus keterampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill. Sedangkan
Solihatin (2011:4) berpendapat bahwa pada dasarnya cooperative learning
mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja
atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam
kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerja sangat
dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Zamroni
(2000) dalam Trianto (2010:57) manfaat penerapan belajar kooperatif adalah dapat
mengurangi kesenjangan pendidikan khususnya dalam wujud input pada level
individual.
F. Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
1. Pengertian Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Trianto (2010:82), Numbered Heads Together atau penomoran berfikir
bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk
mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas
tradisional.
Huda (2013:130), NHT merupakan varian dari diskusi kelompok. Numbered

50
Heads Together adalah metode belajar dengan cara setiap siswa diberi nomor dan
dibuat suatu kelompok, kemudian secara acak, guru memanggil nomor dari siswa
(Hamdani, 2011:89).
Suprijono (2013:92) tujuan pembelajaran tipe Numbered Heads Together
(NHT) ini adalah agar peserta didik dapat menemukan jawaban pertanyaan
sebagai pengetahuan yang utuh.
Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa pengetian Numbered
Heads Together (NHT) adalah model pembelajaran yang membagi siswa ke dalam
beberapa kelompok kecil, hal ini ditujukan agar siswa dapat saling bekerjasama,
saling membantu dan saling memotivasi dengan siswa lainnya, agar siswa dapat
mencapai hasil yang maksimal dari pembelajaran tersebut.
2. Tahap-Tahap Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Menurut Ibrahim dalam Hobri (2009:62) ada empat sintak yang harus
dilaksanakan dalam pembelajaran numbered head together (NHT) yaitu :
1. Penomoran
Penomoran adalah hal yang utama di dalam NHT, dalam tahap ini guru
membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan
tiga sampai lima orang dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa
dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di
dalam kelompok.
2. Mengajukan pertanyaan
Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diberikan dapat
diambil dari materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari, dalam
membuat pertanyaan usahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga
bersifat umum dan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pula.
3. Berpikir bersama
Setiap kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan
memastikan tiap anggota kelompok mengetahui jawabannya.
4. Menjawab pertanyaan
Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomor-nya
sama melaporkan hasil kerjasama kelompoknya untuk seluruh kelas. Pada
sesi ini siswa tidak diperbolehkan lagi berdiskusi dengan anggota
kelompoknya. Hal ini dilakukan agar siswa lebih termotivasi untuk
berpartisipasi ketika diskusi.
3. Kelebihan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Sebagaimana dijelaskan oleh Hill (1993) dalam Tryana (2008) bahwa model
NHT memiliki kelebihan diataranya:
a. Meningkatkan prestasi belajar siswa
b. Mampu memperdalam pamahaman siswa
c. Menyenangkan siswa dalam belajar
d. Mengembangkan sikap positif siswa
e. Mengembangkan sikap kepemimpinan siswa
f. Mengembangkan rasa ingin tahu siswa
g. Meningkatkan rasa percaya diri siswa
h. Mengembangkan rasa saling memiliki
i. Mengembangkan keterampilan untuk masa depan
4. Kekurangan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)

51
Namun setiap model pembelajaran juga pasti terdapat kekurangan dan
kelebihan, kekurangan model pembelajaran NHT sebagai berikut:
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi siswa dengan guru, Selain
itu membutuhkan kemampuan yang khusus dalam melakukan atau
menerapkannya.
2. Kemungkinan nomor yang telah dipanggil akan dipanggil kembali oleh
guru.
3. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
4. Proses diskusi dapat berjalan lancar jika ada siswa yang sekedar
menyalin pekerjaan siswa yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang
memadai.
5. Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang
berbeda-beda serta membutuhkan waktu khusus.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. SUBJEK PENELITIAN
1. Subjek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV semester ganjil di
SD Negeri 29 Sungai Limau Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang
Pariaman Tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah peserta didik adalah 20
orang, mata pelajaran yang akan diteliti yaitu: IPS dengan materi tema 5
Pahlawanku.
2. Tempat
Penelitian telah dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri 29 Sungai Limau
Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman tahun pelajaran
2020/2021.
3. Waktu penelitian
Penelitian akan dilakukan pada semester II Tahun Pelajaran 2020/2021,
pada bulan Oktober. Secara rinci jadwal pelaksanaan sebagai berikut:

Tabel 2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian


Muatan
No Kegiatan Hari/Tanggal
Pelajaran
1 Siklus 1 Senin/19 Oktober 2020
IPS
2 Siklus 2 Senin/26 Oktober 2020
4. Pihak yang membantu
a) Ibu Megawati, M.Pd sebagai Supervisor 1 dan Tutor Universitas Terbuka
Kabko Pariaman.
b) Ibu Zetwisma, S.Pd sebagai kepala sekolah SD Negeri 29 Sungai Limau.
c) Ibu Helmida S.Pd.SD yang bersedia membantu mengobservasi proses
pembelajaran yang dilaksanakan.
d) Rekan-rekan guru SD Negeri 29 Sungai Limau yang turut memberikan
masukan perbaikan pembelajaran.

52
B. DESKRIPSI PER SIKLUS
Prosedur perbaikan penelitian ini sesuai dengan jenis Penelitian Tindakan
Kelas (PTK), yaitu terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus meliputi:
1. Perencanaan
Menjelaskan tentang Rencana kegiatan (menjelaskan tentang rencana
kegiatan yang terdapat dalam Rancangan Siklus 1 dan 2) dan definisi setiap
kegiatannya. Menyajikan Tabel rencana Kegiatan yang terdapat dalam
Rancangan satu Siklus untuk siklus 1 dan siklus 2.
2. Pelaksanaan
Menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran, yaitu
tentang kapan dan bagaimana proses pelaksanaan pembelajarannya.
3. Pengamatan
Menjelaskan cara pengamatan yang akan dilakukan oleh guru terkait
pelaksanaan perbaikan pembelajarannya dan bagaimana guru melakukan
analisis terhadap hasil pengamatan tersebut.
4. Refleksi
Menjelaskan bagaimana cara guru melakukan refleksi terhadap perencanaan
pembelajaran yang dilakukannya, apa alat yang digunakan untuk refleksi dan
bagaimana menggunakannya.

Gambar 2 Desain Siklus PTK Model Kemmis dan M. Taggart

5. Perencanaan
Sebelum melakukan penelitian, dalam tahap perencanaan dilakukan kegiatan
penelitian ini terlihat dari Tabel 3.

53
Tabel 3 Rangkaian kegiatan pada Tahap perencanaan dalam penelitian
No Hari /Tanggal Kegiatan Deskripsi
1 Senin, 5 Oktober Menetapkan jadwal Penelitian dilaksanakan
2020 penelitian untuk sesuai kalender pendidikan
siklus 1 dan siklus 2
2 Rabu, 7 Oktober Mengkaji Menentukan tema dan
2020 Kurikulum 2013 subtema
pada pembelajaran yang diteliti
3 Rabu, 7 Oktober Merancang RPP Banyak pertemuan dalam
2020 untuk siklus 1 dan RPP dirancang sesuai tema
siklus 2 dengan dan subtema dimana pada
model Number langkah-langkah
Head Together pembelajaran pada
(NHT ) kegiatan ini
mengguanakan sintak
NHT
4 Jum’at, 9 Oktober Menyiapkan Instrumen berupa:
2020 instrument lembar observasi simulasi
penelitian untuk PKP dan alat penilaian
siklus 1 dan siklus 2 simulasi PKP yang telah
berisi data peneliti
5 Senin, 12 Oktober Menyiapkan Video 1 simulasi
2020 kamera, alat peraga pembelajaran dibuat
dan segala fasilitas engan pedoman RPP hari
yang akan terakhir/pertemuan
digunakan dalam terakhir siklus 1
pembuatan video 1 untuk siklus 1 dan Video 2
dan 2 simulasi simulasi
pembelajaran serta pembelajaran dibuat
untuk dokumentasi dengan pedoman RPP hari
terakhir/pertemuan
terakhir siklus 2serta
mengambil foto
dokumentasi
Berdasarkan Tabel 3 Rencana Kegiatan yang dilaksanakan itu sebagai berikut:
a. Menetapkan jadwal penelitian untuk siklus 1 dan siklus 2 Jadwal penelitian
untuk siklus 1 dilaksanakan sesuai dengan jadwal pembuatan video 1 simulasi
pembelajaran yaitu pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 dan video 2
simulasi pembelajaran yaitu pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020.
b. Mengkaji Kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas IV serta penunjang
lain. Penelitian dilakukan pada Kompetensi Dasar 3.4 Mengidentifikasi
kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada kehidupan
masyarakat masa kini di lingkungan daerah setempat.
c. Merancang RPP dengan model Number Head Together (NHT) Pada kegiatan
inti dalam RPP menggunakan sintaks NHT sebagai berikut:
1. Penomoran
2. Mengajukan pertanyaan
3. Berpikir bersama

54
4. Menjawab pertanyaan
d. Menyiapkan instrument penelitian berupa:
a. lembar observasi simulasi PKP yang telah berisi data peneliti digunakan
untuk mengobservasi video 1 simulasi pembelajaran terkait
keterlaksanaan RPP dan penampilan peneliti.
b. Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP yang telah berisi data peneliti
masing- masing digunakan untuk 2 siklus. APS PKP ada 2 jenis yaitu:
a) Alat Penilaian Simulasi PKP 1 (APS-PKP 1) untuk menilai RPP
peneliti.
b) Alat Penilaian Simulasi PKP 2 (APS-PKP 2) untuk menilai video 1
simulasi pembelajaran.
c) Menyiapkan kamera, alat peraga dan segala fasilitas yang akan
digunakan dalam pembuatan video 1 simulasi pembelajaran serta
untuk dokumentasi. Dokumentasi berupa foto kegiatan awal, foto
kegiatan inti, foto kegiatan penutup dan foto aktivitas diskusi
bersama pendamping.
6. Pelaksanaan
Setelah penyusunan RPP, maka peneliti melakukan pembelajaran sesuai
dengan RPP yang telah di susun. Pada tahap ini, peneliti melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah dirumuskan. Setiap langkah
yang telah direncanakan diamati dan dikumpulkan data-datanya, baik data
aktifitas selama proses pembelajaran maupun data hasil pembelajaran. Hal ini
dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan aktivitas, dan hasil pembelajaran dari
siklus satu ke siklus berikutnya.
7. Pengamatan
Observasi terhadap tindakan pembelajaran IPS di Kelas IV dengan model
NHT dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Kegiatan ini dilakukan
secara intensif, objektif dan sistematis. observasi dilakukan oleh guru pada waktu
melaksanakan tindakan pembelajarana IPS melalui video 1 simulasi
pembelajaran. Pada kegiatan ini guru berusaha mengenal, dan
mendokumentasikan semua kegiatan dan perubahan yang terjadi selama
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model NHT baik yang
disebabkan oleh tindakan terencana maupun tindakan diluar perencanaan yang
terdapat dalam pembelajaran IPS. Kemudian guru melakukan diskusi dengan guru
senior untuk membahas tentang kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru
serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Kegiatan pengamatan dilakukan oleh guru untuk mengamati kegiatan siswa
selama proses pembelajaran, kegiatan tersebut dicatat pada lembar observasi.
Observasi dilakukan secara terus menerus mulai dari siklus I sampai selesai.
Observasi pada siklus II berpedoman pada penyusunan tindakan pada siklus I.
Rencana siklus ke II dibuat berdasarkan analisis pada siklus I. Hasil pengamatan
ini kemudian didiskusikan dengan guru senior dan diadakan refleksi untuk
perencanaan siklus II.
8. Refleksi
Pada kegiatan ini peneliti dan guru mengamati lembaran observasi yang
telah diisi dan hasil penilaian APS. Serta melakukan diskusi tentang kelebihan dan
kekurangan yang terdapat pada pembelajaran yang telah dilakukan melalui video
1 simulasi pembelajaran. Apabila terdapat kekurangan maka dilakukan perbaikan

55
terhadap kegiatan pembelajaran. Selain itu guru dan peneliti mengulas dan
menjelaskan perbedaan rencana dan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan.
Lalu melakukan intervensi, pemaknaan dan penyimpulan data yang diperoleh.
Hasil refleksi bersama ini dimanfaatkan sebagai masukan pada tindakan
selanjutnya. Selain itu, hasil kegiatan refleksi setiap tindakan digunakan untuk
menyusun simpulan terhadap hasil tindakan siklus I dan II.

56
Upload Sesi 5- Pembuatan Bab IV Dan Bab V

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
1. Pra Siklus
Pelaksanaan pra siklus dilaksanaan pada tanggal 03 Oktober 2020. Dalam
pra siklus ini pembelajaran belum menggunakan model NHT.
Table 4 Rekapitulasi Ketuntasan Tes Awal IPS Pra Siklus
Jumlah Nilai rata-
Ketuntasa Persentase KKM
Siswa rata
Tuntas 4 25 %
70 58
Belum Tuntas 12 75 %
Tabel 4 Berdasarkan hasil tes pra siklus diketahui bahwa peserta didik yang
tuntas dari KKM yang ditentukan 70 sebanyak 11 orang siswa tuntas dengan
persentase 25 % dan 9 orang siswa tidak tuntas dengan persentase 75 % dengan
nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 60 dengan rata-rata 65.
2. Siklus I
Penelitian siklus I dilaksanakan pada hari selasa tanggal 10 Oktober 2020
jam 10.30-11.15 WIB. Pelaksanaan siklus I terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan dan refleksi
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan perangkat yang dibutuhkan
dalam kegiatan siklus I. Hal - hal yang dibutuhkan dalam tahapan ini adalah:
1) Menyiapkan materi pembelajaran.
Materi pembelajaran yang dipersiapkan adalah Pahlawanku. Membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan materi tersebut.
2) Menyediakan alat-alat dan media pembelajaran yang digunakan dalam
proses pembelajaran
3) Membuat instrument penilaian yang meliputi: Instrumen penilaian berupa
lembar observasi simulasi PKP dan alat penilaian simulasi PKP yang telah
berisi data peneliti, serta soal tes tertulis siklus I.

57
b. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini berupa pelaksanaan simulasi perbaikan
pembelajaran yang dilakukan melalui video 1 simulasi pembelajaran dengan
rangkaian kegiatan sebagai berikut
1) Pelaksanaan Kegiatan Awal
Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyiapkan situasi dan kondisi kelas
untuk mengikuti proses pembelajaran, dimulai dengan mengecek kesiapan belajar
siswa, setelah mencek kesiapan siswa untuk belajar maka siswa untuk berdoa’
serta mencek kehadiran siswa, Selanjutnya guru menjelaskan tentang prosedur
pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe NHT. kegiatan ini berlangsung selama
30 detik.
2) Pelaksanaan Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti pembelajaran disesuaikan dengan langkah pembelajaran
model kooperatif tipe NHT yang meliputi
Langkah 1 : Penyajian Materi
1. Sebelumnya guru menempelkan gambar seorang anak yang membantu kakek
menyeberang jalan.
2. Guru meminta pendapat siswa tentang kejadian yang ada di dalam gambar.
Guru membuat kesimpulan bahwa anak tersebutmemiliki sikap kepahlawanan
yaitu berkorban untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
3. Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa mereka akan banyak
belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan dari Raja-Raja di masa Hindu, Budha
dan Islam.
Langkah 2 : Penomeran
1. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok
2. Tiap kelompok beranggotakan 3 sampai 4 siswa (pembagian kelompok)
3. Guru memberikan nomor pada masing – masing siswa dari setiap kelompok
secara berurutan (penomoran)
Langkah 3 : Mengajukan Pertanyaan
1. Sebelumnya guru menempelkan gambar Sultan Hasanuddin
2. Guru menanyakan kepada siswa tentang siapa nama Tokoh yang ada di
pajang di depan kelas?

58
3. Guru dan siswa kemudian membahas tentang sejarah Sultan Hasanuddin.
4. Guru menghubungkan antara sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam
dan yang dimiliki oleh anak tersebut.
5. Guru selanjutnya adalah memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa
tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam.
6. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada setiap kelompok sebagai
bahan diskusi
Langkah 4 : Berfikir Bersama
1. Guru menjelaskan peraturan saat diskusi (pengarahan)
2. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar.
3. Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada pada buku pelajaran. Guru
memberi waktu sekitar lima menit.
4. Siswa membaca senyap teks tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa
Islam.
5. Guru meminta siswa untuk memberikan beberapa contoh sikap kepahlawanan
dari Raja-Raja tersebut yang terlihat di sekitar mereka.
6. Setiap siswa kemudian menjawab pertanyaan yang ada dan mendiskusikan
jawabannya di kelompok masing-masing.
7. Setiap siswa saling berdiskusi dengan masing-masing kelompoknya
8. Siswa menuliskan nilai-nilai perjuangan temtamg sikap kepahlawanan Raja-
Raja di masa Islam
9. Guru membimbing diskusi, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke
kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
Langkah 5 : Menjawab
1. Salah satu kelompok tercepat telah menyelesaikan LKS-nya dan guru
menyebutkan salah satu nomor tertentu untuk mempresentasikan hasil diskusi
di depan kelas.
2. Guru mengajak satu atau dua siswa untuk menyampaikan hasil diskusinya,
lalu memberi penguatan kepada seluruh siswa mengenai jawaban yang
diharapkan.
3. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.

59
Langkah 6 : Penilaian dan Pemberian Tanggapan
1. Guru dapat memberi kesempatan kepada seluruh siswa untuk memberikan
komentar dari jawaban yang ada. Guru tidak menjawab langsung namun
memberi kesempatan kepada siswa lain untuk mencoba menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh temannya.
2. Guru memberi penghargaan terhadap murid yang telah turut aktif dalam
pembelajaran dan memberi motivasi kepada murid yang kurang aktif.
3. Guru dapat menguatkan jawaban-jawaban yang ada.
Langkah 7 : Kesimpulan
1. Guru memberikan kesimpulan dan penjelasan atas pertanyaan dari jawaban
yang disampaikan siswa Agar tidak menimbulkan kerancuan atau salah
persepsi pada siswa.
Langkah 8: Evaluasi
1. Pemberian evaluasi bertujuan untuk mengetahui dan memberikan umpan
balik dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan. Pemberian evaluasi ini dapat
berupa penilaian secara lisan dan tulisan.
2. Guru menanyakan materi yang belum dimengerti oleh siswa
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
4. Siswa mendapatkan soal evaluasi.
3) Penutup
Bersama-sama siswa membuat kesimpulan/rangkuman hasil belajar selama
sehari Integritas
a. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil
ketercapaian materi)
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya
tentang pembelajaran yang telah diikuti.
c. Melakukan penilaian hasil belajar
d. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius.
c. Pengamatan
Hasil pengamatan dalam proses pembelajaran pada siklus dapat diketahui
bahwa: Penerapan model NHT pada tentang lembaga-lembaga dalam susunan

60
pemerintahan kota. Pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan Rencana
Perbaikan Pembelajaran (RPP). Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan lembar
observasi simulasi PKP yang terdapat pada Tabel 5.
Table 5 Hasil Pengamatan Lembar Observasi Simulasi PKP Oleh Observer
KESESUAIAN
SARAN/HASIL
DENGAN RPP*
ASPEK YANG DIAMATI DISKUSI/REFLE
TIDAK
SESUAI KSI
SESUAI
A. KEGIATAN KEGIATAN
PENDAHULUAN/AWA PENDAHULUAN
L /AWAL
1. Memotivasi  Seharusnya
ditingkatkan lagi
2. Memberi acuan  dalam kegiatan
3. Melakukan apersepsi  pendahuluan atau
membuat
permainan
B. KEGIATAN INTI KEGIATAN INTI
1. Penjelasan  Di dalam kegiatan
konsep/materi/contoh/il inti seharusnya
ustrasi dikembangkan lagi
2. Pemberian penguatan  materi yang
diajarkan
3. Penggunaan media 
4. Pemberian tugas/latihan 
5. Umpan balik 
C. KEGIATAN PENUTUP KEGIATAN
PENUTUP
1. Meringkas/Merangkum  Seharusnya
didalam kegiatan
2. Evaluasi  penutup hendaknya
3. Pemberian tugas  guru mengevaluasi
siswa
KEPANTASAN SARAN/ HASIL
PENAMPILAN YANG
TIDAK DISKUSI/REFLE
DIAMATI PANTAS
PANTAS KSI
1. Pakaian yang dikenakan  Lebih ditingkatkan
lagi
2. Alas kaki yang digunakan 
3. Ekspresi / mimik wajah 
4. Sikap/gerak tubuh saat 
berdiri
5. Bahasa yang digunakan 

61
Berdasarkan Tabel 5 guru perlu memperhatikan keterlaksanaan semua aspek
yang diamati untuk tahap pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Penampilan guru
saat mengajar sudah baik. Keefektifan pelaksanaan simulasi perbaikan
pembelajaran yang dilakukan pada siklus 1 terlihat dari data yang diperoleh dari
lembar Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP pada Tabel 6.
Tabel 6 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi 1 (APS) PKP
Deskripsi APS-PKP 1 APS-PKP 2 APS PKP
Skor Rata-rata 4,00 4,00
80,00
Nilai akhir
Pada tabel 6 terlihat bahwa skor rata-rata pada APS PKP 1 dan APS PKP
adalah 4,00 dan 4,00. Serta nilai akhir dari APS PKP adalah 80,00. Hal ini
menunjukkan rancangan RPP dan keterlaksanaan video 1 simulasi pembelajaran
siklus 1 cukup baik. Data hasil belajar tes siklus 1 terdapat pada Tabel 7.
Table 7 Daftar Nilai Ulangan Harian Sub Tema 1 Kelas IV SD Negeri 29 Sungai Limau
Ketuntasan
No Nama Siswa KKM Nilai
Tuntas Belum tuntas
1 Abdul Rizki Putra 70 69 
2 Anisa Salsabila 70 85 
3 Dara Zaskia 70 72 
4 Jihan Putri Khairani 70 80 
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 
6 Muhammad Farel 70
79 
Alfarisi
7 Muhammad Yusuf 70
69 
Ibrahim
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 
9 Nazwa Fitriani 70 69 
10 Silfani Yuliandra 70 80 
11 Hanny Kalbina 70 69 
12 Rozaq Januardi 70 65 
13 Hendra 70 69 
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 
15 Muhamad Ibrahim 70 79 
16 Ibnu Sabil 70 65 
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 
18 Meli Nurmala 70 67 
19 Fiona Adfadila 70 69 
20 Zian Nasada Raja 70 68 
Jumlah 1 445
Rata-rata 72.25
Nilai tertinggi 85
Nilai terendah 65

62
Tuntas % 45
Tidak tuntas % 55
Pada Tabel 7 menunjukkan ada 11 siswa yang mendapat nilai 70 ke atas dan
11 siswa nilainya di bawah 70. Jika diperinci hasil evaluasi tes siklus I. Analisis
hasil tes siklus I di atas dalam pembelajaran IPS nilai rata-rata kelas 72,25 Siswa
yang belum tuntas dalam pembelajaran sebanyak 11 siswa (55 %), dan yang tuntas
ada 9 siswa dengan presentase ketuntasan belajar baru mencapai 45 %. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah ada kemajuan atau peningkatan
hasil belajar siswa, akan tetapi masih perlu ditingkatkan agar siswa dapat
menguasai materi pelajaran IPS yang diajarkan oleh guru. Maka peneliti masih
perlu segera mengambil langkah untuk memperbaiki pembelajaran tersebut, agar
siswa dapat memahami materi sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai
dalam pembelajaran. Salah satu penyebab belum optimalnya hasil belajar siswa
pada mata pelajaran IPS di SDN 29 Sungai Limau adalah kegiatan pembelajaran
masih terpusat pada guru dan masih menggunakan metode ceramah. Sehingga
mengakibatkan pembelajaran yang dilaksanakan terkesan hanya sebagai
penyampaian materi saja tanpa terlihat adanya keaktifan siswa.
d. Refleksi
Dalam mengadakan refleksi, peneliti telah berdiskusi dengan teman sejawat
dan observer mengkonsultasikan pembimbing untuk mengkaji semua temuan pada
siklus 1, baik kekurangan maupun kelebihan selama proses pembelajaran yang
dijadikan dasar untuk menyusun dan melaksanakan perbaikan pembelajaran
kembali pada siklus II.
Pada saat guru menjelaskan materi tentang Pahlawanku, perhatian siswa
terbagi, ada yang memperhatikan dan ada yang bercanda sehingga suasana kelas
kurang kondusif. Berdasarkan hasil refleksi pada proses pembelajaran maka perlu
diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua yaitu:
1. Guru sebelum melaksanakan pembelajaran sebaiknya memberi acuan terkait
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2. Guru harus pandai menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dalam
pembelajarn IPS NHT yaitu dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa
dengan menemukan sendiri pengetahuan, pemahaman, dan wawasan tentang
materi pelajaran.

63
3. Guru seharusnya memberikan penekanan pada konsep-konsep yang penting
dan memberikan umpan balik
4. Guru sebaiknya memberikan kuis atau tes untuk mengevaluasi pemahaman
siswa terkait materi
5. Pengaturan waktu harus tepat dalam melaksanakan model NHT
3. Siklus II
1. Perencanaan
Sama halnya dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
NHT pada siklus II ini diwujudkan dalam bentuk RPP dengan Kompetensi Dasar
(KD) yang harus dikuasai siswa adalah 3.4 Tokoh Pahlawan dengan sub tema
perjuangan para pahlawan.
Materi pelajaran yang dipelajari pada pertemuan pertama siklus II adalah
Sama halnya dengan pertemuan sebelumnya, pada awal pembelajaran difokuskan
pada memotivasi dan merangsang siswa tentang perjuangan para pahlawan yang
telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pelaksanaan pertemuan pertama
siklus II ini pada RPP berlangsung selama 2 x 35 menit. Pelaksanaan tindakan
pada pertemuan pertama siklus II ini tetap dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu: (1)
kegiatan awal, (2) kegiatan inti, dan (3) kegiatan akhir.
2. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini berupa pelaksanaan simulasi perbaikan
pembelajaran yang dilakukan melalui video 2 simulasi pembelajaran dengan
rangkaian kegiatan sebagai berikut:
a) Pendahuluan Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyiapkan situasi
dan kondisi kelas untuk mengikuti proses pembelajaran, dimulai dengan
mengecek kesiapan belajar siswa, setelah mencek kesiapan siswa untuk
belajar maka siswa untuk berdoa’ serta mencek kehadiran siswa, Selanjutnya
guru menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe
NHT . kegiatan ini berlangsung selama 1 Menit.
b) Pelaksanaan Kegiatan Inti Pada kegiatan inti pembelajaran disesuaikan
dengan langkah pembelajaran model kooperatif tipe NHT selama 35 menit
yang meliputi:
Langkah 1 : Penyajian Materi

64
1. Sebelumnya guru menempelkan gambar seorang anak yang membantu kakek
menyeberang jalan.
2. Guru meminta pendapat siswa tentang kejadian yang ada di dalam gambar.
Guru membuat kesimpulan bahwa anak tersebut memiliki sikap
kepahlawanan yaitu berkorban untuk membantu orang lain yang
membutuhkan.
3. Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa mereka akan banyak
belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan dari Raja-Raja di masa Hindu, Budha
dan Islam.
Langkah 2 : Penomeran
1. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok
2. Tiap kelompok beranggotakan 3 sampai 4 siswa (pembagian kelompok)
3. Guru memberikan nomor pada masing-masing siswa dari setiap kelompok
secara berurutan (penomoran)
Langkah 3 : Mengajukan Pertanyaan
1. Sebelumnya guru menempelkan gambar Sultan Hasanuddin
2. Guru menanyakan kepada siswa tentang siapa nama Tokoh yang ada di
pajang di depan kelas?
3. Guru dan siswa kemudian membahas tentang sejarah Sultan Hasanuddin.
4. Guru menghubungkan antara sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam
dan yang dimiliki oleh anak tersebut.
5. Guru selanjutnya adalah memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa
tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam.
6. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada setiap kelompok sebagai
bahan diskusi
Langkah 4 : Berfikir Bersama
1. Guru menjelaskan peraturan saat diskusi (pengarahan)
2. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar.
3. Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada pada buku pelajaran. Guru
memberi waktu sekitar lima menit.
4. Siswa membaca senyap teks tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa
Islam.

65
5. Guru meminta siswa untuk memberikan beberapa contoh sikap kepahlawanan
dari Raja-Raja tersebut yang terlihat di sekitar mereka.
6. Setiap siswa kemudian menjawab pertanyaan yang ada dan mendiskusikan
jawabannya di kelompok masing-masing.
7. Setiap siswa saling berdiskusi dengan masing-masing kelompoknya
8. Siswa menuliskan nilai-nilai perjuangan temtamg sikap kepahlawanan Raja-
Raja di masa Islam
9. Guru membimbing diskusi, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke
kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
Langkah 5 : Menjawab
1. Salah satu kelompok tercepat telah menyelesaikan LKS-nya dan guru
menyebutkan salah satu nomor tertentu untuk mempresentasikan hasil diskusi
di depan kelas.
2. Guru mengajak satu atau dua siswa untuk menyampaikan hasil diskusinya,
lalu memberi penguatan kepada seluruh siswa mengenai jawaban yang
diharapkan.
3. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.
Langkah 6 : Penilaian dan Pemberian Tanggapan
1. Guru dapat memberi kesempatan kepada seluruh siswa untuk memberikan
komentar dari jawaban yang ada. Guru tidak menjawab langsung namun
memberi kesempatan kepada siswa lain untuk mencoba menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh temannya.
2. Guru memberi penghargaan terhadap murid yang telah turut aktif dalam
pembelajaran dan memberi motivasi kepada murid yang kurang aktif.
3. Guru dapat menguatkan jawaban-jawaban yang ada.

66
Langkah 7 : Kesimpulan
1. Guru memberikan kesimpulan dan penjelasan atas pertanyaan dari jawaban
yang disampaikan siswa agar tidak menimbulkan kerancuan atau salah
persepsi pada siswa.
Langkah 8: Evaluasi
1. Pemberian evaluasi bertujuan untuk mengetahui dan memberikan umpan
balik dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan. Pemberian evaluasi ini dapat
berupa penilaian secara lisan dan tulisan.
2. Guru menanyakan materi yang belum dimengerti oleh siswa
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
4. Siswa mendapatkan soal evaluasi.
c) Penutup
Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama
sehari Integritas
1. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil
ketercapaian materi)
2. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya
tentang pembelajaran yang telah diikuti.
3. Melakukan penilaian hasil belajar
4. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius.
3. Pengamatan
Hasil pengamatan dalam proses pembelajaran pada siklus II dapat diketahui
bahwa Penerapan model NHT terkait materi Pahlawanku sesuai dengan Rencana
Perbaikan Pembelajaran (RPP). Guru dalam menyampaikan materi pembelajaran
dengan model NHT pada terkait materi pahlawanku. Hal ini sesuai dengan hasil
pengamatan lembar observasi simulasi PKP yang terdapat pada Tabel 8.

67
Table 8 Hasil Pengamatan Lembar Observasi Simulasi PKP Oleh Observer Pada Silus 2
KESESUAIAN
SARAN/HASIL
DENGAN RPP*
ASPEK YANG DIAMATI DISKUSI/REFLEKSI
TIDAK
SESUAI
SESUAI
A. KEGIATAN KEGIATAN
PENDAHULUAN/AWA PENDAHULUAN/A
L WAL

1. Memotivasi  Dari kegiatan awal


sudah ada peningkatan
2. Memberi acuan 
3. Melakukan apersepsi 
B. KEGIATAN INTI KEGIATAN INTI
1. Penjelasan  Dalam kegiatan inti
konsep/materi/contoh/il sudah ada peningkatan
ustrasi dari yang sebelumnya

2. Pemberian penguatan 
3. Penggunaan media 
4. Pemberian tugas/latihan 
5. Umpan balik 
C. KEGIATAN PENUTUP KEGIATAN
PENUTUP
1. Meringkas/Merangkum  Telah sesuai
2. Evaluasi 
3. Pemberian tugas 
KEPANTASAN SARAN/ HASIL
PENAMPILAN YANG
TIDAK DISKUSI/REFL
DIAMATI PANTAS
PANTAS EKSI
1. Pakaian yang dikenakan  Sudah pantas dan
2. Alas kaki yang digunakan  sudah sesuai
3. Ekspresi / mimik wajah 
4. Sikap/gerak tubuh saat 
berdiri
5. Bahasa yang digunakan 
Berdasarkan Tabel 8 guru perlu memperhatikan keterlaksanaan semua aspek
yang diamati untuk tahap pelaksanaan pembelajaran. Penampilan guru saat

68
mengajar sudah lebih baik dari sebelumnya. Keefektifan pelaksanaan simulasi
perbaikan pembelajaran yang dilakukan pada siklus 2, terlihat dari data yang
diperoleh dari lembar Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP pada Tabel 9.

Table 9 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi 2


(APS) PKP
Deskripsi APS-PKP 1 APS-PKP 2 APS PKP
Skor Rata-rata 4,17 4,14
83,02
Nilai akhir
Tabel 9 Terlihat bahwa skor rata-rata pada APS PKP 1 dan APS PKP adalah
4,17 dan 4,14. Serta nilai akhir dari APS PKP adalah 83,02. Hal ini menunjukkan
rancangan RPP dan keterlaksanaan video 1 simulasi pembelajaran siklus 1 lebih
baik dari sebelumnya. Data hasil belajar tes siklus 1 dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10 Daftar Nilai Tes Siklus 2 IPS Siswa Kelas IV SDN 29 Sungai Limau
Ketuntasan
No Nama Siswa KKM Nilai
Tuntas Belum tuntas
1 Abdul Rizki Putra 70 90
2 Anisa Salsabila 70 85 
3 Dara Zaskia 70 72 
4 Jihan Putri Khairani 70 80 
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 
6 Muhammad Farel 70
90 
Alfarisi
7 Muhammad Yusuf 70
85 
Ibrahim
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 
9 Nazwa Fitriani 70 69 
10 Silfani Yuliandra 70 80 
11 Hanny Kalbina 70 80 
12 Rozaq Januardi 70 70 
13 Hendra 70 70 
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 
15 Muhamad Ibrahim 70 79 
16 Ibnu Sabil 70 65 
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 
18 Meli Nurmala 70 70 
19 Fiona Adfadila 70 75 
20 Zian Nasada Raja 70 72 
Jumlah 1 453
Rata-rata 72.65
Nilai tertinggi 90
Nilai terendah 65

69
Tuntas % 85
Tidak tuntas % 15
Dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II. Pada akhirnya
pembelajaran IPS dikelas IV Semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri
29 Sungai Limau dapat berhasil dengan memuaskan, 17 siswa tuntas belajar
dengan nilai 70 ke atas atau sekitar 85%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas
hanya 3 orang atau sekitar 15% dari 20 orang siswa kelas IV. Setelah melalui
kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II maka hasil tes mata pelajaran IPS pada
akhir siklus II mengalami peningkatan yang signifikan.
4. Refleksi
Hasil refleksi pada siklus II ini sudah menunjukan hasil yang memuaskan.
Dilihat dari Skenario perbaikan yang dibuatnya yaitu RPP sudah lebih baik
rancangannya dari siklus 1. Demikian juga halnya dengan pelaksanaan video 2
simulasi pembelajaran sudah lebih baik, dimana semua sintak NHT sudah terlihat
pada kegiatan inti. Selain itu, Hasil belajar siswa yang mendapatkan nilai 65, 68,
dan 69 ada 3 siswa dan dua orang siswa mendapat nilai 90 di atas KKM. Hal ini
menunjukkan hasil yang baik, baik dari segi materi pelajaran, model pembelajaran
dan media yang digunakan, penggunaan waktu, keterlibatan siswa serta suasana
kelas. Kondisi ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi.
B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PERBAIKAN
PEMBELAJARAN

Keefektifan pelaksanaan simulasi perbaikan pembelajaran yang


dilaksanakan dari siklus 1 sampai siklus 2 mengalami peningkatan. Hal ini terlihat
dari data rekapitulasi lembar Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP pada Tabel 11.
Tabel 11 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP Siklus 1 dan Siklus 2
Deskripsi Siklus 1 Siklus 2
Rata-rata APS-1 PKP 4,00 4,17
Rata-rata APS-2 PKP 4,00 4,14
Nilai APS PKP 80,00 83,02
Berdasarkan Tabel 11 terlihat peningkatan keefektifan hasil simulasi
pembelajaran dari adanya peningkatan kemampuan dalam merancang skenario
pembelajaran berupa RPP dan peningkatan kemampuan dalam mengajar pada
siklus 1 dan siklus 2. Dimana berdasarkan APS 1-PKP untuk menilai RPP
diperoleh rata-rata 4,00 pada siklus 1 menjadi 4,00 pada siklus 2. Serta dari APS

70
1-PKP untuk menilai kemapuan mengajar tampak skor rata-rata video 1 simulasi
pembelajaran 4,17 pada siklus 1 menjadi 4,14 dalam video 2 simulasi
pembelajaran pada siklus 2. Selain itu berdasarkan APS-PKP, terlihat peningkatan
nilai simulasi secara keseluruhan dari 80,00 pada siklus I meningkat menjadi
83,02 pada siklus II. Selain dari segi di atas, guru melihat keefektifan pelaksanaan
simulasi perbaikan pembelajaran. Dilihat dari segi siswa berupa peningkatan hasil
belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 29 Sungai Limau dengan menerapkan
model NHT (Numbered Heads Together) dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 12 Rekapitulasi Hasil belajar IPS siswa siklus I dan siklus II Siswa Kelas IV SD
Negeri 29 Sungai Limau
No Nama Siswa KKM Siklus 1 Siklus 2
1 Abdul Rizki Putra 70 69 90
2 Anisa Salsabila 70 85 85
3 Dara Zaskia 70 72 72
4 Jihan Putri Khairani 70 80 80
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 68
6 Muhammad Farel Alfarisi 70 79 90
7 Muhammad Yusuf Ibrahim 70 69 85
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 75
9 Nazwa Fitriani 70 69 69
10 Silfani Yuliandra 70 80 80
11 Hanny Kalbina 70 69 80
12 Rozaq Januardi 70 65 70
13 Hendra 70 69 70
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 78
15 Muhamad Ibrahim 70 79 79
16 Ibnu Sabil 70 65 65
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 70
18 Meli Nurmala 70 67 70
19 Fiona Adfadila 70 69 75
20 Zian Nasada Raja 70 68 72
Jumlah 1 445 1 453
Rata-rata 72.25 72.65
Persentase 45% 85%
Dalam pelaksanaan dan perbaikan pembelajaran, dilihat dari hasil
pembelajaran dan tes yang telah dilaksanakan, ternyata dari siklus I sampai siklus
II terjadi peningkatan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil
belajar siswa dari siklus 1 yaitu dari rata-rata hasil belajar siswa 72.25 pada siklus
2 meningkat menjadi 72.65. Pada siklus 1 persentase ketuntasan siswa, baru
mencapai 45 % dan terjadi peningkat menjadi 85% pada siklus II.

71
Pada pembelajaran awal ini masih banyak siswa yang hasil tesnya masih
dibawah KKM. Sehingga hasil yang diinginkan dalam pembelajaran belum
tercapai. Oleh sebab itu untuk mengatasinya digunakan model NHT. Model NHT
merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Hal
ini didukung oleh hasil analisis data hasil belajar pra siklus, siklus I dan siklus II
dapat dibandingkan seperti pada Tabel 13.
Tabel 13 Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 29 Sungai
Limau
Siklus
Variabel Target Prasiklus Siklus I
II
Ketuntasan Hasil Belajar 100 25% 45% 85%
Nilai rata –rata 80 58 72,25 72,65

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil belajar peserta didik mengalami
kenaikan yang sangat signifikan. Hasil belajar pra siklus sebesar 25 %, pada siklus
I 45 % menjadi dan pada siklus II meningkat menjadi 85%.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian tindakan kelas pada siswa
kelas IV SD Negeri 29 Sungai Limau 2020/2021 kompetensi dasar mengenai
Mengidentifikasi kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada
kehidupan masyarakat masa kini di lingkungan daerah setempat dengan
menerapkan modep pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Maka dapat
diambil kesimpulan bahwa:
Adanya peningkatan keefektifan hasil simulasi pembelajaran dari adanya
peningkatan kemampuan dalam merancang skenario pembelajaran berupa RPP
dan peningkatan kemampuan dalam mengajar pada siklus 1 dan siklus 2. hal ini
terlihat dari hasil penilaian APS-PKP, pada pada siklus I diperoleh nilai simulasi
pembelajaran 80,00 meningkat menjadi 83,02 pada siklus II.
Penerapan model belajar NHT ini mampu meningkatkan hasil belajar IPS
siswa, dimana nilai dari siklus I rata - rata 72.25 dan siklus II nilai rata - rata
meningkat menjadi 72.65. Melalui penerapan model NHT dapat diketahui tingkat

72
Ketercapaian Ketuntasan Minimal (KKM) terlampaui yaitu 70.
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian yang dilaksanakan di atas ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru untuk meningkatkan motivasi dan
prestasi siswa dalam pembelajaran sebagai tugas profesional. Saran yang
diberikan peneliti seperti berikut.
1. Sebelum guru menggunakan sebuah strategi atau metode dalam
pembelajaran sebaiknya membuat skenario pembelajaran terlebih dahulu,
agar proses pembelajaran menjadi terarah sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan baik
2. Guru Sekolah Dasar hendaknya mampu meningkatkan interaksi selama
proses pembelajaran berlangsung agar pembelajaran lebih bermakna bagi
peserta didik
3. Pengelolaan waktu dalam pembelajaran harus tepat, sehingga
pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan mendapatkan
hasil optimal. serta menggunakan media gambar yang menarik sangat
menunjang dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Laporan PKP- Upload Sesi 7

73
Laporan PKP-Upload Sesi 7

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS


MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS
TOGETHER (NHT) DI KELAS IV SDN 29 SUNGAI LIMAU

RINA SUSIANI
856209916

LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PDGK 4501)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


POKJAR KABKO PADANG PARIAMAN
UNIVERSITAS TERBUKA
PADANG
2020

74
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan Taufiq, Hidayah serta Inayah-
Nya. Sholawat dan Salam semoga tetap tercurah keharibaan beliau Nabi Muhammad
SAW. Atas karunia dan nikmat Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan laporan PKP ini
dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS Melalui
Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Di Kelas IV SDN 29
Sungai Limau”.
Laporan PKP ini telah disusun seoptimal mungkin, namun masih banyak kesalahan
dan kekurangannya. Laporan ini dapat disusun dan diselesaikan atas bantuan, bimbingan,
dan motivasi dari berbagai pihak. Sehingga dengan segala kerendahan hati ini penulis
menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Kepala dan staf pengajar UPBJJ-UT Padang
2. Pengelola Pokjar Kabko Pariaman
3. Tutor mata kuliah pemantapan Kemampuan Profesional (PKP)
4. Megawati, M.Pd, sebagai Tutor dan pembimbing
5. Kepala sekolah dan rekan guru SD Negeri 29 Sungai Limau Kabupaten
Pariaman tempat penulis mengajar dan melakukan penelitian
6. Rekan-rekan mahasiswa Pokjar Kabko Pariaman yang telah ikut membantu
Penulis menyadari laporan ini masih jauh dari harapan dan banyak kekurangan.
Oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif demi
kesempurnaannya dari berbagai pihak.

Pariaman, November 2020


Penulis

i
LEMBAR PENGESAHAN

ii
LEMBAR PERNYATAAN

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
LEMBAR PENGESAHAN ii
LEMBAR PERNYATAAN iii
DAFTAR TABEL v
DAFTAR LAMPIRAN v
DAFTAR GAMBAR v
ABSTRAK vi
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
1. Identifikasi masalah 2
2. Analisis Masalah 2
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah 2
B. PERUMUSAN MASALAH 3
C. TUJUAN PENELITIAN 3
D. MANFAAT PENELITIAN 3
1. Guru 3
2. Siswa 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA 3
A. Karakteristik Siswa SD 3
B. Hasil Belajar 4
C. Pembelajaran IPS 4
D. Pembelajaran IPS di SD 4
1. Tujuan Pembelajaran IPS di SD 4
2. Ruang Lingkup Materi IPS di SD 5
E. Model Pembelajaran Kooperatif 5
F. Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) 5
1. Pengertian Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) 5
2. Tahap-Tahap Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) 6
1. Penomoran 6
2. Mengajukan pertanyaan 6
3. Berpikir bersama 6
4. Menjawab pertanyaan 6
3. Kelebihan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) 6
G. Kekurangan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) 7
BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN 7
A. SUBJEK PENELITIAN 7
a. Subjek penelitian 7
b. Tempat 7
c. Waktu penelitian 7
d. Pihak yang membantu 7
B. DESKRIPSI PER SIKLUS 8
a. Perencanaan 8
b. Pelaksanaan 8
c. Pengamatan 8
d. Refleksi 8
1. Perencanaan 8
2. Pelaksanaan 10
3. Pengamatan 10
4. Refleksi 11
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 12

iv
A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran 12
1. Pra Siklus 12
2. Siklus I 12
a. Perencanaan 12
b. Pelaksanaan 12
c. Pengamatan/Observasi 16
d. Refleksi 19
1. Perencanaan 19
2. Pelaksanaan 20
3. Pengamatan 22
4. Refleksi 25
B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN 25
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 27
A. Kesimpulan 27
B. Saran dan Tindak Lanjut 27
DAFTAR PUSTAKA 28
LAMPIRAN 29

DAFTAR TABEL

1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian 7


2 Rangkaian kegiatan pada Tahap perencanaan dalam penelitian 9
3 Rekapitulasi Ketuntasan Tes Awal IPS Pra Siklus 12
4 Hasil Pengamatan Lembar Observasi Simulasi PKP Oleh Observer Siklus 1 16
5 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi 1 (APS) PKP 17
6 Hasil Tes Siklus 1 Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV 18
7 Hasil Pengamatan Lembar Observasi Simulasi PKP Oleh Observer Siklus 2 23
8 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi 2 (APS) PKP 24
9 Hasil Tes Siklus 2 Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV 24
10 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP Siklus 1 dan Siklus 2 25
Table 11 Rekapitulasi Hasil Belajar IPS Siswa Siklus 1 dan Siklus 2 26
Table 12 Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siswa 27

DAFTAR LAMPIRAN

1Rancangan Satu Siklus (RIS) untuk Siklus 1 dan Siklus 2 30


2 RPPH/RPP Hari 1 siklus 1 dan hari terakhir siklus 2 33
3 Skenario Perbaikan Pembelajaran Hari Pertama Siklus 1 dan Hari terakhir siklus 2 52
4 Lembar Refleksi Hari Pertama Siklus 1 dan hari terakhir siklus 2 55
5 Dokumentasi Simulasi Pembelajaran Siklus 1 57
6 Lembar APS Siklus 1 58
7 Dokumentasi Simulasi Pembelajaran Siklus 2 62
8 Lembar APS Siklus 2 63

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Desain Siklus PTK Model Kemmis dan M. Taggart 8

v
vi
ABSTRAK

Penelitian ini berasal dari kenyataan di sekolah bahwa pembelajaran sering


didominasi oleh guru sehigga hasil belajar IPS siswa belum sesuai dengan yang
diharapkan. Untuk mengatasinya di lakukan tindakan dengan model Number Head
Together. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS di kelas IV
SD Negeri 29 Sungai Limau dengan menggunakan model NHT. Jenis penelitian ini
adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV
SD Negeri 29 Sungai Limau yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini dilakukan 2 siklus,
yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian berupa
hasil pengamatan dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui lembar observasi dan
lembar tes.
Hasil belajar siswa pada pra siklus yaitu 58, sedangkan pada siklus I rata-ratanya
72,25 hingga pada siklus II meningkat menjadi 72,65. Selanjutnya persentase ketuntasan
siswa pada pra siklus 25%, meningkat pada siklus I menjadi 50% kemudian lebih
meningkat lagi menjadi 80% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
sebagai model NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa di Kelas IV SD Negeri
29 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman.

Kata Kunci : Hasil Belajar, IPS, Number Head Together

vii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada jenjang pendidikan dasar pemberian mata pelajaran IPS dimaksudkan untuk
membekali siswa dengan pengetahuan, kemampuan praktis, agar mereka dapat menelaah,
mempelajari dan mengkaji fenomena-fenomena serta masalah sosial yang ada disekitar
mereka. Melalui mata pelajaran IPS, siswa diarahkan untuk menjadi warga negara
Indonesia yang demokratis, dan bertangggung jawab, serta warga dunia yang cita damai,
melalui pemahaman terhadap pengetahuan dan kemampuannya di dalam berinteraksi
secara positif dan aktif dengan lingkungannya. Tujuan tersebut membuat guru memiliki
tanggung jawab besar untuk menggunakan pemikiran dan tenaga untuk dapat
mengajarkan IPS dengan baik dan benar. Menurut Trianto (2010: 171) Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi,
sejarah, geografi ekonomi, politik, hukum dan budaya. Berdasarkan pengertian dan tujuan
pembelajaran IPS tersebut, diperlukan tenaga guru yang profesional artinya mampu
melakukan proses pembelajaran yang tepat dan terencana untuk mencapai hasil belajar
siswa.
IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki tujuan membekali siswa untuk
mengembangkan penalaran di samping aspek nilai dan moral. Implementasinya, materi
IPS hanya menekankan aspek pengetahuan yang berpusat pada guru dan hanya
membentuk budaya menghafal, sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa
sebatas produk hafalan. Pembelajaran IPS sangat menjenuhkan karena penyajiannya
kurang menarik, bersifat monoton dan konvensional, hanya sekedar ceramah. Peningkatan
hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menciptakan situasi pembelajaran yang
melibatkan siswa. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran menggunakan berbagai
model, metode/cara pembelajaran sesuai yang lebih melibatkan siswa. Model
pembelajaran kooperatif lebih membuat siswa aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan pada permasalahan tersebut untuk meningkatkan hasil belajar siswa
SDN 29 Sungai Limau, maka diperlukan untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang
inovatif, guru dituntut agar mampu mengelola kelas dalam proses pembelajaran yang
memberikan rangsangan kepada siswa supaya lebih efektif dalam pembelajaran. Adapun
upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut adalah menerapkan model
pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dalam pembelajaran IPS.
Dengan menggunakan model tersebut siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran, saat
berdiskusi siswa tidak bergantung pada siswa yang lain dan saat mempresentasikan hasil

1
diskusi kelompok siswa lebih antusias dan lebih aktif. Peran guru dalam pembelajaran IPS
lebih memungkinkan terciptanya kondisi belajar yang kondusif seperti memberikan siswa
kesempatan berperan aktif.
1. Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa
permasalahan yaitu:
d. Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran IPS di SDN 29 Sungai Limau
e. Siswa kesulitan dalam memahami interaksi manusia dengan lingkungan sekitar
f. Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS
2. Analisis Masalah
Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS disebabkan oleh kurangnya
media pembelajaran yang di gunakandan Kurang nya sumber buku yang di gunakan
dalam pembelajaran serta model pembelajaran yang digunakan kurang menarik.
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS
adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif
adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-
bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Pembelajaran kooperatif
dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-
pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk
membantu siswa menyelesaikan masalah yang dimaksud. Salah satu model pembelajaran
kooperatif yang efektif adalah Numbered Heads Together atau penomoran berfikir
bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi
pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Dari latar
belakang yang telah diuraikan, peneliti mengambil judul “Upaya Meningkatkan Hasil
Belajar IPS Siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Numbered Heads Together (NHT) di Kelas IV SDN 29 Sungai Limau”.

2
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan deskripsi latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah dalam
penelitian ini, yaitu Bagaimana Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa dengan
menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together di Kelas
IV SD N 29 Sungai Limau
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Upaya Meningkatkan Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Numbered Heads Together di Kelas IV SDN 29 Sungai Limau.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Guru
a. Guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan
dan ketrampilan sendiri.
b. Merupakan bahan diskusi dengan teman sejawat untuk meningkatkan motivasi
belajara siswa dalam pembelajaran yang kondusif.
2. Siswa
a. Merupakan alternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam
pembelajaranMatematikasesuai dalam pembelajaran yang kondusif.
b. Memperbaiki praktek pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki belajar
siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Karakteristik Siswa SD
Peserta didik sekolah dasar (SD) umumnya berkisar antara 6 atau 7 tahun sampai
12 atau 13 tahun, mereka berada pada fase operasional konkret Heruman, (2013:1).
Kemampuan yang tampak pada fase ini adalah kemampuan dalam proses berpikir untuk
mengoperasikan kaidah-kaidah logika, meskipun masih terikat dengan objek yang bersifat
konkret. Objek konkret tersebut yang dapat ditangkap oleh panca indra. Piaget dalam
Susanto (2015:77) menyatakan bahwa setiap tahapan perkembangan kognitif pada anak,
mempunyai karakteristik berbeda. Secara garis besar dikelompokkan menjadi empat
tahap, yaitu:
1) Tahap sensori motor (usia 0-2 tahun), pada tahap ini anak belum memasuki usia
sekolah;
2) Tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun), pada tahap ini kemampuan kognitifnya
masih terbatas. Anak masih suka meniru perilaku orang lain (khususnya orang tua
dan guru) yang pernah ia lihat dan anak.

3
B. Hasil Belajar
Slameto (2010:2) belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
mempengaruhi suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengamatannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Trianto (2010:16) belajar adalah perubahan pada individu yang terjadi melalui
pengalaman, dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau
karakteristik seseorang sejak lahir. Belajar merupakan kegiatan penting setiap orang,
termasuk didalamnya belajar bagaimana seharusnya belajar (Aunurrahman, 2009:33).
Purwanto (2013:54) mengemukakan hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi
setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Sedangkan
Djamarah (2011:176) faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar yaitu
faktor lingkungan, faktor instrumental, faktor fisiologis, dan faktor psikologis.
Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil nilai
yang diperoleh siswa dari hasil evaluasi setelah kegiatan proses pembelajaran yang sudah
dicapai oleh setiap siswa dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang diperoleh
sebagai akibat usaha kegiatan belajar dan dinilai dalam periode tertentu.
3. Pembelajaran IPS
Trianto (2010:171) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari
berbagai cabang ilmu–ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi ekonomi, politik,
hukum dan budaya. IPS dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang
mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu
sosiai (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya).
Djahari dan Makmun dalam Gunawan (2011:17) “IPS atau studi sosial konsep-
konsepnya merupakan konsep pilihan dari berbagai ilmu lalu dipadukan dan diolah
secara didaktis-pedagogis sesuai dengan tingkat perkembangan siswa”. Trianto
(2010:176) tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi
peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki
sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil
mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari, baik yang menimpa
dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai
manakala program-program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik.
4. Pembelajaran IPS di SD
1) Tujuan Pembelajaran IPS di SD
Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
adalah cabang ilmu sosial yang terdiri dari sosiologi, sejarah, geografi ekonomi, politik,

4
hukum dan budaya. Sedangakan tujuan IPS sekolah dasar ialah untuk mencetak generasi
yang berwawasan ilmu sosial serta konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya baik dari aspek kognisi, afeksi maupun psikomotor.
2) Ruang Lingkup Materi IPS di SD
Penelitian ini memfokuskan peningkatan hasil belajar IPS Kelas IV SDN 29
Sungai Limau pada ruang lingkup pembelajaran IPS tentang Tema 5 Subtema 2 Pahlawan
Kebanggaanku.
5. Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja
kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih diarahkan oleh guru Suprijono (2013:54).
Riyanto (2010:267), pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang
dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic Skill), sekaligus
keterampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill. Sedangkan Solihatin
(2011:4) berpendapat bahwa pada dasarnya cooperative learning mengandung pengertian
sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama
dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau
lebih di mana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota
kelompok itu sendiri. Zamroni (2000) dalam Trianto (2010:57) manfaat penerapan belajar
kooperatif adalah dapat mengurangi kesenjangan pendidikan khususnya dalam wujud
input pada level individual.
6. Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
1) Pengertian Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Trianto (2010:82), Numbered Heads Together atau penomoran berfikir bersama
merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola
interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional.
Huda (2013:130), NHT merupakan varian dari diskusi kelompok. Numbered Heads
Together adalah metode belajar dengan cara setiap siswa diberi nomor dan dibuat suatu
kelompok, kemudian secara acak, guru memanggil nomor dari siswa (Hamdani, 2011:89).
Suprijono (2013:92) tujuan pembelajaran tipe Numbered Heads Together (NHT)
ini adalah agar peserta didik dapat menemukan jawaban pertanyaan sebagai pengetahuan
yang utuh.
Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa pengetian Numbered Heads
Together (NHT) adalah model pembelajaran yang membagi siswa ke dalam beberapa
kelompok kecil, hal ini ditujukan agar siswa dapat saling bekerjasama, saling membantu
dan saling memotivasi dengan siswa lainnya, agar siswa dapat mencapai hasil yang

5
maksimal dari pembelajaran tersebut.
2) Tahap-Tahap Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Menurut Ibrahim dalam Hobri (2009:62) ada empat sintak yang harus dilaksanakan
dalam pembelajaran numbered head together (NHT) yaitu :
1. Penomoran
Penomoran adalah hal yang utama di dalam NHT, dalam tahap ini guru membagi
siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan tiga sampai lima orang
dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-
beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok.
2. Mengajukan pertanyaan
Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diberikan dapat
diambil dari materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari, dalam membuat
pertanyaan usahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga bersifat umum dan
dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pula.
3) Berpikir bersama
Setiap kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan
memastikan tiap anggota kelompok mengetahui jawabannya.
4) Menjawab pertanyaan
Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomor-nya sama
melaporkan hasil kerjasama kelompoknya untuk seluruh kelas. Pada sesi ini siswa tidak
diperbolehkan lagi berdiskusi dengan anggota kelompoknya. Hal ini dilakukan agar siswa
lebih termotivasi untuk berpartisipasi ketika diskusi.
7. Kelebihan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Sebagaimana dijelaskan oleh Hill (1993) dalam Tryana (2008) bahwa model NHT
memiliki kelebihan diataranya:
a. Meningkatkan prestasi belajar siswa
b. Mampu memperdalam pamahaman siswa
c. Menyenangkan siswa dalam belajar
d. Mengembangkan sikap positif siswa
e. Mengembangkan sikap kepemimpinan siswa
f. Mengembangkan rasa ingin tahu siswa
g. Meningkatkan rasa percaya diri siswa
h. Mengembangkan rasa saling memiliki
i. Mengembangkan keterampilan untuk masa depan

6
8. Kekurangan Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)
Namun setiap model pembelajaran juga pasti terdapat kekurangan dan kelebihan,
kekurangan model pembelajaran NHT sebagai berikut:
6. Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi siswa dengan guru, Selain itu
membutuhkan kemampuan yang khusus dalam melakukan atau menerapkannya.
7. Kemungkinan nomor yang telah dipanggil akan dipanggil kembali oleh guru.
8. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
9. Proses diskusi dapat berjalan lancar jika ada siswa yang sekedar menyalin
pekerjaan siswa yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang memadai.
10.Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang berbeda-
beda serta membutuhkan waktu khusus.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

C. SUBJEK PENELITIAN
1. Subjek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV semester ganjil di SD
Negeri 29 Sungai Limau Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Tahun
pelajaran 2020/2021 dengan jumlah peserta didik adalah 20 orang, mata pelajaran yang
akan diteliti yaitu: IPS dengan materi tema 5 Pahlawanku.
2. Tempat
Penelitian telah dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri 29 Sungai Limau Kecamatan
Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman tahun pelajaran 2020/2021.
3. Waktu penelitian
Penelitian akan dilakukan pada semester II Tahun Pelajaran 2020/2021, pada bulan
Oktober. Secara rinci jadwal pelaksanaan sebagai berikut:
Table 3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Muatan
No Kegiatan Hari/Tanggal
Pelajaran
1 Siklus 1 Senin/19 Oktober 2020
IPS
2 Siklus 2 Senin/26 Oktober 2020
4. Pihak yang membantu
e. Ibu Megawati, M.Pd sebagai Supervisor 1 dan Tutor Universitas Terbuka
Kabko Pariaman.
f. Ibu Zetwisma, S.Pd sebagai kepala sekolah SD Negeri 29 Sungai Limau.
g. Ibu Helmida S.Pd.SD yang bersedia membantu mengobservasi proses
pembelajaran yang dilaksanakan.
h. Rekan-rekan guru SD Negeri 29 Sungai Limau yang turut memberikan masukan
perbaikan pembelajaran.

7
D. DESKRIPSI PER SIKLUS
Prosedur perbaikan penelitian ini sesuai dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas
(PTK), yaitu terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus meliputi:
1. Perencanaan
Menjelaskan tentang Rencana kegiatan (menjelaskan tentang rencana kegiatan yang
terdapat dalam Rancangan Siklus 1 dan 2) dan definisi setiap kegiatannya.
Menyajikan Tabel rencana Kegiatan yang terdapat dalam Rancangan satu Siklus
untuk siklus 1 dan siklus 2.
2. Pelaksanaan
Menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran, yaitu tentang
kapan dan bagaimana proses pelaksanaan pembelajarannya.
3. Pengamatan
Menjelaskan cara pengamatan yang akan dilakukan oleh guru terkait pelaksanaan
perbaikan pembelajarannya dan bagaimana guru melakukan analisis terhadap hasil
pengamatan tersebut.
4. Refleksi
Menjelaskan bagaimana cara guru melakukan refleksi terhadap perencanaan
pembelajaran yang dilakukannya, apa alat yang digunakan untuk refleksi dan
bagaimana menggunakannya.

Gambar 3 Desain Siklus PTK Model Kemmis dan M. Taggart

1. Perencanaan
Sebelum melakukan penelitian, dalam tahap perencanaan dilakukan kegiatan
penelitian ini terlihat dari Tabel 2.

8
Table 4 Rangkaian kegiatan pada Tahap perencanaan dalam penelitian
No Hari /Tanggal Kegiatan Deskripsi
1 Senin, 5 Oktober Menetapkan jadwal Penelitian dilaksanakan
2020 penelitian untuk sesuai kalender pendidikan
siklus 1 dan siklus 2
2 Rabu, 7 Oktober 2020 Mengkaji Kurikulum Menentukan tema dan
2013 pada subtema
pembelajaran yang diteliti
3 Rabu, 7 Oktober 2020 Merancang RPP Banyak pertemuan dalam
untuk siklus 1 dan RPP dirancang sesuai tema
siklus 2 dengan dan subtema dimana pada
model Number Head langkah-langkah
Together (NHT ) pembelajaran pada kegiatan
ini
mengguanakan sintak NHT

4 Jum’at, 9 Oktober Menyiapkan Instrumen berupa:


2020 instrument penelitian lembar observasi simulasi
untuk siklus 1 dan PKP dan alat penilaian
siklus 2 simulasi PKP yang telah
berisi data peneliti
5 Senin, 12 Oktober Menyiapkan kamera, Video 1 simulasi
2020 alat peraga dan segala pembelajaran dibuat engan
fasilitas pedoman RPP hari
yang akan digunakan terakhir/pertemuan terakhir
dalam pembuatan siklus 1
video 1 untuk siklus 1 dan Video 2
dan 2 simulasi simulasi
pembelajaran serta pembelajaran dibuat dengan
untuk dokumentasi pedoman RPP hari
terakhir/pertemuan terakhir
siklus 2serta mengambil foto
dokumentasi

Berdasarkan Tabel 2 Rencana Kegiatan yang dilaksanakan itu sebagai berikut:


b. Menetapkan jadwal penelitian untuk siklus 1 dan siklus 2 Jadwal penelitian untuk
siklus 1 dilaksanakan sesuai dengan jadwal pembuatan video 1 simulasi
pembelajaran yaitu pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 dan video 2 simulasi
pembelajaran yaitu pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020.
c. Mengkaji Kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas IV serta penunjang lain.
Penelitian dilakukan pada Kompetensi Dasar 3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu,
Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat masa kini di
lingkungan daerah setempat.
d. Merancang RPP dengan model Number Head Together (NHT)

9
Pada kegiatan inti dalam RPP menggunakan sintaks NHT sebagai berikut:
e. Penomoran
f. Mengajukan pertanyaan
g. Berpikir bersama
h. Menjawab pertanyaan
e. Menyiapkan instrument penelitian berupa:
c. lembar observasi simulasi PKP yang telah berisi data peneliti digunakan untuk
mengobservasi video 1 simulasi pembelajaran terkait keterlaksanaan RPP dan
penampilan peneliti.
d. Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP yang telah berisi data peneliti masing-
masing digunakan untuk 2 siklus. APS PKP ada 2 jenis yaitu:
i. Alat Penilaian Simulasi PKP 1 (APS-PKP 1) untuk menilai RPP peneliti.
ii. Alat Penilaian Simulasi PKP 2 (APS-PKP 2) untuk menilai video 1 simulasi
pembelajaran.
iii. Menyiapkan kamera, alat peraga dan segala fasilitas yang akan digunakan
dalam pembuatan video 1 simulasi pembelajaran serta untuk dokumentasi.
Dokumentasi berupa foto kegiatan awal, foto kegiatan inti, foto kegiatan
penutup dan foto aktivitas diskusi bersama pendamping.
5.
Pelaksanaan
Setelah penyusunan RPP, maka peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan
RPP yang telah di susun. Pada tahap ini, peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan perencanaan yang telah dirumuskan. Setiap langkah yang telah direncanakan
diamati dan dikumpulkan data-datanya, baik data aktifitas selama proses pembelajaran
maupun data hasil pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan
aktivitas, dan hasil pembelajaran dari siklus satu ke siklus berikutnya.
6.
Pengamatan
Observasi terhadap tindakan pembelajaran IPS di Kelas IV dengan model NHT
dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Kegiatan ini dilakukan secara
intensif, objektif dan sistematis. observasi dilakukan oleh guru pada waktu melaksanakan
tindakan pembelajarana IPS melalui video 1 simulasi pembelajaran. Pada kegiatan ini
guru berusaha mengenal, dan mendokumentasikan semua kegiatan dan perubahan yang
terjadi selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model NHT baik yang
disebabkan oleh tindakan terencana maupun tindakan diluar perencanaan yang terdapat
dalam pembelajaran IPS. Kemudian guru melakukan diskusi dengan guru senior untuk
membahas tentang kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan
saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.

10
Kegiatan pengamatan dilakukan oleh guru untuk mengamati kegiatan siswa selama
proses pembelajaran, kegiatan tersebut dicatat pada lembar observasi. Observasi
dilakukan secara terus menerus mulai dari siklus I sampai selesai. Observasi pada siklus
II berpedoman pada penyusunan tindakan pada siklus I. Rencana siklus ke II dibuat
berdasarkan analisis pada siklus I. Hasil pengamatan ini kemudian didiskusikan dengan
guru senior dan diadakan refleksi untuk perencanaan siklus II.
7. Refleksi
Pada kegiatan ini peneliti dan guru mengamati lembaran observasi yang telah diisi
dan hasil penilaian APS. Serta melakukan diskusi tentang kelebihan dan kekurangan yang
terdapat pada pembelajaran yang telah dilakukan melalui video 1 simulasi pembelajaran.
Apabila terdapat kekurangan maka dilakukan perbaikan terhadap kegiatan pembelajaran.
Selain itu guru dan peneliti mengulas dan menjelaskan perbedaan rencana dan
pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Lalu melakukan intervensi, pemaknaan dan
penyimpulan data yang diperoleh. Hasil refleksi bersama ini dimanfaatkan sebagai
masukan pada tindakan selanjutnya. Selain itu, hasil kegiatan refleksi setiap tindakan
digunakan untuk menyusun simpulan terhadap hasil tindakan siklus I dan II.

11
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


1. Pra Siklus
Pelaksanaan pra siklus dilaksanaan pada tanggal 03 Oktober 2020. Dalam pra
siklus ini pembelajaran belum menggunakan model NHT. Rekapitulasi Ketuntasan Tes
Awal IPS Pra Siklus dapat dilihat pada Tabel 3.
Table 5 Rekapitulasi Ketuntasan Tes Awal IPS Pra Siklus
Jumlah Nilai rata-
Ketuntasan Persentase KKM
Siswa rata
Tuntas 4 25 %
70 58
Belum Tuntas 12 75 %

Tabel 3 Berdasarkan hasil tes pra siklus diketahui bahwa peserta didik yang tuntas
dari KKM yang ditentukan 70 sebanyak 11 orang siswa tuntas dengan persentase 25 %
dan 9 orang siswa tidak tuntas dengan persentase 75 % dengan nilai tertinggi 85 dan nilai
terendah 60 dengan rata-rata 65.
2. Siklus I
Penelitian siklus I dilaksanakan pada hari selasa tanggal 10 Oktober 2020 jam
10.30-11.15 WIB. Pelaksanaan siklus I terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan dan refleksi

a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan perangkat yang dibutuhkan dalam
kegiatan siklus I. Hal - hal yang dibutuhkan dalam tahapan ini adalah:
4) Menyiapkan materi pembelajaran.
Materi pembelajaran yang dipersiapkan adalah Pahlawanku. Membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan materi tersebut.
5) Menyediakan alat-alat dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses
pembelajaran
6) Membuat instrument penilaian yang meliputi: Instrumen penilaian berupa lembar
observasi simulasi PKP dan alat penilaian simulasi PKP yang telah berisi data
peneliti, serta soal tes tertulis siklus I.
b. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini berupa pelaksanaan simulasi perbaikan pembelajaran
yang dilakukan melalui video 1 simulasi pembelajaran dengan rangkaian kegiatan sebagai
berikut:

12
4) Pelaksanaan Kegiatan Awal
Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyiapkan situasi dan kondisi kelas
untuk mengikuti proses pembelajaran, dimulai dengan mengecek kesiapan belajar
siswa, setelah mencek kesiapan siswa untuk belajar maka siswa untuk berdoa’
serta mencek kehadiran siswa, Selanjutnya guru menjelaskan tentang prosedur
pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe NHT. kegiatan ini berlangsung selama
30 detik.
5) Pelaksanaan Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti pembelajaran disesuaikan dengan langkah pembelajaran model
kooperatif tipe NHT yang meliputi
Langkah 1 : Penyajian Materi
4. Sebelumnya guru menempelkan gambar seorang anak yang membantu
kakek menyeberang jalan.
5. Guru meminta pendapat siswa tentang kejadian yang ada di dalam gambar.
Guru membuat kesimpulan bahwa anak tersebutmemiliki sikap
kepahlawanan yaitu berkorban untuk membantu orang lain yang
membutuhkan.
6. Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa mereka akan banyak
belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan dari Raja-Raja di masa Hindu,
Budha dan Islam.
Langkah 2 : Penomeran
1. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok
2. Tiap kelompok beranggotakan 3 sampai 4 siswa (pembagian kelompok)
3. Guru memberikan nomor pada masing – masing siswa dari setiap
kelompok secara berurutan (penomoran)
Langkah 3 : Mengajukan Pertanyaan
7. Sebelumnya guru menempelkan gambar Sultan Hasanuddin
8. Guru menanyakan kepada siswa tentang siapa nama Tokoh yang ada di
pajang di depan kelas?
9. Guru dan siswa kemudian membahas tentang sejarah Sultan Hasanuddin.
10. Guru menghubungkan antara sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam
dan yang dimiliki oleh anak tersebut.
11. Guru selanjutnya adalah memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa
tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam.
12. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada setiap kelompok

13
sebagai bahan diskusi
Langkah 4 : Berfikir Bersama
10. Guru menjelaskan peraturan saat diskusi (pengarahan)
11. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar.
12. Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada pada buku pelajaran.
Guru memberi waktu sekitar lima menit.
13. Siswa membaca senyap teks tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di
masa Islam.
14. Guru meminta siswa untuk memberikan beberapa contoh sikap
kepahlawanan dari Raja-Raja tersebut yang terlihat di sekitar mereka.
15. Setiap siswa kemudian menjawab pertanyaan yang ada dan mendiskusikan
jawabannya di kelompok masing-masing.
16. Setiap siswa saling berdiskusi dengan masing – masing kelompoknya
17. Siswa menuliskan nilai-nilai perjuangan temtamg sikap kepahlawanan
Raja-Raja di masa Islam
18. Guru membimbing diskusi, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke
kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
Langkah 5 : Menjawab
1. Salah satu kelompok tercepat telah menyelesaikan LKS-nya dan guru
menyebutkan salah satu nomor tertentu untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas.
2. Guru mengajak satu atau dua siswa untuk menyampaikan hasil diskusinya,
lalu memberi penguatan kepada seluruh siswa mengenai jawaban yang
diharapkan.
3. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.
Langkah 6 : Penilaian dan Pemberian Tanggapan
4. Guru dapat memberi kesempatan kepada seluruh siswa untuk memberikan
komentar dari jawaban yang ada. Guru tidak menjawab langsung namun
memberi kesempatan kepada siswa lain untuk mencoba menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh temannya.
5. Guru memberi penghargaan terhadap murid yang telah turut aktif dalam
pembelajaran dan memberi motivasi kepada murid yang kurang aktif.
6. Guru dapat menguatkan jawaban-jawaban yang ada.
Langkah 7 : Kesimpulan
1. Guru memberikan kesimpulan dan penjelasan atas

14
pertanyaan dari jawaban yang disampaikan siswa Agar tidak menimbulkan
kerancuan atau salah persepsi pada siswa.
Langkah 8: Evaluasi
5. Pemberian evaluasi bertujuan untuk mengetahui dan memberikan umpan
balik dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan. Pemberian evaluasi ini
dapat berupa penilaian secara lisan dan tulisan.
6. Guru menanyakan materi yang belum dimengerti oleh siswa
7. Siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
8. Siswa mendapatkan soal evaluasi.
6) Penutup
Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama
sehari Integritas
e. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil
ketercapaian materi)
f. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya
tentang pembelajaran yang telah diikuti.
g. Melakukan penilaian hasil belajar
h. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius.

15
c. Pengamatan/Observasi
Table 6 Hasil Pengamatan Lembar Observasi Simulasi PKP Oleh Observer Siklus 1
KESESUAIAN
SARAN/HASIL
DENGAN RPP*
ASPEK YANG DIAMATI DISKUSI/REFLEKS
TIDAK
SESUAI I
SESUAI
A. KEGIATAN KEGIATAN
PENDAHULUAN/AWAL PENDAHULUAN/A
WAL
1. Memotivasi  Seharusnya
ditingkatkan lagi
2. Memberi acuan  dalam kegiatan
pendahuluan atau
3. Melakukan apersepsi  membuat permainan
B. KEGIATAN INTI KEGIATAN INTI
1. Penjelasan  Di dalam kegiatan inti
konsep/materi/contoh/ilust seharusnya
rasi dikembangkan lagi
2. Pemberian penguatan  materi yang diajarkan

3. Penggunaan media 

4. Pemberian tugas/latihan 

5. Umpan balik 
C. KEGIATAN PENUTUP KEGIATAN
PENUTUP
4. Meringkas/Merangkum  Seharusnya didalam
kegiatan penutup
5. Evaluasi  hendaknya guru
mengevaluasi siswa
6. Pemberian tugas 
KEPANTASAN SARAN/ HASIL
PENAMPILAN YANG
TIDAK DISKUSI/REFLEKS
DIAMATI PANTAS
PANTAS I
1. Pakaian yang dikenakan  Lebih ditingkatkan
lagi
2. Alas kaki yang digunakan 

3. Ekspresi / mimik wajah 

4. Sikap/gerak tubuh saat berdiri 

5. Bahasa yang digunakan 

Berdasarkan Tabel 4 guru perlu memperhatikan keterlaksanaan semua aspek


yang diamati untuk tahap pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Penampilan guru saat
mengajar sudah baik. Keefektifan pelaksanaan simulasi perbaikan pembelajaran yang
dilakukan pada siklus 1 terlihat dari data yang diperoleh dari lembar Alat Penilaian

16
Simulasi (APS) PKP pada Tabel 5.
Table 7 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi 1 (APS) PKP
Deskripsi APS-PKP 1 APS-PKP 2 APS PKP
Skor Rata-rata 4,00 4,00
80,00
Nilai akhir
Pada tabel 5 terlihat bahwa skor rata-rata pada APS PKP 1 dan APS PKP adalah
4,00 dan 4,00. Serta nilai akhir dari APS PKP adalah 80,00. Hal ini menunjukkan
rancangan RPP dan keterlaksanaan video 1 simulasi pembelajaran siklus 1 cukup baik.
Selain itu, berdasarkan pengamatan yang terlaksana terlihat guru dalam
menyampaikan materi pembelajaran dengan model NHT pada kompetensi ini sudah
sesuai dengan langkah - langkah pelaksanaannya adalah :
1. Siswa dalam pembelajaran dengan model NHT pada materi lembaga-lembaga
dalam susunan pemerintahan kota. Siswa lebih senang dan lebih berpartisipasi
dalam pembelajaran bila dibandingkan dengan menggunakan metode sebelumnya
yaitu ceramah.
2. Siswa antusias dan membicarakan materi pembelajaran dengan sesame teman di
kelompoknya. Hal ini dapat dilihat pada saat masing – masing kelompok
melakukan game dan turnamen. Data hasil belajar tes siklus 1 terdapat pada Tabel
6.

17
Table 8 Hasil Tes Siklus 1 Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV
Ketuntasan
No Nama Siswa KKM Nilai
Tuntas Belum tuntas
1 Abdul Rizki Putra 70 69 
2 Anisa Salsabila 70 85 
3 Dara Zaskia 70 72 
4 Jihan Putri Khairani 70 80 
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 
6 Muhammad Farel Alfarisi 70 79 
7 Muhammad Yusuf Ibrahim 70 69 
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 
9 Nazwa Fitriani 70 69 
10 Silfani Yuliandra 70 80 
11 Hanny Kalbina 70 69 
12 Rozaq Januardi 70 65 
13 Hendra 70 69 
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 
15 Muhamad Ibrahim 70 79 
16 Ibnu Sabil 70 65 
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 
18 Meli Nurmala 70 67 
19 Fiona Adfadila 70 69 
20 Zian Nasada Raja 70 68 
Jumlah 1 445
Rata-rata 72.25
Nilai tertinggi 85
Nilai terendah 65
Tuntas % 45
Tidak tuntas % 55
Pada Tabel 6 menunjukkan ada 11 siswa yang mendapat nilai 70 ke atas dan 11
siswa nilainya di bawah 70. Jika diperinci hasil evaluasi tes siklus I. Analisis hasil tes
siklus I di atas dalam pembelajaran IPS nilai rata-rata kelas 72,25 Siswa yang belum
tuntas dalam pembelajaran sebanyak 11 siswa (55 %), dan yang tuntas ada 9 siswa dengan
presentase ketuntasan belajar baru mencapai 45 %. Hal ini menunjukkan bahwa hasil
belajar siswa sudah ada kemajuan atau peningkatan hasil belajar siswa, akan tetapi masih
perlu ditingkatkan agar siswa dapat menguasai materi pelajaran IPS yang diajarkan oleh
guru. Maka peneliti masih perlu segera mengambil langkah untuk memperbaiki
pembelajaran tersebut, agar siswa dapat memahami materi sesuai dengan kompetensi
yang harus dicapai dalam pembelajaran. Salah satu penyebab belum optimalnya hasil
belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN 29 Sungai Limau adalah kegiatan
pembelajaran masih terpusat pada guru dan masih menggunakan metode ceramah.
Sehingga mengakibatkan pembelajaran yang dilaksanakan terkesan hanya sebagai
penyampaian materi saja tanpa terlihat adanya keaktifan siswa.

18
d. Refleksi
Dalam mengadakan refleksi, peneliti telah berdiskusi dengan teman sejawat dan
observer mengkonsultasikan pembimbing untuk mengkaji semua temuan pada siklus 1,
baik kekurangan maupun kelebihan selama proses pembelajaran yang dijadikan dasar
untuk menyusun dan melaksanakan perbaikan pembelajaran kembali pada siklus II.
Sehingga pada siklus ke 2 perlu meningkatkan lagi langkah-langkah pembelajaran agar
menjadi lebih baik lagi.
Pada saat guru menjelaskan materi Pahlawanku, ada yang memperhatikan dan ada
yang bercanda sehingga suasana kelas kurang kondusif. Berdasarkan hasil refleksi pada
proses pembelajaran maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua
yaitu:
1. Guru sebelum melaksanakan pembelajaran sebaiknya memberi acuan terkait
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2. Guru harus pandai menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dalam
pembelajarn IPS NHT yaitu dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa
dengan menemukan sendiri pengetahuan, pemahaman, dan wawasan tentang
materi pelajaran.
3. Guru seharusnya memberikan penekanan pada konsep-konsep yang penting dan
memberikan umpan balik
E. Guru sebaiknya memberikan kuis atau tes untuk mengevaluasi pemahaman siswa
terkait materi
F. Pengaturan waktu harus tepat dalam melaksanakan model NHT
3. Siklus II
1. Perencanaan
Sama halnya dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada
siklus II ini diwujudkan dalam bentuk RPP dengan Kompetensi Dasar (KD) yang harus
dikuasai siswa adalah 3.4 Tokoh Pahlawan dengan sub tema perjuangan para pahlawan.
Materi pelajaran yang dipelajari pada pertemuan pertama siklus II adalah Sama
halnya dengan pertemuan sebelumnya, pada awal pembelajaran difokuskan pada
memotivasi dan merangsang siswa tentang perjuangan para pahlawan yang telah
dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pelaksanaan pertemuan pertama siklus II ini pada
RPP berlangsung selama 2 x 35 menit. Pelaksanaan tindakan pada pertemuan pertama
siklus II ini tetap dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu: (1) kegiatan awal, (2) kegiatan inti,
dan (3) kegiatan akhir.

19
2. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini berupa pelaksanaan simulasi perbaikan pembelajaran
yang dilakukan melalui video 2 simulasi pembelajaran dengan rangkaian kegiatan sebagai
berikut :
b) Pendahuluan
Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyiapkan situasi dan kondisi kelas untuk
mengikuti proses pembelajaran, dimulai dengan mengecek kesiapan belajar siswa, setelah
mencek kesiapan siswa untuk belajar maka siswa untuk berdoa’ serta mencek kehadiran
siswa, Selanjutnya guru menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan pembelajaran
kooperatif tipe NHT . kegiatan ini berlangsung selama 1 Menit.
c) Pelaksanaan Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti pembelajaran disesuaikan dengan langkah pembelajaran model
kooperatif tipe NHT selama 35 menit yang meliputi:
Langkah 1 : Penyajian Materi
4. Sebelumnya guru menempelkan gambar seorang anak yang membantu
kakek menyeberang jalan.
5. Guru meminta pendapat siswa tentang kejadian yang ada di dalam gambar.
Guru membuat kesimpulan bahwa anak tersebut memiliki sikap
kepahlawanan yaitu berkorban untuk membantu orang lain yang
membutuhkan.
6. Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa mereka akan banyak
belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan dari Raja-Raja di masa Hindu,
Budha dan Islam.
Langkah 2 : Penomeran
1. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok
2. Tiap kelompok beranggotakan 3 sampai 4 siswa (pembagian kelompok)
3. Guru memberikan nomor pada masing-masing siswa dari setiap kelompok
secara berurutan (penomoran)
Langkah 3 : Mengajukan Pertanyaan
7. Sebelumnya guru menempelkan gambar Sultan Hasanuddin
8. Guru menanyakan kepada siswa tentang siapa nama Tokoh yang ada di
pajang di depan kelas?
9. Guru dan siswa kemudian membahas tentang sejarah Sultan Hasanuddin.
10. Guru menghubungkan antara sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam
dan yang dimiliki oleh anak tersebut.

20
11. Guru selanjutnya adalah memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa
tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di masa Islam.
12. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada setiap kelompok
sebagai bahan diskusi
Langkah 4 : Berfikir Bersama
10. Guru menjelaskan peraturan saat diskusi (pengarahan)
11. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar.
12. Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada pada buku pelajaran.
Guru memberi waktu sekitar lima menit.
13. Siswa membaca senyap teks tentang sikap kepahlawanan Raja-Raja di
masa Islam.
14. Guru meminta siswa untuk memberikan beberapa contoh sikap
kepahlawanan dari Raja-Raja tersebut yang terlihat di sekitar mereka.
15. Setiap siswa kemudian menjawab pertanyaan yang ada dan mendiskusikan
jawabannya di kelompok masing-masing.
16. Setiap siswa saling berdiskusi dengan masing – masing kelompoknya
17. Siswa menuliskan nilai-nilai perjuangan temtamg sikap kepahlawanan
Raja-Raja di masa Islam
18. Guru membimbing diskusi, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke
kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
Langkah 5 : Menjawab
1. Salah satu kelompok tercepat telah menyelesaikan LKS-nya dan guru
menyebutkan salah satu nomor tertentu untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas.
2. Guru mengajak satu atau dua siswa untuk menyampaikan hasil diskusinya,
lalu memberi penguatan kepada seluruh siswa mengenai jawaban yang
diharapkan.
3. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.
Langkah 6 : Penilaian dan Pemberian Tanggapan
4. Guru dapat memberi kesempatan kepada seluruh siswa untuk memberikan
komentar dari jawaban yang ada. Guru tidak menjawab langsung namun
memberi kesempatan kepada siswa lain untuk mencoba menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh temannya.
5. Guru memberi penghargaan terhadap murid yang telah turut aktif dalam
pembelajaran dan memberi motivasi kepada murid yang kurang aktif.

21
6. Guru dapat menguatkan jawaban-jawaban yang ada.
Langkah 7 : Kesimpulan
1. Guru memberikan kesimpulan dan penjelasan atas
pertanyaan dari jawaban yang disampaikan siswa Agar tidak menimbulkan
kerancuan atau salah persepsi pada siswa.
Langkah 8: Evaluasi
5. Pemberian evaluasi bertujuan untuk mengetahui dan memberikan umpan
balik dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan. Pemberian evaluasi ini
dapat berupa penilaian secara lisan dan tulisan.
6. Guru menanyakan materi yang belum dimengerti oleh siswa
7. Siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
8. Siswa mendapatkan soal evaluasi.
d) Penutup
Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari
Integritas
5. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil
ketercapaian materi)
6. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya
tentang pembelajaran yang telah diikuti.
7. Melakukan penilaian hasil belajar
8. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius.
2. Pengamatan
Hasil pengamatan dalam proses pembelajaran pada siklus II dapat diketahui bahwa
Penerapan model NHT terkait materi Pahlawanku sesuai dengan Rencana Perbaikan
Pembelajaran (RPP). Guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan model
NHT pada terkait materi pahlawanku. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan lembar
observasi simulasi PKP yang terdapat pada Tabel 7.

22
Table 9 Hasil Pengamatan Lembar Observasi Simulasi PKP Oleh Observer Siklus 2
KESESUAIAN
SARAN/HASIL
DENGAN RPP*
ASPEK YANG DIAMATI DISKUSI/REFLEKSI
TIDAK
SESUAI
SESUAI
A. KEGIATAN KEGIATAN
PENDAHULUAN/AWAL PENDAHULUAN/AW
AL
1. Memotivasi  Dari kegiatan awal sudah
ada peningkatan
2. Memberi acuan 

3. Melakukan apersepsi 
B. KEGIATAN INTI KEGIATAN INTI
1. Penjelasan  Dalam kegiatan inti
konsep/materi/contoh/ilust sudah ada peningkatan
rasi dari yang sebelumnya
2. Pemberian penguatan 

3. Penggunaan media 
4. Pemberian tugas/latihan 

5. Umpan balik 

C. KEGIATAN PENUTUP KEGIATAN PENUTUP

5. Meringkas/Merangkum  Telah sesuai

6. Evaluasi 

7. Pemberian tugas 

KEPANTASAN SARAN/ HASIL


PENAMPILAN YANG
TIDAK DISKUSI/REFLE
DIAMATI PANTAS
PANTAS KSI
1. Pakaian yang dikenakan  Sudah pantas dan
2. Alas kaki yang digunakan  sudah sesuai
3. Ekspresi / mimik wajah 
4. Sikap/gerak tubuh saat berdiri 

5. Bahasa yang digunakan 


Berdasarkan Tabel 7 guru perlu memperhatikan keterlaksanaan semua aspek yang
diamati untuk tahap pelaksanaan pembelajaran. Penampilan guru saat mengajar sudah ada
peningkatan dari yang sebelumnya. Keefektifan pelaksanaan simulasi perbaikan
pembelajaran yang dilakukan pada siklus 2, terlihat dari data yang diperoleh dari lembar
Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP pada Tabel 8.

23
Table 10 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi 2 (APS) PKP
Deskripsi APS-PKP 1 APS-PKP 2 APS PKP
Skor Rata-rata 4,17 4,14
83,02
Nilai akhir
Tabel 8 Terlihat bahwa skor rata-rata pada APS PKP 1 dan APS PKP adalah 4,17
dan 4,14. Serta nilai akhir dari APS PKP adalah 83,02. Hal ini menunjukkan rancangan
RPP dan keterlaksanaan video 1 simulasi pembelajaran siklus 1 lebih baik dari
sebelumnya. Data hasil belajar tes siklus 1 dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 11 Hasil Tes Siklus 2 Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV
Ketuntasan
No Nama Siswa KKM Nilai
Tuntas Belum tuntas
1 Abdul Rizki Putra 70 90
2 Anisa Salsabila 70 85 
3 Dara Zaskia 70 72 
4 Jihan Putri Khairani 70 80 
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 
6 Muhammad Farel Alfarisi 70 90 
7 Muhammad Yusuf Ibrahim 70 85 
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 
9 Nazwa Fitriani 70 69 
10 Silfani Yuliandra 70 80 
11 Hanny Kalbina 70 80 
12 Rozaq Januardi 70 70 
13 Hendra 70 70 
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 
15 Muhamad Ibrahim 70 79 
16 Ibnu Sabil 70 65 
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 
18 Meli Nurmala 70 70 
19 Fiona Adfadila 70 75 
20 Zian Nasada Raja 70 72 
Jumlah 1 453
Rata-rata 72.65
Nilai tertinggi 90
Nilai terendah 65
Tuntas % 85
Tidak tuntas % 15
Dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II. Pada akhirnya pembelajaran
IPS dikelas IV Semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 29 Sungai Limau
dapat berhasil dengan memuaskan, 17 siswa tuntas belajar dengan nilai 70 ke atas atau
sekitar 85%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas hanya 3 orang atau sekitar 15% dari 20
orang siswa kelas IV. Setelah melalui kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II maka
hasil tes mata pelajaran IPS pada akhir siklus II mengalami peningkatan yang signifikan.

24
8. Refleksi
Hasil refleksi pada siklus II ini sudah menunjukan hasil yang memuaskan. Dilihat
dari Skenario perbaikan yang dibuatnya yaitu RPP sudah lebih baik rancangannya dari
siklus 1. Demikian juga halnya dengan pelaksanaan video 2 simulasi pembelajaran sudah
lebih baik, dimana semua sintak NHT sudah terlihat pada kegiatan inti. Selain itu, Hasil
belajar siswa yang mendapatkan nilai 65, 68, dan 69 ada 3 siswa dan dua orang siswa
mendapat nilai 90 di atas KKM. Hal ini menunjukkan hasil yang baik, baik dari segi
materi pelajaran, model pembelajaran dan media yang digunakan, penggunaan waktu,
keterlibatan siswa serta suasana kelas. Kondisi ini harus dipertahankan dan ditingkatkan
lagi.
B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Keefektifan pelaksanaan simulasi perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dari
siklus 1 sampai siklus 2 mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari data rekapitulasi
lembar Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP pada Tabel 10.
Table 12 Data Hasil Penilaian Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP Siklus 1 dan Siklus 2
Deskripsi Siklus 1 Siklus 2
Rata-rata APS-1 PKP 4,00 4,17
Rata-rata APS-2 PKP 4,00 4,14
Nilai APS PKP 80,00 83,02
Berdasarkan Tabel 10 terlihat peningkatan keefektifan hasil simulasi pembelajaran
dari adanya peningkatan kemampuan dalam merancang skenario pembelajaran berupa
RPP dan peningkatan kemampuan dalam mengajar pada siklus 1 dan siklus 2. Dimana
berdasarkan APS 1-PKP untuk menilai RPP diperoleh rata-rata 4,00 pada siklus 1
menjadi 4,00 pada siklus 2. Serta dari APS 1-PKP untuk menilai kemapuan mengajar
tampak skor rata-rata video 1 simulasi pembelajaran 4,17 pada siklus 1 menjadi 4,14
dalam video 2 simulasi pembelajaran pada siklus 2. Selain itu berdasarkan APS-PKP,
terlihat peningkatan nilai simulasi secara keseluruhan dari 80,00 pada siklus I meningkat
menjadi 83,02 pada siklus II.
Selain dari segi di atas, guru melihat keefektifan pelaksanaan simulasi perbaikan
pembelajaran. Dilihat dari segi siswa berupa peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas IV
SD Negeri 29 Sungai Limau dengan menerapkan model NHT (Numbered Heads
Together) dapat dilihat pada Tabel 11.

25
Table 13 Rekapitulasi Hasil Belajar IPS Siswa Siklus 1 dan Siklus 2
No Nama Siswa KKM Siklus 1 Siklus 2
1 Abdul Rizki Putra 70 69 90
2 Anisa Salsabila 70 85 85
3 Dara Zaskia 70 72 72
4 Jihan Putri Khairani 70 80 80
5 Muhammad Akhir Jamil 70 68 68
6 Muhammad Farel Alfarisi 70 79 90
7 Muhammad Yusuf Ibrahim 70 69 85
8 Nazwa Nofiani Putri 70 75 75
9 Nazwa Fitriani 70 69 69
10 Silfani Yuliandra 70 80 80
11 Hanny Kalbina 70 69 80
12 Rozaq Januardi 70 65 70
13 Hendra 70 69 70
14 Muhamad Ali Akbar 70 78 78
15 Muhamad Ibrahim 70 79 79
16 Ibnu Sabil 70 65 65
17 Yura Cheisya Fitria 70 70 70
18 Meli Nurmala 70 67 70
19 Fiona Adfadila 70 69 75
20 Zian Nasada Raja 70 68 72
Jumlah 1 445 1 453
Rata-rata 72.25 72.65
Persentase 45% 85%
Dalam pelaksanaan dan perbaikan pembelajaran, dilihat dari hasil pembelajaran
dan tes yang telah dilaksanakan, ternyata dari siklus I sampai siklus II terjadi peningkatan
yang baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 yaitu
dari rata-rata hasil belajar siswa 72.25 pada siklus 2 meningkat menjadi 72.65. Pada
siklus 1 persentase ketuntasan siswa, baru mencapai 45 % dan terjadi peningkat menjadi
85% pada siklus II.
Dari pembelajaran awal atau pra siklus diperoleh data bahwa terlihat
pembelajaran yang kuramg kondusif. Kurangnya antusias siswa dalam pembelajaran IPS
menyebabkan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, tidak mau menjawab
pertanyaan guru, tidak mau bertanya meskipun belum mengerti, bicara sendiri, tidak
serius dalam mengerjakan tugas kelompok. Penyebabnya adalah guru kurang optimal
dalam mengelola proses pembelajaran. Selain itu juga karena guru kurang terbiasa
menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi tentang materi Pahlawanku. Pada
pembelajaran awal ini masih banyak siswa yang hasil tesnya masih dibawah KKM.
Sehingga hasil yang diinginkan dalam pembelajaran belum tercapai. Oleh sebab itu untuk
mengatasinya digunakan model NHT. Model NHT merupakan salah satu faktor yang

26
dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Hal ini didukung oleh hasil analisis data hasil
belajar pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dibandingkan seperti pada Tabel 12.
Table 14 Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siswa
Siklus Siklus
Variabel Target Prasiklus
I II
Ketuntasan Hasil Belajar 100 25% 45% 85%
Nilai rata –rata 80 58 72,25 72,65
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil belajar peserta didik mengalami
kenaikan yang sangat signifikan. Hasil belajar pra siklus sebesar 25 %, pada siklus I 45 %
menjadi dan pada siklus II meningkat menjadi 85%.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian tindakan kelas pada siswa kelas
IV SD Negeri 29 Sungai Limau 2020/2021 kompetensi dasar mengenai Mengidentifikasi
kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat masa
kini di lingkungan daerah setempat dengan menerapkan modep pembelajaran NHT
(Numbered Heads Together) Maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
Adanya peningkatan keefektifan hasil simulasi pembelajaran dari adanya
peningkatan kemampuan dalam merancang skenario pembelajaran berupa RPP dan
peningkatan kemampuan dalam mengajar pada siklus 1 dan siklus 2. hal ini terlihat dari
hasil penilaian APS-PKP, pada pada siklus I diperoleh nilai simulasi pembelajaran 80,00
meningkat menjadi 83,02 pada siklus II.
Penerapan model belajar NHT ini mampu meningkatkan hasil belajar IPS siswa,
dimana nilai dari siklus I rata - rata 72.25 dan siklus II nilai rata - rata meningkat menjadi
72.65. Melalui penerapan model NHT dapat diketahui tingkat Ketercapaian Ketuntasan
Minimal (KKM) terlampaui yaitu 70.
B. Saran dan Tindak Lanjut
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian yang dilaksanakan di atas ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan oleh guru untuk meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam
pembelajaran sebagai tugas profesional. Saran yang diberikan peneliti seperti berikut.
c. Sebelum guru menggunakan sebuah strategi atau metode dalam pembelajaran
sebaiknya membuat skenario pembelajaran terlebih dahulu, agar proses
pembelajaran menjadi terarah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai
dengan baik
d. Guru Sekolah Dasar hendaknya mampu meningkatkan interaksi selama proses

27
pembelajaran berlangsung agar pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik
e. Pengelolaan waktu dalam pembelajaran harus tepat, sehingga pembelajaran
sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan mendapatkan hasil optimal . serta
menggunakan media gambar yang menarik sangat menunjang dalam setiap
aktivitas pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Susanto. 2015. Teori Belajar Dan Pembelajaran Disekolah Dasar. Jakarta:
Prenada Media
Agus Suprijono. 2013. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta:
Pusaka Pelajar.
Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Bambang Riyanto. 2010. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, ed. 4, BPFE.
Yogyakarta
Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Gunawan, Rudi, 2011. Pendidikan IPS Filosofi, Konsep dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Heruman. 2013. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
Hobri. 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif. Jember. Center of Society Studies.
Jember
Purwanto. 2013. Evaluasi hasil belajar.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Solihatin, Etin. 2011. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta:
Bumi Aksara.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan Implementasinya
dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.
Tryana. 2008. Kelebihan Model Numbered Head Together. Jakarta. Inter Plus.
Zamroni. 2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Bigraf Publishing.

28
LAMPIRAN

29
Lampiran 1Rancangan Satu Siklus (RIS) untuk Siklus 1 dan Siklus 2

A. Rancangan Satu Siklus (Ris) Untuk Siklus 1

1) Perencanaan
Sebelum melakukan penelitian, dalam tahap perencanaan dilakukan kegiatan
penelitian ini terlihat dari Tabel 3.
Tabel 3 Rangkaian kegiatan pada Tahap perencanaan dalam penelitian
No Hari /Tanggal Kegiatan Deskripsi
1 Senin, 5 Oktober Menetapkan jadwal Penelitian dilaksanakan
2020 penelitian untuk sesuai kalender pendidikan
siklus 1 dan siklus 2
2 Rabu, 7 Oktober Mengkaji Kurikulum Menentukan tema dan
2020 2013 pada subtema
pembelajaran yang diteliti
3 Rabu, 7 Oktober Merancang RPP Banyak pertemuan dalam
2020 untuk siklus 1 dan RPP dirancang sesuai tema
siklus 2 dengan dan subtema dimana pada
model Number Head langkah-langkah
Together (NHT ) pembelajaran pada kegiatan
ini
mengguanakan sintak NHT

4 Jum’at, 9 Oktober Menyiapkan Instrumen berupa:


2020 instrument penelitian lembar observasi simulasi
untuk siklus 1 dan PKP dan alat penilaian
siklus 2 simulasi PKP yang telah
berisi data peneliti
5 Senin, 12 Oktober Menyiapkan kamera, Video 1 simulasi
2020 alat peraga dan segala pembelajaran dibuat engan
fasilitas pedoman RPP hari
yang akan digunakan terakhir/pertemuan terakhir
dalam pembuatan siklus 1
video 1 untuk siklus 1 dan Video 2
dan 2 simulasi simulasi
pembelajaran serta pembelajaran dibuat dengan
untuk dokumentasi pedoman RPP hari
terakhir/pertemuan terakhir
siklus 2serta mengambil
foto dokumentasi
Berdasarkan Tabel 3 Rencana Kegiatan yang dilaksanakan itu sebagai berikut:
a. Menetapkan jadwal penelitian untuk siklus 1 dan siklus 2 Jadwal penelitian untuk
siklus 1 dilaksanakan sesuai dengan jadwal pembuatan video 1 simulasi

30
pembelajaran yaitu pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 dan video 2 simulasi
pembelajaran yaitu pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020.
b. Mengkaji Kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas IV serta penunjang lain.
Penelitian dilakukan pada Kompetensi Dasar 3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu,
Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat masa kini di
lingkungan daerah setempat.
c. Merancang RPP dengan model Number Head Together (NHT) Pada kegiatan inti
dalam RPP menggunakan sintaks NHT sebagai berikut:
1. Penomoran
2. Mengajukan pertanyaan
3. Berpikir bersama
4. Menjawab pertanyaan
d. Menyiapkan instrument penelitian berupa:
1) Lembar observasi simulasi PKP yang telah berisi data peneliti digunakan untuk
mengobservasi video 1 simulasi pembelajaran terkait keterlaksanaan RPP dan
penampilan peneliti.
2) Alat Penilaian Simulasi (APS) PKP yang telah berisi data peneliti masing-
masing digunakan untuk 2 siklus. APS PKP ada 2 jenis yaitu:
d) Alat Penilaian Simulasi PKP 1 (APS-PKP 1) untuk menilai RPP peneliti.
e) Alat Penilaian Simulasi PKP 2 (APS-PKP 2) untuk menilai video 1
simulasi pembelajaran.
f) Menyiapkan kamera, alat peraga dan segala fasilitas yang akan digunakan
dalam pembuatan video 1 simulasi pembelajaran serta untuk dokumentasi.
Dokumentasi berupa foto kegiatan awal, foto kegiatan inti, foto kegiatan
penutup dan foto aktivitas diskusi bersama pendamping.

31
2) Pelaksanaan
Setelah penyusunan RPP, maka peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan
RPP yang telah di susun. Pada tahap ini, peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan perencanaan yang telah dirumuskan. Setiap langkah yang telah direncanakan
diamati dan dikumpulkan data-datanya, baik data aktifitas selama proses pembelajaran
maupun data hasil pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan
aktivitas, dan hasil pembelajaran dari siklus satu ke siklus berikutnya.
3) Pengamatan
Observasi terhadap tindakan pembelajaran IPS di Kelas IV dengan model NHT
dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Kegiatan ini dilakukan secara
intensif, objektif dan sistematis. observasi dilakukan oleh guru pada waktu melaksanakan
tindakan pembelajarana IPS melalui video 1 simulasi pembelajaran. Pada kegiatan ini
guru berusaha mengenal, dan mendokumentasikan semua kegiatan dan perubahan yang
terjadi selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model NHT baik yang
disebabkan oleh tindakan terencana maupun tindakan diluar perencanaan yang terdapat
dalam pembelajaran IPS. Kemudian guru melakukan diskusi dengan guru senior untuk
membahas tentang kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan
saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Kegiatan pengamatan dilakukan oleh guru untuk mengamati kegiatan siswa selama
proses pembelajaran, kegiatan tersebut dicatat pada lembar observasi. Observasi
dilakukan secara terus menerus mulai dari siklus I sampai selesai. Observasi pada siklus
II berpedoman pada penyusunan tindakan pada siklus I. Rencana siklus ke II dibuat
berdasarkan analisis pada siklus I. Hasil pengamatan ini kemudian didiskusikan dengan
guru senior dan diadakan refleksi untuk perencanaan siklus II.
4) Refleksi
Pada kegiatan ini peneliti dan guru mengamati lembaran observasi yang telah diisi
dan hasil penilaian APS. Serta melakukan diskusi tentang kelebihan dan kekurangan yang
terdapat pada pembelajaran yang telah dilakukan melalui video 1 simulasi pembelajaran.
Apabila terdapat kekurangan maka dilakukan perbaikan terhadap kegiatan pembelajaran.
Selain itu guru dan peneliti mengulas dan menjelaskan perbedaan rencana dan
pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Lalu melakukan intervensi, pemaknaan dan
penyimpulan data yang diperoleh. Hasil refleksi bersama ini dimanfaatkan sebagai
masukan pada tindakan selanjutnya. Selain itu, hasil kegiatan refleksi setiap tindakan
digunakan untuk menyusun simpulan terhadap hasil tindakan siklus I dan II.

32
Lampiran 2 RPPH/RPP Hari 1 siklus 1 dan hari terakhir siklus 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP) KURIKULUM 2013
SIKLUS 1 (PERTEMUAN 1)
Satuan Pendidikan : SD N 29 SUNGAI LIMAU
Kelas/Semester : 4/1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 1 : Perjuangan Para Pahlawan
Pembelajaran ke :1
Alokasi waktu : 6 x 35 menit

H. KOMPETENSI INTI
5. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
6. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
7. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
8. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis,
dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

I. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATORNYA


IPS
Kompetensi Indikator

3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu, 3.4.1 Menyebutkan peninggalan kerajaan


Buddha dan Islam serta pengaruhnya masa Hindu,Buddha dan Islam pada masa
pada kehidupan masyarakat masa kini kini dan pengaruhnya bagi mastarakat di
di lingkungan daerah setempat. wilayah setempat.

4.4 Menyajikan hasil identifikasi 4.4.1 Membuat laporan peninggalan


kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta kerajaan masa Hindu,Buddha dan Islam
pengaruhnya pada kehidupan pada masa kini dan pengaruhnya bagi
masyarakat masa kini di lingkungan masyarakat di wilayah setempat dalam
daerah setempat. bentuk peta pikiran.

J. TUJUAN PEMBELAJARAN
5. Setelah membaca teks tentang Raja Purnawarman, siswa mampu menjawab
pertanyaan dengan benar.
6. Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan teks, siswa mampu menceritakan
kembali isi cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci.
7. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan kerajaan
di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat
dengan benar.
8. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan di
masa Hindu, Budha dan Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan
menggunakan peta pikiran.

33
Karakter Siswa Yang Diharapkan
a. Religious e. Cinta tanah air
b. Disiplin f. Menghargai prestasi
c. Rasa ingin tahu g. Gemar membaca
d. Semangat kebangsaan
K. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak
semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan
masing-masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
Pendahuluan pembelajaran. 10 menit
 Menginformasikan tema yang akan
dibelajarkan yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan.
Inti  Sebelumnya guru menempelkan gambar seorang anak 150 menit
yang membantu kakek menyeberang jalan.
(Mengamati)
 Guru meminta pendapat siswa tentang kejadian yang
ada di dalam gambar. Guru membuat kesimpulan
bahwa anak tersebutmemiliki sikap kepahlawanan
yaitu berkorban untuk membantu orang lain yang
membutuhkan. Communication
 Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa
mereka akan banyak belajar tentang nilai-nilai
kepahlawanan dari Raja-Raja di masa Hindu, Budha
dan Islam.(Mengkomunikasikan)
 Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada
pada buku pelajaran. Guru memberi waktu sekitar tiga
menit. Mandiri
 Setiap siswa kemudian menjawab pertanyaan yang
ada dan mendiskusikan jawabannya di kelompok
masing-masing. (Menanya)
 Guru membimbing diskusi, berjalan berkeliling dari
kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan
bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
(Mengkomunikasikan)
 Guru mengajak satu atau dua siswa untuk
menyampaikan hasil diskusinya, lalu memberi
penguatan kepada seluruh siswa mengenai jawaban
yang diharapkan. Guru dapat memberi kesempatan
kepada seluruh siswa untuk memberikan komentar
dari jawaban yang ada. Guru tidak menjawab
langsung namun memberi kesempatan kepada siswa
lain untuk mencoba menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh temannya. Guru dapat menguatkan

34
jawaban-jawaban yang ada. Collaboration
 Guru melanjutkan kegiatan dengan meminta siswa
membaca teks tentang Raja Purnawarman dalam hati.
Literasi
 Setiap siswa diminta untuk menjawab pertanyaan dan
secara klasikal guru membahas jawabannya. Seorang
siswa bisa diminta untuk menyampaikan jawaban dan
siswa lain bisa mempertanyakannya. (Menanya)
 Siswa kemudian memperbaiki jawabannya apabila
perlu. Berdasarkan jawaban tersebut, setiap siswa
kemudian menceritakan kembali isi bacaan dengan
memperhatikan fakta-fakta yang ada, runtut dan
menggunakan ejaan yang benar.
 Guru menyampaikan rubrik penilaiankepada siswa.
Communication
 Guru memberi contoh bahwa peninggalan bukan
hanya benda bersejarah saja tetapi juga pemikiran atau
nilai-nilai yang bisa mempengaruhi hidup masyarakat,
misalnya Raja Purnawarman memiliki nilai
melindungi orang lain, dalam hal ini rakyatnya. Nilai
tersebut dimiliki oleh beberapa tokoh di sekitar
mereka dan mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Critical Thinking and Problem Solving
 Guru meminta siswa untuk memberikan beberapa
contoh sikap kepahlawanan dari Raja-Raja tersebut
yang terlihat di sekitar mereka. Creativity and
Innovatio
 Siswa menuliskan nilai-nilai perjuangan atau
peninggalan lainnya dari para raja yang
mempengaruhi masyarakat atau daerah di mana
mereka tinggal. Tulisan bisa memuat semangat
perjuangan, nilai pendidikan, ajaran positif, maupun
benda-benda bersejarah. Nasionalis
 Karena kegiatan berikutnya adalah percobaan, guru
sebaiknya mempersiapkan perlengkapan percobaan
sebelum kelas dimulai. Perlengkapan dikelompokkan
berdasarkan kelompok. Gotong Royong
 Guru meminta satu perwakilan untuk mengambil
perlengkapan percobaan.
 Siswa dan guru membuat kesepakatan tentang
percobaan agar kegiatan bisa berjalan dengan baik.
 Kelompok melakukan percobaan sesuai dengan
prosedur yang ada pada buku pelajaran.
Collaboration
 Setiap siswa mencatat hasil percobaan pada tabel yang
telah disiapkan. Mandiri
 Di akhir laporannya siswa menuliskan kesimpulan.
Siswa menyampaikan hasil laporannya di kelompok
masing-masing dan perwakilan bisa
menyampaikannya di depan kelas. Guru menambah
informasi yang dibutuhkan sebagai penguatan.
Integritas

35
 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan /
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran
Penutup yang telah diikuti. 18 Menit
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan
pembelajaran) Religius

L. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


1. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
2. Media :
 Gambar beberapa orang sedang bekerjasama melakukan beragam kegiatan.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
M. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah
N. MATERI PEMBELAJARAN
4. Membaca teks tentang “Raja Purnawarman”.
5. Menceritakan kembali isi teks “Raja Purnawarman” menggunakan bahasa
sendiri.
6. Peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi
wilayah setempat.
G. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Dst ...................

Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

36
2. Diskusi
Saat siswa melakukan diskusi tentang peta pikiran mengapa penting menjaga
kelestarian dan sumber daya alam.
Berilah tanda centang () pada bagian yang memenuhi kriteria.

37
4. IPS
Tugas dinilai dengan cek lis
Indikator penilaian Ada Tidak ada
Memuat minimal 2 benda peninggalan sejarah
Menyebutkan minimal 2 ajaran positif yang diwariskan
raja-raja
Menyebutkan minimal 2 nilai-nilai sikap
kepahlawanan yang diwariskan para raja
Menyebutkan pengaruh dari peninggalan raja-raja
terhadap masyarakat setempat

Mengetahui Sungai Limau, Juli 2019


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI, S.Pd


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916

38
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KURIKULUM 2013
SIKLUS 1 (PERTEMUAN 2)

Satuan Pendidikan : SD N 29 Sungai Limau


Kelas/Semester : 4/1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 1 : Perjuangan Para Pahlawan
Pembelajaran ke :5
Alokasi waktu : 1 Hari

a. KOMPETENSI INTI
1. Menerima menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di
rumah, sekolah, dan tempat bermain.

b. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATORNYA

IPS
Kompetensi Indikator
3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu, 3.4.2 Menjelaskan perjuangan tokoh di
Buddha dan Islam serta pengaruhnya zaman hindu Buddha
pada kehidupan masyarakat masa kini
di lingkungan daerah setempat
4.4 Menyajikan hasil identifikasi 4.4.2 Menceritakan perjuangan tokoh di
kerajaan Hindu, Buddha dan Islam serta zaman Hindu Budha
pengaruhnya pada kehidupan
masyarakat masa kini di lingkungan
daerah setempat

c. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu
menjelaskan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha.
2. Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu
menceritakan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha.
3. Dengan mengamati gambar, siswa mampu menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan garis sejajar dan garis berpotongan dalam kehidupan sehari-
hari dengan benar.
Karakter Siswa Yang Diharapkan
a. Regilius e. Cinta tanah air
b. Disiplin f. Menghargai prestasi
c. Rasa ingin tahu g. Gemar membaca
d. Semangat kebangsaan

39
d. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak semua
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
Pendahuluan pembelajaran. 10 menit
 Menginformasikan tema yang akan
dibelajarkan yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan.
Inti  Sebagai pembuka kegiatan berikut. pembelajaran, guru 150
bertanya kepada siswa. Siapa lagi tokoh yang terkenal menit
pada zaman Hindu, Budha, dan Islam?
Communication
 Guru menyampaikan bahwa Di akhir masa Kerajaan
Hindu-Buddha, muncullah tokoh-tokoh yang
membawa kejayaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan
Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar
di Nusantara. (Mengamati)
 Untuk menjawab pertanyaan dari guru, siswa diminta
mengamati gambar dan membaca informasi yang
terdapat pada buku siswa Literasi
 Siswa diminta bekerja secara berkelompok untuk
mendiskusikan hubungan antar gambar. Collaboration
 Siswa menuliskan hasil diskusi di buku siswa.
Mandiri
 Siswa diminta mempresentasikan hasil diskusi mereka
di depan kelas. Collaboration
 Siswa diminta membaca teks tentang Mahapatih Gajah
Mada. Literasi
 Siswa diminta menceritakan kembali kisah tentang
Gajah Mada sesuai urutan arah panah.
 Secara berkelompok, siswa diminta mendiskusikan
dan menuliskan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan
berikut pada selembar kertas.
 Apa tujuan Gajah Mada mengucapkan Sumpah
Palapa?
 Apa yang diperjuangkan Gajah Mada?
 Apakah perjuangan Gajah Mada mempunyai pengaruh
pada kehidupan bangsa Indonesia saat ini? Jelaskan
dan berikan contoh!
 Hal baik apa yang dapat kamu contoh dari Gajah
Mada?
 Apakah Gajah Mada bisa disebut sebagai pahlawan
pada masa Kerajaan Majapahit?
 Siswa diminta menyampaikan hasil diskusi mereka
kepada kelompok lain. Gotong Royong
 Setelah menyampaikan hasil diskusi, siswa
memperluas pengetahuan mereka dengan membaca
teks tentang perjuangan Gajah Mada yang terdapat di
buku siswa.
 Siswa melanjutkan membaca tentang komplek candi
Penataran (Mengeksplorasi)
 Siswa menuliskan pendapat mereka tentang candi
Penataran di buku siswa. (Mengkomunikasikan)
 Siswa mendiskusikan pendapat tersebut secara
berpasangan. Gotong Royong

 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan /


rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa
Penutup untuk menyampaikan pendapatnya tentang 19 Menit
pembelajaran yang telah diikuti.
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut
agama dan keyakinan masing-masing (untuk
mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius

E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


1. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
2. Media :
 Gambar relevan (internet).
 Data lama pemerintahan raja-raja.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
F. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Number Head Together
G. MATERI PEMBELAJARAN
 Tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu-Budha.
H. PENILAIAN DAN PROSES HASIL BELAJAR
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
No Nama Santun Peduli
Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Dst ...................
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

2. IPS
Diskusi dinilai dengan rubrik.

Berilah tanda centang (√) pada bagian yang memenuhi kriteria.

Mengetahui Sungai Limau, Oktober 2020


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KURIKULUM 2013
SIKLUS 2 (PERTEMUAN 1)
Satuan Pendidikan : SD N 29 Sungai Limau
Kelas/Semester : IV (Empat) / 1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 2 : Pahlawan Kebanggaanku
Pembelajaran ke :1
Alokasi waktu : 1 hari

A. KOMPETENSI INTI (KI)


KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan
logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan
berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR (KD)
IPS
Kompetensi Indikator
3.4 Masa kini di lingkungan daerah 3.4.1 Menyebutkan peninggalan kerajaan masa
setempat kini bagi mastarakat di wilayah setempat.
4.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu,
Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada
4.4.1 Membuat laporan peninggalan kerajaan
kehidupan masyarakat Menyajikan hasil
masa Islam pada masa kini dan pengaruhnya
identifikasi kerajaan Hindu, Buddha dan
bagi masyarakat di wilayah setempat dalam
Islam serta pengaruhnya pada kehidupan
bentuk peta pikiran..
masyarakat masa kini di lingkungan daerah
setempat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca teks tentang Sultan Hasanuddin, siswa mampu menyebutkan
informasi yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar.
2. Setelah mengumpulkan informasi yang sudah dan ingin diketahui lebih lanjut,
siswa mampu mempresentasikannya melalui Bahasa lisan dan tulisan.
3. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan
kerajaan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar.
4. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan di
masa Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta
pikiran.
Karakter Siswa Yang Diharapkan
a. Relegius e. Cinta tanah air
b. Disiplin f. Menghargai prestasi
c. Rasa ingin tahu g. Gemar membaca
d. Semangat kebangsaan

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak semua
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
Pendahulu
pembelajaran. 10 menit
an
 Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan.
Inti  Sebelumnya guru menempelkan gambar Sultan 50 menit
Hasanuddin di papan tulis dan meminta siswa untuk
menyampaikan apa yang sudah mereka ketahui tentang
tokoh tersebut. (Mengamati)
 Guru dan siswa kemudian membahasnya sebentar.
(Menanya)
 Guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa
mereka akan belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan
dari Raja-Raja di masa Islam.
 Siswa diminta untuk membaca teks ‘Sultan Hasanuddin’
dalam hati. Guru ikut membaca. Literasi
 Berdasarkan bacaan tersebut, setiap siswa kemudian
menuliskan apa yang sudah mereka ketahui tentang
Sultan Hasanuddin dan apa yang ingin mereka ketahui
tentangnya. Siswa menuliskannya pada tabel yang ada
di buku pelajaran dan mendiskusikannya dengan teman
kelompok. (Mengumpulkan informasi)
 Guru melanjutkan kegiatan dengan menginformasikan
bahwa siswa akan melakukan percobaan tentang cahaya
dan cermin.
 Setiap siswa diminta untuk membaca teks pada buku
pelajaran. Literasi
 Siswa kemudian menuliskan tiga pertanyaan tentang
berkomunikasi menggunakan cermin. Pertanyaan
ditukar dengan teman sebelah dan siswa kemudian
menjawab pertanyaan temannya. Setelah selesai siswa
mengembalikannya dan memeriksa jawaban teman.
Collaboration
 Guru membahasnya sebentar tentang topik
berkomunikasi dengan cermin. Berikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya. Communication
 Percobaan dapat dilakukan di luar kelas. Guru meminta
siswa dengan tertib ke luar kelas dan berkumpul di
halaman setelah mereka membaca prosedur percobaan
dan memahaminya. Collaboration
 Siswa diberi kesempatan untuk melakukan percobaan
beberapa kali dan setelah selesai mereka diminta
kembali ke dalam kelas untuk membuat laporan pada
tabel yang sudah disediakan pada buku pelajaran.
 Guru menyampaikan rubrik penilaian kepada siswa.
Communication
 Untuk menambah pemahaman siswa tentang raja-raja di
masa Islam serta peninggalan dan pengaruhnya terhadap
masyarakat, guru mengajak siswa untuk mengamati
gambar.
 Siswa kemudian mengisi tabel berikut dan
mendiskusikan isinya dengan teman sebelahnya. Siswa
boleh melengkapi tabelnya dengan informasi yang
diperoleh dari buku atau guru. Gotong Royong
 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan /
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
Penutup menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang 20 Menit
telah diikuti.
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama
dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius

E. Sumber dan Media Pembelajaran


1. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
2. Media :
 Gambar beberapa orang sedang bekerjasama melakukan beragam kegiatan.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
F. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah
G. Materi Pembelajaran
 Mengidentifikasi peninggalan sejarah masa Hindu, Budha, dan Islam serta
pengaruhnya bagi masyarakat sekitar dengan menggunakan peta pikiran.

45
H. Penilaian Proses Dan Hasil Belajar
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Dst ...................
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

2. Diskusi
Saat siswa melakukan diskusi tentang peta pikiran mengapa penting menjaga
kelestarian dan sumber daya alam.
Berilah tanda centang () pada bagian yang memenuhi kriteria.
Kriteria Sangat Baik Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan
(4) (1)
Mendengar Selalu Mendengarka Masih perlu Sering diingatkan
kan mendengark n teman yang diingatkan untuk mendengarkan
an teman berbicara untuk teman yang sedang
yang sedang namun mendengarka berbicara namun tidak
berbicara sesekali n teman yang mengindahkan
masih perlu sedang
diingatkan. berbicara.

Komunikasi Merespon Merespon Sering Membutuhkan
non verbal dan dengan tepat merespon bantuan dalam
(kontak menerapkan terhadap kurang tepat memahami bentuk
mata, komunikasi komunikasi terhadap komunikasi non verbal
bahasa non verbal non verbal komunikasi yang ditunjukkan
tubuh, dengan yang non verbal teman.
postur, tepat. ditunjukkan yang
ekspresi teman. ditunjukkan
wajah,  teman.
suara)
Partisipasi Isi Berbicara dan Berbicara dan Jarang berbicara
(menyampai pembicaraan menerangkan menerangkan selama proses diksusi
kan ide, menginspira secara rinci, secara berlangsung.
perasaan, si teman. merespon rinci,namun 
pikiran) Selalu sesuai dengan terkadang
mendukung topik. merespon
dan kurang sesuai
memimpin dengan topik.
lainnya saat
diskusi.

46
3. IPS
Tugas dinilai dengan cek lis
Indikator penilaian Ada Tidak ada
Memuat minimal 2 benda peninggalan
sejarah
Menyebutkan minimal 2 ajaran positif
yang diwariskan raja-raja
Menyebutkan minimal 2 nilai-nilai sikap
kepahlawanan yang diwariskan para raja
Menyebutkan pengaruh dari peninggalan
raja-raja terhadap masyarakat setempat

Mengetahui Sungai Limau, Oktober 2020


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916

47
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KURIKULUM 2013
SIKLUS 2 (PERTEMUAN 2)
Satuan Pendidikan : SD N 29 Sungai Limau
Kelas/Semester : IV (Empat) / 1
Tema 5 : Pahlawanku
Sub Tema 2 : Pahlawan Kebanggaanku
Pembelajaran ke :5
Alokasi waktu : 1 hari

A. KOMPETENSI INTI (KI)


KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan
logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan
berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR (KD)
IPS
Kompetensi Indikator
3.4 Mengidentifikasi kerajaan Hindu, 3.4.2 Menyebutkan sikap kepahlawanan sebagai
Buddha dan Islam serta pengaruhnya pada peninggalan kerajaan masa Islam dan
kehidupan masyarakat masa kini di pengaruhnya terhadap masa kini bagi
lingkungan daerah setempat mastarakat di wilayah setempat
4.4 Menyajikan hasil identifikasi kerajaan
4.4.2 Menyajikan dalam bentuk peta pikiran
Hindu, Buddha dan Islam serta pengaruhnya
pahlawanan di masa kerajaan Islam dan
pada kehidupan masyarakat masa kini di
pengaruhnya bagi masyarakat di wilayah
lingkungandaerah setempat
setempat pada masa kini

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
3. Setelah mengamati gambar dan membaca teks, siswa mampu menyajikan
informasi tentang sikap kepahlawanan dari Ki Hajar Dewantara dan
pengaruhnya terhadap masyarakat di wilayah setempat dalam bentuk peta
pikiran.
4. Setelah mengamati gambar dan membaca teks, siswa mampu menyajikan
informasi dalam bentuk peta pikiran tentang sikap kepahlawanan dari Ki Hajar
Dewantara dan pengaruhnya terhadap masa kini bagi masyarakat di wilayah
setempat.
Karakter Siswa Yang Diharapkan
a. Relegius c. Semangat kebangsaan
b. Disiplin d. Cinta tanah air
b. Rasa ingin tahu e. Menghargai prestasi

48
f. Gemar membaca

49
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Guru memberikan salam dan mengajak semua
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
Pendahulu
pembelajaran. 10 menit
an
 Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tentang ”Pahlawanku”. Nasionalis
 Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan.
 Sebelum siswa membaca teks tentang Ki Hajar
Dewantara, guru menanyakan pertanyaan berikut
kepada siswa. Literasi
 Apa yang kalian ketahui tantang Ki Hajar
Dewantara?
 Siswa diminta mendiskusikan jawabannya dalam
kelompok. (engumpulkan informasi)
 Siswa mengamati gambar dan membaca teks yang
terdapat dalam buku siswa.
 Siswa diminta membuat pertanyaan berdasarkan
teks. Mandiri
 Setelah berlatih menyanyikan notasi dan lirik lagu
Maju Tak Gentar, siswa diminta menampilkan lagu
tersebut di depan kelas secara berkelompok.
Integritas
 Sebelum tampil, siswa memperhatikan arahan dari
Inti guru tentang kriteria menyanyikan lagu dengan baik. 50 menit
(Menanya)
 Siswa diminta mengajukan pertanyaan kepada guru
jika ada hal yang belum mereka pahami.
 Ketika kelompok lain tampil, setiap siswa diminta
membuat catatan tetang penampilan kelompok lain
dalam berbagai aspek, misalnya tinggi rendah nada,
tempo, kekompakan, serta ekspresi. Critical
Thinking and Problem Solving
 Siswa mengamati gambar yang terdapat dalam buku
siswa.
 Siswa mengamati gambar yang terdapat dalam buku
siswa. Communication
 Siswa mendiskusikan penjelasan mereka secara
berpasangan dengan temannya.
 Siswa menjawab pertanyaan yang terdapat dalam
buku siswa. Mandiri
 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan /
Penutup rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
 Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran
yang telah diikuti.
 Melakukan penilaian hasil belajar
 Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius

E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


4. Sumber :
 Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 4 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
5. Media :
 Gambar beberapa orang sedang bekerjasama melakukan beragam kegiatan.
 Software Pengajaran SD/MI untuk kelas 4 dari JGC.
 Kertas HVS
F. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah

G. MATERI PEMBELAJARAN
 Menyajikan dalam bentuk peta pikiran informasi tentang pahlawan
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
1. Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
Jawab
No Nama
S
K C B K C B SB K C B SB
B
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ...................
Dst ...................
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
2. IPS
Peta pikiran dinilai dengan daftar periksa.
Indikator penilaian Ada Tidak ada

5. Memuat sedikitnya 2 Jasa Ki Hajar


Dewantara terhadap Indonesia

6. Memuat alasan mengapa Ki Hajar Dewantara


dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan
Nasional

7. Memuat sedikitnya 2 sikap yang bisa


diteladani dari Ki Hajar Dewantara

8. Memuat alasan kemungkinan yang terjadi


jika tidak ada Bapak Ki Hajar Dewantara

Mengetahui Sungai Limau, Oktober 2020


Kepala SDN 29 Sungai Limau Guru Kelas IV

ZETWISMA, S.Pd RINA SUSIANI


NIP. 196101171981122002 NIM.856209916
Lampiran 3 Skenario Perbaikan Pembelajaran Hari Pertama Siklus 1 dan Hari terakhir
siklus 2

Skenario Perbaikan

Tujuan perbaikan : Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada


Pembelajaran IPS Melalui Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together
(NHT) Di Kelas IV SDN 29 Sungai Limau”.
Siklus ke :1
Hari/tanggal : Jumat, 30 Oktober 2020
Hal yang diperbaiki/ditingkatkan :
Kegiatan pengembangan :
1. Kegiatan pengembangan :
Dalam kegiatan pengembangan, masih perlu peningkatan dalam mengembangkan
materi pembelajaran, penggunaan sumber belajar harus lebih di maksimalkan agar
materi dapat dikembangkan dengan baik. Buku-buku penunjang pembelajaran
seharusnya di pakai saat menyampaikan materi. Di dalam menyampaikan materi
guru masih sangat minim dalam menggunakan media belajar, dan dalam
menyampaikan materi guru hanya monoton pada satu materi tanpa
mengembangkan ke materi lain.
2. Langkah-langkah perbaikan : (diuraikan secara rinci)
a. Kegiatan Pendahuluan
Guru masih belom melakukan kegiatan apersepsi dengan baik, guru juga belum
melakukan persiapan dan penguatan dalam menyiapkan fisik dan mental siswa,
selain itu belum adanya terlihat menghubungkan pelajaran sebelumnya dengan
pembelajaran sekarang. Sebaiknya sebelum belajar guru kembali mengingatkan
siswa dengan pembelajaran sebelumnya agar adanya kesinambungan antara
materi sebelumnya dengan materi berikutnya.
b. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru belum menyampaikan materi dengan efektif, sehingga
materi hanya sedikit diperoleh siswa, sebaiknya guru mengarahkan materi tentang
pahlawan-pahlawan bangsa yang dikenal oleh sisiwa terlebih dahulu, dan dalam
menyampaikan materi guru masih belum memvariasikan metode, sehingga
pembelajaran tidak efektif.
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup belum nampak kegiatan tanya jawab antara guru dan
siswa, disamping itu guru dan siswa juga tidak melakukan refleksi pembelajaran.
Guru tidak melakukan evaluasi sebagai media pengontrol kegiatan, kemudian
guru juga tidak melakukan penyimpulan pembelajaran. Sebaiknya untuk
mengevaluasi kegiatan pembelajaran guru melakukan refleksi bersama siswa
untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.
3. Pengelolaan Kelas
Penataan ruang:
Perlu adanya penguasaan dan tata ruang yang lebih baik, serta penggunaan media
yang ada disekitar, agar pembelajaran lebih efektif dan konsisten. Guru belom
mengelola ruang kelas dengan baik, meja untuk meletakan bahan ajar tidak
tersedia, guru lebih cendrung monoton dalam mengelola kelas.
Skenario Perbaikan
 
Tujuan perbaikan : Upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi
Pahlawanku
Siklus ke :2
Hari/tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2020
Kegiatan pengembangan : Pada pembelajaran ini mengembangkan materi dengan
menggunakan strategi Numbered Heads Together (NHT)
Langkah-langkah perbaikan : (diuraikan secara rinci)
a. Kegiatan Pendahuluan
Guru masih belom melakukan kegiatan apersepsi dengan baik, guru juga belum
melakukan persiapan dan penguatan dalam menyiapkan fisik dan mental siswa, selain itu
belum adanya terlihat menghubungkan pelajaran sebelumnya dengan pembelajaran
sekarang. Sebaiknya sebelum belajar guru kembali mengingatkan siswa dengan
pembelajaran sebelumnya agar adanya kesinambungan antara materi sebelumnya dengan
materi berikutnya.
b. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru belum menyampaikan materi dengan efektif, sehingga materi
hanya sedikit diperoleh siswa, sebaiknya guru mengarahkan materi tentang pahlawan-
pahlawan bangsa yang dikenal oleh sisiwa terlebih dahulu, dan dalam menyampaikan
materi guru masih belum memvariasikan metode, sehingga pembelajaran tidak efektif.
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup belum nampak kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa,
disamping itu guru dan siswa juga tidak melakukan refleksi pembelajaran. Guru tidak
melakukan evaluasi sebagai media pengontrol kegiatan, kemudian guru juga tidak
melakukan penyimpulan pembelajaran. Sebaiknya untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran guru melakukan refleksi bersama siswa untuk perbaikan pembelajaran
berikutnya.
d. Pengelolaan Kelas
Penataan ruang: Perlu adanya penguasaan dan tata ruang yang lebih baik, serta
penggunaan media yang ada disekitar, agar pembelajaran lebih efektif dan konsisten.
Guru belom mengelola ruang kelas dengan baik, meja untuk meletakan bahan ajar tidak
tersedia, guru lebih cendrung monoton dalam mengelola kelas.
Lampiran 4 Lembar Refleksi Hari Pertama Siklus 1 dan hari terakhir siklus 2

LEMBAR OBSERVASI SIMULASI PKM/PKP


BERDASARKAN VIDEO SIKLUS 1

NAMA MAHASISWA : Rina Susiani


NIM : 856209916
MATAPELAJARAN/TEMA : IPS
KELOMPOK/KELAS : IV
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Meningkatkan kemampuan pengetahuan sejarah anak tentang peninggalan
kerajaan masa Hindu, Buddha dan Islam pada masa kini.
2. Serta Meningkatkan rasa keingin tahuan tentang sejarah kerajaan yang ada
di Indonesia.
MENGACU PADA RPPH/RPP KE : 2/1
TEMPAT MAHASISWA MENGAJAR : SD N 29 Sungai Limau
TEMPAT BEKERJA PENDAMPING : SD N 29 Sungai Limau
UPBJJ-UT : 14/Padang

KESESUAIAN
SARAN/HASIL
DENGAN RPP*
ASPEK YANG DIAMATI DISKUSI/REFLEKS
TIDAK
SESUAI I
SESUAI
A. KEGIATAN KEGIATAN
PENDAHULUAN/AWAL PENDAHULUAN/A
WAL
1. Memotivasi  Seharusnya
ditingkatkan lagi
2. Memberi acuan  dalam kegiatan
3. Melakukan apersepsi  pendahuluan atau
membuat permainan
B. KEGIATAN INTI KEGIATAN INTI
1. Penjelasan  Di dalam kegiatan inti
konsep/materi/contoh/ilust seharusnya
rasi dikembangkan lagi
2. Pemberian penguatan  materi yang diajarkan

3. Penggunaan media 
4. Pemberian tugas/latihan 
5. Umpan balik 
C. KEGIATAN PENUTUP KEGIATAN
PENUTUP
7. Meringkas/Merangkum  Seharusnya didalam
kegiatan penutup
8. Evaluasi  hendaknya guru
9. Pemberian tugas  mengevaluasi siswa

KEPANTASAN SARAN/ HASIL


PENAMPILAN YANG
TIDAK DISKUSI/REFLEKS
DIAMATI PANTAS
PANTAS I
1. Pakaian yang dikenakan  Lebih ditingkatkan
lagi
2. Alas kaki yang digunakan 
3. Ekspresi / mimik wajah 
4. Sikap/gerak tubuh saat berdiri 

5. Bahasa yang digunakan 

Sungai Limau, 27 Oktober 2020

Pendamping, Mahasiswa

MEGAWATI, M.Pd RINA SUSIANI


NIP. 1013128801 NIM. 856209916
Lampiran 5 Dokumentasi Simulasi Pembelajaran Siklus 1

Siklus 1
Kegiatan Pembuka Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup
Lampiran 6 Lembar APS Siklus 1

ALAT PENILAIAN SIMULASI PKP


NAMA MATA
Rina Susiani IPS/5
MAHASISWA PELAJARAN/TEMA
WAKTU
NIM 856209916 6 x 35 menit
(JAM)
TEMPAT SD N 29 Sungai Selasa, 27
HARI, TANGGAL
MENGAJAR Limau Oktober 2020
KELAS IV UPBJJ-UT 14/Padang

A. Alat Penilaian Simulasi PKP 1 (APS-PKP 1)-Lembar Penilaian Simulasi


Merencanakan Perbaikan Pembelajaran

Petunjuk: Baca dengan cermat rencana perbaikan pembelajaran yang akan


digunakan oleh guru / mahasiswa ketika mengajar. Kemudian, nilailah semua
aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir penilaian
di bawah ini.

No Deskripsi Skor
1 2 3 4 5
1. Menentukan bahan perbaikan pembelajaran dan √
merumuskan
Tujuan/ Indikator perbaikan pembelajaran
2. Mengembangkan dan mengorganisasikan materi, √
menentukan tema, media
(alat bantu pembelajaran) dan sumber belajar

3. Merencanakan skenario perbaikan pembelajaran √


4. Merancang pengolahan kelas perbaikan pembelajaran √
5. Merencanakan prosedur, jenis dan menyiapkan alat √
Penilaian perbaikan pembelajaran

6. Tampilan dokumen rencana perbaikan pembelajaran √


Rerata (jumlah skor dibagi 6) 4,00
B. Alat Penilaian Simulasi PKP 2 (APS-PKP 2)-Lembar Penilaian Simulasi
Melaksanakan Perbaikan Pembelajaran

Petunjuk: Amatilah dengan cermat video pembelajaran. Pusatkanlah perhatian


Anda pada kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta dampaknya
pada diri siswa. Nilailah kemampuan guru tersebut dengan menggunakan butir-
butir penilaian berikut

No Deskripsi Skor
1 2 3 4 5
1. Mengelola ruang dan fasilitas belajar √
2. Melaksanakan kegiatan perbaikan √
pembelajaran
3. Mengelola interaksi kelas √
LEMBAR OBSERVASI SIMULASI PKM/PKP
BERDASARKAN VIDEO SIKLUS 1

NAMA MAHASISWA : Rina Susiani


NIM : 856209916
MATAPELAJARAN/TEMA : IPS/5
KELOMPOK/KELAS : IV
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Setelah membaca teks tentang Sultan Hasanuddin, siswa mampu
menyebutkan informasi yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui
dengan benar.
2. Setelah mengumpulkan informasi yang sudah dan ingin diketahui lebih
lanjut, siswa mampu mempresentasikannya melalui Bahasa lisan dan
tulisan.
3. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan
kerajaan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar.
4. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan
di masa Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan
peta pikiran.
MENGACU PADA RPPH/RPP KE : 2/2
TEMPAT MAHASISWA MENGAJAR : SD N 29 Sungai Limau
TEMPAT BEKERJA PENDAMPING : SD N 29 Sungai Limau
UPBJJ-UT : 14/Padang
KESESUAIAN
SARAN/HASIL
DENGAN RPP*
ASPEK YANG DIAMATI DISKUSI/REFLEKSI
TIDAK
SESUAI
SESUAI
A. KEGIATAN KEGIATAN
PENDAHULUAN/AWAL PENDAHULUAN/AW
AL
1. Memotivasi  Dari kegiatan awal sudah
ada peningkatan
2. Memberi acuan 

3. Melakukan apersepsi 
B. KEGIATAN INTI KEGIATAN INTI
1. Penjelasan  Dalam kegiatan inti
konsep/materi/contoh/ilust sudah ada peningkatan
rasi dari yang sebelumnya
2. Pemberian penguatan 

3. Penggunaan media 
4. Pemberian tugas/latihan 

5. Umpan balik 

C. KEGIATAN PENUTUP KEGIATAN PENUTUP

9. Meringkas/Merangkum  Telah sesuai

10. Evaluasi 

11. Pemberian tugas 

KEPANTASAN SARAN/ HASIL


PENAMPILAN YANG
TIDAK DISKUSI/REFLE
DIAMATI PANTAS
PANTAS KSI
1. Pakaian yang dikenakan  Sudah pantas dan
2. Alas kaki yang digunakan  sudah sesuai
3. Ekspresi / mimik wajah 
4. Sikap/gerak tubuh saat berdiri 

5. Bahasa yang digunakan 


Sungai Limau, 30 Oktober 2020

Pendamping, Mahasiswa

MEGAWATI, M.Pd RINA SUSIANI


NIP. 1013128801 NIM. 856209916
Lampiran 7 Dokumentasi Simulasi Pembelajaran Siklus 2

Siklus 2
Kegiatan Pembuka Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup
Lampiran 8 Lembar APS Siklus 2

ALAT PENILAIAN SIMULASI PKP

NAMA MATA
: Rina Susiani : IPS/5
MAHASISWA PELAJARAN/TEMA
WAKTU
NIM : 856209916 :
(JAM)
TEMPAT : SD N 29 : Jumat, 30
HARI, TANGGAL
MENGAJAR Sungai Limau Oktober 2020
KELAS : IV (Empat) UPBJJ-UT : 14/Padang

B. Alat Penilaian Simulasi PKP 1 (APS-PKP 1)-Lembar Penilaian Simulasi


Merencanakan Perbaikan Pembelajaran

Petunjuk: Baca dengan cermat rencana perbaikan pembelajaran yang akan


digunakan oleh guru / mahasiswa ketika mengajar. Kemudian, nilailah semua
aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir penilaian
di bawah ini.

No Deskripsi Skor
1 2 3 4 5
1. Menentukan bahan perbaikan pembelajaran dan √
merumuskan
Tujuan/ Indikator perbaikan pembelajaran
2. Mengembangkan dan mengorganisasikan materi, √
menentukan tema, media
(alat bantu pembelajaran) dan sumber belajar

3. Merencanakan skenario perbaikan pembelajaran √


4. Merancang pengolahan kelas perbaikan pembelajaran √
5. Merencanakan prosedur, jenis dan menyiapkan alat √
Penilaian perbaikan pembelajaran
6. Tampilan dokumen rencana perbaikan pembelajaran √
Rerata (jumlah skor dibagi 6) 4,17
B. Alat Penilaian Simulasi PKP 2 (APS-PKP 2)-Lembar Penilaian Simulasi
Melaksanakan Perbaikan Pembelajaran

Petunjuk: Amatilah dengan cermat video pembelajaran. Pusatkanlah perhatian


Anda pada kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta dampaknya
pada diri siswa. Nilailah kemampuan guru tersebut dengan menggunakan butir-
butir penilaian berikut

No Deskripsi Skor
1 2 3 4 5
1. Mengelola ruang dan fasilitas belajar √
2. Melaksanakan kegiatan perbaikan √
pembelajaran
3. Mengelola interaksi kelas √