Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

“FOTOSINTESIS”

OLEH :
NAMA :RENITA AMRAN
NIM :60500120012
KELOMPOK :IV (EMPAT)
ASISTEN :WULAN WAHYUNINGSIH,S.Si
DOSEN PENANGGUNG JAWAB :AMALIYAH FEBRYANTI,S.Si,M.Si

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2020/2021
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Hasil Percobaan Praktikum Biologi Umum dengan judul “Fotosintesis” yang

disusun oleh:

Nama : Renita Amran

Nim : 60500120012
Kelompok : IV (Empat)

Telah diperiksa oleh Asisten/ Koordinator asisten dan dinyatakan dapat diterima.

Gowa, Desember 2020

Koordinator asisten Asisten

Wulan Wahyuninsih, S.Si Wulan Wahyuninsih, S.Si


NIM : 60500116002 NIM : 60500116002

Mengetahui

Dosen Penanggung Jawab

Amaliyah Febryanti, S.Si, M.Si

NIP : 19930219219032020
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Fotosintesis berasal dari kata „foton‘ yang berarti cahaya, dan „sintesis’ yang

berarti menyusun. Fotosintesis adalah suatu penyusunan senyawa kimia kompleks

yang memerlukan energi matahari. Fotosintesis termasuk hal penting bagi tumbuhan

hijau dalam memproduksi karbohidrat yang berupa glukosa. Pada tahun 1964 reaksi

fotosintesis pertama kali dapat digambarkan secara jelas sebagai pertukaran gas

sebagai berikut: 6CO2 + 6H2O  C6H12O6 + 6O2. Proses ini terjadi karena adanya

suatu pigmen tertentu yang terdapat bahan CO2 dan H2O. Proses fotosintesis

memerlukan cahaya yang ditunjukan dengan adanya pengaruh intensitas cahaya

terhadap laju fotosintesis. Pada interaksi cahaya yang besar dapat mempengaruhi

keseluruhan reaksi fotosintesis dan dalam keadaan intensitas cahaya rendah maka laju

fotosintesis juga akan rendah (Thomas, 1965 :135).

Fotosintesis terbagi atas 2 tahap yaitu, reaksi terang dan reaksi gelap. Pada

reaksi terang terjadi pemecahan molekul air oleh sinar klorofil, pembentukan ATP

dan berlangsung dalam grana dan dalam reaksi gelap terjadi fikasi CO 2, berlangsung

dalam stroma menggunakan energi kimia dari ATP dan hydrogen hasil reaksi terang

(Ruwanto, 2015 : 179).

Hydrilla verticillata salah satu tanaman air yang hidup di kolam maupun

danau yang airnya relatif jernih (tidak keruh). Hydrilla verticillata memiliki daun

yang kecil berwarna hijau karena mengandung klorofil dan untuk pertumbuhannya

tanaman ini tidak terlepas dari pengaruh cahaya yang dapat diterima pada tanaman

tersebut yang digunakan untuk fotosintesis. Hydrilla verticillata merupakan tanaman

1
2

yang sering digunakan dalam percobaan ingenhoustz karena mudah untuk dilakukan

pengambilan data yang digunakan sebagai parameter (Shofawie, 1990: 31).

Berdasarkan latar belakang diatas maka dilakukan percobaan ini tujuan untuk

mengetahui komponen-komponen yang berperan dalam proses fotosintesis,

mengetahui peran cahaya dalam fotosintesis dan mengetahui perbedaan pengaruh

penggunaan air kran dan larutan natrium bikarbonat 0,5%.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja komponen-komponen yang berperan dalam fotosintesis?

2. Apa peran cahaya dalam fotosintesis?

3. Bagaimana perbedaan pengaruh penggunaan air kran dan larutan natrium

bikarbonat (NaHCO3) 0,5%?

C. Tujuan Percobaan

1. Untuk mengetahui komponen-komponen yang berperan dalam proses

fotosintesis.

2. Untuk mengetahui peran cahaya dalam fotosintesis.


3. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan air kran dan larutan

natrium bikarbonat (NaHCO3) 0,5%.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Tumbuhan untuk bertahan hidup memerlukan makanan sebagai kebutuhan

pokok. Tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses

sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun tumbuhan yang memiliki klorofil

dengan menggunakan cahaya matahari. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan


tidak akan mampu melakukan fotosintesis, hal ini disebabkan karena klorofil yang

berada didalam daun hanya akan berfungsi jika ada cahaya matahari (Dwidjoseputro,

2002:132).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini

menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil

yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai

membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang

mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid.

Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O),
konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang

menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan

karbondioksida (Salisbury, 1992:10).

Menurut (Hala, 2007: 67) fotosintesis adalah suatu proses pembentukan bahan

organik dari bahan anorganik (CO2, H2O, H2S) dengan bantuan cahaya matahari dari

klorofil. Secara keseluruhan fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut :


Energi cahaya
6CO2 + 6H2O (C6H12O6 ) + 6O2
Klorofil

3
4

Berdasarkan reaksi fotosintesis di atas, CO2 dan H2O merupakan substrat

dalam reaksi fotosintesis dan dengan bantuan cahaya matahari dan pigmen

fotosintesis (berupa klorofil dan pigmen-pigmen lainnya) akan menghasilkan

karbohidrat dan melepaskan oksigen. Cahaya matahari meliputi semua warna dari

spectrum tampak dari merah hingga ungu, tetapi tidak semua panjang gelombang dari

spectrum tampak diserap (diabsorpsi) oleh pigmen fotosintesis. Atom O pada

karbohidrat berasal dari CO2 dan atom H pada karbohidrat berasal dari H2O (Ai,
2012: 28).

Menurut Guritno (1995: 42) proses fotosintesis merupakan bagian penting

bagi kehidupan, karena:

1. Sebagai sumber energi bagi semua mahluk hidup.

2. Pertumbuhan dan hasil tumbuh dipengaruhi oleh kecepatan fotosintesis.

3. Diperlukan untuk sintesis berbagai senyawa organic yang diperlukan.

4. Menyediakan oksigen bagi kehidupan.

Menurut Campbel et al (2017: 174) secara umum fotosintesis terbagi menjadi

dua tahapan reaksi yang langkah-langkahnya cukup rumit, yaitu reaksi terang dan
reaksi gelap.

1. Reaksi Terang

Pada tahap ini molekul air terpisah dan menjadi sumber elektron dan proton

(ion H+) dan menghasilkan O2 sebagai by-product-nya. Penangkapan energi cahaya

pada reaksi ini melibatkan dua sistem cahaya (fotosistem) yaitu fotosistem I dan

fotosistem II. Fotosistem adalah molekul protein kompleks yang terdapat didalam

membran tilakoid. Klorofil yang terdapat di dalam fotosistem I (PS I) akan menyerap

foton (energi cahaya) dengan maksimal panjang gelombang 700 nm sedangkan


5

klorofil pada fotosistem II (PS II) akan menyerap maksimal panjang gelombang

cahaya 680.

2. ReaksiGelap

Reaksi gelap adalah reaksi yang tidak membutuhkan cahaya. Energi ATP dan

NADPH yang dihasilkan dari reaksi terang akan dibawa ketahap reaksi gelap. Reaksi

gelap disebut pula siklus Calvin. ATP dan NADPH akan digunakan u ntuk mengubah

karbon dioksida (CO2) yang diserap melalui stomata menjadi amilum, asam amino,
maupun asam lemak. Siklus calvin membuat gula dengan bantuan NADPH dan ATP

yang dihasilkan pada reaksi terang. Siklus calvin dimulai dengan penggabungan CO2

dari udara dengan molekul organik yang sudah tersedia di dalam kloroplas.

Penggabungan karbon dengan bahan organik ini di sebut fiksasi karbon.

Laju fotosintesis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah

cahaya matahari. Cahaya matahari memiliki sifat polikromatik jika dibiaskan akan

menghasilkan cahaya-cahaya monokromatik. Cahaya-cahaya monokromatik inilah

yang ditangkap oleh klorofil dan digunakan dalam proses fotosintesis. Dalam suatu

percobaan diketahui bahwa gelombang cahaya biru dan cahaya merah adalah yang
paling efektif dalam melakukan proses fotosintesis (A.R. Loveless, 1991: 292).

Ketika intensitas cahaya rendah, perputaran gas pada fotosintesis lebih kecil

daripada respirasi. Pada keadaan di atas kompensasi yaitu konsentrasi karbondioksida

yang diambil untuk fotosintesis dan dikeluarkan untuk respirasi seimbang, maka

peningkatan intensitas cahaya menyebabkan kenaikan sebanding dengan laju

fotosintesis. Pada intensitas cahaya sedang peningkatan laju fotosintesis menurun

sedangkan intensitas cahaya tinggi laju fotosintesis menjadi konstan (A.R. Loveless,

1991: 292).
6

Menurut Setowati dan Deswati (2007: 193) beberapa faktor yang

mempengaruhi laju fotosintesis adalah:

1. Pengaruh cahaya, laju fotosintesis akan meningkat pada interaksi cahaya yang

tinggi.

2. Kadar klorofil, pengaruh dari kadar klorofil terhadap kecepatan fotosintesis

ditentukan oleh banyaknya CO2 dalam air yang diserap setiap jamnya oleh

klorofil.
3. Pengaruh suhu, mempengaruhi enzim untuk fotosintesis. Jika suhu naik, 10 C,

kerja enzim meningkat dua kali lipat (tapi hanya pada suhu tertentu, jika suhu

terlalu tinggi bisa rusak).

4. Ketersediaan CO2, semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkat laju

fotosintesis.

5. Ketersediaan air, kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata

menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju

reaksi.

Menurut Heddy (1990:29) fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan


dan ganggang hijau yang bersifat autotrof. Artinya keduanya mampu menangkap

energi matahari untuk menyintesis molekul-molekul organik kaya energi dari

precursor organik H2O dan CO2. Sementara itu, hewan dan manusia tergolong

heterotrof, yaitu memerlukan suplay senyawa-senyawa organik dari lingkungan

(tumbuhan) karena hewan dan manusia tidak dapat menyintesis karbohidrat. Karena

itu, hewan dan manusia bergantung pada organisme autotrof. Salah satu tumbuhan

yang biasa digunakan pada proses fotosintesis adalah Hydrilla verticillata.


7

Hydrilla verticillata adalah tumbuhan air yang merupakan bagian dari

ekosistem danau yang berperan sebagai sumber daya baik langsung maupun tidak

langsung. Tumbuhan air adalah tumbuhan yang tumbuh di air atau sebagian siklus

hidupnya berada di air. Keberadaan tumbuhan air atau sebagian siklus hidupnya

berada di air. Keberadaan tumbuhan air di perairan terbuka tidak selalu menimbulkan

kerugian. Hydrilla verticillata hidup secara submersum dan sering terdapat pada

perairan-perairan tergenang seperti danau atau waduk (Shofawie, 1990: 31-41).


Hydrilla verticillata memiliki ciri-ciri daun kecil berbentuk lanset yang

tersusun mengelilingi batang. Batangnya bercabang dan tumbuh mendatar sebagai

stolon yang pada tempat tertentu membentuk akur serabut. Tumbuhan ini merupakan

tumbuhan yang seluruh bagian tubuhnya tenggelam di bawah permukaan air.

Perkembangbiakan Hydrilla verticillata terjadi dengan pesat dengan adanya stolon.

Hydrilla verticillata merupakan vegetasi akuatik yang mendominasi di perairan

Danau Toba (Cambell, dkk., 1987 : 77).


BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

A. Waktu dan Tempat

Percobaan ini telah dilaksanakan secara virtual pada Jumat 11 Desember

2020, pukul 07.30 – 09.00 WITA dengan cara pemutaran video dan penjelasan dari

dosen dan asisten.

B. Alat dan Bahan


1. Alat

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah beaker glass, tabung

reaksi, corong kaca, bola lampu dan kabel.

2. Bahan

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah air kran (H2O), Hydrilla

verticillata, dan natrium bikarbonat (NaHCO3) 0,5 %.

C. Prosedur Kerja
1. Reaksi Terang
Mengisi beaker glass dengan air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3)

0,5% sebanyak separuh dari volume beaker glass (menggunakan beaker glass volume

500 mL atau 100 mL). Mengisi corong kaca dengan sepotong Hydrilla verticillata

dan mengisi tabung reaksi dengan air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3) 0,5%

sampai penuh. Setelah itu, memasukkan corong yang telah diisi dengan Hydrilla

verticillata kedalam beaker glass yang telah diisi air kran dan natrium bikarbonat

(NaHCO3) 0,5% dengan posisi corong dibalik. Menutup corong dengan

menggunakan tabung reaksi yang berisi air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3)

8
9

0,5% dan menyinari beaker glass dengan menggunakan bola lampu (mengatur jarak

keduanya ±20 cm dan mengusahakan agar sejajar). Mencatat volume awal dan

volume air dari air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3) 0,5% yang telah

digunakan dan mencatat jumlah gelembung yang dihasilkan pada menit ke-0, menit

ke-15, dan menit ke-30.

2. Reaksi Gelap

Mengisi beaker glass dengan air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3)
0,5% sebanyak separuh dari volume beaker glass (menggunakan beaker glass volume

500 mL atau 100 mL). Mengisi corong kaca dengan sepotong Hydrilla verticillata

dan mengisi tabung reaksi dengan air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3) 0,5%

sampai penuh. Setelah itu, memasukkan corong yang telah diisi dengan Hydrilla

verticillata kedalam beaker glass yang telah diisi air kran dan natrium bikarbonat

(NaHCO3) 0,5% dengan posisi corong dibalik. Menutup corong dengan

menggunakan tabung reaksi yang berisi air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3)

0,5%, mengamati di temapat gelap (tanpa menggunakan cahaya lampu). Mencatat

volume awal dan volume air dari air kran atau natrium bikarbonat (NaHCO3) 0,5%
yang telah digunakan dan mencatat jumlah gelembung yang dihasilkan pada menit

ke-0, menit ke-15, dan menit ke-30.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Reaksi Terang

Tabel IV.1 Fotosintesis pada Reaksi Terang


Jumlah
Jenis Larutan Gelembung
Menit ke-0 Menit ke-5 Menit ke-10 Menit ke-15

Air Kran (H2O) 4 10 16 24

Natrium Bikarbonat
(NaHCO3) 0,5% 6 35 50 115

2. Reaksi Gelap
Tabel IV.1 Fotosintesis pada Reaksi Gelap
Jumlah
Jenis Larutan Gelembung
Menit ke-0 Menit ke-5 Menit ke-10 Menit ke-15

Air Kran (H2O) 0 1 4 10

Natrium Bikarbonat
(NaHCO3) 0,5% 3 7 13 18
3. Reaksi
Reaksi pembentukan Glukosa
Cahaya
6CO2 + H2O C6H12O6 + 6H2
Reaksi Natrium Bikarbonat

Cahaya

Na2HCO3 + H2O 2NaOH + CO2

10
11

B. Pembahasan
Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan pada tumbuhan, dimana

kebutuhan air diperoleh dari penyerapan akar dan CO2 diambil dari reaksi fiksasi dari

udara, energi sinar matahari yang diikat oleh klororfil. Peristiwa ini akan membentuk

glukosa dan gas O2 (oksigen). Fotosintesis juga merupakan proses mengubah energy

kimia dan menyimpannya dalam ikatan gula. Proses ini terjadi pada tanaman dan

beberapa ganggang (Nurmaedi, 2015: 491).

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dapat dilihat bahwa proses untuk

tumbuhan berfotosintesis yang terjadi pada Hydrilla verticillata yang menggunakan

gelas kimia yang berisi air kran pada reaksi terang menghasilkan 4 gelembung pada

menit ke-0, 10 gelembung pada menit ke-5, 16 gelembung pada menit ke-10, 24

gelembung pada menit ke-15 gelembung. sedangkan gelas kimia yang berisi air kran

pada reaksi gelap tidak menghasilkan gelembung pada menit ke-0 dan menghasilkan

gelembung pada menit ke 5 sebanyak 1 gelembung, 4 gelembung pada menit ke-10,

10 gelembung pada menit ke-15. Dapat dilihat dari perbandingan gelas kimia yang

berisi air kran pada reaksi terang dan reaksi gelap bahwa cahaya sangat berpengaruh

pada proses fotosintesis dimana gelas kimia pada reaksi terang memiliki gelembung

yang lebih banyak dibandingkan dengan gelas kimia pada reaksi gelap.

Hasil percobaan pada gelas kimia berisi natrium bikarbonat 0,5 % pada reaksi

terang menghasilkan 6 gelembung pada menit ke-0, 35 gelembung pada menit ke-5,

50 gelembung pada menit ke-10, 115 gelembung pada menit ke-15 sedangkan pada

reaksi gelap menghasilkan 3gelembung pada menit ke-0, 7 gelembung pada menit

ke-5, 13 gelembung pada menit ke-10 dan 18 gelembung pada menit ke-15

Dalam percobaan yang dilakukan dapat dibandingkan bahwa gelas kimia yang

ditempatkan pada cahaya lampu menghasilkan gelembung dalam jumlah banyak


12

sedangkan pada gelas kimia pada reaksi gelap dengan lama pengamatan yang sama

menghasilkan gelembung dalam jumlah yang sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa

intensitas cahaya lampu akan mempercepat reaksi terang yang berjalan, jumlah

oksigen yang dihasilkan akan bertambah dikarenakan laju pengangkutan elektron

oleh fotosintesis bertambah cepat.

Hal ini sesuai dengan teori Hala,dkk (2007: 68) yang menyatakan bahwa

fotosintesis berlangsung secara dua tahap, yaitu proses fotosintesis yang bergantung
pada cahaya disebut reaksi terang dan proses fotosintesis yang tidak bergantung pada

cahaya disebut reaksi gelap. Reaksi terang itu memerlukan cahaya untuk dapat

membentuk molekul pembawa energi yang akan digunakan pada proses kedua.

Proses kedua adalah reaksi gelap dimana reaksi ini berlangsung pada kondisi gelap.

Bila pembawa energi dari proses atau reaksi terang tersedia maka reaksi terang

berlangsung pada grana sedangkan reaksi gelap terjadi pada bagian stroma dan

kloroplas.
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka ditarik kesimpulan sebagi

berikut:

1. Komponen-komponen yang berperan dalam fotosintesis yang terjadi seperti

cahaya, karbon dioksida (CO2), suhu, intensitas cahaya, oksigen, dan klorofil.

2. Peran cahaya dalam fotosintesis yaitu membantu tumbuhan dalam membuat

makanannya sendiri dan berperan pada reaksi terang untuk menghasilkan

oksigen (O2), energi (ATP), molekul NADH dan molekul lain pada tumbuhan.

3. Proses fotosintesis yang terjadi pada reaksi terang menggunakan air kran

menghasilkan jumlah gelembung yang benyak menandakan bahwa adanya o

ksigen (O2), yang dihasilkan oleh proses fotosintesis yang baik pada tumbuhan

alga (Hydrilla verticillata). Proses fotosintesis yang terjadi pada reaksi gelap

menandakan natrium karbonat (NaHCO3) menhasilkan jumlah gelembung yang

lebih sedikit atau menghasilkan oksigen dengan kapasitas rendah. Penggunaan

larutan natrium karbonat (NaHCO3) sebagai katalis akan tetapi kurangnya

intensitas cahaya dan kelembaban sehingga oksigen yang dihasilkan sedikit.

B. Saran

Adapun saran dalam percobaan ini adalah agar pada percobaan selanjunya

menggunakan sampel lain seperti chara yang merupakan tumbuhan tingkat tinggi

yang habitatnya di air tawar, untuk mengetahui proses fotosintesisnya.

13
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A, dkk. Biology Fifth Edition. Terj. Dra. Rahayu Lestari, dkk. Biologi
Edisi Lima. Jakarta: Erlangga, 1987.
Campbell, Neil A, dkk. Bioligi. New York: Pearson Higher Education, 2017.
Dwijoseputro, Pengantar Fisiologi Tanaman. Jakarta: Gramedia, 1944.
Guritno, B. dan Sitompul, S. M. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM
Press, 1995.
Heddy, Biologi Pertanian. Jakarta: Rajawali Press, 1990.
Salisbury, B frank dan Cleon W Ross. Biokimia Tumbuhan. Bandung: ITB Bandung:
1995.
Selowati, Biologi Interaktif. Jakarta: Azka Press, 2007.

14