Anda di halaman 1dari 20

Nama : Fika Widia Khairani

Nim. : P07520119066

Kelas : 1B - D3 Keperawatan

Dosen : Cecep Triwibowo, S.Kep, Msc

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KASUS

HIPERMESIS GRAVIDARIUM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
     Latar belakang dari pembuatana makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kuliah dan sebagai
wawasan bagi kami didalam melakukan deteksi dini pada ibu hamil dengan hiperemesis,
sekaligus mendeteksi dini adanya komplikasi serta penyulit yang kemungkinan terjadi selama
kehamilan, persalinan, dan nifas.
    
B. Tujuan penulisan
     Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai sarana pembelajaran bagi kami agar lebih
memahami konsep pembelajaran asuhan yang diberikan kepada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu
nifas, dengan cara di atas diharapkan kita sebagai seorang perawat dapat memberikan
penatalaksanaan secara dini terhadap komplikasi dan penyulit tersebut.
    
C. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan tugas makalah ini, terdiri dari :

 Bab I     : Pendahuluan


 Bab II    : Landasan teori
 Bab III   : Asuhan Keperawatan
 Bab IV   : Kesimpulan dan Saran

BAB II
TINJAUAN TEORITIS HIPEREMESIS GRAVIDARUM

      Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai
mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi
(Rustam Mochtar, 1998).
      Mual dan muntah biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap saat bahkan
malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid dan
berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.
      Hiperemesis Gravidarum (Vomitus yang merusak dalam kehamilan) adalah nousea dan
vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga menjadi efek sistemik,
dehidrasi dan penurunan berat badan (Ben-Zion, MD, Hal:232)
      Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama kehamilan
(Hellen Farrer, 1999, hal:112)
     
A. Etiologi
   Penyebab Hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Frekuensi kejadian adalah 2
per 1000 kehamilan. Faktor-faktor predisposisi yang dikemukakan (Rustam Mochtar, 1998)

 Umumnya terjadi pada Primigravida, mola hidatidosa, diabetes dan kehamilan ganda
akibat peningkatan kadar HCG
 Faktor organik, yaitu karena masuknya viki khoriales dalam sirkulasi maternal dan
perubahan metabollik akibat kehamilan serta resitensi yang menurun dari pihak ibu
terhadap perubahan – perubahan ini serta adanya alergi yaitu merupakan salah satu
respon dari jaringan ibu terhadap janin.
 Faktor ini memegang peranan penting pada penyakit ini. Rumah tangga yang retak,
kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut terhadap
tanggungan sebagai ibu dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat
mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau
sebagai pelarian kesukaran hidup.
 Faktor endokrin lainnya : hipertyroid, diabetes dan lain-lain.

B. Patologi
   Pada otopsi wanita meninggal karena Hiperemesis  gravidarum diperoleh keterangan bahwa
terjadinya kelainan pada organ-organ tubuh adalah sebagai berikut :
> Hepar     : pada tingkat ringan hanya ditemukan degenerasi lemak sentrilobuler tanpa nekrosis
> Jantung : jantung atrofi, menjadi lebih kecil dari biasa. Kadang kala dijumpai perdarahan sub-
endokardial
> Otak : terdapat bercak-bercak perdarahan otak dan kelainan seperti pada ensepalopati wirnicke
> Ginjal : ginjal tampak pucat dan degenerasi lemak dapat ditemukan pada tubuli kontorti   

C. Patofisiologi
   Perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen yang biasa terjadi pada
trimester I. bila perasaan terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan
lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena oksidasi lemak yang tak sempurna,
terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseto-asetik, asam hidroksida butirik dan aseton
darah. Muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga caira ekstraseluler dan plasma berkurang.
Natrium  dan klorida darah turun. Selain itu dehidrasai menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga
aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke
jaringan berkuang pula tertimbunnya zat metabolik yang toksik. Disamping dehidrasi dan
gangguan keseimbangan elektrolit. Disamping dehidraasi dan gangguan keseimbangan elektrolit,
dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung (sindroma mollary-weiss),
dengan akibat perdarahan gastrointestinal.
  
D. Tanda dan gejala
   Batas mual dan muntah berapa banyak yang disebut Hiperemesis  gravidarum tidak ada
kesepakatan. Ada yang mengatakan bila lebih dari sepuluh kali muntah. Akan tetapi apabila
keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai Hiperemesis  gravidarum. Menurut berat
ringannya gejala dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :
> Tingkatan I (ringan)

 Mual muntah terus-menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita


 Ibu merasa lemah
 Nafsu makan tidak ada
 Berat badan menurun
 Merasa nyeri pada epigastrium
 Nadi meningkat sekitar 100 per menit
 Tekanan darah menurun
 Turgor kulit berkurang
 Lidah mengering
 Mata cekung

> Tingkatan II (sendang)

 Penderita tampak lebih lemah dan apatis


 Turgor kulit mulai jelek
 Lidah mengering dan tampak kotor
 Nadi kecil dan cepat
 Suhu badan naik (dehidrasi)
 Mata mulai ikterik
 Berat badan turun dan mata cekung
 Tensi turun, hemokonsentrasi, oliguri dan konstipasi
 Aseton tercium dari hawa pernafasan dan terjadi asetonuria
> Tingkatan III (berat)

 Keadaan umum lebih parah (kesadaran menurun dari somnolen sampai koma)
 Dehidrasi hebat
 Nadi kecil, cepat dan halus
 Suhu badan meningkat dan tensi turun
 Terjadi komplikasi fatal pada susunan saraf yang dikenal dengan enselopati wernicke
dengan gejala nistagmus, diplopia dan penurunan mental
 Timbul ikterus yang menunjukkan adanya payah hati

E. Pathway
F. Pemeriksaan
      Ketika seorang wanita dating dengan keluhan mual dan muntah , riwayat berikut harus dikaji
untuk membantu membedakan antara mual dan muntah akibat kehamulan atau kondisi patologis
ini.

1. Riwayat

1. Frekuensi muntah
2. Hubungan muntah dengan asupan makanan ( jenis dan jumlah )
3. Riwayat pola makan ( jenis makanan dan minuman , jumlah, waktu pemberian, dan
reaksinya)
4. Riwayat pengobatan ( termasuk reaksi obat)
5. Riwayat gangguan makan
6. Riwayat diabetes
7. Pembedahan abdomen sebelumnya.
8. Frekuensi istirahat
9. Kecemasan dalam kehamilan
10. Dukungan keluarga

2. Pemeriksaan fisik

1. Berat badan ( dan hubungannya dengan berat badan sebelumnya)


2. Suhu badan , denyut nadi, dan pernafasan
3. Turgor kulit
4. Kelembapan membrane mukosa
5. Kondisi lidah ( bengkak, kering, pecah-pecah)
6. Palpasi abdomen untuk melihat pembesaran organ , dan nyeri tekan.
7. Pengkajian pertumbuhan janin.

3. Laboratorium

1. Pemeriksaan keton dalam urine


2. Urinalis

4. Pengkajian

Kondisi yang mengindikasikan bahwa wanita mengalami dehidrasi meliputi turgor kulit buruk,
peningkatan frekuensi nadi dan oernapasan, penurunan pengeluaran urine.

G. Penanganan
1. Pencegahan
Pencegahan terhadap Hiperemesis  gravidarum diperlukan dengan jalan memberikan penerapan
tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologis. Hal itu dapat dilakukan
dengan cara :

 Memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala yang fisiologik pada
kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan berumur 4 bulan.
 Ibu dianjurkan untuk mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah
kecil tetapi sering.
 Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan
roti kering arau biskuit dengan teh hangat
 Hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak
 Makan makanan dan minuman yang disajikan jangan terlalu panas atau terlalu dingin
 Usahakan defekasi teratur.

2. Terapi obat-obatan
Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak berkurang maka diperlukan pengobatan

 Tidak memberikan obat yang terotogen


 Sedativa yang sering diberikan adalah phenobarbital
 Vitamin yang sering dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6
 Antihistaminika seperti dramamine, avomine
 Pada keadaan berat, anti emetik seperti diklomin hidrokhoride atau khlorpromazine.

3. Hiperemesis  gravidarum tingkatan II dan III harus dirawat inap di rumah sakit
Adapun terapi dan perawatan yang diberikan adalah sebagai berikut :
a. Isolasi
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara baik. Jangan
terlalu banyak tamu, kalau perlu hanya perawat dan dokter saja yang boleh masuk. Catat cairan
yang keluar dan masuk. Kadang-kadang isolasi dapat mengurangi atau menghilangkan gejala ini
tanpa pengobatan
b. Terapi psikologik
Berikan pengertian bahwa kehamilan adalah suatu hal yang wajar,normal dan fisiologik. Jadi
tidak perlu takur dan khawatir. Yakinkan penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan dan
dihilangkan masalah atu konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
c. Terapi mental
Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glukosa 5 %,
dalam cairan gram fisiologis sebanya 2-3 liter sehari. Bila perlu dapat ditambah dengan kalium
dan vitamin khususnya vitamin B kompleks dn vitamin C dan bila ada kekurangan protein, dapat
diberikan pula asam amino esensial secara intravena. Buat dalam daftar kontrol cairan yang
amsuk dan dikeluarkan. Berikan pula obat-obatan seperti yang telah disebutkan diatas.
d. Terminasi kehamilan
Pada beberapa kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan
pemeriksaan medik dan psikiatrik bila keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, takikardia,
ikterik, anuria, dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik.
Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk
melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena disatu pihak tidak boleh dilakukan
terlalu capat dan dipihal lain tidak boleh menunggu sampai terjadi irreversible pada organ vital.

A. Pengkajian

1.  Identitas Ibu

Nama                                 : Ny. P.Y

Umur                                 :  19 tahun

Agama                               :  Islam

Status Perkawinan             : belum menikah

Pendidikan                        :  Sma

Pekerjaan                           :  siswa

Alamat                               :  No. R.M                            

DX                                     :  P0 A0 44 tahun dengan kista ovarium

Tanggal masuk                   :  30 Marer 2020

Tanggal pengkajian            :  3 April 2020

2. Riwayat Kesehatan Saat Ini

A. Keluhan Utama

Bengkak diperut dan sesak napas.


B. Riwayat Penyakit Sekarang

Klien masuk dengan keluhan Bengkak diperut dan sesak napas sejak 3 bulan yang lalu. Klien
sudah berobat kerumah sakit dan dirujuk ke RS.Sebelumnya klien menganggap bahwa ia hanya
sakit maagh, setelah dilakukan pemeriksaan dokter dan hasil USG didapatkan adanya bengkak
diperut. Nyeri yang dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan hilang timbul. Klien sesak nafas dan
merasa sulit untuk bergerak.

C. Riwayat Kesehatan Yang Lain

Klien mengatakan klien hanya sering mengalami pusing dan lemas sebelum mengalami penyakit
yang dialaminya.

D.Riwayat Kesehatan Keluarga

Pasien mengatakan tidak ada keluarganya yang mengalami penyakit seperti yang diderita pasien.
Dan klien memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus

E. Riwayat Perkawinan

Pasien mengatakan sbelum menikah.

F. Riwayat Menstruasi

Pasien menyatakan dalam sebulan selama 5 hari dan lancar tetapi pada tanggal 3 September
2017 pasien tidak mentruasi.

G. Riwayat Ginekologi

Pasien mengatakan tidak ada riwayat tumor, kista ataupun mioma uteri.

H.Riwayat Genogram
Keterangan :

: laki-laki : Garis keturunan

: Perempuan : : Klien

: meninggal

3.  Pemerikasan Umum

a.       K/U                             :  Baik

b.      Kesadaran                   :  compos mentis

c.       TTV                            : 

Td                          :  120/70 mmHg

N                           :  82 x/i

RR                         :  32 x/i

S                          :  36, 5oC

GDS ; 22

4.  Pemeriksaan Khusus

A. Inspeksi

Kepala                  : bersih dan rambut berwarna hitam, ketombe tidak ada

Mata                     : konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik

Leher                    : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Penyudara            : simettis,
Paru-paru              : simetris, bunyi nafas teratur

Abdomen             : tidak terdapat luka Op urea (-),nyeri tekan pada abdomen

Pernafasan : hiperpnea

Ekstremitas : Nyeri abdomen saat bergerak, adanya kelemahan pada bagian otot tubuh.

5. PENGKAJIAN 11 POLA GORDON

1. Pola nutrisi

Pasien mengatakan sebelum sakit makan 3x sehari, pasien juga makan buAh-buahan dan
cemilan, sejak sakit nafsu makan menurun, pasien mengatakan ½ porsi yang diberikan, mual (-),
muntah (-), minum sehari 2 gelas aqua kecil = 500 cc.

      2. Pola Eliminasi

kadang-kadang pasien BAB dan BAK jarang 2 hari sekali, BAK berwarna agak kemerahan,
BAB dengan konsistensi agak lunak berwarna coklat.

3. Pola Istirahat dan Tidur

Pasien mengatakan sebelum sakit tidur terganggu, kadang-kadang pasien merasakan nyeri
padaBAGIAN PERUT, sering pusing bahkan cepat lelah sejak sakit pasien gedrest total, pusing

4. Pola Kebersihan Diri

Pasien mengatakan sebelum sakit mandi lebih 2 x sehari, sejak sakit pasien jarang mandi dan
hanya seka. Kuku bersih, performa rapi, rambut disisir.
5. Pola Aktivitas

Sebelum sakit pasien melakukan aktivitas mandiri, sejak sakit aktivitas dibantu keluarga, nyeri
sendi.

6. Pola persepsi kognisi

Klien mengatakan dapat melihat dengan baik dan tidak menggunakan alat bantu penglihatan

Serta pendengaran dan penciuman yang baik dan daya ingat pun masih baik.

7.Pola Persepsi dan konsep diri

Pasien mengatakan sebelum sakit akrab dengan masyarakat dan mengikuti kegiatan sosial, sejak
sakit tidak pernah, hanya komunikasi dengan adik kandungnya.

8. Pola peran dan hubungan dengan sesama.

Klien mengatakan suka berinterksi dengan baik pada orang lain dan teman saudaranya,dan

klien sring diperhatikan oleh adiknya untuk pengobatan penyakit yang dialaminya.

9.Pola reproduksi

Bahwa Klien sering mengalami menstruasi setiap tanggal 3 September dan lanca srta tidak
adanya gangguan, dan klien mengataan belum menikah.

10. Pola Koping dan toleransi terhadap stress

Klien mengatakan setiap masalah dapat diatasi dengan tenang dan klien jika mengalami stress
klien hanya beraktifitas bekerja membantu pekerjaan rumah serta merawat ibunya sakit.

11. Pola nilai kepercayaan

Pasien mengatakan sebelum sakit menjalankan shalat tapi tidak 5 waktu, dan berdoa agarseluruh
keluarganya dalam keadaan sehat dan diberikan rezeki oleh Allah SWT.

6. Laboratorium
 21 Januari 2020

JENIS PEMERIKSAAN NILAI HASIL


RUJUKAN
HEMATOLOGI
LEUKOSIT 4.0-10 13,
ERITROSIT 4.70-6.10 4.52
HEMATOKRIT 11.5-16.5 11,5
TROMBOSIT 37.0-47.0 36.1
MCH 150-470 616
MCHC 27.0-35.0 31.9
MCV 80.0-100.0 79.9.
KIMIA KLINIK
SGOT 25 u/l < 33
SGPT 16 u/l <43
Ureum Darah 12 mg/dl 10-40
Creatinin Darah 0.5 mg/dl 0,5-1.5
Gula Darah Sewaktu 187 mg/dl 70-125
Albumin 3.59 g/dl 3.50-5.70
Clorida Darah 92.7 mEq/L 98.0-109.0
Kalium Darah 4.25 mEq/L 3.50-5.30
Natrium Darah 132 mEq/L 135-153

·      

 Foto Abdomen     : USG

VI.  Therapy / Pengobatan

Terpasang IVFD RL        = 20 HS/i

Terpasang IVFD Dextrose 10/ sen

Terpasang simple mask : 8 L

Obat Jumlah dosis frekuensi Jenis


Amplodipin 5g 12jam Oral
Ceftriaxone 2g Oral
Aritromizine 500 mg Oral
Levempiramid 10 mg Oral
Dulcolax 24 jam
            
           

Analisa Data

DIAGNOSA NANDA, NOC, NIC

DIAGNOSA NANDA NOC NIC


(00132) NYERI AKUT B/D Pain level PAIN MANAGEMENT
CEDERA BIOLOGIS Pain control Lakukan pengkajian nyeri
DEFINISI :Pengalaman sensori Comfort Level komprehensif yang meliputi
dan emosional tidak lokasi, karakteristik,
menyenangkan yang muncul KRITERIA HASIL frekuensi, kualitas intensitas
akibat kerusakan jaringan actual (160502) Mengenali atau beratnya nyeri dan factor
dan potensial atau yang kapan nyeri terjadi pencetus
digambarkan sebagai kerusakan (160503) Menggunakan Gunakan strategi komunikasi
(international association for the tindakan pencegahan terapiutik untuk mengetahui
study of pain) : awitan yang tiba- (160504) Menggunakan pengalaman nyeri dan
tiba atau lambat dari intensitas tindakan pengurangan sampaikan penerimaan pasien
ringan hingga berat dengan akhir (nyeri) tanpa analgesic terhadap nyeri
yang dapat diantisipasi atau Gali pengetahuan dan
diprediksi. kepercayaan pasien mengenai
BATASAN KARAKTERISTIK : nyeri
Perubahan selera makan Berikan informasi mengenai
Perubahan tekanan darah nyeri, seperti penyebab nyeri,
Perubahan frekuensi jantung berapa lama nyeri akan
Perilaku distraksi (mis : berjalan dirasakan dan antisipasi dari
mondar mandir mencari orang lain ketidaknyamanan akibat
dan atau aktifitas lain, aktifitas prosedur
yang berulang) Ajarkan penggunaan tehnik
Mengekspresikan perilaku (mis : non farmakologi (relaksasi
gelisah, merengek, menangis) napas dalam)
Sikap melindungi area nyeri
Indikasi nyeri yang dapat diamati
Perubahan posisi untuk Kebutuhan nutrisi
menghindari nyeri Asupan nutrisi
Sikap tubuh melindungi
Melaporkan nyeri secara verbal KRITERIA HASIL
-ekspresi wajah nyeri(mis: mata (100401) Asupan Gizi
kurang brcahaya,tampak (100402) Asupan
kacau,gerakan mata berpencar makanan Nutrisi MANAGEMENT
atau tetap pada satu (100403) Asupan cairan Tentukan apa yang menjadi
focus,meringis.. (100404) Energi preferensi makanan bagi
(100411) Hidrasi pasien
Tentukan jumlah kalori dan
(00028) DEFINISI :Asupan nutrisi jenis nutrisi yang dibutuhkan
tidak cukup untuk memenuhi untuk memenuhi persyaratan
kebutuhan metabolic. gizi
BATASAN KARAKTERISTIK : Anjurkan keluarga untuk
Berat badan 20 % atau lebih membawa makanan pavorit
rentang bb ideal pasien sementara(pasien)
Bising usus hiperaktif berada dirumah sakit atau
Kelemahan otot untuk menean perawatan yang sesuai.
Kurang minat makanan
Membrane mukosa pucat
Nyeri abdomen
Ketidakmampuan mencerna
makanan

FAKTOR YANG
BERHUBUNGAN :

Ketidakmampuan makan
(000198) Gangguan pola tidur/ b/d KRITERIA HASIL PENINGKATAN TIDUR
halangan lingkungan. (000401) Jam tidur
DEFINISI: (000402) Jam tidur yang Tentukan pola tidur/aktifitas
Interupsi jumlah waktu dan diobservasi pasien
kualitas tidur akibat factor (000404) Kualitas tidur Perkiranakan siklus
eksternal (100408) Perasaan segar tidur/siklus bangun pasien
setelah tidur. dalam perawatan perencanaan
(000419) Tempat tidur Jelaskan pentingnya tidur
BATASAN yang nyaman yang cukup selama kehamilan
KARATERISTIK : Monitor/catat pola tidur
-Hambatan kemapuan bergerak pasien dan jumlah jam tidur
antara posisi Mulai/terapkan langkah-
-Hambatan bergerak untuk langkah kenyamanan seperti
reposisi dirinya sendiri ditempat pijat,pemberian posisi, dan
tidur. sentuhan afektif
-Hambatan kemampuan bergerak
antara posisi terlentang dan duduk.
FAKTOR YANG
BERHUBUNGAN:
Kekuatan otot tidak memadai
keterbatasan
lingkungan(mis,ukura tempat
tidur,tipe tempat tidur,peralatan
terapi,restrain).

Diagnosa NOC Implementasi


Keperawatan

Nyeri akut b/d agen cedera Setelah dilakukan Senin 29-01-2018


biologis tindakan keperawatan Jam 10.00
DS : Klien nyeri pada bagian diharapkan pasien
abdomen dapat melakukan Kaji Skala Nyeri
DO : kegiatan secara Atur posisi nyaman Klien
TTV mandiri dan terjadi Mengajarkan cara mengurangi nyeri
TD : 110/70 penurunan tingkat dengan non analgesic
x/menit nyeri. Mengajarkan klien teknik relaksasi
N : 86 nafas dalam
R : 20 DS : Klien .
SB : 36, 0C – axilla. mengatakan nyeri
Sklala nyeri : 7 pada bagian perutnya
Klien Tampak Nyeri berkurang sesuai apa
yang diharapkan
DO : Klien tampak
tenang
2.Ketidakseimbangan nutrisi
bd ketidakmapuan makan. Senin 29-01-2018
Jam 10.00
DS :-Klien mengatakan Setelah dilakukan Observasi porsi makan apakah
nafsu makannya menurun.. tindakan keperawatan diahabiskan/menignkat
-Klien merasa pusing diharapkan pasien Jam 10.00
dan lemas. dapat melakukan Menganjurkan keluarga meberikan
DO : -Klien tampak lemas kegiatan secara asupan makanan sedikit tapi sering.
-Mulut kering dan mandiri.
turgor kulit jelek DS: Nafsu makan
Tanda-tanda Vital klien meningkat.
TD : 110/80 mmhg DO : -Klien
N : 86 X/Menit menghabiskan porsi
R : 20 X/Menit makan
S :36 ºC- axilla. -klien tampak ada
kekuatan untuk
bergerak.

3. Gangguan pola tidur/ b/d


halangan lingkungan.
Senin 29-01-2018
DS :- Klien mengatakan sulit Jam 10;00
untuk tidur Mulai/terapkan langkah-langkah
- klien mengatakan Setelah dilakukan kenyamanan seperti pijat,pemberian
waktu tidurnya terganggu tindakan keperawatan posisi, dan sentuhan afektif
sehingga klien merasa lemas diharapkan pasien Jam 10.00
DO : -Klien terlihat lemas. dapat melakukan Jelaskan pentingnya tidur yang cukup
-Jam tidur klien ± 2-4 kegiatan secara selama kehamilan
Klien tampak gelisah. mandiri. Monitor/catat pola tidur pasien dan
DS:-Klien jumlah jam tidur
mengatakan jam tidur 08.10
6-8 jam. Menerapkan ruangan yang aman dan
-klien mengatakan tenang pada saat tidur.
setelah tidur tubuhnya
merasa segar
-Klien mengatakan
tidurnya tersa
nyaman.
DO : -Klien tampak
tidur dengan waktu
yang diharapkan
-Klien tidur dengan
durasi waktu 6-8
jam/hari
-Klien tampak tidur
dengan nyaman.
Klien tampak tenang.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

HARI/
TGL DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI
JAM KEPERAWATAN
Senin 1. Nyeri B/D aagen Mengkajian nyeri komprehensif S:
10-10- cedera biologis. yang meliputi lokasi, Klien mengatakan
2018 karakteristik, frekuensi, kualitas merasa nyeri
intensitas atau beratnya nyeri dengan skala nyeri
Jam dan factor pencetus 6-7
10;00 Menggunakan strategi
wita komunikasi terapiutik untuk O:
mengetahui pengalaman nyeri -Wajah klien
dan sampaikan penerimaan tampak menahan
pasien terhadap nyeri nyeri.
Menggali pengetahuan dan -Tanda-tanda Vital
kepercayaan pasien mengenai TD : 110/80
nyeri mmhg
Memberikan informasi N : 86 X/Menit
mengenai nyeri, seperti R : 20 X/Menit
penyebab nyeri, berapa lama S :36 ºC- axilla
nyeri akan dirasakan dan Klien tampak
antisipasi dari ketidaknyamanan lemas.
akibat prosedur P:Nyeri akibat
Mengajarkan penggunaan cedera biolgis
tehnik non farmakologi Q: Nyeri seperti
(relaksasi napas dalam) ditusuk-tusuk
R: diperut
S: 6-7(nyeri
sedang)
T: timbul-hilang.

A:
Masalah belum
teratasi

P:
Intervensi
dipertahankan

HARI/
TGL DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI
JAM KEPERAWATAN
Senin 2.Ketidakseimbangan Jam 10.00 S:
10-10- nutrisi b/d Observasi porsi makan apakah Klien mengatakan
2018 ketidakmapuan makan. diahabiskan/meningkat nafsu makannya
Jam 10.00 menurun
Jam Menganjurkan keluarga O:
10;00 meberikan asupan makanan Porsi makan tidak
wita sedikit tapi sering. A Masalah Belum
Menentukan apa yang menjadi teratasi
preferensi makanan bagi pasien
Menentukan jumlah kalori dan P: Intervensi
jenis nutrisi yang dibutuhkan dipertahankan
untuk memenuhi persyaratan
gizi

HARI/
TGL DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI
JAM KEPERAWATAN
Senin 3. Gangguan pola tidur/ Jam 10;00 S:
10-10- b/d halangan Mulai/terapkan langkah-langkah Klien mengatakan
2018 lingkungan. kenyamanan seperti dia kesulitan untuk
pijat,pemberian posisi, dan tidur
Jam sentuhan afektif O:
10;00 Jam 10.00 Klien tidak tidur
wita Jelaskan pentingnya tidur yang A Masalah Belum
cukup selama kehamilan teratasi
Monitor/catat pola tidur pasien
dan jumlah jam tidur P: Intervensi
08.10 dipertahankan
Menerapkan ruangan yang
aman dan tenang pada saat
tidur.

D. Evaluasi
* Pasien tidak lagi menunjukkan bukti penurunan berat badan
* Pasien terhindar dari kerusakan kulit atau infeksi disekitar pemasangan slang
* TTV tetap stabil
* Volume cairan tetap adekuat
* Pasien mempunyai turgor kulit normal dan membrane mukosa lembap
* Berat jenis urin tetap di antara 1,005 dan 1,010
* Pasien mempertahankan keseimbangan cairan ( asupan seimbang dengan haluaran)
* Pasien menyatakan peningkatan rasa nyaman
* Membrane mukosa mulut merah muda dan lembap
* Pasien mempertahankan kekuatan otot dan ROM sendi
* Pasien melakukan aktivitas perawatan diri pada tingkat yang dapat ditoleransi

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Hiperemesis  gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai
mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umum pasien memburuk.
2. Penyebab Hiperemesis  gravidarum secara pasti belum diketahui, faktor predisposisinya
antara lain ; peningkatan kadar HCG, faktor organik, dan faktor endokrin lainnya.
3. Secara patologik menunjukkan adanya kelainan-kelainan dalam berbagai alat tubuh
seperti hati, jantung, otak dan ginjal
4. Hiperemesis  gravidarum dapat mengakibatkan dehidrasi, kekurangan energi, tertimbun
zat metabolik toksik, terganggunya keseimbangan elektrolit dan perdarahan
gastrointestinal
5. Hiperemesis  gravidarum terbagi dalam 3 tingkatan yaitu ringan, sedang dan berat
6. Penanganan Hiperemesis  gravidarum pada tahap awal adalah pencegahan yaitu dengan
memberikan konseling untuk menghadapi kehamilan dan komplikasinya
7. Terapi yang diberikan pada kasus Hiperemesis  gravidarum adalah terapi obat-obatan,
terapi psikologik, terapi parenteral dan isolasi. Apabila keadaan tetap memburuk
terminasi kehamilan perlu dipertimbangkan.