Anda di halaman 1dari 3

Variasi adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi belajar mengajar yang

ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid, sehingga dalam situasi belajar mengajar, murid
senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi. Menghilangkan
kebosanan, meningkatkan minat dan keingintahuan siswa, melayani gaya belajar siswa yang
beragam, serta meningkatkan kadar keaktifan siswa. Dari definisi di atas, bisa ditarik
kesimpulan bahwa variasi gaya mengajar adalah pengubahan tingkah laku, sikap dan
perbuatan guru dalam kontek belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi kebosanan
siswa, sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pelajarannya.
Komponen-komponen :
1. Variasi gaya mengajar guru meliputi
a.   Variasisuara(Teacher Voice)
Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dan tinggi
menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat. Suara guru pada saat menjelaskan materi
pelajaran hendaknya bervariasi, baik dalam intonasi, volume, nada dan kecepatan.
b.   Kesenyapan atau kebisuan guru (Teaching Silence)
Kesenyapan adalah suatu keadaan diam secara tiba-tiba demi pihak guru
ditengah-tengah menerangkan sesuatu. Adanya kesenyapan tersebut merupakan alat
yang baik untuk menarik perhatian siswa. Dengan keadaan senyap atau diamnya
guru secara tiba-tiba bisa menimbulkan perhatian siswa, sebab siswa begitu tahu apa
yang terjadi dan demikian pula setelah guru memberikan pertanyaan kepada siswa
alangkah bagusnya apabila diberi waktu untuk berfikir dengan member kesenyapan
supaya siswa bisa mengingat kembali informasi-informasi yang mungkin ia hafal,
sehingga bisa menjawab pertanyaan guru dengan baik dan tepat. Pemberian waktu
bagi siswa digunakan untuk mengorganisasi jawabannya agar menjadi lengkap.
Tapi jika seorang guru tidak memberikan kesenyapan atau waktu kepada
siswa untuk berfikir dalam menjawab pertanyaannya siswa akan menjawab dengan
asal alias asal bicara, sehingga jawabannya kurang tepat dengan pertanyaan. Untuk
itu seyogyanya guru memberikan kesenyapan terhadap siswa untuk memikirkan
jawaban dari pertanyaan yang diajukannya supaya jawabannya sempurna dan tepat.
c.   Pemusatan perhatian(focusing)
Perhatian menurut Ghozali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu
pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek.
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai
perhatian terhadap bahan yang diajarinya, jika materi yang disampaikan oleh guru
itu tidak menjadi perhatian siswa, maka bisa menimbulkan kebosanan, sehingga
tidak lagi suka belajar. Untuk memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek yang
penting atau aspek kunci, guru dapat menggunakan atau memberikan peringatan
dengan bentuk kata-kata. Misalnya : “Perhatikan baik-baik”, “Jangan lupa ini dicatat
dengan sungguh-sungguh” dan sebagainya.
d.  Kontak pandang(eye contact)
Ketika proses belajar mengajar berlangsung, jangan sampai guru menunduk
terus atau melihat langit-langit dan tidak berani mengadakan kontak mata dengan
para siswanya dan jangansampai pula guru hanya mengadakan kontak pandang
dengan satu siswa secara terus menerus tanpa memperhatikan siswa yang lain.
Sebaliknya bila guru berbicara atau menerangkan hendaknya mengarahkan
pandangannya keseluruh kelas atau siswa, sebab menatap atau memandang mata
setiap anak didik atau siswa bisa membentuk hubungan yang positif dan
menghindari hilangnya kepribadian.
e.    Gerakan anggota badan atau mimik
Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan tangan dan
anggota badan lainnya adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi,
gunanya adalah untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari
pesanlisan yang dimaksudkan untuk memperjelas penyampaian materi. Orang akan
lebih jelas dalam memahami sesuatu menggunakan indera pendengar dan disertai
indera penglihatan atau mata, semakin banyak indera yang digunakan hasilnya
semakin baik.
f.    Perpindahan posisi guru
Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu dalam menarik
perhatian anak didik, dapat pula meningkatkan kepribadian guru dan hendaklah
selalu diingat oleh guru, bahwa perpindahan posisi itu jangan dilakukan secara
berlebihan. Bila dilakukan berlebihan guru akan kelihatan terburu-buru, lakukan saja
secara wajar agar siswa bias memperhatikan.
2.    Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran
Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut:
a.  Variasi alat atau bahan yang dapatdilihat(visual aids): alat atau media yang termasuk
kedalam jenis ini ialah yang dapat dilihat, atau antara lain grafik, bagan, poster,
diorama,specimen, gambar film, slide.
b.  Variasi alat atau bahan yang dapat didengar(auditif aids): suara guru
termasukkedalam media komunikasi yang utamadidalamkelas.
c.   Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan digerakkan (motorik):
Penggunaanalat yang termasuk kedalam jenis ini akan dapat menarik perhatian siswa
dan dapat melibatkan siswa dalam membentuk dan memeragakan kegiatannya, baik
secara perseorangan atau pun secara kelompok.
d.  Variasialatataubahan yang dapat didengar, dilihat, dan diraba (audio, visual aids):
penggunaan alat jenis ini merupakan tingkat yang paling tinggi melibatkan semua
indera yang kita miliki.
3.  Variasipolainteraksi dan kegiatansiswa
Variasipolainteraksi dan kegiatansiswa Pola interaksi guru dengan murid
dalam kegiatan belajar mengajar sangat beranekaragam coraknya, mulai dari kegiatan
yang didominasi oleh guru sampai kegiatan mandiri yang dilakukan oleh siswa.

Anda mungkin juga menyukai