Anda di halaman 1dari 8

Artikel Penelitian

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kayu Secang


(Caesalpinia sappan) Menggunakan Metode DPPH, ABTS,
dan FRAP
Finna Setiawan, Oeke Yunita dan Ade Kurniawan

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya, Surabaya

Korespondensi: Finna Setiawan


Email: finna@staff.ubaya.ac.id

Submitted: 01-11-2018, Revised: 03-12-2018, Accepted: 19-12-2018

ABSTRAK: Perbedaan letak geografis suatu tanaman dapat menyebabkan perbedaan pada kandu–
ngan kimianya. Kandungan kimia yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan aktivitas farmakologi
tanaman, salah satunya adalah aktivitas antioksidan. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan ber-
bagai pengujian antioksidan terhadap secang yang berasal dari beberapa lokasi baik di luar nege–
ri maupun Indonesia. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan
ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan) yang berasal dari B2P2TOOT Tawangmangu. Metode
ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah soxhletasi dengan pelarut etanol 80%. Skri–
ning fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak etanol
kayu secang. Ekstrak tersebut menunjukkan hasil positif pada golongan glikosida flavonoid, flavonoid
bebas, alkaloid, dan polifenol. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman ra-
dikal bebas DPPH, ABTS, dan FRAP. Trolox digunakan sebagai standar pembanding untuk menunjuk-
kan aktivitas antioksidan. Hasil pengujian aktivitas ekstrak etanol kayu secang dan trolox menunjuk-
kan nilai IC50 masing-masing sebagai berikut: 101,47 dan 76,15 ppm (DPPH); 26,70 dan 19,38 ppm
(ABTS); 11,37 dan 11,04 ppm (FRAP). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kayu secang memi-
liki daya antioksidan yang kuat. Polifenol dan flavonoid diduga memiliki peranan penting pada aktivi-
tas antioksidan kayu secang.

Kata kunci: Antioksidan; Kayu Secang; Caesalpinia sappan; DPPH; FRAP; ABTS

ABSTRACT: Difference of geographical location may influence the chemical components of plants. The
differences in chemical compounds then cause different effectivity and safety of same plants from dif-
ferent locations. In previous studies, antioxidant assay was conducted on secang (Caesalpinia sappan)
from various locations in the world including from Indonesia. This recent study aims to determine the
antioxidant activity of the ethanol extract of secang wood from B2P2TOOT, Tawangmangu. The extrac-
tion was carried out by soxhletation method using 80% ethanol as extraction solvent. Phytochemical
screening was done to determine the chemical compound(s) of the extract. Antioxidant activity was
evaluated by DPPH, ABTS, and FRAP methods. Trolox was used as standard antioxidant compound.The
result showed IC50 of extract and trolox were 101.47 and 76.15 ppm (by DPPH method); 26.70 and 19.38
ppm (by ABTS method); 11.37 and 11.04 ppm (by FRAP method), respectively. From this research can
be concluded that etaholic extract of secang has strong antioxidant activity. Polyphenols and flavonoids
were considered as the active compounds for this activity.

Keywords: Antioxidant; Secang Woods; Caesalpinia sappan; DPPH; ABTS; FRAP

82 Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018


Finna Setiawan, Oeke Yunita dan Ade Kurniawan

1. Pendahuluan Adanya perbedaan letak geografis dapat menye-


babkan perbedaan pada kandungan kimia dalam
Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil tanaman. Kondisi ini dapat mempengaruhi akti-
dan sangat reaktif karena mempunyai satu atau vitas farmakologi dari tanaman. Pengujian aktivi-
lebih elektron tidak berpasangan [1]. Radikal be- tas antioksidan dilakukan dengan menggunakan
bas akan bereaksi dengan molekul sekitar untuk metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), ABTS
memperoleh pasangan elektron untuk mencapai (2,2’-Azinobis [3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic
kestabilan molekul. Reaksi berlangsung terus acid]-diammonium salt), dan FRAP (ferric reduc-
menerus dalam tubuh dan apabila tidak dihen- ing antioxidant power). Skrining fitokimia dilaku-
tikan akan mengakibatkan timbulnya penyakit kan untuk mengetahui kandungan golongan ki–
seperti kanker, katarak, penuaan dini, jantung mia dari ekstrak etanol kayu secang. Dalam pene-
serta penyakit degeneratif lainnya. Senyawa yang litian ini diharapkan dapat menentukan aktivitas
diperlukan untuk menetralisir dan juga dapat antioksidan ekstrak etanol kayu secang yang ber-
mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radi- asal dari B2P2TOOT, Tawangmangu dimana kayu
kal bebas adalah antioksidan. Antioksidan dapat secang merupakan salah satu komponen dalam
melengkapi kekurangan elektron yang dibutuh- ramuan jamu saintifik yang mana hingga saat ini
kan oleh radikal bebas dan menghambat ter- mayoritas masih berasal dari B2P2TOOT Tawang-
jadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal mangu.
bebas [2].
Salah satu tanaman obat yang memiliki akti-
vitas antioksidan yang tinggi adalah secang (Cae- 2. Metode dan Bahan
salpinia sappan L.). Menurut Lim et al. (1997)
dan Bae et al. (2005), zat warna merah yang ter- 2.1. Bahan dan Alat
kandung dalam secang dikenal sebagai senyawa Bahan penelitian yang digunakan meliputi kayu
golongan brazilin, dimana brazilin merupakan secang yang berasal dari B2P2TOOT Tawang–
senyawa antioksidan yang mempunyai katekol mangu, sodium hidroksida (Merck), asam galat
dalam struktur kimianya dan dapat melindungi 98% (MP Biomedicals), 2,2-diphenyl-1-picrylhy-
tubuh dari keracunan akibat radikal bebas [3,4]. drazyl atau DPPH (Sigma Aldrich), 2,4,6-tripy–
Identifikasi aktivitas antioksidan ekstrak air ridiyl-s-triazine atau TPTZ (Sigma Aldrich), ABTS
tanaman secang telah dilakukan pada penelitian (Sigma Aldrich), trolox (Sigma Aldrich), alumini-
sebelumnya, dimana ekstrak tersebut memi- um klorida (Merck), reagen Folin-Ciocalteu (Sig-
liki nilai IC50 sebesar 15,69 ppm dengan metode ma Aldrich), natrium karbonat (Merck), natrium
DPPH [5]. Pada penelitian dengan menggunakan asetat anhidrat (Merck), asam asetat (Merck),
metode ABTS, ekstrak memiliki nilai IC50 sebesar ferri klorida (Merck), etanol 80%, dan aquadem.
10,24 ppm [6]. Berdasarkan data penelitian yang Alat yang digunakan terdiri dari spektro–
diperoleh, maka ekstrak tanaman secang terma- fotometer UV-Visible (Shimadzu), Microplate
suk antioksidan yang sangat kuat. Blois (1958) Reader (FLUOstar® Omega), pipet mikro (So-
menyatakan bahwa suatu senyawa dikatakan se- corex), micropipette tip (biru dan kuning), botol
bagai antioksidan sangat kuat jika memiliki nilai gelap, dan alat-alat gelas laboratorium.
IC50 kurang dari 50 ppm [5,7].
Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivi- 2.2. Skrining Fitokimia
tas antioksidan pada ekstrak etanol kayu secang Skrining fitokimia dilakukan terhadap golo–
(Sappan Lignum) yang berasal dari Balai Besar ngan glikosida flavonoid, flavonoid bebas, alka-
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan loid, polifenol, tanin, saponin, dan minyak atsiri
Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu. menggunakan uji spot dengan reaksi warna.

Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018 83


Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Menggunakan Metode DPPH, ABTS, dan FRAP

2.3. Pengujian aktivitas antioksidan dengan aquadem hingga tepat 250,0 mL. Serbuk TPTZ di-
metode DPPH larutkan dalam HCl 40 mM hingga tepat 50,0 mL.
Prosedur pengujian dilakukan berdasarkan FeCl3.6H2O dilarutkan dengan aquadem hingga
Blois (1958). Dibuat beberapa larutan sampel tepat 100,0 mL. Ketiga larutan tersebut dicam-
dengan konsentrasi 25, 50, 75, 100, 125, 150, 200 pur dengan cara menambahkan larutan natrium
ppm dan trolox dengan konsentrasi 20,40,60,80, asetat trihidrat 25 mL, larutan TPTZ 2,5 mL, dan
dan 100 ppm. Sampel dipipet dan ditambahkan larutan FeCl3.6H2O 2,5 mL, lalu ditambahkan
larutan DPPH (200 ppm) dengan perbandingan aquadem hingga tepat 100,0 mL dalam labu ukur.
1:4 ke dalam 96-well clear polystyrene microplate
lalu dihomogenkan. Campuran diinkubasi selama 2.5.2. Pengukuran aktivitas antioksidan
30 menit pada suhu 37oC, kemudian serapan di– Prosedur pengujian aktivitas antioksidan di-
ukur dengan microplate reader pada panjang ge– lakukan berdasarkan Benzie dan Strain (1996).
lombang 520 nm. Trolox sebagai kontrol positif
Dibuat larutan sampel dengan konsentrasi 5,
diperlakukan sama dengan sampel [7].
10, 15, 20, dan 25 ppm.Trolox disiapkan dengan
konsentrasi 10, 15, 20, 25, dan 30 ppm. Larutan
2.4. Pengujian aktivitas antioksidan dengan
FRAP dan sampel dipipet dengan perbandingan
metode ABTS
1:3 ke dalam 96-well clear polystyrene microplate
2.4.1. Pembuatan Larutan ABTS
kemudian dihomogenkan dan didiamkan selama
Ditimbang serbuk ABTS 7,100 mg dan serbuk
10 menit pada suhu 37°C, lalu diamati absorban-
kalium persulfat 3,500 mg, kemudian masing-
sinya pada panjang gelombang 594 nm. Trolox
masing dilarutkan dalam 5 mL etanol. Larutan
diperlakukan sama dengan sampel dan dijadikan
diinkubasi selama 12 jam dalam ruangan gelap.
sebagai kontrol positif [9].
Larutan keduanya dicampur, kemudian dicukup-
kan volumenya dengan etanol sampai 25 mL.
2.6. Analisis data
Dari hasil perhitungan masing-masing metode
2.4.2. Pengukuran aktivitas antioksidan
Prosedur pengujian dilakukan berdasarkan pengujian antioksidan didapatkan % kapasitas
Arnao (2000). Dibuat beberapa larutan sampel peredaman. Dibuat kurva konsentrasi (ppm)
dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. terhadap % kapasitas peredaman, kemudian
Trolox disiapkan dengan konsentrasi 5, 10, 15, didapat persamaan regresi y = a + bx. Nilai IC50
20, dan 25 ppm. Larutan ABTS dan sampel dipipet dihitung untuk menentukan berapa konsentrasi
dengan perbandingan 1:1 ke dalam 96-well clear sampel yang dibutuhkan untuk memiliki 50%
polystyrene microplate kemudian dihomogenkan. kapasitas peredaman.
Campuran lalu diukur serapannya dengan micro-
plate reader pada panjang gelombang 520 nm.
Trolox sebagai kontrol positif diperlakukan sama 3. Hasil dan Diskusi
dengan sampel [8].
3.1. Skrining Fitokimia
2.5. Pengujian aktivitas antioksidan dengan Hasil skrining fitokimia (Tabel 1) menunjuk-
metode FRAP kan bahwa ekstrak etanol kayu secang memiliki
2.5.1. Pembuatan larutan FRAP kandungan glikosida flavonoid, flavonoid bebas,
Ditimbang natrium asetat trihidrat, TPTZ, dan alkaloid, dan polifenol. Polifenol dan flavonoid
FeCl3.6H2O masing-masing sebanyak 187, 150, merupakan golongan senyawa yang diduga me-
dan 270 mg. Natrium asetat trihidrat ditambah- miliki peranan pada aktivitas antioksidan dari
kan asam asetat 16 mL dan dilarutkan dengan secang [10].

84 Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018


Finna Setiawan, Oeke Yunita dan Ade Kurniawan

Tabel 1. Tabel hasil skrining fitokimia ekstrak gunakan metode DPPH dengan nilai IC50 untuk
etanol kayu secang ekstrak etanol kayu secang 101,8 ppm (Gambar
No Kandungan Golongan Kimia Hasil 1) dan trolox 76,19 ppm (Gambar 2), dimana se-
ͳ
Ž‹‘•‹†ƒˆŽƒ˜‘‘‹† Ϊ makin kecil nilai IC50 maka aktivitas antioksidan
ʹ Žƒ˜‘‘‹†„‡„ƒ• Ϊ semakin kuat [11]. Pada pengujian antioksidan
͵ ŽƒŽ‘‹† Ϊ menggunakan metode DPPH ini menunjukkan
Ͷ ‘Ž‹ˆ‡‘Ž Ϊ bahwa ekstrak etanol kayu secang memiliki akti-
ͷ ƒ‹ Ǧ vitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 mendeka-
͸ ƒ’‘‹ Ǧ ti trolox sebagai pembandingnya.
͹ ‹›ƒƒ–•‹”‹ Ǧ
3.3. Hasil pengujian aktivitas antioksidan de–
3.2. Hasil pengujian aktivitas antioksidan de– ngan metode ABTS
ngan metode DPPH Prinsip pengujian aktivitas antioksidan de–
Prinsip kerja metode DPPH adalah adanya ngan metode ABTS adalah penghilangan warna
atom hidrogen dari senyawa antioksidan yang kation ABTS untuk mengukur kapasitas antioksi-
berikatan dengan elektron bebas pada senyawa dan yang langsung bereaksi dengan radikal kation
radikal sehingga menyebabkan perubahan dari ABTS. ABTS adalah suatu radikal dengan pusat
radikal bebas (diphenylpicrylhydrazyl) menjadi nitrogen yang mempunyai karakteristik warna
senyawa non-radikal (diphenylpicrylhydrazine). biru-hijau, yang bila tereduksi oleh antioksidan
Hal ini ditandai dengan perubahan warna dari akan berubah menjadi bentuk non radikal dari
ungu menjadi kuning (senyawa radikal bebas te– berwarna menjadi tidak berwarna. Metode ABTS
reduksi oleh adanya antioksidan) [11]. sangat sensitif terhadap cahaya, bahkan pemben-
Pada penetapan aktivitas antioksidan de– tukan ABTS•- memerlukan waktu inkubasi sela-
ngan metode DPPH digunakan parameter IC50 ma 12-16 jam dalam kondisi gelap.
yaitu konsentrasi sampel yang dibutuhkan untuk Tabel 3 menunjukkan hasil pengujian aktivi-
menangkap radikal DPPH sebanyak 50%. Tabel 2 tas antioksidan dengan metode ABTS, dimana
menunjukkan hasil pengujian antioksidan meng- ekstrak etanol kayu secang memiliki nilai IC50

Tabel 2. Hasil pengujian antioksidan ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode DPPH

No. Sampel Konsentrasi (ppm) % Peredaman ± SD


ͳ •–”ƒ‡–ƒ‘Žƒ›—•‡…ƒ‰ ʹͷ ͳʹǡ͹͸άͲǡͲʹʹ͵
ͷͲ ʹͶǡͺ͸άͲǡͲͳ͵ͷ
͹ͷ ͶͲǡͳ͸άͲǡͲͲͳͶ
ͳͲͲ Ͷ͹ǡ͸ͺάͲǡͲ͵Ͳͺ
ͳʹͷ ͸͸ǡͺͻάͲǡͲ͵ͺͻ
ͳͷͲ ͹ͲǡͷͲάͲǡͲͷʹ͵
ʹͲͲ ͺͺǡ͵ͶάͲǡͲͲ͸Ͷ
IC50 = 101,8 ppm
ʹ ”‘Ž‘š ʹͲ ͳʹǡ͸͵άͲǡͲ͵ͻͺ
ͶͲ ʹͶͲ͵άͲǡͲʹͷͲ
͸Ͳ ͶͲǡ͸ͻάͲǡͲͳͻʹ
ͺͲ ͷʹǡͷ͹άͲǡͲʹ͵ͷ
ͳͲͲ ͸ͷǡ͸ʹάͲǡͲ͵ʹͶ
IC50 = 76,19 ppm

Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018 85


Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Menggunakan Metode DPPH, ABTS, dan FRAP

Gambar 1. Kurva hasil pengujian antioksidan ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode DPPH

Gambar 2. Kurva hasil pengujian antioksidan trolox menggunakan metode DPPH

Tabel 3. Hasil pengujian antioksidan ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode ABTS

No. Sampel Konsentrasi (ppm) % Peredaman ± SD


ͳ •–”ƒ‡–ƒ‘Žƒ›—•‡…ƒ‰ ͳͲ ʹʹǡͳ͹άͲǡͲʹͶͳ
ʹͲ ͵ͺǡʹͶάͲǡͲͲͶͲ
͵Ͳ ͷ͹ǡͻʹάͲǡͲͳͲͷ
ͶͲ ͹ʹǡ͹ͳάͲǡͲͳͷͷ
ͷͲ ͺͺǡͷͺάͲǡͲͳͷͶ
IC50 = 26,70 ppm
ʹ ”‘Ž‘š ͷ ͳ͸ǡ͵͹άͲǡͲ͵ʹͲ
ͳͲ ͵ͳǡ͵ͳάͲǡͲͳͷ͵
ͳͷ ͵͸ǡͶͻάͲǡͲʹͲͳ
ʹͲ ͷ͵ǡͲͳάͲǡͲʹͶͲ
ʹͷ ͸ʹǡ͹ͶάͲǡͲͳͳ͵
IC50 = 19,38 ppm


86 Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018


Finna Setiawan, Oeke Yunita dan Ade Kurniawan

sebesar 26,70 ppm (Gambar 3), sedangkan tro- ferro-tripyridyl-triazine (Fe(II)TPTZ) [12]. Ta-
lox menunjukkan nilai IC50 19,38 ppm (Gambar bel 4 menunjukkan hasil pengujian antioksi-
4). Pada pengujian antioksidan menggunakan dan ekstrak etanol kayu secang menggunakan
metode ABTS ini menunjukkan bahwa ekstrak metode FRAP dengan nilai IC50 11,37 ppm (Gam-
etanol kayu secang memiliki aktivitas sangat kuat bar 5) dan IC50 trolox adalah 11,04 ppm (Gambar
dengan nilai IC50 mendekati trolox sebagai pem- 6). Pada pengujian antioksidan menggunakan
bandingnya yaitu kurang dari 50 ppm. metode FRAP ini menunjukkan bahwa ekstrak
etanol kayu secang memiliki aktivitas antioksi-
3.4. Hasil pengujian aktivitas antioksidan de– dan sangat kuat dengan nilai IC50 mendekati tro-
ngan metode FRAP lox sebagai pembandingnya yaitu kurang dari 50
Penetapan aktivitas antioksidan mengguna– ppm.
kan metode FRAP pada prinsipnya dapat ber- Hasil pengujian aktivitas antioksidan de–
jalan dengan baik jika dilakukan pada senyawa ngan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan
antioksidan yang dapat mereduksi ferri-tripy– FRAP menunjukkan hasil bahwa ekstrak etanol
ridyl-triazine (Fe(III)TPTZ) menjadi kompleks kayu secang memiliki aktivitas yang kuat. Blois

Gambar 3. Kurva hasil pengujian antioksidan ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode ABTS

Gambar 4. Kurva hasil pengujian antioksidan trolox menggunakan metode ABTS

Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018 87


Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Menggunakan Metode DPPH, ABTS, dan FRAP

Tabel 4. Hasil pengujian antioksidan ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode FRAP

No. Sampel Konsentrasi (ppm) % Kapasitas ± SD


ͳ •–”ƒ‡–ƒ‘Žƒ›—•‡…ƒ‰ ͷ ͵͸ǡͷͲάͲǡͲͲͺͳ
ͳͲ Ͷ͹ǡ͸ͲάͲǡͲͲͺͲ
ͳͷ ͷͻǡͲ͵άͲǡͲͲ͸ͷ
ʹͲ ͸͹ǡͳʹάͲǡͲͲ͸ͳ
ʹͷ ͹ʹǡͻʹάͲǡͲͲͺͳ
IC50 = 11,37 ppm
ʹ ”‘Ž‘š ͳͲ Ͷ͹ǡʹͺάͲǡͲͲʹͲ
ͳͷ ͷ͸ǡͲͷάͲǡͲͲͲ͹
ʹͲ ͸ͷǡͺͲάͲǡͲͲͲͷ
ʹͷ ͹ͳǡͶͻάͲǡͲͳ͵Ͳ
͵Ͳ ͹͹ǡ͸ͳάͲǡͲͳͲͲ
IC50 = 11,04 ppm

Gambar 5. Kurva hasil pengujian antioksidan ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode FRAP

90
80
70
60
% Kapasitas

50
40 y = 1.5226x + 33.192
30 R² = 0.9869
20
10
0
0 5 10 15 20 25 30 35
Konsentrasi (ppm)

Gambar 6. Kurva hasil pengujian antioksidan trolox menggunakan metode FRAP

88 Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018


Finna Setiawan, Oeke Yunita dan Ade Kurniawan

(1958) menyatakan bahwa suatu senyawa di- RAE 264.7 Macrophage Cells. European Journal of
katakan sebagai antioksidan sangat kuat jika me- Pharmachology. 2005;513:237-42.
miliki nilai IC50 kurang dari 50 ppm [5,7]. Hal ini 4. Lim DK, Choi U, Shin DH. Antioxidative Activity
dapat dilihat dari besarnya nilai IC50 dari masing- of Some Solvent Extract from Caesalpinia sappan
masing pengujian dan dapat juga dilihat perban– L. Korean Journal of Food Science and Technology.
dingan nilai IC50 dengan trolox. Trolox merupa– 1996;28(1):77-82.
kan antioksidan yang dapat larut dalam air, yang 5. Utari FD, Sumirat S, Djaeni M. Produksi Antioksidan
merupakan hasil sintesis sebagai derivat Vitamin dari Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.)
E pada 1974. Trolox juga banyak digunakan se– Menggunakan Pengering Berkelembaban Rendah.
bagai standard pembanding dalam berbagai pe– Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2017;6(3):1-4.
ngujian antioksidan. 6. Wetwitayaklung P, Phaechamud T, Keokitichai S.
The antioxidant activity of Caesalpinia sappan L.
heartwood in various ages. Naresuan University
4. Kesimpulan Journal. 2005;13(2):43-52.
7. Blois MS. Antioxidant determinations by the use of a
Ekstrak etanol kayu secang memiliki aktivitas stable free radical. Nature. 1958;181(4617):1199.
antioksidan kuat. Polifenol dan flavonoid diduga 8. Arnao MB. Some methodological problems in
memiliki peranan penting dalam aktivitas anti– the determination of antioxidant activity using
oksidan ekstrak etanol kayu secang. chromogen radicals: a practical case. Trends in
Food Science & Technology. 2000;11(11):419-21.
9. Benzie IF, Strain JJ. The ferric reducing ability
Ucapan Terimakasih of plasma (FRAP) as a measure of “antioxidant
power”: the FRAP assay. Analytical biochemistry.
Penelitian ini didanai oleh Hibah Riset Ung- 1996;239(1):70-6.
gulan yang diberikan oleh Lembaga Penelitian 10. Pandey KB, Rizvi SI. Plant polyphenols as dietary
dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas antioxidants in human health and disease.
Surabaya dengan No. kontrak 101/SP-LIT/LPPM- Oxidative medicine and cellular longevity.
01/INT/FF/XI/2017. 2009;2(5):270-8.
11. Molyneux P. The use of the stable free radical
diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating
Daftar Pustaka antioxidant activity. Songklanakarin J. Sci. Technol.
2004;26(2):211-9.
1. Silalahi J. Makanan Fungsional. Yogyakarta: 12. Ou B, Huang D, Hampsch-Woodill M, Flanagan
Kanisius; 2006. JA, Deemer EK. Analysis of antioxidant activities
2. Prakash A. Antioxidant Activity. Analytical of common vegetables employing oxygen radical
Progress. 2001;19(2):1-4. absorbance capacity (ORAC) and ferric reducing
3. Bae IK, Min HY, Han AR, Han EK, Seo S. Lee. antioxidant power (FRAP) assays: a comparative
Suppression of Lipopolysaccharide-induced of study. Journal of agricultural and food chemistry.
Inducible Nitric Oxide Synthase by Brazilin in 2002;50(11):3122-8.

Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Vol. 2 No. 2 ¿ Desember 2018 89