Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2 ADMINISTRASI PERPAJAKAN

1. Buatlah contoh dari pajak kendaraan yang berlaku saat ini !


2. Buatlah contoh cara perhitungan dari Pajak Penghasilan, PPh pasal 21, 22 dan 23 yang
anda ketahui !
3. Jelaskanlah yang dimaksud dengan pajak berganda, serta kelemahan dan kelebihan dari
pajak berganda tersebut ! 
4. Sistem pemungutan pajak yang dicanangkan pemerintah mulia mununjukkan  hasi yang
cukup baik, walupun target belum tercapai, pihak pemerintah dalam hal ini Direktorat
Jenderal Pajak terus-menerus menggalakan pemungutan pajak yang luar biasa hebat.
Sebutkan perbedaan dari Witholding System dengan Self assesment sistem yang
saudara/i ketahui !
JAWABAN
1.contoh pajak kendaraan yang berlaku saat ini adalah perpanjangan STNK
2. Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) merupakan sebuah pungutan wajib yang dibuat oleh
pemerintah berdasarkan aturan yang telah dibuat dalam Undang Undang. Pemotongan gaji
ataupun upah ini diambil dari pendapatan secara individu, baik itu bekerja dengan orang lain
ataupun mempunyai usaha sendiri. Dengan kata lain PPh 21 merupakan wajib pajak milik
perseorangan.
Contoh kasus
Yunita merupakan seorang pegawai di PT. Sukses Selalu. Wanita tersebut memiliki penghasilan
Rp. 8 juta perbulan ditambah dengan uang makan Rp. 630 ribu perbulan dan tunjangan lainnya
mencapai Rp. 1 juta. Yunita juga telah menikah dan memiliki satu orang anak laki-laki. Berapa
total PPh 21 yang ia keluarkan dalam satu tahun kerja.

Study Case
YUNITA

Pemasukkan
Gaji Pokok: 8 juta x 12 bulan= Rp. 96.000.000
Uang Makan: 630 ribu x 12 bulan= Rp. 7.560.000
Tunjangan: 1 juta x 12 bulan= Rp. 12.000.000
Jika ditotal: Rp. 115.560.000,-

Pengeluaran
PTKP: Rp. 63.000.000 (Sesuai ketentuan)
Biaya Jabatan: Rp. 6.000.000
Iuran Pensiun: Rp. 3.000.000
Jika ditotal: Rp. 72.000.000,-

Penghasilan Bersih: Rp. 43.560.000


Pajak di bawah 50 juta rupiah adalah: 5%.
Jadi, penghitungan pajak adalah Rp. 43.560.000 x 5%= Rp. 2.178.000/tahun
Berapa perbulannya? Rp. 2.178.000/12= Rp. 181.500,-
Kesimpulannya, YUNITA harus membayar pajak penghasilan sebesar Rp. 181.500 di setiap
bulannya.

PPh 22: Dibebankan kepada pembayaran pajak PT maupun CV di bidang impor dan ekspor.
Contoh kasus

PT Pertamina selaku produsen bahan bakar minyak, gas, dan pelumas menyerahkan bahan bakar
minyak senilai Rp300.000.000 (tidak termasuk PPN) kepada non-SPBU. Maka, berapakah PPh
Pasal 22 yang dipungut?
Jawaban:
PPh Pasal 22 yang dipungut atas penyerahan bahan bakar minyak adalah:
0,3% x Rp 300.000.000 = Rp900.000

PPh 23: Dibebankan kepada penghasilan atas modal ataupun penyerahan jasa dan hadiah
penghargaan.
Contoh kasus

Pada 10 Mei 2015, PT Dahlia mengumumkan akan membagikan dividen melalui Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS), dan melakukan pembayaran dividen tunai kepada PT Melati sebesar
Rp30.000.000 yang melakukan penyertaan modal sebesal 15%

. PPh Pasal 23 = 15% x Rp30.000.000 = Rp4.500.000


Saat terutang: akhir bulan dilakukan pembayaran yaitu pada tanggal 31 Mei 2015
Saat penyetoran: paling lambat 10 Juni 2015
Saat pelaporan: paling lambat 20 Juni 2015

3.pajak berganda adalah pajak yang dikenakan dua kali atas objek yang sama.Pajak berganda
bisa dibedakan sebagai berikut;
a.pajak berganda internal,merupakan pengenaan pajak atas subjek dan objek yang sama
dalam suatu negara
b.pajak berganda internasional merupakan pengenaan pajak dua kali atau lebih terhadap
subjek dan objek yang sama oleh dua negara
c.pajak berganda secara yuridis,pengenaan pajak dua kali atau lebih atas subjek pajak
yang sama dan objek pajak yang sma seperti kasus pada pajak berganda internasional
d.pajak berganda secara ekonomis,yaitu pengenaan pajak dua kali atas objek pajak ,tetapi
subjek pajaknya berbeda
kelemahan pajak berganda adalah pajak berganda dianggap sebagai salah satu hambatan
utama dalam ekonomi global. Oleh karena itu, pencegahan pajak berganda menjadi hal yang
penting untuk dicapai oleh negara-negara dalam rangka memajukan ekonomi global.
Kelebihan pajak berganda adalah Negara memiliki pemasukan yang lebih banyak karena
pajak bisa di kenakan berkali-kali

4.perbedaan withholding system dan self assessment


Pada Withholding System, besarnya pajak dihitung oleh pihak ketiga yang bukan wajib pajak
dan bukan juga aparat pajak/fiskus.Contoh Witholding System adalah pemotongan penghasilan
karyawan yang dilakukan oleh bendahara instansi terkait. Jadi, karyawan tidak perlu lagi pergi
ke KPP untuk membayarkan pajak tersebut.

Self Assessment System merupakan sistem pemungutan pajak yang membebankan penentuan
besaran pajak yang perlu dibayarkan oleh wajib pajak yang bersangkutan.Dengan kata lain,
wajib pajak merupakan pihak yang berperan aktif dalam menghitung, membayar, dan
melaporkan besaran pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui sistem administrasi
online yang sudah dibuat oleh pemerintah.Peran pemerintah dalam sistem pemungutan pajak ini
adalah sebagai pengawas dari para wajib pajak. Self assessment system diterapkan pada jenis
pajak pusat.

Anda mungkin juga menyukai