Anda di halaman 1dari 13

Dampak positif yang bisa kita terima dari perkembangan IPTEK :

1.      Memberikan berbagai kemudahan


Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang
berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari
perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan peternakan, yang
dulunya memerah susu sapi dengan menggunakan tangan atau secara manual, kini sudah
menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas pemerahan susu sapi dapat lebih cepat dan susu
yang dihasilkanpun juga lebih sehat dan higienis, tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang
banyak. Ini adalah contoh kecil dampak positif perkembangan IPTEK di dalam membantu
aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Mempermudah meluasnya berbagai informasi


Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan
serba ketinggalan. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat.
Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa mengikuti perkembangannya. Pada masa
dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di
lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat.
Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah
merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima
berita dengan peralatan modern saat ini seperti dengan media sosial yang ada ataupun dengan
smartphone yang memanjakan kita dengan berbagai layanan yang ada.

3.      Bertambahnya pengetahuan dan wawasan


Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang
tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan
perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti komputer, internet, dan handphone (Hp) sudah
menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu
menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah salah
satu pengaruh positif perkembangan iptek  terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat
kita. 
Dampak negatif yang akan kita terima jika kita tidak bisa mengimbangi perkembangan
IPTEK:

1.      Mempengaruhi pola berpikir


Dengan adanya teknologi informasi yang sangat berkembang pesat saat ini seperti adanya
media sosial yang banyak menjamur di Indonesia, tentu perkembangan tersebut tidak hanya
berdampak terhadap pola berpikir anak, namun berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa
dan orang tua. apalagi masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mudah penasaran serta
suka dengan hal baru, terutama dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan
elektronik dan peralatan telekomunikasi. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan
dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik, untuk itu kita
harus pandai -pandai memilih apa yang akan kita baca dan apa yang akan kita lihat dimedia
informasi yang ada.

2.      Hilangnya budaya tradisional


Dengan banyak bermunculannya toko-toko modern seperti indomaret, alfamart, dan yang
lainnya, berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan, dan apartemen
mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya
lebih di kenal sebagai toko tetangga kini berubah menjadi mini market. Begitu juga terhadap
pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas, dan
anak-anak cenderung memilih bermain dengan smartphone merika ketimbang bermain bersama
rekan sepantaran mereka.

3.      Banyak menimbulkan berbagai kerusakan


Indonesia di kenal sebagai Negara berkembang dengan kekayaan sumber daya alamnya yang
sangat beranekaragam, namun dengan kekayaan yang dimilikinya Indonesia tak kunjung
mendapatkan kepastian kapankah istilah negara berkembang tersebut berubah menjadi negara
maju. Salah satu contoh kecil yang spesifik kerusakan yang ada di Indonesia adalah beberapa
tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pekanbaru yang terletak di propinsi Riau, lebih
di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”, namun dalam waktu yang relatif singkat, istilah seribu
hutan kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko” di mana
dalam waktu yang singkat, perkembangan pembangunan di kota ini amat sangat pesat. Mulai
berdiri berbagai kegiatan industri, Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta
perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul,dan juga
kebakaran hutan. Sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah
longsor serta polusi udara, serta yang terakhir adalah adanya bencana kabut asap yang menimpa
warga pekan baru dikarenakan kebakaran hutan. Inilah dampak kemajuan IPTEK yang harus di
terima masyarakat kita hingga ke anak cucu kita nanti jika kita tidak bisa berperan untuk ikut
didalam lingkarannya.

Dengan semakin berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia saat ini,
maka informasi dan komunikasi di Indonesia juga sudah berkembang pesat. Di mana pada masa
sekarang ini, kita harus bisa mengenal dan memahami berbagai perkembangan IPTEK, namun
masih banyak yang kurang memahami dengan perkembangan IPTEK. Secara jangka panjang,
perkembangan IPTEK memberikan arti yang sangat positif, namun di sisi lain, tidak sedikit pula
yang membawa dampak negatif. Untuk itulah sudah sewajarnya jika kita memulai untuk belajar,
berkreasi, menemukan ide-ide baru dan akhirnya bisa berperan aktif di dalam perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi dan bukan menjadi masyarakat yang hanya mau menerima dan
memakan mentah-mentah perkembangan IPTEK tanpa mengetahui batasan-batasan yang ada,
agar supaya jikalau kita terpaksa hanya akan menjadi penonton didalam perkembangan IPTEK
kita bisa disebut sebagi penonton yang bertanggung jawab dan bisa membatasi diri kita dengan
menggunakan hasil dari perkembangan IPTEK itu dengan dewasa dan tidak merugikan orang
lain. 

Dampak Positif Dan Negatif Tehadap Teknologi Lingkungan


1.      Dampak Positif
a.       Bidang industri:
1)      Diperluasnya lapangan kerja dengan berdirinya industri atau pabrik baru.
2)      Perkembangan industri bertambah baik, misalnya dengan penelitian dan pengembangan di
bidang industri transportasi, elektronika, dan industri rekayasa.
3)      Berkembangnya tanaman sebagai bahan baku industri (kapas untuk industritekstil, kayu
sengon, dan pinus untuk industri kertas).
4)      Diciptakannya mesin daur ulang, sehingga sampah sebagai sumber pencemaran lingkungan
dapat di urangi.
5)      Peningkatan industri ekspor migas dan nonmigas.
6)       Memperoleh devisa dari industri pariwisata
.
b.      Bidang Pertanian:
1)      Bertambahnya varietas baru dan unggul.
2)      Peningkatan hasil produksi pertanian.
3)      Dikenal dan dipakainya alat-alat pertanian modern.
4)      Dikenalnya sistem pemupukan dan obat-obatan hama.
5)      Pemberantasan hama dengan pesawat terbang di perkebunan.

2.      Dampak Negatif
a.       Bidang lingkungan alam:
1)      Lahan pertanian, perkebunan, peternakan, dan kehutanan semakin sempit karena dibangun
banyak perumahan.
2)      Rusaknya lingkungan alam, karena dibangunnya industri atau pabrik.
3)      Terjadinya banjir dan erosi karena penebangan hutan tidak terkendali. (al: ilegal loging)
4)      Untuk pemenuhan kebutuhan primer dan sekundernya manusia mengeksploitasi alam.
5)      Pemupukan yang berlebihan mengakibatkan pencemaran tanah.
6)      Penyemprotan peptisida berimbas makhluk hidup yang lain terkena racun tahan lama yang
dapat menyebar dalam rantai makanan ke ekosistemnya sehingga dapat memengaruhi mata
rantai makhluk hidup yang memakannya.
7)      Terjadinya pencemaran udara akibat pembakaran hutan yang menghasilkan CO2 dan CO.
8)      Terjadinya pencemaran air dari buangan limbah industri.
9)      Terjadinya pencemaran udara dari asap-asap industri, mobil, dan kendaraan bermotor.
10)  Terjadinya pencemaran tanah, bau, dan sampah-sampah industri dan rumah tangga.
Sedangkan pandangan teknologi yang diciptakan manusia untuk lingkungan hidupnya
menjadikan teknologi sebagai pengatur keseimbangan terhadap kerusakan yang telah dilakukan
oleh manusia dan mengakibatkan manusia sangat ketergantungan terhadap penggunaan
teknologi.
Penemuan yang canggih dalam bidang industri ini menyebabkan dampak bagi
lingkungan. Dimana terdiri dari : lingkungan alam fisik ( air,udara, tanah), lingkungan alam
biotik(tumbuhan, hewan, manusia), lingkungan buatan ( waduk, bendungan), serta lingkungan
sosial ( kelangsungan hidup manusia).
Untuk itu sasaran pembangunan dalam bidang industri harus ditujukan bagi kesejahteraan
masyarakat. Kesejahteraan ini dapat dirasakan melalui manfaat yang ada dalam teknologi. Perlu
dihindari pula dampak negatifnya. Karena itu aspek lingkungan yaitu pelestarian lingkungan baik
masa kini maupun masa dating harus selalu menjadi perhatian setiap pembangunan. Agar dalam
setiap pembangunan berwawasan lingkungan ditetapkan PPRI No. 29 Tahun 1986 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yaitu hasil studi mengenai dampak  suatu kegiatan
yang direncanakan terhadap lingkungan hidup, yang diperlukan proses pengambilan keputusan.
Namun, pada kenyataanya dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan berupa :
a)                           Mutasi Gen yaitu perubahan gen dalam kromosom (letak dan sifat) yang menyebab-kan
perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan kromosomnya lazim disebut
MUTASI saja. misalnya dengan sinar X.
b)                          Dampak Rumah Kaca Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya
perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan
dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di
atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang
dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan
meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut
yang mengakibatkan negara Kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar. Menurut
perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan
peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan
global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030.

Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang
panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan
suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya
konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas
CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan
bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk
mengabsorpsinya. Energi yang masuk ke bumi mengalami: 25% dipantulkan oleh awan atau
partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diabsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan
kembali oleh permukaan bumi.

c)                           Hujan Asam
Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita mengenal hujan yang memang hampir kita jumpai
setiap hari. Hujan secara umum bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida
(CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah (H2CO3). Jenis
asam dalam hujan yang biasa terjadi ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral
dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Sedangkan, hujan asam yang kita
kenal dapat diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6.

Istilah Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang
polusi industri di Inggris (Anonim, 2001). Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat, yang benar
adalah deposisi asam. Deposisi asam ada dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah.
Deposisi kering ialah peristiwa kerkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam
udara. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan
maupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang
terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi
dekat dari sumber pencemaran. Deposisi basah ialah turunnya asam  dalam bentuk hujan. Secara
alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di
tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia
seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian
(terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa angin hingga ratusan
kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tana
d)                          Lubang Lapisan Ozon 
Ozon adalah lapisan gas yang terdapat di atmosfer, tepatnya di lapisan stratosfer. Gas ozon
terdapat dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaanya sangat penting bagi kelangsungan hidup
makhluk di bumi, Sinar matahari yang memancar ke permukaan bumi mengandung radiasi sinar
ultra violet yang berbahaya. Sebelum mencapai ke permukaan bumi, molekul ozon menyerap
radiasi ultra viole. Sinar tersebut kemudian akan menguraikan ozon menjadi oksigen.
Namun ozon dapat terbentuk kembali dari gabungan oksigen dan  Radiasi sinar ultra violet yang
berlebihan dapat menyebabkan penurunan kecepatan pertumbuhan tanaman, sehingga tumbuhan
akan menjadi kerdil dan akibatnya, hasil panen akan berkurang. bagi manusia, sinar ultra violet
yang berlebihan dapat menimbulkan kanker kulit, katarak, menurunnya sistem kekebalan tubuh
terhadap penyakit, dan suhu udara terasa semakin panas. dengan demikian dapat dibayangkan
apa yang terjadi jika lapisan ozon rusak atau bocor. Kemajuan teknologi dan aktivitas manusia
memicu terjadinya kerusakan keseimbangan proses penguraian yang terjadi pada laipsan ozon.
Gangguan tersebut terjadi karena adanya golongan senyawa klorofluorokarbon [CFC-chloro
fluoro carbon] atau yang lebih dikenal sebagai FREON.

Freon memiliki sifat tidak beracun, tidak mudah terbakar, stabil, ringan, tidak larut dalam air dan
murah sehingga sangat menguntungkan. Karena sifat stabil tersebut, maka freon akan lolos
hingga ke lapisan stratosfer dimana ozon berada tanpa mengalami perubahan kimia. Di lapisan
ini, freon akan terurai oleh radiasi sinar ultra violet.

Penguraian senyawa freon akan menghasilkan atom klor bebas yang sangat reaktif dan bersifat
merusak lapisan ozon. Laipsan ozon yang rusak tidak bisa terpulihkan lagi secara alami. Jika
dilihat dari foto satelit, laipsan ozon yang telah rusak tampak seperti lubang sehingga disebut
lubang ozon [ozon hole]. Sedangkan zat-zat yang dapat menipiskan lapisan ozon disebut zat
penipis lapisan ozon atau Ozon Depleting Substance (ODS).

e)                           Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau,
sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung
berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air,
hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal
dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah
pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan
kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang
dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan
ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air
limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang
dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

C.    Dampak Kemajuan Teknologi Informasi


Kemajuan teknologi informasi telah membawa berbagai dampak bagi kehidupan kita baik
dampak positif maupun dampak negatif yang diperoleh akibat kemudahan-kemudahan yang
diberikan oleh teknologi informasi kepada kita untuk bertukar informasi dan meminimalisir
waktu dan tenaga yang diperlukan untuk melakukan pertukaran informasi tersebut.
1.      Dampak positif teknologi informasi:
a.       Informasi yang disampaikan lebih up to date dan akurat karena prosesnya cepat
b.      Komunikasi jarak jauh pun menjadi sangat cepat dan praktis
c.       Menyediakan informasi umum yang dapat menambah wawasan kita
d.      Dengan internet dapat menghemat biaya dan tenaga yang dikeluarkan bila dibandingkan
dengan bertukar informasi melalui pos surat.

2.      Dampak negatif teknologi informasi:


a.       Munculnya kejahatan jenis baru, misalnya penipuan dengan cara memanipulasi data pada
rekening bank, pencurian informasi berharga melalui sabotase jaringan informasi, virus
computer, penyadapan email, dsb.
b.      Pelanggaran terhadap hak-hak privasi
c.       Pembajakan lagu dan film
d.      Penyebaran hal-hal yang berbau sara dan pornografi semakn cepat

D.    Menyikapi Kemajuan Teknologi Informasi


Kemajuan teknologi informasi telah banyak membawa dampak positif dan negatif dalam
kehidupan kita, oleh sebab itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui cara yang tepat
dalam menyikapi kemajuan teknologi informasi tersebut untuk menghindarkan pengaruh dari
hal-hal yang negatif yang turut dibawa oleh kemajuan teknologi informasi
Ciri pembangunan Berkelanjutan Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah bentuk
pembangunan yang tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan kelestarian sumberdaya alam.
Pembangunan yang berwawasan lingkungan akan menghasilkan suatu pembangunan yang
berkelanjutan dan seimbang. Berdasarkan uraian tersebut maka secara ringkas ciri-ciri pembangunan
berwawasan lingkungan antara lain :

1. Dilakukan dengan perencanaan yang matang dengan mengetahui dan memahami


kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki serta yang akan timbul dikemudian hari.

2. Memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat mendukung kesinambungan pembangunan


3. Meminimalisasi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan

4. Melibatkan partisipasi warga masyarakat, khususnya masyarakat yang berada disekitar lokasi
pembangunan.

Prinsip dasar pembangunan berkelanjutan

1. pertama, pemerataan dan keadilan sosial. Dalam hal ini pembangunan berkelanjutan harus menjamin
adanya pemerataan untuk generasi sekarang dan yang akan datang, berupa pemerataan distribusi
sumber lahan, faktor produksi dan ekonomi yang berkeseimbangan (adil), berupa kesejahteran semua
lapisan masyarakat.

2. Kedua, menghargai keaneragaman (diversity). Perlu dijaga berupa keanegaragaman hayati dan
keanegaraman budaya. Keaneragaman hayati adalah prasyarat untuk memastikan bahwa sumber daya
alam selalu tersedia secara berkelanjutan untuk masa kini dan yang akan datang. Pemeliharaan
keaneragaman budaya akan mendorong perlakuan merata terhadap setiap orang dan membuat
pengetahuan terhadap tradisi berbagai masyarakat dapat lebih dimengerti oleh masyarakat.

3. Ketiga, menggunakan pendekatan integratif. Pembangunan berkelanjutan mengutamakan keterkaitan


antara manusia dengan alam. Manusia mempengaruhi alam dengan cara bermanfaat dan merusak
Karena itu, pemanfaatan harus didasarkan pada pemahaman akan kompleknya keterkaitan antara
sistem alam dan sistem sosial dengan cara-cara yang lebih integratif dalam pelaksanaan pembangunan.
4. Keempat, perspektif jangka panjang, dalam hal ini pembangunan berkelanjutan seringkali diabaikan,
karena masyarakat cenderung menilai masa kini lebih utama dari masa akan datang. Karena itu persepsi
semacam itu perlu dirubah.

Teknologi Membuat Manusia Merusak Alam


Minggu, 15 Mei 2016 19:23 WIB

Greenpeace

Aktivis Greenpeace menyusuri kawasan gundul di dekat Taman Nasional Bukit Tiga, Riau. Tim Mataharimau
menyaksikan langsung kerusakan hutan di Indonesia. Greenpeace mendesak pemerintah untuk meninjau konsesi
yang ada, melindungi lahan gambut dan mendesak industri untuk menerapkan kebijakan nol deforestasi dalam
operasi mereka

TRIBUNNERS - Manusia, merupakan satu-satunya makhluk hidup di muka Bumi yang


dianugerahi akal dan kecerdasan oleh Tuhan, oleh karena itu sudah seharusnya menjaga
kekayaan alam yang ada di muka Bumi ini.
Dalam semua ajaran agama pun, manusia diajarkan untuk selalu menjaga kelestarian
lingkungan dan keindahan alam.
Namun, beberapa manusia bertindak terlalu cerdas dengan mengeksploitasi kekayaan
yang ada di alam secara habis-habisan.
Mereka berpikir bahwa alam telah menyediakan semua yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan mereka, sehingga mereka pikir tidak salah jika mereka menghabiskan
kekayaan yang dimiliki oleh alam sampai tak bersisa.
Apalagi dengan bertambah pesatnya perkembangan teknologi yang ada sekarang ini
membuat mereka semakin menjadi-jadi mengeruk kekayaan alam ini.
Salah satu contohnya adalah penebangan hutan yang semakin cepat dikarenakan adanya
teknologi berupa gergaji mesin.
Sering juga kita lihat penggunaan alat berat untuk meratakan hutan yang lahannya akan
dibuat entah itu untuk jalan raya, perumahan, dan lain sebagainya.
Bahkan, penggunaan teknologi pada kehidupan sehari-hari kita seperti smartphone,
laptop, PC, dan lain sebagainya secara tidak langsung ikut berkontribusi terhadap
rusaknya alam. Benda-benda tersebut jika sudah tidak terpakai, tentu akan dibuang begitu
saja.
Masalahnya, benda-benda tersebut kebanyakan berasal dari bahan yang susah sekali
diuraikan, sehingga jika dibiarkan akan menumpuk dan mengurangi keindahan
lingkungan di sekitarnya.
Melihat fenomena tersebut, tentu membuat kita bertanya-tanya, apakah dengan adanya
teknologi malah membawa dampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia?
Tentu saja jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Tergantung dari cara kita
menggunakannya. Namun, jika melihat kondisi sekarang, perkembangan teknologi malah
cenderung memberikan dampak buruk bagi manusia.
Menurut Marshall McLuhan, salah satu dosen di University of Toronto, penemuan atau
perkembangan teknologi itulah yang telah mengubah perilaku atau budaya pada manusia,
atau yang biasa disebut sebagai Teori Determinisme Teknologi.
Mengacu pada teori tersebut, sudah jelas bahwa teknologi berdampak besar terhadap
kehidupan manusia, entah itu baik atau buruk.
Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku dalam masyarakat,
dan teknologi tersebut mengarahkan manusia bergerak dari satu abad teknologi ke
teknologi yang lain.
Teknologi memang mampu memberikan kemudahan bagi manusia dalam hampir semua
hal, namun melihat perilaku dan budaya masyarakat yang ada sekarang, teknologi
memberikan dampak buruk tidak hanya pada manusia sendiri tetapi juga pada lingkungan
sekitar.
Salah satu pengaruh penggunaan teknologi yang berpengaruh besar pada kerusakan alam
dan lingkungan adalah efek rumah kaca.
Efek rumah kaca merupakan peristiwa yang terjadi akibat pantulan panas di dalam rumah
kaca yang digunakan petani untuk menanam sayur pada musim dingin di negara yang
mengenal empat musim.
Pembuatan rumah kaca ini menghasilkan gas rumah kaca yang menyelimuti Bumi.
Panas matahari yang masuk ke Bumi dipantulkan kembali oleh rumah kaca, namun
karena adanya gas rumah kaca tadi maka panas matahari yang sudah dipantulkan oleh
rumah kaca tadi, dipantulkan kembali ke Bumi oleh gas rumah kaca, sehingga
menyebabkan panas matahari terperangkap di Bumi dan mengakibatkan suhu Bumi
meningkat.
Meningkatnya suhu Bumi menyebabkan orang-orang di Bumi terutama di negara-negara
tropis memilih menggunakan AC (Air Conditioner).
Padahal penggunaan AC pun juga berpengaruh pada kerusakan lingkungan, karena AC
menghasilkan gas CFC (klorofluorokarbon) yang dapat menyebabkan lubang-lubang
pada lapisan ozon.
Emisi CFC yang mencapai stratosfer menyebabkan laju penguraian molekul-molekul
ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan
ozon.
Penggunaan kendaraan bermotor juga berkontribusi besar pada rusaknya lingkungan.
Banyak masyarakat terutama di kota-kota besar menggunakan kendaraan pribadi sebagai
transportasi.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014 terdapat sebanyak 114,2
juta kendaraan bermotor. Jumlah tersebut selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Banyaknya kendaraan pribadi menyebabkan semakin banyaknya polusi yang dihasilkan
akibat asap kendaraan bermotor. Padahal banyak dari masyarakat tersebut yang
seharusnya tidak atau belum membutuhkan kendaraan pribadi.
Sikap manusia yang terlalu tergantung pada teknologi, malah membawa manusia kepada
kehancuran. Walaupun banyak kemudahan yang diberikan dengan teknologi, efek
samping yang dihasilkan dari teknologi, terutama terhadap lingkungan tidak bisa
dianggap remeh.
Kebanyakan dari kita telah dibutakan oleh canggihnya teknologi yang ada, sehingga tidak
mempedulikan lingkungan di sekitar kita. Tentu kita tidak mau hal tersebut terus
berlanjut sampai ke anak cucu kita nanti.
Oleh karena itu, kita, sebagai manusia, tinggal memilih, mau terus-terusan bergantung
pada teknologi yang ‘katanya’ banyak memberi kemudahan atau menggunakan teknologi
dengan sewajarnya dan membantu menyelamatkan dunia tempat kita tinggal sekarang
dari kehancuran?

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Teknologi Membuat Manusia Merusak
Alam, http://www.tribunnews.com/tribunners/2016/05/15/teknologi-membuat-manusia-merusak-alam.
Penulis: Muhammad Fauzan Pinantyo
Editor: Samuel Febrianto

Anda mungkin juga menyukai