Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INDIVIDU

Nama : Faisal Muhammad, S.Pd.


NDH : 17
Kelompok :1
Angkatan :1
Instansi : SDN Lebaksiuh

Benchmarking Gubernur DKI Jakarta


A. Pengertian Benchmarking
Pengertian umum benchmarking adalah suatu standar atau tolak ukur yang
dimanfaatkan untuk membandingkan antara satu hal dengan hal lainnya yang sejenis.
Sederhananya, dengan menggunakan tolak ukur tersebut, maka berbagai hal akan bisa
diukur dengan standar baku yang umum. Tujuan yang paling utama dari
melakukan benchmarking adalah demi meningkatkan nilai lebih perusahaan atau instansi
dengan cara memperbaiki performa , meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas
produk dan pelayanan.
B. Lokus Benchmarking
Lokus benchmarking atau tempat yang akan dijadikan tolak ukur dalam menilai
indeks nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
mutu, dan Anti korupsi) yaitu Provinsi DKI Jakarta. Kenapa demikian, karena sejak tahun
2019 sampai sekarang DKI jakarta mendapatkan banyak penghargaan.Pengahragaan yang
didapatkan seperti Provinsi ter inovatif, Top digital award, Kota peduli HAM dan masih
banyak prestasi yang lainnya. Dengan banyaknya penghargaan yang didapatkan, hal ini
tentunya mencerminkan integritas yang tinggi dari para pejabat dan ASN yang berada
dilingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk senantiasa memberika pelayanan dan
hasil yang memuaskan bagi publik.
C. Role model
Tentunya dengan segudang Prestasi yang didapatkan oleh Provinsi DKI Jakarta dari
tahun 2019 hingga sekarang tidak pernah luput dari Kebijakan Gubernur DKI jakarta.
Beliau adalah Anies Baswedan.
1. Rekam Jejak Anies Baswedan
Awal karirnya Anies baswedan yaitu sebagai rektor Universitas Paramadina di
Jakarta, dengan rekor sebagai rektor termuda yang pernah dilantik di Indonesia, karena
kala itu usianya baru lah 38 tahun. Prestasi yang teramat langka dalam dunia akademik
Indonesia. Dalam kepemimpinannya, Universitas Paramadina mengalami lonjakan
kualitas. Program-program yang memiliki daya terobosan hebat mengalir dari
gagasannya, dan menjadikan Universitas Paramadina menjadi kampus swasta yang
diminati dan masuk jajaran kampus tujuan utama bagi banyak calon mahasiswa baru.
Kiprahnya dalam dunia pendidikan tak hanya itu. Dia juga masyhur sebagai
pendiri Gerakan Indonesia Mengajar, yang aktif mengajak para sarjana
dengankemampuan unggulan untuk mengabdikan diri dengan mengajar selama satu
tahun di pelosok-pelosok negeri. Hebatnya, anak-anak muda dengan sederet prestasi
dan kenyamanan masa depan yang sudah pasti, lebih memilih untuk terprovokasi ide
brilian nan bermanfaat yang digulirkan olehnya, untuk menjalani tiga ratus enam puluh
hari di daerah tak hanya listrik yang tak ada, sinyal ponsel pun bahkan masih mikir-
mikir menjangkau daerah tersebut.
Salah satu prestasi beliau yaitu mampu menggerakkan ribuan anak muda terbaik
negeri ini turun tangan memperbaiki kondisi negeri. Anies adalah tipikal pemimpin
yang bisa menebar optimisme. Yang bisa mengajak banyak orang untuk turun tangan.
Yang bisa membuat banyak orang rela mengajukan diri tanpa paksaan, untuk ikut
membangun negeri ini. Yang membuat orang-orang terinspirasi, lalu dengan sendirinya
berbondong-bondong ikut menyalakan lilin harapan dan bergotong royong memakin
terangkan cahaya harapan itu ke semua lini kehidupan kebangsaan.
Beliau merupakan Sosok nyata model pemimpin modern. Pemimpin yang
memiliki integritas, dan mau untuk membagi kemampuannya itu kepada generasi muda
Indonesia lainnya. Pemimpin yang mau turun tangan berjuang, dan juga mau
menghargai pejuang. Pemimpin yang peduli pendidikan, karena pendidikan adalah akar
untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah harus
terimbangi dengan kualitas manusianya. Tanpa itu, Indonesia akan terus terjajah di
lumbungnya sendiri.

2. Nilai- nilai dasar ANEKA yang dimiliki oleh Gubernur DKI Jakarta
Sebagai Gubernur DKI Jakarta serta pejabat publik tentunya Anies Baswedan
memiliki integritas yang sangat tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dengan diterapkannya
nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu,
dan Anti korupsi) dalam menjalankan tugas dan amanahnya memimpin pemerintahan
Provinsi DKI Jakarta. Berikut merupakan fakta- fakta yang didapatkan dalam
menerapkan nilai – nilai dasar anek di Pemrov DKI Jakarta.
a. Akuntabilitas
Secara akuntabilitas kinerja Pemrov DKI jakarta dibawah pimpinan Anies
Baswedan dapat dipertanggung jawabkan dengan adanya bukti dan hasil yang
signifikan dari periode sebelumnya. seperti peningkatan integritas kinerja ASN,
mendapatkan banyak prestasi dan penghargaan, menjadi sosok pemimpin yang
berintegritas, dapat dipercaya dan transparan sehingga memberikan dampak positif
terhadap elemen pemprov DKI Jakarta.
b. Nasionalisme
Secara nasionalisme tentunya harus berlandaskan ideologi bangsa
indonesia, yaitu pancasila. Dalam kepemimpinannya terlihat bahwa dalam segi
pengamalan sila ke-1 beliau dapat melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Salah
satu contohnya Toleransi antar umat beragama di DKI Jakarta, tidak ada konflik
antar agama, melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
Begitupun dengan pengamalan sila ke-2 beliau selalu menjadi garda terdepan dalam
penanganan bencana seperti banjir, pandemi covid-19 dan sebagainya , sehingga
beliau memiliki rasa kemanuasiaan serta adab yang tinggi akan etika. Dalam
pengamalan sila ke 3, beliau mencerminkan sikap kesatuan dan persatuan dengan
cara tidak menjelekan orang yang mengkritiknya akan tetapi malah menjadikannya
sebuah motivasi agar bisa lebih baik lagi. Begitu pun dengan sila ke 4 dan ke 5
beliau selalu memegang asas keterbukaan dengan cara bermusyawarah dalam
mengambil tindakan dan keputusan agar terciptanya suatu keadilan sosial bagi
masyarakat DKI Jakarta.
c. Etika Publik
Secara etika publik gubernur DKI Jakarta sangat mencerinkan sikap yang
ramah dan beretika terhadap pegawai dan masyarakat. Hal ini tentunnya sangat
mencerminkan sekali bahwa beliau dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar
ANEKA dalam lingkungan kerja di Pemprov DKI Jakarta. Seperti Menjalankan
tugas secara profesional dan tidak berpihak, Membuat keputusan berdasarkan
prinsip keahlian, memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun. Beliau juga dapat
Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik, serta dapat
meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat
sistem karir. Sehingga Suasana harmonis antar pekerja dan masyarakat dalam
pelayanan publik pun tercipta, dan kepuasan masyarakat akan pelayanan publik
sangat tinggi. Dengan di implementasikannya nilai dasar Etika publik diseluruh
elemen pemerintahan, Pemprov DKI Jakarta mendapat pengahargaan sebagai kota
Peduli Hak Asasi Manusia.
d. Komitmen Mutu
Pada nilai dasar komitmen mutu Gubernur DKI Jakarta memiliki komitmen
mutu yang baik. Beliau memberikan contoh dan ketegasan dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat, sehigga harus menerapkan nilai dasar komitmen
mutu. Hal ini bisa dilihat dalam proses pelayanan publik dilingkungan kerja pemrov
DKI Jakarta, dimana para Pegawai Negeri Sipil dan pegawai yang lainnya memiliki
Komitmen pada kepuasan Customers atau masyarakat, memberikan pelayanan
yang cepat , tepat dan ramah serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Hal
ini tercerminkan dari figur gubernur DKI jakrata yaitu Anies Baswedan yang selalu
memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, memberikan perlindungan serta
mengayomi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan seperti bencana alam
banjir, bencana pandemi covid-19, beliau secara cepat dan tepat memberikan
pelayanan yang terbaiak kepada masyarakat. Dalam hal ini pun tentunya ketika ada
sebuah permasalah beliau memberikan solusi berupa perbaikan berkelanjutan yang
sudah dirancang seperti relokasi dan perbaikan sungai, pemberlakuan sistem agar
tidak macet , penataan taman kota, dan masih banyak yang lainya.
e. Anti Korupsi
Sebagai publik figur, Gerakan anti korupsi tentunya sudah menjadi nilai
dasar yang harus di implementasikan oleh para pejabat publik, khususnya Gubernur
DKI Jakarta. Beliau selalu mengkampanyekan gerakan Anti korupsi di Pemprov
DKI Jakarta sebagai bentuk integritas dari seorang pimpinan publik. Hal ini
tentunya akan berpengaruh terhadap kinerja para pegawai yang harus memberikan
pelayan secara bersih tanpa di iming-imingi oleh praktek korupsi. Sehingga Bagi
para pegawai yang melanggar dan melakukan praktik korupsi tentunya akan
dihukum dan diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan UUD yang berlaku.
D. Perbandingan Nilai – nilai ANEKA
Sebagai tolak ukur serta perbandingan nilai-nilai ANEKA dari Gubernur DKI
Jakarta dengan instansi yang ada di SDN Lebaksiuh tentunya sangat jauh berbeda.
Contoh perbadingannya yaitu, di SDN Lebaksiuh masih kurangnya kepemimpinan dari
kepala sekolah, dikarenakan kesibukan beliau sebagai Ibu rumah tangga dan juga
memimpin 2 sekolah secara sekaligus , sehingga belum optimal dalam melaksanakan
tugasnya. Hal ini tentunya bisa diselesaikan dengan melihat contoh publik figur seperti
Gubernur DKI Jakarta anies baswedan. Kita bisa melihat cara kepemimpinan beliau
yang ramah serta tegas dalam penyelesaian masalah, hal ini bisa terjadi karena beliau
dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA. Dalam hal ini tentunya perlu
adanya peningkatan manajerial dan sikap kepemimpinan dari ASN yang berada
dilingkungan sekolah, dengan cara mengikuti pelatihan kepala sekolah ataupun guru
mengikuti pelatihan yang memang bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas agar
terjadi sebuah lonjakan dan perubahan kearah yang lebih baik lagi.
Dengan adanya perbandingan ini diharapkan bisa memperbaiki hal yang masih
kurang dalam implementasi nilai-nilai dasar ANEKA di lingkungan kerja. Dengan
melihat sosok gubernur DKI jakarta diharapkan bisa terinspirasi dari segi cara, sistem
dan etika yang diberikan dalam pelayanan publik, sehingga dapat memberikan dampak
positif yang signifikan terhadap kepuasan pelayanan di masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai