Anda di halaman 1dari 13

SOSIO-ANTROPOLOGI PENDIDIKAN

“TRANSMISI KEBUDAYAAN”

DISUSUN OLEH :
Nindah Nurul Mentari 200404502035
Andi yuyun syahfira Rusli 200404502029
Gunawan 200404502037
Lukman Prananda Hakim 200404502036

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena telah memberikan kesempatan
kepada penulis agar dapat menyelesaikan tugas makalah pertama dalam mata kuliah
Sosioantropologi Pendidikan dengan tepat waktu.Shalawat serta salam senantiasa
penulis sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan
kita semua mendapatkan safa‟at Nya di yaumil akhir nanti, Aamiin. Makalah
Transmisi Budaya ini di susun guna memenuhi tugas dari mata kuliah
sosioantropologi pendidikan Di Fakultas Pendidikan Universitas Negeri
Makassar.Selain itu penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah
wawasan bagi pembaca.Pada kesempatan ini perkenankan penulis mengucapkan
terima kasih yang tulus kepada:

1. Ibu Dr. Bastiana, M.Si selaku Dosen Mata Kuliah Sosioantropologi Pendidikan
2. Teman–teman kelompok yang bersedia bekerja sama menyusun makalah jarak
jauh
ini walaupun berada di situasi tidak efisien.
3. Dan kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu
saran dan kritik di perlukan untuk menyempurakan makalah ini.
.
Makassar, 11 maret 2021

Kelompok 7
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................2

BAB I.............................................................................................................................4

PENDAHULUAN........................................................................................................4

A. Latar Belakang.................................................................................................4

B. Rumusan Masalah............................................................................................5

C. Tujuan Penulisan..............................................................................................5

D. Manfaat Penulisan............................................................................................5

BAB II...........................................................................................................................6

PEMBAHASAN...........................................................................................................6

A. Definisi Transmisi Budaya...............................................................................6

B. Fungsi Transmisi budaya.................................................................................7

C. Bentuk-Bentuk Transmisi Budaya..................................................................7

D. Sarana untuk Melakukan Proses Transmisi Budaya....................................9

E. Pendidikan Sebagai Sosialisasi Kebudayaan...............................................10

BAB III.......................................................................................................................12

PENUTUP..................................................................................................................12

A. Kesimpulan......................................................................................................12

B. Saran................................................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki


bersamaoleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Bahasa,sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusiasehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis.Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbedabudaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budayaitu dipelajari. Mewariskan budaya dari generasi yang satu ke generasi yang
lain melalui sebuah kegiatan pengiriman atau penyebaran sebuah
kebiasaan/adatistiadat yang sulit untuk diubah disebut dengan transmisi budaya.
Kebudayaan akan berubah terus sejalan dengan perkembangan zaman,
percepatan perkembangan ilmu dan teknologi, serta perkembangan kepandaian
manusia. Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. pendidikan dan kebudayaan
mempunyai pengaruh timbal balik. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga
bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. Disini
tampak bahwa peranan pendidikan dalam mengembangkan kebudayaan adalah sangat
besar.
Kebudayaan, pendidikan, imu pengetahuan, keterampilan, dan
kecakapanhidup, merupakan hal yang menjadi variabel pembeda antara manusia
dengan makhluk lain yang ada dimuka bumi ini. Sejalan dengan berjalannya waktu,
hasil dari pemanfaatan akal manusia telah berhasil memperlihatkan hal-hal yang
sangatluar biasa, fantastis, dan memberikan decak kekaguman kepada semua
orang.Salah satu contoh sebagai hasil dari berpikirnya akhirnya manusia
berhasilmembuat kapal terbang, sehingga tidak kalah dengan burung, atau
berhasilmembuat kapal laut dan tidak kalah dengan ikan, bahkan akhir-akhir ini
banyaksekali berbagai penemuan penting dalam berbagai seri kehidupan manusia,
yang tentunya sangat bermanfaat untuk menunjang memudahkan orang
menjalanikehidupannya, semisal adanya internet, yang telah menghubungkan orang
dariberbagai belahan bumi, dan produk teknologi yang lainnya.Kebudayaan akan
berubah terus sejalan dengan perkembangan zaman,percepatan perkembangan ilmu
dan teknologi, serta perkembangan kepandaian.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi Transmisi Budaya?
2. Apa saja Fungsi Transmisi budaya?
3. Apa saja bentuk-bentuk transmisi budaya?
4. Bagaimana cara melakukan proses trasmisi budaya?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi Transmisi Budaya
2. Untuk mengetahui apa saja Fungsi Transmisi budaya
3. Untuk mengetahui apa saja bentuk-bentuk transmisi budaya
4. Untuk mengetahui cara melakukan proses trasmisi budaya
D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai sarana mempelajari tentang
transmisi budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Transmisi Budaya

Konsep penting dalam antropologi pendidikan adalah transmisi kebudayaan,


kebudayaan ditransmisikan dari generasi ke generasi berikut oleh orang dewasa,
dimana manusia adalah aktor sekaligus pihak yang mamanipulasi kebudayaan,
sehingga kebudayaan cenderung berubah, bersifat dinamis.
Transmisi kebudayaan merupakan proses yang dilakukan oleh generasi tua
kepada generasi berikutnya tentang bagaimana berpikir, bertingkah laku dengan
benar dan bermoral sertai mempercayai dan menghayati nilai kemanusiaan yang ada
dalam kelompok budaya masyarakat, dengan kata lain bagaimana usaha yang
dilakukan orang tua atau orang dewasa kepada anak mereka agar dapat berkembang
sesuai aturan dan norma yang ada dalam lingkungan budaya mereka.
Fortes dalam Koenjaraningrat 1991, mengemukakan ada tiga unsur utama
dalam proses trnsmisi budaya yaitu, unsur-unsur yang ditransmisikan, proses
trnsmisi dan cara transmisi tersebut.Unsur –unsur yang ditransmisikan adalah nilai-
nilai budaya, adat istiadat, pengetahuaan serta ketrampilan yang dimiliki oleh
masyarakat.
Proses transmisi dapat terjadi melalui proses imintasi, identifikasi,
sosialisasi. Dan usaha dalam melakukan transmisi budaya melibatkan banyak
lembaga diantaranya letak lingkungan dan prasarana fisik sekolah, kurikulum yang
memuat gagasan dan fakta yang merupakan bagian program sekolah, orang-orang
yang menjadi warga sekolah serta kebudayaan sekolah .
Pengertian transmisi kebudayaan tidak terfokus pada hal proses pengajaran
kepada anak dan bagaiman cara belajar, melainkan juga bagaimana anak dapat
menemukan dan berkreativitas unyuk menciptakan sesuatu hal yang baru.
B. Fungsi Transmisi budaya

Fungsi transmisi kebudayaan masayarakat kepada anak ada dua hal yaitu :
1). transmisi pengetahuan dan keterampilan berupa bahasa, sistem matematika,
pengetahuan alam dan sosial dan penemuana tekhnologi .
2). transmisi nilai, norma serta sikap.

C. Bentuk-Bentuk Transmisi Budaya

a. Enkulturasi
adalah proses dimana anak-anak muda belajar dan mengadopsi sikap dan
tingkah laku dari lingkungan budaya mereka (Matsumoto dan Juang,
2008). Enkulturasi mengacu pada proses dimana kultur (budaya)
ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari
budaya, bukan mewarisinya. Budaya ditransmisikan melalui proses belajar,
bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga
keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang
budaya. Enkulturasi terjadi melalui mereka .
b. Sosialisasi
adalah proses dimana kita belajar dan menginternalisasi aturan-aturan dan
pola-pola yang ada di masyarakat dimana kita tinggal. Proses ini terjadi
sepanjang waktu meliputi pembelajaran norma-norma sosial, sikap-sikap,
nilai-nilai, dan sistem kepercayaan. Proses sosialisasi dimulai lebih awal,
kemungkinan dari hari pertama ketika kita hidup (Matsumoto dan Juang,
2008). Jadi sosialisasi merupakan sebuah proses penanaman atau transfer
kebiasaan, nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam
sebuah kelompok atau masyarakat.
c. Akulturasi
adalah proses adaptasi pada suatu budaya yang berbeda dimana salah satu
mengalami enkulturasi (Matsumoto dan Juang, 2008). Akulturasi sudah ada
sejak dulu dalam sejarah budaya manusia. Akulturasi timbul sebagai akibat
adanya kontak langsung yang terus-menerus antara kelompok-kelompok
manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda, sehingga diperolehnya
unsur-unsur kebudayaan lain (Soejono Soekanto, 1982). Namun kebudayaan
asli tetap dipertahankan nilai-nilainya, jadi pada akulturasi hanya timbul nilai-
nilai dari kebudayaan lain tetapi tidak mengikis nilai-nilai yang terdapat pada
kebudaya asli. Akulturasi dapat terwujud melalui kontak budaya yang
bentuknya bermacam-macam antara lain: pertama, kontak budaya bisa terjadi
antara seluruh anggota masyarakat atau sebagian saja, bahkan individu-
individu dari dua masyarakat. Kedua, kontak budaya berjalan melalui
perdamaian diantara kedua kelompok masyarakat yang bersahabat, maupun
melalui cara permusuhan antar kelompok. Ketiga, kontak budaya timbul
diantara masyarakat yang mempunyai kekuasaan, baik dalam politik maupun
ekonomi (Imadiklus, 2012).
d. Asimilasi
adalah pembauran satu kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas
kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Asimilisi muncul
apabila ada golongan masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda
begaul langsung secara intensif dengan waktu yang lama.

D. Sarana untuk Melakukan Proses Transmisi Budaya


Proses pewarisan nilai, pengetahuan dan kertampilan budaya dalam
masyarakat dapat dilakukan dengan melibatkan institusi sosial lainnya seperti
lingkungan keluarga, lembaga pendidikan sekolah, media massa dan lingkungan
masyarakat luas . .
a. Lingkungan pendidikan keluarga

Keluarga adalah lingkungan pertama dalam proses transmisi kebudaayaan,


para orang berfungsi sebagai nara sumber aktif dalam merespon, mendorong serta
menjelaskan tetang perubahan-perubahan yang ada disekitar lingkungannya, merepon
, mendorong dan menjelaskan perubahan tersebut didasarkan pengalaman
pengetahuan yang berlaku ditengah masyarakakt sehingga nilai-nilai yang
ditrnsmisikan sesuai dengan kebudayaan masyarakat transmisi
b. Lingkungan pendidikan masyarakat

Sistem pewarisan budaya lewat lingkungan masyarakat berlangsung dalam


berbagai pranata sosial, diantaranya pemilahan hak milik, perkawinan, religi, sitem
hukum, sestem kekerabatan dan sistem edukasi.
c. Lingkungan pendidikan sekolah

Sekolah melakukan pembelajaran, dalam hal ini tidak hanya pembelajaran


berupa pengethauan namun pembelajaran kecerdasan sosial emosai dan kecerdasan
spritual menjadi amat penting. Guru memiliki peran utama di sekolah dalam proses
trnsmisi dan sekolah memiliki keunikan tersendiri dalam proses transmisi ini dimana
sekolah memiliki organisasi yang unik dengan kebudayaanya yang unik pula. Inilah
yang di sebut dengan kebudayaan sekolah. Kebudayaan sekolah dipengaruhi
diantaranya faktor lokasi dan prasarana fisik sekolah, kurikulum, sistem peraturan
dan kerpibadian para aparat sekolah yang memiliki kebudayaan sekolah.
d. Lingkungan Pendidikan Media Massa
Media massa memiliki peran dalam memberi informasi dan pengetahuan
sekaligus juga berperan mengkontruksi pandangan hidup masyarakat, Dan media
media memiliki peran dalam mengontrol nilai, norma dan peraturan yang berlaku
dalam masyarakat.
Antropologi pendidikan mencoba mengungkapkan proses-proses transmisi
budaya atau pewarisan pengetahuan melalui proses enkulturasi dan sosialisasi. Selain
itu, proses belajar individu sebagai kegiatan sosial budaya.

E. Pendidikan Sebagai Sosialisasi Kebudayaan

Pada dasarnya pendidikan tidak akan pernah bisa dilepaskan dari ruang
lingkup kebudayaan. Kebudayaan merupakan hasil perolehan manusia selama
menjalin interaksi kehidupan baik dengan lingkungan fisik maupun non fisik. Proses
hubungan antar manusia dengan lingkungan luarnya telah mengkisahkan suatu
rangkaian pembelajaran secara alamiah. Pada akhirnya proses tersebut mampu
melahirkan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia. Disini kebudayaan
dapat disimpulkan sebagai hasil pembelajaran manusia dengan alam.
Sebagai sistem pengetahuan dan gagasan, kebudayaan yang dimiliki suatu
masyarakat merupakan kekuatan yang tidak tampak (invisble power), yang mampu
menggiring dan mengarahkan manusia pendukung kebudayaan itu untuk bersikap dan
berperilaku sesuai dengan pengetahuan dan gagasan yang menjadi milik masyarakat
tersebut, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, kesenian dan sebagainya. Sebagai
suatu sistem, kebudayaan tidak diperoleh manusia dengan begitu saja secara ascribed,
tetapi melalui proses belajar yang berlangsung tanpa henti, sejak dari manusia itu
dilahirkan sampai dengan ajal menjemputnya.
Proses belajar dalam konteks kebudayaan bukan hanya dalam bentuk
internalisasi dari sistem “pengetahuan” yang diperoleh manusia melalui pewarisan
atau transmisi dalam keluarga, lewat sistem pendidikan formal di sekolah atau
lembaga pendidikan formal lainnya, melainkan juga diperoleh melalui proses belajar
dari berinteraksi dengan lingkungan alam dan sosialnya.
Melalui pewarisan kebudayaan dan internalisasi pada setiap individu,
pendidikan hadir dalam bentuk sosialisasi kebudayaan, berinteraksi dengan nilai-nilai
masyarakat setempat dan memelihara hubungan timbal balik yang menentukan
proses-proses perubahan tatanan sosio-kultur masyarakat dalam rangka
mengembangkan kemajuan peradabannya. Sebaliknya, dimensi-dimensi sosial yang
senantiasa mengalami dinamika perkembangan seiring dengan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan faktor dominan yang telah membentuk
eksistensi pendidikan manusia. 
Penggunaan alat dan sarana kebutuhan hidup yang modern telah
memungkinkan pola pikir dan sikap manusia untuk memproduk nilai-nilai baru sesuai
dengan intensitas pengaruh teknologi terhadap tatanan kehidupan sosial budaya.
Dalam hal ini, pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk
mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota masyarakat yang relevan dengan
tuntutan perubahan zaman.
Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam
arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yakni nilai-nilai. Dalam konteks
kebudayaan justru pendidikan memainkan peranan sebagai agen pengajaran nilai-
nilai budaya. Kebudayaan bisa lestari apabila memiliki daya kerja yang kuat dalam
memberikan arahan para pendukungnya. Oleh karena itu kebudayaan diturunkan
kepada generasi penerusnya lewat proses belajar tentang tata cara bertingkah laku.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Transmisi Budaya adalah proses yang dilakukan oleh generasi tua kepada
generasi berikutnya tentang bagaimana berpikir, bertingkah laku dengan
benar dan bermoral sertai mempercayai dan menghayati nilai kemanusiaan
yang ada dalam kelompok budaya masyarakat, dengan kata lain bagaimana
usaha yang dilakukan orang tua atau orang dewasa kepada anak mereka
agar dapat berkembang sesuai aturan dan norma yang ada dalam lingkungan
budaya mereka.
2. Adapun fungsi Transmisi budaya ada 2 yaitu transmisi pengetahuan dan
keterampilan berupa bahasa, sistem matematika, pengetahuan alam dan
sosial dan penemuana tekhnologi dan transmisi nilai, norma serta sikap.
3. Adapun bentuk-bentuk transmisi budaya adalah enkulturasi, sosialisasi,
akulturasi dan asimilasi
4. Adapaun cara cara melakukan proses trasmisi budaya dapat berupa
lingkungan pendidikan keluarga, Lingkungan pendidikan masyarakat,
Lingkungan pendidikan sekolah dan Lingkungan pendidikan melalui media
massa
B. Saran
Diharapkan kepada pembaca untuk menghargai budaya yang telah turun
temurun sehingga transmisi budaya ini mampu memberikan manfaat yang baik
bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.