Anda di halaman 1dari 8

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 1

Heri Kusdiyanto
DOI:

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENGELASAN


PERALATAN LAS OKSI ASETILIN MENGGUNAKAN
TEKNIK CROSSWORD PUZZLE

Heri Kusdiyanto
SMK Negeri 1 Batealit-Jepara
e-mail: herikusdiyanto77@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir kritis, bertanya, berkomunikasi
dan berkarya melalui penerapan model pembelajaran Crossword Puzzle. Penelitian ini merupakan penelitian
tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik tes,
dokumentasi dan observasi. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perhatian siswa dalam pelajaran sangat tinggi, menjawab pertanyaan guru (dengan inisiatif sendiri) sedang,
mengerjakan tugas sangat tinggi,bertanya sedang, dan kemauan untuk mencari sumber belajar lain sangat
tinggi. Hasil belajar siswa meningkat menjadi 78,84% terjadi peningkatan 20,89% jika dibandingkan sebelum
menerapkan model pembelajaran Crossword Puzzle. Oleh karena itu, para guru pengelasan oksi asetilin
diharapkan menerapkan model pembelajaran Crossword Puzzle pada proses pembelajaran sebagai alternatif
model pembelajaran, khususnya pokok bahasan pengelasan las oksi asetilin. Para peneliti dapat
mengembangkan hasil penelitian ini lebih mendetail pada mata pelajaran pengelasan atau lainnya.

Kata Kunci : crossword Puzzle, oksi asetilin

Abstract
This study aims to improve students' creativity in critical thinking, questioning, communicating and working
through the application of the Crossword Puzzle learning model. This research is a classroom action research
with two cycles. Data collection in this study was carried out using test techniques, documentation and
observation. The data obtained were processed and analyzed. The results showed that the students' attention in
the lesson was very high, answering the teacher's questions (on their own initiative) was moderate, doing the
assignment was very high, asking moderate questions, and the willingness to find other learning sources was
very high. Student learning outcomes increased to 78.84%, an increase of 20.89% when compared to before
implementing the Crossword Puzzle learning model. Therefore, the acetyline oxy welding teachers are expected
to apply the Crossword Puzzle learning model in the learning process as an alternative to the learning model,
especially the subject of acetylene oxy welding. Researchers can develop the results of this study in more detail
on welding or other subjects.

Keywords: Crossword Puzzle, acetyline oxy

Indonesian Journal of Education and Learning


Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 2
Heri Kusdiyanto
DOI:

PENDAHULUAN pemecahan masalah yang sedang dihadapi


siswa. Variasi pembelajaran merupakan cara
Belajar merupakan proses dasar dari guru dalam memilih strategi dan teknik
perkembangan manusia. Dengan belajar pembelajaran yang sesuai dengan tingkat
manusia melakukan perubahan kualitatif kemampuan siswa. Penekanan variasi dalam
individu sehingga tingkah lakunya pembelajaran dirasa dapat memberdayakan
berkembang. Karena itu seseorang dikatakan potensi siswa.
belajar, jika diasumsikan dalam diri orang itu Aktivitas belajar terdiri atas enam
terjadi suatu proses kegiatan yang unsur, yaitu tujuan belajar, siswa termotivasi,
mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku tingkat kesulitan, stimulus, memahami situasi
(Ali, 2008). dan pola respon siswa (Sudjana, 1987). Untuk
Teknik Pengelasan merupakan ilmu itu Teknik pembelajaran merupakan salah satu
yang di dasari dan berorientasi pada keahlian hal yang sangat penting dalam suatu proses
atau psikomotorik, karena pengelasan adalah pembelajaran di kelas. Menurut Djamarah,
bagian dari pembelajaran teknik yang perlu Syaiful Bahri (1995) menyatakan bahwa
selalu di latih. Menurut pendapat (Hamalik, pembelajaran merupakan suatu proses belajar
2001) mengatakan bahwa belajar merupakan manusia yang diharapkan dapat meningkatkan
proses perubahan tingkah laku sebagai hasil kualitas pemahaman keilmuannya. Dengan
pengalaman dan latihan. Keahlian mengelas demikian, teknik pembelajaran merupakan
dalam berbagai posisi harus dikuasai siswa suatu hal yang perlu dikembangkan untuk
dengan harapan keahlian tersebut sudah dapat mempermudah pemahaman siswa dalam
terapkan saat mereka telah lulus dari dunia proses belajar. Salah satu teknik yang mungkin
pendidikan ke dunia kerja/industri. Dalam bisa di kembangkan dalam proses
pengelasan selain siswa dituntut terampil, pembelajaran adalah teknik Crossword Puzzle.
siswa juga harus dapat menggunakan Dalam teknik ini, guru cukup memberikan
kemampuan kognitifnya, karena dengan lembar Crossword Puzzle kepada siswa
menguasai banyak teori mengenai pengelasan sehingga siswa dipaksa membuat catatan
siswa dapat menjadi lebih mudah dalam terbimbing tanpa terasa adanya pemaksaan,
menerapkan keahlian pengelasan (Yogaswara, karena siswa hanya melengkapi lembar
2003). Hal ini ternyata belum sepenuhnya Crossword Puzzle yang telah disiapkan oleh
disadari oleh siswa bahwa kegiatan praktik gurunya. Adapun lembar Crossword Puzzle
juga harus didasari dengan kemampuan teori adalah lembar yang mirip dengan hand-out
yang baik untuk mendapatkan hasil praktik tetapi didesain seperti teka-teki silang. Dalam
yang mumpuni atau kompeten. Penggabungan mengerjakan lembar Crossword Puzzle
kedua kemampuan inilah yang belum diselesaikan secara individu atau secara
mencapai hasil maksimal baik ditinjau dari kelompok siswa dapat melengkapinya sambil
proses pembelajarannya maupun hasil belajar melakukan proses pembelajaran.
siswanya. Teknik Crossword Puzzle dapat
Berdasarkan hasil wawancara baik membantu siswa memperoleh pengetahuan,
secara langsung maupun tidak langsung masih ketrampilan dan sikap secara aktif. Di samping
banyak siswa menganggap pengelasan itu, Teknik Crossword Puzzle dapat digunakan
terutama pengelasan Las Oksi Asetilin (las sebagai cara membantu siswa mengingat ulang
karbit) adalah pelajaran yang sulit, jenuh pada apa yang telah mereka pelajari, mengetes
pembelajaran yang monoton tidak bervariasi pengetahuan dan kemampuan sekarang.
dan kurangnya kerjasama antar siswa. Silberman (2009:23) mengungkapkan, guru
Keberadaan guru yang masih mendominasi cukup meminta peserta didik mendengarkan
serta kurang memberi kesempatan pada siswa, penuh perhatian selagi guru berbicara tapi
sehingga siswa hanya menerima apa yang tidak boleh mencatat. Tetapi ajaklah mereka
diberikan oleh guru. Kondisi ini yang menulis catatan-catatan selama break dalam
menggerakkan peneliti untuk mencari pelajaran yang disampaikan dengan ceramah.

Indonesian Journal of Education and Learning


Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 3
Heri Kusdiyanto
DOI:

Dia juga mengatakan bahwa yang saya dengar, dokumentasi. Teknik Dokumentasi ini
saya lupa. Yang saya dengar dan lihat, saya digunakan melalui dokumen-dokumen hasil
sedikit ingat. Yang saya dengar, lihat dan penilaian sebelum diberikan tindakan (pre tes)
diskusikan dengan orang lain, saya mulai dan setelah diberikan tindakan (pos tes).
paham. Dari yang saya dengar, lihat, bahas, (3).Teknik observasi. Teknik Observasi ini
dan terapkan, saya mendapatkan pengetahuan digunakan melalui kolabolator yang berperan
dan ketrampilan. Yang saya ajarkan kepada sebagai observer dalam siklus 1 dan siklus 2.
orang lain saya kuasai. Pendapat di atas inilah Alat yang digunakan untuk
yang menjadikan dasar teknik pembelajaran mengumpulkan data dalam penelitian ini
Crossword Puzzle sehingga siswa benar-benar adalah sebagai berikut : (1) Teknik Tes, berupa
dapat menguasai konsep dengan baik. butir soal yang digunakan untuk memperoleh
Permasalahan yang diteliti dalam data hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2 (2)
penelitian ini adalah bagaimana penerapan Teknik Dokumentasi, berupa dokumen dari
teknik crossword puzzle dalam upaya daftar nilai kondisi siswa sebelum dan setelah
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tindakan; (3) Teknik Observasi, berupa lembar
pengelasan tentang peralatan las oksi asetilin. pengamatan proses pembelajaran pada sikluis
1 dan siklus 2 oleh kolabolator maupun
peneliti sendiri.
METODE PENELITIAN
Validasi data pada penelitian tindakan
kelas ini ada 2 yaitu : (1) Data kualitatif
Penelitian ini merupakan Penelitian
melalui kolaborasi dengan teman sejawat yang
Tindakan Kelas ( PTK ) dengan dua siklus.
merupakan observer; (2) Data Kuantitatif
Penelitian ini dilakukan pada semester 1
melalui memvalidasi instrumen yang
dengan subjek penelitian siswa kelas X SMK
digunakan, baik pada siklus 1 maupun siklus 2.
kompetensi keahlian Teknik Kendaraan
Teknik analisis data yang digunakan
Ringan, sedang objek penelitian adalah
dalam penelitian tindakan kelas ini adalah
aktifitas dan hasil belajar siswa.
sebagai berikut : (1) Data kualitatif dilakukan
Data yang diperoleh dalam penelitian
dengan diskriptive kualitatif yang dilanjutkan
ini bersumber dari siswa dan kolaborator
dengan refleksi; (2) Data Kuantitatif
sebagai observer. Data yang diperoleh adalah
dilakukan dengan diskriptive komparative
data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri
yang dilanjutkan dengan refleksi
dari : (1) data hasil belajar siswa pada materi
Indikator dalam Penelitian Tindakan
Peralatan Las Oksi Asetilin; (2) data observasi
Kelas ( PTK ) ini adalah sebagai berikut : (1)
terhadap proses belajar.
Adanya peningkatan nilai rata-rata ulangan
Banyaknya data yang diperoleh ada 3
harian sekurang-kurangnya sama dengan nilai
yaitu : (1) data kondisi awal yang berupa
KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ) mata
proses pembelajaran dan hasil belajar siswa
pelajaran Pengelasan. (2) Adanya peningkatan
sebelum digunakannya Teknik Crossword
prosentase aktivitas siswa dalam pembelajaran.
Puzzle; (2) data hasil siklus 1 yang berupa
Skala prosentase yang digunakan sebagai
proses dan hasil belajar siswa setelah
pedoman adalah paparan Dr. H. Mulyadi HP,
digunakannya Teknik Crossword Puzzle dalam
M.Pd dalam suatu seminar, beliau
kelompok besar; (3) data hasil siklus 2 yang
mengatakan : (1) 80% -100% sangat tinggi; (2)
berupa proses dan hasil belajar siswa setelah
65% - 80% tinggi; (3) 50% - 65% sedang; (4)
digunakannya Teknik Crossword Puzzle dalam
40% - 50% rendah; (5) < 40% sangat rendah.
kelompok kecil.
Penelitian Tindakan Kelas
Teknik pengumpulan data yang
dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus
digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
penelitian tindakan kelas terdiri dari kegiatan
berikut:
perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis
(1)Teknik tes. Teknik ini digunakan dalam
dan refleksi (Aqib, 2008). Setiap siklus
penelitian untuk mengukur kemampuan
lanjutan direncanakan berdasarkan refleksi dari
sebelum diberikan tindakan (pre tes) dan
siklus sebelumnya, sehingga masing-masing
setelah diberikan tindakan (pos tes). (2)Teknik
siklus saling berkaitan. Siklus kedua

Indonesian Journal of Education and Learning


Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 4
Heri Kusdiyanto
DOI:

merupakan penyempurnaan dari siklus Teknik Crossword Puzzle, siswa


pertama untuk mencapai hasil yang lebih baik. mengisi dan melengkapi lembar
Secara garis besar tiap-tiap siklus dapat Crossword Puzzle yang disediakan.
digambarkan sebagai berikut Siswa dibagi dalam kelompok besar
yang masing-masing kelompok ada 4
siswa untuk berdiskusi. Lembar
Crossword Puzzle ini seolah menjadi
catatan bagi siswa tanpa membuat
siswa tersebut keberatan membuat
catatan, karena mereka melakukan
tanpa mereka sadari. Di akhir
pembelajaran, peneliti dan siswa
menarik kesimpulan hasil diskusi yang
Gambar 1. Siklus Penelitiam dilanjutkan dengan tes siklus 1 yang di
kerjakan secara individu oleh siswa
tanpa diskusi.
HASIL DAN PEMBAHASAN 2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yang dilakukan
A. Deskripsi Kondisi Awal peneliti sesuai dengan Perencanaan
1. Hasil Belajar Tindakan kelas siklus pertama yang
tertuang dalam RPP.
3. Hasil Pengamatan
Nilai tertinggi siswa mencapai 85 dengan
nilai terendah adalah 46. Rata-rata tes
siklus 1 adalah 66,30 lebih tinggi jika
dibandingkan rata-rata pada kondisi awal
siswa yaitu 61,91. Rata-rata ini mengalami
kenaikan sebesar 7,09%. Pada pelaksanaan
tindakan, kolabolator melakukan
pengamatan dengan mengisi instrumen
yang disiapkan, meliputi : pengamatan
kegiatan guru dan siswa saat KBM hingga
berakhir. Hasil pengamatan proses
2. Proses pembelajaran sebagai berikut: perhatian
Pembelajaran siswa dalam pelajaran, menjawab
Peserta didik kurang berkonsentrasi pertanyaan guru (dengan inisiatif sendiri ),
mengikuti pembelajaran dan tidak ada mengerjakan tugas, bertanya, bekerjasama
keberanian untuk bertanya, mereka dengan anggota kelompok lain, kemauan
takut dan tidak tahu apa yang ingin untuk mencari sumber belajar lain, dan
ditanyakan. memanfaatkan sumber belajar yang ada
menunjukkan peningkatan jika
B. Deskripsi Hasil Siklus 1 dibandingkan kondisi awal. Perhatian siswa
1. Perencanaan dalam pelajaran mencapai 89%, menjawab
Tindakan pertanyaan guru (dengan inisiatif sendiri )
Pada pembukaan, peneliti mencapai 51%, kemauan untuk
merencanakan apersepsi mengingatkan mengerjakan tugas mencapai 95%,
siswa akan alat alat bantu pengelasan kemauan untuk bertanya mencapai 22%.
las oksi asetilin dan keselamatan Kemauan bekerjasama dengan anggota
kerjanya. Peneliti juga memotivasi kelompok mencapai 89% , dan
siswa, tentang manfaat mempelajari memanfaatkan sumber belajar mencapai
meteri. Pada kegiatan inti, peneliti 81%.
merencanakan pembelajaran dengan 4. Refleksi

Indonesian Journal of Education and Learning


Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 5
Heri Kusdiyanto
DOI:

Pada tahap ini peneliti mengamati sampai 1. Perencanaan


sejauh mana perkembangan siswa , apakah Tindakan
mengalami peningkatan? Dari apa yang Pada kegiatan inti, peneliti
telah dilakukan dalam pelaksanaan tindakan merencanakan pembelajaran dengan
siklus 1, peneliti menilai bahwa dalam hasil Teknik Crossword Puzzle. Siswa dibagi
belajar, siswa mengalami peningkatan dalam kelompok kecil yang masing-
sebesar 7,09%. Hal ini dapat terlihat dalam masing kelompok terdiri 2 siswa.
tabel 2. Kelompok tersebut berdiskusi
mengerjakan tugas Lembar Crossword
Puzzle. Dengan demikian lembar
Crossword Puzzle ini seolah menjadi
catatan bagi siswa tanpa membuat siswa
keberatan membuat catatan, karena
mereka melakukan tanpa disadari. Di
akhir pembelajaran, peneliti dan siswa
menarik kesimpulan diskusi yang
Rata-rata nilai keseluruhan ( nilai pada dilanjutkan dengan tes siklus 2 secara
kondisi awal sebelum menggunakan teknik individu tanpa diskusi.
pembelajaran Crossword Puzzle adalah 2. Pelaksanaan Tindakan
61,91. Setelah menggunakan teknik Pelaksanaan tindakan yang dilakukan
pembelajaran Crossword Puzzle adalah peneliti sesuai dengan Perencanaan
66,30. Rata-rata nilai kelas siswa Tindakan kelas siklus kedua yang
mengalami kenaikan sebesar 7,09 %. tertuang dalam RPP.
Dalam proses pembelajaran, siswa 3. Hasil Pengamatan
mengalami peningkatan, yang terlihat Hasil belajar siswa pada siklus 2
dalam tabel 3. menunjukkan adanya peningkatan jika
dibandingkan ulangan harian pada
kondisi awal. Nilai tertinggi siswa i 90
dengan nilai terendah adalah 50. Rata-
rata tes siklus 2 adalah 74,84, lebih
tinggi jika dibandingkan dengan rata-
rata pada kondisi awal siswa yaitu
69,91, rata-rata ini mengalami
peningkatan 20,89%. Pada pelaksanaan
tindakan, kolabolator melakukan
pengamatan dengan mengisi instrumen
yang disiapkan, meliputi : pengamatan
Dalam proses pembelajaran terjadi kegiatan guru dan siswa saat KBM
peningkatan, walaupun dalam menjawab hingga berakhirnya. Hasil pengamatan
pertanyaan guru tanpa harus ditunjuk proses pembelajaran adalah sebagai
( inisiatif siswa sendiri ) hanya terjadi berikut : perhatian siswa dalam
sedikit peningkatan, masih dalam kategori pelajaran, menjawab pertanyaan guru
rendah. Hal ini desebabkan kurangnya (dengan inisiatif sendiri ), mengerjakan
keberanian siswa, walaupun sebetulnya tugas, bertanya, bekerjasama dengan
siswa tahu jawabannya. Melihat dari hasil anggota kelompok lain, dan kemauan
refleksi hasil belajar siswa dan proses untuk mencari sumber belajar lain, ada
pembelajaran pada siklus 1, yang rata- peningkatan jika dibanding kondisi
ratanya masih di bawah Kriteria Ketuntasan awal. Perhatian siswa dalam pelajaran
Minimal, ini mendorong peneliti untuk mencapai 89%, menjawab pertanyaan
melanjutkan tindakan siklus 2. guru (dengan inisiatif sendiri ) mencapai
C. Deskripsi Hasil Siklus 2 38%, kemauan untuk mengerjakan tugas
mencapai 89%, kemauan untuk bertanya

Indonesian Journal of Education and Learning


Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 6
Heri Kusdiyanto
DOI:

mencapai 59%. Kemauan bekerjasama


dengan anggota kelompok mencapai
65%, dan memanfaatkan sumber belajar
yang ada mencapai 89%.
4. Refleksi
Pada tahap ini peneliti mengamati
sampai sejauh mana perkembangan
siswa , apakah mengalami peningkatan?
Dari apa yang telah dilakukan dalam Dalam proses pembelajaran terjadi
pelaksanaan tindakan siklus 2, peneliti peningkatan, dalam menjawab
menilai bahwa dalam hasil belajar, siswa pertanyaan guru tanpa harus ditunjuk
mengalami peningkatan. Hal ini dapat ( inisiatif siswa sendiri ) hanya terjadi
terlihat dalam tabel 4 . peningkatan dari kategori rendah
menjadi sedang. Melihat dari hasil
refleksi hasil belajar siswa dan proses
pembelajaran pada siklus 2, perhatian
siswa dalam pelajaran, menjawab
pertanyaan guru (dengan inisiatif sendiri
), mengerjakan tugas, bertanya,
bekerjasama dengan anggota kelompok
lain, kemauan untuk mencari sumber
belajar lain, dan memberi ide atau
gagasan, siswa mendapat nilai yang
cukup baik, ini menunjukkan bahwa
sudah ada peningkatan yang signifikan
melalui teknik pembelajaran Crossword
Puzzle. Dengan demikian, pada siklus 2
kegiatan dipandang sudah cukup dan
tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.
D. Pembahasan
1. Tindakan
Rata-rata nilai pada kondisi awal
sebelum menggunakan teknik
pembelajaran CrossWord Puzzle adalah
61,91. Setelah menggunakan teknik
pembelajaran CrossWord Puzzle pada
siklus 2 adalah 74,84. Rata-rata nilai
kelas siswa mengalami peningkatan Sebelum menerapkan teknik pembelajaran
sebesar 20,89%. Hal ini disebabkan Crossword Puzzle, guru dalam proses
siswa mulai terbiasa dengan teknik pembelajaran masih menggunakan metode
pembelajaran CrossWord Puzzle dan ceramah dan pemberian tugas saja.
berdiskusi secara kelompok, sehingga Dalam menyajikan materi pengelasan tentang
motivasi siswa mulai meningkat dalam penggunaan peralatan dan perlengkapan las
menyelesaikan soal yang berdampak oksi asetilin, guru mencoba menerapkan teknik
pada hasil tes siklus 2 yang terjadi pembelajaran Crossword Puzzle, dengan tujuan
peningkatan. Dalam proses agar terjadi perubahan dalam proses
pembelajaran, siswa mengalami pembelajaran, tidak monoton, siswa lebih
peningkatan, yang terlihat dalam tabel 5. kreatif dalam berfikir dan tidak cepat bosan.
Setelah teknik pembelajaran Crossword Puzzle
diterapkan, keaktifan siswa semakin
meningkat, mereka merasa senang mengikuti
pembelajaran dan tidak cepat bosan.

Indonesian Journal of Education and Learning


Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 7
Heri Kusdiyanto
DOI:

belajar siswa mengalami peningkatan dari rata-


2. Hasil Belajar rata 61,91 menjadi 74,84., meningkat sebesar
20,89 %. Dari hasil pengamatan kolabolator
selama proses pembelajaran dapat disimpulkan
bahwa teknik pembelajaran Crossword Puzzle
dapat meningkatkan aktivitas siswa. Dengan
demikian penelitian tindakan kelas yang
dilaksanakan dapat meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar siswa sesuai yang diharapkan.

UCAPAN TERIMA KASIH


Setelah melaksanakan 2 kali tindakan
ternyata Kami mengucapkan terimaksih kepada
ternyata mengalami kenaikan nilai rata-rata semua pihak yang telah membantu
dari kondisi awal yaitu 61,91; 66,30 dan 74,84. menyelesaikan penelitian ini
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara empirik
melalui teknik pembelajaran Crossword Puzzle
dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
3. Proses
Pembelajaran Ali, Muhammad. 2008. Guru Dalam Proses
Belajar Mengajar. In Indonesia.

Aqib, Zaenal. 2008. Penelitian Tindakan Kelas


Untuk Guru SMP, SMA, SMK. In
Indonesia.

Djamarah, Syaiful Bahri, Aswan Zain. 1995.


Strategi Belajar Mengajar. In Indonesia.

Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar


Mengajar. In Indonesia.

Model-model
pembelajaran.www.muhfida.com.
Hasil penelitian tindakan kelas dalam proses Soedjono. 1999. Las Karbit. Bandung : PT.
pembelajaran dengan menerapkan teknik Remaja Rosdakara.
pembelajaran Crossword Puzzle selalu
mengalami peningkatan.
Suryana, Didik,Djaindar Sidabutar.1978.
SIMPULAN Petunjuk Praktek Las Asetilin dan Las
Listrik 1.
Berdasarkan analisa dari data tindakan Jakarta : Depdikbud.
dan hasil belajar dapat dinyatakan bahwa
penggunaan teknik Crossword Puzzle Silberman, Mel. 2009. “Active Learning 101
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Strategi Pembelajaran Aktif.” In
peningkatan aktifitas dan hasil belajar siswa Indonesia, 1–320.
secara teoritik dan empirik. Secara keseluruhan
berdasarkan refleksi pada siklus 1 maupun Sudjana, Nana. 1987. Dasar-Dasar Proses
siklus 2, dengan menerapkan teknik Belajar Mengajar. In Indonesia.
pembelajaran Crossword Puzzle rata-rata hasil

Indonesian Journal of Education and Learning


Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pengelasan … 8
Heri Kusdiyanto
DOI:

Umaryadi. 2007. Pengelasan, Pematrian,


Pemotongan dengan Panas dan
Pemanasan.
Surakarta: Yudistira

Yogaswara, Eka. 2003. Mengelas Dengan


Proses Las Oksi-Asetilin SMK. In
Indonesia.

Indonesian Journal of Education and Learning