Anda di halaman 1dari 10

TUGAS TEORI SESI 3

NAMA : EMI ZULIA, S.Pd., M.Pd.


ASAL SEKOLAH : SMKN 3 KUDUS JAWA TENGAH
KELAS : TKRO – G

A. Tugas Teori : Menjawab Pertanyaan dengan jelas dan benar!


B. Waktu Penyelesaian Tugas I : 60 menit
C. Tujuan Tugas I : Setelah menyelesaikan tugas I pada unit kompetensi Memeriksa/Servis
dan perbaikan engine management system peserta mampu mendiagnosa sistem pada
EMS.
SOAL DAN JAWABAN
1. Sebutkan 3 (tiga) sistem kontrol pada EMS?
JAWAB :
a. Sistem kontrol bahan bakar
b. Sistem kontrol induksi udara
c. Sistem kontrol pengapian

2. Apa fungsi ECU pada system bahan bakar EFI ?


JAWAB :
ECU berfungsi mengatur secara keseluruhan kinerja dari mesin selama mesin
beroperasi, adapun yang di atur oleh ECU antara lain :
a. ECU akan menentukan waktu yang dibutuhkan untuk menyemprotkan
(menginjeksikan) bahan bakar, apakah dengan durasi waktu yang cepat atau lama.
b. ECU akan mengontrol waktu pengapian agar waktu pengapian dapat terjadi tepat
waktu.
c. ECU akan menjaga mesin agar tidak terjadi detonasi dengan cara mengajukan atau
memundurkan saat pengapian jika sensor knocking mendeteksi adanya gejala
detonasi.
d. ECU akan mengontrol cold start injector untuk beroperasi (pada beberapa tipe
kendaraan) saat kondisi mesin masih dingin, sehingga campuran udara dan bahan
bakar menjadi gemuk dan mesin akan lebih mudah untuk menyala pada kondisi
dingin.
e. ECU akan mengontrol aliran udara selama mesin pada putaran idle (stasioner),
yaitu melewati katup ISC (Idle Speed Control).
f. Mengatur kerja kipas pendinginan. Pada saat mesin sudah mencapai temperatur
sekitar 80o C, kipas pendingin akan bekerja sehingga tidak akan terjadi overheating.

3. Sebutkan perbedaan K-Jetronik dan KE-Jetronik?


JAWAB :
K-jetronik merupakan sistem penyemprotan secara mekanis dengan injector, secara terus
menerus saat tekanan bensin dapat membuka katup injector. Prinsip kerjanya plat
sebagai penimbang udara terangkat saat udara mengalir, sehingga plunyer kontrol akan
ikut naik membuat tekanan bahan bakar yang menuju injector naik katup injektor terbuka
terjadi semprotan, sedangkan KE-Jetronik adalah sistem gabungan mekanis dan elektris
penyempurnaan dari K-Jetronik dengan penambahan sistem kontrol elektronik (ECU).
Tekanan injector diatur selain oleh plat penimbang udara disempurnakan oleh ECU yang
membuat semprotan injector lebih akurat.

4. Sebutkan 5 (lima) sensor dari 3 (tiga) aktuator pada EMS ?


JAWAB:
a. Throtle Position Sensor ( TPS ), adalah sensor yang digunakan untuk mengetahui
posisi pedal gas dalam keadaan tertekan atau bebas. Jika ditekan/digas maka
valuenya besar dan jika tidak ditekan valuenya kecil.
b. Manipold Absolute Pressure ( MAP ), sensor yang digunakan untuk mengetahui
kondisi kevacuuman intake manipold. Sensor ini akan mengeluarkan pulsa
tegangan besar jika kevacuuman intake manipold berkurang ( pedal gas diinjak )
atau sebaliknya.
 c. Air Flow Sensor ( AFS ), adalah sensor yang digunakan untuk mengetahui banyak
sedikitnya udara yang akan masuk ke dalam intake manipold. Biasanya sensor ini
dipasang sesudah filter udara dan akan memberikan pulsa tegangan semakin
besar jika udara yang melewatinya semakin banyak atau sebaliknya. Sensor ini ada
yang meneybutnya AFM ( Air flow meter ) atau juga MAF ( Mass Air Flow ).
d. Intake Air Temperature Sensor ( IAT ), adalah sensor yang digunakan untuk
mengetahui suhu udara masuk ke intake manipold, semakin dingin suhu udara
masuk maka akan semakin besar pulsa tegangan yang dikirimkan ke ECU, sehingga
supllai bensin ke injector juga semakin besar.
e. Injector, adalah perangkat electronic yang diperintah oleh ECU untuk membuka
/menutup katup electronic sehingga bensin bisa menyemprot ke silinder.

5. Apa perbedaan tipe D-Jetronik (D-EFI) dan L-Jetronik (L-EFI)?


JAWAB :
Sistem Injeksi L-EFI Pada mesin injeksi EFI tipe L-EFI atau juga disebut dengan L-
Jetronik, pengontrolan penginjeksian tipe ini sudah dilakukan secara elektronik. Huruf
L pada tipe L-EFI atau L-Jetronik ini kepanjangannya adalah Luft yang berasal dari
bahasa Jerman dan memiliki arti yaitu udara. Pada mesin EFI tipe L-EFI atau L-Jetronik
ini menggunakan sensor utama yaitu Air Flow Meter atau Mass Air Flor (MAF) sensor
yang memiliki fungsi untuk mengukur atau mendeteksi jumlah udara yang masuk ke
dalam saluran intake manifold. Air Flow Meter ini akan mengirimkan signal
berdasarkan jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold ke ECU. Kemudian
dari data yang dikirim oleh Air Flow Meter ini maka ECU akan mengontrol berapa
lama durasi dari penginjeksian dari injektor. Sedangkan Sistem Injeksi D-EFI Pada
mesin injeksi tipe D-EFI atau D-Jetronik ini, pengontrolan penginjeksian tipe ini sudah
dilakukan secara elektronik. Huruf D pada tipe D-EFI atau D-Jetronik ini
kepanjangannya adalah Druck yang berasal dari bahasa Jerman dan memiliki arti
yaitu tekanan. Pada mesin EFI tipe D-EFI atau D-Jetronik ini menggunakan sensor
utama yaitu Manifold Absoluter Pressure (MAP) sensor yang memiliki fungsi untuk
mengukur atau mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam saluran intake
manifold berdasarkan kevakuman yang ada di dalam intake manifold.

6. Apa yang dimaksud dengan basic injection, dan sensor apa yang digunakan?
JAWAB:
a. Basic Injection adalah Perbandingan Metode Pencampuran Udara dan Bensin
Karburator Campuran udara dan bahan bakar dimasukkan ke dalam silinder
melalui 2 buah saluran Yaitu saluran kecepatan rendah , pada saat mesin hidup
stasioner dan saluran kecepatan tinggi pada saat mesin bekerja pada putaran
tinggi.
b. Basic injection bersandarkan input dari dari 2 sensor utama, yaitu : sensor udara
masuk, dan sensor putaran mesin. 

7. Apa fungsi sistem koreksi pada sistem kontrol bahan bakar EFI?
JAWAB:
Fungsi dari penggunaan sistem kontrol pada engine adalah untuk menyajikan dan
memberikan daya mesin yang optimal melalui sistem kerja yang akurat yang
disesuaikan untuk menghasilkan emisi gas buang yang seminimal mungkin,
pengunaan bahan bakar yang efisien, menghasilkan pengendaraan yang optimal
untuk semua kondisi kerja mesin, meminimalkan penguapan bahan bakar serta
menyediakan sistem diagnosis untuk mengevaluasi sistem kerja dan kondisi
perangkat perangkat pendukungnya bila terjadi permasalahan-permasalahan yang
tidak dikehendaki pada sistem ini.

8. Jelaskan prinsip kerja dari sistem kontrol putaran idel, komponen apa yang digunakan ?
JAWAB:
ISC (Idle speed control) atau disebut juga IAC (Idle air control) merupakan rangkaian
elektronika yang digunakan untuk mengatur banyak sedikitnya udara yang melewati
idle port ketika katup gas dalam posisi tertup. Pada mesin EFI, sekrup pada saluran
idle tersebut digantikan dengan komponen bernama idle speed control valve. ISC
valve ini bekerja untuk membuka dan menutup saluran idle untuk mengatur banyak
sedikitnya udara yang masuk ke intake.Sementara kinerja ISC valve diatur oleh ECU
melalui serangkaian perhitungan sistematis dari berbagai sensor yang berhubungan.
Sehingga, pembukaan katup ISC itu tidak bisa kita prediksi karena komponen ini akan
bekerja berdasarkan hasil perhitungan ECU. Sistem ISC, digunakan pada mesin EFI
sebagai pengganti sekrup idle speed yang diatur secara manual. Dengan adanya ISC
maka kita tak perlu mengatur putaran idle pada mesin EFI. Selain katup ISC ada
banyak lagi komponen yang berpengaruh pada sistem idle air control ini. Antara
lain ;
a. MAF Sensor, akan mengirimkan data berupa masa udara berdasarkan aliran.
b. CKP Sensor, untuk mengukur kecepatan/RPM mesin sebagai feedback atas
kinerja ISC system.
c. TPS Sensor, mengetahui posisi katup gas untuk menentukan sudut
pembukaan katup.
d. Barometric Pressure Sensor, mengetahii tekanan udara pada suhu dan
ketinggian mobil berada.
e. ECT sensor, mengetahui suhu air pendingin mesin untuk mengetahui berapa
suhu mesin.
f. AC Refrigerant Pressure Sensor, mengukur tekanan freon AC agar mesin bisa
hidup meski dibebani kompresor AC.
g. Idle Air Controller (ECU), sebagai kontroller yang akan melakukan
perhitungan dari berbagai data sensor.
h. ISC Valve, sebagai aktuator yang akan menutup dan membuka saluran idle
berdasarkan perhitungan dari ECU.
9. Jelaskan pengukuran kaki-kaki sensor katup gas (TPS) dengan menggunakan multi meter ?
JAWAB:
a. Periksa hambatan TPS Sensor
Dengan Menggunakan Ohm Meter ukur hambatan TPS Sensor pada terminal VTA
dengan Terminal E2 atau Ground Sensor (Hambatan harus semakin bertambah besar
ketika katup gas membuka semakin lebar begitu juga sebaliknya).
b. Periksa tegangan sinyal TPS sensor
Dengan multimeter, hubungkan knop posistif multimeter dengan kabel sensor pada
terminal VTA dan knop negatif multitesterke terminal E2 atau ground(Tegangan
harus semakin bertambah besar ketika katup gas membuka semakin lebar begitu juga
sebaliknya).
Pembacaan Tegangan Sinyal TPS Sensor:
1. Throttle Tertutup : 0.6 sd 0.7 Volt (0-10%)
2. Throttle Terbuka Penuh : 3.40 sd 3.50 Volt (90-100%)
3. Throttle digerakkan secara lembut; kenaikan tegangan sinyal atau sudut bukaan
throttle valve terlihat linier dari 0.6 sd 3.50 Volt (10-100%).
Catatan:
Lakukan Pemeriksaan TPS Sensor hanya pada saat kunci kontak ON dan mesin dalam
kondisi mati.

10. Bagaimana cara pengoperasian scantool untuk mendiagnosa kendaraan?


JAWAB:
a. Cara Pemakaian Scanner
1. Hubungkan unit scanner dengan “socket Diagnostic Kendaraan” melalui kabel DLC
dan socket adaptor yang telah di sediakan dalam paket pembelian. Untuk
pencarin dimana letak “socket diagnostic kendaraan” ikutilah petunjuk dibawah
ini:
1.a) Toyota, letak diagnosticnya ada di ruang mesin (17 pin) atau dibwah
dashboard (16 pin). OBD 16 pin biasanya digunakan pada kendaraan tahun
muda (2000an keatas, innova, avanza, rush, fortuner, yaris, ist, alpard, raum
dsb) sedangkan untuk 17 pin adaptor biasanya untuk mobil yang agak tua
(kijang efi, great/neo/all neo corrona, soluna, cressida, corrona).khusus
teknologi mobil terbaru, menggunakan socket CAN/OBD. Pilihlah software
scanner, sesuai dengan system socket ang tersedia. Khusus untuk socket
OBD/16 pin atau CAN/OBD, memang agak mirip, oleh karenanya kedua socket
tersebut bisa di coba, sesuai mana software yang cocok. CAN/OBD terutama
untuk mobil generasi terbaru.
1.b) Honda, letak socketnya semuanya ada di dashboard dalam, hanya untuk
mobil lama menggunakan 3 pin socket, dan letak socketnya di depan
penumpang agak ke kanan atau di sebelah kiri. Mobil yang masih
menggunakan socket ini misalnya Genio, Ferio, Maestro, cr-v th 99, city z,
legend dsb. Sedangkan untuk mobil baru biasanya menggunakan socket Obd
16 pin, misalnya mobil jazz, cr-v, new cr-v, city, new city, new civic, new accord
dsb. Letak socket OBD 16 pin ada di depan pengemudi.
1.c) Suzuki dan Daihatsu, kedua tipe mobil ini sudah menggunakan adaptor
socket OBD 16 pin dan letak socketnya di mobil ada di bawah dashboard
kemudi, agak ke kiri.
1.d) Mitsubhisi, mobil ini letak socketnya juga ada di dashboard kendaraan di
bawah kemudi. Namun ada yang menggunakan OBD +12 pin  dan OBD 16 pin
saja. Kedua tipe socket ini juga telah di sediakan dalam paket JBT.
1.e) Mazda, mobil ini juga menggunakan 2 tipe diagnostic socket, yaitu 17 pin
(letaknya di ruang mesin) dan OBD 16 pin (letaknya di dashboard di bawah
kemudi). Sedangkan mobil terbarunya sudah menggunakan socket CAN/OBD.
1.f) BMW, juga menggunakan dua tipe socket diagnostic socket, yaitu 20 pin bulat
yang letaknya di ruang mesin dan OBD 16 pin yang letaknya di dashboard di
bawah kemudi.
1.g) Mercedez Benz, menggunkan tipe adaptor socket, yaitu 38 pin bulat, 8 pin kotak
dan 16 pin kotak, semuanya itu ada di ruang mesin sedangkan satu type lagi OBD
16 pin berada di bawah ruang kemudi.
2. Setelah kita menghubungkan scanner tersebut dengan mobil lewat socket-socket
adaptor tersebut, maka putar kunci kontak ke posisi ON.
3. Tekan tombol power scanner (warna merah) sehingga unit scanner hidup
4. Tekan tombol OK, kemudian pilih jenis mobil dari benua ASIA (jepang, korea,
malaysia, china) atau EROPA (jerman, italy or prancis) atau juga mobil dari
Amerika. Gunakan tombol anak panah naik turun.
5. Pilih Autodiagnosis, kemudian pilih system electronic yang akan di test, misalnya
Engine,  Transmisi, Rem dsb dan akhiri dengan tombol OK.
6. Dari pemilihan deteksi system tersebut akan muncul DTC, clear DTC, Data stream
dan juga Test functian. Jalankan menu-menu tersebut sesuai dengan keperluan
service yang kita kehendaki.
b. Tips Penggunaan Scanner
Gunakan scanner secara urutan yang benar, mulai dari memasang socket adaptor di
mobil. Menghidupkan kunci kontak baru menghidupkan scanner. Selanjutnya lakukan
langkah men-scan kendaraan tersebut, mulai dari memilih benua pembuat kendaraan
(ASIA, Europe, US) dan di lanjutkan negarapembuatan kendaraan tersebut. Jika sudah
memasuki nama MERK kendaraan, pastikan type socket yang di pakai di kendaraan
tersebut. Selanjutnya jika ingin menghidupkan kendaraan, matikan dulu scanner
tersebut.
c. Cara Perawatan
1. Jangan di dekatkan dengan medan magnet
2. Jika ingin menghidupkan kendaraan, matikan dulu scanner tersebut agar scanner
tidak rusak.
3. Sebelum dam sesudah memakai alat bersihkan terlebih dahulu
Atau bisa dengan petujuk dibawah ini
Cara menggunaan Scanner adalah sebagai berikut:
1. Hubungkan unit scanner dengan socket diagnosis pada kendaraan melalui kabel
DLC dan socket adaptor, socket adaptor ini biasanya telah di sediakan dalam paket
pembelian.
2. Setelah itu hubungkan scanner tersebut dengan mobil melalui socket-socket
adaptor tersebut, putarlah kunci kontak kendaraan pada posisi ON.
3. Tekan tombol power scanner (biasanya warna merah) sehingga unit scanner hidup.
4. Tekan tombol OK, lalu pilih jenis mobil apakah dari benua ASIA (jepang, korea,
malaysia, china) atau EROPA (jerman, italy atau prancis) atau juga mobil dari
Amerika. Caranya dengan menggunakan tombol anak panah naik turun.
5. Selanjutnya pilih Autodiagnosis, dan pilih system electronic yang akan dites,
misalnya Engine,  Transmisi, Rem, dan sebagainya dan akhiri dengan tombol OK.
6. Dari pemilihan deteksi system tersebut lalu akan muncul beberapa pilihan yaitu
DTC, clear DTC, Data stream dan juga Test functian. Silahkan pilih menu-menu
tersebut sesuai dengan keperluan service yang kita kehendaki.
Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan scanner mobil adalah pastikan
menggunakan scanner dengan urutan yang benar, mulai dari memasang socket
adaptor ke mobil. Menghidupkan kunci kontak mobil pada posisi ON baru
kemudian menghidupkan scanner (jangan terbalik). Kemudian menghidupkan
scanner. Selanjutnya lakukan langkah-langkah menscan mobil mulai dari memilik
jenis mobil sesuai dengan pembuatan kendaraan (Asia, Eropa, US). Jika sudah
memasuki nama merk kendaraan pastikan type socket yang dipakai kendaraan
tersebut. Ketika kita ingin menghidupkan kendaraan terlebih dahulu kita matikan
scanner tersebut.
Perawatan Scanner Mobil Efi
Untuk perawatan scanner mobil Efi sendiri cukup mudah, yaitu jangan letakkan
scanner dekat dengan medan magnet. Jika ingin menghidupkan mesin terlebih
dahulu matikan scanner agar scaner tidak rusak.