Anda di halaman 1dari 9

Nama : Aramika Simahbengi

Nim : 1906103040001
Kelas :01
Mk :pengelolaan laboratorium

Rangkaian Alat & Langkah Kerja Dari Masing – Masing Teknik Distilasi

1. Destilasi Sederhana

Alat dan Bahan :

Kran air , pipa penghubung, Erlenmeyer, thermometer , Statif dan Klem , Labu alas bulat,
Kondensor , Ceret listrik , ember , selang , air dingin (pendinginnya) , dan Wadah penampung
hasil akhir.

Langkah Kerjanya :

a. Membuat Sistem wadah pemanas dan penyalur panas dan uap:


 Lubangi tutup ceret sebesar pipa tembaga yang di butuhkan
 Bentuk pipa tembaga seperti pada gambar yang dilampirkan dan jika akan membutat
siku di sarankanmenggunakan elbow leter (L) agar tidak terjadi patahan pada siku
tersebut dan pada sambungan lebih baik di lasagar menghasilkan hasil yang rapi.
 Bentuk pipa ac melingkar di dalam ember pendingin.
b. Membuat sistem pendingin :
 Beri lubang dalam ember (utuk masuknya selang ke dalamember ).jangan lupa beri
perekat/lem agar tidak bocor.
 Rekatkan selang yang ada di dalam ember dengan pipatembaga yang diletakkan
didalam ember dengan caramengikatnya dengan plastic stell
 Masukkan air dingin atau es kedalam ember tersebut.

c. Langkah kerjanya :
 Nyalakan ceret listrik
 Masukkan alkohol 70% kedalam wadah sampel.
 Isi air sebanyak 100 ml kedalam wadah sirkulasi air.
 Hubungkan alat sirkulasi air dengan listrik sehinggamenyala, dan sirkulasi air
berjalan.
 Tunggu hingga thermometer menunjukkan suhu 84oC,yang merupakan titik didih
alkohol, dan alkohol mulai mengalami penguapan
 Uap alkohol akan mengalir melalui selang, menujukondensor dan mengalami
pendinginan. Lalu berubah kembali menjadi cairan yang kemudian mengalir kewadah
destilat

2. Distilasi Fraksionasi

Prinsip pemisahan dengan cara distilasi bertingkat adalah dengan menggunakan perbedaan
titik didih, untuk memisahkan bertahap berbagai penyusun suatu campuran. Penyusun
campuran yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu, dan terpisah
dengan penyusun lain yang titik didihnya lebih tinggi. Prinsip kerja destilasi bertingkat
adalah memanaskan campuran ini secara bertahap, sehingga satu persatu penyusun campuran
yang memiliki titik didih lebih rendah mendidih.

Alat dan Bahan :

Labu destilasi , kolom , steel Head , Thermometer , kondensor , labu , pipa dalam , adaptor ,
bunzen , erlenmayer , kaki tiga , aquadest , dan etanol

Langkah Kerjanya :

 Dikolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada
setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat
yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil
cairannya.
 Saat uap mencapai kolom, uap tersebut akan mengalami kondensasi dan membentuk
cairan. Cairan tersebut memiliki komposisi sama dengan uap darimana dia berasal dan
diperkaya dengan cairan dengan titik didih rendah. Cairan terkondensasi tersebut akan
ditahan pada kolom dan menetes secara pelahan-lahan.
 Uap campuran akan terus terbentuk dan bergerak ke arah bagian atas kolom. Ketika
uap tersebut bertemu dengan tetesan cairan, maka uap akan terkondensasi dan
mentransfer energi panasnya pada cairan. Energi panas ini dapat menyebabkan tetesan
cairan mendidih, membentuk uap baru.
 Uap yang baru terbentuk ini akan makin banyak pada cairan bertitik didih rendah
dibanding uap pada bagian awal. Uap baru ini akan bergerak ke atas dan
berkondensasi lagi. Proses ini berulang sehingga uap/cairan mengalir pada kolom
fraksi. Uap cairan yang keluar pada bagian atas kolom sebagain besar mengandung
cairan dengan titik didih rendah, kadang-kadang sampai 100%, tergantung panjang
kolom. Uap ini berkondensasi dan ditampung.
 Uap dari cairan ini kemudian dialirkan ke wadah khusus kemudian diendapkan.
Setelah diendapkan maka akan dihasilkan cairan yang lebih murni dan terpisah dari
campuran sebelumnya. Contoh penggunaan distilasi bertingkat ini adalah pada
pemisahan fraksi minyak bumi.
3. Destilasi Vakum

Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat
cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih
dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni
(destilat).

Alat - alat yang digunakan :

Pompa , Kolom distilasi Kolom, stripper , Heat Exchanger , Condensor , Separator Furnace ,
Cooler , Perpipaan , Instrumentasi , dan Jet Ejektor

Langkah Kerjanya :

Long Residu hasil dari proses distilasi atmosfer dipanaskan pada preheater dan dapur sampai
temperatur ± 345 OC, kamudian dimasukkan dalam kolom distilasi vacum yang tekanannya
± 13 mmH2O. Dalam kolom ini terdapat tray-tray seperti halnya di kolom distilasi
atmosferik. Untuk memperluas kontak uap dan cairan biasanya kolomnya dibuat lebih lebar.
Untuk mendapatkan tekanan dibawah atmosfer digunakan peralatan yang disebut ejektor dan
kondensor.

Dari kolom ini akan keluar produk masing-masing :

 Top kolom berupa produk Light Vacum Sloop ( LVS ), produk ini merupakan produk
yang jelek, yang biasa nya di tampung sebagai minyak sloop.
 Dibawah Light Vacum Sloop ( LVS ) adalah produk Light Vacum Gas Oil ( LVGO ),
digunakan untuk komponen blending solar.
 Selanjutnya produk Parafine Oil Distillate ( POD ), produk ini adalah bahan baku bagi
proses pembuatan lilin atau Wax di unit proses Wax Plant. Produk ini merupakan
produk yang khusus, jadi tidak semua HVU mempunyai produk ini.
 Produk selanjutnya adalah produk Hight Vacum Gas Oil ( HVGO ). Produk ini
digunakan untuk bahan baku proses cracking ( Hydro Cracking Unit / HCU ). Produk
POD bila tidak di olah di wax plant di gabungkan dengan produk HVGO untuk
umpan di HCU.
 Produk bottom kolom HVU berupa Short Residue yang digunakan untuk Fuel Oil di
dapur atau digunakan untuk asphal jalan.
 Produk-produk tersebut keluar dari kolom kemudian diambil panasnya di preheater
atau heat exchanger dan didinginkan dengan fin fan dan selanjutnya di kirim ke tanki
produksi atau ke proses selanjutnya.

4. Destilasi Uap

Destilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih
mencapai 200 °C atau lebih. Destilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan
suhu mendekati 100 °C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih.
Sifat yang fundamental dari destilasi uap adalah dapat mendestilasi campuran senyawa di
bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya. Selain itu destilasi uap dapat
digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tapi dapat
didestilasi dengan air.

Alat dan Bahan :

Labu distilasi, selang kecil, kaki tiga, pembakar bunsen , gas , kondensor fungsinya untuk
aliran uap hasil reaksi dan untuk aliran air keran, pipet dan tisu , neraca O’Houss, selang ,
spatula , erlenmayer, dan labu datar.
Langkah Kerjanya :

 Campuran dipanaskan melalui uap air yang dialirkan ke dalam campuran dan
mungkin ditambah juga dengan pemanasan.
 Uap dari campuran akan naik ke atas menuju ke kondensor dan akhirnya masuk ke
labu distilat
 Catat suhu keberapa uap menetes dan suhu berapa uap terakhir
 Ambil Erlenmayer berisi air dari hasil penguapan
 Lalu timbang massanya.

5. Distilasi Azeotrop

Azeotrop adalah campuran dari dua atau lebih komponen yang memiliki titik didih yang
konstan. Akan tetapi ketika tekanan total berubah, kedua titik didih dan komposisi dari
azeotrop berubah. Sebagai akibatnya, azeotrop bukanlah komponen tetap, yang komposisinya
harus selalu konstan dalam interval suhu dan tekanan, tetapi lebih ke campuran yang
dihasilkan dari saling memengaruhi dalam kekuatan intramolekuler dalam larutan.

Alat dan Bahan :


Alat yang digunakan adalah labu distilasi, bunsen, air, pipa kondensor, steam generator, dan
penyangga kaki tiga.

Langkah Kerjanya :

 Azeotrop dapat didistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu, misalnya


penambahan benzena atau toluena untuk memisahkan air. Air dan pelarut akan
ditangkap oleh penangkap Dean-Stark. Air akan tetap tinggal di dasar penangkap dan
pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air lagi.
6. Distilasi Ekstraktif

Distilasi ekstraktif mirip dengan distilasi azeotropik dalam hal penambahan senyawa lain
untuk mempermudah proses pemisahan. Dalam hal ini entrainer disebut juga pelarut yang
melakukan ekstraksi karena senyawa yang ditargetkan dapat larut dengan baik dalam pelarut
yang dipilih. Pelarut yang diberikan dimaksudkan untuk mengubah volatilitas relatif salah
satu komponen dan mengubah titik didih campuran. Namun, berbeda dengan distilasi
azeotropik, pelarut atau entrainer ini sebaiknya sangat tidak volatil dan mempunyai interaksi
spesifik dengan salah satu dari komponen campuran, dengan kata lain, pelarut sanggup
melarutkan senyawa komponen dengan baik. Dengan demikian, campuran yang menyatu
dengan entrainer ini akan menempati labu distilasi di bagian bawah karena massa jenis lebih
besar sehingga mudah dipisahkan.Salah satu contoh penggunaan distilasi ekstraktif ini adalah
untuk memisahkan benzena dan sikloheksana dengan menggunakan fenol sebagai pelarut
pengekstraksi.

Alat dan Bahan :


Alat yang digunakan adalah Bahan yang digunakan bahan yang akan di ekstrak seperti bubuk
biji pala , etil asetat , batu didih, dan akuades.

Langkah Kerjanya :

 Distilasi ekstraktif dengan penambahan garam dan pelarut sebagai separating agent
merupakan proses baru untuk meningkatkan kemurnian produk.
 Dalam distilasi ekstraktif dapat dikombinasikan antara penambahan garam dan
pelarut, atau penambahan garam saja.
 Cara yang ketiga distilasi ekstraktif adalah distilasi dengan penambahan entrainer
bersifat lebih tidak volatil dari zat yang akan dipisahkan sehingga kebanyakan terikut
sebagai produk bawah (residu).
7. Sublimasi

Sublimasi atau penyubliman merupakan metode pemisahan campuran yang berwujud padat
dan keduanya memiliki persamaan sifat. Prinsip kerjanya didasarkan pada campuran yang
salah satu zatnya dapat menyublim dan yang lainnya tidak. Pada dasarnya sublimasi
diterapkan untuk memisahkan suatu zat dari pengotornya (impuritis) sehingga diperoleh zat
yang lebih murni, kotoran biasanya akan tertinggal dalam wadah akibat ketidakmampuannya
dalam menyublim. Syarat pemisahan campuran dengan menggunakan sublimasi adalah
pertikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar, sehingga dapat
menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi.

Alat dan Bahan :


Alat yang digunakan adalah cawan penguap, cawan kaca, spatula, batang pengaduk,pemanas,
gelas kimia 100 ml, mortal dan pastle, dan kaca arloji. Bahan yang digunakan adalah Kristal
iodium dan Es batu.

Langkah Kerjanya :

 Zat yang akan disublimasi dimasukkan dalam cawan/gelas piala untuk keperluan
sublimasi, ditutup dengan gelas arloji , corong/labu berisi air sebagai pendingin ,
selanjutnya di panaskan dengan api kecil pelan-pelan.
 Zat padat akan menyublim berubah menjadi uap, sedangkan zat penyampur tetap
padat. Uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan berubah lagi menjadi
padat yang menempel pada dinding alat pendingin.
 Jika sudah tidak ada lagi zat yang menyublim , dihentikan proses pemanasan dan
dinginkan agar uap yang terbentuk menyublim semua lalu zat yang terbentuk
dikumpulkan diperiksa kemurniannya. Jika kurang murni diulang proses sublimasi
sampai didapatkan zat yang murni.
8. Distilasi Refluks

Pemanasan suhu tinggi tanpa ada zat yang dilepaskan. Tabung kondensor
dihubungkandengan selang berisi air dingin. Selang air masuk ada di bagian bawah dan
selang air keluar di bagian atas.

Alat dan Bahan :

Alat destilasi refluks kolom, termometer digital LH 666 198, boiler, pompa air, sirkulator air
elekotronik, kondensor, Alkohol meter, gelas ukur silinder, alkohol konsentrasi 40% , dan air.

Langkah Kerjanya :

 Heating, terjadi pada saat feed dipanaskan di labu didih,


 evaporating (penguapan) terjadiketika feed mencapai titik didih dan berubah fase
menjadi uap yang kemudian uap tersebutmasuk ke kondensor dalamEvaporating
(Penguapan),
 Kondensasi (Pengembunan), proses ini terjadi di kondensor, jadi terjadi perbedaan
suhu antarakondensor dalam yang berisi uap panas dengan kondensor luar yang
berisikan air dingin, hal ini menyebabkan penurunan suhu dan perubahan fase dari
steam tersebut untuk menjadi liquidkembali
 Cooling, terjadi di dalam ember, di dalam ember kita masukkan batu es dan air,
sehinggaketika kita menghidupkan pompa, air dingin akan mengalir dari bawah
menuju kondensorluar, air harus dialirkan dari bawah kondensor bukan dari atas agar
tidak ada turbulensi udarayang menghalangi dan agar air terisi penuh.

Anda mungkin juga menyukai