Anda di halaman 1dari 3

Blok III

3.1. Materi yang wajib dikuasai oleh mahasiswa kebidanan bila menjadi bidan kelak
karena merupakan kompetensi utama bidan dan wajib dipraktikkan di skill’s-lab agar
dapat diketahui dievaluasi kemampuannya, yaitu:
a. Melakukan manajemen alat dan BHP dalam rangka PI dalam pelayanan kebidanan
b. Melakukan Prosedur PEP
c. Melakukan prosedur klinis khusus kebidanan

3.2. Pre-requisite
- Peserta sudah lulus konsep PI, mulai dari istilah-istilah PI, jenis alat yang
memerlukan perlakuan PI, cara dekontaminasi, cuci-bilas, DTT/sterilisasi,
penyimpanan, dan pengelolaan limbah.
3.3. Strategi pembelajaran
a. Tutorial dengan studi kasus
b. Simulasi/demonstrasikan dari studi kasus

Kasus untuk manajemen alat


Kasus 1:
Seorang bidan akan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil (umur 23 tahun, G2P1, usia
kehamilan 34 minggu, kunjungan ke 4). Saat ini, bidan sedang mempersiapkan alat yang
akan digunakan untuk pemeriksaan tersebut.

Tugas:
1. Alat apa yang harus disiapkan
2. BHP apa yang diperlukan
3. Praktikkan cara memperlakukan alat sesuai konsep PI

Kasus 2:
Seorang bidan telah selesai menolong persalinan. Saat ini sedang melakukan pemrosesan
alat yang telah digunakan.

Tugas
Praktikkan:
1. Cara melepaskan APD
2. Teknik dekontaminasi alat
3. Teknik cuci bilas

Kasus 3:
Lima orang bidan sedang melayani pemasangan AKBK di balai desa dengan calon akseptor
diperkirakan 30 orang. Berhubung keterbatasan alat, bidan melakukan pelayanan tersebut
dengan konsep ramah lingkungan tapi tidak mengurangi makna asepsis dan antisepsis.

Tugas
Pikirkan teknik apa yang dapat digunakan oleh para bidan tersebut dalam melaksanakan
tugasnya dengan memperhatikan konsep tersebut.
Kasus 4
Lima orang bidan sedang melayani pemasangan AKDR di Puskesmas dengan calon akseptor
diperkirakan 10 orang. Berhubung keterbatasan alat, bidan melakukan gerak cepat dalam
memproses alat yang telah dipakai. Proses DTT dilakukan dengan cara kimiawi.

Tugas
1. Cara kimiawi apakah yang digunakan
2. Berapakah perbandingan pelarut dan terlarut bila yang dipakai adalah sebanyak
3750 mL.

Kasus untuk PEP


Kasus V
Seorang bidan terpapar cairan ketuban dimatanya ketika menolong persalinan pada seorang
perempuan dengan HIV (+)

Tugas:
1. Tindakan apakah yang harus dilakukan oleh bidan tersebut agar dirinya aman dari
paparan virus tersebut?
2. Simulasikan kasus tersebut

Untuk prosedur klinis kebidanan


Demonstrasikan prosedur  tidak cukup waktu untuk semuanya
1. TTV
2. Pemeriksaan umum untuk kehamilan
3. Pemeriksaan khusus kebidanan (palpasi, auskultasi, VT)
4. Pemecahan ketuban
5. Episiotomi
6. Maneuver tangan pada kelahiran bayi
7. Maneuver tangan pada MAK III
8. Penjahitan perineum
9. Penilaian jahitan perineum
10. Penanganan awal Gadar
a. Oksigenisasi
b. Intravena
c. Posisi dalam kegawatdaruratan untuk keamanan dan keselamatan pasien
d. Manajemen asfiksia pada BBL
e. Pertolongan presbo murni
f. Pertolongan distosia bahu
g. PEB/eclampsia
h. Manual plasenta
i. Atonia uteri
11. Pemasangan dan pencabutan AKBK dan AKDR
3.4. Materi yang cukup diketahui saja karena bukan merupakan kompetensi utama bidan
dan untuk mahir dalam kompetensi ini memerlukan sertifikat pelatihan
kegawatdaruratan, yaitu:
a. Resusitasi
b. Pertolongan pertama pada kecelakaan

Untuk materi ini, strategi pembelajarannya cukup dengan diskusi saja dan bila
memungkinkan dilibatkan untuk pelatihan khusus melalui 118.

Blok IV dan V
CoMC dan SOAP (lampiran dalam bentuk ppt)

1. Membuat laporan pendahuluan (LP)


Isinya:
- Definisi/pengertian (satu paragraf)
- Perubahan fisik pada hamil, bersalin, nifas, dan BBL
- Perubahan psikologis pada masa hamil, bersalin, dan nifas
- Penyulit/komplikasi yang dapat terjadi pada kasus tersebut
- Penanganan rutin
- Lampiran SOP tindakan yang terkait

2. Membuat pendokumentasian yang benar. Diantaranya adalah mencatat hasil asuhan


dengan metode SOAP, menggunakan buku KIA, mengisi partograf yang terkini versi
APN 2017, format Lubchenco, dan skor ballard.