Anda di halaman 1dari 17

Anggota kelompok :

1. Karisa Erisna Sitorus 182210101009


2. Rama Ilmiawan B. S. 182210101025
3. Nadia Kholidatul Y. 182210101046
DEFINISI
Biomonitoring dapat diartikan sebagai suatu
teknik penggunaan respon makhluk hidup
(organisme) secara sistematis untuk mengevaluasi
perubahan-perubahan kualitas lingkungan (Náray &
Kudász, 2016).
Biomonitoring menggunakan pengetahuan
tentang ekosistem dengan berbagai dinamikanya
untuk memantau berbagai langkah pengendalian
lingkungan. Biomonitoring dapat digunakan untuk
memprediksi bahkan mengetahui dampak yang lebih
luas akibat pencemaran udara, air, dan tanah
sehingga menjadi landasan dalam pengembangan
dan pengelolaan lingkungan.
JENIS BIOMONITORING
1. Bioassessments Study

2. Toxicity Bioassays
a. Penilaian Toksisitas Langsung (Direct toxicity
assessment)
- In vivo bioassays
- Bioassay in vitro (metode bioanalitik)
- Epidemiologi
- Pendekatan in silico (In silico approaches)
b. Bioassay Perilaku (Behavioral bioassays)
1. Bioassessments Study

 Mengkaji kehidupan suatu komunitas, termasuk fungsi dan struktur


komunitas
 Melibatkan sampling lapangan dari komunitas biologis untuk
mengkarakterisasi struktur komunitas (yaitu keragaman dan toleransi
terhadap polusi)
 Misalnya: menentukan kesehatan biologis pada perairan, maka
karakteristik dibandingkan dengan karakteristik komunitas di seluruh
gradien gangguan manusia.
1. Toxicity Bioassays
Melakukan kegiatan pengujian di laboratorium dan menganalisis dampak
polutan terhadap bentuk-bentuk kehidupan (tumbuhan dan hewan).
a. Penilaian Toksisitas Langsung
 In vivo bioassays
- Pengujian toksisitas secara konvensional bergantung pada penilaian
toksisitas langsung pada organisme, misalnya alga, udang, bulu babi,
ikan, tikus, dan lain-lain.
- Organisme yang terpapar bahan kimia dapat dimonitor untuk melihat
adanya dampak bagi kesehatan (yang cenderung merugikan).
- Umumnya digunakan untuk menilai risiko terhadap kesehatan
manusia.
 Bioassay in vitro
- Uji in vitro dilakukan pada jenis sel tertentu tergantung pada titik akhir yang
diinginkan.
- Contohnya molekul (seperti enzim) atau seluruh sel yang terpapar bahan kimia yang
menarik kemudian dimonitor untuk menemukan respon yang bersifat spesifik.
- Tidak digunakan untuk pengukuran adanya dampak, tetapi lebih digunakan untuk
penilaian eksposur (paparan) digunakan untuk menilai risiko terhadap kesehatan
manusia.

 Epidemiologi

- Menggambarkan toksisitas pada populasi yang terpajan untuk menentukan apakah potensi
paparan terhadap kontaminan telah berdampak bagi kesehatan manusia
- Perlu kehati-hatian dalam merancang penelitian dari awal & bergantung pada langkah-
langkah hasil kesehatan yang jelas & logis terkait dengan paparan racun (tergantung pada

mekanisme tindakan, jika diketahui & bukti pada hewan coba).


 Pendekatan in silico
- Beberapa kekurangan bioassay in vitro, terutama kurangnya integrasi toksikokinetik,
dapat diatasi dengan menggabungkannya dengan pemodelan komputer (in silico),
yaitu menggunakan hubungan struktur-aktivitas atau structure-activity relationships
(SAR).
- Metode in silico sangat berguna tanpa adanya data toksikologi lainnya, tetapi
didasarkan pada data dari bahan kimia lain.

b. Bioassay Perilaku
- Menggambarkan toksisitas pada populasi yang terpajan untuk menentukan apakah potensi
paparan terhadap kontaminan telah berdampak bagi kesehatan manusia
- Menggunakan perilaku dalam mengukur kemampuan hewan untuk mendeteksi rangsangan
lingkungan secara fisiologis atau neurologis
- Misalnya mendeteksi polutan menggunakan perilaku berenang ikan.
Uji biomonitoring
01 02
Biomonitoring Logam Biomonitoring Zat Organik
Biomonitoring logam dapat dilakukan dengan pemeriksaan suatu Akumulasi zat organik pada beberapa spesies mamalia
media untuk menentukan bahan logam. Media yang dipakai antara merupakan bio indikator yang potensial untuk mendeteksi
darah/urine, jaringan tubuh, ikan, binatang invertebrata, dan pencemaran lingkungan.
tanaman perairan.

03 04
Biomonitoring Limbah Cair Biomonitoring Pencemar Udara
Ada beberapa studi toksisitas yang dipakai untuk menilai buangan Perubahan ambien atmosfer oleh adanya bahan pencemar udara
limbah cair antara lain pemakaian bakteri dan pemakaian invertebrata. akan dapat mempengaruhi kehidupan tanaman. Daun pinus jarum
Limbah pabrik kertas yang mengandung bahan kimia pemutih dapat dipakai sebagai indikator pencemaran alifatik hidrokarbon.
dilakukan studi memakai biota air misalnya ikan. Cara baru untuk Dengan pemeriksaan gas kromatografi ditemukan bahwa kadar
menilai kualitas air laut yang terkontaminasi oleh bahan kimia hidrokarbon lebih tinggi pada daun pohon pinus yang berumur tua.
pemutih adalah dengan cara bio assay antara lain: uji inhibisi Tanaman tingkat rendah antara lain lichen parmalia sulcata dapat
pertumbuhan algae dan uji larva biota air sebagai indikator pencemaran udara. Dengan demikian maka lichen
dapat dipakai sebagai biomonitor untuk pencemar udara
05 06
Biomonitoring Asidifikasi Biomonitoring Kesehatan Manusia
Perairan yang mempunyai pH rendah akan bersifat Biomonitoring Pb dan Cd pada wanita yang melahirkan,
asam. Keasaman perairan dapat dideteksi dengan dilakukan dengan pemeriksaan ASI dan darah. Karyawan
memakai biomarker biota yang hidup dalam perairan industri petrokimia yang terpapar dengan PAH pada
tersebut. Dalam keadaan pH rendah (pH=3), maka pemeriksaan urine ditemukan biomarker hidroksipyrene.
logam besi dan manganese akan terdeteksi dalam
perairan. Efek perairan dengan pH rendah, logam
yang toksis dan Dissolve Organic Carbon (DOC)
terhadap hewan amfibi akan menyebabkan
terlambatnya metamorfosa, menurunnya daya tahan
dan menurunnya berat badan hewan amfibi.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Kekurangan

Biomonitoring merupakan teknik yang relatif Biomonitoring masih memiliki kelemahan dan
lebih cepat, murah, menggunakan alat keterbatasan, yang paling signifikan adalah
sederhana, dan memungkinkan adanya bahwa jumlah zat pencemar yang mungkin
keterlibatan masyarakat secara luas untuk yang dapat dipantau secara biologis saat ini
memonitor kondisi lingkungan, sehingga masih sedikit. Dalam kasus paparan akut,
respon dan langkah pengendalian dapat pemantauan biologis memberikan informasi
dilaksanakan dengan cepat. yang berguna hanya untuk paparan zat yang
cepat dimetabolisme, misalnya, pelarut
aromatik.
Parameter
Analisis tingkat cemaran logam Pb Nilai indeks kontaminasi/pencemaran
pada tanah (C/P) yang didapat menggambarkan
tingkat cemaran logam Pb.
Analisis tingkat cemaran logam Pb
dapat diketahui dari nilai indeks
kontaminasi /pencemaran dengan
menggunakan rumus:
Parameter
Lampiran Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup, Nomor :
Kep45/MENLH/10/1997, tentang
Indeks Standar Pencemar Udara,
tanggal 13 Oktober 1997.
Parameter

Mengukur (sizing-up) lichen


Ukuran lichen adalah indikator kualitas udara yang
baik tergantung pada usia dan jumlah sinar matahari.
Asumsi standar kondisi untuk pertumbuhan data
dapat digunakan untuk menentukan udara kualitas.
Hubungan antara ukuran dan kualitas udara sedang
diberikan pada Tabel 6.2.
Parameter

Pemetaan kualitas udara di suatu area dapat dilakukan


dengan mengikuti metode Index of Atmospheric Purity
(IAP), berdasarkan jumlah (n), frekuensi (F) dan
Toleransi kehadiran lumut di daerah yang diteliti.
Daftar Pustaka

Husamah, S. M. 2019. BIOINDIKATOR. Malang: UMM Press.


Hamid, A., Siregar, S. H. & Anita, S., 2020. Analisis kandungan logam timbal (Pb) dan cadmium
(Cd) pada tanah perkebunan dan tanaman jambu biji (Psidium Guajava) di Desa Perawang
Barat Kabupaten Siak. EcoNews, 3(2), pp. 60-65.
H.J. Mukono. 2002. Epidemiologi Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press.
H.J. Mukono. 2010. Toksikologi Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press.
Mulyana, E., 2014. BENCANA KABUT ASAP AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SERTA
PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS UDARA DI PROVINSI RIAU FEBRUARI – MARET 2014. JSTI,
16(3).
terima kasih