Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PENDAHULUAN

PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK


PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKKAN
TAHUN 2021

Modul 3 – Batuan Sedimen

Oleh :
Marcella Agatha Nathania Rimporok
PE-B /101320076

FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN PRODUKSI


UNIVERSITAS PERTAMINA

JAKARTA
2020/2021
PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa jawaban yang saya tulis disini merupakan hasil
pengerjaan sendiri. Jika ada sumber yang digunakan, maka saya mencantumkan sitasinya
dalam teks serta referensinya di daftar pustaka.

Yang Menyatakan,

Marcella Agatha Nathania Rimporok


NIM: 101320076

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


JAWABAN PERTANYAAN – 1
1. Sebutkan dan jelaskan tekstur dan struktur dari batuan sedimen beserta contoh
gambarnya!
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk hasil proses pelapukan dan juga erosi
tanah yang telah menjadi endapan selama bertahun-tahun. batuan ini juga merupakan jenis
batuan yang paling banyak jumlahnya di Bumi.
(Geost, 2017)

• Tekstur Batuan Sedimen


a. Ukuran butir

Ukuran butir atau ukuran partikel diukur dengan mengacu pada diameter dari butiran
material, seperti sedimen atau partikel yang telah mengalami pembatuan pada batuan
klastik. Material yang berbutir dapat berukuran mulai dari ukuran koloid, lempung, lanau,
pasir, kerakal hingga bongkah (boulder). Sebaliknya, ukuran kristal adalah ukuran dari
satu Kristal, sedangkan didalam butiran dapat tersusun dari beberapa kristal. Ukuran butir
sedimen diukur berdasarkan atas 2 skala logaritma, yang dikenal dengan skala "Phi",
dimana ukuran partikel dibagi mulai dari "colloid" hingga "boulder". Skala Wentworth
dipakai di Amerika Serikat,
Tabel 1.1. Klasifıkasi besar butir menggunakao skala Wentworth

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)


b. Sortasi atau Deıajat Pemilahan

Derajat peınilalıan adaleti tingkat keseragaman dari butiran pembentuk batuan sediınen.

Deıajad peınilahan inipun hanya dapat diaınati secara megaskopis pada baman yang

bertekstur kasar. Tingkat-tinpkat dalanı deıajad Pemilahan ini adalalı :

Pemilahan baik (well sorted)

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

c. Derajat Pembundaran (Roundness)

Yaitu nilai membulat/meıuncinpnya fragmıen pembentuk batuan sedimen. dimana

untuk ini diberikan 5 kategori. yaitu:

1) Angular (nıenyudut)

2) Sub-Angular (menyudut tangguııg)

3) Sub-Rounded (membulat tanggung)

4) Rounded (meınbulat)

5) Well Rounded (ıneınbulat baik)

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

d. Kemas (fabric)
Kemas / fabric adalah sifat hubungan antar butir sebagai fungsi orientasi butir dan
packing, secara umum memberikan gambaran tentang arah aliran dalam sedimentasi
serta keadaan porositas dan permeabelitas batuan. Terdapat dua macam kemas yaitu:

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


1. Kemas Terbuka : butiran tidak saling bersentuhan (mengambang di dalam matrik)
2. Kemas tertutup : butiran saling bersentuhan satu sama lain

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)


Struktur dari batuan sedimen

1. Stratifikasi dan Perlapisan

a. Rithem Layering
Perlapisan sejajar mengalami pengulangan dikarenakan sifat yang berbeda yang
biasanya disebabkan oleh perubahan musim dalam pengendapan. Misalnya di danau,
sedimen kasar akan diendapkan pada musim panas dan sedimen halus diendapkan
pada musim dingin ketika permukaan danau membeku.

Gambar 1(Berbagi,2021)

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

b. Cross Bedding (Silangsiur)


Perlapisam yang saling miring satu sama lainnya. Perlapisan cenderung miring kearah
angin atau air mengalir pada saat pengendapan terjadi. Sangat umum dijumpai sebagai
endapan pantai, sebagai sand dunes (gumuk pasir) dan endapan sediment sungai.

Gambar 2(Berbagi,2021)

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

c. Ripple Marks
Memiliki karakteristik yang berasal dari endapan air dangkal. Penyebabnya oleh
gelombang atau angin.

Gambar 3(Berbagi,2021)

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

d. Graded Bedding (Perlapisan bersusun)


Hal ini terjadi akibat berkurangnya kecepatan arus, yang membuat partikel yang lebih
besar dan berat akan mengendap paling awal dan diikuti partikel-partikel yang lebih
kecil dan lebih ringan. Hasil pengendapannya akan memperlihatkan perlapisan
dengan ukuran butir yang menghalus kearah atas.

Gambar 4 (Berbagi,2021)

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

e. Mud cracks
hasil dari pengeringan dari sedimen yang basah di permukaan bumi. Rekahan
terbentuk oleh pengkerutan sedimen ketika sedimen mengering

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


Gambar 5 (Berbagi,2021)

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

f. Raindrop Marks
Sumuran (Krater kecil) yang terbentuk oleh jatuhan air hujan. Kehadirannya
merupakan tanda sedimen tersingkap ke permukaan bumi

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

JAWABAN PERTANYAAN – 2

Jelaskan klasifikasi batuan sedimen berdasarkan klasifikasi (Wentworth, 1922) beserta


gambar klasifikasinyaSebutkan dan jelaskan tekstur dan struktur dari batuan beku
beserta contoh gambarnya!

Skala Wentworth, adalah skema yang digunakan untuk klasifikasi materi partikel
aggregate. Skala ini dipilih karena menampilkan pencerminan distribusi alamipartikel sedimen.
Skala Wentworth dibagi menjadi empat bagian yaitu :

1. Lempung (< 4 μm)


2. Lanau (4 μm – 63 μm)
3. Pasir (63 μm – 2 mm)
4. Kerikil /aggregate (> 2 mm).

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


Berikut adalah ukuran yang terdapat dalam skala Wenworth :

1. Gravel, terbagi atas 4 bagian yakni :


• Bolders/Bongkah (>256mm),
• Cobble/Berangkal (64-256mm),
• Pebble/Kerakal (4-64mm), dan
• Grit/Granule/Butiran (2-4mm).

2. Sand, Pasir
• Sangat Kasar (1-2mm),

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


• Pasir Kasar (1/2-1mm),
• Pasir Sedang(1/4-1/2mm),
• Pasir Halus (1/8-1/4mm), dan
• Pasir Sangat Halus(1/16-1/8mm)

3. Mud, terbagi atas 2 :


• Silt/Lanau (1/256-1/6mm) dan
• Clay/Lempung(<1/256mm)

(Noor, 2012)

JAWABAN PERTANYAAN – 3
Sebutkan dan jelaskan jenis golongan/kelompok dari batuan sedimen!
KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN
a) Golongan detritus/klastik
- Breksi (Breccia)
Memiliki ukuran butir lebih besar dari 2 mm, dengan fragmen menyudut, biasanya
terdiri dari fragmen batuan hasil rombakan yang tertanam dalam masa dasar yang
lebih halus dan tersemenkan. Bahan penyusun berupa dari proses vulkanisme yang
disebut breksi volkanik.
- Batupasir (Sandstone)
Memiliki ukuran butir antara 1/16 mm - 2 mm. Dikelompokkan menjadi, Batupasir
halus, sedang dan kasar. Jenis-jenis batupasir ditentukan dari bahan penyusunnya
misalnya ; “greywacke” yaitu batupasir yang banyak mengandung material vulkanik.
“arkose”, yaitu batupasir yang banyak mengandung feldspar dan kuarsa. Terkadang
komposisi utama dipakai untuk penamaannya, misalnya; Batupasir kuarsa,
“Kalkarenit” yaitu hampir keseluruhannya terdiri dari butiran gamping.
- Batulanau (Siltstone)
Berukuran butir antara 1/256 - 1/16 mm, perbedaan dengan batupasir atau
betulempung hanya perbedaan besar butirnya.

- Batulempung (Claystone)
Berukuran butir sangat luas, lebih kecil dari 1/256 mm. Umumnya terdiri dari mineral
mineral lempung. Perbedaan komposisinya dapat dicirikan dari warnanya
(berhubungan dengan lingkungan pengendapan) Serpih (Shale) mempunyai sifat-
seperti batulempung atau batulanau, tetapi pada bidang - bidang lapisan
memperlihatkan belahan yang menyerpih (berlembar).
- Napal (Marl)
Napal adalah batulempung yang mempunyai komposisi karbonat yang tinggi, yaitu
antara 30% - 60%. Sifat ini dapat berangsur menjadi lebih kecil dari 30% yang
dikenal dengan nama batulempung gampingan dan dapat lebih besar dari 60% yang
disebut batugamping lempungan (umum dijumpai dalam pemerian batuan detrius
yang mengandung unsur karbonat).

b) Golongan karbonat

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


Secara umum dinamakan batugamping (limestone) karena komposisi utamanya adalah
mineral kalsit (CaCO3). Termasuk pada kelompok ini adalah Dolomit (Ca, Mg
(CO3)2). Sumber yang utama batugamping adalah “terumbu” (reef), yang berasal dari
kelompok binatang laut. Pada batugamping klastik, sedimentasi mekanis sangat
berperan, dimana bahan penyusun merupakan hasil rombakan dari sumbernya.
Dikenal beberapa jenis batugamping :
1) Kalkarenit, yaitu batupasir dengan butiran gamping/kalsit.
2) Kalsirudit yaitu berukuran butir lebih besar dari 2 mm
3) Batugamping bioklastik atau batugamping kerangka (Skeletal), merupakan
batugamping klastik. Pada sedimentasi organik dikenal “Batugamping terumbu”
bahan penyusunnya terdiri dari Koral, Foraminifera dan Ganggang yang saling
mengikat satu sama lainnya.
Klasifikasi batuan karbonat umumnya mengikuti klasifikasi Dunham (1962). Hal
utama yang diperhatikan dalam penentuan sesuai klasifikasi tersebut adalah :
1) Kehadiran dan jenis dari susunan material organik atau fosil
2) Besar butir
3) Proporsi antara partikel dan masa dasar, saat butiran mengambang di matrix
adalah matrix-supported sedangkan bila butiran saling bersentuhan adalah grain-
supported.

c) Golongan evaporit
Umumnya batuan ini terdiri dari mineral, dan umumnya merupakan nama dari batuan
tersebut. misalnya :
- Anhidrit, yaitu garam gipsum (CaSO4), garam halit/rocksalt (CaSO4xH2O) yaitu
garam NaCl.
- Batubara, termasuk dari sisa tumbuhan yang telah mengalami proses tekanan dan
pemanasan. Dapat dibedakan jenisnya berdasarkan kematangannya dan variasi
komposisi karbon (C) dan hidrogen (H). Jenis batubara diantaranya :
1. Lignite, merupakan tingkatan paling rendah dari kualitas batubara, dengan
persentase karbon lebih sedikit dari sub bituminous dan masih banyak
mengandung material pengotor.
2. Sub bituminous, merupakan tingkatan menengah dari kualitas batubara,
memiliki kandungan karbon dibawah 69%.
3. Bituminous, adalah batubara berkualitas baik dengan kandungan karbon
sebesar 69% hingga 86%.
4. Anthracite, adalah tingkatan paling tinggi dari kualitas batubara, memiliki
kandungan karbon sebesar 86% hingga 98%.

d) Golongan Silika
Terdiri dari batuan yang umumnya diendapkan pada lingkungan laut dalam, bersifat
kimiawi dan kadang-kadang juga berasosiasi dengan organisme seperti halnya
radiolaria dan diatom. Contoh batuan ini adalah : chert (rijang) radiolarit tanah diatom

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


REFERENSI

Berbagi, B.2021. Struktur dan Komposisi Bumi. Berbagi Ilmu Kebumian.

https://bumiberbagi.blogspot.com/

Geost, F.2017. Jenis dan Klasifikasi Batuan Sedimen. Geologinesia.

https://www.geologinesia.com/2017/10/jenis-dan-klasifikasi-batuan-sedimen.html

Laboratorium Geologi Fisik.2019.Modul Praktikum Geologi Fisik. Jakarta : Universitas

Pertamina

Noor, Djauhari.2012.Pengantar Geologi Edisi Kedua.Bogor: Fakultas Teknik-Universitas

Pakuan

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021