Anda di halaman 1dari 2

Nama : Silvi Nofita Sari

NIM : 011700020
Prodi : Teknokimia Nuklir 2017

BAHASA INDONESIA

Pengolahan Limbah Tekstil Dengan Teknologi Membran

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan keanekaragaman seni
kerajinannya. Salah satu kerajinan yang terkenal di Indonesia adalah batik dan tekstil. Batik
dan Industri tekstil di Indonesia merupakan industri yang tergolong sangat besar dan
menguntungkan. Industri ini juga dilindungi dan dipacu oleh pemerintah pertumbuhannya.
Batik ditetapkan UNESCO pada tahun 2009 sebagai warisan kemanusiaan dalam budaya lisan
dan non bendawi (Masterpiece of the oral stage of oral and intangible heritage of humanity).
Kekurangan terbesar dari industri tekstil di Indonesia adalah pengolahan proses dan
pengolahan limbah yang sangat buruk. Pencemaran sungai akibat limbah tekstil merupakan hal
yang sedang terjadi pada kota penghasil tekstil seperti Pekalongan. Kontaminan limbah tekstil
terbesar pada dasarnya berasal dari pewarna. Pewarna sangat stabil secara kimia, sehingga sulit
untuk cepat terdegradasi secara biodegradasi maupun degradasi ultraviolet. Ada beberapa cara
yang dapat diterapkan dalam pengolahan limbah, antara lain secara tradisional seperti adsorpsi,
sistem lumpur aktif, bioremediasi dan cara yang lebih praktis seperti menggunakan membran.
Penggunaan membran akan menguntungkan dari segi air yang dihasilkan berkondisi baik dan
bahkan dapat digunakan ulang dalam proses, namun memiliki beberapa kelemahan seperti
rentan terhadap fouling.

Tekstil dan batik dapat dibuat dengan berbagai cara. Batik dapat dibuat dengan tulis,
celup, maupun cap. Secara umum, proses pembuatan batik terdiri dari langkah persiapan,
pencetakan batik dan fiksasi. Teknik pengolahan yang digunakan pada berbagai pabrik tekstil
secara umum dibagi menjadi dua yaitu pengolahan basah dan pengolahan kering. Sesuai
dengan sifat-sifat limbah yang dihasilkan, limbah yang dihasilkan dari pabrik tekstil pada
pengolahan basah sangat bervariasi dalam komposisi dan kandungan bahan kimia beracun.
Hal ini tergantung dari bahan baku utama untuk membuat produk tekstil tersebut. Pada tahap
pengolahan ini, mesin-mesin dan peralatan yang digunakan, air yang digunakan untuk proses
pengolahan seluruhnya dipantau untuk penggunaan airnya. Air digunakan dalam proses
pembilasan, mengecilan ukuran, penggosokan, pemutihan, penguatan, pewarnaan, netralisasi
dan perendaman dengan garam.

Limbah air dari industri tekstil berasal dari air yang digunakan untuk proses pembuatan
tekstil, air pembersih, air pendingin, dan stormwater. Limbah air dari industri tekstil
ini banyak dihasilkan juga dari tahap-tahap proses pengolahan tekstil. Komposisi dan
karakteristik dari limbah air sangat bervariasi yang di sebabkan oleh sejumlah faktor. Sifat fisik
dan kimia dari pewarna yang digunakan dapat mempengaruhi hasil limbah air. Hal lain yang
bisa mepengaruhi limbah yaitu
seperti generator dalam proses pembuatan tekstil. Misalnya, generator yang bervolume besar
dapat mencakup proses pencucian dari persiapan dan pewarnaan. Limbah yang dihasilkan
dari generator ini akan mengandung banyak residu pewarna, garam, asam, dan zat aditif
berbahya lainnya yang terkandung dalam limbah. Tahapan-tahapan proses ini juga dapat
mengakibatkan meningkatknya kerusakan untuk biochemical oxygen demand (BOD),
chemical oxygen demand (COD), total dissolved solids (TDS) and total suspended solids
(TSS). Selain itu sisa bahan kimia yang terdapat pada tempat pembuangan seperti pelumas,
reside insektisida, pectin, lilin, disinfektan, deterjen merupakan sumber utama dari
kandungan berbahaya pada limbah air yang dihasilkan.

Pengolahan limbah tekstil yang dilakukan dengan menggunakan proses berbasis


membran sekarang ini sudah banyak digunakan. Proses berbasis membran ini bermacam-
macam seperti mikrofiltrasi, nanofiltrasi, ultrafiltrasi, reverse osmosis,
elektrodialisis, dan proses hibrid. Pemilihan proses membran didasarkan pada limbah industri
tekstil yang akan diolah, hasil dari pengolahan limbah dengan proses membran tersebut
juga akan sangat bervariasi. Misalnya, kualitas air hasil pengolahan limbah dengan
mikrofiltrasi atau ultrafiltrasi biasanya tidak memenuhi kriteria untuk digunakan kembali
dalam proses pembuatan tekstil. Namun, pengolahan dengan proses nanofiltrasi atau
reverse osmosis akan menghasilkan air hasil pengolahan limbah yang dapat digunakan
kembali untuk proses primer pembuatan tekstil. Sedangkan proses hibrid yang merupakan
proses gabungan dari beberapa proses membran

Kontribusi teknologi membran untuk pengolahan limbah tekstil dan pengolahan


kembali bahan baku yang tersisa hasil proses industri tekstil menjadi sangat penting. Karena
setiap proses yang berlangsung dalam industri tekstil ini menghasilkan limbah yang dapat
membahayakan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pengolahan dari limbah tekstil ini wajib
dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.