Anda di halaman 1dari 4

Drive Test dalam dunia telekomunikasi adalah suatu istilah yang digunakan karena dalam

pekerjaannya kita berada dalam mobil yg diam lalu berjalan dan diam lagi sesuai dengan kebutuhan
pengkuran tertentu. Perjalanan pun dilengkapi dengan peta digital, GPS, handset dan software Drive
Test semacam Nemo (Nokia) atau TEMS (Ericsson).

Drive test menurut teminologinya adalah pengukuran signal yang dilakuakan untuk menguji
performansi suatu cell site atau BTS Tertentu. Peruntukan drive test ini digunakan untuk optimasi
jaringan dengan terlebih dahulu mempertimbangkan banyak factor lainnya sebagai bahan
pertimbangan.
Drive test secara umumnya merupakan tes indicator yang mendeteksi suatu terminal dicover oleh
cell site mana, kemudian deteksi receive signal level, serta beberapa varian data lainnya yang
digabungkan dengan perangkat GPS sebagi pendeteksi keberadaan terminal uji tersebut. Yang
kemudian dari perangkat GPS tersebut bisa dipetakan dengan menggunakan Map info atau software
Bantu pemetaan yang lainnya.
Drive test sendiri bisa dilakukan melalui 2 langkah: Tes pengujian outdoor (untu cell site 2G maupun
3G), dan Drive test indoor (IBC rollout). Keduanya memiliki outputan yang sama dengan parameter
yang tidak jauh berbeda. Hanya mapping pemetaan saja yang dikalibrasi berdasar lokasi dilakukan
pengujian drive test.

Parameter yg harus diketahui utk para drive tester 2G / GSM pemula adalah sebagai berikut :
1. BCCH : Broadcast Control Channel = frekuensi yg digunakan dlm GSM untuk downlink BTS ke MS
(berkisar 890MHz-915MHz utk yg GSM 900)
2. ARFCN : Absolute Radio Frequency Channel = sebutan kanal yg digunakan untuk mewakili brapa
nilai dari frekuensi. Jd misalnya disebut ARFCN BCCHnya 18 , nah artinya nti 18 itu dikonversi
menjadi nilai MHz td.
3. CGI terdiri atas : a.MCC / Mobile Country Code, klo Indonesia pakenya 510
b.MNC /Mobile Network Code, nilainya tergantung operator, kalo gak salah nih : TSEL =10, ISAT=01
dan XL=11 dsb.
c.LAC : Local Area Code, setiap area atw daerah punya kode yg ditentukan operator
d.CI : Cell Id, parameter ini yg hrs diperhatikan agar tidak salah site ketika ingin melakukan drive test
karena setiap cell punya kode ID masing".
4. BSIC : Base Station Identity Code, Membedakan antar BTS terutama BTS-BTS yg mempunyai BCCH
ARFCN yg sama (dalam reuse freq)
5. RxLev = Tingkat kuat level sinyal penerima di MS (rentang dalam minus dBm),makin kecil nilainya
(makin gede minusnya) makin lemah
6. RxQual = Tingkat kualitas sinyal penerima di MS (rentangnya skala 0-7),makin besar makin jelek
7. SQI (Speech Quality Indicator) = Indikator kualitas suara dalam keadaan dedicated atau menelpon
dengan rentang -20 s.d 30 , makin besar makin baik
8. TA(Timing Advance) = jarak antar MS dengan BTS (rentang dari 0-8), makin besar nilainya makin
jauh
9. Speech Codec = adalah indikator speech codec yang dialami oleh MS. Terdiri dari EFR (Enhanced
Full Rate), HR (Half Rate), FR (Full Rate) maupun Adaptive Multi Rate (AMR-FR & AMR-HR).
Pengertian Drive Test (DT)

Pengukuran kualitas sinyal pemancar/BTS ke MS/handphone atau sebaliknya dari sisi


gelombang radio di udara dengan menggunakan handphone yang didesain secara khusus
untuk pengukuran.Drive test digunakan untuk outdoor (luar ruangan) karena dikerjakan di
dalam mobil dengan berkendara. Ada istilah lain yaitu walk test, dari namanya saja kita sudah
bias menebak pengertiannya, yaitu dilakukan di indoor (dalam ruangan) dengan berjalan.
Istilah drive test lebih umum dibanding walk test, tetapi pada dasarnya mempunyai
pengertian yang sama hanya metode nya saja yang berbeda.

Tujuan Drive Test

1. Untuk mengetahui kondisi gelombang radio (sinyal) pada BTS

2. Menginformasikan level daya terima (Rx Level), kualitas sinyal terima (Rx  Qual),
interferensi, proses perpindahan ms ke BTS lain (Handover) dan parameter lainya

3. Dengan adanya hasil pengukuran maka bisa diputuskan apakah keadaan radio suatu BTS
masih layak atau perlu dilakukan suatu perbaikan

Alat-alat Drive Test

1. Tems dari Vendor Ericsson

2. Nemo dari vendor Nokia

3. X-Tel dari Xi, X-PEDite

4. Kyocera

Untuk alat-alat yang populer dipakai  biasanya antara Tems sama Nemo saja, tapi Tems yang
paling populer diantara kedua ini.
Parameter-parameter dasar Drive Test Yang perlu di ketahui

1. BCCH : Broadcast Control Channel = bagian control channel dalam GSM untuk
melakukan broadcasting data network cell dimana user berada dan apa saja cell
neighboardnya. Dari BCCH juga dikirim sinyal secara continous sehingga user (Mobile
Subscriber) mendapat sinyal.BCCH bersifat downlink dari BTS ke MS saja.

2. ARFCN : Absolute Radio Frequency Channel = Menyederhanakan nilai dari frekuensi


GSM, misalnya menyebutkan alokasi frekuensi untuk operator A dari kanal 51 sampai 87
dibandingkan dari 945.2 MHz sampai 952.4. Atau memasukan angka 51 ke dalam peralatan
dibandingkan harus mengingat dan memasukan 945.2 MHz. Apabila pihak regulator hanya
mengalokasikan frekuensi dalam satuan MHz tapi tidak dalam nomor kanal ARFCN maka
dilakukan mapping frekuensi sendiri dari MHz ke ARFCN.

3. CGI (Cell Global Identity) yang terdiri dari :

a. MCC ( Mobile Country Code) klo di Indonesia memakai 510

b.  LAC (Local Area Code) setiap area atau daerah mempunyai kode yang ditentukan
operator

c.  Cell Id, parameter ini harus di perhatikan agar tidak salah site ketika ingin  melakukan
drive test karena setiap cell mempunyai kode ID masing-masing.

4. BSIC (Base Station Identify Code), di gunakan agar MS dapat membedakan BTS yang
menggunakan frekuensi yang sama. Karena menggunakan frekuensi re-use kemungkinan
BTS mengeluarkan frekuensi yang sama.

5. Rx-Level ialah tingkat kuat level sinyal penerima di MS dalam satuan (-dB), semakin kecil
semakin baik.

6. Rx-Qual ialah tingkat kualitas sinyal penerima si MS dalam satuan (skala 0-7), makin
besar makin jelek.

7. SQI (speech Quality Indicator) ialah indicator kualitas suara dalam keadaan dedicated
(menelpon) dengan rentang -20 s.d 30 makin besar makin baik

8. MOS (Mean Opinion Score) ialah standar kualitas suara multimedia (audio, percakapan
telepon, atau Video) yang ditetapkan oleh ITU-T dengan skala penilaian (1-5) makin besar
makin baik.

9. TA (Timing Advance) ialah jarak antara MS dengan BTS (0-8) makin besar makin jauh.

Konfigurasi peralatan:

1. Inverter (Pengubah arus DC ke AC), dari aki mobil ke inverter terus ke laptop
2. Laptop yang sudah di install TEMS, NEMO (dan software DT yang dibutuhkan)
3. GPS
4. Peta Digital, MCOM (Peta sebaran site), Cellfile
5. MS (mobile System) / Handphone yang sudah di install TEMS/NEMO + Kabel data
Untuk MS dalam keadaan Idle (diam) data yang diukur adalah: Cell ID dan Rx Level

Cell ID merupakan identitas tiap sector dari 1 BTS, ditunjukkan dengan angka belakang, misalnya:

33095, 339024, 33906 ini berarti sektor 1 angka belakangnya 4, sektor 2 angka belakangnya 5 dan
sektor 3 angka belakangnya 6. Ada juga yang ditunjukkan dengan angka 7, 8 dan 9 atau 1,2,3.

Rx Level :

0 s/d -75 baik

-85 s/d -75 buruk

-95 s/d -85 buruk

-120 s/d -95 buruk

Persentasenya: Baik/(baik+semua buruk)*100%

Untuk MS dalam keadaan Dedicated (nelpon) data yang diukur adalah: Cell ID, Rx Level, RxQual, SQI

RxQual:

0 s/d 2 baik

2 s/d 4 baik

4 s/d 6 baik

6 s/d 8 buruk

Persentasenya: Baik/( semua baik+ buruk)*100%

SQI:

-20 s/d 0 buruk

0 s/d 17 buruk

17 s/d 30 baik

Persentasenya: Baik/(baik+semua buruk)*100%