Anda di halaman 1dari 6

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

MATA KULIAH KIMIA PEMISAHAN ANALITIK


TA 2020/2021

Capaian Pembelajaran
A. Ranah sikap
a. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
b. bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
g. menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.

B. Keterampilan umum
a. mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif melalui penelitian ilmiah, penciptaan desain atau karya seni dalam bidang ilmu
pengetahuan dan Teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang keahliannya, menyusun konsepsi ilmiah dan hasil
kajiannya berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis yang dipublikasikan tulisan dalam jurnal ilmiah yang rakreditasi;
b. mampu menyusun ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik secara bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik, serta menkomunikasikan melalui
media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas;
c. mampu mengelola, mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan kolega dan teman sejawat di lembaga pendidikan.
d. mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri;
e. mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data hasil penelitian dalam rangka menjamin kesahihan dan mencegah
plagiasi.
Mata Kuliah : Kimia Pemisahan Analitik Semester: Ganjil, Kode: KKM616301, sks: 4(3-1)
Program Studi: Pendidikan Kimia Dosen: (1) Chansyanah Diawati, (2) Ratu Betta R.
Capaian Pembelajaran: Mampu melakukan pemisahan campuran senyawa dengan metode yang sesuai, sebagai solusi kreatif terhadap masalah
yang dihadapi.
Minggu Kemampuan akhir Bahan kajian Metode Waktu Kriteria penilaian (indikator) Pengalaman belajar mahasiswa Bobot
ke- yang diharapkan (menit) nilai
1-3 Menguasai konsep  Perubahan Penugasan, 450 Mahasiswa mampu:  Melalui penugasan mahasiswa mencari 20%
perubahan fase fase senyawa ceramah  Mendeskripsikan karakteristik proses informasi tentang kesetimbangan
senyawa murni dan murni interaktif, pemanasan padatan murni perubahan fase/wujud zat sebagai dasar
campuran, serta diskusi,  Menyimpulkan adanya proses proses pemisahan campuran secara
penerapannya dalam pemecahan kesetimbangan padat-cair pada saat distilasi;
kehidupan sehari-hari. masalah. titik leleh tercapai.  Mahasiswa mengamati kurva pemanasan
 Perubahan  Mendeskripsikan karakteristik proses padatan murni, selanjutnya mereka
fase cam- pendingan padatan murni mendeskripsikan karakteristik proses
puran  Menyimpulkan adanya proses pemanasan padatan murni, dan
kesetimbangan cair-padat pada saat menyimpulkan adanya proses
titik beku tercapai. kesetimbangan padat-cair saat titik leleh
 Menjelaskan fenomena supercooling tercapai.
pada proses pendinginan padatan  Mahasiswa mengamati kurva pendinginan
murni. padatan murni. Melalui kurva tersebut
 Mendeskripsikan penentuan titik leleh mereka mendeskripsikan karakteristik
padatan murni proses pendinginan padatan murni, dan
 Menentukan titik lilih padatan murni menyimpulkan adanya proses
berdasarkan data pengamatan. kesetimbangan cair-padat saat titik beku
tercapai. Berdasarkan kurva tersebut
mahasiswa menemukan adanya fenomena
 Menjelaskan prinsip dasar distilasi supercooling.
4-7 Menguasai teori dan  Distilasi: (1) Penugasan, 600 20%
 Menentukan tekanan pada temperatur  Mahasiswa mengamati gambar peralatan
praktik distilasi dan fraksionasi, ceramah penentuan titik leleh padatan murni, dan
tertentu dan sebaliknya
menerapkannya dalam (2) pada interaktif, mempelajari cara penentuan titik leleh.
Mata Kuliah : Kimia Pemisahan Analitik Semester: Ganjil, Kode: KKM616301, sks: 4(3-1)
Program Studi: Pendidikan Kimia Dosen: (1) Chansyanah Diawati, (2) Ratu Betta R.
Capaian Pembelajaran: Mampu melakukan pemisahan campuran senyawa dengan metode yang sesuai, sebagai solusi kreatif terhadap masalah
yang dihadapi.
Minggu Kemampuan akhir Bahan kajian Metode Waktu Kriteria penilaian (indikator) Pengalaman belajar mahasiswa Bobot
ke- yang diharapkan (menit) nilai
pemecahan masalah. tekanan diskusi,  Menghitung tekanan parsial suatu zat Selanjutnya mereka mengerjakan latihan
rendah, (3) pemecahan dalam campuran yag diketahui fraksi soal penentuan titik lilih padatan murni.
uap masalah. molnya.  Melalui materi yang diberikan, mahasiswa
 Menghitung tekanan total suatu mendiskusikan proses pemanasan cairan
campuran murni. Mereka mengidentifikasi
 Menghitung titik didih suatu campuran bagaimana timbulnya tekanan uap di atas
dengan fraksi mol tertentu. cairan pada proses pemanasan cairan
 Menerapkan notasi XA, PA, , XB, PB, murni. Berdasarkan diskusi dengan
, YA, dan YB, serta hubungannya menghubungkan fenomena pemanasan air,
satu sama lain mereka menyimpulkan adanya proses
 Menganalisis hubungan antara titik kesetimbangan cair-uap pada saat titik
didih dengan fraksi mol zat pada didih tercapai.
diagram proses pengkayaan campuran Kepada mahasiswa diberikan tabel data

Heksana-Heptana tekanan uap beberapa senyawa pada
 Menghitung fraksi mol tiap komponen berbagai temperatur, mahasiswa
hasil distilasi mengidentifikasi dan menyimpulkan
 Menyimpulkan prinsip distilasi hubungan antara tekanan dengan
bertingkat temperatur.
 Menganalisis proses pengkayaan pada  Mahasiswa menentukan titik didih
campuran Heksana-Heptana pada berdasarkan data tekanan uap secara
kolom distilasi bubble-cap. grafis.
 Menerapkan prinsip distilasi  Melalui diagram pengkayaan campuran
fraksionasi. heksana-Heptana mahasiswa
menggunakan pengetahuan Hukum Roult
Mata Kuliah : Kimia Pemisahan Analitik Semester: Ganjil, Kode: KKM616301, sks: 4(3-1)
Program Studi: Pendidikan Kimia Dosen: (1) Chansyanah Diawati, (2) Ratu Betta R.
Capaian Pembelajaran: Mampu melakukan pemisahan campuran senyawa dengan metode yang sesuai, sebagai solusi kreatif terhadap masalah
yang dihadapi.
Minggu Kemampuan akhir Bahan kajian Metode Waktu Kriteria penilaian (indikator) Pengalaman belajar mahasiswa Bobot
ke- yang diharapkan (menit) nilai
 Mengamati grafik perbedaan titik didih untuk membuktikan bahwa pada proses
dua buah komponen pada tekanan yang distilasi, senyawa yang tekanan uapnya
berbeda rendah akan makin kaya dalam fase uap.
 Menyimpulkan pengaruh perbedaan  Menerapkan pemahaman pada diagram
tekanan terhadap perbedaan titik didih pengkayaan pada campuran Heksana-
dua buah komponen senyawa Heptana untuk menjelaskan proses
 Menerapkan proses distilasi pada teka- pengkayaan suatu komponen dalam kolom
nan rendah pada pemisahan senyawa- distilasi bubble-cap, sebagai model proses
senyawa yang rusak pada titik didihnya pemisahan secara distilasi bertingkat.
8-12 Menguasai teori dan Prinsip dasar Penugasan, 750 Mahasiswa mampu:  Mahasiswa mencari informasi tentang 30%
praktik ekstraksi dan ekstraksi, ceramah  Menjelaskan prinsip dasar ekstraksi penggolongan alat pengukuran
menerapkannya Hukum interaktif,  Menerapkan Hukum Distribusi Nernst pembelajaran di luar jam tatap muka.
dalam pemecahan Distribusi, diskusi,  Menganalisis ekstraksi berulang Selan-jutnya mereka berdiskusi secara
masalah. Ekstraksi pemecahan menurut metode “Lyman Craig” berkelompok di kelas mengenai konsep,
Craig, masalah.  Menghitung konsentrasi setelah n kali jenis-jenis, dan contoh-contoh alat
Interaksi pemindahan dengan nilai KD tertentu pengukuran baik tes maupun non tes.
kimia dalam  Membuat grafik hubungan antar Salah satu produk hasil diskusi adalah peta
fase air, konsentrasi dan nomor tabung pada n konsep.
Interaksi kali pemindahan dengan KD tertentu
kimia dalam  Menghitung sisa zat terlarut dalam
fasa air dan fasa air setelah n kali pemindahan
fasa organik. dengan nilai KD tertentu
 Menganalisis proses ekstraksi jika
Mata Kuliah : Kimia Pemisahan Analitik Semester: Ganjil, Kode: KKM616301, sks: 4(3-1)
Program Studi: Pendidikan Kimia Dosen: (1) Chansyanah Diawati, (2) Ratu Betta R.
Capaian Pembelajaran: Mampu melakukan pemisahan campuran senyawa dengan metode yang sesuai, sebagai solusi kreatif terhadap masalah
yang dihadapi.
Minggu Kemampuan akhir Bahan kajian Metode Waktu Kriteria penilaian (indikator) Pengalaman belajar mahasiswa Bobot
ke- yang diharapkan (menit) nilai
terjadi interaksi kimia dalam fasa air
 Menganalisis proses ekstraksi jika
terjadi interaksi kimia dalam fasa air
dan fasa organik.
13-16 Menguasai teori dan Sejarah Penugasan, 600 Mahasiswa mampu:  Mahasiswa melakukan studi lapangan 30%
praktik kromatografi kromatografi, ceramah  Menjelaskan sejarah kromatografi untuk memperoleh pengalaman langsung dari
dan menerapkannya prinsip dasar interaktif,  Menjelaskan definisi kromatografi tentang pelaksanaan asesmen di sekolah total
dalam pemecahan kromatografi, diskusi,  Menerapkan prinsip dasar kromatografi yang dikunjungi. Kegiatan yang dilakukan
masalah. penggolongan pemecahan  Menjelaskan penggolongan adalah meminta dokumen perangkat
kromatografi, masalah. kromatografi asesmen yang digunakan oleh guru mata
kualitas hasil  Menghitung besaran-besaran dalam pelajaran kimia. Dokumen soal tes
pemisahan, kromatografi kemudian dianalisis oleh mahasiswa.
kromatografi  Menghitung jumlah plat teoretis dalam  Mahasiswa melaporkan hasil analisis
cair-padat, suatu kolom pemisah tersebut dalam bentuk laporan.
kromatografi  Menganalisis kualitas hasil pemisahan  Mahasiswa secara berkelompok
gas-cair. berdasarkan kromatogram mempresentasikan hasil studi lapangan
 Menjelaskan proses pada kromatografi dalam diskusi kelas dipandu oleh dosen.
cair-padat  Mahasiswa lain menanggapi dengan
 Menjelaskan proses pada kromatografi bertanya, memberikan pendapat.
gas-cair
Referensi

1) Skoog, D. A, West, D.M., Holler, F.J. 1994. Analytical Chemistry. International


Edition. Saunders College Publising. USA.

2) Pecsok, R.L., Shields, L.D., Cairns, T., McWilliam, I.G. 2000. Modern Methods of Chemical Analysis. Fourth edition. John Wiley and Sons. New York,
Chichester, Brisbane, Toronto, Singapore.

3) Fifield, F.W. anda Kealey D. 1995. Principle and Practice of Analytical Chemistry, Fourth edition.

4) Sugiharto, Eko. 1996. Analisis Instrumental. Handout (Pelatihan LPTK). UGM

5) Day, Jr., R.A. Underwood, A.L . Analisa Kimia Kuantitatif.