Anda di halaman 1dari 7

JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER : 2021/22.1

Nama : SUARNA
NIM : 043241036
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Manajemen
Kode/Nama MK : EKMA 4367/Hubungan Industrial
Tugas :1

1. Lingkungan hubungan industrial secara umum merupakan hubungan antara pekerja dan
pengusaha dengan berbagai permasalahan diantaranya, ekonomi, sosial, politik dan budaya
diantara zona tersebut dapat dibedakan menjadi pemasaran tenaga kerja dan pengolahan
tenaga kerja. Jelaskan 3 (tiga) level kegiatan hubungan industrial yang anda ketahui.

Jawaban:

Tabel tersebut menunjukkan pembagian kerangka kerja yang membagi kegiatan manajemen,
karyawan, dan pemerintah menjadi 3 tingkatan. Setiap tingkatan diperdalam dengan 3 aktor
utama lain dalam sistem hubungan industrial. Ketiga tingkat menunjukkan perbedaan dalam
keunggulan analisis. Kerangka kerja mengenal hubungan antarkegiatan pada berbagai tingkatan
sistem yang berbeda. Kerangka kerja menunjukkan pengaruh berbagai keputusan strategik
dengan berbagai aktor. Sedangkan fokus analisisnya adalah pada hubungan formal dan informal
di tempat kerja.
2. Menurut Herscovitch dan Meyer (2002).Kometmen secara umum sebagai kekuatan atau cara
pikir yang mengikat individu kedalam serangkaian kegiatan yang relevan dengan satu atau
beberapa target. Jelaskan apa yang anda ketahui dari 3 (tiga) bentuk komitmen menurut
Meyer dan Allen.

Jawaban:

Tiga bentuk komitmen menurut Meyer & Allen:


a. Komitmen afektif adalah ketertarikan emosi individu, memihak, dan terlibat dalam
organisasi secara khurus. Komitmen afektif juga merupakan perasaan suka atau tertarik
pada organisasi. Karyawan dengan komitmen afektif yang kuat bekerja dalam organisasi
karena “mereka ingin”. Komitmen afektif dalam organisasi berhubungan positif dengan
kinerja tugas.
b. Komitmen abadi menggambarkan kesadaran karyawan terhadap biaya yang berhubungan
dengan meninggalkan organisasi. Individu dengan komitmen abadi yang tinggi yakin
akan manfaat untuk menetap atau bertahan dalam organisasi daripada menerima
konsekuensi jika meninggalkan organisasi karena “mereka membutuhkan”. Meskipun
karyawan dengan komitmen abadi yang tinggi juga memungkinkan meninggalkan
organisasi, rendahnya perputaran yang terjadi atas biaya perjanjian karyawan, kepuasan
kerja, dan rasa percaya diri.
c. Komitmen normatif menggambarkan perasaan kewajiban individu untuk tetap berada
dalam organisasi. Karyawan mempunyai komitmen normative tinggi karena mereka
merasa bahwa mereka harus melakukan hal tersebut.

3. a. Hak menjadi anggota serikat pekerja merupakan hak asasi karyawan yang telah dijamin
didalam pasal 28 UUD 1945 untuk mewujudkan hak tersebut, harus diberikan kepada setiap
karyawan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mendirikan dan menjadi anggota serikat
pekerja. Jelaskan awal mulanya terbentuk serikat pekerja di Indonesia.

Jawaban:

Awal muncul gerakan buruh di Indonesia tepatnya terjadi pada pertengahan abad ke-19 di
mana saat itu kelas borjuasi Belanda berperan langsung terhadap bidang ekonomi yang
menjadikan munculnya kapitalisme perusahaan. Selain itu, gerakan buruh di Indonesia muncul
karena didorong oleh kaum pribumi terpelajar yang radikal.
Pada tahun 1879-an, muncul serikat buruh pertama kali di Indonesia yakni Nederland
Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) atau Serikat Pekerja Guru Hindia Belanda. Setelah itu
pada tahun 1900-an muncul beberapa serikat lain yakni adalah Vereeniging voor Spoor-en
Tramweg Personeel in Nederlandsche-Indie (VSTP) yang berdiri pada 1908; Perserikatan
Pegawai Pegadaian Bumiputera (PPPB) yang dibentuk pada 1914, dan Personeel Fabriek Bond
(PFB) yang lahir pada 1918. Berbagai macam serikat buruh ini tumbuh bersamaan dengan
organisasi-organisasi perjuangan kebangsaan seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam (SI).
Namun, saat itu keberadaan serikat sangat lemah karena jumlahnya masih sedikit.
Lemahnya gerakan buruh ini bisa terlihat saat pemerintah kolonial mengakhiri politik etisnya.
Beberapa serikat buruh besar yang mencoba melakukan pemogokan besar berhasil dilumpuhkan
oleh pemerintah.
Misalnya, pemogokan PPPB pada 1922, yang meluas dan mendapat dukungan dari
organisasi-organisasi pembebasan nasional seperti Centraal Sarekat Islam (CSI), PKI, Budi
Utomo, Muhammadiyah dan Revolutionaire Vakcentrale pimpinan Tan Malaka serta Bergsma,
berakhir dengan pemecatan 1000 orang buruh. Abdul Muis dan Reksodiputro pun diciduk di
Garut, sementara Tan Malaka dan Bergsma dibuang dari Hindia. Hak berkumpul di Yogyakarta
dicabut pada 8 Februari 1922. Lumpuhnya serikat-serikat buruh besar ini dan terpukulnya PKI
pada 1926 menenggelamkan gerakan buruh pada masa kolonial.
Namun, pada tahun 1990-an, gerakan buruh di Indonesia mulai kembali bangkit. Apalagi
pada jatuhnya Soeharto, banyak sekali yang berubah dari dunia perburuhan. Misalnya,
munculnya kebebasan berserikat atau berorganisasi bagi buruh di perusahaan-perusahaan.
Apalagi telah muncul Undang-Undang No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh di
mana para pekerja bisa membentuk serikat hanya dengan jumlah minimal 10 orang saja. Maka
gak heran saat ini banyak sekali serikat buruh di Indonesia termasuk serikat di setiap
perusahaan.\
Menurut UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, serikat pekerja/serikat buruh
adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh, baik di perusahaan maupun
di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab,
guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta
meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

 Serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan adalah serikat pekerja/serikat buruh yang


didirikan oleh para pekerja/buruh di satu perusahaan atau di beberapa perusahaan.
 Serikat pekerja/serikat buruh di luar perusahaan adalah serikat pekerja/serikat buruh yang
didirikan oleh para pekerja/serikat yang tidak bekerja di perusahaan.
 Federasi serikat pekerja/serikat buruh adalah gabungan serikat pekerja/serikat buruh.
 Konfederasi serikat pekerja/serikat buruh adalah gabungan federasi serikat pekerja/serikat
buruh.

Setiap pekerja/buruh berhak membentuk atau bergabung dalam organisasi serikat pekerja.
Hak pekerja ini tertuang dalam UU 1945 Pasal 28: kemerdekaan berserikat, berkumpul,
mengeluarkan pikiran baik secara lisan maupun secara tulisan, memperoleh pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, serta mempunyai kedudukan yang sama dalam
hukum merupakan hak setiap warga negara.
b. Jelaskan berbagai dasar hukum yang menjamin kebebasan berserikat di Indonseia.
Jawaban:

Di dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 (selanjutnya disingkat UUD 1945) ditegaskan, ”Setiap orang berhak atas kebebasan
berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Frase ”setiap orang” di dalam Pasal 28E
ayat (3) UUD 1945 ini bermakna bahwa siapa saja di Indonesia dijamin haknya untuk bebas
berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat oleh konstitusi atau UUD 1945. Dengan
demikian pekerja atau buruh pun dijamin haknya untuk bebas berserikat, berkumpul dan
mengeluarkan pendapat
oleh konstitusi atau UUD 1945.
Konvensi ILO (International Labour Organisation) Nomor 87 Tahun 1948 juga
menegaskan mengenai kebebasan pekerja untuk berorganisasi. Pasal 2 Konvensi ILO Nomor 87
menegaskan, ”Workers and employers, without distiction whatsoever, shall have the right to
establish and subject only to the rules of the organisation of their own choosing without previous
authorisation”. Konvensi ILO Nomor 87 Tahun 1948 diikuti oleh Konvensi ILO Nomor 98
Tahun 1956 tentang The Application of Principles of The Right to Organise and to Bargain
Collectively. Pasal 2 Konvensi ILO Nomor 98 Tahun 1956 menegaskan, ”Workers’ and
employers’ organisation shall enjoy adequate protection against any acts of interference by each
other’s agents of members in their establishment, functioning or administration”. Dua konvensi
ILO in meneguhkan hak pekerja untuk berserikat atau berorganisasi. Pentingnya pekerja
berserikat diakomodasikan oleh ILO. Dengan berserikat pekerja diharapkan mampu
memperjuangkan kepentingannya.
Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (selanjutnya disingkat
UK) juga menegaskan hak pekerja untuk berserikat. Pasal 104 UK menegaskan, ”Setiap
pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh”. Fungsi
penting serikat pekerja diatur dalam Pasal 116 UK. Pasal 116 UK menegaskan, ”Perjanjian kerja
bersama dibuat oleh serikat pekerja/serikat buruh atau beberapa serikat pekerja/serikat buruh
yang telah tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan
pengusaha atau beberapa pengusaha”. Perjanjian kerja bersama penting karena di sinilah
diharapkan serikat pekerja mampu memperjuangkan kepentingan pekerja berkaitan dengan
syarat-syarat kerja, misalnya upah, upah lembur, waktu kerja, cuti, dan lain-lain.

Terdapat beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia yang berkaitan dengan


Undang-undang Serikat Pekerja ini, antara lain:
a. Undang-Undang Dasar 1945, pasal 28 menyatakan bahwa kemerdekaan berserikat dan
berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ditetapkan dengan undang-
undang.
b. Undang-undang No. 21 tahun 1954 tentang Perjanjian Perburuhan antara Serikat Buruh dan
Majikan.
c. Undang-undang No. 18 tahun 1956 tentang ratifikasi Konvensi ILO No. 98 tahun 1949
mengenai Hak Berserikat dan Berunding Bersama.
d. Undang-undang No. 14 tahun 1969 tentang Ketentuanketentuan Pokok Mengenai
Ketenagakerjaan.
e. Undang-undang No. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
f. Undang-undang No. 25 tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan (pelaksanaannya ditangguhkan).
g. Keputusan Presiden No. 83 tahun 1998 tentang ratifikasi Konvensi ILO No. 87 tahun 1948
mengenai Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi.
h. Undang-undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

4. Presiden konfederasi serikat pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, sedang memproses
penanda tanganan surat kuasa atas pembelaan terhadap permasalahan (PHK) yang dilakukan
oleh perusahaan gojek terhadap karyawannya, selain mengadakan gugatan KSPI juga akan
mengirimkan surat resmi kepengawas ketenagakerjaan berdasarkan keterangan diatas,
jelaskan;
a. Fungsi serikat pekerja
Jawaban:

Menurut UU Serikat Pekerja, fungsi serikat pekerja atau serikat buruh adalah sebagai berikut:
1) Sebagai pihak dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan penyelesaian masalah
ketenagakerjaan;
2) Sebagai wakil pekerja/buruh dalam lembaga kerja sama di bidang ketenagakerjaan sesuai
dengan tingkatannya;
3) Sebagai sarana untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan
berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
4) Sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya;
5) Sebagai perencana, pelaksana, dan penanggungjawab pemogokan pekerja/buruh sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
6) Sebagai wakil pekerja/buruh dalam memperjuangkan kepemilikan saham perusahaan.
b. Hak dan kewajiban Serikat pekerja, federasi, dan konfederasi serikat pekerja yang telah
mempunyai nomor bukti pencataatan.
Jawaban:

Hak Serikat Pekerja


Serikat pekerja yang telah mempunyai nomor bukti pencatatan berhak:
1) berunding dan membuat perjanjian kerja bersama dengan pengusaha;
2) mewakili pekerja dalam menyelesaikan perselisihan industrial;
3) mewakili pekerja dalam lembaga ketenagakerjaan seperti lembaga bipartit, lembaga
tripartit, panitia penyelesaian perselisihan, dewan pengupahan, panitia atau dewan
keselamatan dan kesehatan kerja, dan lain-lain;
4) membentuk lembaga dan melakukan kegiatan guna meningkatkan kesejahteraan pekerja
seperti koperasi karyawan atau usaha lain;
5) berafiliasi dengan serikat pekerja internasional sepanjang tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
6) melakukan kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Kewajiban Serikat Pekerja


Serikat pekerja yang telah mempunyai nomor bukti pencatatan berkewajiban:
1) melindungi dan membela anggota dari pelanggaran hak-hak mereka;
2) memperjuangkan kepentingan anggota;
3) memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya;
4) mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi kepada anggota sesuai dengan ketentuan
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Sumber:
Ariani, Dorothea Wahyu. 2014. Hubungan Industrial. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
https://reaktor.co.id/sejarah-peran-dan-daftar-organisasi-serikat-pekerja-di-
indonesia/#:~:text=Gerakan%20organisasi%20buruh%20Indonesia%20dimulai,guru
%2Dguru%20di%20sekolah%20Belanda.&text=SOBSI%20yang%20berafiliasi
%20dengan%20PKI,pertama%20setelah%20perang%20dunia%20kedua. Diakses pada 21
April 2021.
https://www.ikagi.or.id/post/mengenal-sejarah-serikat-pekerja-buruh Diakses pada 21 April
2021.

Anda mungkin juga menyukai