Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Hari/ Tanggal : Selasa/ 01 Maret 2011

Fisika Tanah Nama Asisten :

1. Reyna Prachmayandini (A14070005)


2. Adelina Melinda (A14070039)
3. Denny Rio Hartono (A14070048)
4. Dona Suhmana (A14070090)

PENETAPAN PERMEABILITAS TANAH DALAM KEADAAN JENUH

Oleh

Hanna Clara Presana

A14090084

Kelompok 02

BAGIAN KONSERVASI TANAH DAN AIR

DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tanah adalah kumpulan partikel padat dengan rongga yang saling berhubungan. Rongga ini
memungkinkan air dapat mengalir di dalam partikel melalui rongga dari satu titik yang lebih
tinggi ke titik yang lebih rendah. Contoh pengambilan tanah dilapang sangat berpengaruh pada
kebenaran hasil praktikum. Berdasarkan kebutuhannya tanah dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu :
1. Tanah utuh merupakan tanah yang berada dalam kondisi yang stabil, tidak terganggu
oleh aktivitas manusia. Tanah utuh digunakan untuk penetapan bobot isi, porositas
tanah, kurva pF, dan permeabilitas.
2. Tanah agregat utuh digunakan untuk penetapan kemantapan agregat dan nilai COLE.
3. Tanah terganggu digunakan untuk penetapan kadar air, tekstur, konsistensi, dsb.
Praktikum kali ini tanah yang digunakan yaitu tanah utuh diaman sesuai dengan kegunaannya
yaitu untuk penetapan permeabilitas tanah. Latar belakang dari praktikum ini untuk mengetahui
tingkat-tingkat permeabilitas dari berbagai macam jenis tanah yang diujikan.

Tujuan

Praktikum tidak jauh dari tujuan yaitu agar mahasiswa mengetahui dan dapat melakukan
cara pengambilan contoh tanah pada tiga macam contoh tanah. Setelah itu mahasiswa dapat
melakukan penetapan permebilitas tanah dalam keadaan jenuh dari contoh tanah yang telah
diambil. Adapun dalam menetapkan permeabilitas tanah berdasrkan hukum Darcy.
TINJAUAN PUSTAKA

Permeabilitas merupakan sifat bahan berpori, dia dapat mengalir / merembes dalam tanah,
(dalam tanah dapat terjadi erkolasi air). Tinggi rendahnya permeabilitas ditentukan ukuran pori.
Pori bersifat sangat permeable = permeabilitasnya tinggi = bersifat pervius.
Lempung bersifat impermeable = permeabilitasnya rendah = impervious = rapat air /
kedap air.

Koefisien Permeabilitas (k)


Nilai k untuk macam-macam tanah :
 Kerikil : > 10 cm/det
 Pasir : 10-1 O2 cm/det
 Lanau : 102 -105 cm/det
 Lempung : < 105 cm/det

Secara kuantitatif permeabilitas diberi batasan dengan koefisien permeabilitas. Banyak peneliti
telah mengkaji problema permeabilitas dan mengembangkan beberapa rumus. (Rumus Fair dan
Hatch 1933) dapat dipandang sebagai sumbangan yang khas.

Koefisien Permeabilitas
Hukum Darcy menunjukkan bahwa permeabilitas tanah ditentukan oleh koefisien
permeabilitasnya. Koefisein permeabilitas tanah bergantung pada berbagai faktor. Setidaknya,
ada enam faktor utama yang memengaruhi permeabilitas tanah, yaitu:
 Viskositas cairan, semakin tinggi viskositasnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan
semakin kecil.
 Distribusi ukuran pori, semakin merata distribusi ukuran porinya, koefesien
permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
 Distibusi ukuran butiran, semakin merata distribusi ukuran butirannya, koefesien
permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
 Rasio kekosongan (void), semakin besar rasio kekosongannya, koefisien permeabilitas
tanahnya akan semakin besar.
 Kekasaran partikel mineral, semakin kasar partikel mineralnya, koefisien permeabilitas
tanahnya akan semakin tinggi.
 Derajat kejenuhan tanah, semakin jenuh tanahnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan
semakin tinggi.

Penentuan Koefisien Permeabilitas


Setidaknya ada dua cara menentukan koefisien permeabilitas, yaitu dengan uji head tetap dan uji
head jatuh. Uji head tetap digunakan untuk tanah yang memiliki butiran kasar dan memiliki
koefisien permeabilitas yang tinggi. Sedangkan uji head jatuh digunakan untuk tanah yang
memiliki butiran halus dan memiliki koefisien permeabilitas yang rendah.
LANGKAH KERJA

Pengambilan Contoh Tanah Utuh.

Alat dan Bahan :

• Lahan yang akan dijadikan sample

• Ring sampler

• Cangkul

• Garpu

• Cutter.

Langkah Kerja :

1. Bersihkan vegetasi yang berada diatas permukaan contoh tanah.

2. Cangkul tanah sesuai ukuran (persegi, lingkaran, atau yang lainnya) yang dikehendaki
asalkan posisinya berada lebih atas dibandingkan tanah lain.

3. Letakkan ring sampler tegak pada lapisan tanah tersebut.

4. Tekan tabung samapai ¾ bagiannya masuk kedalam tanah.

5. Letakan tabung lain diatas tabung pertama, tekan dengan papan sampai bagian bawah
dari tabung kedua masuk ±1cm.

6. Gali tabung beserta tanahnya dengan cangkul.

7. Iris tanah dengan cutter sampai hamper mendekati tabung.

8. Pisahkan tabung kedua dan pertama secara hati-hati dengan cutter, potong tanah
kelebihan yang ada pada bagian atas dan bawah tabung sampai permukaan tanah rata
sekali dengan pinggiran tabung.
9. Tutup tabung denga tutup plastic lalu simpan dalam peti khusus yang sudah disediakan.

Penetapan Permeabilitas Tanah Dalam Keadaan Jenuh

Alat dan bahan :

• Ring sampler

• Tutup ring sampler

• Karet

• Air

• Penyangga berkisi

• Alat permeabilitas

Langkah Kerja :

1. Sediakan contoh tanah utuh yang akan diamati beserta penyangga kisi dan alat
permeabilitas. Pasangkan penyangga kisi dibawah diikat dengan karet dan pada bagian
atasnya ditutup dengan alat pengalir airlalu diikat dengan karet.

2. Pindahkan contoh tanah dengan tabungnya ke alat permeabilitas setelah perendaman


selesai, alirkan air dari kran kea lat tersebut.

3. Jika contoh tanah diletakkan pada alat ini pukul 09.00 maka pengukuran pertama
dilakukan pukul 15.00-16.00. pengukuran kedua pukul 16.00-17.00. pengukuran ketiga
pukul 09.00-10.00 (hari kedua). Sama seperti pengukuran hari kedua, pengukuran hari
ketiga samapai keempat dilakukan pukul 09.00-10.00. Yang diamati pada setiap
pengukuran adalah banyaknya volume air yang keluar etelah melalui massa tanah 1jam.

4. Ambil rata-rata dari kelima pengukuran tadi.

HASIL

Perhitungan :

K= A = 2πr(r+t) t=5

Contoh perhitungan.

Maka diketahui nilai Q(ml) :

• Tanah kebun kopi : ulangan 1. Q= = 703

ulangan 2. Q= = 1365

ulangan 3. Q= = 763

ulangan 4. Q= = 8.6

Nilai luas permukaan (A(cm2)):


• Tanah kebun kopi : ulangan 1. A= = 173.0611
ulangan 2. A= = 172.3114
ulangan 3. A= = 188.4
ulangan 4. A= = 82.5125

Nilai K(cm/jam):

• Tanah kebun kopi : ulangan 1. K= = 3.504952

ulangan 2. K= = 8.100023

ulangan 3. K= = 3.816419

ulangan 4. K= = 0.092236
PEMBAHASAN

Tanah dengan permeabilitas tinggi menaikkan laju infiltrasi dan dengan demikian,
menurunkan laju air larian. Tinggi muka air tanah berubah-ubah sesuai dengan keadaan iklim
tetapi dapat juga berubah karena pengaruh dari adanya kegiatan konstruksi. Sifat tanah yang
memungkinkan air melewatinya pada berbagai laju alir tertentu disebut permeabilitas tanah. Sifat
ini berasal dari sifat alami granular tanah, meskipun dapat dipengaruhi oleh faktor lain (seperti
air terikat di tanah liat). Jadi, tanah yang berbeda akan memiliki permeabilitas yang berbeda.

Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan bahwa rata-rata banyaknya air yang mengalir
setiap pengukuran (Q) pada contoh tanah utuh kebun kopi, kebun jeruk, dan tanah bera secara
berturut-turut yaitu 709,9ml; 194,5ml; dan 30,3ml. Setelah melakukan pengukuran Q, praktikan
dapat menghitung permeabilitas tanah pada setiap contoh tanah utuh. Dari hasil perhitungan
didapatkan bahwa permeabilitas rata-rata untuk setiap contoh tanah utuh yaitu 3.8784075 cm/jam
(kebun kopi); 2.12274047 cm/jam (kebun jeruk); dan 0.3250085 cm/jam (tanah bera). Tanah
bera merupakan tanah yang dibiarkan tidak ditumbuhi tanaman agar hara dalam tanah tersedia
lagi, tanah ini memiliki permeabilitas tanah yang paling lambat dibandingkan dengan tanah
kebun kopi dan kebun jeruk. Tanah bera umumnya memiliki pori tanah yang kecil (pori mikro),
sehingga air yang masuk kedalam tanah tertahan oleh pori tersebut menyebabkan permeabilitas
menjadi sangat lambat. Berdasarkan klasifikasi permeabilitas menurut Uhland dan O’Neal, tanah
yang terdapat di kebun kopi tergolong dalam kelas sedang (2.0 cm/jam-6.25 cm/jam). Tanah
kebun jeruk termasuk dalam kelas sedang (2.0 cm/jam-6.25 cm/jam). Sedangkan tanah bera
masuk dalam kelas lambat (0.125 cm/jam-0.5cm/jam).

Koefisien permeabilitas terutama tergantung pada ukuran rata-rata pori yang dipengaruhi
oleh distribusi ukuran partikel, bentuk partikel dan struktur tanah. Secara garis besar, makin kecil
ukuran partikel, makin kecil pula ukuran pori dan makin rendah koefisien permeabilitasnya.
Berarti suatu lapisan tanah berbutir kasar yang mengandung butiran-butiran halus memiliki
harga k yang lebih rendah dan pada tanah ini koefisien permeabilitas merupakan fungsi angka
pori. Kalau tanahnya berlapis-lapis permeabilitas untuk aliran sejajar lebih besar dari pada
permeabilitas untuk aliran tegak lurus. Lapisan permeabilitas lempung yang bercelah lebih besar
dari pada lempung yang tidak bercelah (unfissured). Semakin besar angka nya maka
permeabilitasnya semakin baik untuk produksi dan sebaliknya. Permeabilitas ini merupakan
suatu ukuran kemudahan aliran melalui suatu media poreus.
KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa permeabilitas rata-rata untuk setiap contoh
tanah utuh yaitu 3.8784075 cm/jam (kebun kopi); 2.12274047 cm/jam (kebun jeruk); dan
0.3250085 cm/jam (tanah bera). Didapatkan bahwa permeabilitas paling lambat yaitu tanah bera
dan paling cepat yaitu tanah kopi. Koefisien permeabilitas terutama tergantung pada ukuran rata-
rata pori yang dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel, bentuk partikel dan struktur tanah.
Secara garis besar, makin kecil ukuran partikel, makin kecil pula ukuran pori dan makin rendah
koefisien permeabilitasnya. Semakin besar angka nya maka permeabilitasnya semakin baik
untuk produksi dan sebaliknya. Berdasarkan klasifikasi permeabilitas menurut Uhland dan
O’Neal, tanah yang terdapat di kebun kopi tergolong dalam kelas sedang (2.0 cm/jam-6.25
cm/jam). Tanah kebun jeruk termasuk dalam kelas sedang (2.0 cm/jam-6.25 cm/jam). Sedangkan
tanah bera masuk dalam kelas lambat (0.125 cm/jam-0.5cm/jam).
DAFTAR PUSTAKA

[Anonim]. 2010. Apa itu Permeabilitas Tanah [Terhubung Berkala] http://debuh.com/berita-


uncategorized/apa-itu-permeabilitas-tanah/16509/ (19.00 06032011)
[Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan]. 2011. Penuntun Praktikum Fisika Tanah.
Bogor:IPB Press.

[Anonim]. 2010. Permeabilitas Tanah [Terhubung Berkala]

http://www.membuatblog.web.id/2010/03/permeabilitas-tanah.html (19.00 06032011)

[Anonim]. 2010. Tugas Tekres 1 [Terhubung Berkala]

http://www.scribd.com/doc/4692462/microsoft-word-tugas-tekres-1 (19.00 06032011)