Anda di halaman 1dari 2

Menurut Sven Windhl, Benno H.Signitzer dan Jean T.

Olson dilihat dari kepentingan


pengirimannya, sebuah pesan yang dikirm oleh komunikator memiliki beberapa fungsi  antara
lain :
1.      Fungsi Sosial. Dikomunikasi massa fungsi ini popular disebut berita. Dalam perencanaan
komunikasi fungsi ini dipresentasikan melalui berbagai bentuk penyampaian pesan seperti
melalui leaflet dan pertemuan dengan tujuan membentuk rasa kebersamaan antara komunikator
dengan khalayak sehingga terdapat kesamaan persepsi

2.      Fungsi Ekspresi. Dalam perencanaan komunikasi fungsi ini dilihat dari tujuan pembuatan pesan,
apakah untuk menjelaskan atau mempengaruhi. Jika bertujuan menjelaskan, isi pesan bersifat
menjabrakan seluk beluk Perencanaan Komunikasi. Kalau bertujuan mempengaruhi maka
bersifat persuasif atau meyakinkan.

3.      Fungsi Kontrol. Bertujuan mempengaruhi tingkah laku dan pemikiran orang sesuai dengan cara
yang kita inginkan. Umumnya banyak digunakan dalam kampanye komunikasi, baik
Komunikasi Pemasaran (KP) maupun Komunikasi Pemasaran Sosial (KPS).

4.      Fungsi Informasi. Melalui fungsi ini komunikator bermaksud mengirimkan sebanyak mungkin


apa yang dapat diketahui oleh khalayak sehingga mereka dapat mengambil keputusan secara
lebih baik.

Dalam perencanaan komunikasi, sebuah pesan bisa saja memenuhi beberapa fungsi sekaligus.
Menurut Sven Windhal dll (1992: 137-141) ada tiga aspek lain tentang fungsi pesan untuk
perencanaan komunikasi, antara lain :
 Pertama, fungsi pesan sebagai tempat pertemuan antara komunikator dan khalayak
( Nerman, 1973). Nerman mengatakan bahwa komunikator dapat menggunakan pesan
atau isi media untuk menemui audiensnya (panggung/stage). Media massa dapat menjadi
sebuah tindakan untuk mengundang khalayak untuk berbagi realitas. Semakin besar
usaha tersebut, semakin besar kecendrungan audiens menerima pesan tersebut.

 Kedua, mengenai posisi komunikator, objek dan penerima dalam proses pengiriman


pesan. Menurut Nerman, adakalanya komunikator mensejajarkan diri dengan penerima
sedangkan objek yang dibicarakan dalam posisi yang lebih tinggi. Konsekuensi dari
positioning seperti ini khalayak menjadi berjarak dengan PK sebagai objek yang
dibicarakan sehingga fungsi informasi tidak sampai mencapai fungsi kontrol.
Komunikator juga bisa sebagai penengah, misalnya dalam program kesehatan. Dalam
posisi seperti ini bukan hanya fungsi informasi yang terjadi tetapi juga fungsi sosial,
fungsi ekspresi dan fungsi kontrol. Posisi lainnya, komunikator sejajar dengan penerima
dimana objek dibicarakan. Dalam dunia media massa hal ini sering terjadi dalam liputan
kelompok minoritas atau kriminal. Konsekuensi dari positioning ini terjadinya jarak
tertentu antara khalayak dan objek.

 Ketiga,  dalam penyusunan pesan itu sendiri akan berhasil jika mengikuti sejumlah
karakteristik pesan, menurut Sven Windahl yang dijabarkan Roeh dan Ashley, yaitu
1.      Contoh yang konkret. Misalnya ditampilakn contoh kasus orang yang menjadi korban narkoba.
2.      Intertekstualitas. Dalam memahami suatu cerita tidak dapat lepas dari cerita sebelumnya.
3.      Memiliki makna permukaan dan makna kedalaman ( a surface and a deep meaning ). Sebuah
makna bisa memiliki makna yang tampak dan makna tersembunyi ( latent and manifest
meaning ).
4.      Bentuk cerita ( type of stories ). Hard news (berita langsung dan terikat waktu dalam melaporkan
suatu peristiwa) dan soft news (cerita tentang suatu realitas yang tidak terlalu terikat waktu dan
kecepatan berita).

5.      Faktor kesamaan dan hubungan antara kejadian, pengalaman, dan objek yang kelihatannya tidak
memiliki banyak kesamaan.

Sumber :

BMP SKOM 4206 (Perencanaan Program Komunikasi)

Anda mungkin juga menyukai