Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 1 ADBI4211

NAMA = TRIYANA

NIM = 030256926 - UT BANDAR LAMPUNG

1. Ada banyak sekali ketidak pastian dan risiko yang bisa merugikan kita. Coba identifikasi
ketidakpastian dan risiko tersebut. Kemudian ranking ketidakpastian dan risiko tersebut
berdasarkan kriteria yang kita anggap paling relevan dan paling besar dampaknya
terhadap kita. Urutkan 10 ketidakpastian dan risiko yang paling relevan dan penting.
 Risiko reputasi
Merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Ketika suatu reputasi jatuh
maka kehancuran suatu perusahaan sudah melanda didepan mata.

 Risiko pasa
Harga pasar bergerak kearah yang tidak menguntungkan

 Risiko kredit
Menunggak angsuran pinjaman tidak bisa membayar kewajibannya ke perusahaan
 Risiko perubahan tingkat bunga
Tingkat bunga berubah yang mengakibatkan kerugian pada portofolio perusahaan
 Risiko operasional
Kerugian yang terjadi melalui operasi perusahaan (misal system yang gagal,serangan
teroris)
 Risiko kematian
Manusia mengalami kematian dini (lebih cepat dari usia kematian wajar)
 Risiko kesehatan
Manusia terkena penyakit tertentu
 Risiko teknologi
Perubahan teknologi mempunyai konsekuensi negative terhadap perusahaan
 Risiko bencana
Bencana terjadi karena factor alam dan factor manusia secara umum bencana
menimbulkan risiko

2. Jelaskan prasarana apa saja  yang diperlukan untuk mendukung kesuksesan manajemen
risiko.

Prasarana yang diperlukan untuk mendukung kesuksesan manajemen risiko adalah


prasarana lunak dan prasarana keras.
Penjelasan:

a. Prasarana Lunak

Ada beberapa isu yang berkaiatan dengan penyiapan prasarana lunak untuk manajemen
risiko yaitu :

1.   Mengembangkan budaya sadar risiko.


Tujuan dari mengembangkan budaya sadar risiko adalah untuk menumbuhkan kepekaan
anggota organisasi terhadap adanya risiko, sehinga mereka lebih berhati-hati dalam
mengambil setiap keputusan.
Setiap manajer selalu mempertimbangkan tiga aspek dalam mengambil setiap keputusan
yaitu : aspek Strategis, aspek Operasi dan aspek Risiko, dengan melontarkan beberapa
pertanyaan seperti berikut ini :
- Aspek Strategis : Apakah produk ini bisa memenuhi kebutuhan konsumen?
Apakah produk ini bisa membantu pencapaian tujuan perusahaan?
-Aspek Operasi : Bagaimana memproduksi produk ini?, Apakah perusahaan mempunyai
kemampuan memproduksi produk ini?, Bagaimana memasarkan dan mengembangkan
jaringan distribusi untuk produk ini?.
-Aspek Risiko : Risiko apa yang bisa timpul berkaitan dengan adanya peluncuran produk
ini?, Bagaimana perusahaan dapat mengendalikan risiko-risiko tersebut?

2.  Dukungan Manajemen.


Dukungan manajemen sangat penting dan sangat di butuhkan untuk sebuah organisasi
dalam melaksanakan setiap operasi khususnya dukungan dari manajemen puncak. Bentuk
dukungan bisa eksplisit maupun implisit. Dukungan manajemen puncak dapat dituangkan
dalam bentuk tulisan, misal manajemen puncak mendukung dan ikut
merumuskan/menyetujui misi dan visi, prosedur dan kebijakan, yang berkaitan dengan
manajemen risiko. Dukungan manajemen juga dapat ditunjukkan melalui partisipasi
manajemen pada program-program manajemen risiko.

b. Prasarana keras

Prasarana keras meliputi peralatan fisik seperti : Gedung perkantoran, Komputer, dan
sarana sarana fisik lainnya yang mendukung proses manajemen risiko.

2.Proses Manajemen Risiko.


Proses manajemen risiko sering diterjemahkan kedalam tiga langkah yaitu : Perencanaan,
Pelaksanaan, dan pengendalian.

Perncanaan
Perencanaan manajemen risiko bisa dimulai dengan menetapkan visi, misi, dan tujuan
yang berkaitan dengan manajemen risiko. Kemudian perencanaan manajemen risiko bisa
diteruskan dengan penetapan Target, Kebijakan, dan Prosedur yang berkaitan dengan
manajemen risiko. Akan lebihbaik lagi jika visi, Misi, kebijakan dan prosedur tersebut di
rancang secara tertulis, sehinga memiliki dokumentasi, dokumen tertulis semacam itu
akan memudahkan dalam pengarahan serta menegaskan dukungan manajemen terhadap
program manajemen risiko.

Pelaksanaan

Pelaksanaan manajemen risiko meliputi aktivitas operasional yang berkaitan dengan


manajemen risiko yaitu Proses identifikasi dan pengukuran risiko, kemudian dilanjutkan
dengan manajemen (pengelolaan) risiko. Ketiga hal diatas merupakan aktivitas
operasional utama dalam proses manajemen risiko.
Dalam pelaksanaan pekerjaan manajemen risiko, dibutuhkan adanya organisasi (Struktur
Organisasi) dan staffing (Personel), strurktur organisasi sangat bervariasi dari satu
organisasi ke organisasi lainnya berikutadalah contoh struktur organisasi manajemen
risiko :

Dalam gambar di atas , unit manajemen risiko bertanggung jawab ke manajer risiko yang
disebut Chif

Risk Officer (CRO). CRO kemudian bertangung jawab langsung pada direktur utama,
pemisahan unit manajemen risiko menjadi bagian sendiri diharapkan mampu menjaga
independensi unit manajemen risiko. Unit manajemen risiko memiliki kedudukan yang
sama dengan unit lini (pemasaran, keuangan, produksi). Status sebagai unit lini
memungkinkan kekuatan yang cukup dalam organisasi untuk mendorong praktek
manajemen risiko yang baik dalam suatu organisasi. Unit lini berkomunikasi dengan unit
manajemen risiko (seperti ditunjukkan gambar panah dua arah) . Komunikasi semacam
itu penting agar unit manajemen risiko memperoleh gambaran yang lengkap mengenai
risiko yang dihadapi perusahaan.

Aspek prilaku dari struktur organisasi manajemen risiko juga perlu diperhatikan.
Pekerjaan manajemen risiko cenderung bertentangan dengan pekerjaan manajemen lini.
Manajemen lini (misal pemasaran) ingin berjalan cepat tanpa memperhitungkan risiko.
Manajemen risiko cenderung menahan keinginan semacam itu dengan mengingatkan
risiko-risiko yang memungkin muncul.
Pengendalian

Tahap berikutnya adalah pengendalian yang meliputi evaluasi secara periodik


pelaksanaan menajemen risiko, output pelaporan yang dihasilkan oleh manajemen risiko,
dan umpan balik. Format pelaporan manajemen risiko bervariasi dari satu organisasi
dengan organisasi lainnya , dari satu kegiatan kekegiatan lainnya. Contoh format
pelaporan kegiatan manajemen risiko. Gambar 1.1 menunjukkan laporan kerugian atau
keuntungan, gambar 1.2 menunjukkan laporan mengenai kejadia – kejadian penting yang
menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, hampir rugi, eksposur perusahaan
terhadap kejadian tersebut, dan respon yang dilakukan organisasi. Sebagai contoh,
perusahaan barangkali melaporkan kejadian naiknya tingkat bunga sebesar 1% (cukup
tinggi). Kemudian perusahaan melaporkan eksposur yatiu posisi obligasi dengan nilai $
10 Juta (sepuluh juta dolar) . Jika tingkat bunga naik, maka nilai obligasi akan turun
(yang mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian).

SUMBER :

ADBI4211 – Manajemen Resiko dan Asuransi (Edisi 2)

http://catatanyakub.blogspot.com/2012/06/elemen-manajemen-risiko-organisasi-1.html

Anda mungkin juga menyukai