Anda di halaman 1dari 4

PELAYANAN ANASTESI PADA OPERASI ELEKTIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


05.0011.317.1.07 03 1/4
RSUP Dr. SARDJITO
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :

Instalasi Anestesi dan Reanimasi Bidang Pelayanan Medik


Ditetapkan Oleh :
Standar Tanggal Terbit Direktur Utama,
Prosedur
Operasional 01 Agustus 2012

dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp.A


NIP. 196010091986101002
Pengertian Pelayanan anestesi pada pasien yang direncanakan minimal 1 (satu) hari
sebelum operasi
Tujuan 1. Mempertahankan kondisi dan keselamatan pasien selama tindakan operasi
atau tindakan lain yang menyebabkan pasien memerlukan anestesia umum,
regional dan blok perifer.
2. Membantu menciptakan kondisi yang optimal untuk prosedur yang akan
dijalani
3. Mengurangi angka kesakitan dan angka kematian selama layanan
anestesia.
4. Peningkatan kualitas layanan anestesia

Kebijakan 1. Pelayanan anestesi operasi elektif dikerjakan dalam jam kerja di gedung
bedah sentral terpadu dan tempat lain yang membutuhkan pelayanan
anestesi.
2. Pelayanan Anestesi dilakukan oleh dokter spesialis Anestesi atau peserta
program pendidikan Anestesi sesuai dengan kompetensi
Referensi 1. Undang Undang Republik Indonesia No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 779/Menkes/SK/VII/2008 tentang
Standar Pelayanan Anastesi di Rumah Sakit
Prosedur Masa Pra Anastesi / Pembedahan

1. Evaluasi pra anastesi / pra bedah dikerjakan dalam periode 24 jam sebelum
tindakan anastesi / pembedahan
2. Terapi atau pemerikaaan yang diperlukan dapat dilaksanakan , hendaknya
diberikan waktu yang cukup untuk evaluasi tersebut.
PELAYANAN ANASTESI PADA OPERASI ELEKTIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


05.0011.317.1.07 03 2/4
RSUP Dr. SARDJITO
Standar
Prosedur
Operasional

3. Evaluasi pra anastesi mencakup :


a. Identifikasi pasien
b. Pemahaman prosedur bedah / medik yang akan dilaksanakan
c. Riwayat medis , pemeriksaan klinis rutin dari pasien dan
pemeriksaan khusus
d. Konsultasi dengan dokter spesialis lain bila diperlukan
e. Memberikan penjelasan tentang tindakan anestesi dan memastikan
informed consent
f. Penganturan dan pemerikasaan lain yang diperlukan untuk
mencapai kondisi pasien yang optimal misalnya terapi cairan,
transfusi, terapi napas dll
4. Perawatan pra anestesi dimulai saat pasien berada di ruang perawatan,
atau dapat juga dimulai pada saat pasien diserah terimakan di ruang
operasi dan berakhir saat pasien dipindahkan ke meja operasi
5. Dalam menerima pasien yang menjalani tindakan anestesi, perawat
anestesi wajib memeriksa kembali data dan persiapan anestesi,
diantaranya :
a. Memeriksa Identitas pasien dan keadaan umum pasien
b. Kelengkapan status / rekam medik pasien
c. Surat persetujuan operasi dari pasien / keluarga
d. Data laboratorium, rontgent, EKG dan lain lain
e. Gigi palsu, lensa kontak, perhiasan , cat kuku, lipstik dan lain lain
f. Menggantikan baju pasien
g. Membantu pasien untuk mengosongkan kandung kemih
h. Mencatat timbang terima pasien

6. Perawat anestesi juga bertugas memberikan pre medikasi berdasarkan


instruksi tertulis dari dokter anestesi

MASA ANESTESI / PEMBEDAHAN

1. Tindakan anestesi harus dikerjakan dalam kerja sama tim. Seorang Dokter
spesialis anestesi harus didampingi perawat terlatih.Keamanan pasien
selama anestesi dan pembedahan memerlukan pemantauan fungsi vital
yang terus menerus / berkala yang dicatat dengan baik pada rekam medik,
minimal tiap 5 menit sekali
PELAYANAN ANASTESI PADA OPERASI ELEKTIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


05.0011.317.1.07 03 3/4
RSUP Dr. SARDJITO
Standar
Prosedur
Operasional
2. Prosedur pembedahan dapat diubah jika kondisi pasien mengarah pada
keadaan yang membahayaka jiwa
3. Sarana pengaturan dosis obat anestesi dan obat darurat digunakan harus
digunakan secara maksimal
4. Perawatan anestesi dimulai sejak pasien berada diatas meja operasi
sampai dengan pasien dipindahkan ke ruang pulih sadar
5. Sebelum dilakukan tindakan anestesi dilakukan kembali pemerisaan nama
pasien, data , diagnose dan rencana operasi
6. Mengenalkan pasien kepada dokter anestesi, dokter bedah, asisten dan
perawat instrument
7. Memasang alat pemantau (antara lain tensimeter, ECG dan alat lainnya
sesuai dengan kebutuhan)
8. Mengatur posisi pasien bersama–sama perawat bedah sesuai dengan
posisi yang dibutuhkan untuk tindakan pembedahan
9. Selama tindakan anestesi perawat anestesi wajib mencatat semua tindakan
anestesi, berespons dan mendokumentasikan semua perubahan fungsi vital
tubuh pasien selama anestesi / pembedahan. Pemantauan meliputi system
pernapasan, sirkulasi, suhu, keseimbangan cairan, perdarahan, produksi
urine dan lain lain
10. Perawat anestesi berespons dan melaporkan pada dokter anestesi bila
terdapat tanda tanda kegawatan fungsi vital tubuh pasien agar dapat
dilakukan tindakan segera
11. Dokter anestesi melaporkan kepada dokter operator jika terjadi perubahan
fungsi vital tubuh pasien dan tindakan yang diberikan selama anestesi
12. Perawat anestesi mengatur dosis obat anestesi atas pelimpahan wewenang
dokter anestesi
13. Jika terjadi kegawatan pada pasien, maka dokter anestesi bersama tim
dapat menanggulangi keadaan gawat darurat
14. Pada masa pengakhiran anestesi dilakukan pemantauan tanda tanda vital
secara intensif, menjaga jalan nafas supaya tetap bebas, menyiapkan alat
alat dan obat obatan untuk mengakhiri anestesi dan atau ekstubasi
PELAYANAN ANASTESI PADA OPERASI ELEKTIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


05.0011.317.1.07 03 4/4
RSUP Dr. SARDJITO
Standar
Prosedur
Operasional
PENGKAJIAN PASCA ANESTESI / PEMBEDAHAN

1. Setelah pengakhiran anestesi , pasien dikirim ke kamarpulih sadar untuk


pemantauan fungsi vital tubuh oleh perawat terlatih
2. Bila diannggap perlu pasien dapat langsung dikirim ke ruang rawat khusus (
misalnya : ICU )
3. Memberikan bantuan Oksigenasi, ventilasi dan sirkulasi tetap diberikan
4. Pemeberian analgesi dan sedative disesuaikan dengan kondisi pasien
5. Keputusan untuk memindahkan pasien dari kamar pulih sadar dibuat oleh
dokter anestesi DENGAN PENILAIAN SCORE ALDRETTE DAN
BROMAGE

Formulir -
1. FORMULIR CATATAN ANESTESI
Dokumen Terkait
2. FORMULIR INFORMED CONSENT
1. IGD
2. IRNA
Unit Terkait 3. ICU/PICU/LUKA BAKAR/NICU/ICCU
3. INSTALASI RADIOLOGI
4. SMF TERKAIT
Catatan Revisi -

Anda mungkin juga menyukai