Anda di halaman 1dari 4

Nama : Muhammad Rivaldi

NIM : 4193220003
Kelas : PSB 19 B
Mata kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen pengampu : Trisnawati Hutagalung S.Pd, M.Pd

Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang di bawah ini dengan baik dan benar.


1. Mengapa bahasa Melayu menjadi asal dan dasar bahasa Indonesia?
Jawab : Bahasa Melayu menjadi asal dan dasar bahasa Indonesia adalah karena seperti yang
dijelaskan Prof. Soedjito alasan mengapa bahasa Melayu yang dijadikan landasan lahirnya
bahasa Indonesia sebagai berikut.
1. Bahasa Melayu telah digunakan sebagai lingua franca (bahasa perhubungan) selama
berabad-abad sebelumnya di seluruh kawasan tanah air kita (Nusantara). Hal tersebut tidak
terjadi pada bahasa Jawa, Sunda, ataupun bahasa daerah lainnya.
2. Bahasa Melayu memiliki daerah persebaran yang paling luas dan melampaui batas-
batas wilayah bahasa lain meskipun penutur aslinya tidak sebanyak penutur asli bahasa
Jawa, Sunda, Madura, ataupun bahasa daerah lainnya.
3. Bahasa Melayu masih berkerabat dengan bahasa-bahasa Nusantara lainnya sehingga
tidak dianggap sebagai bahasa asing.
4. Bahasa melayu bersifat sederhana, tidak mengenal tingkat-tingkat bahasa sehingga
mudah dipelajari. Berbeda dengan bahasa Jawa, Sunda, Madura yang mengenal tingkat-
tingkat bahasa.
5. Bahasa melayu mampu mengatasi perbedaan-perbedaan bahasa antarpenutur yang
berasal dari berbagai daerah. Dipilihnya bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan tidak
menimbulkan perasaan kalah terhadap golongan yang lebih kuat dan tidak ada persaingan
antarbahasa daerah.

2. Jelaskan fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional!


Jawab : Bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional. Kedudukan bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional dimiliki sejak diikrarkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28
Oktober 1928. Kedudukan ini dimungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu, yang
mendasari bahasa Indonesia, telah dipakai sebagai lingua franca selama berabad-abad
sebelumnya di seluruh kawasan tanah air kita. Dan ternyata di dalam masyarakat kita tidak
terjadi persaingan bahasa, yaitu persaingan di antara bahasa daerah yang satu dan bahasa
daerah yang lain untuk mencapai kedudukan sebagai bahasa nasional. Di dalam
kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
(1) lambang kebanggaan nasional, Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia
mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebanggaan kita. Melalui
bahasa nasional, bangsa Indonesia menyatakan harga diri dan nilai-nilai budaya yang
dijadikannya pegangan hidup.
(2) lambang identitas nasional, Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia dapat
menimbulkan wibawa, harga diri, dan teladan bagi bangsa lain.
(3) alat pemersatu berbagai suku bangsa yang berlatar belakang sosial budaya dan bahasa
yang berbeda, Sebagai alat pemersatu, bahasa Indonesia mampu menunjukkan fungsinya
yaitu mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya,
dan bahasa ibunya. hal itu tampak jelas sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda.
(4) alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya, Sejalan dengan fungsinya sebagai alat
perhubungan antardaerah dan antarbudaya, bahasa Indonesia telah berhasil pula
melaksanakan fungsinya sebagai alat pengungkapan perasaan.

3. Jelaskan fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara!


Jawab : Selain kedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan
sebagai bahasa negara, sesuai dengan ketentuan yang tertera di dalam Undang-Undang Dasar
1945, Bab XV, Pasal 36. Di dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia
berfungsi sebagai:
(1) bahasa resmi negara, Salah satu fungsi bahasa Indonesia di dalam kedudukannya
sebagai bahasa negara adalah pemakaiannya sebagai bahasa resmi kenegaraan. Di dalam
hubungan dengan fungsi ini, bahasa Indonesia dipakai di dalam segala upacara,
peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan
(2) bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, Di dalam kedudukannya sebagai bahasa
negara, bahasa Indonesia berfungsi pula sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga
pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi di seluruh
Indonesia kecuali di daerah-daerah bahasa seperti daerah bahasa Aceh, Batak, Sunda,
Jawa, Madura, Bali, dan Makasar. Di daerah-daerah bahasa ini bahasa daerah yang
bersangkutan dipakai sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga pendidikan
dasar.
(3) alat perhubungan dalam tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah, Sebagai alat
perhubungan tingkat nasional, bahasa Indonesia dipakai sebagai alat komunikasi timbal
balik antara pemerintah dan masyarakat luas, alat perhubungan antardaerah dan
antarsuku, dan juga sebagai alat perhubungan dalam masyarakat yang latar belakang
sosial budaya dan bahasa yang sama. Dewasa ini orang sudah banyak menggunakan
bahasa Indonesia apapun masalah yang dibicarakan, apakah itu masalah yang bersifat
nasional maupun kedaerahan.
(4) alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi, Sebagai alat
pengembang kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi, bahasa Indonesia
adalah satu-satunya bahasa yang digunakan untuk membina dan mengembangkan
kebudayaan nasional yang memiliki ciri-ciri dan identitas sendiri. Di samping itu, bahasa
Indonesia juga dipekai untuk memperluas ilmu pengetahuan dan teknologi modern baik
melalui penulisan buku-buku teks, penerjemahan, penyajian pelajaran di
lembagalembaga pendidikan umum maupun melalui sarana-sarana lain di luar lembaga
pendidikan.

4. Bagaimana pendapat Anda tentang semboyan “Pergunakanlah bahasa Indonesia


dengan baik dan benar" ?
Jawab : “Pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”, tampaknya mudah untuk
diucapkan namun maknanya tidak jelas. Slogan itu tampaknya hanyalah suatu retorika yang
tidak berwujud nyata. Kadang terdengar cibiran bahwa bahasa baku itu hanya buatan
pemerintah agar bangsa ini dapat diseragamkan dalam bertindak atau berbahasa. Disadari
atau tidak, masih sering ditemukan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini, penggunaan bahasa Indonesia itu masih sering tidak
tepat. Ketidaktepatan penggunaan bahasa Indonesia pada seseorang tidak hanya terjadi pada
saat orang itu berbicara atau berkomunikasi secara lisan, tetapi hal demikian lebih tampak
pada bentuk-bentuk yang tertulis pada media tertentu.
Semboyan “Pergunakanlah Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar”. semboyan yang benar
adalah “Pergunakanlah Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku dengan Baik dan Benar”.

5. Kapan sajakah digunakan bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia nonbaku ?
Jelaskan disertai dengan contoh!
Jawab : Bahasa baku adalah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, atau
yang menjadi standard. Bahasa Indonesia baku umumnya sering dipakai pada kalimat resmi
atau ragam bahasa baku, baik itu melalui lisan ataupun tulisan. Kata baku dalam bahasa
Indonesia ini juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, baik secara lisan maupun
tulisan, kata baku digunakan dalam situasi resmi, seperti surat menyurat dinas, perundang-
undangan, karangan ilmiah, laporan penelitian dan lainnya. Ragam bahasa baku tidak
diwarnai atau dicampuri oleh dialek atau logat tertentu. Kedua, baik secara lisan maupun
tulisan, kata baku menggunakan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia. Ketiga, baik secara lisan maupun tulisan, ragam baku memenuhi
fungsi gramatikal seperti subjek, predikat, dan objek secara eksplisit dan lengkap (Sugihastuti
& Siti Saudah, 2018:17-18). Bahasa baku adalah bentuk bahasa yang biasa memakai kata
kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan, dan pengucapan yang biasa dipakai oleh mereka
yang kurang berpendidikan dan yang biasa beraktivitas dalam lingkungan tidak resmi.
Contoh :
 Akan saya tegur anak nakal itu. (kalimat tidak baku)
 Anak nakal itu akan saya tegur. (kalimat baku)
Kalimat di atas tidak memenuhi unsur penyusunan kalimat secara utuh (S+P), yang
ditunjukkan dengan tidak adanya unsur subjek di dalamnya. Kalimat di atas diawali
dengan kata hubung yaitu kata “akan”.
Kesesuaian Struktur: Kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat baku apabila memiliki
struktur yang sesuai, agar tidak terjadi kerancuan makna.

Anda mungkin juga menyukai