Anda di halaman 1dari 23

KEADAAN UMUM DAN KHUSUS PUSKESMAS

KEADAAN UMUM

A. Letak, Batas, dan Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman

Puskesmas Pekauman terletak di Kelurahan Pekauman Kecamatan Banjar Selatan Kota

Banjarmasin. Puskesmas Pekauman dibatasi oleh :

Sebelah Utara : Kecamatan Banjarmasin Barat

Sebelah Timur : Kelurahan Kelayan

Sebelah Selatan : Kabupaten Banjar

Sebelah Barat : Kabupaten Barito

Kuala

Wilayah kerja Puskesmas Pekauman seluas 10,65 Km2 yang terdiri dari empat kecamatan.

Tabel 1. Luas Wilayah kerja puskesmas Pekauman dan persentase terhadap luas kecamatan.
No Kelurahan Luas (km2) Persentase terhadap luas
kecamatan
(
1 Mantuil 5,05 25,02
2 Kelayan Selatan 4,25 21,06
3 Pekauman 1,20 5,95
4 Kelayan Barat 0,15 0,74

B. Data Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman

1. Sebaran jumlah penduduk, jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan

jumlah penduduk menurut kelompok umur

Tabel 2. Jumlah rumah tangga, penduduk dan rata-rata penduduk per rumah tangga di
wilayah kerja Puskesmas Pekauman

No Kelurahan Jumlah Rumah Jumlah Penduduk Rata-rata


Tangg jiwa/rumah tangga
a
1 Mantuil 2612 10977 4
2 Kelayan Selatan 6667 19642 3
3 Pekauman 2783 12370 4
4 Kelayan Barat 1799 9203 5

1
Tabel 3. Banyaknya jumlah penduduk menurut jenis kelamin di wilayah kerja Puskesmas
Pekauman
No Kelurahan Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Mantuil 5508 5469 10977
2 Kelayan Selatan 9864 9778 19642
3 Pekauman 6152 6218 12370
4 Kelayan Barat 4687 4516 9203

Tabel 4. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur di wilayah kerja Puskesmas


Pekauman
No Kelurahan 0- 4 tahun 5-9 tahun 10-19 tahun 20-59 tahun 60 tahun
dan ke atas
1 Mantuil 1112 826 2237 6272 530
2 Kelayan Selatan 2313 1584 3691 11106 948
3 Pekauman 1247 842 2243 7233 805
4 Kelayan Barat 892 658 1652 5385 616

2. Mata Pencaharian Penduduk


Tingkat Mata Pencarian Penduduk diwilayah kerja Puskesmas Pekauman
sebagian besar buruh, tani, wiraswasta dan pegawai negeri

C. Ketenagaan

Jumlah dan jenis tenaga di puskesmas pekauman masih kurang di beberapa


keahlian, daftar urut kepangkatan terlampir.

D. Sarana dan Prasarana

Bangunan gedung puskesmas pekauman terdiri dari :

1. Ruang Kepala Puskesmas


2. Ruang Bp. Umum
3. Ruang Bp. Gigi
4. Ruang loket
5. Ruang Apotek
6. Ruang KIA / KB
7. Ruang Laboratorium
8. Ruang Tata Usaha
9. Ruang MTBS Anak
10. Ruang Gizi
11. Ruang PKPR
12. Ruang Kesling & TB Paru
13. Aula / Rapat
14. Ruang Gudang Obat
15. Mushalla
16. Gudang
17. WC
Sarana Transportasi dan Telekomunikasi

Sarara transportasi yang dimiliki puskesmas pekauman satu buah mobil pusling, satu
buah sepeda motor Yamaha Force One, Yamaha Vega R, Kawasaki Kaze dan satu
buah sepeda motor Honda astrea 800 dan Sarana telekomunikasi satu buah pesawat
telepon :
0511 3272105

E. Puskesmas Pembantu
Puskesmas Pekauman memiliki 4 (empat) buah puskesmas pembantu (Pustu), yaitu :
1. Pustu Kelayan Selatan
2. Pustu Basirih
3. Pustu Mantuil
4. Pustu Kuin Kecil

KEADAAN KHUSUS

A. Kegiatan Puskesmas
1. Tata Usaha
Tata usaha / administrasi adalah suatu kegiatan pengelolaan surat
menyurat yang dimulai dari menghimpun/menerima, mencatat, mengolah,
menggandakan dan
mengirim serta mengarsipkan surat keterangan yang diperlukan oleh
Puskesmas. Tujuan
a. Menyusun dan menghimpun semua pelaporan kegiatan Puskesmas
b. Mengelola surat masuk dan surat keluar agar terkoordinasi dengan baik
c. Mengembangkan mekanisme administrasi yang sehat

Program
a. Mengumpulkan laporan terpadu Puskesmas, laporan triwulan, laporan bulanan
dari setiap bagian Puskesmas sesuai dengan form yang telah
ditentukan. b. Menata dan menerbitkan administrasi dan pendataan
Puskesmas
c. Mengarsipkan surat masuk dan surat keluar pada map tertentu

Pada dasarnya organisasi tata usaha terdiri dari :


1. Urusan Umum
Mengelola kegiatan surat menyurat (surat keluar dan surat masuk)
mengagendakan surat masuk dan mengarsipkannya, membuat surat keluar dan
mencatat nomor surat, tanggal surat dan pengiriman surat ke dalam buku agenda
2. Urusan Kepegawaian
Urusan kepegawaian berada di bawah sub bagian tata usaha, bertugas
untuk mengurusi masalah kepegawaian karyawan dan karyawati, yaitu mengenai
: Kenaikan pangkat
a. Kenaikan gaji berkala
b. Pendidikan dan latihan pegawai negeri
sipil c. Kesejahteraan pegawai negeri sipil
d. Cuti tahunan, cuti besar, cuti
sakit/melahirkan e. Cuti karena alasan penting
f. Cuti diluar tanggungan negara

3. Urusan Keuangan
Urusan keuangan pada Puskesmas Pekauman berada dibawah sub bagian tata
usaha yang diberi tugas dan tanggung jawab oleh Kepala Puskesmas antara lain :
a. Membantu Kepala Puskesmas dalam mengelola keuangan Puskesmas sebelum
disetor ke Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
b. Membantu menyusun rencana kebutuhan Puskesmas untuk diteruskan ke
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin
c. Mencatat keuangan Puskesmas ke dalam buku kas umum dan buku kas harian
setiap hari
Hasil yang dicapai
1. Semua laporan sudah dikerjakan dan dikirim sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin
2. Arsip surat masuk dan keluar sudah dimasukkan dalam map masing-
masing, seperti :
a. Tata usaha terdiri dari umum, kepegawaian serta keuangan
b. Pemulihan kesehatan terdiri dari BP Dewasa, BP Gigi, BP Anak, KIA,
Apotek, Laboratorium, Klinik Sanitasi, PKPR dan R/R
c. P2KL terdiri dari pengamatan dan pemberantasan penyakit serta kesehatan
lingkungan

2. Loket

Loket Puskesmas adalah bagian dari suatu Puskesmas yang mana fungsinya
sebagai tempat pendaftaran, pengambilan kartu/ karcis berobat sebelum dilakukan
tindakan.
Tujuan dari loket adalah untuk mengetahui jumlah pasien dan pemberian obat
yang
sesuai dengan diagnosanya serta follow up riwayat penyakit penderita, dan untuk
mendistribusikan kunjungan baik dari jenis kunjungan KIA, BP Gigi, BP
Umum, BP Anak dan jenis penyakit lainnya.

Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan di loket Puskesmas Pekauman adalah
:
a. Penyimpanan kartu
b. Pencatatan/pendaftaran kunjungan kasus ke
Puskesmas

Sasaran
a. Masyarakat umum
b. Pegawai negeri sipil
c. Veteran
d. Pensiunan pegawai negeri sipil dan
pelajar

Hasil yang dicapai


a. Secara umum penyimpanan kartu / administrasi lebih baik dari yang telah
lalu.
b. Data kartu yang telah diarsipkan di Puskesmas sampai dengan bulan
Desember
2009 :
Tabel 5. Data kartu yang diarsipkan
Bulan Umum Jamkesmas Askes Gigi
Januari 3301 1107 512 338
Pebruari 3153 1456 351 331
Maret 3168 1212 364 322
April 2834 1205 357 269
Mei 3117 1252 382 343
Juni 3030 1343 362 285
Juli 3000 1186 312 276
Agustus 4057 1484 472 335
September 1997 975 239 200
Oktober 4007 1136 321 236
Nopember 4494 1127 311 261
Desember 3682 991 279 216
Jumlah 39840 14474 4262 3412
Masalah :
a. Kurangnya pengertian dan kesadaran dari masyarakat untuk penyimpanan
tanda berobat yang diberikan dari loket
b. Untuk pasien pemegang kartu Jamkesmas sering ketinggalan dan pasien
tidak lengkap dalam persyaratan yang sudah ditetapkan sehingga sering
menghambat
dalam pelayanannya

3. Obat-obatan

Obatan-obatan merupakan barang esensial yang diperlukan oleh


Puskesmas dalam rangka pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. pada
Puskesmas Pekauman obat-obatan yang tersedia/digunakan berasal dari obat-
obatan Inpres, Askes dan Gakin

Tujuan
Dengan adanya obat-obatan tersebut, diharapkan Puskesmas Pekauman dapat
berperan aktif semaksimal mungkin dalam pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat. Adapun masyarakat yang dilayani meliputi masyarakat mampu,
masyarakat tidak mampu (maskin). Pegawai negeri atau pensiunan peserta askes,
anggota veteran dan murid sekolah dasar, terutama yang berada di lingkungan
wilayah kerja Puskesmas Pekauman

Program
Program obat-obatan pada Puskesmas Pekauman meliputi enam hal pokok,
yaitu:
a. Pembuatan daftar rencana kebutuhan obat-obatan
tahunan
b. Permintaan dan penyimpanan obat-obatan per
bulan c. Pendistribusian obat-obatan
d. Pengontrolan obat-
obatan
e. Pencatatan dan pelaporan obat-obatan yang
diterima

Sasaran
a. Menunjang kelancaran pelayanan kesehatan pada masyarakat yang
dilaksanakan dokter/paramedis baik yang bertugas di Puskesmas
Pekauman maupun di Puskesmas Pembantu
b. Menurunkan prosentasi penderita penyakit, serta meningkatkan kondisi
hidup
sehat masyarakat terutama yang berada di lingkungan wilayah kerja Puskesmas
Pekauman

Hasil Yang Dicapai


a. Sistem pencatatan obat-obatan yang diterima disimpan dan didistribusikan
dapat berjalan dengan rapi dan tertib
b. Pendistribusian obat-obatan dapat berjalan dengan
lancar
c. Sistem pengontrolan obat-obatan belum berjalan dengan
baik
d. Data-data penerimaan dan pemakaian serta sisa obat-obatan selalu akurat
dan up to date (terlampir)

Masalah
Untuk pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran
perlu kiranya gudang obat-obatan khsususnya dan bangunan Puskesmas
Pekauman pada umumnya segera dilengkapi dengan alat/tabung pemadam
kebakaran
Untuk terlaksananya sistem FIFO/FEFO diperlukan pembenahan lemari
gudang dan apotek dipuskesmas
pekauman
B. Program Puskesmas

Program pokok puskesmas Pekauman antara lain :


1. Kesehatan Ibu dan Anak
2. Keluarga Berencana
3. Perbaikan Gizi
4. Kesehatan Lingkungan
5. Surveilance, Pemberantasan Penyakit Menular dan Imunisasi
6. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
7. Pengobatan dan Gawat Darurat
8. Usaha Kesehatan Sekolah
9. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
10. Perawatan Kesehatan Masyarakat
11. Kesehatan Gigi dan Mulut
12. Kesehatan Jiwa
13. Kesehatan Mata
14. Kesehatan Lanjut Usia
15. UKBM ( Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat )
16. Laboratorium Sederhana

C. PELAKSANAAN PROGRAM

Kesehatan Ibu dan Anak


Program KIA merupakan program upaya kesehatan ibu dan anak
dibidang kesehatan yang menangani pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu
melahirkan, ibu
meneteki, bayi dan anak balita serta anak pra sekolah.
Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada masyarakat,
pemuka masyarakat serta menambah keterampilan para dukun bayi serta
pembinaan kesehatan di taman kanak-kanak.

Tujuan
1. Menurunkan kematian (mortality) dan kejadian sakit (morbility)
di kalangan ibu, kegiatan ini ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu selama
kehamilan pada saat bersalin dan saat ibu menyusui
2. Meningkatkan derajat kesehatan anak melalui pemantauan status gizi dan
pencegahan sedini mungkin berbagai penyakit menular yang bisa dicegah
dengan imunisasi dasar sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal

Sasaran
1. Ibu hamil (bumil)
2. Ibu bersalin (bulin)
3. Neonatus
4. Deteksi resti nakes
5. Deteksi resti masyarakat
6. Persalinan nakes

Pencapaian : terlampir
Keluarga Berencana

Keluarga berencana adalah perencanaan kehamilan, sehingga kehamilan terjadi


pada waktu yang diinginkan. Jarak antara kehamilan diperpanjang untuk membina
kesehatan yang sebaik-baiknya, bagi seluruh anggota dan kelahiran selanjutnya dicegah
apabila jumlah anak telah mencapai jumlah yang dikehendaki untuk menuju norma
keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Kegiatan keluarga berencana tidak hanya
penjarangan / mengatur kehamilan tetapi termasuk kegiatan pemberian meningkatkan
perekonomian dan kesejahteraan keluarga

Tujuan
1. Meningkatkan kesadaran penduduk, keluarga untuk menggunakan alat kontrasepsi
2. Menurunkan jumlah angka kelahiran bayi
3. Meningkatkan kesadaran dalam pemakaian alat kontrasepsi
4. Meningkatkan kesehatan keluarga dengan cara menjarangkan kelahiran
dan mengatur jumlah anak dalam keluarga

Sasaran
1. Pasangan yang seharusnya diberi pelajaran keluarga berencana
2. Mereka yang ingin mencegah kehamilan karena alasan pribadi
3. Mereka yang ingin menjarangkan kelahiran demi kesehatan ibu dan
anak, jarakkelahiran yang baik adalah tidak kurang dari tiga tahun
4. Mereka yang ingin membatasi jumlah anak
5. Pasangan usia subur

Kegiatan
1. Mengadakan penyuluhan KB, baik di Puskesmas maupun pada saat mengadakan
kunjungan rumah, posyandu, pertemuan dengan kelompok masyarakat
2. Menyediakan alat kontrasepsi

Tabel 6. Data pencapaian program KB tahun 2009


Peserta KB
KB Target Tercapai %
Pil Kon Stk Iud Imp Jml
178
Baru 1318 978 8 751 20 26
3
185
Aktif 1681 953 160 689 21 27
0

Masalah
1. Akseptor KB Pil / Suntik sudah diarahkan ke KB Mantap, tapi kurang adanya
tanggapan karena masih takut dan rasa malu
2. Adanya dampak dari masing-masing alat KB tersebut sehingga masyarakat enggan
untuk ber KB

Upaya Peningkatan Gizi

Pelaksanaan program gizi di Puskesmas Pekauman dibagi dalam beberapa


kegiatan, yang meliputi :
1. Penimbangan
2. Distribusi Vitamin A dosis tinggi. Pada bayi, anak balita, dan bufas
3. Distribusi Fe pada bumil dan bufas
4. Pemberian PMT pada balita KEP dan Bumil KEK
5. Distribusi obat cacing pada murid SD
6. Kegiatan TB-ABS
7. Pemantauan garam beryodium
8. PSG dan kadarzi
9. Konsultasi gizi
Tujuan
Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan memiliki tujuan sebagai berikut
:
1. Untuk mengetahui status gizi balita dan memantau pertumbuhan dan
perkembangan
balita
2. Untuk mencegah bayi dan anak balita menderita xeropthalmia (kebutaan
akibat
kurang Vit. A) dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak
balita.
3. Mencegah terjadinya anemia pada
bumil.
4. Mencegah dan menanggulangi gizi kurang/buruk pada balita, bumil dan
bufas
5. Meningkatkan kesehatan anak dalam mengatasi gangguan infeksi
penyakit
kecacingan .
6. Memantau status gizi Anak
sekolah
7. Diperolehnya informasi tentang konsumsi garam beryodium di
masyarakat
8. Agar keluarga mampu mengenali dan membatasi masalah gizi serta
menerapkan
perilaku gizi yang abik ntuk seluruh anggota
keluarganya
9. Memberikan nasehat/ anjuran mengenai diit sesuai dengan peyakit yang
dideritanya
agar pasien memahami makanan apa yang boleh dikonsumsi dan dilarang
untuk membantu penyembuhan.

Sasaran dan Pencapaian :


Untuk setiap kegiatan program gizi, memiliki sasaran masing-masing sesuai
dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Adapun hasil kegiatan pada tahun 2009
terlampir.

Kesehatan Lingkungan
Batasan
1. Kesehatan lingkungan
Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologis yang
dinamis antara manusia dan lingkungan untuk mendukung tercapainya kualitas
hidup yang sehat sejahtera dan bahagia.
2. Hygiene
Kesehatan masyarakat yang khusus untuk melindungi, memelihara dan
mempertinggi derajat kesehatan badan dan jiwa baik untuk umum
maupun perorangan dengan tujuan memberikan dasar-dasar kelanjutan hidup sehat
serta mempertinggi kesejahteraan dan daya perikehidupan manusia.
3. Sanitasi
Pengawasan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan
fisik,
kesehatan dan ketahanan hidup
manusia.

Tujuan
Mencapai mutu lingkungan yang dapat menjamin kesehatan menuju derajat
kesehatan
yang optimal. Pelaksanaan kegiatan program dilakukan dengan maksud keikutsertaan
masyarakat dan kesadaran melalui kerjasama instansi pemerintah yang berkaitan dalam
tanggung jawab upaya peningkatan dan pelestarian kesehatan lingkungan.

Landasan Hukum
1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Pokok dan Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan
3. Permenkes Nomor 304/Menkes/Per/IV/1989 tentang Persyaratan
Kesehatan
4. Permenkes Nomor 712/Menkes/Per/X/1986 tentang Persyaratan Kesehatan
Jasa
Boga dan Petunjuk
Pelaksanaannya
5. Permenkes Nomor 80/Menkes/Per/II/1990 tentang Persyaratan Kesehatan
Hotel
6. Permenkes Nomor 416 Tahun 1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan
Kualitas
Air
7. Peraturan Daerah No.11 Tahun 2001 tentang Pengawasan dan Persyaratan
Sanitasi
Retribusi Pemeriksaan TTU dan
TPM
Program dan Sasaran
Program kegiatan kesehatan lingkungan Puskesmas Pekauman tahun 2009
sebagai berikut :
1. Pengawasan kualitas lingkungan
 Meningkatkan prosentasi TTU dan TPM yang memenuhi syarat kesehatan menjadi
80%
 Meningkatkan prosentasi perumahan dan lingkungan yang memenuhi
syarat kesehatannya menjadi 77%
 Pemanfaatan jamban saniter oleh masyarakat perkotaan menjadi 85%
 Meningkatkan prosentasi tempat pengelolaan pestisida yang memenuhi syarat 100%
 Pengendalian dampak negatif sampah 100%
 Pengendalian vektor penyakit di pemukiman penduduk dan TTU
 Meningkatnya prosentasi lingkungan kerja dan kawasan industri yang sehat menjadi
80%

2. Penyediaan air bersih


 Meningkatkan cakupan prosentasi penggunaan air bersih yang memenuhi
syarat kesehatan menjadi 90%
 Meningkatnya pengawasan kualitas air dan penurunan resiko pencemaran sarana
air bersih
 Melaksanakan kegiatan klinik Sanitasi
 Meningkatkan peran serta masyarakat melalui peran aktif kader dan pengelola
sarana air bersih
 Penyuluhan bidang sarana air bersih
 Peningkatan kewaspadaan dini terhadap KLB penyakit yang ditularkan melalui air
 Melaksanakan kegiatan pekan sanitasi

Tabel 7. Program kesling yang dilaksanakan


Realisasi
No Kegiatan Pokok Target Pelaksanaan
(%)
1 Pengawasan kualitas lingkungan
a. Pengawasan TPM 35 buah 35 100
b. Pemeriksaan rumah sehat 3500 kk 2636 75
c. Pengawasan TTU 130 buah 115 88
d. Pengawasan TP2 Pestisida 2 buah 1 50
e. Pengawasan industri 9 buah 9 50
f. Pengawasan TPS dan pengukuran 4 buah 2 50
density lalat
2 Pembinaan kesehatan lingkungan
a. Penyuluhan pengelola karyawan 35 kali 20 57
TPM
b. Penyuluhan pengelola karyawan 260 kali 200 77
TTU
c. Penyuluhan kebersihan 24 kali 24 100
lingkungan
3 Pengawasan kualitas air
a. Inspeksi SAB 33 buah 30 90
b. Inspeksi jamban umum 16 buah 16 100
c. Penyuluhan air bersih 12 kali 12 100
d. Sampel air bersih 25 kali 15 60
4 Kegiatan penunjang
a. Konseling klinik sanitasi 500 org 360 72
b. Kunjungan rumah 30 kali 22 73
Permasalahan
a. Kondisi geografis
Keadaan daerah kota Banjarmasin yang pasang surut dan di kelilingi oleh
banyak
sungai merupakan kendala bagi pelaksanaan program kesehatan lingkungan
sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak dapat terlaksana, seperti pembuangan air
limbah rumah tangga dan sebagian industri.
b. Lintas sektoral
Hubungan lintas sektoral yang sampai sekarang masih belum sepenuhnya terlaksana
merupakan faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan program, karena kegiatan
kesehatan lingkungan banyak berorientasi kemasyarakatan.

Surveilans, Pemberantasan Penyakit Menular, dan


Imunisasi

Surveilans
Surveilans menurut WHO merupakan suatu proses pengumpulan, pengolahan,
analisis dan interpretasi data secara sistematik dan terus menerus serta
penyebaran
informasi pada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan,
sehingga dengan dilakukannya proses tersebut maka penyebaran penyakit dapat
diketahui lebih
dini dan terjadinya KLB dapat
ditanggulangi.
Kegiatan surveilans dibagi menjadi dua, yaitu : surveilans untuk penyakit
menular
dan surveilans penyakit tidak
menular.

Tujuan
Agar tersedianya data dan informasi epidemiologi dasar manajemen kesehatan
untuk
mengambil keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi
program kesehatan dan peningkatan kewaspadaan akan terjadi KLB.

Sasaran
Sasaran surveilans disini berdasarkan sasaran penyelenggaraan sistem surveilans
epidemiologi kesehatan meliputi masalah-masalah yang berkaitan dengan program
kesehatan yang ditetapkan berdasarkan prioritas nasional, bilateral, regional dan global,
penyakit potensial wabah, bencana dan komitmen lintas sektor serta sasaran
spesifik local atau daerah.( terlampir )

Masalah
Apabila ada kasus yang berada di luar wilayah kerja puskesmas, sehingga sering
tidak
terkontrol dan ini akan menyebar sehingga menimbulkan banyak
kasus

Pemberantasan Penyakit Menular


Tujuan
Menemukan kasus penyakit menular sedini mungkin, dan mengurangi berbagai
faktor resiko lingkungan masyarakat yang memudahkan terjadinya penyebaran penyakit

Sasaran
Ibu hamil, balita dan anak-anak sekolah untuk kegiatan imunisasi,
lingkungan pemukiman masyarakat dan kelompok tertentu masyarakat yang
berperilaku resiko tinggi

Program Kusta
Penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang menahun yang disebabkan
oleh kuman kusta yang disebut mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi, kulit
dan jaringan tubuh lainnya.
Dalam pelaksanaan program kusta ini bertujuan untuk menemukan kusta sedini
mungkin dan mencegah cacad yang ditimbulkan oleh penyakit kusta itu sendiri.
Sasaran : : Masyarakat Umum
Target : 0,3 % x Penduduk : 16 orang
Hasil yang dicapai : 2 orang ( 12,5 % )
Permasalahan : Pada penderita kusta merasa malu untuk berobat
secepatnya sehingga penyakit yang dideritanya semakin
parah

Program Diare

Suatu keadaan dimana pencernaan makanan seseorang mengalami gangguan yang


disebabkan masuknya kuman penyakit ke dalam perut, melalui makanan atau minuman
yang tercemar kuman penyakit diare, sehingga mengakibatkan orang tersebut
sering buang air besar yang berupa cairan, kadang-kadang berwarna putih seperti air
cucian beras, satu kali atau lebih, kadang-kadang diserta dengan muntah

Tujuan
1. Menekan lajunya angka kesakitan penyakit diare
2. Menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh diare
3. Agar masyarakat sadar akan bahayanya penyakit diare

Kegiatan
1. Memberikan pertolongan kepada penderita diare sesuai dengan tingkat dehidrasinya
2. Mengadakan rehidrasi center di Puskesmas besar termasuk Puskesmas Pekauman
3. Memberikan penyuluhan tentang bahayanya penyakit diare baik secara
langsung maupun tidak langsung
4. Melaksanakan pojok oralit yang menjadi sasaran penderita diare atau keluarganya

Sasaran
Terutama pada balita, anak-anak dan seluruh masyarakat umum

Program ISPA

Infeksi saluran nafas bagian atas (ISPA), penyakit yang sering menjangkiti balita
dan anak-anak dari pada orang dewasa ini, perlu diperhatikan serius. Penyakit infeksi
saluran napas bagian atas memang paling akrab dengan balita dan anak-anak. Bahkan
anak-anak sekolah yang sehat ternyata dapat juga menjadi sumber penyakit yang
disebabkan oleh bakteri ini. Penyakit ini sering diremehkan, mungkin ini
disebabkan oleh menderita balita dan anak-anak yang sering tidak diperdulikan baik
oleh orang tuanya atau anak- anak itu sendiri dan gejala penyakit ini yang tidak mudah
diidentifikasi.

Tujuan
1. Untuk mengetahui jumlah balita yang terkena ISPA di wilayah kerja
2. Untuk menambah pengetahuan ibu balita tentang ISPA
3. Untuk meningkatkan cakupan kasus pneumonia
4. Agar dapat klasifikasi pneumonia bayi / balita

Sasaran
1. Bayi dan balita
2. Ibu balita
3. Masyarakat

Tabel 8. Penemuan ISPA di puskesmas pekauman


No Nama Penyakit Jumlah
1 Non Pneumonia 8290
2 Pneumonia 348
Program TB Paru

TB Paru adalah singkatan dari Tuberkulosis Paru. Dulu dikenal sebagai Tebese atau
disingkat Tebe. Penyakit TB Paru disebabkan kuman Mikrobaterium Tuberkulosis,
yang menyerang paru. Kuman TB Paru juga menyerang otak, tulang, kelenjar, usus,
ginjal, kulit dan organ tubuh lainnya.
Penyakit TB merupakan penyakit yang banyak menyerang sebagian kelompok usia
produktif yang merupakan sumber daya manusia yang penting dalam
pembangunan bangsa. Disamping itu penderita kebanyakan dari kelompok sosial
ekonomi lemah yang perlu diperhatikan dalam rangka pengentasan kemiskinan.
Secara kasar diperkirakan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita
TB Paru BTA Positif. Oleh sebab itu maka dilakukanlah promosi penanggulangan TBC
dengan upaya promosi dalam penanggulangan TBC agar strategi DOTS dapat
dilaksanakan dengan tepat, dan masyarakat dapat memelihara, meningkatkan dan
melindungi kesehatannya dari TBC.

Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan penderita, keluarga
dan masyarakat tentang penyakit TBC dan upaya penanggulangannya
2. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku
PMO
3. Meningkatkan jumlah penderita yang berobat teratur sampai
sembuh
4. Meningkatkan pengetahuan sikap dan praktek petugas kesehatan tentang
promosi penanggulangan TBC
5. Meningkatkan peran aktif lintas sektor, LSM, kelompok potensial dalam
pelaksanaan promosi penanggulangan TB

Sasaran
Dalam Program TBC sasaran meliputi
:

- Penderita TBC dan


Sasaran Primer keluarganya
- Masyarakat umum

- Petugas kesehatan
Sasaran Sekunder - Petugas lintas sektor terkait
- Kader / PMO
- LSM
- Pengusaha/sektor swasta
- Kelompok media massa
- Kelompok profesi

- Para pimpinan / penentu kebijakan


Sasaran Tersier / pengambil keputusan pada
institusi kesehatan
- Para pimpinan/penentu kebijakan
pada lintas sektor
- Para penyandang dana baik dalam
maupun luar negeri
- Para pimpinan media massa

Hasil kegiatan : terlampir

Masalah
Kurangnya perhatian oleh PMO terhadap penderita TB, meskipun sudah
diberi pengetahuan tentang bagaimana aturan atau tata cara minum obat pada penderita
TB.
Program DBD

Penyakit Demam Berdarah (DBD) ditularkan dari orang sakit ke orang sehat pada
umumnya melalui gigitan nyamuk penular (vector), yaitu nyamuk aedes agyefti,
penyakit ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang sampai saat ini belum
ditemukan obatnya atau vaksinnya.
Pemberantasan yang paling sederhana dan dapat dilaksanakan / disosialisasikan pada
masyarakat adalah melalui pemberantasan vector, dengan pelaksanaan 3M
(menguras, menutup dan mengubur).
Batasan
Penyakit Demam Berdarah (DBD) adalah penyakit menular yang berbahaya,
dapat
menimbulkan kematian dalam waktu yang singkat dan sering menimbulkan
wabah.

Tujuan
Tujuan pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penurunan angka
kematian (case fatality rate) dan insiden demam berdarah dengue serendah mungkin,
selain itu juga membatasi penyebarluasan penyakit.

Tabel 9. Hasil kegiatan program TB


Kelurahan
No Uraian Ket
KB** PKM* KS* MN**
1 Penemuankasus( + ) 1 2 1 0
Penemuan DD 1 15 7 2
2 Penyuluhan kelompok v v v v
3 Survei jentik v v v v
4 Abatesasi v v v v
5 Fogging v v v v

Catatan : * Kelurahan Edemis


** Kelurahan Sporadis
Imunisasi

Imunisasi bertujuan memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu, seperti :


TBC, Diptheri, Partusis, Tetanus, Polio, Campak dan Hepatitis serta menurunkan angka
kesakitan dan kematian yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.

Sasaran
 Bayi umur : 0 – 11 bulan
 Ibu hamil
 WUS
 Calon penganten

Tabel 10. Hasil kegiatan imunisasi

Kegiatan Target Pencapaian %


BCG 916 1085 118
HB 0-7 Hr 916 182 92
DPT + HB Combo I 916 984 107
DPT + HB Combo 2 916
DPT + HB Combo 3 916 931 102
POLIO I 916 1038 113
POLIO II 916
POLIO III 916
POLIO IV 916 970 105
CAMPAK 916 980 107
TT Bumil 1 1008 1130 112
TT Bumil 2 1008 1079 107
TT 1 Caten 380 315 83
TT 2 Caten 380 58 15

Masalah
Adapun masalah yang dimiliki pada kegiatan program imunisasi adalah :
- Adanya daerah sulit dijangkau
- Kesadaran masyarakat kurang tentang imunisasi
- Kurang kerjasama lintas sektor dengan KUA Kecamatan khususnya pada
imunisasi calon penganten

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM) dan Peran Serta Masyarakat

(PSM) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

Tujuan
Meningkatkan kesadaran penduduk akan nilai kesehatan, melalui upaya promosi
kesehatan sehingga masyarakat dengan sadar mau Mengubah perilaku-nya
menjadi perilaku sehat
Sasaran
Adalah kelompok masyarakat yang berisiko tertular penyakit maupun masyarakat umum

Tabel 11. Pencapaian kegiatan PKM


Pencapaian
Kegiatan Target %
(X)
a. Penyuluhan kelompok N/T 88 -
b. Penyuluhan keliling 12 16 100,9
Peran Serta Masyarakat

Tujuan
Meningkatkan kemampuan dari tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat
dalam menggali, Menghimpun, mengelola dana/sarana untuk penyelenggaraan upaya
kesehatan

Sasaran
Individu, keluarga, organisasi masyarakat dan masyarakat umum di wilayah kerja
Puskesmas Pekauman.
a. Jumlah Posyandu : 27 buah
b. Jumlah Posyandu 5 Program : 27
buah
c. Kunjungan ke Posyandu : 27 buah / bulan 324 x/
tahun d. Jumlah batra yang dibina : 90 orang
e. Jumlah toga :

Pengobatan dan Gawat Darurat

Tujuan
Memberi pengobatan dan perawatan di Puskesmas

Sasaran
Masyarakat yang mengunjungi Puskesmas yang mencari pengobatan

Kegiatan
1. Menegakkan diagnosa, memberistrakan pengobatan pada penderita
2. Merujuk penderita sesuai dengan jenis pelayanan yang diperlukan
3. Menyelenggarakan Puskesmas Keliling dengan perbandingan kegiatan 10 kali/bulan

Tabel 12. Jumlah kunjungan Penyakit di puskesmas Pekauman


No Bulan Jumlah kunjungan Total
Baru Lama
1 Januari 1757 291 2048
2 Pebruari 1649 413 2064
3 Maret 1517 370 1887
4 April 1504 340 1844
5 Mei 1743 397 2140
6 Juni 1189 383 1572
7 Juli 1752 395 2147
8 Agustus 2550 563 3113
9 September 2127 481 2608
10 Oktober 1505 723 2228
11 Nopember 2389 800 3189
12 Desember 2539 489 3028

Total 22221 5645 27866


Usaha Kesehatan Sekolah

Tujuan
Meningkatkan derajat kesehatan anak dan lingkungan sekolah

Sasaran
Murid sekolah SD, SLTP, SLTA dan lingkungan sekolah di wilayah kerja Puskesmas
Pekauman

Tabel 13. Hasil kegiatan UKS

Kegiatan Target Pencapaian %


1. Kunjungan sekolah 2 kl/ sekolah 967 86
2. Penjaringan 32 kl/thn 17
3. Pelatihan dokter kecil 2 sekolah 2sekolah 100
4. Pelatihan dokter remaja 2 sekolah 2 sekolah 100

Program Kesehatan Peduli Remaja ( PKPR )

PKPR adalah Pelayanan kesehatan kepada remaja yang mengakses semua


golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien.

Tujuan Umum :
Optimalisasi pelayanan kesehatan remaja di puskesmas.

Tujuan Khusus:

1. Meningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas


2. Meningkatkan pemanfaatan puskesmas oleh remaja untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan
3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pencegahan
masalah kesehatan khusus pada remaja
4. Meningkatkan keterlibatan remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi pelayanan kesehatan remaja

Jenis kegiatan dalam PKPR:

1. Pemberian informasi dan edukasi


2. Pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dn rujukannya
3. Konseling
4. Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat ( PKHS )
5. Pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya
6. Pelayanan rujukan

Hasil yang dicapai : terlampir.

Perawatan Kesehatan Masyarakat/Public Health Nursing ( PHN )

Tujuan
1. Memberikan pelayanan perawatan secara menyeluruh kepada pasien atau
keluarganya di rumah pasien
2. Membantu keluarga dan masyarakat mengenal kesehatannya sendiri dan cara-cara
penanggulangannya
3. Menunjang program kesehatan lainnya
Sasaran : Kelompok masyarakat dengan risiko tinggi.

Tabel 14. Pencapaian target PHN


Kegiatan Target Pencapaian (%)
Keluarga Rawan yang di bina 745 384

Ibu maternal resti 12

Bayi resti 2

Balita resti 27

Usia lanjut resti 109

Penyakit kronis 166

Tindak lanjut penderita 0

Jumlah 700 93,3

Kesehatan Gigi dan Mulut (UKG)

Diantara penyakit gigi dan mulut berupa “oral Manifestasi” dari berbagai penyakit
rongga mulut. Penyakit yang dijumpai di klilik gigi Puskesmas Pekauman adalah :
1. Penyakit karies gigi dan kelanjutannya
2. Penyakit pulpa dan jaringan periodontal dan kelanjutannya
Penyakit tersebut pada umumnya bersifat “tak dapat sembuh kembali seperti semula”
sehingga diperlukan perawatan yang berulang kali ke puskesmas.
Kesakitan atau kehilangan gigi akan membawa akibat terganggunya fungsi tubuh, juga
dapat berpengaruh terhadap kejiwaan pasien, yaitu akan timbul rasa minder
dan sebagainya.

Tujuan
Untuk mencapai kesehatan gigi masyarakat yang setinggi-tingginya dengan :
1. Menambah kesadaran dan pengertian masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi
2. Menghilangkan atau mengurangi segala sesuatu yang dapat merugikan kesehatan
gigi, memberikan perlindungan khusus untuk memperkuat gigi dan
jaringan penyangganya kemungkinan yang dapat merugikan gigi
3. Mengurangi akibat-akibat yang ditimbulkan oleh hal-hal yang merugikan
kesehatan gigi

Kegiatan yang dilaksanakan


1. Kegiatan pelayanan kesehatan gigi di tengah masyarakat dan keluarga
2. Kegiatan pelayanan kesehatan gigi pada anak sekolah
3. Kegiatan pelayanan kesehatan gigi di klinik Puskesmas Pekauman

Pokok kegiatan UKGS


Kegiatan preventif, promotif meliputi :
- Penyuluhan kesehatan gigi
- Pembersihan karang gigi dan lain usaha untuk meningkatkan taraf kebersihan mulut,
gosok gigi bersama dan pembersihan
- Tindakan pencegahan primer di bidang ortodontik
Kegiatan pengobatan yang selektif yaitu :
- Pengobatan menyeluruh untuk anak sekolah
Hasil yang dicapai : terlampir
Kesehatan Jiwa

Tujuan
Untuk mencapai kesehatan jiwa masyarakat secara optimal

Sasaran
Penderita gangguan jiwa dan keluarganya yang datang ke Puskesmas termasuk pasien
yang dirujuk oleh RS Jiwa untuk rehabilitasi sosial.

Tabel 15. Hasil kegiatan usaha kesehatan jiwa


Kegiatan Target Pencapaian
Pemeriksaan kesehatan jiwa N/T 80
Pengobatan N/T 80
Rujukan N/T 40
Penyuluhan N/T 120

Kesehatan Mata

Kesehatan mata merupakan program bagian dari pelayanan kesehatan, untuk


melihat keadaan masyarakat khususnya penyakit mata yang ada diwilayah kerja
puskesmas pekauman

Tabel 16. Kegiatan Kesehatan Mata


NO KODE JENIS PENYAKIT LAKI-LAKI PEREMPUAN
H 10 Konjungtivitis 121 135
H16 Keratitis 1 0
H 25 Katarak Senilis 2 4
H 26 Katarak Lainnya 6 14
H 40 Glukoma 0 0
H 52 Gangguan Refraksi 0 0
H 59 Penyakit Mata Lain 31 36

jumlah 161 189

Kesehatan Lanjut Usia

Kesehatan Lanjut Usia merupakan program dari kesehatan keluarga,


dalam pelaksanaan pelayanan dilakukan di pos- pos yang telah di tentukan,
guna untuk mengetahui tren penyakit bagi pasien yang lanjut usia yang jauh
pelayanan kesehatan.

Tabel 17. Hasil kegiatan Posyandu Lansia.


No Nama Posyandu Jumlah Kasus
1. Posyandu Lestari 248 Orang

2. Posyandu Seiring 540 Orang

3. Posyandu Inayah 336 Orang

4. Posyandu Sehat Sejahtera 120 Orang

5. Posyandu Mantuil Sejahtera 128 Orang


UKBM ( Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
)
Merupakan kegiatan wadah peran serta masyarakat dalam pembangunan
kesehatan. Kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat, meliputi :
1. Posyandu
2. Dana Sehat
3. Tanaman Obat Keluarga
4. Pos Upaya Kesehatan Kerja ( Pos UKK )
5. Pengobatan Tradisional ( Battra )

Laboratorium Sederhana

Pelayanan laboratorium adalah pelayanan dasar yang diperlukan ditingkat


puskesmas, pelayanan tersebut diselenggarakan secara khusus ataupun terpadu dengan
kegiatan pokok puskesmas seperti program Pengobatan, KIA, KB, dan P2KL.

Tujuan
Diselenggarakan pelayanan di bidang laboratorium kesehatan secara efisiensi untuk
mendukung secara efisiensi dan efektif untuk mendukung keperluan peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit, diagnosa dini maupun monitoring terapi dalam rangka
upaya penyembuhan.

Fungsi
a. Melaksanakan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan standar kemampuan
yang
ada di puskesmas, jika diperlukan pemeriksaan yang lain untuk mengetahui
diagnosa penyakit.
b. Memberikan pelayanan sendini mungkin sehubungan dengan adanya
penemuan laboratorium yang menyangkut kepentingan kesehatan
masyarakat dan
Mengupayakan pemeriksaan cross check ke laboratorium yang mampu
untuk keperluan konfirmasi.
c. Melaksanakan pemeriksaan laboratorium (dilakukan sendiri atau dirujuk)
untuk mendukung program lainnya.

Kegiatan
1. Pemeriksaan sampel
darah
Hitung eritrosit, hitung leucosit, trombosit, pemeriksaan urine, hitung jenis leucosit.
2. Pemeriksaan sampel
urine
Volume, warna, kejernihan, berat jenis dan pH, sediment, protein, billirubin/urobilin,
glukosa, test kehamilan / PPT.

3. Pemeriksaan sampel
faeces
a. Volume, warna, Konsistensi, lendir, darah
b. Eritrosit, leucosit, sel efitel, lemak, cacing, telur cacing, sisa
makana c. Amoeba
4. Pemeriksaan spesiment
lain a. M. Tuberculosa
(BTA)
b. Gonorrhoe
c. Kusta
d. Jamur (vagina, permukaan)

Hasil yang dicapai :


terlampir