Anda di halaman 1dari 2

UNISYA IZHARI RINSTA SAVIRA

1706027332
FILHUM A Paralel

The Role of Nusantara (then Indonesia)’s Legal Thought in Globalization of Law


Dalam evolusi gagasan dan praktik perdagangan bebas sebagian besar orang Indonesia
telah melanggar terhadap aturan WTO yang dimana dianggap telah dicemari oleh nilai-nilai
ideologis yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Dengan adanya doktrin mare
liberum yang memimpin jalan ke pembentukan kebebasan navogasi dan perdagangan, dan
kemajuna praktik perdagangan bebas ke dalah hukum hal ini menerangkan bahwa rezim
perdagangan bebas bukanlah penemuan hukum Grotius, tetapi adalah deklrasi tentang keadaan
budaya nyata pada saat di Hindia Timur, terutama praktik tersebut ada di antara pulau-pulau
Indonesia dengan daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam tetapi juga pasar ekspor
yang luas yang telah berkontribusi pada pembentukan Grotius sebagai bapak internasional
hukum.

Walaupun tidak ada orang Indonesia yang berani menyatakan bahwa ia tidak akan
melanggar aturan WYO itu bukanlah kesalahan mereka sepenuhnya. Warisan budaya Indonesia
terdiri dari sistem nilai yang lebih menghargai nilai-nilai komunalisme, romantisme, dan
spiritualisme. Sebaliknya aturan WTO jauh lebih didominasi oleh nilai individualism,
rasionalisme, dan materialism.

Maka dari itu budaya di Indoensia telah disosialisasikan bahkan dilembagakan secara
turun menurun. Sebaliknya, sistem hukum yang ditransplansikan dan dimanifestaikan dalam
hukum liberal barang sangat mempengaruhi hukum internasional dikarenakan individualism
lebih dihormati daripada komunalisme, rasionalisme yang lebih dipuji daripada romantisme,
materialism yang lebih dihargai daripada nilai spiritualisme. Perjuangan antara nilai-nilai
Pancasila dan hukum liberal barat yang dicangkokkan tercermin dalam amandemen ke-4 UUD
1945 adapun dapat disirat dengan ideologi liberal telah menyusup ke dalam konstitusi Indonesia.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kepentinfan asing memainkan peran penting dalam
pembentukan hukum Indonesua dan proses amandemen UUD 1945. Sayangnya, kebijakan
perdagangan sampai saat ini Indoensia tidak memiliki undang-undang perdagnagn yang integral
dan komprehensif.

Anda mungkin juga menyukai