Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

GAYA DAN DAYA

Oleh :

KELOMPOK 23

SONIA ALFIONIKA MEGA PRATAMA

(H3113088)

PROGRAM DIII TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
ACARA V
GAYA DAN DAYA

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Gaya adalah suatu usaha yang dilakukan suatu benda untuk
bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Suatu benda dikatakan memiliki
gaya jika benda tersebut mempunyai massa dan percepatan. Semua benda
yang bergerak pasti memperoleh hambatan. Hambatan itu bisa berupa
udara yang mengelilingi ataupun dari roda yang mendapatkan gaya gesek
dari bidang landasnya. Gaya gesek adalah gaya yang arahnya berlawanan
dengan gaya gerak. Besarnya gaya gesek dipengaruhi oleh jenis landasan
(kasar atau licin), massa kendaraan, dan massa beban yang digunakan.
Daya adalah kerja yang dilakukan sumber daya ketika dihasilkan
perpindahan dalam suatu unit waktu. Dengan kata lain, jika kita
mengangkat beban dan memindahkannya beberapa meter, kita telah
melakukan kerja, yang diukur sebagai daya. Benda bergerak selain
mempunyai gaya juga memilki daya. Satuan daya adalah Joule/dt atau
Watt. Hukum Newton III menyatakan bahwa suatu benda akan
menyebabkan terjadinya gaya pada benda lain, maka benda yang kedua ini
akan menyebabkan gaya pada benda pertama tetapi dengan arah yang
berlawanan (bila ada reaksi maka akan ada reaksi).
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari kegiatan
yang berhubungan dengan gaya dan daya. Kita merasakann gaya
(sebenarnya interaksi) ketika memukul bola, palu menghantam paku, atau
menarik beban dengan tali. Pada dasarnya gaya adalah suatu alat (teknik)
yang menghubungkan lingkungan dengan gerak partikel. Suatu benda
dipercepat apabila dikenai gaya, sifat ini sering disebut dengan inersia
(kelembaban). Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Hukum Newton I, II,
III.
Dalam praktikum kali ini kita akan mempelajari gaya gesek dan
koefisiennya (μ) pada roda kendaraan yang menggelinding pada
permukaan horizontal baik kasar maupun licin dan juga mempelajari daya
yang dibutuhkan untuk menggerakkan sebuah kendaraan. Keterkaitan
konsep gaya dan daya pada dalam industri pangan atau pertanian yaitu bisa
diterapkan dalam mesin-mesin pengolahan pangan. Untuk menghitung
daya suatu mesin pengolahan pangan dapat dihitung dari besarnya energi
(gaya) dibagi dengan satuan waktu.
2. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum acara V “Gaya dan Daya” ini adalah :
a. Mempelajari gaya gesek (hambatan gelinding) dan koefisienya yang
timbul pada roda kendaraan yang menggelinding pada permukaan
horizontal.
b. Mempelajari daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan sebuah
kendaraan.
3. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum acara V Gaya dan Daya dilaksanakan pada hari Senin, 9
September 2013 pada pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di Laboratorium
Rekayasa Proses Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas
Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

B. Tinjauan Pustaka
Gagasan naluriah itu mengesankan bahwa gaya adalah sebuah besaran
vektor yang memiliki besar (atau intensitas) dan arah. Sebagai contoh, bila
kita membuka pintu, kita selalu mendorong atau menariknya sejauh mungkin
dari engsel dan berusaha agar arah dorongan atau tarikan kita tetap tegak
lurus pada pintu. Jadi semua gaya di alam bisa disamakan dengan interaksi
antara benda-benda yang terpisah pada suatu jarak tertentu. Gaya gesek
luncur selalu melawan gerakan benda dan karena itu, arahnya berlawanan
dengan kecepatan (Alonso, 1994).
“Hukum Pertama Newton” adalah satu akibat dari bekerjanya suatu
gaya ialah berubahnya dimensi atau bentuk benda terhadap mana gaya itu
bekerja. “Hukum Ketiga Newton” tentang gerak. Sesuatu gaya lain adalah
salah satu segi dari kerja timbal balik antara dua benda. Dua gaya yang
terdapat pada setiap interaksi timbal balik antara benda itu disebut aksi dan
reaksi. Akan tetapi ini tidak berarti ada perbedaan dalam sifat hakikinya atau
bahwa gaya yang satu ialah babnya. Gaya dari kedua tadi dapat dipandang
sebagai aksi dan yang satu lagi dipandang reaksi (Sears, 1973).
Telah diketahui bahwa penyebab gerak benda ialah gaya. Bentuk gaya
dan banyaknya gaya yang bekerja dalam benda menyebabkan beberapa
kemungkinan gerakan benda. Kemungkinan diam atau bergerak lurus
beraturan, jika gaya yang bekerja pada benda nol atau resultan gaya nol.
Kemungkinan lain lagi, benda berputar jika pada benda bekerja lebih dari satu
gaya (tidak satu titik tangkap, gaya tersebut bukan gaya tunggal)
(Raharjo, 2008).
Jika kita mendorong atau menarik suatu benda, maka kita mengerjakan
suatu gaya padanya. Gesekan adalah suatu gaya yang selalu beraksi
menentang gerak dari suatu benda yang meluncur pada yang lain. Koefisien
gesek bergantung pada keadaan dua permukaan yang bersangkutan, dan pada
kebersihan serta kelicinan, jumlah kelembaban yang ada dan seterusnya.
Gaya yang diperlukan untuk membuatnya mulai bergerak (Kane, 1991).
Setiap benda akan tetap berada pada keadaan diam atau gerak lurius
beraturan, kecuali jika benda itu dipakai untuk mengubah keadaan tersebut
oleh gaya-gaya yang dikerjakan padanya. Koefisien gesekan antara dua
permukaan bergantung pada bermacam-macam variabel, seperti bahan yang
dipergunakan, halus atau kasar permukaan, kelembaban, selaput permukaan,
temperatur dan kebersihan permukaan. Daya rata-rata yang diberikan pada
suatu benda adalah kerja total yang dilakukan pada benda tersebut dibagi
dengan waktu total yang dipergunakan untuk melakukan kerja tadi
(Sutrisno, 1982).
Jika gaya total yang bekerja paad benda atau partikel itu nol, maka
percepatan juga akan nol. Itu berarti benda atau partikel berada daalm
keadaan diam atau bergerak lurus beraturan (dengan kecepatan konstan).
Sebuah benda dikatakan diam jika benda itu berada dalam kerangka acuan
absolut dan sebuah benda dikatakan bergerak jika benda itu bergerak di dalam
kerangka acuan absolut (Hermanto, 2003).
Pada bidang miring didapatkan nilai gaya gesek yang bernilai positif
yang berarti gaya gesek searah dengan gaya dorongnya, hal ini tidak
bersesuai dengan teori yang ada. Perihal di atas terjadi dikarenakan massa
beban terlampau kecil untuk menahan massa fan chart yang cukup besar,
sehingga gaya gesek yang ada terlalu kecil yang tak bisa terdeteksi, fan chart
langsung meluncur ke bawah. Melalui analisa grafik hubungan jarak dengan
waktu antara bidang datar dan bidang miring terlihat bahwa nilai percepatan
lebih besar pada bidang miring, hal ini berarti fan chart meluncur lebih cepat
pada bidang miring (Muharyadi, 2006).
Besar dan arah gaya inersia (ma) yang terjadi sama dengan arah
resultan gaya dan bekerja melalui pusat gravitasinya. Sedang besar dan arah
momen inersia centroidal yang terjadi sama dengan resultan momen yang
bekerja. Untuk mengatur besarnya gaya tekan roda terhadap jalan, poros roda
dihubungkan dengan tali penarik yang dilengkapi dengan neraca gaya yang
dapat mengukur besarnya tarikan tersebut (Dewanto, 2003).
Gesekan adalah kekuatan resistif bekerja antara badan-badan yang
cenderung menentang dan meredam gerak. Gesekan biasanya dibedakan
sebagai baik gesekan statis (yang frinctional) gaya yang berlawanan
menempatkan tubuh saat istirahat menjadi gerak) dan gesekan kinetik
(kekuatan frinctional cenderung untuk memperlambat tubuh dalam gerak).
Secara umum, gesekan statis lebih besar dari gesekan kinetik.
(Timothy, 1998).
Koefisien gesekan tertinggi pada awal pengereman dan perlahan-lahan
berkurang dengan waktu. Penurunan koefisien gesek mungkin karena
penguraian senyawa organik dalam bahan pengereman. Namun, koefisien
gesekan dapat meningkatkan kemudian karena pembentukan karbonisasi
lokal pada permukaan. Koefisien gesekan dan menjadi stabil ketika film
pemindahan stabil terbentuk pada komposi. Penelitian sebelumnya
menyimpulkan bahwa mekanisme keausan yang dialami oleh bahan kampas
rem adalah jenis adhesi, abrasi, kelelahan, delaminasi dan suhu (Talib, 2007).

C. Alat, Bahan, dan Cara Kerja


1. Alat
a. Sebuah unit kendaraan
b. Landasan kasar dan landasan licin
c. Tali ringan (benang)
d. Alat-alat ukur (stopwatch, timbangan, dan meteran)
e. Katrol
f. Pemberat
2. Bahan
a. Beban tambahan (0,15 kg; 0,175 kg; 0,2 kg)
b. Beban kendaraan (1,5 kg dan 2 kg)
3. Cara Kerja
a. Menyiapkan rangkaian rangkaian percobaan seperti pada gambar.

K1
beban

T Y
Y
K2
T B
Ft
a?

fb Wk fd

Gambar 5.1 Rangkaian Percobaan Gaya dan Daya


Keterangan :
fb = gaya gesekan (hambatan) belakang
fd = gaya gesekan (hambatan) depan
Wk = gaya normal (kendaraan + beban)
Y = jarak lintasan
K1= Katrol 1
K2 = Katrol 2
B = Pemberat
Ft = gaya tarik
T = Tegangan tali
b. Menentukan landasan yang telah ditentukan untuk meluncur.
c. Menyiapkan alat ukur seperti stopwatch, timbangan, meteran, tali
ringan, dan pemberat.
d. Melakukan percobaan dengan memberikan beban/ pemberat pada
katrol berturut-turut (mb) = 0,150 kg; 0,175 kg; dan 0,200 kg
sedangkan massa kendaraan (mk) = 1,5 kg dan 2,0 kg.
e. Mengulang percobaan masing-masing sebanyak tiga kali.
f. Mencatat dan menganalisis hasil percobaan.
g. Membuat grafik.
DAFTAR PUSTAKA

Alonso, Marcelo. 1994. Dasar-Dasar Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta.


Dewanto, Joni. 2003. Pemodelan Sistem Gaya dan Traksi Roda. Jurnal Teknik
Mesin Vol. 5, No. 2, Oktober 2003: 54-59.
Hermanto, Arief. 2003. Jurnal Fisika Indonesia. UGM. Yogyakarta.
Kane. 1991. Fisika Edisi ketiga. Bandung. ITB.
Muharyadi, Afiq. 2006. Gaya Dorong dan Gaya Gesek Fan Chart pada
Dynamics Cart Track. Jurnal Eksperimen II, Dorong dan Gaya Gesek Fan
Chart pada Dynamics Cart Track (Mk-4).
Raharjo, Trustho. 2008. Fisika Mekanika. Surakarta. UNS Press.
Sears, Francis W. 1973. Fisika untuk Universitas I. Tangerang. Binatjipta.
Sutrisno. 1982. Fisika Dasar. Bandung. ITB.
Talib, Ria Jaafar. 2007. The Performance of Semi-Metalic Friction Materials for
Passenger Cars. Jurnal Teknologi, 46(A) Jun 2007: 53–72 © Universitas
Teknologi Malaysia.
Timothy, Nathaniel. 1998. College of Rehabilitation Sciences, University of Santo
Tomas. European Journal of Orthodontics 20 (1998) 283-291.