Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TUTORIAL I

Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK 4201/Pembelajaran PKn di SD

Pokok Bahasan : 1. Hakikat, Fungsi dan Tujuan PKN di SD


2. Karakteristik PKn sebagai pendidikan nilai dan moral
3. Keterkaitan PKn dengan IPS dan mapel lain
Masa Tutorial : 2021.1
Jumlah Soal : 5 (Lima)
Skor Maksimal/Nilai : 32/100
Jenis Tugas : Penguasaan Konsep

Kompetensi Khusus :

Menjelaskan hakikat pendidikan kewarganegaraan di Sekolah Dasar sebagai pendidikan nilai dan moral
serta kaitannya dengan matapelajaran IPS

Tugas

1. Jelaskan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar sebagai pendidikan nilai dan
moral ! (Skor Maksimal 6)
2. Jelaskan fungsi Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar sebagai pendidikan nilai dan
moral ! (Skor Maksimal 4)
3. Jelaskan ruang lingkup Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar sebagai pendidikan nilai
dan moral ! (Skor Maksimal 10)
4. Jelaskan karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar sebagai pendidikan nilai
dan moral ! (Skor Maksimal 6)
5. Jelaskan keterkaitan antara Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar sebagai
pendidikan nilai dan moral dengan matapelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) dalam hal
mewujudkan warganegara yang kompeten ! (Skor Maksimal 6)

Tutor,

Susi Anggoro Kasih,S.Si,M.Pd.


TUGAS TUTORIAL 1

Nama : Daniel Danu Pratama


NIM : 856960558
Tutor : Ibu Susi Anggoro Kasih,S.Si,M.Pd.
Mata kuliah : Pembelajaran PKn di SD (PDGK4201)
Semester : 4 (Empat) / UPBJJ-UT Bandar Lampung, Pokjar Menggala

Jawaban :

1. Bila dikaji secara cermat dan mendasar PKn di SD bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan berpikir kritis, berpikir rasional, berpikir kreatif, partisipasi aktif dan
bertanggung jawab, bertindak cerdas, hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain, dan
menggunakan ICT untuk berinteraksi.
Berpikir kritis adalah proses untuk memberikan penilaian terhadap suatu objek atau
fenomena dengan informasi yang akurat dan otentik. Berpikir rasional adalah proses
psikologis untuk memahami sesuatuobjek dengan logika. Berpikir kreatif adalah
proses psikologis untuk menghasilkan suatu cara atau proses baru yang lebih
berkualitas atas dasar pemikiran terbaik. Partisipasi aktif dan bertanggung jawab
proses perlibatan sosial kultural seseorang atas dasar inisiatif sendiri dengan penuh
perhatian dan kesediaan memikul risiko. Bertindak cerdas adalah aktifitas nyata untuk
melakukan sesuatu dengan pertimbangan yang matang dan utuh. Hidup bersama
dengan bangsa-bangsa lain adalah sikap dan cara hidup dengan individu dari
masyarakat bangsa lain dengan prinsip saling menghormati dan hidup berdampingan
secara damai dengan menggunakan ICT untuk berinteraksi.

2. Fungsi mata pelajaran PKn di SD adalah sebagai wahana kurikuler pengembangan


karakter warga negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. Serta
adapun fungsi lainnya yakni :
a. Membantu generasi muda memperoleh pemahaman cita-cita nasional/ tujuan
negara.
b. Dapat mengambil keputusan-keputusan yang bertanggung jawab dalam
menyelesaikan masalah pribadi. Masyarakat dan negara.
c. Dapat mengapresiasikan cita-cita nasional dan dapat membuat keputusan-
keputusan yang cerdas.
d. Wahana untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter
yang setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya
dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD
NKRI 1945.

3. Menurut permendiknas No 22 Tahun 2006 ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan


Kewarganegaraan untuk pendidikan dasar dan menengah meliputi substansi kurikuler
yang didalamnya mengandung nilai dan moral sebagai berikut :
 Persatuan dan kesatuan bangsa meliputi Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta
lingkungan, Kebanggan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara,
Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan
jaminan keadilan.
 Norma, hukum, dan peraturan meliputi Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata
tertib di sekolah, Norma yang berlaku dimasyarakat, Peraturan-peraturan
daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistem
hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional.
 Hak asasi manusia meliputi Hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban
anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasionalHAM, Pemajuan,
Penghormatandan perlindungan HAM.
 Kebutuhan warga negara meliputi Hidup gotong royong, harga diri sebagai
warga masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan
pendapat, menghargai keputusan bersama, Prestasi diri, Persamaan
kedudukan warga negara.
 Konstitusi negara meliputi Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang
pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan
dasar negara dengan konstitusi.
 Kekuasaan dan Politik meliputi Pemerintah desa dan kecamatan, Pemerintah
daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi sistem politik, Budaya
politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan,
Pers dalam masyarakat, demokrasi.
 Pancasila meliputi Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi
negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengalaman nilai-
nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi
terbuka.
 Globalisasi meliputi Globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri
Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan
organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.

4. Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan dengan paradidma baru, yaitu bahwa


Pendidikan Kewarganegaraanmerupakan suatu bidang kajian ilmiah dan pendidikan
disekolah dan diterima sebagai wahana utama serta esensi pendidikan demokrasi di
Indonesia yang dilaksanakan melalui berikut ini ;
a. Civic Intelligence, yaitu kecerdasan dan daya nalar warga negara baik dalam
dimensi spiriual, rasional, emosional, maupun sosial.
b. Civic Responsibility, yaitu kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga
negara yang bertanggung jawab.
c. Civic Participation, yaitu kemampuan berpartisipasi warga negara atau dasar
tanggung jawabnya, baik secara individual, sosial, maupun sebagai pemimpin hari
depan.
5. Keterkaitan antara Pendidikan Kewarganegaraandi SD sebagai pendidikan nilai dan
moral dengan mata pelajaran IPS dalam mewujudkan warganegara yang kompeten
ialah bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sesuai dengan hakikat dan
karakteristiknya memiliki keterkaitan dengan bidang studi lainnya, khususnya dengan
IPS. Pendidikan Kewarganegaraan menurut sejarah perkembangannya sampai dalam
bentuk sekarang ini secara historis memiliki keterkaitan yang kuat dengan IPS sebab
sebelum menjadi bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan pada mulanya bidang
studi ini merupakan bagian dari IPS dimana semua mata pelajaran IPS yang erat
kaitannya dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan hal-hal yang
menyangkut warga negara serta Pemerintah menurut versi kurikulum Tahun 1975 dan
kurikulum Tahun 1989. Keduanya pada dasarnya bersumber dari mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang terdiri atas Geografi, Sejarah, dan Ekonomi serta
Civics, dimana setelah pemisahan itu, mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila
terdapat lagi dalam kurikulum tahun 1975 dan tahun 1984.