Anda di halaman 1dari 6

MANEJEMEN

A. PENGERTIAN MANEJEMEN
Manejemen merupakan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat interdisipliner
yang dalam hal ini menggunakan bantuan-bantuan dalam ilmu sosial, filsafah dan
matematika.

B. PENGERTIAN KONSTRUKSI
Manejemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan meperhatikan
aspek-aspek manefesial dan teknologi industry konstruksi. Manejemen konstruksi
juga dapat diartikan sebagai sebuah ilmu disiplin dalam hal perencanaan, pengolahan
dan perorganisasian untuk mencapai tujuan-tujuan proyek.

a) Tahapan Manejemen Konstruksi


Tahapan-tahapan dlam manejemen konstruksi ada 4 (empat), yaitu :
1. Tahapan perencanaan
2. Tahapan pra konstruksi
3. Tahapan konstruksi
4. Tahapan pemeliharaan

b) Tahapan Manejemen Proyek


Tahapan-tahapan dalam manejemen proyek ada 7 (tujuh), yaitu :
1. Tahapan gagasan proyek
2. Tahapan studi kelayakan
3. Tahapan pra perencanaan
4. Tahapan perencanaan
5. Tahapan pra konstruksi
6. Tahapan konstruksi
7. Tahapan pemeliharaan

1
C. PELAKSANAAN MANEJEMEN PROYEK

1. Planning / Perencanaan

Planning yaitu suatu tindakan pengambilan keputusan data informasi, asumsi


atau fakta kegiatan yang dipilih dan dilakukan pada masa mendatang.
Bentuk tindakan tersebut antara lain :
a) Menetapkan tujuan dan sasaran usaha
b) Menyusun rencana induk jangka panjang dan pendek
c) Menyambung strategi dan prosedur operasi
d) Menyiapkan pendataan serta standar kualitas yang direncanakan.

2. D – do
Mengacu pada rencana pelaksanaan dan keadaan lapangan, metode dan
jadwal bila perlu disesuaikan.

3. C – check
Pengendalian proyek merupakan usaha sistematis perusahaan untuk
mencapai tujuan dengan cara membandingkan prestasi kerja dengan rencana dan
membuat tindakan yang tepat untuk mengoreksi perbedaan. Pengendalian
lainnya meliputi :
 Pengendalian yang menyatu dengan kegiatan pelaksanaan
 Pengendalian berdasarkan hasil pelaksanaan
 Pengendalian pada bidang pekerjaan, kontrak dan likudiritas.

4. A – action / Pelaksanaan
Fungsi dari pelaksanaan pekerjaan adalah terciptanya keseimbangan tugas,
hak dan kewajiban masing-masing bagian dalam organisasi, dan mencapai efisiensi
serta kebersamaan dalam bekerja sama untuk tujuan bersama.

2
D. HUBUNGAN KERJA DALAM PROYEK KONSTRUKSI
Hubungan kerja dalam proyek konstruksi merupakan pengaitan antara siklus
atau tahapan proyek dengan orang-orang atau instansi yang terlibat dalam proyek
konstruksi :

Persiapan pelaksanaan proyek ada 2 yaitu :

1. Persiapan administratif.
2. Persiapan secara fisik di lapangan.

E. TIME SCHEDULE
Merupakan cara grafis untuk menggambarkan kegiatan dan kejadian yang
diperlukan untuk mencapai tujuan proyek. Jaringan menunjukkan susunan logis antar
kegiatan, hubungan timbale balik antara pembiayaan dan waktu penyelesaian proyek,
dan berguna dalam merencanakan urutan suatu pekerjaan.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu dalam membuat
metode jaringan kerja (Callahau 1992), yaitu :
1. Menetapkan aktifitas / kegiatan
2. Menentukan durasi aktifitas / kegiatan
3. Mendeskripsikan aktifitas / kegiatan
4. Menentukan hubungan yang logis.

F. NETWORK PLANNING
1. Pengertian Network Planning
Network planning adalah hubungan ketergantungan antara bagian-bagian
pekerjaan (variabel) yang digambarkan dalam bentuk diagram, sehingga diketahui
pekerjaan yang harus didahulukan.

Analisa-analisa network planning akan membantu :


a. Time scedulling urutan pekerjaan
b. Pembagian merata waktu, tenaga dan biaya
c. Rescedulling jika ada keterlambatan pekerjaan.

3
d. Menentukan Triade-off / pertukaran waktu dengan biaya yang efisien
e. Membuka Probilitas
f. Merencanakan Proyek yang Kompleks

2. Contoh Diagram Network Planning

A B C
1 2 3 4

Gambar : 1

Aktifitas C baru dapat diselesaikan bila sudah dimulai aktifitas B. dan aktifitas B
baru dapat dimulai setelah aktifitas A diselesaikan (hubungan seri).

3
B

A
1 2

Gambar : 2

Aktifitas A dan C baru dapat diselesaikan bila sudah dimulai aktifitas A telah
dilakukan. Namun tidak berarti aktifitas B dan C harus dimulai bersama.

4
Penggunaan network planning dan menentukan lintasan kritis.

Kode Waktu Kegiatan yang


Penjelasan Aktifitas
Aktifitas Pelaksanaan Harus Mendahului

A Memesan bagian untuk sub. 1 5 Tidak ada


B Memesan bagian untuk sub. 2 3 Tidak ada
C Memesan bagian untuk sub. 3 10 Tidak ada
D Membuat/mengasembling sub. 1 7 A
E Membuat/mengasembling untuk sub.2 10 B
F Mengasembling untuk sub.4 5 D dan E
G Mengasembling terakhir 9 B dan C
H Pemeriksaan dan pengujian 4 F dan G

2
D(7)
A(6)

1 B(3) 3 E(10) 5 F(5) 6 H(4) 7 I(2) 8

C(10) X(10)
G(9)
4

Berapa lama proyek dapat diselesaikan :


1. A-D-F-H-I yang merupakan waktu 5+7+5+4+2 = 23 hari
2. B-E-F-H-I yang merupakan waktu 3+10+5+4+2 = 24 hari
3. C+G+H-I yang merupakan waktu 10+9+4+2 = 25 hari
4. B+x+G+H+I yang merupakan waktu 3+0+9+4+2 = 18 hari

5
G. PENGERTIAN BOBOT
Persentasi bobot adalah besarnya perentasi pekerjaan selesai per hari
disbanding pekerjaan yang selesai seluruhnya. Keuntungan dibuatnya persentase
pekerjaan yaitu untuk memudahkan control terhadap pekerjaan yang telah
dikerjakan.
Rumus yang digunakan unutk mencari bobot :

Harga Pekerjaan
x 100 %
Hargatotal proyek

H. DURASI
Durasi adalah rentang waktu suatu kegiatan berlangsung, dimana hal ini
biasanya dikaitkan dengan sebuah acara/kegiatan.
Rumus perhitungan :

(koefisien pekerjaan x volume)


¿
Pekerjaan yang akan digunakan

I. CRICTICHAL PATH METHOD (CTM)


CMP adalah teknik menganalisa jaringan kegiatan atau aktifitas ketika
mnjalankan proyek dalam jangka waktu tertentu dan dalam rangka memprediksi
durasi total.
Christichal Path suatu proyek adalah deretan aktivitas yang memerlukan waktu
tercepat yang mungkin, agar proyek dapat diselesaikan.
Teknik menghitung CMP ada 2 yaitu :
 Hitungan maju ( forward pass)
 Hitungan mundur ( backward pass)