Anda di halaman 1dari 3

REKAP PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK 1

1. Ramudya K (307) Menurut Bank Dunia prinsip penting Good Governance ada 4, tetapi
mengapa menurut BPK prinsip yang penting hanya ada 3 pilar? Apakah predictability itu
tidak penting? Mohon penjelasannya
jawaban : Setiap negara mempunyai definisi tersendiri tentang GCG, sehingga ada beberapa
negara mendefinisikan GCG persis seperti Bank Dunia/menyesuaikan sesuai kondisi
dinegaranya masing2
Predictability juga penting, apalagi untuk memprediksikan masa depan perusahaan dalam
menentukan kebijakan. Untuk perusahaan di Indonesia bisanya menggunakan laporan
keuangan tahunan untuk dijadikan sumber/patokan dalam mengambil keputusan/kebijakan
perusahaan dimasa mendatang.
2. Sherina Hermastuti P. (321) Di dalam slide terdapat pengertian akuntabilitas publik , seperti
menyajikan, melaporkan , mengungkapkan dan mempertanggung jawabkan segala aktivitas
termasuk laporan keuangan . Lalu, apabila ada individu atau organisasi yang sengaja tidak
menyajikan, tidak melaporkan dan tidak mempertanggung apakah ada sanksi yg akan
diberikan kepada individu atau organisasi tersebut? Terimakasih .
jawaban : Akuntabilitas publik merupakan persyaratan yang sangat penting untuk
membangun good corporate governance, sekaligus sebagai bentuk pertanggung jawabkan
publik atas dana publik yang diserap. Apabila perusahaan yang tidak menerapkan
akuntabilitas akan rentan terhadap konflik dan gugatan. Gugatan dapat dilakukan oleh salah
satu pemegang saham, termasuk pemegang saham pubpik yang tidak puad atas semua
informasi dan kinerja perusahaan yang dianggap dapat merugikan ssham milik masyarakat
luas. Dan gugatan ini bisa sampai di pengadilan hingga MA
3. Novia Hardianti (302) Good Governance sering diartikan sebagai kepemerintahan yang baik.
Jelaskan peran akuntansi dalam mewujudkan good governance? Terimakasih
jawaban : Pada perkembangannya dalam menciptakan Good Governance, sebagian sistem
telah dirombak, birokrasi, dan lain-lain sehingga terciptalah tata pemerintahan yang baru
beserta sistem kelola APBN dan sektor publik yang tertuang didalamnya. Peran akuntansi
dalam hal ini lebih di fokuskan dalam penciptaan sistem yang birokratis transparan dan
handal dan khususnya bagi pengelolaan APBN terutama dalam sektor publik sendiri dalam
menciptakan tata kelola yang menuju arah Good Governance sendiri. Sektor publik yang
merupakan entitas bisnis yang dikelola negara seharusnya mampu memberikan
transparansinya terhadap stokholder’s yaitu masyarakat dalam pemenuhan kewajibannya.
4. Ul'Ulya Zuhrufi Fajri (343). dalam privatisasi sekor publik sudah dijelaskan cara
pengimpkementasiannya harus secara selektif dan ekstra hati hati, tolong sebutkan hasil dari
implementasi tersebut. Terimakasih.
jawaban : Bila kaidah-kaidah privatisasi diterapkan dengan baik dan benar, maka keuntungan
yang diperoleh adalah: 

a) Transparansi di tubuh perusahaan publik akan terwujud.


b) Manajemen BUMN/Perusahaan publik akan lebih independen dan terlepas dari intervensi
birokrasi dan politik.
c) Akses pemasaran lebih luas.
d) Perolehan ekuitas baru memungkinkan Perusahaan publik dapat mengembangkan
usahanya dengan lebih baik.
e) BUMN berpeluang  untuk  memperolah  pengalihan teknologi, dari teknologi produksi
hingga teknologi manajemen mutakhir.
5. Toty Antonio (320) sebutkan bahaya yang mungkin muncul dari desentralisasi yg tidak
ditangani secara baik terutama yg terkait dengan desentralisasi fiskal. Terimakasih
jawaban : Desentralisasi fiskal berupa transfer kewenangan finansial dan pembuatan
keputusan termasuk memenuhi keuangan sendiri, ekspansi pendapatan lokal, transfer
pendapatan pajak dan otorisasi untuk meminjam dan memobilisasi sumber-sumber
pemerintah daerah melalui jaminan peminjaman. Pengelolaan yang tidak baik dalam
desentralisasi akan menimbulkan masalah baru di dalam pemerintahan daerah. Contoh
masalah yang terjadi karena pelimpahan wewenang/kekuasaan dari pusat ke daerah yang
berarti semakin berkurangnya pengawasan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah
sehingga menyebabkan kebocoran-kebocoran dalam penganggaran (APBD).
6. avie falla nim 299 izin bertanya.Mengapa harus ada akuntansi sektor publik,bukankah pada
dasarnya sama? Apakah sektor publik itu benar2 tidak mencari laba?
jawaban : Akuntansi sector public sendiri tujuannya adalah untuk mewujudkan
kesejahteraan masyarakat. brrti kan jawabannya tidak mencari keuntungan financial, dalam
hal ini organisasi sektor publik itu bertujuan untuk melayani masyarakat. kepemilikan
sumber daya tidak dalam bentuk saham, dalam hal ini modal dalam sektor publik tidak
berbentuk saham karena dalam hal ini tidak ada pencarian keuntungan dan harus dibagikan
seperti hal sektor swasta lainnya. jadi sumber dananya berasal dari pajak, restribusi, hutang,
obligasi pemerintah, laba BUMN BUMD, dan penjualan aset negaramdan dibuat untuk
kepentingan orang banyak dan untuk menyejahterakan masyarakat
7. Nur Atika Naresa Pinastiti Nim 315. Pada slide 7 sudah dijelaskan bahwa pengukuran value
for money itu membutuhkan input output dan outcome, bisa diberikan contoh apa saja
input output dan outcomenya? Apabila ada ketidakseimbangan antara input output dan
outcomenya, dampak apa yang akan terjadi?
jawaban : Jadi pengukuran value for money membutuhkan input, output dan outcome.
a) Input merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan,
program dan aktivitas. Contoh input diantaranya seperti dokter di rumah sakit, guru di
sekolah,pegawa di instansi. input dapat juga dinyatakan dalam bentuk uang, misalnya
untuk biaya dokter, gaji guru, dan harga tanah.
b) Output merupakan hasil yang dicapai dalam suatu program dan kebijakan, Contoh
output yang dihasilkan polisi adalah tegaknya hukum dan rasa aman masyarakat ukuran
output dapat diperkirakan dengan turunnya angka kriminalitas.
c) Outcome. Outcome merupakan dampak yang ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu,
outcome seringkali dikaitkan dengan tujuan (objectives) atau target yang dikehendaki.
Contoh outcome dari dinas kebersihan adalah terciptanya lingkungan kota yang aman
bersih dan sehat.
Dampak setelah mengetahui iltingkat input,output dan outcome adalah kita dapat
menentukan nilai ekonomi, efesiensi,dan efektifitas, dimana
a) Nilai Ekonomi, yaitu pemerolehan input dengan kualitas tertentu dengan harga yang
terendah. Ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat
meminimalisir inputbyang tidak terpakai dalam rangka keefektifan.
b) Efisiensi, yaitu pencapaian output yang maksimum dengan input yang terendah.
Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja
atau target yang telah ditetapkan.
c) Efektivitas, yaitu tingkat pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan
secara sederhana, efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.