Anda di halaman 1dari 17

TUGAS 2

Nama : Iyut Diyany


NIM : 042364108
Tugas : Akuntansi Sektor Publik

SOAL 1
Anda adalah seorang analis kebijakan pada Kementerian H. Anda diminta pimpinan untuk
mendeteksi dan menganalisis perubahan standar nomenklatur yang digunakan setelah adanya
pandemi Covid19 ini.
Pertanyaan:
a. Lakukan pencarian di internet tentang perubahan standar nomenklatur pada masa
pandemi Covid19 ini, dan jelaskan hubungan perubahan standar nomenklatur dengan
pandemi Covid19. Sebutkan dasar hukumnya
b. Deteksi standar nomenklatur khas atau karakter khas yang selalu menempel pada akun
terkait Covid19
c. Lakukan pendeteksian minimal 10 akun-akun baru dan/atau akun yang berubah dengan
mengisi tabel di bawah ini
Kode akun Uraian akun Keterangan

Jawab No 1. a

Telah diterbitkan 3 (Tiga) Surat Dirjen Perbendaharaan yaitu S-308/PB/2020, S- 369/PB/2020,


dan S-628/PB/2020 berkenaan dengan penanganan pandemi COVID-19.

Pada prinsipnya S-628/PB/2020 merupakan tindak lanjut dari Surat Dirjen Perbendaharaan
sebelumnya yaitu S-369/PB/2020, di mana dalam S-369/PB/2020 disebutkan sebagai berikut: 

1. Satker K/L telah menggunakan akun khusus COVID-19 dalam proses revisi DIPA. Untuk
Satker K/L yang sudah melakukan revisi DIPA dengan menggunakan akun lama agar
dapat menyesuaikan/merevisi POK-nya ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan dengan
menggunakan akun terbaru.
2. Bagi Sakter K/L yg sudah melakukan revisi DIPA dan merealisasikannya (telah terbit
SP2D) untuk saat ini tidak perlu melakukan revisi terhadap realisasi yang telah terbit
SP2D, namun agar melakukan revisi POK terhadap sisa pagunya ke akun baru.
3. Satker K/L agar menghimpun informasi tentang realisasi belanja dalam rangka
penanganan pandemi COVID-19 yang telah terbit SP2D-nya dengan menggunakan akun
lama, untuk nantinya diminta oleh KPPN mitra kerjanya.
4. Perubahan/revisi akun lama ke akun baru khusus penanganan pandemi COVID-19 agar
dilakukan sedapat mungkin dengan tidak menghambat realisasi APBN. 

Selanjutnya, kondisi dan kebijakan implementasi sebagaimana S-369/PB/2020 tersebut


dilakukan koreksi sesuai dengan S-628/PB/2020. Sesuai perkembangan dan hasil pemantauan
yang dilakukan, ternyata sampai dengan saat ini masih banyak satker K/L yg belum/tidak
menggunakan akun-akum khusus penanganan pandemi COVID-19 untuk pengeluaran dalam
rangka penanganan pandemi COVID-19 (baik utk pemenuhan kebutuhan internalnya maupun
dalam rangka pencapaian target kinerja). Hal ini menyebabkan monitoring target realisasi belanja
atas penanganan pandemi COVID-19 menjadi rendah. 

Dalam Pasal 2 ayat (3) PMK 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran
Belanja atas Beban APBN dalam penanganan Pandemi COVID-19 menyebutkan bahwa "Dalam
memudahkan perencanaan kegiatan, koordinasi pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi
kinerja penanganan pandemi COVID-19, alokasi dana penanganan pandemi COVID- 19
dikelompokkan dalam klasifikasi akun khusus COVID-19." 

Informasi realisasi belanja ini sangat dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan penanganan
pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Demikian juga untuk kebutuhan
ketepatan pelaporan dalam LKKL. Oleh karena itu, sepanjang belanja untuk penanganan
pandemi COVID-19 baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal, maka Satker K/L agar
menggunakan akun-akun COVID-19 sesuai S-369/PB/2020 tertanggal 27 April 2020.
Pengumuman pertama kali pasien COVID-19 di Indonesia tanggal 2 Maret 2020, sehingga
maksud surat tersebut untuk mengoreksi belanja penanganan pandemi yang sudah terjadi
realisasi sebelum terdapat pemutakhiran segmen akun khusus COVID-19 dan juga belanja
penanganan pandemi yang sampai saat ini ternyata masih belum menggunakan akun-akun
COVID-19. 

Revisi anggaran (DIPA/POK) dan/atau koreksi/ralat dokumen realisasi belanja (SPM/SP2D


dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN mitra kerja
Satker K/L. Revisi dan/atau koreksi/ralat yang dilakukan dalam kesempatan pertama akan
menghasilkan kesesuaian dokumen sumber dan penggunaan akun khusus COVID-19 yang secara
signifikan mendukung penyajian dan pengungkapan dampak dan penangangan pandemi COVID-
19 dalam laporan keuangan. 

Jawab No 1.b
Dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan
epidemi dan wabah penyakit merupakan contoh bencana non alam. Penanganan dalam masa
krisis merupakan langkah untuk menentukan apakah jumlah kasus positif Covid-19 akan terus
naik atau terkendali. Meskipun Indonesia memiliki banyak pengalaman dalam penanganan
bencana alam, namun untuk menangani bencana non alam seperti Covid-19, Indonesia masih
dikatakan sebagai pemula.Perlu disadari bahwa dalam proses perubahan itu memerlukan upaya
penyedaran-penyadaran yang terukur dengan keyakinan seperti:
1. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena masyarakat akan mengalami
perubahan baik cepat atau lambat.
2. Perubahan yang terjadi pada masyarakat akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada
lembaga sosial lainnya, karena lembaga sosial bersifat interdependen, sehingga
adakesulitan mengisolasi perubahan pada lembaga sosial, yang merupakan suatu mata
rantai;
3. Perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan dis-organisasi yang bersifat
sementara karena berada dalam proses penyesuaian diri. Dis-organisasi akan diikuti
dengan reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai baru
4. Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang material dan spiritual, karena keduanya
mempunyai kaitan timbal balik yang sangat kuat.
5. Secara tipologi, perubahan-perubahan sosial dapat dikategorikan sebagai berikut:

a. Proses Sosial, berupa sirkulasi dari berbagai penghargaan, fasilitas, dan pribadi dalam
struktur yang sudah ada
b. Segmentasi, proliferasi unit struktural yang tidak berbeda secara kualitatif dari unit yang
ada.
c. Perubahan Struktur, munculnya peran kompleks dan organisasi yang baru secara
kualitatif
d. Perubahan dalam Struktur kelompok: perubahan komposisi kelompok, tingkat
kesadaran kelompok, dan hubungan antar kelompok dalam masyarakat.

Masyarakat Indonesia terbiasa hidup berkelompok baik formal maupun informal, yang
merupakan salah satu modal sosial penting. (Kaelan: 2018) Kekuatan ini dapat mendorong
kebersamaan untuk pemecahan masalah, termasuk dalam pandemic Covid-19. Partisipasi
masyarakat diperlukan dalam COVID19 & DISRUPSI Tatanan Sosial, Budaya , Ekonomi,
Politik, dan Multi15membangun kekuatan kolektif melawan wabah Covid-19
termasuk untuk memutus rantai penyebarannya. Sehingga peran opinion leader untuk
membangun kesadaran dan perubahan perilaku untuk mendukung penanggulangan Covid-19

Jawab No 1.c

Kode akun Uraian akun Keterangan


521131 (Belanja Barang Operasional Pembelian alat-alat
– Penanganan Pandemi kesehatan berupa
COVID-19).  masker/hand sanitizer (habis
pakai) yang diperuntukkan
bagi pegawai dalam rangka
mendukung operasional
kantor agar dapat berjalan
dengan baik termasuk yang
diadakan dalam rangka
mendukung pelayanan
(secara sewajarnya) dan
tidak menghasilkan
persediaan
521841 (Belanja Barang Operasional pembelian hand sanitizer
- Penanganan Pandemi merupakan barang
COVID-19). persediaan

522151 (Belanja Jasa Profesi).  pembayaran honorarium


narasumber atas kegiatan
yang dilaksanakan secara
virtual (online) dan tidak
membahas materi terkait
penanganan pandemi
COVID-19
522192 (Belanja Jasa - Penanganan pembayaran honorarium
Pandemi COVID-19).  narasumber atas kegiatan
yang dilaksanakan secara
virtual (online) tersebut
berkaitan langsung dan/atau
membahas mengenai
penanganan pandemi
COVID-19
521131 Belanja Barang Operasional Pemberian pulsa atau paket
- Penanganan Pandemi data untuk mendukung
COVID-19)  kelancaran pelaksanaan
tugas dan fungsi
diperkenankan bagi ASN
521211 (Belanja Bahan) digunakan untuk mencatat
pengeluaran yang digunakan
untuk pembayaran biaya
bahan pendukung kegiatan
(yang habis pakai) seperti:
konsumsi/bahan makanan,
dokumentasi, spanduk, dan
biaya fotokopi, yang
diperlukan dalam
pelaksanaan kegiatan non
operasional seperti pameran,
seminar, sosialisasi, rapat,
diseminasi dan lain-lain yang
terkait langsung dengan
output suatu kegiatan dan
tidak menghasilkan barang
persediaan.
522151 Belanja Jasa Profesi pembayaran honorarium
narasumber atas kegiatan
yang dilaksanakan secara
virtual (online) dan tidak
membahas materi terkait
penanganan pandemi
COVID-19
522192 Belanja Jasa - Penanganan pembayaran honorarium
Pandemi COVID-19 narasumber atas kegiatan
yang dilaksanakan secara
virtual (online) tersebut
berkaitan langsung dan/atau
membahas mengenai
penanganan pandemi
COVID-19
521241 Belanja Barang Non pemberian biaya komunikasi
Operasional - Penanganan dalam bentuk pulsa telepon
Pandemi COVID-19 atau paket data internet yang
diberikan kepada
mahasiswa/pelajar/peserta
pendidikan dan latihan
(diklat) yang sesuai
ketentuan yang berlaku
berhak mendapatkan fasilitas
tersebut
521211 Belanja Bahan mencatat pengeluaran yang
digunakan untuk
pembayaran biaya bahan
pendukung kegiatan (yang
habis pakai) seperti:
konsumsi/bahan makanan,
dokumentasi, spanduk, dan
biaya fotokopi, yang
diperlukan dalam
pelaksanaan kegiatan non
operasional seperti pameran,
seminar, sosialisasi, rapat,
diseminasi dan lain-lain yang
terkait langsung dengan
output suatu kegiatan dan
tidak menghasilkan barang
persediaan
532119 Belanja Modal Peralatan dan pembelian/pengadaan tempat
Mesin - Penanganan cuci tangan baik portable
Pandemi COVID-19) maupun permanen dapat
diidentifikasi sebagai
kodefikasi BMN tersendiri
dalam kelompok Peralatan
dan Mesin dan harga
perolehannya memenuhi
satuan nilai minimum
kapitalisasi (Rp1 juta)
532119 Modal Peralatan dan Mesin – Pengadaan Bilik Disinfektan
Penanganan Pandemi Permanen/ Portabel yang
COVID-19) dapat dikenali dan
memenuhi kriteria sebagai
suatu Aset Tetap Peralatan
dan Mesin

https://www.klinikakuntansi.net/2020/09/faq-penggunaan-akun-khusus-penanganan.htm

SOAL 2
Di bawah ini merupakan siklus perencanaan publik dalam hal ini perencanaan pengadaan
Keterangan: di baca dari kanan ke
kiri, bukan kiri ke kanan

Pada diagram di atas, terlihat bahwa langkah awal dalam perencanaan publik adalah melakukan
pengisian Formulir Identifikasi Kebutuhan

Studi kasus:

Dinas Kesehatan pada Pemerintah Daerah Y telah melakukan identifikasi secara informal
terharap 500 Puskesmas pada wilayahnya pada bulan Mei 2020. Anda ditunjuk sebagai Pejabat
Pembuat Komitmen untuk tahun 2021 sampai 3 tahun ke depan. Dalam rangka persiapan untuk
pengajuan anggaran tahun anggaran 2021, sesuai dengan Perpres No 16 Tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, anda dituntut untuk melakukan apa yang disebut
PERENCANAAN PENGADAAN. Kembali pada identifikasi informal tadi diketahui bahwa
seluruh Puskesmas pada wilayah anda membutuhkan 1 unit komputer desktop untuk administrasi
ketatausahaan.
 Diceritakan komputer desktop ini dibutuhkan untuk kebutuhan ketatausahaan. Sebagai
seorang PPK, anda dalam organisasi pengadaan didukung oleh 4 orang staf.
 Untuk 500 sekolah dasar tersebut, belum memiliki komputer sendiri untuk ketatausahaan
sekolah termasuk mendukung kinerja Puskesmas
 Program dan kegiatan Pemerindah Daerah Y pada soal ini adalah “Layanan Kesehatan”
dengan output jumlah Puskesmas yang terlayani sarana dan prasarana”
 Diperkirakan pelaku usaha yang dapat memenuhi kebutuhan ini memiliki kualifikasi
NON KECIL
 Kodefikasi barang yang dibutuhkan ini adalah:
o Klasifikasi Baku Komoditas Indonesia (KBKI) tahun 2012
o Seksi 4: produk logam, mesin dan perlengkapannya
o Divisi 45: Mesin perkantoran, akunting dan komputasi
o Kelompok 452: Mesin komputasi dan bagian serta perlengkapannya
 Spesifikasi mutu minimal yang dibutuhkan pada komputer ini adalah:
o RAM 16GB
o Processor intel
o Windows 10
o Hardisk 1 TB
o Termasuk antivirus Karspersky

Atas dasar kebutuhan ini, cobalah anda tuangkan hal ini ke dalam dokumen yang terdiri dari:
Formulir identifikasi kebutuhan terhadap perangkat desktop PC untuk administrasi tersebut
dengan menggunakan format terlampir.

Catatan: sedapat mungkin anda mengisi seluruh isian pada formulir ini. Apabila terdapat
pertanyaan isian formulir yang tidak ada datanya pada soal di atas, silahkan melakukan
improvisasi yang paling relevan terhadap praktik perencanaan sektor publik.
Jawab :
Format Formulir Identifikasi Kebutuhan

FormulirPertanyaan Identifikasi Kebutuhan Barang

Perubahan ke 3
Tanggal perubahan 9 Mei 2020

Nama K/L/D Pemerintah Daerah Y


Satuan kerja Dinas Kesehatan
Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
(nama jabatan, bukan orang)
Program (sesuai DIPA) Program Pengadaan Sarana dan Prasarana
Kegiatan (sesuai DIPA) Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
Output (sesuai DIPA) 500 unit komputer

Identifikasi kode Barang Milik Negara (BMN)


Kode barang (BMN) dan
nama barang pada SIMAK Kode BMN/
BMN/Persediaan. Persediaan
Nama BMN/
Isikan kode barang yang Persediaan
dibutuhkan ini nantinya akan
dimasukkan dicatat dengan
kode barang apa baik pada
SIMAK BMN maupun
aplikasi persediaan
Identifikasi Kebutuhan Barang
Nama barang
Jelaskan kriteria 1. Garansi barang
INDIKATOR 2. Garansi dari pelaku usaha/ garansi purna jual
KINERJA/SPESIFIKASI 3. Laporan monitoring visual
KINERJA yang dibutuhkan
untuk pengadaan barang ini
Jelaskan fungsi/kegunaan Mesin perkantoran, akunting dan komputasi
barang tersebut
Jelaskan ukuran/kapasitas o RAM 16GB
barang tersebut o Processor intel
o Windows 10
o Hardisk 1 TB
Jelaskan macam garansi yang Garansi 1 tahun untuk spare part
dibutuhkan/disyaratkan untuk
pengadaan barang ini
Jelaskan jumlah barang yang 500 unit
dibutuhkan (dalam satuan
unit)
Jelaskan kapan barang ini Usulan Tahun anggaran 2021
direncanakan akan
dimanfaatkan
Jelaskan Pihak yang akan 500 puskesmas di Pemerintah Daerah Y
menggunakan/mengelola
Barang
Jelaskan Total perkiraan Waktu pelaksaanaan Kontrak
waktu pengadaan Barang 100 hari kerja
(termasuk waktu pengiriman
barang sampai tiba di lokasi). Waktu pengadaan
75 hari kerja
Isikan dalam satuan
hari/minggu/bulan. Jadi anda
isikan perkiraan JANGKA
WAKTU PELAKSANAAN
KONTRAK
Apakah barang ini Terdapat 1. Ya
di e-Katalog LKPP
Jelaskan Tingkat prioritas 1. Tinggi
kebutuhan Barang. Bila perlu
mohon dijelaskan pada
pilihan lainnya
Perkiraan biaya. Rp. 2.500.000.000,-
Atas perkiraan biaya di atas, 1 unit harga Rp.5.000.000, x 500 unit = Rp.
jelaskan rincian 2.500.000.000,-
perhitungannya

Identifikasi Manajemen Penunjang Tugas dan Fungsi PPK


Jumlah pegawai dalam unit 5 orang
kerja. (dalam tim pengelolaan
manajemen PPK)
Apakah PPK dibantu oleh 1. Ya
Tim atau Tenaga Ahli.
Jelaskan pada kotak
"Lainnya" Mohon dijelaskan daftar Tim atau Tenaga Ahli dan
identitas singkat
No Nama Tugas
1. Budi Staf
2. ANdi Staf
3 Badu Tenaga ahli
4 Atai Tenaga ahli
Tingkat beban tugas dan 1. Tinggi
tanggung jawab pegawai
dalam melaksanakan tugas
dan fungsi Tim Pengelolaan
Manajemen PPK
Apakah Jumlah barang yang
telah 1. Tidak
tersedia/dimiliki/dikuasai saat
ini sudah dapat memenuhi
kebutuhan pada unit kerja
PPK saat ini
Apabila jumlah barang saat 1. Ya
ini belum memenuhi
kebutuhan, Jelaskan
kebutuhan barang

Identifikasi Barang Yang Telah Tersedia/Dimiliki/Dikuasai


Jumlah barang (kode barang 4 unit
ini) yang telah tersedia
/dimiliki/dikuasasi
Jumlah barang (kode barang 2 unit
ini) yang berstatus LAYAK
PAKAI
Jumlah barang (kode barang 1 unit
ini) yang berstatus RUSAK
RINGAN
Jumlah barang (kode barang 1 unit
ini) yang berstatus RUSAK
BERAT
Jelaskan lokasi keberadaan Ruang Kasubag Keuangan, Bagian Sekretariat, Dinas
barang terdapat di ruang apa, Kesehatan
bagian apa, satker apa
Jelaskan sumber dana Dana Alokasi Khusus
pengadaan barang tersebut
pada pengadaan tahun-tahun
sebelumnya

Identifikasi Pasokan / supply barang


Kemudahan memperoleh 1. Ya
Barang di pasaran Indonesia
sesuai dengan jumlah yang
dibutuhkan
Terdapat produsen/pelaku 1. Terbatas
usaha yang dinilai mampu
dan memenuhi syarat
Apabila terbatas, jelaskan dan
sebutkan nama penyedia yang No Nama penyedia Rantai pasok
selama memenuhi kebutuhan (principal/agen
barang ini. tunggal/ distributor /
pengecer
Setiap penyedia jelaskan 1. PT. Indo Komputer Distributor
identitas singkat penyedia, 2 PT. Delta Komputer Distributor
berapa kali berkontrak,
berkontrak pada tahun
berapa saja, serta jelaskan
singkat kinerja penyedia
tersebut
Kriteria barang 1. Produk dalam negeri

Persyaratan Barang memiliki 1. Tidak


nilai TKDN tertentu. apabila
Ya, Pada kotak "Lainnya"
jelaskan berapa % paling
sedikit TKDN

Identifikasi Persyaratan Lain Yang Diperlukan


Cara pengiriman dan Pengiriman di antar langsung oleh penyedia
pengangkutan
Cara pemasangan E Purcassing
Cara penimbunan/ Di Gudang Dinas Keshatan
penyimpanan
Cara 1. Manual
pengoperasian/penggunaan
Kebutuhan pelatihan untuk 1. Ya
pengoperasian/pemeliharaan
Barang
Aspek pengadaan berkelanjutan 1. aspek ekonomi meliputi biaya produksi
barang/jasa sepanjang usia barang/jasa tersebut

Identifikasi Konsolidasi Pengadaan Barang


Terdapat pengadaan barang
sejenis pada kegiatan lain 1. Tidak
Indikasi konsolidasi atas 1. Tidak
pengadaan Barang
Apabila direkomendasikan, -
jelaskan lebih lanjut rencana
konsolidasi pengadaan barang
tersebut

Catatan penting:
Pengadaan 500 unit komputer desktop ini sangat diperlukan oleh 500 puskesmas di
seluruh Pmerintah Daerah Y. karena dari 500 puskesmas tersebut belum ada yang memiliki
computer desktop ini.

Disusun pertama kali tanggal 01 Mei 2020


Disusun oleh Iyut Diyany
Disetujui oleh Sandi Kumala Dewi

Disetuji oleh Pejabat Pembuat Komitmen


Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna
Anggaran

Sandi Kumala Dewi Iyut Diyany


Mengetahui,

Andi

Tenaga ahli Tenaga ahli


Badu Atai

SOAL 3
Anda selaku analis kebijakan di suatu Pemerintah Provinsi (di tempat ada domisili) diminta
pimpinan anda untuk mengevaluasi perbandingan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov
tempat anda bekerja dengan setidaknya 2 Pemerintah Provinsi yang bersebelahan
Pertanyaan:
Carilah informasi APBD Pemerintah Provinsi (di tempat anda) kemudian bandingkan dengan
APBD Pemerintah Provinsi yang bersebelahan dengan domisili anda (setidaknya 2 Pemprov).
Setiap APBD, cukup ambil data Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja. Sumber informasi wajib
disertakan dan harus dari sumber yang valid dan dapat dipercaya.
No Uraian PAD PAD PAD
Pemprov ..... Pemprov ..... Pemprov .....
1 Pajak daerah
2 Retribusi daerah
3 Hasil pengelolaan kekayaan
daerah yang dipisahkan
4 Lain-lain pendapatan asli
daerah yang sah
Sumber informasi Pemprov .... adalah ..................
Sumber informasi Pemprov .... adalah ..................
Sumber informasi Pemprov .... adalah ..................

Kemudian buatlah grafik batang untuk membandingkan PAD tersebut


Dan terakhir berikan analisis deskriptif terhadap hasil observasi anda dan grafik anda tersebut

Jawab soal no 3
No Uraian PAD Pemprov PAD Pemprov PAD Pemprov
Sumbar Sumatera Selatan Jambi
1 Pajak daerah 1.956.425.000.000 3.375.942.167.830 255.000.000.000

2 Retribusi daerah 11.377.502.768 3.081.800.984.700 47.568.000.000


3 Hasil pengelolaan 110.239.356.256 82.836.132.370 10.000.000.000
kekayaan daerah yang
dipisahkan
4 Lain-lain pendapatan 450.430.938.843 203.070.497.850 90.916.193.000
asli daerah yang sah
Sumber informasi Pemprov Sumbar adalah https://dpkd.sumbarprov.go.id/r-apbd-tahun-
2020.html

Sumber informasi Pemprov Riau adalah https://www.riau.go.id/home/content/2019/11/04/8202-


total-apbd-riau-tahun-2020-rp-12379-triliun

Sumber informasi Pemprov Jambi adalah https://jambikota.go.id/new/wp-


content/uploads/Lamp-I-Perda-APBD-2020.pdf

Sumber informasi Pemprov Sumatera Selatan


https://sumsel.bps.go.id/indicator/13/555/1/realisasi-pendapatan-pemerintah.html

grafik batang untuk membandingkan PAD,


4,000,000,000,000
3,500,000,000,000
3,000,000,000,000
2,500,000,000,000
2,000,000,000,000
1,500,000,000,000
1,000,000,000,000
500,000,000,000
-
ah ah an sa
h
a er a er ahk g
d n Series 1
id is ya
ajak bus d ip
ah Series 2
P tri ng ae
r
Re ya i d Series 3
ah l
er as
a a n
d at
n
y aa dap
ka n
ke pe
n in
laa -la
le o a in
g L
pen
sil
Ha

Analis deskriptif :

Pada tahun 2020 pendapatan dari pajak daerah yang paling besar dari Provinsi Sumatera Selatan
Rp. 3.375.942.167.830. Retribusi daerah yang paling tinggi dari provinsi sumatera selatan yaitu
Rp. 3.081.800.984.700. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang paling tinggi
dari Provinsi Sumatera Barat Rp. 110.239.356.256. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
yang besar dari Provinsi Sumatera Barat Rp. 450.430.938.843

Anda mungkin juga menyukai