Anda di halaman 1dari 6

LAYANAN PERPUSTAKAAN ONLINE

DIMASA PANDEMI COVID -19

A. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang begitu pesat Begitupun informasi pun ikut berkembang pesat,
dimana dahulu untuk mendapatkan informasi medianya pun masih terbatas hanya koran, tv,
radio, dan lain-lain. Sekarang informasi melimpah ruah dan tidak terbendung arus informasinya,
oleh karena itu masyarakat sekarang harus bisa membedakan informasinya yang valid dan baik
buat kita dan mana yang tidak baik buat kita. Apalagi saat ini dunia sedang terjadi pandemic
Covid-19 dimana penyakit ini terjadi oleh virus bernama SARS-CoV-2. Akibat virus SARS-CoV-
2 ini kita diwajibkan untuk bekerja, belajar dan melakukan aktivitas dirumah yang dimana
sebelumnya kita melakukannya di luar rumah. Di masa seperti saat ini, para masyarakat akan
memfokuskan dirinya pada media berita melalui televisi, media sosial maupun media online
lainnya. Masyarakat juga akan menggunakan waktunya untuk berselancar informasi di internet
dan media komunikasi seperti Line, WhatsApp, Telegram, Facebook, Twitter, dan Instagram
untuk memperoleh informasi terbaru/ up-to-date terkait dengan Covid-19 ( Suharso, Arifiyana, &
Wasdiana, 2020). Terlebih lagi di lembaga informasi seperti perpustakaan, harus bisa
memberikan informasi yang valid untuk masyarakat. Lembaga perpustakaan disaat pandemi, ini
pun harus berinovasi dengan melakukan perpustakaan digital.
Menurut Trimo (2005:220) “Perpustakaan adalah sekumpulan bahan pustaka, baik yang
tercetak maupun rekaman yang lainnya, pada suatu tempat tertentu yang telah diatur sedemikian
rupa untuk mempermudah pemustaka mencari informasi yang diperlukannya dan yang tujuannya
utamanya adalah untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat yang dilayaninnya dan bukan
untuk diperdagangkan”. Pengertian perpustakaan menurut C. Larasi Miburga dkk adalah suatu
unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis
dengan cara tertentu untuk dipergunkan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai
sumber informasi.Orang yang terlibat dalam dunia perpustakaan biasa di sebut pustakawan.
Pustakawan dalam bahasa inggris disebut librarianship. Kepustakawanan mencakup dalam
semua hal seperti hal pengadaan,penggunaan serta pendayagunaan buku.
Perpustakaan terbagi menjadi empat jenis yaitu perpustakaan umum, perpustakaan
sekolah, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan khusus. Keempat jenis perpustakaan
memiliki empat fungsi dasar perpustakaan yaitu (1) Fungsi informatif di perpustakaan
menunjukkan bahwa perpustakaan didirikan untuk menyediakan suatu informasi yangdibutuhkan
oleh pengguna perpustakaan ataupun masyarakat. (2) fungsi edukatif perpustakaan dibangun
untuk menyediakan pendidikan sepanjang hayat bagi masyarakat biasanya koleksi pustakanya
terdapat bermacam-macam ilmu mau yang murni, terapan dan praktis disegala bidang. (3) fungsi
kultural yaitu perpustakaan berfungsi melestarikan kebudayaan dalam berbagai literatur untuk
dibaca oleh masyarakat. (4) fungsi rekreatif menawarkan bacaaan yang mudah dipahami dan
isinya tidak terlalu sulit bahasanya, biasanya jenis bacaanya yg sering ada di perpustakaan umum
seperti novel, majalah dan komik. Perkembangan zaman membuat teknologi informasi masuk
kedalam perpustakaan, oleh karena itu perpustakaan konvesional berubah menjadi perpustakaan
digital.
Perpustakaan digital atau library digital merupakan perpustakaan yang menggunakan
teknologi terbaru dalam pelayananya, perpustakaan digital sudah dimiliki di seluruh dunia
termasuk Indonesia. Perpustakaan digital hampir sama dengan perpustakaan konvesional, yang
membedakanya di jenis koleksi perpustakaan, tempat dan jenis layanannya. Pandemi sekarang
ini perpustakaan digital, di nilai cocok untuk memberikan layanan informasi kepada masyarakat
luas. Adanya perpustakaan digital ini, masyarakat dapat mengakses perpustakaan dari mana saja,
kapan saja dan jam berapa saja tidak seperti perpustakaan konvesional lainya. Apalagi sedang
ada pandemi covid-19 ini dengan adanya perpustakaan digital, dapat membantu
masyarakat untuk mencari informasi di perpustakaan.

B. Konsep Perpustakaan Digital


Istilah perpustakaan digital merupakan terjemahan dari “digital library”. Negara Amerika
Serikat merupakan titik awal perkembangan digital library yang saat ini sudah menyebar secara
merata ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak penyebutan perpustakaan digital yang
berkembang di masyarakat. Masyarakat mengenalnya sebagai perpustakaan daring, perpustakaan
online, perpustakaan elektronik (e-library) atau virtual library. Perpustakaan digital tidak jauh
berbeda dengan perpustakaan konvensional, yang menjadi pembedanya adalah koleksinya.
Apabila perpustakaan konvensional memiliki koleksi tercetak, maka perpustakaan digital
memiliki koleksi elektronik atau tidak tercetak. Perpustakaan digital tumbuh dan berkembang
mengikuti perkembangan zaman dimana teknologi tumbuh secara pesat. Agar perpustakaan tidak
ketinggalan arus perkembangan zaman, maka perpustakaan harus mau berinovasi. IFLA (The
International Federation of Library Associations and Institutions) (2018) mendefinisikan
perpustakaan digital sebagai berikut: “a digital library is an online collection of digital objects,
of assured quality, that are created or collected and managed according to internationally
accepted principles for collection development and made accessible in a coherent and
sustainable manner, supported by services necessary to allow users to retrieve and exploit the
resources.” Yang mengandung arti bahwa perpustakaan digital merupakan perpustakaan yang
memiliki koleksi online yang
berisi objek digital dengan yang berkualitas, dikembangkan dan dikelola sesuai dengan prinsip
secara internasional.
Perpustakaan digital memiliki beberapa kelebihan yaitu: 1) Menghemat ruang. Koleksi
yang ada di perpustakaan digital merupakan koleksi virtual sehingga tidak membutuhkan ruang
besar untuk menyimpannya. Oleh sebab itu, perpustakaan digital dianggap efisien. 2) Akses
ganda (multiple access). Perpustakaan digital dapat diakses/digunakan secara bersama oleh
pemustaka karena diakses secara online. 3) Tidak terbatas ruang dan waktu. Perpustakaan digital
dapat diakses dimanapun dan kapanpun apabila terdapat jaringan komputer yang berfungsi
sebagai penghubung. 4) Koleksi dapat berbentuk multi-media. Koleksi di perpustakaan digital
dapat berupa kombinasi suara, gambar, dan teks seperti film, video edukasi dan video tutorial. 5)
Biaya lebih murah. Perpustakaan digital memuat e-book agar dapat digunakan oleh banyak
pemustaka. Dalam pembuatan e-book terbilang cukup mahal. Akan tetapi, e-book juga dapat
digandakan dengan jumlah tidak terbatas. Oleh sebab itu, dokumen elektronik dianggap lebih
murah.

C. Konsep Komunikasi Informasi


Manusia sebagai makhluk sosial selalu berhubungan satu sama lain. Untuk menjalankan
hubungan tersebut perlu adanya komunikasi yang terjalin diantara keduanya. Menurut Harold D.
Lasswell, seorang peletak dasar ilmu komunikasi, menyebutkan bahwa ada tiga fungsi dasar
pentingnya berkomunikasi, yaitu hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya, upaya
manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan, dan upaya manusia untuk melakukan
transformasi warisan sosialisasinya. Selain itu, sifat manusia untuk menyampaikan keinginan dan
mengetahui hasrat orang juga merupakan dasar seseorang berkomunikasi. Kegagalan dan
keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu sebagian besar ditentukan oleh kemampuan
individu dalam berkomunikasi. Menurut paradigma Harold D. Lasswell dalam karyanya The
Structure and Function of Communcation in Society dalam Mulyana (2017), komunikasi
memiliki 5 unsur penting yaitu:
 Komunikator (Siapa yang mengatakan)
 Pesan (Apa yang disampaikan)
 Media (Melalui apa)
 Komunikan (Kepada siapa mengatakannya)
 Efek (Memiliki dampak apa)
Berdasarkan paradigma Lasswell tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian
komunikasi adalah terjadinya interaksi antara pemberi dan penerima pesan melalui berbagai
media yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu. Jadi, syarat utama terjadinya komunikasi
adalah adanya interaksi antara komunikan dan komunikator. Informasi merupakan isi dari unsur
pesan dalam komunikasi. Informasi memiliki dampak sebagai pembuat keputusan bagi
penerimanya. Oleh sebab itu, unsur pesan dan usur efek memiliki keterkaitan yang sangat kuat.
Siklus dalam proses komunikasi berawal dari komunikator membawa pesan yang berisi
informasi kemudian informasi tersebut disampaikan kepada komunikator secara langsung
maupun tak langsung, hasil akhirnya informasi tersebut dapat memberikan informasi kepada
komunikan.

D. Layanan Perpustakaan
Perpustakaan sebagai penyedia informasi bagi masyarakat dan pemustaka dalam masa
pandemi tetap harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Situasi dan kondisi
dimasa pandemi yang berbeda dengan sebelum pandemi. Pada masa pandemic dimana
masyarakat diharuskan melakukan aktivitas dari rumah, termasuk belajar/kuliah dari rumah, akan
merubah metode pelayanan perpustakaan yang semula dilakukan secara langsung. Pelayanan
perpustakaan harus dilakukan secara online, Baik pelayanan sumber informasi maupun
pelayanan administrasi. Menurut Lisda Rahayu (2014), hakikat layanan perpustakaan adalah
penyediaan segala bentuk bahan pustaka secara tepat dan akurat sesuai kebutuhan pemustaka
penyediaan berbagai Sarana penelusuran informasi. Selain menyediakan bahan pustaka yang
dibutuhkan pemustaka, perpustakaan juga harus menyediakan sarana temu balik yang dapat
memudahkan pemustaka untuk mencari bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan
informasinya. Salah satu unsur utama untuk melihat baik buruknya perpustakaan dapat diketahui
dari kualitas pelayanannya. Oleh karena itu kualitas pelayanan di perpustakaan menjadi unsur
utama yang harus diperhatikan. Pemustaka yang puas terhadap layanan yang diberikan oleh
petugas perpustakaan akan menjadikan citra positif bagi perpustakaan. Sebaliknya pemustaka
yang tidak puas dengan layanan yang diberikan perpustakaan akan mengakibatkan citra negative
bagi perpustakaan. Berikut ini akan dibahas berbagai jenis layanan di perpustakaan yang dapat
dilakukan secara online:
1. Layanan Penelusuran Online
Layanan penelusuran online disediakan untuk mempermudah pemustaka dalam mencari
informasi dan bertanya langsung kepada pustakawan yang bertugas di layanan online.
Layanan penelusuran online ini biasanya menjadi salah satu menu yang ada di website
perpustakaan. Layanan penelusuran online memberikan informasi tentang koleksi-koleksi
yang dimiliki perpustakaan. Melalui penelusuran online pemustaka dapat menelusuri
informasi yang diperlukan dari manapun dan kapanpun.
2. Layanan E-Resources
Untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di
semua jenjang pendidikan, baik perpustakaan sekolah, maupun perpustakaan perguruan
tinggi harus menyediakan koleksi baik cetak maupun elektronik (e-resources). Koleksi cetak
berupa buku, majalah, jurnal, surat kabar, peta, koleksi grey literature seperti skripsi, tesis,
disertasi, prosiding, makalah dan bentuk koleksi cetak lainnya. Sedangkan koleksi elektronik
yang dimiliki berupa buku elektronik (ebook), jurnal elektronik (e-journal) baik yang
dilanggan maupun yang diterbitkan institusi boleh diakses secara bebas (open access). Pada
saat ini, sumber informasi elektronik sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran
online. Pemustaka dapat mengakses sumber informasi elektronik dari manapun dan
kapanpun asal memiliki jaringan internet. Sumber informasi elektronik yang dimiliki
perpustakaan ada yang bisa diakses oleh semua orang dan ada juga yang terbatas bagian-
bagian tertentu saja.
3. Layanan Repositori Institusi
Repositori Institusi (Sutedjo, 2014) adalah sebuah arsip online untuk mengumpulkan,
melestarikan, dan menyebarluaskan salinan digital karya ilmiah-intelektual dari sebuah
lembaga/institusi. Repositori institusi  juga bisa diartikan sebagai tempat penyimpanan
dan penyebarluasan informasi atau materi yang diterbitkan oleh institusi  induknya. Layanan
repositori institusi di perguruan tinggi berupa layanan informasi tugas akhir mahasiswa, baik
jenjang sarjana maupun pasca sarjana dan tugas akhir dosen yang selesai tugas belajar/karya
siswa kemudian diserahkan ke perpustakaan. Layanan repository institusi ini ada yang
bersifat open access (terbuka untuk semua orang) dan ada yang bersifat close access (terbatas
khusus anggota atau sivitas akademika tertentu). Untuk layanan open access pemustaka dapat
memperoleh informasi secara full text, sedangkan layanan close access, pemustaka hanya
dapat mengakses karya repository terbatas abstraknya saja atau hanya bagian-bagian tertentu
tidak bisa full text.
4. Layanan Digital Library
Upaya mencegah penyebaran penularan virus Covid 19 dalam dunia pendidikan, kegiatan
belajar mengajar di sekolah dan perkuliahan di perguruan tinggi dilaksanakan secara online
atau daring. Dalam rangka menyediakan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam
pembelajaran dan perkuliahan diperlukan sumber-sumber informasi yang dapat diakses
secara online. Sumber-sumber informasi online tersebut dikenal dengan sumber informasi
digital. Melalui sumber informasi digital ini, pemustaka dapat mengakses koleksi digital
yang dimiliki perpustakaan dari mana saja dan kapan saja. Perpustakaan digital atau digital
library (Saleh, 2014) adalah organisasi Yang menyediakan sumbersumber dan staf ahli untuk
menyeleksi, menyusun, menyediakan akses, menerjemahkan, menyebarkan, memelihara
kesatuan dan mempertahankan kesinambungan koleksi-koleksi dalam format digital sehingga
selalu Tersedia dan murah untuk digunakan komunitas tertentu atau ditentukan. Berdasarkan
Pengertian tersebut, perpustakaan digital selain harus menyediakan sumber informasi Digital
juga harus menyediakan petugas yang ahli dalam mengelola koleksi digitalnya agar dapat
dimanfaatkan secara terus menerus oleh pemustaka.
5. Tutorial Online
Perkuliahan yang dilakukan secara online, pasti memerlukan sumber-sumber informasi
secara online. Oleh karena itu, untuk memberikan petunjuk dan kemudahan bagi pemustaka
dalam mengakses sumber-sumber informasi elektronik perpustakaan perlu membuat
petunjuk/panduan berupa Tutorial onlne. Tutorial online ini berupa petunjuk cara mengakses
sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan. Sumber informasi di perpustakaan
berupa e-journal, e-book, e-tugas akhir. Adanya panduan berupa tutorial online diharapkan
pemustaka tidak lagi kesulitan untuk mengakses sumber informasi yang diperlukan.
6. Literasi Informasi Online
Literasi informasi bagi pemustaka sangat diperlukan untuk memperlancar dalam pencarian
dan pemanfaatan sumber informasi yang dibutuhkan. Literasi informasi yang bisa disajikan
perpustakaan kepada pemustaka secara online ada beberapa macam. Misalnya pengenalan
perpustakaan kepada anggota baru/ siswa baru/mahasiswa baru, literasi tentang penelusuran
sumber informasi, literasi tentang pemanfaatan sumber-sumber informasi, literasi tentang
publikasi karya ilmiah, literasi tentang pengecekan plagiasi, dan sebagainya. Literasi secara
online bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom meeting, Google Hangouts Meet,
GoToMeeting, FreeConference dan aplikasi lainnya.
7. Konsultasi Perpustakaan & Kepustakawanan Online
Konsultasi kepustakawanan pada masa pandemi bisa dilakukan melalui whatshap, sms,
telpon, email maupun chatting. Pustakawan bisa melayani konsultasi sepanjang waktu, tidak
terbatas pada jam kerja. Kalau konsultasi langsung hanya bisa dilakukan pada saat jam kerja,
maka konsultasi online bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Konsultasi online ini
meliputi konsultasi akses informasi elektronik, konsultasi pelayanan administrasi, konsultasi
penyusunan tugas akhir, konsultasi kepustakawanan seperti penyusunan Dupak dan
sebagainya.

E. Inovasi layanan perpustakaan dalam pandemi Covid-19


Dengan adanya pandemi ini, maka perpustakaan khususnya perpustakaan perguruan
tinggi dapat mengambil peluang. Pada saat ini pasti banyak mahasiswa yang memerlukan
bantuan perpustakaan dalam memperoleh informasi melalui bahan pustaka atau sumber
informasi lain untuk memenuhi keperluan tugas kuliahnya. Perpustakaan perguruan tinggi dapat
melakukan evaluasi pelayanan digital dan mengambil 2 peluang dalam memberikan layanan dari
adanya pandemi ini, yaitu:
1) Promosi perpustakaan. Di saat genting seperti saat ini, keberadaan perpustakaan pasti
banyak dicari karena mahasiswa banyak yang membutuhkannya untuk mencari sumber
informasi. Oleh sebab itu, dengan adanya perpustakaan digital maka pemustaka akan lebih
mudah dalam mengakses informasi. Keuntungan lainnya adalah perpustakaan fisik juga akan
semakin terlihat keberadaannya di masyarakat. Tidak hanya bagi civitas akademika
institusinya saja, tetapi masyarakat yang berada diluar tembok juga ikut menggunakannya.
2) Peningkatan kualitas. Perpustakaan digital yang sudah ada dapat diperbaiki dan
dikembangkan menjadi lebih baik kualitasnya. Perpustakaan dapat memperbaiki kualitas
sistemnya agar pengguna dapat merasakan kemudahan akses dan pengoperasiannya.
Perbaikan kualitas sistem yang dimaksud dapat dilakukan dengan cara membangun website
yang well-designed. Misalnya tata letak rapi, tampilan visualnya menarik, isi informasinya
beragam. Dengan adanya peluang-peluang diatas, maka perpustakaan dapat menciptakan
sebuah inovasi. Inovasi tersebut dapat membantu peran peluang dalammencapai tujuannya.

F. Kesimpulan

Perpustakaan merupakan unit kerja pengelola data dan informasi yang memberikan akses
penelusuran untuk temu kembali kepada pemustaka, yang harus mampu beradaptasi dalam
segala perubahan dan kondisi apapun. Setiap kejadian pasti ada hikmah yang bisa diambil jika
kita mau mengambil pelajaran. Demikian juga adanya wabah Covid 19 ini, yang telah merubah
semua kebiasaan dan tatanan atau aturan yang baru. Melalui aturan yang baru dimana semua
aktivitas dilakukan dari rumah, telah menimbulkan dan menciptakan kreatifitas yang baru dalam
berbagai hal. Berbagai jenis layanan di perpustakaan yang semula hanya Dilakukan secara
langsung, sekarang bisa dilakukan secara online. Perkembangan digital yang didukung oleh
teknologi informasi dan informasi merupakan tantangan perpustakaan pada masa kini.
Perpustakaan perguruan tinggi harus menyesuaikan trend yang ada di masyarakat. Apabila
perpustakaan tidak dapat mengikuti laju perkembangan teknologi yang pesat dapat dipastikan
perpustakan akan mengalami ketertinggalan zaman. Akibatnya eksistensi perpustakaan di
masyarakat akan ikut meredup.
Oleh sebab itu, untuk menyiasati perkembangan teknologi di era serba digital ini
perpustakaan mengembangkan sebuah perpustakaan digital yang dapat diakses melalui website
perpustakaan atau aplikasi yang dikembangkan oleh perpustakaan tersebut. Dengan adanya
perpustakaan digital maka pengguna akan semakin mudah dalam melakukan pencarian informasi
di beberapa database koleksi digital. Selain itu mayoritas pemustaka juga lebih sering melakukan
pencarian informasi secara lintas platform website database sehingga informasi yang didapat
semakin luas. Dalam mengembangkan perpustakaan digital, komunikasi merupakan unsur
terpenting. Perpustakaan harus benar-benar memikirkan informasi yang akan disampaikan agar
pengguna semakin tertarik untuk membuka lebih lanjut informasi yang diberikan. Pustakawan
memiliki peran penting dalam proses pengembangan ini karena mereka merupakan otak dalam
mengolah komunikasi informasi di website perpustakaan yang ditunjang oleh teknologi
informasi.
Dengan kecanggihan teknologi, perpustakaan perguruan tinggi dapat menampilkan
informasi-informasi dengan tampilan yang menarik. Namun, harus diingat bahwa berdasarkan
teori Ranganathan, perpustakaan merupakan organisasi yang berkembang. Salah satu upaya
untuk mengembangkannya adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa harus
meninggalkan prinsip kepustakawan yang sudah tertanam di dalam diri perpustakaan. Oleh sebab
itu, perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tradisi yang sudah ada walaupun mengadopsi
teknologi untuk pengembangan perpustakaan.

Sumber :
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/08/pengertian-perpustakaan-menurut-para-ahli.html
https://www.perpusnas.go.id/news-detail.php?lang=id&id=2009150304447lLkHAz6Yu
https://journal.uii.ac.id/Buletin-Perpustakaan/article/view/17798
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/anuva