Anda di halaman 1dari 19

MANAJEMEN STRATEGI SMT GASAL 2020/2021

MENGIMPLEMENTASIKAN STRATEGI : ISU PEMASARAN,


KEUANGAN/AKUNTANSI, R&D, DAN SIM

Dosen Pengampu :

Dra. Tri Mardiana, M.Si

Disusun Oleh :

Kelompok 8 :

1. Shalsabilla Pramoedya Hayu A. (141190118/EM-H)


2. Sara Xena Marta Sitepu (141190138/EM-H)
3. Taravia Purbosari (141190228/EM-H)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
TAHUN 2020/2021
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,
sehinggakami dapat menyelesaikan makalah yang Berjudul “Mengimplementasikan Strategi : Isu
Pemasaran, Keuangan/Akuntansi, R&D, dan Sim” . Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini
adalah untuk memenuhi dan melengkapi tugas Manajemen Strategi , serta untuk menambah
wawasan tentang implementasikan strategi : Isu Pemasaran, Keuangan/Akuntansi, R&D, dan
Sim.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kesulitan dan tidak
dapat diselesaikan tanpa bantuan orang lain. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami
mengucapkan terima kasih kepada ibu Dra. Tri Mardiana, M.Si selaku dosen Manajemen
Strategi. Kami juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses
penyusunan makalah ini.
Kami juga menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih banyak kekurangan dan
jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran kami harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 6 Desember 2020

Penyusun (Kelompok 8)

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................................iii
BAB I.....................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................................................1
C. Tujuan Masalah.........................................................................................................................1
BAB II...............................................................................................................................................2
PEMBAHASAN................................................................................................................................2
A. Isu Pemasaran...........................................................................................................................2
B. Isu – Isu Keuangan dan Akuntansi...........................................................................................5
C. Permasalahan Penelitian dan Pengembangan (research and development-R&D)..................8
D. Permasalahan Sistem Informasi Manajemen ( SIM).................................................................11

BAB III.................................................................................................................................15
PENUTUP............................................................................................................................15
A. Kesimpulan..............................................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................16

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Strategi-strategi tidak akan dapat diimplementasikan dengan sukses dalam organisasi
yang tidak dapat memasarkan barang dan jasa yang baik dan dalam perusahaan perusahaan
yang memiliki sebuah sistem informasi yang lemah. Isu-isu pemasaran keuangan dan
akuntansi penelitian dan pengembangan (research and development) dan permasalahan
sistem informasi manajemen (SIM) yang menjadi pusat dalam penerapan strategi yang
efektif. topik topik khusus yang meliputi segmentasi pasar, posisi, mengevaluasi nilai suatu
bisnis, menentukan sampai sejauh mana utang atau saham perlu digunakan sebagai sumber
modal, mengembangkan laporan keuangan yang diproyeksikan, mengontrakkan aktivitas
Litbang keluar perusahaan, dan mengembangkan sistem pendukung informasi. Implementasi
strategi mempengaruhi keberlangsungan dari manajer pabrik, manajer divisi, Manager
Departemen, manajer penjualan, Manager product, Manager proyek, Manajer Personalia,
manajer staff, supervisor dan seluruh karyawan. keterlibatan dan partisipasi manajer dan
karyawan diperlukan demi keberhasilan dalam pemasaran, keuangan dan akuntansi, r&d,
dan SIM

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Isu Pemasaran
2. Bagaimana Isu-isu Keuangan dan Akuntansi
3. Bagaimana Permasalahan Penelitian dan Pengembangan
4. Bagaimana Permasalahan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui tentang Isu Pemasaran
2. Mengetahui tentang Isu-isu Keuangan dan Akuntansi
3. Mengetahui tentang Permasalahan Penelitian dan Pengembangan
4. Mengetahi tentang Permasalhan Sistem Informasi Mnajaemen (SIM)

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Isu Pemasaran

1. Sifat implementasi strategi


Implementasi strategi secara langsung mempengaruhi keberlangsungan dari manajer
pabrik, manajer devisi, manajer departemen, manajer penjualan, manajer produk, manajer
proyek manajer personalia, manajer staf , supervisor, dan seluruh karyawan.
Dalam proses formulasi atau perancangan strategi tidak semua individu terlibat
didalamnya. Bahkan tidak semua dapat memahami, menghargai atau juga menerima
pekerjaan dan pemikiran yang berasal dari perumusan strategi tersebut.

2. Permasalahan pemasaran terkini


Variable pemasaran mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan dari usaha usaha
implementasi strtegi. Contoh keputusan pemasaran yang membutuhkan kebijakan kebijakan
adalah sebagai berikut :
 Cara membuat iklan yang lebih interaktif menjadi lebih efektif.
 Cara terbaik untuk mendapatkan keuntungan dari percakapan di facebook dan twitter
atau sosial media yang lain mengenai perusahaan dan industry.
 Menggunakan penjualan eksklusif, atau tanpa iklan TV melawan iklan online.
 Menggunakan iklan TV yang banyak, sedikit atau tidak melawan iklan online.
 Untuk membatasi atau tidak saham bisnis yang dilakukan dengan pelanggan tunggal.
 Menjadi pemimpin harga atau pengikut harga.
 Untuk menawarkan jaminan lengkap atau terbatas.
 Untuk memberikan penghargaan kepada tenaga penjualan berdasarkan gaji langsung,
komisi langsung, atau kombinasi gaji.
Pemasaran lebih mengenai membangun hubungan dua arah dengan pelanggan daripada
hanya menyampaikan informasi saja kepada pelanggan mengenai suatu produk ataupun layanan.
Pemasaran saat ini harus membuat pelanggan mereka terlibat dalam situs perusahaan mereka dan
meminta saran dari pelanggan dalam rangka pengembangan produk, layanan pelanggan dan
gagasan gagasan. Hal ini dapat memanfaatkan komunitas online atau menggunakan media online
karena akan jauh lebih efektif, cepat dan lebih meminimumkan biaya, dibandingkan
menggunakan cara tradisional.
Perusahaan perusahaan atau organisasi organisasi seharusnya mendorong karyawan mereka
untuk menciptakan situs yang memudahkan pengguna untuk menambahkan, menghapus, dan
menyunting konten berkenaan dengan pertanyaan pertanyaan yang sering kali ditanyakan dan
informasi diseluruh rantai nilai dari aktivitas aktivitas diseluruh perusahaan.
Perusahaan seharusnya membagi insentif kepada pelanggan untuk membagi pemikiran
mereka, opini, dan pengalaman pengalaman dalam situs perusahaan, mendorong pelanggan
untuk membuat jaringan antara mereka sendiri berdasarkan topik pilihan mereka di situs
perusahaan, sehingga nantinya situs perusahaan tidak semata mata hanya mengenai perusahaan
saja, tetapi juga nantinya mengenai pelanggan juga. Selain itu juga perusahaan diharapkan
menawarkan poin atau diskon untuk pelanggan yang memberikan ide dan saran. Hal ini tidak

2
hanya dapat mendorong partisipasi saja tetapi nantinya akan memudahkan perusahaamn ataupun
pelanggan lainnya untuk berinteraksi.

3. Prinsip – Prinsip Baru dari Pemasaran


Situs bisnis atau organisasi harus memberiakn instruksi yanh jelas dan sederhana bagi
pelanggan untuk membuat blog atau wiki. Pelanggan mempercayai opini satu sama lain lebih
dsri sekedar promosi prmasaran perusahaan dan semakin mereka bebas untuk berbincang
semakin perusahaan dapatmempelajari cara memperbaiki produk, layanan dan pemasaran
mereka.
Seperti wells fargo, bank of amerika dan pepsi menggunakan twitter sampai facebook
untuk sarana komunikasi dengan pelanggan. Pepsico mendirikan pengendali misi yang berisi
karyawan pemasarsosisal yang mempromosikan produk jangka panjang perusahaannya.
Meskipun peningkatan secara ekponensial, dalam jejaring sosial dan bisnis online telah
menciptakan peluang besar bagi pemasar. Hal tersebut juga menghasilkan beberapa ancaman
berat seperti bebagai publisitas negatif yang berjalan cepat secaraonline. Selain itu dengan
adanya smartphone membuat pe;uang terbukanya pasar melalui online menjadi lebih
besaruntuk dilakukannya pemasaran melalui online.
Iklan di Internet dan sosial media berkembang dengan begitu pesat, sehingga pemasar
kegiatan pemasaran dapat meningkat begitu pesat pula. Iklan yang lebih intrusive dapat
mengambil lebih banyak ruang di halaman situs.

4. Segmentasi Pasar
Dua variabel yang berkaitan dengan implementasi strategi yaitu berkaitan dengan
sagmentasi pasar dan pemosisian produk. Segementasi pasar dan pemossian produk sangat
penting bagi pemasaran untuk manejemen strategic sendiri. Segmentasi pasar dapat
didefinisikan sebagai pembagian pasar ke dalam kelompok konsumen tergantung dari
kebutuhan dan kebiasan membelinya.
Segmentasi pasar merupakan variabel yang penting dalam melakukan implementasi
strategi karena strategi strategi seperti pengembangan pasar,pengembangan produk, penetrasi
pasar dan diversifikasi diperlukan membutuhkan peningkatan penjualan melalui adanya pasar
dan produk baru. Untuk mencapai keberhasilan dalam pengimplementasian tadi maka
dibutuhkannya sagmntasi pasar yang baru. Lalu sagmentasi pasar memungkinkan
perusahaan untuk beroprasi dengan sumber daya yang terbatas karenaproduk masal,
distribusi masal, dan iklan massal tidak diperlukan. Sagmentasi pasar membantu perusahaan
kecil untuk mampu bersaing dengan perusahaan yang besar dengan memaksimalkan lab ape
unit dan penjualan persegmen. Yang terakhir keputusan sagmentasi pasar mempengaruhi
variabel bauran pemasaran (marketing mix variable): produk, distribusi, promosi dan harga.
Mengevaluasi segmen pasar potensial menuntut para penyusunstrategi untuk
menentukan karakteristik dan kebutuhan dari pelanggan, untuk menganalisis perbedaan dan
persamaan pelanggan dan untuk mengembagkan profil kelompok pelanggan. Melakukan
segmentasi pelanggan lebih mudah nantinya dari pada melakukan sagmentasi pada pasar
industrial.
Segmentasi adalah kunci mempertemukan permintaan dan penawaran. Segemntasi
seringakali memperlihatkan mengenai fluktuasi yang acak dan besar dalam permintaan yang
sesungguhnya yang terdiri dari beberapa pola kecil, terpresiksi dan sapat diatur.
Menyesuaikan penawaran dan permintaan dapat membantu pabrik pabrik untuk

3
memproduksi sesuai dengan jumlah. Selain itu juga dapat meminimalkan kemungkinan
kehabisan stok.

5. Segmentasi Berbasis Retensi


Untuk membantu penyebaran sumber daya pemasaran agar efektif dan efisien
biasanya perusahaan menandai pelanggannya dengan tiga nilai :
 Tanda 1 : apakah pelanggan ini beresiko dalam melakukan pembatalan terhadap
layanan perusahaan ini?
 Tanda 2 : apakah pelanggan ini berharga untuk dipertahankan?
 Tanda 3 : taktik retensi apa yang seharusnya digunakan untuk mempertahankan
pelanggan ini?
Pendekatan untuk menandai pelanggan adalah menggunakan data retensi historical
untuk membuat prediksi mengenai pelanggan aktif berdasarkan pertimbangan berikut:
 Apakah mereka berada pada resiko tinggi dalam mebatalkan layanan mereka.
 Apakah mereka menguntungkan untuk dipertahankan.
 Apakah taktik retesi yang paling efektif.
Gagasan dari segmentasi yang berbasis retensi adalah untuk menyesuaikan pelanggan
aktif dengan pelanggan dari data retensi historical yang membagi atribut serupa.
Menggunakan teori bahwa burung bersyap terikat bersama sama, pendekatan ini
mendasarkan pada asumsi pada fakta bahwa pelanggan aktif memiliki hasil retensi serupa
sebagaimana mereka sebanding dengan pendahulunya. Keseluruhan proses ini dimungkinkan
melalui analitas bisnis dan penggalian data.

6. Apakah Internet Membuat Segmentasi Pasar Lebih Mudah?


Segementasi pasar yang ditentukan melaui media internet atau online oleh pemasar
dapat ditetapkan dengan lebih akurat dari pada segmentasi pasar yang diperoleh melalui vara
tradisional. Karena semakin kesini, perkembangan internet pun mengalami kemajuan yang
sangat pesat. Hampir semua orang berkumpul dan selalu menggunakan internet atau sosial
medianya untuk menjalankan hari harinya.

7. Pemosisian Produk atau Pemetaan Perseptual


Setelah pasar tersegmentasi sehingga perusahaan dapat menargetkan kelompok
pelanggan tertentu. Lalu langkah selanjutnya adalah menemukan hal yang pelanggan ingin
dan harapkan, hal ini membutuhkan analisis dan riset. Mengenali pelanggan yang dibidik
memberikan fokus pada usaha pemasaran untuk memnetukan tahap penentuan keputusan
mengenai bagaimana memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Pemosisian produk
secara luas digunakan untuk tujuan ini. Pemosisian produk merupakan pengembangan skema
representasi yang mencerminkan produk atau jasa dibandingkan dengan pesaing dalam suatu
industry. Langkah langkah yang dibutuhkan untuk memposisikan produk (pemetaan
perseptual) :
 Memilih kriteria kunci yang secara efektif membedakan produk atau layanan dalam
suatu industry.
 Gambaran diagram peta pemetaan produk dua dimensi dengan kriteria spesifik
disetiap sumbunya.
 Tetapkan produk atau jasa pesaing senagai resultan matrik empat kuadran.

4
 Identifikasi area dalam peta pemosisian dimana produk atau layanan perusahaan
harus paling kompetitif di pasar yang ada. Carilah daerah yang kosong.
 Mengembangkan rencana pemasaran untuk menentukan posisi produk atau jasa
perusahaan secara tepat.
Peta pengganda digunakan untuk menilai berbagai pendekatan ke implementasi
strategi karena hanya dua kriteria saja yang dapat diuji pada peta promosi produk. Skala
multidimensional dapat digunakan untuk memeriksa tiga atau lebih kriteria secara simultan,
tetapi tehnik ini membutuhkan bantuan computer.
Beberapa aturan yang untuk menggunakan pemosisian produk sebagai sebuah alat
implementasi strategi :
 Mencari lubang atau ceruk kosong, peluang strategis terbaik mungkin saja sebuah
segmen yang belum terlayani.
 Tidak melayani dua segmen dengan strategi yang sama, strategi yang sukses
menggunakan suatu segmen tidak dapatdengan mudah dipindahkan ke segmen yang
lain.
 Tidak memposisikan ditengah peta. Tengah biasanya menunjukan strategi yang
digunakan tiak jelas untuk membedakan karakteristik yang ada.
Strategi pemosisian produk yang efektif memenuhi dua kriteria, yang pertama hal
tersebut secara unik membedakan perusahaan dalam suatu persoingan. Dan yang kedua
membawa konsumen untuk mengharapkan layanan yang sedikit berbeda yang akan dan bisa
diberikan kepada konsumen.
Peta perseptual juga bisa menampilkan poin poin ideal pelanggan. Poi poin ini
merefleksikan kmbinasi ideal dari dua dimensi seperti yang terlihat oleh seorang pelanggan.
Masing masing titik mewakili satu kombinasi ideal responden dari dua dimensi. Daerah
dimana ada gugus poin poin ideal (seperti A) mengindikasi segmen pasar. Daerah tanpa poin
poin ideal biasanya merujuk pada kekosongan permintaan. Perusahaan mempertimbangkan
untuk mengenalkan produk baru dengan mencari daerah kompetitif (sebuah ceruk kosong),
mungkin terbaik dengan menempatkan poin poin ideal dan produk yang bersaing pada peta
yang sama.

B. Isu – Isu Keuangan dan Akuntansi


1. Mendapatkan Modal Untuk Implementasi Strategis
Implementasi strategi yang sukses terkadang memerlukan tambahan modal. disamping
laba bersih dari operasi dan penjualan asset, dua sumber dasar perolehan modal bagi suatu
organisasi adalah pinjaman dan setoran modal. Menentukan kombinasi yang tepat antara
pinjaman dengan modal disetor dalam struktur modal perusahaan adalah vital bagi kesuksesan
implementasi strategi.
Analisis Laba per Saham atau Laba Sebelum Bunga dan Pajak (Earnings per share/earnings
before interest and taxes-EPS/EBIT analysis0 adalah tehnik yang paling banyak digunakan
dalam menentukan apakah pinjaman, saham, atau kombinasi keduanya merupakan alternative

5
terbaik untuk memperoleh modal bagi implementasi strategis. Tehnik ini meliputi pemeriksaan
dampak yang ditimbulkan pendanaan dari pinjaman dengan saham terhadap laba per saham
dibawah berbagai asumsi begitu juga dengan EBIT.
Analisis EPS/EBIT adalah alat yang berharga untuk membuat keputusan mengenai
pembiayaan modal yang yang diperlukan untuk implementasi strategi, namun beberapa perhatian
perlu diberikan saat menggunakan tehnik ini. Pertama, laba mungkin akan lebih tinggi pada
alternative saham atau utang ketika tingkat EPS lebih rendah. Contohnya, hanya dilihat pada
nilai laba setelah pajak (earnings after taxes-EAT) di table 8-3, anda dapat melihat saham biasa
merupakan pilihan terbaik, apapun kondisi ekonomi yang terjadi. Jika misi brown company
termasuk memaksimalkan laba, bertentangan dengan memaksimalkan keuntungan pemegang
saham atau beberapa criteria lain, maka saham menjadi pilihan pembiayaan yang lebih baik
dibanding untung.
2. Proyeksi Laporan Keuangan
Analisis proyeksi laporan keuangan (projected financial statement analysis) adalah
teknik utama dalam implementasi strategi karena memungkinkan organisasi untuk memriksa
hasil yang diharapkan dari berbagai tindakan dan pendekatan.
Terdapat enam tahap dalam membuat suatu analisis proyeksi keuangan:
1) Siapkan proyeksi keuangan sebelum neraca. Awalilah dengan memperkirakan penjualan
seakurat mungkin.
2) Gunakan metode persentase penjualan (percentage-of sales) untuk memproyeksiakan
harga pokok penjualan(cost of good sold-CGS) dan akun-akun pengeluaran di laporan
keuangan.
3) Hitunglah proyeksi laba bersih (net income-NI)
4) Kurangi laba bersih dengan dividen (dividend-DIV) yang akan dibayar untuk tahun
depan. Sisa laba ini diebut laba ditahan (retained earnings-RE). setiap tahun perusahaan
menambahkan laba ditahan (dari laporan laba rugi) ke laba ditahan tahun sebelumnya di
neraca. Oleh karena itu, jumlah laba ditahan dalam neraca adalah jumlah kumulatif,
bukan jumlah sebenarnya yang tersedia untuk implementasi strategi! Dalam mebuat
laporan proyeksi keunagan, jumlah laba ditahan pada neraca biasanya cukup besar.
Namun demikian, jumlahnya juga bisa saja rendah atau bahkan negative jika perusahaan

6
mengalami kerugian. Satu-satunya cara bagi laba ditahan agar bisa turun dari satu tahun
ketahun lainya dalam neraca adalah:
a) Jika perusahaan mengalami kerugian pada tahun tersebut atau,
b) Jika perusahaan memiliki labah bersih positif pada tahun tersebut namun harus
membayar dividen lebih besar dari jumlah lab yang diperoleh.
5) Proyeksikan pos-pos dineraca, dimulai dari lab ditahan dan kemudian memperkirakan
modal pemegang saham, utang jangka panjang, utang jangka pendek, total utang, total
aktifa, aktifa tetap, dan aktifa lancar.
6) Tulislah catatan proyeksi pada laporan. Kapanpun terjadi perubahan dari tahun ke tahun
yang diproyeksikan, beri catatan yang perlu diberikan.
Manfaat lain dari laporan laba rugi adalah menjadi tolok ukur perusahaan untuk bekerja
lebih baik lagi. Agar karyawan dan perusahaan dapat berkembang lebih baik lagi kedepan nya.
Tolak ukur laporan laba rugi juga dapat memacu kinerja perusahaan sehingga perusahaan dapat
bersaing dengan pesaing di pasar.

3. Anggaran Keuangan
Anggaran keuangan atau financial bugget adalah dokumen yang memperlihatkan secara
detail bagaimana dan bisa diperoleh dan dibelanjakan untuk suatu priode tertentu, biasanya
anggaran yang dipakai adalah anggaran tahunan. Ada bbebrapa bentuk anggaran yang dipakai
seperti: anggaran kas,anggaran oprasi, anggaran penjualan, anggaran lab,anggaran pabrik,
anggaran modal, anggaran pengeluaran,anggaran divisi, anggaran variable, anggaran fleksibel,
dan anggaran tetap. Anggaran keuangan memiliki keterbatasan. Pertama, program yang telah
dianggarakan, dapat menjadi begitu detail dimana mereka menjadi terlalu kaku dan terlalu
mahal. Kedua, anggaran keuangan bisa menjadi subtitusi bagi tujuan. Ketiga, anggaran dapat
menyembunyikan inefisensi jika didasarkan pada prosedur daripada evaluasi priodik dari suatu
kondistertentu. Terakhir, anggaran terkadang digunakan sebagai instrument bagi tirani akibat
rasa frustasi, ketidaksukaan, ketidakadilan, dan tinggkat keluar masuk karyawan yang tinggi.
Dalam perusahaan untuk mencapai Tujuannya harus mempunyai perencanaan, dan paling
penting dari suatu perusahaan yaitu mempunyai rencana anggaran, yaitu biaya berupa
pengeluaran uang untuk melaksanakan kegiatan pokok, misalnya biaya pemasaran dan
administrasi.

7
Manfaat utama yang diperoleh dalam menyusun budget perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Sebagai alat barometer bagi pihak manajemen dalam melakukan perencanaan keuangan
di masa yang akan datang.
2. Membuat perencanaan seberapa besar rencana anggaran biaya yang ditetapkan dan
dijadikan sebagai alat acuan otorisasi keuangan.
3. Alat untuk mengukur seberapa besar tingkat pencapaian target perusahaaan dan efisiensi
biaya.

C. Permasalahan Penelitian dan Pengembangan (research and development-R&D)


Personel penelitian dan pengembangan (research and development-R&D) dapat
memainkan bagian integral dalam implementasi strategi. Individu tersebut pada umumnya
dihargai karena dapat mengembangkan produk baru dan memperbaiki produk lama sehingga
memungkinkan implementasi strategi menjadi lebih efektif. Manajer dengan cara yang akan
memudahkan implementasi strategi yang efektif, menyesuaikan proses ke bahan mentah local,
mngadaptasi proses ke pasar local, dan mengubah produk ke cita rasa dan spesifikasi tertentu.
Strategi-strategi seperti pengembangan produk, penetrasi pasar, dan diversifikasi konsentrik
membutuhkan produk baru menjadi sukses dikembangkan dan bahwa produk lama menjadi
meningkat secara signifikan.
Peningkatan teknologi yang mempengaruhi produk dan jasa untuk konsumen dan industri
serta layanan telah memperpendek siklus hidup produk itu sendiri. Perusahaan di hampir setiap
industri sangat bergantung pada pengembangan produk dan layanan baru untuk mendukung
profitabilitas dan pertumbuhan. Penelitian menyarankan bahwa organisasi yang paling berhasil
menggunakan strategi Litbang sebagai penghubung antara peluang eksternal dengan kekuatan
internal dan kemudian mengaitkan dengan tujuan. kebijakan Litbang yang dirumuskan dengan
baik dapat meraih peluang pasar dengan kapabilitas internal yang dimiliki. Kebijakan Litbang
meningkatkan usaha implementasi strategi untuk :
1. Menekankan peningkatan produk dan proses
2. Menekankan pada riset dasar atau terapan
3. Meningkatkan pemimpin atau pengikut dalam litbang
4. Mengembangkan jenis proses robotik atau manual
5. Mengeluarkan sejumlah uang yang banyak ,rata-rata, atau sedikit pada litbang

8
6. Menjalankan litbang sendiri atau mengontrakkan nya keluar
7. Menggunakan peneliti dari universitas atau peneliti swasta
Kebijakan R&D antara perusahaan pesaing seringkali bervariasi secara dramatis.
Contohnya Pfizer hanya menghabiskan 5 miliar dolar setiap tahunnya pada R&D, meski
perusahaan memiliki penerimaan 70 miliar dolar setiap tahunnya, sedangkan pesaingnya Merck
Mengeluarkan 10 miliar dolar setiap tahunnya pada R&D dengan penerimaan setiap tahun
sekitar 50 miliar dolar. Hal yang mendasari perbedaan dalam strategi ini antara dua raksasa
Farmasi adalah pertentangan filosofis manfaat investasi besar untuk menemukan obat baru
melawan menunggu yang lainnya untuk mengeluarkan uang dan menemukan, serta mengikuti
dengan produk yang sama. “Pfizer” dan dan Merck berjalan dalam arah yang berbeda, kata Les
Funtleyder, manajer portofolio di reksanada Miller Tabak Health Care Tranformation.
Di sana harus ada interaksi efektif antara departemen R&D dan departemen fungsional
lain dalam mengimplementasikan jenis-jenis strategi bisnis generic yang berbeda ada. konflik
antara pemasaran, keuangan, dan akuntansi, R&D, dan Departemen sistem informasi dapat
diminimalkan dengan kebijakan dan sasaran yang jelas. Tabel 8-11 memberikan beberapa
contoh aktivitas R&D yang diperlukan untuk keberhasilan implementasi dari berbagai strategi.
banyak perusahaan utilitas, energi, dan otomotif di Amerika Serikat yang mempekerjakan
departemen R&D mereka untuk menentukan cara perusahaan dapat mengurangi emisi gas nya
secara efektif.

Banyak perusahaan bergulat dengan keputusan mengenai perlu tidaknya memakai ahli
Litbang dari perusahaan lain untuk mengembangkan keahlian Litbang secara internal. Pedoman
berikut ini dapat digunakan untuk membantu dalam membuat keputusan ini :

9
1. Jika tingkat perkembangan teknikal berjalan lambat, tingkat pertumbuhan pasar
sandang, dan terdapat hambatan yang signifikan untuk memungkinkan pendatang baru,
Maka Litbang yang dikembangkan sendiri adalah solusi yang disukai. alasannya adalah
ah jika Litbang berhasil maka akan menghasilkan produk sementara atau proses
monopoli yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan.
2. Jika teknologi berubah dengan cepat dan pasar tumbuh dengan lambat, maka usaha keras
dalam Litbang akan sangat berisiko karena akan mengarah ke pengembangan teknologi
yang yang akhirnya menjadi usang atau tidak memiliki pasar.
3. Jika teknologi berubah dengan lambat, tetapi pasar tumbuh dengan cepat, pada umumnya
tidak terdapat cukup waktu untuk pengembangan sendiri. pendekatan yang disarankan
adalah menyewa ahli bidang Litbang pada basis eksklusif atau tidak eksklusif dari
perusahaan luar.
4. Jika baik perkembangan teknis maupun pertumbuhan pasar berjalan dengan cepat, ahli
Litbang bisa didapatkan dengan cara mengakuisisi perusahaan yang telah matang dalam
sebuah industri.
Setidaknya, terdapat tiga pendekatan Litbang yang utama untuk mengimplementasikan
strategi. strategi pertama adalah menjadi yang pertama yang memasarkan produk berteknologi
baru. ini adalah strategi yang glamor dan menarik, tetapi juga berbahaya. Contohnya Apple
merasa seperti Samsung. perusahaan seperti 3M dan dan general Electric telah berhasil dengan
pendekatan ini, tetapi perusahaan Perintis lainnya telah gagal, dengan perusahaan pesaing yang
melakukan inisiatif.
Pendekatan Litbang kedua adalah menjadi peniru inovatif dari produk yang berhasil,
sehingga meminimalkan risiko dan biaya awal. pendekatan ini membiarkan perusahaan pelopor
terlebih dahulu mengembangkan versi pertama dari suatu produk dan memperlihatkan adanya
pasar untuk produk tersebut. kemudian, perusahaan peniru mengembangkan produk yang
serupa. strategi Ini Membutuhkan personal letter dan Departemen pemasaran yang hebat.
Strategi Litbang ketiga adalah menjadi produsen berbiaya rendah dengan produk serupa
yang dibuat massal, tetapi lebih murah daripada produk yang baru diperkenalkan perusahaan
lain. Saat produk baru diterima oleh pelanggan, harga menjadi bertambah penting dalam
keputusan pembelian. Pemasaran massal menggantikan penjualan pribadi sebagai strategi
penjualan yang dominan. strategi Litbang Ini Membutuhkan investasi yang besar dalam bentuk

10
pabrik dan peralatan, tetapi dengan pengeluaran yang lebih sedikit dalam hal Litbang
dibandingkan dengan dua pendekatan yang digambarkan sebelumnya. Dell dan Lenovo telah
memanfaatkan Pendekatan ketiga untuk meraih keuntungan kompetitif.
Aktivitas Litbang bagi perusahaan Amerika harus lebih disesuaikan dengan tujuan bisnis.
terdapat kebutuhan untuk meningkatkan komunikasi antara manajer Litbang dengan penyusun
strategi. perusahaan melakukan eksperimen dengan berbagai metode untuk mencapai iklim
komunikasi yang lebih baik, termasuk mengatur peran dan pelaporan yang berbeda bagi manajer
dan menggunakan metode baru untuk mengurangi waktu untuk mewujudkan realitas dari sebuah
gagasan.
Mungkin tren terbaru dalam manajemen bank adalah mulai dihilangkan sifat
kerahasiaannya, bahkan pesaing utama saat ini ini turut bergabung untuk mengembangkan
produk baru. Kolaborasi semakin meningkat seiring dengan tekanan persaingan, meningkatnya
biaya riset, meningkatnya isu peraturan, dan dan akselerasi jadwal pengembangan produk.
Perusahaan tidak hanya bekerja lebih erat satu sama lain dalam Litbang tetapi mereka juga
membuat konsorsium di universitas untuk kebutuhan Litbang mereka. Lebih dari 600
konsorsium penelitian yang sekarang beroperasi di Amerika Serikat.

D. Permasalahan Sistem Informasi Manajemen ( SIM)


Perusahaan yang mengumpulkan, mengasimilasi, dan mengevaluasi informasi eksternal
dan internal secara efektif dapat memperoleh keunggulan bersaing. Pentingnya memiliki sistem
informasi manajemen (SIM) mungkin menjadi faktor terpenting dalam membedakan perusahaan
yang berhasil dan tidak berhasil. Proses manajemen strategi tersebut sangat difasilitasi dalam
perusahaan yang memiliki sebuah sistem informasi yang efektif.
Pengumpulan, penyelamatan, dan penyimpanan informasi dapat digunakan untuk
menciptakan keunggulan bersaing dalam cara seperti melakukan penjualan silang kepada
pelanggan, memonitor pemasok, membuat manajer dan karyawan mendapat informasi yang
cukup, berkoordinasi antara divisi dan mengelola dana. Seperti persediaan sumber daya
manusia, informasi sekarang dikenali sebagai aset organisasi berharga yang dapat dikendalikan
dan dikelola. Perusahaan dapat mengimplementasikan strategi strategi dengan informasi terbaik
yang akan menghasilkan keuntungan bersaing di abad ke-21.
Sistem informasi yang baik dapat memudahkan perusahaan untuk mengurangi biaya.
Contohnya, pesanan online dari tenaga penjual ke fasilitas produksi dapat mempersingkat

11
waktu pemesanan bahan dan mengurangi biaya persediaan. Komunikasi langsung antara
pemasok, pabrik, pemasar, dan pelanggan dapat menautkan elemen Rantai nilai secara
bersama-sama seperti dalam satu organisasi. Kualitas dan layanan yang ditingkatkan seringkali
merupakan hasil dari peningkatan sistem informasi.
Perusahaan harus meningkatkan kepedulian komputer dan mengambil langkah spesifik
untuk mengamankan dan melindungi komunikasi korporat, arsip, pesanan, dan Bisnis yang
dilakukan melalui internet. Ribuan perusahaan saat ini dijangkiti peretas komputer yang
melibatkan karyawan yang tidak puas, pesaing, para remaja yang bosan, sosiopat, pencuri,
mata-mata, dan agen sewaan. Kerentanan komputer adalah masalah besar yang sangat
memusingkan.
Berpusat di dishort Hills, New Jersey, Dun dan Bradstreet adalah contoh perusahaan
yang memiliki sistem informasi yang sempurna. Setiap pelanggan dan layanan D&B diseluruh
dunia telah memiliki 9 digit nomor yang terpisah. Basis data dari lebih 200 Jt bisnis mendunia
yang yang berisi informasi terkait dengan masing-masing nomor. D-U-N-S telah banyak
digunakan secara meluas, Yaitu seperti nomor jaminan sosial. D&B memetik keunggulan
bersaing yang besar dari sistem informasinya.
Di berbagai perusahaan, teknologi informasi tidak harus dilakukan dari tempat kerja dan
membolehkan karyawan untuk bekerja dari rumah atau di manapun dan kapanpun. Konsep kerja
bergerak memungkinkan karyawan untuk bekerja dari pukul 9 sampai 5 di zona waktu sepanjang
24 jam di seluruh dunia. perangkat lunak konferensi video komputer meja yang terjangkau
membantu karyawan untuk bertatap muka kapanpun diperlukan. Manajer atau karyawan
manapun yang sering berpergian jauh dari kantor adalah kandidat yang bagus untuk bekerja
dari rumah daripada dalam sebuah kantor yang disediakan oleh perusahaan. Penjual atau
konsultan adalah contoh yang bagus tetapi orang manapun yang memperkerjakan kebanyakan
melibatkan pembicaraan dengan yang lain atau menangani informasi si dapat dengan mudah
mengoperasikannya dari rumah dengan SIM yang tepat.

Analitis Bisnis
Analitis bisnis (business analytics) adalah teknik SIM yang menggunakan perangkat
lunak untuk menggali data bervolume tinggi untuk membantu eksekutif membuat keputusan.
terkadang disebut juga analitis prediktif, pembelajaran mesin, atau penggalian data. Perangkat

12
lunak ini membantu seorang peneliti menilai dan menggunakan pengalaman agrerat dari sebuah
organisasi , sebuah aset strategis tidak ternilai bagi perusahaan. Sejarah pengalaman interaksi
perusahaan dengan pelanggannya, pemasoknya, distributor, karyawan, perusahaan pesaing,
dan lebih banyak lagi yang semuanya dapat disadap dengan penggalian data (data mining) untuk
menghasilkan model prediktif. Analisis bisnis mirip dengan metode faktorial yang digunakan
perusahaan asuransi untuk menilai pelanggan berdasarkan peluang dari hasil positif atau negatif.
Setiap bisnis pada dasarnya mengupayakan manajemen risiko. untuk itu seperti perusahaan
asuransi, seluruh bisnis dapat mengambil manfaat dari pengukuran, pelacakan, dan komputasi
risiko tersebut terkait dengan ratusan keputusan strategis dan taktis yang dibuat setiap hari.
Analisis bisnis membantu sebuah perusahaan untuk mengambil manfaat dari pengukuran dan
pengelolaan risiko.
Karena semakin banyak produk yang menjadi komoditas ( begitu mirip, sehingga tak
dapat dibedakan), keuntungan bersaing yang semakin bergantung pada kemajuan untuk proses
bisnis. Analitis bisnis dapat menyediakan perusahaan yang berkaitan dengan kepemilikan
kecerdasan bisnis, contohnya segmen pelanggan yang memilih perusahaan anda daripada
mereka yang menangguhkan, anne-marie, atau menyeberang ke pesaing dan alasannya.
Analisis bisnis dapat mengungkapkan saat kelemahan pesaing, sehingga aktivitas pemasaran dan
penjualan dapat langsung ditargetkan untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang
dihasilkan(pengetahuan). Sebagai tambahan dalam memahami perilaku pelanggan dengan lebih
baik, yang memberikan hasil pemasaran yang lebih efektif dan efisien, analisis bisnis juga
digunakan untuk pemangkasan beban, contohnya penawaran pemotongan retensi dari pelanggan
yang akan bersama dengan perusahaan Apapun yang terjadi atau mengelola transaksi penipuan
yang memasukkan faktur, pembelian peralatan kredit, klaim asuransi pajak, panggilan telepon
bergerak, iklan online klik, dan masih banyak lagi.
Fitur kunci pembeda dari analisis bisnis adalah predictive daripada retrospektif, di
dalamnya fitur ini membantu perusahaan untuk belajar dari pengalaman dan untuk membuat
keputusan saat ini dan dimasa depan berdasarkan informasi sebelumnya. Berasal dari model
predictive yang kuat dari penggalian data untuk mendukung ratusan keputusan bisnis yang
terjadi pada umumnya adalah esensi pembelajaran dari pengalaman. Model matematis terkait
dengan analisis bisnis yang secara dramatis dan dan pengembalian keputusan anne-marie seluruh
tingkat organisasi dan seluruh tahapan manajemen strategis. Dalam arti, seni menjadi ilmu

13
dengan analisis bisnis yang memberi hasil dari generalisasi matematis dari ribuan, juta, atau
bahkan miliaran poin data sebelumnya untuk menemukan pola perilaku untuk mengoptimalkan
penyebaran sumber daya.
CEO terdahulu dari IBM, Samuel palmisano mengumum kan bahwa IBM berpindah
secara agresif ke analisis bisnis, mencoba untuk menyalip kepemimpinan pangsa pasar Oracle.
Penerimaan analisis tahunan IBM sekitar 15% setiap Kuartal dibandingkan dengan
pertumbuhan industri sekitar 15% setiap tahunnya. akuisisi IBM atas SPSS senilai 1,2 miliar
dolar, diantara akusisi terkini lainnya nya membawa perusahaan masuk ke bisnis konsultasi
analisis bisnis. Microsoft baru-baru ini memiliki program perangkat lunak yang disebut power
pivot yang menawarkan kapabilitas penggalian data dengan cara layaknya lembar kerja, tetapi
ini tidak mendekati sekuat perangkat lunak analisis bisnis. IBM baru menyelesaikan proyek
Analisis untuk Departemen pemadam kebakaran kota New York saat bangunan dalam kota
tersebut dinilai risikonya.

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Implementasi strategi yang sukses bergantung pada kerjasama antara seluruh fungsional
dan manajer divisional dalam organisasi. Departemen pemasaran umumnya bertugas
mengimplementasikan strategi strategi yang membutuhkan peningkatan signifikan dalam
penerimaan penjualan di wilayah baru dan dengan produk baru atau yang telah
ditingkatkan. Manajer keuangan dan akuntansi harus merancang pendekatan implementasi
strategi yang efektif pada biaya yang rendah dan resiko minimal untuk perusahaan itu. Manajer
r&d harus memindahkan teknologi yang kompleks atau mengembangkan teknologi baru untuk
sukses dalam mengimplementasikan strategi. Manajer sistem informasi yang sering dipanggil
agar menyediakan lebih banyak lagi kepemimpinan dan pelatihan untuk seluruh individu dalam
perusahaan tersebut. Hakikat dan peran dari pemasaran keuangan dan akuntansi, r&d, serta
aktivitas SIM, ditambah dengan aktivitas manajemen seperti yang menentukan keberhasilan
organisasi secara luas.

15
DAFTAR PUSTAKA

David, Fred R. 2016. Manajemen Strategik “Suatu Pendekatan Keunggulan Bersaing” Edisi 15.
Jakarta. Penerbit Salemba Empat.

16

Anda mungkin juga menyukai