Anda di halaman 1dari 1

ESPA4314

NASKAH UAS-THE
UJIAN AKHIR SEMESTER-TAKE HOME EXAM
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020/21.1

Perekonomian Indonesia
ESPA4314
No. Soal Skor
1. Tahun 1998 seolah menjadi momen kelam bagi negara Indonesia dan rakyatnya. Di tahun 30
tersebut Indonesia harus mengalami krisis moneter (krismon) yang kemudian berdampak ke
segala bidang. Di saat yang sama, kondisi semakin diperparah karena tuntutan para
mahasiswa yang meminta Presiden Soeharto mundur dari jabatannya setelah berkuasa
sebagai orang nomor satu Indonesia selama 32 tahun. Pada Juni 1997, banyak yang
berpendapat bahwa Indonesia masih jauh dari krisis. Karena beberapa pandangan ketika itu
menyatakan bahwa Indonesia berbeda dengan Thailand. Indonesia memiliki inflasi yang
rendah, surplus neraca perdagangan lebih dari US$900 juta, cadangan devisa cukup besar,
lebih dari US$20 miliar, dan sektor perbankan masih baik-baik saja. Walaupun sebenarnya di
tahun-tahun sebelumnya, cukup banyak perusahaan Indonesia yang meminjam dalam bentuk
dolar. Karena sebelum 1997 memang tercatat bahwa rupiah menguat atas dolar Amerika. Jadi,
pinjaman dalam bentuk dolar dianggap jauh lebih murah.

Pertanyaan :
1. Apakah yang menyebabkan terjadinya krisis moneter di Indonesia?
2. Mengapa Indonesia lamban keluar dari krisis?

2. Pada periode sebelum krisis yakni tahun 1983 sampai 1997 terdapat beberapa kebijakan 40
perbankan yang berpengaruh luas terhadap perekonomian. Paket kebijakan yang pertama
adalah Paket Kebijakan Juni 1983 (Pakjun’83) dan yang kedua adalah Paket Kebijakan
Oktober 1988 (Pakto’88).

Pertanyaan :
1. Apakah tujuan kedua kebijakan tersebut digulirkan pemerintah?
2. Apakah isi kedua kebijakan tersebut?
3. Efektifkah kebijakan tersebut untuk meningkatkan perekonomian Indonesia? Terangkan
jawaban anda

3. Jumlah penduduk miskin di Indonesia kembali mengalami peningkatan pada Maret 2020 30
menjadi 9,78 persen atau sebanyak 26,42 juta orang. Bertambahnya kemiskinan disebut akibat
dampak dari pandemi Covid-19 yang menganggu keseimbangan sektor ekonomi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan, dampak dari pandemi Covid-
19 yang menganggu ekonomi cukup luar biasa. Salah satunya terhadap kenaikan harga
sembako khususnya pangan pokok yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
BPS mencatat, pada periode September 2019 ke Maret 2020, secara nasional harga eceran
beberapa komoditas pokok mengalami kenaikan. Yakni beras 1,78 persen, daging ayam ras
5,53 persen, minyak goreng 7,06 persen, telur ayam ras 11,10 persen serta gula pasri 13,35
persen.

Pertanyaan :
1. Uraikan konsep lingkaran setan kemiskinan (the vicious circle of poverty) yang anda
ketahui.
2. Apakah strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan?

Skor Total 100

1 dari 1

Anda mungkin juga menyukai