Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 4

“ENHANCED INTERIOR GATEWAY ROUTING PROTOCOL (EIGRP)”

TMJ – 426P1740733

DISUSUN OLEH:
ADRIASI LANTANG
42618001

TEKNIK MULTIMEDIA DAN JARINGAN


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2019/2020
A. TUJUAN
1. Memahami teknik subnetting CIDR dan VLSM.
2. Mendesain alokasi pengalamatan IP dijaringan menggunakan teknik subnetting.
3. Memahami proses routing dengan protokol EIGRP.
4. Mengkonfigurasi routing EIGRP pada router Cisco
B. DASAR TEORI
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah protokol routing dynamic
yang hanya tersedia pada perangkat router cisco atau sering disebut sebagai proprietary
protocol pada cisco, sehingga untuk routing protocol EIGRP ini hanya bisa digunakan pada
sesama router cisco saja.
Bila dibandingkan dengan protokol routing RIP, EIGRP memiliki kelebihan yang jauh
lebih baik, contohnya pada area cakupan yang mana RIP hanya dapat mencakup jaringan
hingga 15 hop sedangkan pada EIGRP dapat mencakup jaringan hingga 100 hop. Hal ini
membuat protokol routing EIGRP cocok untuk digunakan pada jaringan skala menengah
hingga skala besar.
Dalam perhitungan untuk menentukan path/jalur yang tercepat/terpendek, EGIRP
menggunakan algortima DUAL (Diffusing-Update Algorithm) dalam menentukannya.
EIGRP mempunyai 3 table dalam menyimpan informasi networknya:
1. Neighbor table : Tabel yang paling penting dari tabel-tabel yang lainnya. di tabel ini
menyimpan list tentang router-router tetangganya. Setiap ada router baru yang
dipasang, address dan interface langsung dicatat di tabel ini.
2. Topology table : Tabel ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari Routing table
dalam 1 autonomous system (seperti sistem area di OSPF). DUAL mengambil
informasi dari neighbor tabel dan topology table untuk melakukan kalkulasi cost
terendah untuk mencapai tujuan. Setelah melakukan kalkulasi akan ada yang
namanya successor route. Successor route ini disimpan di tabel ini juga.
3. Routing table : menyimpan rute terbaik untuk ke tujuan. Informasi tersebut diambil.
dari topology table.
Dalam melakukan update routing table, EIGRP akan mengirimkan hello packet setiap 5
detik dengan dead interval 15 detik untuk melakukan update routing table dan mengetahui
apakah router-router tetangganya masih hidup ataukah sudah mati. Hello packet dikirimkan
kepada EIGRP ke neighbor router dengan menggunakan Autonomous System Number
(ASN) untuk mengidentifikasi router dan hanya router yang memiliki ASN yang dapat
melakukan sharing information. Oleh karena itu jika kamu memiliki dua router, satu dengan
“router eigrp 1” dan satunya dengan “router eigrp 2” maka mereka tidak dapat melakukan
pertukaran informasi karena ASN mereka tidak sama.
1. Perhitungan EIGRP Metric
Dalam menentukan jalur terbaik, routing protokol EIGRP menggunakan
persamaan Metric:
𝑀𝑒𝑡𝑟𝑖𝑐=()𝐾1 .𝐵𝑊+ 𝐾2 .𝐵𝑊 256−𝐿𝑂𝐴𝐷+𝐾3 .𝐷𝐸𝐿𝐴𝑌<. 𝐾5
𝐾4+𝑅𝐸𝐿𝐼𝐴𝐵𝐼𝐿𝐼𝑇𝑌A .256
Namun secara default pada routing protokol EIGRP mengatur nilai K1=1, K2=0,
K3=1, K4=0 dan K5=0. Sehingga bila disederhanakan maka persamaan untuk
menghitung Metric EIGRP adalah:
𝑀𝑒𝑡𝑟𝑖𝑐=(𝐵𝑊+𝐷𝐸𝐿𝐴𝑌).256
Dimana:
BW = 107 / bandwidth terkecil sepanjang route (Kbps)
Delay = total delay sepanjang route dibagi 10 (microsecond
Contoh:

Pada gambar diatas terdapat dua buah router R1 dan R2 yang terhubung
menggunakan fastEthernet dan telah dikonfigurasi menggunakan routing protokol
EIGRP.
Jika diketahui Bandwidth yang digunakan dalam jaringan tersebut sebesar 10000
Kbit dan delay dari R1 = 5000, R2 = 1000.
Maka untuk perhitungan Metric EIGRPnya adalah:

=(1000+600).256
= 409600
2. Wildcard Mask
Pada konfigurasi EIGRP membutuhkan masukan wildcard mask. Sama seperti
subnet mask, wildcard mask juga memiliki panjang 32 bit dan sering disebut sebagai
kebalikan dari subnet mask.
Cara untuk menghitung wildcard mask adalah dengan mengurangkan
255.255.255.255 dengan subnet mask, misalnya:
Untuk subnet mask /24 atau 255.255.255.0
Bit Tinggi 255 255 255 255
Subnet Mask -255 -255 -255 -0
Wildcard Mak 0 0 0 255
Maka Wildcard Mask untuk /24 adalah 0.0.0.255
Untuk subnet mask /29 atau 255.255.255.0
Bit Tinggi 255 255 255 255
Subnet Mask -255 -255 -255 -248
Wildcard Mak 0 0 0 7
Maka Wildcard Mask untuk /24 adalah 0.0.0.7
Wildcard mask digunakan untuk mengidentifikasi range alamat IP yang
akan digunakan, contohnya:
IP 192.168.1.0/24 memiliki wildcard mask 0.0.0.255. Maka dapat disimpulkan
bahwa terdapat 256 alamat IP pada jaringan tersebut.
IP 192.168.1.0/23 memiliki wildcard mask 0.0.1.255. Dapat disimpulkan terdapat
512 alamat IP pada jaringan tersebut.
3. Konfigurasi Badwidth Serial Interface
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa besaran Bandwidth sangatlah
berpengaruh dalam menentukan jalur terbaik yang akan digunakan pada routing
protokol EIGRP. Oleh karena itu cara untuk mengatur besaran Bandwidth pada
interface yaitu dengan menggunakan perintah “bandwidth
[besar_bandwidth(kbps)]”.
Router(config)# interface serial 0/0
Router(config-if)# bandwidth 1024
4. Konfigurasi Routing Protokol EIGRP
Untuk melakukan konfigurasi routing protokol EIGRP dilakukan dengan langkah-
langkah berikut:
a. Masuk ke mode global configuration untuk meng-enable konfigurasi EIGRP dan
menentukan nomor ASN router melalui mode global configuration dengan
perintah “router eigrp [nomor_ASN]”. Nomor ASN memiliki range nilai 1
sampai 65535.
Router(config)#router eigrp 1
b. Mendaftarkan jaringan mana yang merupakan bagian dari EIGRP dengan nomor

ASN yang sudah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan perintah


“network [network_ID] [wildcard_mask]”
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255
5. Contoh Konfigurasi Routing Protokol EIGRP
Pada contoh konfigurasi routing protokol EIGRP dibawah menggunakan 3 buah
router dengan nilai ASN = 10.

Konfigruasi routing EIGRP pada Router0:


Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#network 10.0.0.0 0.0.0.3
Router(config-router)#network 192.168.100.0 0.0.0.255
Konfigruasi EIGRP pada Router1:
Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#network 10.0.1.0 0.0.0.3
Router(config-router)#network 10.0.0.0 0.0.0.3
Router(config-router)#network 192.168.200.0 0.0.0.7
Konfigruasi EIGRP pada Router0:
Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#network 10.0.1.0 0.0.0.3
Router(config-router)#network 192.168.0.0 0.0.0.31
C. ALAT DAN BAHAN
1. Perangkat PC dengan software Packet Tracer
2. Kabel Rollover (console)
3. Kabel UTP Straight
4. Kabel Serial DTE-DCE
5. Switch
6. Router
D. LANGKAH PRAKTIKUM
a. Percobaan1
1. Mensimulasikan topologi jaringan dibawah ini dengan Software Cisco Paket Tracer dan
konfigurasi menggunakan routing EIGRP.

2. Konfigurasi IP address, subnet mask pada interface masing-masing Router dan


mensetting clock rate pada interface serial router di sisi DCE.
Router0

Router1
Router2

3. Menkonfigurasi IP address, subnet mask dan gateway pada masing-masing PC host.


PC0

PC1

PC2
PC3

PC4
PC5

4. Menkonfigurasi routing protokol EIGRP pada masing-masing router.


Router0

Router1
Router2

5. Menjalankan perintah berikut dan analisa hasilnya:


a. Router0
Show run
show ip route

show ip protocols
show ip eigrp neighbor

show ip eigrp topology

b. Router1
Show run
show ip route

show ip protocols
show ip eigrp neighbor

show ip eigrp topology

c. Router2
Show run
show ip route

show ip protocols
show ip eigrp neighbor

show ip eigrp topology

6. Melakukan perintah ping dan tracert antar PC host yang berbeda jaringan.
a. PC0
PING
TRACERT

b. PC2
PING
TRACERT

c. PC4
PING
TRACERT

7. Mensetting bandwidth pada masing-masing router


Router0 – Router1 : 64 (kbps)

Router0 – Router2 : 1544 (kbps)


Router1 – Router2 : 1024 (kbps)

8. Menjalankan kembali perintah seperti langkah nomor 6 dan analisa hasilnya.


9. Melakukan ping dan tracert antar PC host yang berbeda jaringan.
Pc0
Ping

Tracert
Pc2
Ping

Tracert
Pc4
Ping

Tracert
10. Putus jalur antara Router0 ke Router2, kemudian lakukan analisa kembali dengan
melakukan perintah seperti di nomor 6.

11. Ulangi tracert antar PC host.


Pc0

Pc2
Pc4

b. Percobaan2
1. Melakukan konfigurasi jaringan seperti gambar berikut menggunakan routing protokol
EIGRP.

2. Hitung pengalamatan subnetting IP dari jaringan diatas


Subnet Alamat Netmask Alamat IP Alamat IP Alamat
jaringan awal akhir broadcast
1(30 host) 192.168.1.0 255.255.255.224 192.168.1.1 192.168.1.30 192.168.1.31
1(30 host) 192.168.1.32 255.255.255.224 192.168.1.33 192.168.1.62 192.168.1.63
3(14 host) 192.168.1.64 255.255.255.240 192.168.1.65 192.168.1.70 192.168.1.71
4(6 host) 192.168.1.72 255.255.255.248 192.168.1.73 192.168.1.77 192.168.1.79
5(2 host) 192.168.1.80 255.255.255.252 192.168.1.81 192.168.1.82 192.168.1.83
6(2 host) 192.168.1.84 255.255.255.252 192.168.1.85 192.168.1.86 192.168.1.87
7(2 host) 192.168.1.88 255.255.255.252 192.168.1.89 192.168.1.90 192.168.1.91
8(2 host) 192.168.1.92 255.255.255.252 192.168.1.93 192.168.1.94 192.168.1.95

3. Melengkapi tabel pengalamatan IP address dan subnetmask dari masing-masing Router


berdasarkan alokasi subnet masing-masing
Interface Router0 Router1 Router2 Router3
Fa0/0 192.168.1.1 192.168.1.33 192.168.1.65 192.168.1.73
Se0/0/0 192.168.1.81 192.168.1.85 192.168.1.89 192.168.1.93
Se0/0/1 192.168.1.94 192.168.1.82 192.168.1.86 192.168.1.90
Router0

Router1

Router2
Router3

4. Melengkapi tabel pengalamatan IP address, subnetmask dan gateway dari masing-


masing PC host.
Device Ip address Subnetmask Gateway
Pc0 192.168.1.2 255.255.255.224 192.168.1.1
Pc1 192.168.1.34 255.255.255.224 192.168.1.33
Pc2 192.168.1.66 255.255.255.240 192.168.1.65
Pc3 192.168.1.74 255.255.255.248 192.168.1.73
PC0
PC1

PC2

PC3
5. Melakukan konfigurasi IP pada setiap router dan PC host berdasarkan alokasi alamat IP
yang diberikan dan mensetting clock rate pada interface serial router di sisi DCE.
Router0

Router1
Router2

Router3

6. Melakukan konfigurasi bandwidth pada interface Router.


Router0 – Router1 : 1544 (kbps)

Router1 – Router2 : 1024 (kbps)


Router2 – Router3 : 64 (kbps)

Router3 – Router0 : 64 (kbps)

7. Melakukan konfigurasi routing EIGRP pada masing-masing router.


Router0

Router1

Router2

Router3

8. Melakukan analisa dengan melakukan perintah :


a. Router0
show run
show ip interface brief

show ip route

show ip protocols
show ip eigrp neighbor

show ip eigrp topology

b. Router1
show run
show ip interface brief

show ip route

show ip protocols
show ip eigrp neighbor

show ip eigrp topology

c. Router2
show run
show ip interface brief

show ip route

show ip protocols
show ip eigrp neighbor

show ip eigrp topology

d. Router3
show run
show ip interface brief

show ip route

show ip protocols
show ip eigrp neighbor

show ip eigrp topology

9. Memastikan antar PC host dapat saling terhubung dengan menggunakan perintah ping
PC0
PC1

PC2
PC3
10. Melakukan tracert antar PC host
PC0
PC1

PC2
PC3
E. ANALISA
Percobaan1
Show run
Dimana perintah ini digunakan untuk menkonfigurasi interface yang sedang berjalan di
RAM. Misalnya padaRouter0 interface FastEthernet0/0 dengan ip add 192.1681.1,
se0/3/0 dengan ip ad 192.168.1.81 dan clock rate 64000, se0.3.1 dengan ip add
192.168.1.89.
show ip route
perintah ini akan memunculkan router yang telah terkoneksi dengan network yang ada
melalui interface serial.
show ip protocols
Perintah ini menunjukan bahwa protocol yang digunakan EIGRP dengan nomor ASN,
dengan routingnya untuk network.Administrative distance yang muncul merupakan
administrative distance dari protocol couting EIGRP
show ip eigrp neighbor
Perintah in menampilkan table neighbor yang dipelajari EIGRP dari tetangganya dan
memastikan neighbor itu aktif atau tidak.
show ip eigrp topology
perintah ini menampilkan table topologi EIGRP, status aktif tidaknya proses routing,
successor, dan feasible distance menuju destination network

Percobaan2
show run
Dimana perintah ini digunakan untuk menkonfigurasi interface yang sedang berjalan di
RAM.
show ip interface brief
perintah di atas merupakan perintah untuk mendapatka informasi dari setiap interface di
router dimana dengan ip address akan mengeluarkan informasi apakah ip address dengan
method manual dan status up.
show ip route
perintah ini akan memunculkan router yang telah terkoneksi dengan network yang ada
melalui interface serial.
show ip protocols
Perintah ini menunjukan bahwa protocol yang digunakan EIGRP dengan nomor ASN,
dengan routingnya untuk network.Administrative distance yang muncul merupakan
administrative distance dari protocol couting EIGRP
show ip eigrp neighbor
Perintah in menampilkan table neighbor yang dipelajari EIGRP dari tetangganya dan
memastikan neighbor itu aktif atau tidak.
show ip eigrp topology
perintah ini menampilkan table topologi EIGRP, status aktif tidaknya proses routing,
successor, dan feasible distance menuju destination network

F. KESIMPULAN
Konvergensi EIGRP lebih cepat dibandingkan protocol distance
vector lainnya, hal ini di sebabkan karena EIGRP tidak memerlukan loop avoidance
yang pada kenyataannya menyebabkan protocol distance vector melambat.
EIGRP mengurangi pembebanan di jaringan karena hanya mengirim sebagian dari
routing update, EIGRP tidak akan mengirimkan update jika tidak ada perubahan. Jika ada
perubahan, langsung update dilakukan, akan tetapi hanya mengirim update kepada yang
terkena imbas update.
EIGRP sering pula disebut hybrid-distance vector routing protocol, hal ini
dikarenakan EIGRP seperti memiliki dua tipe routing protocol yang di gunakan yaitu
distance vector dan link state. Akan tetapi walaupun EIGRP mempunyai kemampuan
seperti link-state routing protocol, EIGRP tetaplah distant vector routing protocol, oleh
sebab itulah dalam kurikulum cisco, kata hybrid routing protocol dihapuskan atau tidak
dipergunakan. Dalam perhitungan untuk menentukan jalur mana yang terpendek, EIGRP
menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) dalam menentukannya,
DUAL juga memiliki fungsi menyiapkan backup dan memastikan backup loop-free. EIGRP
memiliki karakteristik sebagai berikut ;
o Reliable Transport Protocol (RTP)
o Bounded Updates
o Diffusing Update Algorithm (DUAL)
o Establishing Adjacencies
o Neighbor and Topology Tables

Anda mungkin juga menyukai