Anda di halaman 1dari 5

1.

Koperasi “ADI” merupakan sebuah lembaga perekonomian yang berada


di lingkungan perguruan tinggi Universitas Ahmad Dahlan yang
beranggotakan dosen dan karyawan Universitas Ahmad Dahlan. Koperasi
ADI didirikan pada tanggal 5 November 2009, mulai beroperasi tanggal 7
Januari 2010, dan telah berbadan hukum pada tanggal 10 Maret 2011
dengan Nomor Badan Hukum : 4/BH/KPTS/XV/III/2011. Koperasi ADI
sejak berdiri menerapkan sistem manajemen koperasi. Manajemen
Koperasi ADI dibagi menjadi Pengawas, Pengurus dan Karyawan.
Koperasi ADI menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang
menyeluruh untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Memiliki Visi
dan misi serta tujuan pendirian yang jelas yakni memajukan
kesejahteraan anggota serta ikut membangun tatanan perekonomian
Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, meningkatkan kesejahteraan dan
taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dan
Menjadi gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tatanan
perekonomian nasional.
a. Koperasi “ADI” merupakan salah satu bentuk perusahaan karena
memiliki unsur-unsur perusahaan didalamnya. Coba Anda analisis
unsur-unsur perusahaan apa saja yang dimiliki oleh koperasi “ADI”
 Badan usaha. Perusahaan memiliki bentuk tertentu. Dalam hal
ini berbentuk Koperasi sesuai dengan Nomor Badan Hukum :
4/BH/KPTS/XV/III/2011
 Kegiatan dalam bidang perekonomian. Koperasi Adi merupakan
sebuah Lembaga perekonomian yang berada di lingkungan
perguruan tinggi Universitas Ahmad Dahlan
 Terus menerus. Bahwasannya bahwasannya koperasi ADI
didirikan untuk melakukan kegiatan usaha dalam waktu lama
 Bersidat tetap.
 Terang-terangan. Koperasi ADI merupakan sebuah kegiatan
usaha yang diakui oleh pemerintah yang dibuktikan dengan
adanya Nomor Badan Hukum : 4/BH/KPTS/XV/III/2011
 Keuntungan dan atau laba. Koperasi ADI dalam
menyelenggarakan kegiatan usahanya menitikberatkan pada
peningkatan kesejahteraan anggotanya.
b. Koperasi”ADI” pada kasus diatas merupakan pengertian koperasi dari
segi hukum? Coba Anda analisis Kopreasi “ADI” dari segi hukumnya
bagaimana?
Menurut pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992
tentang perkoperasian, “Koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang-orang atau badan hokum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan”. Koperasi ADI sendiri, secara hukum seudah terdaftar
dan diakui sebagai badan hukum koperasi melalui surat Nomor Badan
Hukum : 4/BH/KPTS/XV/III/2011 sehingga dari segi hukum mereka
sah sebagai koperasi. Koperasi sesuai dengan pengertian diatas
beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi. Koperasi
ADI sendiri beranggotakan dosen dan karyawan Universitas Ahmad
Dahlan. Selanjutnya kegiatan koperasi harus berdasarkan prinsip
koperasi dan asah kekeluargaan. Koperasi ADI menyelenggarakan
berbagai program dan kegiatan yang menyeluruh untuk meningkatkan
kesejahteraan anggota.

2. Kasus Selebgram Awkarin kembali menjadi sorotan di media sosial,


lantaran ia dianggap melanggar hak cipta karya kreatif dengan
menggunakan gambar orang lain tanpa izin di media sosialnya.
Diketahui, karya tersebut milik sorang seniman asal Amerika Serikat
bernama Hallie Bateman. Ia lantas memprotes selebgram tersebut di akun
Twitter miliknya @hallithbates. "@awkarin mengedit dan memposting
karya seni saya di Instagram-nya, lalu dibagikan ke 5,7 juta pengikutnya,
tidak pernah meminta izin atau memberi kredit kepada saya. Saya telah
memintanya untuk menurunkannya. Tidak ada respons," cuit Hallie.
Setelah mengetahui hal tersebut, Awkarin memberikan permohonan maaf
di Twitter dan menghapus unggahan tersebut dari Instagram miliknya.
"Sekali lagi saya membuat kesalahan dengan menggunakan karya seni
seseorang di Pinterest tanpa mengetahui siapa seniman sebenarnya, dan
saya sangat ceroboh untuk tidak mencoba mencari tahu siapa
senimannya. Tapi, saya tidak pernah berniat mencuri atau meniru karya
seniman lain. Jadi saya sangat menyesal untuk ini," tulis Awkarin.
(https://tirto.id/soal-kasus-awkarin-dan-bagaimana-aturan-hak-cipta-di-
indonesia-f5Gk)
a. Belajar dari kasus di atas tentang pelanggaran hak cipta orang lain
dimana gambar (potret) merupakan ciptaan yang dilindungi oleh UU
No. 28 Tahun 2014 Pasal 40 ayat (1). Coba Anda nalisa menggunakan
kasus Awkarin, bagaimana gambar karya Hallie agar tidak dianggap
pelanggaran hak cipta?
Karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran,
kaligrafi, seni pahat, patung atau kolase merupakan ciptaan yang
dilindungi meliputi ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan
sastra ( pasal 40 ayat 1 huruf f UU No. 28 Tahun 2014 ).
Kemudian, dalam pasal 43 perbuatan yang tidak dianggap sebagai
pelanggaran hakcipta, huruf d menyebutkan bahwa pembuatan dan
penyebarluasan konten Hak Cipta melalui media teknologi informasi
dan komunikasi yang bersifat tidak komersial dan/atau
menguntungkan Pencipta atau pihak terkait, atau Pencipta tersebut
menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan
tersebut.
Menurut pasal ini, Ada 2 unsur yang harus harus dipenuhi agar
penyebarluasan konten hak cipta tidak dianggap melanggar, yakni
bukan untuk tujuan yang bersifat komersial atau pencipta menyatakan
tidak keberatan. Dalam kasus awkarin, agar tidak dianggap melanggar
hak cipta maka penyebarluasan yang dilakukan haruslah tidak untuk
tujuan komersial atau sudah mendapat izin dari pencipta, dalam hal ini
Hallie Bateman.
b. Apakah seniman Hallie Bateman dapat melindungi hak cipta
gambarnya? Coba Anda analisis bagaimana caranya?
Menurut pasal 6 UU No. 28 Tahun 2014, untuk melindungi hak moral,
pencipta dapat memiliki informasi manajemen hak cipta dan/atau
informasi elektronik hak cipta. Selanjutnya menurut pasal 7,
Informasi manajemen Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal
6 meliputi informasi tentang:
 metode atau sistem yang dapat mengidentifikasi originalitas
substansi Ciptaan dan Penciptanya; dan
 kode informasi dan kode akses.

Informasi elektronik Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6


meliputi informasi tentang:

 suatu Ciptaan, yang muncul dan melekat secara elektronik


dalam hubungan dengan kegiatan Pengumuman Ciptaan;
 nama pencipta, aliasnya atau nama samarannya;
 Pencipta sebagai Pemegang Hak Cipta;
 masa dan kondisi penggunaan Ciptaan;e.nomor; dan
 kode informasi.
Informasi manajemen Hak Cipta dan informasi elektronik Hak Cipta
sebagaimana dimaksud diatas, yang dimiliki Pencipta dilarang
dihilangkan, diubah, atau dirusak. Oleh karna itu, untuk melindungi
karyanya, Hallie Bateman dapat menggunakan cara memiliki
Informasi manajemen Hak Cipta dan informasi elektronik Hak
Cipta.

Anda mungkin juga menyukai