Anda di halaman 1dari 12

PRAKTIKUM I

PHANEROGAMAE
(ABKC 2404)

“PINOPHYTA”

Disusun Oleh :
Nama
(Nim)
Kelompok III B

Asisten Dosen :
Dessy Rahmadita Fitriani
Rama Fara Nada

Dosen Pengasuh :
Dr. Dharmono, M.Si.
Dra. Hj. Noorhidayati, M.Si.
Maulana Khalid Riefani, S.Si., M.Sc., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN


MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
APRIL 2021
PRAKTIKUM I

Topik : …………………………………………..
Tujuan : …………………………………………..
Hari/Tanggal : ………………………………………….
Tempat : ………………………………………….

I. ALAT DAN BAHAN

II. CARA KERJA

III. TEORI DASAR

IV. HASIL PENGAMATAN

A. Tabel Hasil Pengamatan

No Indikator Pengamatan Hasil Pustaka Gambar Pengamatan


Pengamatan
1 Habitus
(Pohon; Semak; Herba) Pohon Pohon (*)

(Sumber: Dok. Kelompok III B,


2021)

2 Bunga
Macam Perbungaan Tidak ditemukan Bunga
Saat pengamatan
majemuk (*)
Bentuk Tidak ditemukan Bunga dari
Saat pengamatan
tanaman
melinjo berupa
bulir dengan
bulir bunga
jantan lebih
kecil dan pada
bulir bunga
betina tampak
tonjolan calon
atau bakal biji
(**)
Letak Tidak ditemukan ketiak daun (*)
Saat pengamatan

Kaliks / Tenda Jumlah Tidak ditemukan Tidak Ada (**)


Saat pengamatan
Keadaan Tidak ditemukan Tidak Ada (**)
Saat pengamatan
Korola / Mahkota Jumlah Tidak ditemukan Tidak Ada (**)
Saat pengamatan
Keadaan Tidak ditemukan Tidak Ada (**)
Saat pengamatan
Stamen/Benang sari Jumlah Tidak ditemukan Bulir (**)
Saat pengamatan
Keadaan Tidak ditemukan Kecil (**)
Saat pengamatan
Pistilum/Putik Jumlah Tidak ditemukan Bulir bunga
Saat pengamatan
betina (**)

Keadaan Tidak ditemukan Memiliki


Saat pengamatan
tonjolan calon
atau bakal biji
(**)
3 Buah
Macam (Majemuk; Tunggal) Tidak ditemukan Tunggal (*)
Saat pengamatan
Jumlah Tidak ditemukan 3 ruang (**)
Saat pengamatan
Tipe Tidak ditemukan 3 ruang (**)
Saat pengamatan
Warna Muda; Warna Tua Tidak ditemukan Mula-mula
Saat pengamatan
berwarna
kuning,
kemudian
berubah
menjadi merah
sampai
lembayung jika
matang. (*)
4 Daun
Macam daun Tunggal Tunggal (*)
Tata letak Berhadapan Berhadapan (*)
Bentuk daun Jorong Jorong (*)
Tepi daun Rata Rata (*)
Permukaan daun Licin Mengkilap (**)
Warna daun bagian atas Hijau Kekuningan Hijau Tua (*)
Warna daun bagian bawah Hijau Kekuningan Hijau Tua (*)
Pangkal Tumpul Tumpul (*)
Meruncing (*)
Ujung Meruncing Meruncing (*) (Sumber: Dok. Kelompok III B,
Tekstur Seperti Kertas Seperti kertas 2021)

(*) 1
Urat daun Menyirip Menyirip (*)
(Melengkung
Keatas)
Panjang; lebar 8,6 cm; 3,2 cm berukuran (7,5-
20) cm x (2,5-
10) cm (*)
10-20 cm; 4-7
(**)
5 Batang
Tinggi 4,3 meter 5-10 m (**)
Diameter 2,96 cm 10-20 cm (***)
Percabangan Monopodial Monopodial (*)
Bentuk Bulat Berbentuk bulat
(*)
Warna Abu – abu gelap Kulit
batangnya
berwarna
kelabu (**)
Arah tumbuh Tegak Lurus tegak lurus ke
atas (*)
Keadaan Rata ditandai oleh
gelang-gelang
menonjol secara
nyata (**)
Umbi Batang Tidak ada saat Tidak ada
pengamatan
(******) (Sumber: Dok. Kelompok III B,
2021)
6 Akar
Sistem perakaran Tidak teramati Sifat akar
saat pengamatan
tunggang (*)
Warna akar Tidak teramati Kecoklatan
saat pengamatan
hingga abu-abu
gelap (*****)
Sifat perakaran Tidak teramati Ke pusat bumi
saat pengamatan
(****)

Umbi Akar Tidak teramati Tidak ada


saat pengamatan
(*******)
Dafus:
(*) Rajiyah, Aula. 2020
(**) Utomo, Dhimas Singgih Priyo. 2017
(***) Sunarti, Siti., dkk. 2013
(****) Sari, Fitria Erma. 2018
(*****) Hendro. 2017.
(******) Latifah & Prahardini 2021
(*******) Silalahi. 2016

B. Gambar Pengamatan

1. Melinjo (Gnetum gnemon)


a. Daun

Keterangan:
1. Ujung daun
2. Pangkal
daun
1 2 4 3

(Sumber : Bloomfield, Frances. 2017)


b. Buah

Keterangan:
1. Kulit buah
2. Biji

1 2
(Sumber : Megumi, Sarah R. 2017)

c. Batang

Keterangan:

1 1. Ujung
Batang
3
2. Pangkal
Batang
2
3. Permukaan
Batang

(Sumber : Siswadi. 2019)

d. Akar

Keterangan:
1. Pangkal
Akar
1
2. Ujung akar
3. Cabang akar
4. Rambut akar
4
2
3

(Sumber : Kurniawan, Asep. 2014)

e. Bunga

Keterangan:
1 1. Strobilus
jantan
2. Strobilus
betina
3. Tangkai
Strobilus

(Sumber : Hugo, 2021)


V. ANALISIS DATA

1. Melinjo (Gnetum gnemon L.)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Gnetophyta
Class : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies : Gnetum gnemon L.
(Sumber : Plantamor. 2021)

Kunci Determinasi :
Kunci Determinasi

1. 1b : tumbuh-tumbuhan dengan bunga sejati, sedikit-dikitnya


dengan benang sari atau putik. Tumbuh-tumbuhan berbunga ………2.

2. 2b : Tidak ada alat pembelit. Tumbuh-tumbuhan dapat juga


memanjat atau membelit (dengan batang, poros daun atau tangkai)
……..3

3. 3b : daun tidak berbentuk jarumataupun tidak terdapat dalam


berkas tersebut di atas ……..4.

4. 4b : tumbuh-tumbuhan tidak menyerupai bangsa rumput. Daun dan


(atau) bunga berlainan dengan yang diterangkan di atas ……..6.

5. 6b : dengan daun yang jelas …….7.


6. 7b : bukan tumbuh-tumbuhan bangsa palem atau yang
menyerupainya …….9.

7. 9b : tumbuh-tumbuhan tidak memanjat dan tidak membelit


…….10.

8. 10b : daun tidak tersusun demikian rapat menjadi roset …….11.

9. 11b : tidak demikian. Ibu tulang daun dapat dibedakan jelas dari
jarring urat daun dan dari anak cabang tulang daun yang ke samping dan
yang serong ke atas …….12.

10. 12b : tidak semua daun duduk dalam karangan atau tidak ada daun
sama sekali ……..13.

11. 13b : tumbuh-tumbuhan bentuk lain …….14.

12. 14b : semua daun duduk berhadapan ……..16.

13. 16a : daun tunggal, berlekuk atau tidak, tetapi tidak berbagi
menyirip rangkap sampai bercangap menyirip rangkap (golongan 10)
…….239.

14. 239b : tumbuh-tumbuhan tanpa getah ……243.

15. 243b : tidak hidup dari tumbuh-tumbuhan lain …….244.

16. 244b : susunan pertulangan daun tidak demikian, seluruhnya atau


sebagian besar tulang daun tersusun menyirip, menjari atau sejajar
……..248.

17. 248b : daun bertulang menyirip atau menjari, susunan urat daun
seperti jala …….249.

18. 249b : daun jika dipatahkan (disobek dipatahkan) memperlihatkan


serabut halus yang menonjol. Bunga sangat kecil, tanpa perhiasan bunga,
dalam lingkaran pada karangan bunga yang berbentuk bulir berwarna
hijau ……15. Gnetaceae.
Kunci determinasi melinjo, yaitu 1b-2b-3b-4b-6b-7b-9b-10b-11b12b-
13b-14b-16a-239b-243b-244b-248b-249a-15. Famili Gnetaceae.

(Sumber : Rajiyah, Aula. 2020).

Dari Hasil pengamatan diketahui Melinjo memiliki ciri – ciri yaitu


Habitusnya berupa Pohon, Macam daun Tunggal dengan Tata letak
Berhadapan, Bentuk daun Jorong, Tepi daun Rata, Permukaan daun
Licin, Warna daun bagian atas daun bagian bawah Hijau Kekuningan,
Pangkal daun Tumpul, Ujung Meruncing, Tekstur Seperti Kertas,
Urat daun Menyirip (Melengkung Keatas) dengan Panjang; lebar 8,6 cm;
3,2 cm, batang memiliki tinggi Tinggi 4,3 meter, Diameter 2,96
cm dengan Percabangan Monopodial, Bentuk Bulat, Warna Abu –
abu gelap dengan Arah tumbuh Tegak Lurus, dan keadaan batang
rata.

Menurut Literatur Melinjo merupakan tumbuhan yang termasuk


dalam divisi spermatophyta yang dapat ditemukan di Pulau Jawa Melinjo
mempunyai bentuk pohon yang ramping, memiliki alat reproduksi yang
terpisah pada pohon berbeda, dengan batang yang lurus, dengan tinggi
(5-10) m kulit batangnya berwarna kelabu yang ditandai oleh gelang-
gelang menonjol secara nyata, cabang pohon melinjo terdiri dari berbagai
ukuran dan letaknya yang melingkari batang sampai ke pangkal batang
Daun melinjo memiliki posisi yang berhadapan dengan bentuk jorong
berukuran lebar (4-7) cm dan panjang (10-20) cm berwarna hijau gelap,
mengkilap, tulang daun melengkung dan bersatu di ujungnya Biji melinjo
berbentuk ellipsoid, berkulit tipis, dengan panjang (1-3,5) cm sedangkan
lebarnya setengah dari ukuran panjang biji, berubah dari hijau, hijau
kekuningan, kuning kehijauan, kuning, kuning kemerahan, dan merah
(Utomo, Dhimas Singgih Priyo. 2017 dalam Rahardja, 2002).
VI. KESIMPULAN
VII. DAFTAR PUSTAKA

Rajiyah, Aulia. 2020. Praktikum Botani Tumbuhan Tinggi. Banjarmasin :


Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.

Utomo, Dhimas Singgih Priyo. 2017. Karakteristik Protein Antioksidan Biji


Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Bahan Nutraceuntical Pada Fase
Generatif. Jember: Universitas Jember.

Sunarti, Siti., dkk. 2013. Keanekaragaman Jenis Gymnospermae di Pulau


Wawoni, Sulawesi Tenggara. Jurnal Biologi Indonesia 9 (1): 83-92
(2013). Cibinong Science Center: Pusat Penelitian Biologi – LIPI.

Sari, Fitria Erma. 2018. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Melinjo Dan Daun
Sirsak Terhadap Aktivitas Makan Dan Mortalitas Ulat Grayak
(Spodoptera litura f.) Pada Tanaman Jambu Kristal (Psidium guajava L.).
Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Latifah, E., & Prahardini, P. E. R. (2021). Identifikasi dan Deskripsi Tanaman


Umbi-Umbian Pengganti Karbohidrat di Kabupaten
Trenggalek. Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 22(2), 94-104.

Hendro. 2017. Morfologi Tanaman Melinjo. Diakses pada


https://www.scribd.com/document/362681405/MORFOLOGI-
TANAMAN-MELINJO pada tanggal 19 April 2021.

Silalahi. M. (2016). Bahan Ajar Morfologi Tumbuhan. Universitas Kristen


Indonesia. Jakarta.

Megumi, Sarah R. (2017). Melinjo, tanaman serbaguna. Diakses melalui


https://www.greeners.co/ Pada tanggal 4 Mei 2021.

Hugo. (2021). Strobilus Jantan Dan Betina Pada Melinjo . Diakses melalui
https://detiks.github.io/ pada tanggal 4 Mei 2021.
Siswadi. (2019). Pohon melinjo / tree (Gnetum gnemon) bearing edible leaves and
seeds. Diakses melalui https://steemit.com/ pada tanggal 4 Mei 2021.

Bloomfield, Frances. (2017). Melinjo – sources, health benefits, nutrients, uses and
constituents at NaturalPedia.com. Diakses melalui
https://www.naturalpedia.com/ pada tanggal 4 Mei 2021.

Kurniawan, Asep. (2014). Keberhasilan Aplikasi Pangkas Akar Dan Inokulasi


Fungi Ektomikoriza Pada Bibit Melinjo (Gnetum gnemon). Skripsi. Bogor:
Institut Pertanian Bogor.

Plantamor. (2021). Belinjo (Gnetum gnemon). Diakses melalui


http://plantamor.com/ pada tanggal 4 Mei 2021.