Anda di halaman 1dari 3

Soal :

Sebutkan dan uraikan secara singkat menurut pendapat Anda apa yang menjadi
kendala dalam pelaksanaan pelayanan publik yang berkualiats di Indonesia! 

Jawaban :

Pelayanan Publik adalah sebuah kegiatan pelayanan yang diberikan kepada public
oleh Pemerintah, baik berupa barang atau jasa public (Sri Suwitri. et.al. 2019 : 6.4).
Sedangkan dalam Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan
Publik, Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegaitan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang – undangan
bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan
administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan public. Dapat diartikan
bahwa pelayanan public adalah sejumlah individu dalam suatu kelompok yang
memiliki tujuan dan fungsi yang sama dalam memberikan pelayanan kepada
seseorang maupun sekelompok orang.

Menurut Islamy dalam Sri Suwitri et.al (2019 : 6.4) setiap aparat pelayanan harus
memahami beberapa prinsip pokok dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
yaitu :

1. Aksesbilitas
2. Kontinuitas
3. Teknikalitas
4. Profitabilitas
5. Akuntabilitas

Sedangkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 81 Tahun 1993


tentang Pedoman Tata Laksana Pelayanan Umum beberapa prinsip yang di jadikan
acuan/dasar setiap birokrasi public (Sri Suwitri et.al. 2019 : 6.5) antara lain :

1. Kesederhanaan
2. Kejelasanan dan Kepastian
3. Keamanan
4. Keterbukaan
5. Efisiensi
6. Ekonomis
7. Keadilan dan Pemerataan
8. Ketepatan Waktu

Pelayanan public merupakan suatu kewajiban bagi setiap Negara dalam melayani
warga negaranya, termasuk Indonesia dimana untuk meningkatkan pelayanan public
di Indonesia, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara mengeluarkan pedoman tata laksana pelayanan umum melalui Peraturan
Menpan Nomor 81 Tahun 1993. Dimana peraturan ini menjadi pedoman bagi
birokrasi di Indonesia dalam melaksankan pelayanan public. namun, kegiatan
pelayanan public yang dilakukan di Indonesia tentu tetap mengalami kendala dalam
memberikan pelayanan public yang berkualitas.

Menurut Isiamy dalam Sri Suwitri et.al (2019:6.14) berdasarkan hasil penelitian
tentang peran birokrasi garis depan dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat Indonesia dikemukakan :

1. Aparat birokrasi garis depan (pelayanan) lebih menampilkan diri sebagai


majikan, daripada aparat pelayanan.
2. Aparat pelayanan lebih berorientasi pada status quo, daripada peningkatan
pelayanan
3. Aparat pelayanan lebih memusatkan pada kekuasaan, daripada keinginan
untuk melakukan perubahan (terutama kepastian diri)
4. Aparat pelayanan lebih mementingkan diri sendiri, daripada masyarakat yang
dilayani.

Senada dengan hal tersebut, dari sisi pola penyelenggaraanya, pelayanan public
masih memiliki berbagai kelemahan (Sri Suwitri et.al. 2019:6.16) antara lain :

1. Kurang responsive
2. Kurang informative
3. Kurang aksesibel
4. Kurang koordinasi
5. Birokratis
6. Kurang mau mendengar keluhan/saran/aspirasi masyarakat
7. Inefisiensi

dapat dilihat bahwa pelayanan public di Indonesia masih jauh dari kata berkualitas,
ini terlihat masih banyaknya birokrat Indonesia yang sangat rumit, berbelit – belit,
prosedur yang sangat lama, membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya, tidak efisien
dan efektif dalam penyelenggaraanya. Selain itu, hal ini di perparah dengan adanya
Overlapping tugas pokok dan fungsi birokrasi di Indonesia, tanggung jawab antara
birokrasi yang tidak jelas, adanya motivasi lain dari aparat pemberi pelayanan public,
tidak adanya SOP yang jelas dalam penyelenggaraan pelayanan public.

lantas bagaimana untuk meningkatkan kualitas pelayanan public di Indonesia.


Menurut Osborne dalam Sri Suwitri et.al (2019 : 22) terdapat lima strategi dalam
meningkatkan kinerja pelayanan public yakni :

1. Core Strategy (strategi inti) dalam strategi ini bertujuan untuk memperjelas visi
dan misi organisasi sehingga akan jelas kemana sebuah birokrasi diarahkan
sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
2. Consequences Strategy (strategi konsekuensi) strategi ini bertujuan untuk
menciptakan kondisi, agar persaiangan yang sehat di antara penyelenggara
pelayanan public yang lain. Dengan kata lain penyelenggara pelayanan public
berkompetisi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada
masyarakat Indonesia
3. Costumer Strategy (strategi konsumen) strategi ini bertujuan menciptakan
sistem penyelenggaran pelayanan yang dilaksanakan oleh birokrat, sehingga
mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
4. Control Strategy (strategi control) strategi ini bertujuan untuk menciptakan
kemampuan dan kemandirian, serta kepercayaan masyarakat terhadap kator
pemerintahan sebagai institusi pelayanan public dan pegawai/aparat sebagai
pelayan masyarakat
5. Culture Strategy (strategi budaya) strategi ini bertujuan untuk mengubah
budaya yang dapat menghalangi arah suatu perubahan. Dalam hal ini perlu
adanya perubahan budaya seperti nilai, norma dan perilaku baik itu institusi
pelayanan public maupun pegawai selaku pelayan public.

Dengan demikian upaya peningkatan kualitas pelayanan public dapat dilakukan


dengan merubahan nilai – nilai, perilaku dan mindset bahwa pelayana public adalah
melayani public bukan dilayani dan memegan prinsip – prinsip pelayanan yaitu
kemudahan akses layanan kepada masyarakat, keterbukaan informasi, ketersediaan
pilihan bagi masyarakat untuk memilih institusi pelayanan public, perbaikan dalam
sistem pelayanan public.

Sumber :

Suwitri, Sri et. al. 2019. Teori Administrasi. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka