Anda di halaman 1dari 34

GENETICAL CONTROL

Dr. Ir. Mariati Sinuraya, MSc


Apa itu gen ?
• Sebuah gen adalah bagian dari benang molekul
heliks ganda disebut asam deoksiribonukleat
(DNA)
• Gen adalah materi genetik yang tersusun atas
DNA yang berada pada kromosom
• Gen adalah unit pewarisan sifat
bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah
urutan DNA yang melekat/berada di
suatu protein, polipeptida, atau
seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi
organisme yang memilikinya
• Genom adalah satu set DNA komplit dari
suatu organisme, gen termasuk di dalamnya
APA YANG MEMBUAT SPESIES ITU SEPERTI APA?

Gen menentukan sifat bawaan suatu spesies .


Produk dari kebanyakan gen adalah protein
spesifik
Protein adalah makromolekul utama dari suatu
organisme. Saat Anda melihat suatu organisme,
yang Anda lihat adalah protein atau sesuatu
yang telah dibuat oleh protein. Asam amino
urutan protein dikodekan dalam gen .
Apa Yang Menyebabkan Variasi Dalam
Suatu Spesies
• Salah satu gen bisa ada dalam beberapa bentuk
yang berbeda satu sama lain.
• Bentuk gen ini disebut alel.
Variasi alel menyebabkan variasi herediter
dalam suatu spesies . Pada tingkat protein,
variasi alel menjadi variasi protein.
GENETICAL CONTROL
• Pertumbuhan organ tumbuhan berada di
bawah kendali genetik.

• Modifikasi Genetik dilakukan sebagai salah


satu cara untuk memenuhi/memuaskan
kebutuhan/keinginan manusia
GENETICAL CONTROL

Dapat dilakukan dengan Program pemuliaan


• Pemuliaan adalah proses untuk
menghasilkan tanaman yang memiliki sifat
yang bermanfaat bagi manusia
misalnya: buah yang besar atau manis.
• Pemuliaan dapat dilakukan
dengan mengubah susunan
genetik agar fenotip (sifat nampak) yang
dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
GENETICAL CONTROL
• Dapat dilakukan dengan Program pemuliaan
– Persilangan,
– Mutasi
– Poliploidi
– fuse protoplas
– Transfer gen
PERSILANGAN
Secara alami, pemuliaan dapat dilakukan
dengan perkawinan silang atau persilangan.
• untuk mendapat tanaman dengan
buah besar dan manis
Tan. buah besar kecut >< Tan dengan buah kecil manis.
Salah satu kombinasi hasil persilangan ini dapat berupa
tanaman dengan buah besar dan manis.
• Untuk mendapat warna baru, dll
PERSILANGAN
MUTASI
Mutasi adalah perubahan genetik baik
gen tunggal, sejumlah gen ataupun
susunan kromosom, dapat terjadi pada
setiap bagian tanaman terutama bagian
yang aktif melakukan pembelahan sel.
Mutasi juga dapat disebut sebagai perubahan
materi genetik pada tingkat genom,
kromosom dan DNA atau gen sehingga
menyebabkan terjadinya keragaman genetik.
• Mutasi DNA merupakan perubahan urutan
nukleotida (basa nitrogen) pada DNA yang
sering kali terjadi selama replikasi
dan/atau rekombinasi. Terdapat beberapa
cara mutasi DNA ini bisa terjadi yaitu
secara substitusi, delesi atau insersi basa
nitrogen
• Mutasi DNA dapat disebabkan beberapa
faktor diantaranya kesalahan pada proses
replikasi atau rekombinasi DNA, adanya
kerusakan DNA yang disebabkan
senyawa kimia atau radiasi seperti sinar
gamma, sinar X atau sinar UV
• Mutasi DNA sering disebut sebagai mutasi
skala kecil atau mutasi titik (point
mutation) karena mutasi ini hanya terjadi
pada satu atau beberapa nukleotida saja.

• Beberapa jenis mutasi titik


diantaranya adalah substitusi,
duplikasi, insersi, delesi,
transversi, dan translokasi.
1.Substitusi : merupakan jenis mutasi yang paling
umum terjadi. Terdapat 2 tipe substitusi yaitu:
1. Transisi : terjadi ketika basa purin tersubstitusi oleh basa
purin lainnya atau basa pirimidin yang tersubstitusi oleh
basa pirimidin lain
2. Transversi : terjadi ketika basa purin tersubstitusi oleh
basa pirimidin, berlaku juga sebaliknya.
2.Duplikasi : munculnya pengulangan urutan basa
nukleotida pada DNA
3.Insersi : adanya penambahan basa nitrogen pada
segmen DNA
4.Delesi : hilangnya satu atau lebih basa nitrogen dari
segmen DNA.
5.Inversi : dibaliknya urutan basa nukleotida pada
DNA
6.Translokasi : bertukarnya urutan basa nukleotida
dari satu molekul DNA ke molekul DNA lain
MUTASI
Mutasi spontan di alam (spontaneous
mutation)
induksi (induced mutation)
Mutasi induksi dapat dilakukan pada tanaman
dengan perlakuan bahan mutagen tertentu
terhadap organ reproduksi tanaman seperti
biji, stek batang, serbuk sari, akar rizome,
kalus dan sebagainya.
PEMULIAAN MUTASI
Menggunakan Mutagen
 Mutagen Fisik
-iradiasi sinar X,
-sinar gamma
 Mutagen Kimia,
umumnya berasal dari senyawa alkyl seperti
ethyl methane sulphonat (EMS),
diethyl sulphate (DES),
methyl metane sulphonat (MMS),
hydroxylamine,
nitrous acids dsbnya.
POLIPLOIDI
Manipulasi poliploidi
termasuk dalam cara ini adalah semua
manipulasi ploidi,baik poliploidisasi (pengganda
an genom) maupun pengubahan jumlah
kromosom.
Contoh:
Buah tanpa biji dikembangkan dari
persilangan buah tanaman tetraploid dengan
tanaman buah diploid.
Manipulasi poliploidi dilakukan
untuk mendapatkan jenis yang
mempunyai lebih dari 2 set
kromosom (2n)
Beberapa metoda manipulasi
kromosom dengan berbagai
perlakuan:seperti
• kejutan (shocking) dengan suhu
panas/ dingin,
• pemberian tekanan (hydrostatic
pressure)
• menggunakan bahan kimiawi
kolkisin,kolsemid, Oryzalin,dll
Zat kimia tersebut, menimbulkan kerusakan
mikrotubula yang selanjutnya akan menyebabkan
kerusakan dalam pembentukkan gelondongan
meiosis atau mitosis
Kelebihan individu poliploid adalah:
Tumbuh lebih cepat dan mudah beradaptasi dengan
lingkungan, dibandingkan dengan individu diploid
dan haploid.
volume sel dan nukleus lebih besar,
bertambah ukuran daun dan bunga serta batang
lebih tebal,
terjadi perubahan komposisi kimia meliputi
peningkatan dan perubahan karbohidrat, protein,
vitamin dan alkaloid, dll
Secara garis besar ada 2 macam
poliploid hasil manipulasi
• Autopoliploid • Alopoliploid
Autopoliploid adalah sel yang Allopoliploid adalah keadaan sel yang
mempunyai lebih dari dua genom mempunyai satu atau lebih genom dari
dimana genomnya identik atau genom normal 2n = 2x, dimana pasangan
kromosomnya tidak homolog.
mempunyai kromosom homolog, Allopoliploid terbentuk dari hibridisasi
karena pada umumnya berasal dari antara spesies atau genus yang berlainan
satu jenis. Autopoliploid dapat genom (hibridisasi interspesies).
diinduksi artifisial melalui Tanaman Fl-nya akan steril, karena tidak
perlakuan kolsisin dan dapat terjadi ada atau hanya beberapa kromosom
secara spontan, tetapi yang homolog. Bila terjadi penggandaan
kromosom spontan atau diinduksi, maka
terakhir ini jarang ditemuka tanaman menjadi fertil. Beberapa
tanaman yang termasuk alloploidi alami
adalah gandum, terigu, kapas, tembakau,
tebu dan beberapa spesies kubis
Zigot autopoliploid Zigot Alopoliploid
REKAYASA GENETIK
• Fusi Protoplas
• Transgenik
Fusi Protoplas
dapat dilakukan untuk mentransfer
beberapa gen yang berguna seperti gen
ketahanan terhadap penyakit, fiksasi
nitrogen, tingkat pertumbuhan yang cepat,
pembentukan produk tertentu yang lebih
banyak, kualitas protein, toleran terhadap
suhu dingin, toleran terhadap kekeringan,
resistensi terhadap herbisida dari satu
spesies ke spesies lainnya
Fusi Protoplas
• Dengan cara ini hibridisasi dapat dilakukan tidak
saja antar spesies tetapi juga antar genus, yang
tidak mungkin atau sangat sulit dilakukan dengan
persilangan konvensional.

• Fusi protoplasma adalah suatu kejadian, yaitu


bergabungnya dua atau lebih protoplas baik
secara alami/spontan maupun disengaja atau
dengan adanya agen yang dapat menginduksi
terjadinya fusi.
• Protoplasma adalah sel tumbuhan telanjang tanpa
dibungkus oleh dinding sel, sehingga bagian
terluar dari sel tersebut adalah membran plasma
• isolasi protoplas adalah pemisahan protoplas dari
dinding selnya” mampu untuk meregenerasikan
kembali dinding selnya, dan mengalami
pembelahan sel, pertumbuhan dan regenerasi
tanaman dalam kultur invitro.

• Fusi protoplas dapat digunakan untuk mengatasi


masalah dalam persilangan secara seksual, yaitu
tanaman yang sulit atau tidak mungkin untuk
disilangkan secara konvensional. Terutama pada
tanaman yang mengalami inkompatibilitas
seksual dan sterilitas (baik steril jantan maupun
steril betina) ataupun tanaman dengan siklus
hidup yang panjang
Beberapa enzim pendegradasi dinding sel yang
efektif adalah Enzim :
 selulase Orozuka RS,
 selulase R-10,
 Macerozyme R-10,
 Pectolyase Y- 23
 Driselase
Isolasi protoplas dari organisme yang berbeda
memerlukan enzim yang berbeda, artinya efektifitas
enzim bervariasi tergantung dari organisme sebagai
sumber dari sel tersebut
Sumber: http://biologydiscussion.com/plants/plant-protoplast/
plant-protoplast-culture-meaning-history-andprinciples/14773)
TRASFER GEN
• Transgenik adalah suatu
organisme yang mengandung
transgen melalui proses
bioteknologi (bukan proses
pemuliaan tanaman).

• Transgen adalah gen asing yang


ditambahkan/disisipkan kepada
suatu spesies.
REKAYASA GENETIK
• Teknologi rekayasa genetika
tanaman memungkinkan
pengintegrasian gen-gen yang
berasal dari organisme lain untuk
perbaikan sifat tanaman.

Transfer gen:
• langsung (gene gun)

• tidak langsung (agrobacterium)


• Tahapan transfer gen
secara tidak langsung
Daun Poplar
Soaked 30’
Recombinan Vektor
(JERFs gen+ npt II gen
+
Inoculated in
MS medium
A. tumefaciens + 1 mg/l
Slight vibration N6-BA + 0,05 mg
NAA Cultured
Medium diganti
For 2 days 27ºC
20 hari sekali
(dark)

Planlet Washed in steril water


Rooting medium Tan. transgenik + 300 mg/l cefotaxime
1/2 MS + 0,02 mg/NAA
+ 0,02 mg/l IBA selama
20 hari

Sub cultured 10 hari


sekali Sampai muncul Filter sterilized
tunas adventif Selective medium
60 mg/l Kanamycin
+ 300 mg cefotaxime
Tunas adventif sepanjang
1 s/d 1 ½ cm tahan Rak kultur day/night 21/27ºC 16 jam
kanamycin photoperiod